Anda di halaman 1dari 36

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya sehingga pemakalah dapat
menyelesaikan makalah Biologi sel dengan judul RIBOSOM DAN SINTESIS
PROTEIN.

Pemakalah mengucapkan terima kasih kepada dosen pembina mata kuliah


yang telah memberikan bimbingan sehingga pemakalah dapat menyelesaikan
makalah ini dengan lancar.\

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan apabila dalam
penyusunan makalah ini terdapat kesalahan kami mohon kritik dan sarannya yang
bersifat membangun, sehingga dapat memberikan bekal bagi pemakalah dalam
pembuatan makalah berikutnya.

PALU, 22 Februari 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR....................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2

1.3 Tujuan Penulisan......................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian ribosom ................................................................................... 3


2.2 Struktur ribosom ....................................................................................... 5

2.3. Macam Macam Ribosom .......................................................................... 13

2.4 Peran ribosom dalam sintesis protein......................................................... 16

2.5 pengertian serta fungsi protein.................................................................... 18

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 17

3.2 Saran .......................................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Istilah ribosom berasal dari bahasa yunani,yaitu dari kata soma yang
berarti badan,dan ribonucleid acid atau asam ribonukleat,Ribosom adalah
komponen sel yang membuat protein dari semua asam amino. Salah satu prinsip
utama biologi, sering disebut sebagai dogma sentral, adalah DNA yang
digunakan untuk membuat RNA, yang, pada gilirannya, digunakan untuk
membuat protein. Urutan DNA gen disalin ke RNA (mRNA). Ribosom kemudian
membaca informasi dalam RNA dan menggunakannya untuk membuat protein.
Proses ini dikenal sebagai translasi; yaitu, ribosom menerjemahkan informasi
genetik dari RNA menjadi protein. Ribosom melakukan hal ini dengan mengikat
sebuah mRNA dan menggunakannya sebagai template untuk urutan yang benar
asam amino pada protein tertentu. Asam amino yang melekat pada RNA transfer
(tRNA) molekul, yang masuk salah satu bagian dari ribosom dan mengikat ke
urutan messenger RNA. Asam amino terlampir yang kemudian bergabung
bersama oleh bagian lain dari ribosom. Ribosom bergerak sepanjang mRNA,
membaca urutan dan menghasilkan rantai asam amino. Ribosom terbuat dari
kompleks dari RNA dan protein.

Ribosom dibagi menjadi dua subunit, satu lebih besar daripada yang lain.
Mengikat subunit kecil untuk mRNA, sedangkan mengikat subunit yang lebih
besar kepada tRNA dan asam amino. Ketika selesai membaca mRNA ribosom,
kedua subunit terpecah. Ribosom telah diklasifikasikan sebagai ribozim, karena
RNA ribosomal tampaknya paling penting bagi aktivitas transferase peptidil yang
menghubungkan asam amino bersama. Ribosom dari bakteri, archaea dan
eukariota (tiga domain kehidupan di Bumi), memiliki struktur secara signifikan
berbeda dan urutan RNA. Perbedaan-perbedaan dalam struktur memungkinkan
beberapa antibiotik untuk membunuh bakteri oleh ribosom menghambat mereka,
sementara meninggalkan ribosom manusia tidak terpengaruh. Ribosom dalam
mitokondria sel eukariotik mirip pada bakteri, yang mencerminkan asal-usul
evolusi kemungkinan organel ini berasal dari kata ribosom asam ribonukleat.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1. Bagaimana pengertian ribosom?


2. Bagaimana struktur ribosom?
3. Apa saja macam-macam ribosom ?
4. Bagaimana peran ribosom dalam sintesis protein?
5. Bagaimana pengertian serta fungsi protein?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengertian ribosom


2. Untuk mengetahui struktur ribosom
3. Untuk mengetahui macam-macam ribosom
4. Untuk mengetahui peran ribosom dalam sintesis protein
5. Untuk mengetahui pengertian serta fungsi protein
BAB II

PEMBAHASAN

2.1.pengertian ribosom

Istilah ribosom berasal dari bahasa yunani,yaitu dari kata soma yang
berarti badan,dan ribonucleid acid atau asam ribonukleat .Ribosom merupakan
organel kecil dan padat dalam sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein.
Ribosom berdiameter sekitar 20 nm serta terdiri atas 65% RNA ribosom (rRNA)
dan 35% protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP) Pengertian
tersebut menurut dengan Subowo (2007). Organel Ribosom ini menerjemahkan
mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (yaitu protein) menggunakan asam
amino yang dibawa oleh tRNA pada proses translasi. Di dalam sel, ribosom
tersuspensi di dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar, atau
pada membran inti sel.

Ribosom merupakan partikel yang kampak/padat, terdiri dari


ribonukleoprotein, melekat atau tidak pada permukaan external dari membran RE,
yang memungkinkan sintesa protein. Menurut Johnson. E, Kurt (1994), Sifat dari
Ribosom itu yaitu Bentuknya universal, pada potongan longitudinal berbentuk
elips, Pada teknik pewarnaan negatif, tampak adanya satu alur transversal, tegak
lurus pada sumbu, terbagi dalam dua sub unit yang memiliki dimensi berbeda,
Dengan ultrasentrifugasi yang menurun pada kedua sub unit ribosom tersebut
dapat dipisahkan sehingga dapat penyusunnya dapat dideterminasis. Sub unit-sub
unit berasosiasi secara tegak iurus pada bagian sumbu dalam aiur yang
memisahkannya, Dimensi ribosom serta bentuk menjadi bervariasi. Pada
prokariot, panjang ribosom adalah 29 nm dengan besar 21 nm. Dan eukariot,
ukurannya 32 nm dengan besar 22 nm, Pada prokariot sub unitnya kecil,
memanjang, bentuk melengkung dengan 2 ekstremitas, memiliki 3 digitasi,
menyerupai kursi. Pada eukariot, bentuk sub unit besar menyerupai ribosom E.
coli.

A.Letak Ribosom
Letak ribosom ada yang bebas, ada juga yang menempel di retikulum
endoplasma besar. Ribosom akan terikat dengan RE besar ketika ribosom akan
mensintesis protein. Ribosom kadang disebut organel dan sedikit dibatasi
penyebutannya karena sifatnya yang partikulat dan terkadang digambarkan
sebagai membran sel bebas.

B. Biogenesis Ribosom

Dalam sel bakteri, ribosom disintesis di dalam sitoplasma melalui


transkripsi beberapa ribosom gen operons. Dalam bersel satu proses mengambil
tempat dalam sitoplasma sel dan nukleolus, yang merupakan daerah dalam inti sel.
Proses perakitan melibatkan fungsi terkoordinasi lebih dari 200 protein sintesis
dan pemrosesan empat rRNA, serta perakitan rRNA dengan protein ribosomal.

Ribosom bebas dapat berpindah ke mana saja di sitosol kecuali di inti sel
dan organel lain. Protein yang dibentu di ribosom bebas akan dikeluarkan dari
sitosol dan digunakan oleh sel.

C. Sifat Ribosom

Ribosom merupakan partikel padat yang tidak dibatasi membran. Ribosom


terdiri dari sub unit besar dan sub unit kecil. Ribosom merupakan partikel yang
kampak/padat ini terdiri dari ribonukleoprotein, melekat atau tidak pada
permukaan external dari membran RE, yang memungkinkan sintesa protein.
Ribosom merupakan suatu partikel ribonukleoprotein yang berukuran kecil (20 X
30 nm). Ribosom terdiri dari dua unit yang dihasilkan didalamn nukleolus.
Ribosom meninggalkan inti sebagai unit terpisah melalui pori inti. Ribosom utuh
dibentuk di dalam sitoplasma. Penyatuan ribosom di ditoplasma adalah untuk
mencegah terjadinya sintesis protein didalam inti.

