Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KEGIATAN

DOKTER INTERNSIP PUSKESMAS POLONGBANGKENG UTARA


KABUPATEN TAKALAR
PERIODE OKTOBER 2016 FEBRUARI 2017

Kelas Ibu Hamil (Antenatal Care)

A. LATAR BELAKANG
Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang
kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu
mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas,
perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.
Dan pada setiap materi kelas ibu hamil yang akan disampaikan
disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ibu hamil tetapi tetap
mengutamakan materi pokok. Tingginya angka kematian ibu (AKI) adalah
indikator kritis status kesehatan para perempuan, kematian seorang ibu
dalam keluarga memiliki dampak hebat, tidak hanya dalam hal kehilangan
suatu kehidupan namun juga karena efeknya pada kesehatan dan usia
hidup anggota keluarga yang ditinggalkan.
World Health Organization (WHO) tahun 2007 memperkirakan
sekitar 75-85% dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi
komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya serta mengancam
jiwanya. Departemen kesehatan menyebutkan angka kematian ibu di
Indonesia tahun 2012 mencapai 359/100.000 kelahiran hidup. Penyebab
langsung kematian ibu sebesar 90% terjadi pada saat persalinan dan segera
setelah persalinan, Penyebab langsung kematian ibu yaitu perdarahan
sebesar 28%, eklamsia sebesar 24%, dan infeksi sebesar 11%, sedangkan
penyebab tidak langsung kematian ibu adalah Kurang Energi Kronik
(KEK) pada saat kehamilan sebesar 37%,dan anemia pada saat kehamilan
sebesar 40%.

1
B. PERMASALAHAN DI MASYARAKAT
Permasalahan kesehatan pada ibu hamil seringkali berakar dari
kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai
hidup sehat. Di sisi lain, ibu hamil sendiri mengalami perubahan fisik
secara cepat. Akses untuk mendapatkan informasi bagi ibu hamil banyak
yang tertutup. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan ibu
hamil yang benar dan jujur bagi ibu hamil akan membuat ibu hamil makin
sadar terhadap tangung jawab serta peran barunya menjadi seotrang ibu.
Dengan makin banyaknya persoalan kesehatan pada ibu hamil, maka
pemberian informasi, layanan dan pendidikan kesehatan menjadi sangat
penting.
Pengawasan antenatal atau yang sering disebut pemeriksaan
kehamilan ditujukan untuk menyiapkan baik fisik maupun mental ibu di
dalam masa kehamilan dan kelahiran serta menemukan kelainan dalam
kehamilan dalam waktu dini sehingga dapat diobati secepatnya.
Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan
angka kecacatan dan kematian baik ibu maupun janin.

C. PEMILIHAN INTERVENSI
Oleh karena permasalahan yang terjadi di atas, maka diadakan kelas
ibu hamil. Kegiatan tersebut dalam bentuk tatap muka dalam kelompok
yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu
mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas,
perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.
Para kader maupun masyarakat sangat penting untuk diberi
penjelasan tentang masalah yang dapat terjadi pada ibu hamil oleh karena
diharapkan dapat membantu dalam memberikan informasi dan
pemahaman mengenai masalah yang dapat terjadi pada ibu hamil di
masyarakat. Penyuluhan ini mengajarkan bagaimana perawatan
kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos,
penyakit menular dan akte kelahiran.

2
D. PELAKSANAAN
Kelas ibu hamil ini diadakan pada tanggal 23 Desember 2016, materi
dibawakan dengan menggunakan media flipchart yang dibagikan kepada
ibu hamil yang datang. Penyuluhan ini dirangkaikan dengan diskusi tanya
jawab antara pemateri dengan audiens.

E. EVALUASI
1) Evaluasi Struktur
Persiapan kegiatan penyuluhan dilakukan satu hari sebelumnya.
Kegiatan penyuluhan ini bekerja sama dengan tim promkes dari
puskesmas Polongbangkeng Utara.
2) Evaluasi Proses
Peserta yang hadir sebanyak 6 orang. Pelaksanaan penyuluhan berjalan
sebagaimana yang diharapkan dimana peserta antusias menjawab
pertanyaan yang diajukan pemateri dan hampir sebagian besar peserta
aktif melontarkan pertanyaan.
3) Evaluasi Hasil
Seluruh peserta yang hadir mampu menjawab pertanyaan dari dokter
tentang materi yang disampaikan. Hal ini membuktikan bahwa peserta
memperhatikan materi yang disampaikan.

Takalar, 17 Februari 2017


Mengetahui,
Peserta Pendamping,

dr. Astari Pratiwi Nuhrintama dr. Aztiah

3
DOKUMENTASI KEGIATAN