2.2 Struktur Ribosom


Ribosom terbentuk globular dengan dimeter sekitar 250 sampai 350 nm.
Ribosom mampu menyebarkan maupun menyerap electron dengan sangat kuat
sehingga mikroskop electron dapat digunakan secara intensif untuk meneliti
ribosom lebih dalam, sebenarnya selain dengan mikroskop electron, ribosom
dapat diteliti dengan berbagai cara antara lain dengan defraksi sinar X,
sentrifugasi atau pemusingan, maupun dengan imunositokimia. Analisis biokimia
juga bisa dilakukan untuk mengetahui jumlah dan mengidentifikasi protein-
protein dalam sub unit ribosom (Geneser, 2009).

Ribosom sub unit kecil, tampilannya mirip embrio yaitu seperti memiliki
kepala dan badan yang dihubungkan dengan leher yang pendek. Leher tersebut
dibentuk dengan takikan (sedikit lekukan) pada satu sisi dan lekukan yang dalam
paa sisi yang lain. Badannya berbentuk batang yang membengkak. Pada subunit
kecil terdapat daerah datar pada satu sisi bagian ini menempel pada sub unit.

Ribosom terdiri dari 2 sub unit yaitu sub unit besar dan kecil. Masing-
masing disusun oleh rRNA dan protein ribosom. Stuktur ribosom merefleksikan
fungsinya untuk mengumpulkan mRNA dengan tRNA pembawa asam amino.
Suatu ribosom memiliki satu tempat pengikatan mRNA (subunit kecil) dan tiga
tempat pengikatan tRNA dikenal dengan tempat E (exit), P (peptidil), dan A
(aminosil) yang terdapat pada sub unit besar.

Tempat E merupakan tempat keluar tRNA yang tidak bermuatan. Tempat P


merupakan tempat pengikatan tRNA-peptidil biasanya pengikat tRNA yang
melekat pada rantai polipeptida yang sedang tumbuh. Tempat A merupakan
tempat pengikatan tRNA- aminoasil biasanya mengikat tRNA yang membawa
asam amino berikutnya yang akan ditambah pada rantai polipeptida. Perbedaan
pada eukariot dan prokariot terdapat pada ukuran dan jumlah RNA penyusunnya.

Stuktur ribosom merefleksikan fungsinya untuk mengumpulkan mRNA


dengan tRNA pembawa asam amino. Suatu ribosom memiliki satu tempat
pengikatan mRNA (subunit kecil) dan tiga tempat pengikatan tRNA dikenal
dengan tempat E (exit), P (peptidil), dan A (aminosil) yang terdapat pada sub unit
besar. Tempat E merupakan tempat keluar tRNA yang tidak bermuatan. Tempat P
merupakan tempat pengikatan tRNA-peptidil biasanya pengikat tRNA yang
melekat pada rantai polipeptida yang sedang tumbuh. Tempat A merupakan
tempat pengikatan tRNA- aminoasil biasanya mengikat tRNA yang membawa
asam amino berikutnya yang akan ditambah pada rantai polipeptida.

D. Strukur dari ribosom memilki sifat sebagai berikut :

1. Bentuknya universal, pada potongan longitudinal berbentuk elips.

2. Pada teknik pewarnaan negatif, tampak adanya satu alur transversal, tegak
lurus pada sumbu, terbagi dalam dua sub unit yang memiliki dimensi
berbeda.

3. Setiap sub unit dicirikan oleh koefisiensi sedimentasi yang dinyatakan dalam
unit Svedberg (S). Sehingga koefisien sedimentasi dari prokariot adalah 70S
untuk keseluruhan ribosom (50S untuk sub unit yang besar dan 30S untuk
yang kecil). Untuk eukariot adalah 80S untuk keseluruhan ribosom (60S
untuk sub unit besar dan 40S untuk yang kecil).

4. Dimensi ribosom serta bentuk menjadi bervariasi. Pada prokariot, panjang


ribosom adalah 29 nm dengan besar 21 nm. Dan eukariot, ukurannya 32 nm
dengan besar 22 nm.

5. Pada prokariot sub unitnya kecil, memanjang, bentuk melengkung dengan 2


ekstremitas, memiliki 3 digitasi, menyerupai kursi. Pada eukariot, bentuk sub
unit besar menyerupai ribosom E. Coli.
Perbedaan Ribosom pada Eukariotik dan Prokariotik
1. Ribosom Pada Sel Prokariotik
Ribosom sel-sel prokariota memiliki massa molecular 2.520.000 dalton
dan matranya 29 X 21 nanometer. Ribosom sel sel eukariota lebih besar dari
pada ribosom sel sel prokariota tersebut. Massa molecular ribosom sel eukariot
berkisar antara 4.220.000 dalton dan matranya 32 X 22 nanometer. Ukuran
ukuran ribosom ditentukan dengan jalan analisis sedimentasi (pengendapan).
Analisis ini mendasarkan pada pengukuran pada laju pengendapan suatu molekul
atau zarah didalam larutan kental, biasanya larutan sukrosa yang dipusing dengan
kecepatan yang sangat tinggi (70 gr atau lebih). Konfesiensi sedimentasi
dinyatakan dalam S yaitu kesatuan atau unit Swedberg. Selain koefisien
Swedberg, laju pengeendapan juga dipengaruhi oleh factor factor lain yaitu
berat molekul, berat makro molekul, atau rakitan makro molukernya. Ribosom
prokariota memiliki koevisien sedimentasi 70S, sedangkan pada sel eukariota
koefisien sedimentasinya 80S (Johnson, 1994).
Ribosom sel prokariota, bila berada di dalam larutan dengan kadar Mg ++
rendah misalnya 0,2 mm akan mengalami tersepai (terdisosiasi) menjadi 2 sub
unit yang berbeda ukuran maupun koefisien sedimentasinya. Sub unit besar
memiliki koefisien sedimentasi 50S, sedangkan pada yang kecil koefisien
sedimentasinya 30S.
Sejak Semua protein dan RNA dari sub unit ribosom prokariot dapat di
isolasi hal ini yang memungkin untuk menerangkan proses penyususnan ribosom
melalui studi rekombinasi. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunan sub unit dan
penggabungan membentuk ribosom yang fungsional (mampu mentranslasi mRNA
menjadi protein) yang terjadi secara spotan secara invitro bila komponen rRNA
dan protei dapat digunakan. Penyusunan dapat dilakukan dengan sendiri dan
struktur komplomen dari molekul protein dan RNA ribosom yang diproses
melalui pembentukan ikatan hydrogen dan interaksi hidrofobik.
Penambahan protein tertentu pada pembentukan sub unit dapat
memudahkan penambahan dan pengikatan lain. Bila protein L ditambahkan pada
RNA 16S atau bila protein S ditambahkan pada RNA 5S dan 23S, maka tidak
akan terjadi penyusunan. RNA sub unit 20S dari satu jenis spesies dapat
bergabung dengan protein S dari prokariot yang lain akan membentuk subunit-
subunit fungsional, juga untuk protein dan RNA 50S dari prokariot yang berbeda .
Penyusunan sub unit dan pembentukan monomer fungsional hibrida ini
ternyata sulit karena protein dan dan RNA ribosom dari prokariot yang berbeda
pada kenyataannya mempunyai struktur primer yang berbeda. Jadi jelas bahwa
struktur sekunder dan tersier yang sangat amat mirip lebih penting dalam interaksi
rRNA protein, Jadi meskipun beberapa protein ribososm dari sel ragi, retikolosit,
dan hati tikus dapat diganti oleh protein dari E.coli, namun monomer hibrida yang
terbentuk dari sub unit prokariot dan eukariot ini tadak akan berfungsi dalam
sistesis protein.

Struktur Ribosom Prokariotik

Ribosom prokariot mengandung RNA dan protein. Pada subunit ribosom


prokariot mengandung satu molekul RNA yaitu RNA 16S (BM 0.6 X 10 6)
sedangkan subunit besar mengandung 2 molekul RNA yaitu RNA 23S (BM 1.6 X
106) dan RNA 5S (BM 3.2 X 10 4). Ketiga RNA merupakan produk transkripsi
secara tertutup dari rantai gen dalam urutan 16 S - 23 S - 5 S (Geneser, 2009).
Protein sub unit kecil memiliki berat molekul antara 10.900 (S17) sampai
65.000 (S1), sedangkan protein sub unit besar antara 9600 (L34) sampai 31500
(L2). Umumya protein ribosom bersifat basah, kaya akan asam amino basah dan
mempunyai titik isoelektrik pada ph 10 atau lebih, kira kira 33 dari 55 protein
telah diurut (13 dari sub unit kecil dan 20 dari sub unit besar). Bersamaan dengan
penelitian mengenai RNA, dengan anggapan bahwa ribosom prokariot merupakan
organel yang dipahami dengan baik dalam hal struktur dan fungsinya.

1.Model Ribosom Prokariotik

Meskipun komposisi ribosom dan interaksi dari komponennya sudah


diketahui, namun masih sulit untuk mengusulkan suatu model dari struktur
ribosom, karena terlalu kexcil untuk diamati dengan mikroskop electron dan
dalam tekhnik isolasi serta penyediaan ribosom untuk dapat merubah bentuk dan
organisasi ribosom. Suatu model usulan yang sesuai dengan monomer ribosom
dan sub unit-unit berdasarkan data pengamatan mikroskop (Johnson, 1994).

Sub unit 30S mempunyai bentuk olipsoid mempunyai dimensi 60 X 200.


Pada poros yang panjang terdapat bagian yang menjorok kedalam.sehingga bagian
itu membagi sub unit dalam 1/3 dan 2/3 bagian. Sub unit besar bentuknya lebih
bulat, mempunyai dimensi 150 x 200 x 200 dan memiliki bagian dan menarik
pada salah satu permukaannya. Penggabungan sub unit membentuk monomer 70S
terjadi pada kedua sisi sub unit-subunit tersebut dan terbentuk suatu lorong.
Monomer 70S mempunyai diameter maksimum sekitar 400 (Geneser, 2009).

2. Ribosom Pada Sel Eukariotik

Ribosom pada sitoplasma sel eukariotik yang mempunyai koefisien


sedimentasi 80S yang tersusun dari sub unit masing masing koefisien
sedimentas 40S dan 60S. sedangkan pada sel prokariot adalah 70S. dan dibentuk
oleh sub unit 30S dan 50S. ribosom yang lengkap, yang dibentuk oleh sub unit
unitnya yang disebut monomer.

Kadar protein pada ribosom dari ke dua sumber prokariot dan eukariot
hamper sama yaitu sekitar 30 45 % (berat), dan sisa nya berupa RNA.
Perbedaaan antara ke 2nya terletak pada komponen protein dan RNA Spesifik
yang tidak mengandung karbohidrat dan lipid. Ion Mg yang berfungsi untuk
mempertahan struktur ribosom. Penguraian menjadi sub unit unit terjadi bila
Mg++ di keluarkan. Tempat yang tepat untuk Mg++ ini belum diketahui pasti
mungkin berinterksi dengan ion fosfat yang terionisasi RNA sub unit.

Ribosom sitoplasma memiliki koefisien sedimentasi 80S yang terbentuk


dari sub unit 40S. selain itu didalam sitoplasma ribosom terdapat dalam dua
keadaan yaitu :

a. Berhubungan dengan membran sel, pada retikulum endoplasma serta dalam


sintesis protein jaringan sekresi atau ginjal.
b. Terdistribusi secara bebas di dalam sitosol dan mensintesis protein yang
dikenal didalam sel.

Struktur Ribosom Pada Eukariotik

Sub unit kecil eukariotik mengandung molekul RNA18S (BM 0,7x 10),
sedangkan sub unit besar mengandung RNA 28S (BM 1,7x10), RNA 5S (BM 2,0x
10), dan RNA 5,8S (BM 5,0x 10) (Johnson, 1994).

RNA 18S, 5,8S dan 28S merupakan hasil transkripsi dari gen yang
berhubungan dalam kromosom pada daerah pengatur inti (NOR) dari inti sel.
RNA 5S dalah produk trankripsi primer, bukan dari pemutusan pada pos
transkripsi precursor RNA prikariot dilepas secara berurutan dari transkrip yang
sedang tumbuh, sedangkan pada eukariot dihasilkan suatu transkrip tunggal
dengan berat molekul tinggi yaitu 45S yang mengandung precursor 18S, 5.8S, dan
28S. Tahap awal membagi 45S RNA menjadi dua bagian yaitu bagian besar (41S)
yang akhirnya akan menjadi RNA 5.8S dan 28S. Dan bagian kecil menghasilkan
18S (Johnson, 1994).

Ribosom selain mengandung RNA juga protein. Subunit kecil


mengandung 30 protein (S1, S2, dan lain-lain) dan subunit besar mengandung 40
protein (L1, L2, dan lain-lain). Selain jumlahnya lebih banyak , protein ribosom
eukariot juga memiliki berat molekul yang sangat besar (Geneser, 2009).

Tiap ribosom mempunyai dua tempat pengikatan tRNA, yang masing-


masing dinamakan tapak aminoasil (tapak A) dan tapak peptidil (tapak P).
Molekul aminoasil-tRNA yang baru memasuki ribosom akan terikat di tapak A,
sedangkan molekul tRNA yang membawa rantai polipeptida yang sedang
diperpanjang terikat di tapak P.

Pembentukan Ribosom Pada Eukariot

RNA 45S hasil transkripsi bergabung dengan protein (RNP), tetapi tidak
semua molekul kompleks tersebut menjadi bagian dari sub unit ribosom yang
lengkap. Ada berapa protein yang dilepaskan seperti pada sintesis RNA.
Nukleoptioda kembali ke kelompok nukleolar dan digunakan kembali. Protein
yang di tahan selama proses kemudian bagian sub unit yang sempurna disebut
protein ribosom.

Pemutusan kompleks RNP secara enzimatis menghasilkan 3 kelompok


Frakmen, yaitu :

a. Fragmen pertama (1), berisi spacer RNA nukleolar protein (spacer RNA
dihasilkan dari transkripsi rDNA dan bukan spacer DNA diantara gen). spacer
RNA di hidrolisis dan nukleolar protein yang bebas kembai pada
kumpulannya.
b. Fragmen kedua (2), berisi suatu kompleks dari RNA 18S dan protein
Ribosom tertentu yang akhirnya menghasilkan sub unit ribosom 40S dalam
sitoplasma.
c. Fragmen ketiga (3), berisi RNA 28S dan 5,85 dan protein ribososm yang
bergabung dengan RNA 5S hasil transkripsi gen rDNA ekstra nukleolar.
Kompleks ini ada di dalam inti menghasilkan sub unit 60S dalam sitoplasma.
Seperti halnya pada gen gen untuk RNA 45S, gen gen RNA 5S ekstra
nukleolar terdapat dalam kelipatan dua.

Model Ribosom Eukariot

Morfologi ribosom eukariot hampir sama dengan ribosom prokariot,


perbedaannya terletak pada ukuran BM, konstanta sedimentasi, ukuran rRNA,
jumlah rRNA, dan protein yang lebih besar. Sub unit 40S berbentuk elips soid
yang agak pipih berdimensi 115 x 140 x 230A, dan seperti ribosom prokariot
terdapat lekukan yang menjorok yang membagi ribosom menjadi segmen 1/3 dan
2/3. sub unit 60S umumnya lebih bulat, mempunyai diameter 200A. terdapat
bagian agak datar dan menarik pada salah satu sisinya. Jika kedua segmen ini
bergabung maka terbentuk monomer yang memiliki lorong. Lorong ini digunakan
untuk akomodasi rantai mRNA selama translasi(Geneser, 2009).

E.Perbedaan Ribosom Prokariotik dan Eukariotik


Perbedaan Berdasarkan Sifat dan Komposisi Ribosom Eukariotik dan
Prokariotik

Tabel Sifat dan Komposisi Ribosom Eukariotik dan Prokariotik

Eukariotik Prokariotik

Monomer

Koefisiensi sedimentasi 80S 70S

Berat Molekul 4,5 x 106 2,6 x 106

Jumlah RNA 4 3

Jumlah Protein 70 55

Sub unit kecil

Koefisiensi sedimentasi 40S 30S

Berat Molekul 1,5 x 106 0.9 x 106

Jumlah RNA 18S (BM 0,7 x 106) 16S (BM 0.6 x 106)

Jumlah protein 30 21

Sub unit Besar

Koefisiensi sedimentasi 60S 50S

Berat Molekul 3,0 x 103 1.7 x 106

Jumlah RNA 5S (BM 3,2 x 104) 5S (BM 3,2 x 106)

5,8 (BM 5,0 x 104) 23S (BM 1.1 x 106)

28S (BM 1,7 x 104)

Jumlah protein 40 34
Perbedaan Berat Molekul Rata-rata Protein Ribosom Prokariotik dan
Eukariotik (Comarck, 1994).

Tabel Berat Molekul Rata-rata Protein Ribosom Prokariotik dan Eukariotik.

Prokariotik Eukariotik

Sub unit kecil 18.900 25.300

Sub unit besar 16.400 28.100

2.3 Macam macam Ribosom

a. Ribosom terikat
Ribosom ini tergabung dengan membrane intra seluler, terutama dengan
reticulum endosplasma (RE)
b. Ribosom bebas
Ribosom ini teresebar menembus Hyaoplasma atau sitosol. Ribosom bebas
maupun terikat secara struktural identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel
dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom bengitu
metabolismenya berubah.
Biogenesis Protein
Biogenesis ribosom merupakan salah satu yang paling penting dan
memakan energi proses dari setiap sel. Biogenesesis ribosom adalah proses
pembentukan sub unit ribosom. Pembentukan sub unit ribosom merupakan fungsi
nukleolus. Nukleolus dibentuk dari konstriksi sekunder kromatin tertentu. Pada
sel eukariota, biogenesis ribosom memerlukan aktivitas dari ketiga RNA
polimerase. RNA polimerase II mensintesis pre-mRNA protein ribosom dan
faktor tambahan yang terlibat dalam biogenesis ribosom, RNA polimerase III
menghasilkan prekursor untuk 5S rRNA ribosomal (rRNA), dan RNA
polimerase I (RNA Pol I) menghasilkan prekursor umum untuk rRNA 5.8S, 18S
dan 25S (ragi) / 28S (mamalia) (Johnson, 1994).

Biogenesis pada sel eukariotik dan prokariot berbeda.

Proses biogenesis pada sel eukariotik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Lebih kompleks
2. Waktu lebih panjang

3. Pembentukan 18S dan 28S rRNA terjadi di nucleolar organizer

4. Pembentukan 5S rRNA terjadi di sisi luar nukleolus

Proses biogenesis pada sel prokariotik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Gen RNA yang mengkode untuk 5S, 23S dan 16S rRNA ribosom secara
ketat bergerombol di wilayah kromosom dan yang hadir hanya dalam
beberapa salinan.

2. Gen ribosom berada dalam operon tunggal yang ditranskripsi sebagai satu
unit, yang segera secara langsung dibentuk molekul RNA dari DNA dan
langsung terbentuk ribosom.

Fungsi Ribosom

Ribosom mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Sebagai tempat sintesis protein.

2. Protein yang dihasilkan oleh ribosom pada jalinan endoplasma kasar

dirembeskan dalam bentuk enzim atau hormon.


3. Protein yang dihasilkan oleh ribosom bebas digunakan oleh sel itu untuk
pembesaran dan memungkinkan tindak balas yang dijalankan di dalam sel
itu.

Sintesis Protein di Ribosom

Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom


(polisom). Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di
dalam sitosol. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang
dimasukkan ke dalam membran, untuk pembungkusan dalam organel tertentu
seperti lisosom atau dikirim ke luar sel.
Ribosom berperan dalam proses sintesis protein atau tepatnya perakitan
polipeptida. Ribosom mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam proses
perakitan polipeptida. Untuk perakitan polipeptida memerlukan pemandu yang
diperlukan untuk menentukan apakah kodon yang terdapat pada mRNA dapat
tepat berpasangan dengan anti kodon yang terdapat pada tRNA, sehingga
penerjemahannya tidak meleset. Kejadian ini difasilitasi dan dikatalisis oleh
ribosom, rRNA yang terkandung dalam ribosom akan bertindak sebagai
katalisator. Dalam proses penerjemahan ini sub unit kecil ribosom berperan
mengikat mRNA, sedangkan sub unit besar berpern sebagai tempat masuk dan
keluarnya tRNA untuk membentuk ikatan polipeptida

Sebelum membahas lebih jauh lagi tentang proses sintesis protein maka
sebagai langkah awal kita harus mengingat dulu pengetahuan yang sudah kita
peroleh tentang pasangan kodon dan anti kodoon molukul mrna akan mengandung
adenine (A).urasil (U).guanin (G)dan cytosine (C). Tiga basa ini akan bergabung
membentuk kodon misalnya , UUC, merupakan kodon untuk asam amino
fenilalanin (phe).UGC, untuk asam amino triptofan (Try), sebagai contohnya
mRNA akan menyusun kodon-kodon tersebut dalam suatu rangkaian misalnya
UGC/UUC/UGC/UUC kodon-kodon ini akan dibaca Try-Phe-Try-Phe.

Akan dapat di terjemahkan kodon-kodon tersebut harus berpasangan


dengan anti kodonya. Misalnya A akan selalu bergabung dengan U anti kodonnya,
demikian juga sebaliknya, seangkan G akan bergabung dengan C. jadi jika
kodonnya adalah UUC maka anti koonnya adalah AAG. Kalau kodon dimiliki
oleh mRNA maka anti kodon miliki oleh tRNA. tRNA selain memiliki antikodon
juga memiliki asam amino. Jadi misalnya kodon mRNA adalah UUC yang berarti
harus dibaca fenilalanin maka antikodonnya AAG yang terdapat pada tRNA,
menggandeng asam amino maka fenilalanin (Phe), sehingga kodon dan antikodon
bersatu maka asam amino yang dibawa adalah sesuai dengan pesanan dari kodon.

2.4 Peran Ribosom dalam Sintesis Protein terhadap Inisiasi, Elongasi, dan
Terminasi
Kita dapat membagi translasi, sintesis rantai polipeptida menjadi tiga tahap
inisiasi, elongasi dan terminasi.

1. Inisiasi

Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya RNAd, sebuah RNAt
yang memuat asam amino pertma dari polipeptida, dan dua subunit ribosom.
Pertama, subunit ribosom kecil mengikatkan diri pada RNAd dan RNAt
inisiator.Di dekat tempat pelekatan ribosom subunit kecil pada RNAd terdapat
kodon inisiasi AUG, yang memberikan sinyal dimulainya proses translasi.RNAt
inisiator, yang membawa asam amino metionin, melekat pada kodon inisiasi
AUG.

Oleh karenanya, persyaratan inisiasi adalah kodon RNAd harus


mengandung triplet AUG dan terdapat RNAt inisiator berisi antikodon UAC yang
membawa metionin. Jadi pada setiap proses translasi, metionin selalu menjadi
asam amino awal yang diingat. Triplet AUG dikatakan sebagai start codon karena
berfungsi sebagai kodon awal translasi.

tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua sub
unit ribosom. Pertama, sub unit ribosom kecil mengikatkan diri pada mRNA dan
tRNA inisiator khusus. Sub unit ribosom kecil melekat pada segmen leader pada
ujung 5(upstream) dari mRNA. Pada arah downstream dari mRNA terdapat
kodon inisiasi, AUG, yang memberikan sinyal dimulainya proses translasi. tRNA
inisiator yang membawa asam amino metionin, melekat pada kodon inisiasi.
Penyatuan mRNA, tRNA inisiator, dan sub unit ribosom kecil diikuti oleh
perlekatan subunit ribosom besar, menyempurnakan proses inisiasi translasi

2. Elongasi

Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino ditambahkan satu peratu pada
asam amino pertama.
a) Pengenalan kodon : kodon mRNA pada tempat A dari ribosom membentuk
ikatan hydrogen dengan anti kodon molekul tRNA yang baru masuk yang
membawa asam amino yang tepat.
b) Pembentukan ikatan peptida : molekul rRNA dari subunit ribosom besar,
berfungsi sebagai ribozim, mengkatalis pembentukan ikatan peptide yang
menggabungkan polipeptida memanjang dari tempat P keasam amino yang
baru tiba di tempat A. pada tahap ini polipeptida memisahkan diri dari tRNA
tempat perlekatannya semula, dan asam amino pada ujung karboksilnya
berikatan pada asam amino yang dibawa oleh tRNA ditempat A.
c) Translokasi : tRNA ditempat A, sekarang terikat pada polipeptida yang
sedang tumbuh, di translokasikan ketempat P. saat RNA berpindah tempat,
antikodonnya tetap berikatan dengan hydrogen pada kodon mRNA, mRNA
bergerak bersama-sama dengan anti kodon ini dan membawa kodon
berikutnya untuk ditranslasi di tempat A. sementara itu tRNA yang tadinya
berada pada tempat P ke tempat E dan dari tempat ini keluar dari ribosom.

3. Terminasi
Tahap akhir translasi adalah terminasi. Elongasi berlanjut hingga kodon stop
mencapai tempat A di ribosom. Triplet basa yang istimewa ini yaitu UAA, UAG,
UGA, tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sebagai sinyal
untuk menghentikan transasi. Suatu protein yang disebut sebagai faktor pelepas
langsung mengikatkan diri pada kodon stop ditempat A. faktor pelepas ini
menyebabkan penambahan molekul air, bukan asam amino, pada rantai
polipeptida. Reaksi ini menghidrolisis polipeptida yang sudah selesai ini dari
tRNA yang berada ditempat P, melepaskan polipeptida dari ribosom. Sisa-sisa
penyusunan translasi kemudian terpisah-pisah.
2.5 Pengertian protein dan fungsinya

Protein merupakan kelompok dari makromolekul organik kompleks yang


di antaranya terkandung hidrogen,oksigen,nitrogen,karbon,fosfor,dan sulfur serta
terdiri dari satu atau beberapa rantai dari asam amino.Protein tersusun atas asam
amino,yang mengandung 1 atom karbon (C) dan mengikat 1 atom hidrogen (H), 1
gugus amin (NH2),1 gugus karboksil (-COOH) dan gugus R.

Funggsi protein

1. Mengatur metabolisme tubuh,

2. Menjaga keseimbangan antara asam dan basa dan keseimbangan cairan dalam
tubuh . Protein berperan penting dalam menjaga stabilitas pH cairan tubuh

3 .Protein merupakan bahan dalam sintesis substansis seperti halnya


hormon,zat antibodi dan organel sel lainya

4. Membantu dalam proses pertumbuhan pada anak anak dan remaja karena sel
sel tubuh mendapat cukup asupan zat pembangun.

5. Membantu kerja tubuh dalam menetralkan atau menghancurkan zat zat asing
yang masuk kedalam tubuh

6. Menghasilkan energi dan kalori

7. Dapat membentuk enzim,pigmen dan hormon.

8. Sebagai unsur pembangun jaringan yang rusak.

Sintesis protein
Proses Sintesis Protein Sintesis protein merupakan proses terbentuknya
protein yang terdiri dari 2 tahap yaitu tahap transkripsi dan tahap translasi. Tahap
transkripsi adalah tahap dimana pada saat pembentukan mRNA di dalam nukleus
dari DNA template dengan dibantu oleh enzim polimerase. Tahap translasi adalah
tahap dimana mRNA keluar dari inti sel dan bertemu dengan tRNA lalu dibantu
oleh Ribosom yang terdiri dari sub unit besar dan sub unit kecil.

Sebagian besar pada akhirnya diekspresikan sebagai protein. Proses


pengerjaannya disebut ekspresi gen. pertama-tama sekuens deoksinukleotida
ditranskripsi dari DNA kedalam sekuens ribonukleotida (RNA kurir atau mRNA).
Kemudian sekuens ini ditranslasi kedalam sekuens asam amino untuk membentuk
polipeptida. Sekuens asam amino menentukan bagaimana cara molekul melipat
untuk menghasilkan protein yang aktif secara biologis.
Dalam sel bakteri,tidak ada membrane yang mengelililngi DNA dan proses
transkripsimaupun proses translasi berlangsung pada kompartemen sel tunggal.
Dalam eukariot,inti sel diselungi dengan membrane. Proses transkripsi
berlangsung dalam inti sel, dan mRNA harus masuk kedalam sitoplasma untuk
ditraslantasikan. Seringkali,hasil polipeptida yang terbentuk segera termodifikasi
setelah proses translasi.

1. Transkripsi
Sebagian besar DNA yang ditranskripsi menghasilkan mRNA,yang
kemudian ditranslasi menjadi protein. Namun demikian ,spesi RNA yang paling
melimpah adalah RNA ribosom(rRNA) dan RNA transfer(tRNA),yang
tidakmengkode protein,tetapi berfungsi dalam proses translasi. Transkripsi semua
gen dilakukan oleh RNA polymerase,yang menggunakan keempat ribonukleosida
trifosfat (ATP,GTP,UTP,dan CTP)untuk membentuk rantai RNA,yaitu sekuens
yang ditentukan oleh untai cetakan pada DNA. Penambahan nukleotida menjadi
bertahap,ikatan fosfodiester terbentuk melalui mekanisme yang sama seperti
dijelaskan untuk DNA polymerase. Pertumbuhan rantai RNA terjadi pada arah 5
3. Untuk mentranskripsikan bagian sekuens tertentu ,RNA polymerase terikat
pada tapak DNA yang disebut promoter ,tepat dihulu (misalnya,pada sisi 5) pada
tapak awal transkripsi.
Pada eukariot,RNA polymerase memerlukan factor-faktor tambahan untuk
melangsungkan transkripsi secara aktif. Beberapa diantara factor-faktor ini
diperlukan oleh semua promoter dan disebut factor transkripsi dasar,dan factor
lainnya bersifat spesifik untuk gen tertentu atau beberapa jenis sel dan terlibat
dalam pengaturan yang tepat dari promoter-promoter itu. Factor-faktor transkripsi
harus mengenal dan mengikat sekuens-sekuens DNA target yang spesifik dan juga
mengaktifkan proses transkripsi.
2. Perjuangan Hasil Transkripsi
Pada prokariot,hasil trankripsi (transkrip)primer memberikan mRNA
fungsional,yang siap untuk melakukan proses translasi. Pada eukariot,hasil
transkripsi dimodifikasi secara kimiawi sebelum terbentuk sebagai mRNA
fungsional. Hal ini dikarenakan gen eukariotik yang akan diekspresikan sebagai
protein mengandung sekuens-sekuens penghalang yang tidak ditranslasi yang
disebut intron. Intron tersebut dieksisi,atau dipotong,sehingga tersisa sekuen-
sekuen yang berhubungan dengan segmen-segmen yang akan ditranslasi,atau
ekson, mRNA.
Selain pemotongan,ujung 5 pada hasil transkripsi harus diberi tudung
dengan nukleotida guanine termetilasi. Poliadenilasi akan menghasilkan
penambahan ekor poli(A) yang terdiri dari 40 -200 residu pada ujung 3 hasil
transkripsi.
3. Perlengkapan Translasi
Sekuens nukleotida dalam mRNA diubah melalui perlengkapan translasi
menjadi sekuens asam amino yang menyusun suatu polipeptida. Perlengkapan ini
antar lain tRNA dari ribosom(yang mengandung tRNA dan kumpulan protein
yang unik). Fungsi tRNA adalah sebagai pengadaptasi antara kodon dan asam
amino. RNA transfer mengandung kira-kira 80 nukleotida dan mempunyai jenis
struktur sekunder yang umum (daun semanggi)dimana rantainya melipat
kebelakang untuk menghasilkan jumlah perpasangan basa intramolekularyang
maksimal.
Walaupun sedikitnya terdapat satu tRA untuk setiap asam amino,tidak ada
pemisahan satu untuk setiap kodon. Hipotensi goyangan (wobble hypothesis)
penyebabkan pembentukan pasangan basa yang tidak biasa antara basa pada
posisi ketiga kodon (ujung 3 triplet) dengan posisi pertama antikodon.
Kemungkinan terbentuknya lebih dari satu jenis pasangan pada posisi ini
menjelaskan fakta bahwa bila terdapat lebih dari satu kodon untuk suatu asam
amino tunggal,maka pebedaannya biasanya pada posisi ketiga. Perekatan asam
amino ke tRNA yang tepat dikerjakan dengan bantuan aminoasil-tRNA sintetase
dan hidrolisis ATP. Setiap asam amino mempunyai enzim yang spesifik yang
berbeda dengan enzim untuk asam amino lainnya,dan enzim ini akan mengenali
semua tRNA untuk asam amino tersebut. Tahap pertama,yaitu aktivasi asam
amino,menghasilkan pembentukan antara zat aminoasil-AMP-enzim. Pada tahap
kedua,gugus aminoasil dipindahkan ke tRNAnya yang sesuai,asam amino
dihubungkan dengan tRNA ini melalui ikatan ester. RNA kurir dan tRNA
teraminoasilasi (bermuatan) berinteraksi dalam ribosom. Ribosom terdiri dari
subunit kecil dan besar. Subunit kecilnya mempunyai peranan khusus dalam
menginisiasi sintesis polipeptida.
Proses translasi suatu pesan RNA kedalam rantai polipeptida terjadi
melalui tiga tahap: inisiasi,elongasi,dan terminasi. Inisiasi melibatkan interaksi
dari subunit 30S didaerah terdepan (leader) pada mRNA,yaitu sekitar 20 atau
lebih nukleutida sebelum kodon inisiasi,AUG.tRNA inisiator khusus dimuati
dengan metionin menempati tapak peptidil (tapak p) pada ribosom. GTP yang
terikat kedalam kompleks inisiasi 30S terhidrolisis menjadi terlepas ketika
berikatan dengan subunit 50S . pada tahap ini,tapak aminoasil-tRNA (tapak
A),yang mampu menampung aminoasil-tRNA,menjadi kosong.
Tahap berikutnya melibatkan elongasi (pemanjangan)rantai polipeptida
salah satu komponen dari subunit 50S adalah peptidiltransferase,yang
mengirimkan Met pertama (dan pada reaksi selanjutnya,mengirimkan peptide)
dari tapak P ke tapak A. untuk melakukan hal ini,ikatan ester menghubungkan
Met dengan tRNA nya terputus dan aminoasil tRNA yang berdekatan (AA 2
taRNA).
Protein merupakan polimer yang panjang dari asam-asam amino. Suatu
protein biasanya mengandung sampai 20 asam amino yang berbeda-beda.asam.
asam amino kecuali glycin mengandung satu atom yang tidak simetris yang
dihubungkan dengan empat gugusan yang berbeda. Biasanya protein mengandung
100-1000molekul asam amino dan mempunyai berat molekul 16000-
1000000,yang masing-masing berikatan kovalen yang disebut peptide. Masing
masing ikatan peptide mengandung gugusan karbosil bebas diujung yang satu dan
gugus asam amino d ujung lainnya, sedangkan yang lebih dari dua asam amino di
sebut polipeptida. Dalam sintesisis protein pada prinsipnya dapat dibuat suatu
diagram yang sederhana sebagai berikut : Replication transcription translation
DNA RNA protein
F.Hubungan antara Kromosom, Gen, dn DNA dengan Sintesis
Dalam setiap tubuh makhluk hidup terdapat berjuta juta sel. Sel
merupakan komponen terkecil penyusun makhluk hidup.Dalam setiap sel terdapat
nukleus.Dalam nukleus terdapat benda benda yang mengatur seluruh kegiatan
metabolisme tubuh. Benda benda tersebut disebut kromosom. Kromosom adalah
struktur padat yang terdiri atas dua kompenen molekul , yaitu protein dan asam
nukleat. Asam nukleat terdiri atas DNA dan RNA. pada DNA terdapat gen yang
mengatur metabolisme dalam tubuh.

1. Kromosom
Kromosom terdiri dari benang benang kromatin yang mudah menyerap
warna. Kromosom mudah diamati menggunakan mikroskop saat sel mengalami
pembelahan pad tahap metafase.
Kromatid adalah salah satu dari dua lengan hasil replikasi
kromosom.Kromonema merupakan benang benang spiral kromatid yang terlihat
selama profase atau kadang kadang terlihat pada tahap metafase.Kromer adalah
struktur berbentuk manik manik yang merupakan akumulasi mteri kromatin
yang kadang kadang terlihat saat interfase.
Sentromer adalah bagian yang menyempit atau daerah pelekukan pada
kromosom.Pada sentromer terdapat kinetokor.Kinetokor adalah bagian kromosom
yang merupakan tempat melekatnya benang benang spindel selama pembelahan
inti.Satelit adalah bagian ujung kromosom yang berbentuk bulat.Tidak semua
kromosom memiliki satelit.Telomer adalah bagian terujung kromosom yang
berfungsi untuk menjaga agar DNA didaerah tersebut tidak terurai.
Dalam setiap sel tubuh , kromosom selalu berpasangan. Pasangan
kromosom itu disebut kromosom homolog. Kromosom homolog bersifat diploid
karen terdiri atas dua sel kromosom. Kromosom dalam sel kelamin tidak
berpasangan sehingga bersifat haploid ( 1 set kromosom ).
Ada dua tipe kromosom dalam setiap sel tubuh, yaitu autosom dan
gonosom.
1. Autosom (kromosom tubuh) : tidak menentukan jenis kelamin dan umumnya
disingkat A
2. Gonosom (kromosom kelamin) : menentukan jenis kelamin dan terdiri atas
kromosom X dan Y.Gonosom ini berfungsi untuk menentukan jenis kelamin
individu yang bersangkutan.
Setiap nukleus manusia mempunyai kromosom berjumlah 46 yang
terdiri atas 44 autosom dan 2 gonosom. Penulisan simbol kromosom pada laki
laki = 22 AA + XY, sedangkan pada perempuan = 22 AA + XX atau 44 A + XX,
Jumlah kromosom pada sel telur yaitu 22 A + X dan jumlah kromosom pada
sperma yaitu 22 A + X atau 22 A + Y. penyusun kromosom berdasarkan panjang ,
jumlah , dan bentuk kromosom disebut kariotipe.
2. Gen dan Alel
Apabila diamati menggunakan mikroskop elektron kromosom terdiri atas
substansi genetik yang dapat menentukan sifat individu.Substansi tersebut terdiri
atas DNA dan RNA.DNA dan RNA membawa informasi genetik berupa basa
basa nitrogen. Segmen DNA tertentu akan mengkode sifat sifat tertentu. Segmen
segmen DNA tersebut dinamakan gen.
Gen merupakan satuan terkecil substansi genetik. Gen terletak pada
kromosom secara teratur dalam satu deretan , Gen berfungsi :
a. Mengatur proses metabolisme individu
b. Menyampaikan informasi genetik dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
Gen terletak dalam lokus kromosom yang tersusun berderet secara linear.
Gen gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada pasangan kromosom
homolog disebut alel. Setiap gen bertanggung jawab mengontrol satu sifat khusus.
Suatu gen biasanya dituiskan dengan simbol huruf. Huruf kapital untuk gen
pembawa sifat dominan dan huruf kecil untuk pembawa sifat resesif. Susunan gen
dalam suatu individu disebut genotip, sedangkan sifat yang tampak disebut
fenotip.
3. Asam Nukleat
Kromosom terdiri atas asam nukleat dan protein.Ada dua macam asam
nukleat, yaitu DNA dan RNA.
a. DNA (Deoxyribonucleic Acid)
DNA terdiri dari banyak nukleotida (polinukleotida).Setiap nukleotida terdiri
atas tida bagian.
1) Gugusan gula ( gula pentosa yang dikenal sebagai deoksiribosa).
2) Asam fosfat (penghubung dua gugusan gula)
3) Basa nitrogen (adenin dan guanin dari golongan purin serta sitosin dan timin
dari olongan pirimidin).
DNA merupakan dua rantai polinukleotida yang saling terpilin membentuk
double helix. Dalam rantai DNA tersebut, sitosis (C ) selalu dihubungkan dengan
guanin (G) oleh tiga ikatan hidrogen. Adenin (A)selalu dihubungkan dengan tmin
(T) oleh dua ikatan hidrogen.
Basa nitrogen membentuk rangkaian persenyawaan kimia dengan
deoksiribosa menjadi suatu molekul yang disebut nukleosida atau
deoksiribonukleusosida.Nukleosida ini berperan sebagai prekursor elementer
untuk sintesis DNA.Akan tetapi, sebelum nukleosida membentuk suatu molekul
DNA, nukleosida harus bergabung dengan gugus fosfat untuk membentuk suatu
nukleotida atau deoksiribonukleotida.
DNA dapat bersifat heterokatalitik.DNA bersifat heterokatalitik karena
mampu membentuk RNA melalui sintesis protein.DNA bersifat autokatalitik
karena dapat melakukan replikasi mengasilkan DNA baru.
RNA merupakan rantai tunggal yang terdiri dari molekul gula D-ribosa
(pentosa), gugus fosfat, dan basa nitrogen.Basa nitrogen dalam RNA terdiri atas
basa purin yang meliputi adenin (A) dan guanin (G) serta basa primidin yang
meliputi urasil (U) dan sintosin (C).
Ada tiga tipe RNA sebagai berikut :
1. rRNA (Ribosoma RNA) atau RNA Ribosom rRNA terdapat dalam
sitoplasma dan berfungsi dalam sintesin protein. rRNA dapat mencapai
80% dari jumlh RNA sel. rRNA berfungsi untuk mempermudah perkataan
yang spesifik antara antikodon trna dengan kodom Mrna selama sitesis
protein.
2. mRNA (Messenger RNA) atau RNA Duta mRNA berupa rantai tunggal
yang reatif panjang. mRNA dibentuk dalam nukleus dan berfugsi
membawa kode genetik (kodon) dari DNA ke ribosom.
3. tRNA (Transfer RNA ) atau Rantai Terpendek tRNA terdapat dalam
sitoplasma dan berfungsi menerjemahkan kodon dari mRNA menjadi asam
amino. Asam amino dibawa oleh tRNA ke ribosom.Pada salah satu ujung
tRNA terdpat tiga rangkaian basa pendek disebut antikodon. Salah satu
asam amino tertentu akan melekat pada ujung tRNA yang berseberangan
dengan ujung antikkodon. Pelekatan ini merupakan cara agar tRNA
berfungsi. Pengurutan asam amino sesuai dengan urutan kodon pada
mRNA.
4. Kode Genetik Kode genetik adalah cara pengkodean urutan nukleotida pada
DNA atau RNA untuk menentukan urutan asam amino pada saat sintesis
protein. Informasi pada kode genetik ditentukan oleh basa nitrogen pada
rantai DNA yang akan menentukan sususan asam amino. Namun, para ahli
Genetika memandang bahwa komponen komponen kode genetiks berupa
molekul molekul mRNA. Kode genetika bersifat degeneratif karena 18
dari 20 macam asam amino ditentukan oleh lebih dari satu kodon yang
disebut kodon sinonimus.Hanya metionin dan triptofan saja yang memiliki
kodon tunggal.
Ekspresi gen merupakan proses penerjemahan menjadi urutan asam amino.
Peristiwa ini terjadi pada saat sintesis protein.Ada dua tahap dalam sintesis
protein.Tahap pertama, kode genetika dalam DNA disalin dan menghasilkan satu
rantai molekul RNA. Proses ini disebut transkripsi. Transkripsi berlangsung di
dalam inti sel. Tahap kedua merupakan sintesis polipeptida dengan urutan spesifik
berdasarkan rantai RNA yang dibuat pada tahap pertama, proses ini disebut
translasi.
a. Transkripsi

Sintesis RNA dari salah satu rantai DNA yang disebut sense (rantai cetakan).
Adapun rantai DNA komplomennya disebut rantai antisense.Rentangan DNA
yang di transkripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi.Transkripsi
terdiri atas tiga tahap yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.
1) Inisiasi (Permulaan)
Inisiasi dimulai dari prometer yaitu daerah DNA yang merupakan
tempatmelekatnya RNA polimerase. Promoter mencakup titik awal (start point)
transkripsi yaitu adanya nukleotida yang menunjukkan dimulainya sintesis protein
(kodon start). Promoter berfungsi untuk menentukan tempat dimulainya
transkripsi dan menentukan satu rantai DNA yang akan digunakan sebagai
cetakan.
2) Elongasi (Pemanjangan)
Elongasi terjadi saat RNA bergerak di sepanjang DNA ,pilinan ganda
Dnterbuka secara berurutan. Enzim RNA polimerase menambahkan nukleotida
dari molekul RNA yang seddang tumbuh disepanjang rantai DNA, Setelah sintesis
RNA selesai, rantai DNA terbentuk kembali dan molekul RNA bru terlepas dari
cetakkannya.
3) Terminasi (Pengakhiran)
Proses transkripsi akan berhenti setelah sampai pada terminator. Terminator
adalah urutan DNA yang berfungsi menghentikan transkripsi (kodom terminasi)
b. Translasi

Dalam translasi, terjadi pamelekatan antara Trna dengan asam amino. Tiap
asam amino digbungnkan dengan trna yang sesuai oleh enzim aminoasl-Trna
sintetase. Ribosom memudahkan pelekatan yang spesifik antara anti kodon trna
dengan kodon mrna selama sintesi protein .ada tiga tahap dalam translasi sebagai
berikut :
1) Inisiasi

Ribosom kecil mengikatkan diri pada mrna dan trna inisiator. Ribosom
melekat pada salah satu ujung mrna. Di dekat pelekatan tersebut terdapat kodon
start AUG (yang membawa kode untuk membentuk asam amino metionin).
Kodon ini memberikan sinyal dimulainya proses tanslasi.
2) Elongasi

Selanjutnya terbentuk asam asam amino yang berikatan dengan metionin.


Molekul rrna dari ribosom subunit besar berfungsi sebagai ezim. Enzim itu
mengkatalis pembentukkan ikatan pepida yang menghubungkan polipeptida ke
asam amino yang dibawa trna. Setelah itu, trna keluar dari ribosom. Ribosom dan
mrna bergerak dengan arah yang sama, kodon demi kodon. Peristiwa ini
belangsung sampai terbentuk polipeptida.
3) Terminasi

Elongasi akan berhenti setelah ribosom mencapai kodon stop. Triplet basa
kodon stop yaitu UAA, UAG, atau UGA. Kodon stop bertindak sebagai sinyal
untuk menghentikan translasi. Selanjutnya , polipeptida yang terbentuk lepas
ribosom.
Pengertian Kode Genetik
genetik ialah kode yang dibawa oleh ARN duta (ARNd) untuk
disampaikan kepada ARN transfer (ARNt). Kode genetik di bentuk sesuai dengan
urutan basa dalam rantai ADN.
Peran ADN selain sebagai pengendali faktor-faktor keturunan, juga
mengatur penyusunan protein yang kegiatannya di atur oleh enzim-enzim tertentu.
Enzim itu sendiri adalah protein yang bekerjanya sangat khas.
Sebagai tempat membangun protein-protein itu dalah didalam ribosom.
Selanjutnya ADN menyampaikan informasi kepada ribosom untuk sintesis protein
yang di perlukan.
Adapun kode-kode perintah atau informasi yang tercermin pada urutan
dan pengulangan basa-basa nitrogen yang teratur dalam ADN dibawa oleh ARN.
ARN yang menerima perintah dari ADN segera meninggalkan inti pergi ke
ribosom, tempat penyusunan protein.
Penemu Kode Genetik
Penemu kode genetik yang pertama adalah Marshall Warren Nirenberg
(pakar biokimia Amerika Serikat)dan Heinrich Matthaei pada tahun 1960.
Eksperimentnya adalah mengamati proses sintesis protein pada bakteri
Escherichia colli. Berdasarkan eksperimen di atas serta diperkuat oleh pendapat
G.H. Khorara, diketahui bahwa kode genetik merupakan urutan 3 basa nitrogen
yang membentuk suatu triple dan disebut kodogen aau kodon.
Nirenberg dan Matthaei (1960) orang yang pertama kali telah berhasil
mengemukakan hubungan antara ADN dengan ARN dan kemudian memberi arah
kepada pengkodean dengan sistem 3 huruf, dengan mengadakan percobaan-
percobaan.
Caranya adalah sebagai berikut : mereka mencampurkan urasil (salah satu
basa nitrogen pada ARN) dengan enzim pembentuk ARN.
Dari percampuran ini dihasilkan ARN yang terdiri dari urasil yang disebut
poli-U. Selanjutnya bila poli-U dimasukkan ke dalam campuran berbagai asam
amino, akan terbentuklah fenilalanin (sejenis asam amino). Dari kejadian ini
dapatah ditarik kesimpulan, bahwa kode Urasil-Urasil-Urasil (UUU) yang dibawa
oleh ARN itu berarti; bentuklah protein dari asam amino fenilalanin. UUU ini
kemudian disebut kodon untuk fenilalanin.
G.Mekanisme Penyampain Kode Genetik
Setiap kode (satu kodon) terdiri atas 3 basa N yang letaknya berurutan
pada ARNd. Kodon-kodon pada ARNd tersebut harus diterjemahkan oleh ARNt,
agar dapat diketahui macam asam amino yang harus diangkutnya.
Contoh : bila kodon pada ARNd berbunyi Urasil-Urasil-Urasil (UUU) maka ARNt
harus mengangkut asam amino fenalalanin.
Apabila ADN membentuk kode genetik AUU-CCU-GAC-AGA maka
polipeptida yang dapat dibentuk tersusun dari asam-asam amino isoleusin-prolin-
aspartik-arginin. Kode genetik untuk seluruh organisme bersifat universal, artinya
kode genetik suatu organisme dapat diterjemahkan oeh organisme lain dan
membentuk asam amino yang sama.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari makalah yang dibuat dapat disimpulan sebagai berikut:

1. Ribosom adalah komponen sel yang membuat protein dari semua asam
amino. Ribosom umumnya terdapat terikat ke retikulum endoplasma dan
selaput inti, dan sebagian lainnya terdapat bebas dalam sitoplasma.

2. Ribosom bertindak sebagai mesin produksi protein dan akibatnya ribosom


sangat melimpah pada sel yang sedang aktif dalam sintesis protein. Sejumlah
protein yang dihasilkan, diangkut ke luar sel. Ribosom eukaryot diproduksi
dan dirakit di dalam nukleolus.

3. Ribosom dibagi menjadi dua subunit, satu lebih besar daripada yang lain.
Mengikat subunit kecil untuk mRNA, sedangkan mengikat subunit yang lebih
besar kepada tRNA dan asam amino. Ketika selesai membaca mRNA
ribosom, kedua subunit terpecah. Ribosom telah diklasifikasikan sebagai
ribozim, karena RNA ribosomal tampaknya paling penting bagi aktivitas
transferase peptidil yang menghubungkan asam amino bersama. Ribosom dari
bakteri, archaea dan eukariota (tiga domain kehidupan di Bumi), memiliki
struktur secara signifikan berbeda dan urutan RNA.

4. Salah satu sifat Struktur dari ribosom adalah yaitu Setiap sub unit dicirikan
oleh koefisiensi sedimentasi yang dinyatakan dalam unit Svedberg (S).
Sehingga koefisien sedimentasi dari prokariot adalah 70S untuk keseluruhan
ribosom (50S untuk sub unit yang besar dan 30S untuk yang kecil). Untuk
eukariot adalah 80S untuk keseluruhan ribosom (60S untuk sub unit besar dan
40S untuk yang kecil).

5. Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dan merupakan contoh


organel yang tidak bermembran. Organel ini terutama disusun oleh asam
ribonukleat, dan terdapat bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE.

6. Ribosom juga dapat melakukan Transkripsi, Terminasi, Inisiasi, Elogasi dan


Elongasi.

7. Protein tersusun atas asam amino,yang mengandung 1 atom karbon (C) dan
mengikat 1 atom hidrogen (H), 1 gugus amin (NH2),1 gugus karboksil (-
COOH) dan gugus R.

8. Funggsi protein

1. Mengatur metabolisme tubuh,

2. Menjaga keseimbangan antara asam dan basa dan keseimbangan cairan


dalam tubuh . Protein berperan penting dalam menjaga stabilitas pH
cairan tubuh

3 Protein merupakan bahan dalam sintesis substansis seperti halnya


hormon,zat antibodi dan organel sel lainya

4. Membantu dalam proses pertumbuhan pada anak anak dan remaja karena
sel sel tubuh mendapat cukup asupan zat pembangun.
3.2 Saran

Semoga materi ini bermanfaat bagi kita semua. amin


DAFTAR PUSTAKA

Al Qadir. 2011. Al Quran dan Terjemahannya. Jakarta : Ilmu Pustaka.


Comarck, David .H. 1994. Histologi Jilid 1 Edisi ke-9. Jakarta : Binarupa Aksara.
Geneser, Finn. 2009. Buku Teks Histologi. Jakarta : Binarupa Aksara.
Johnson. E, Kurt. 1994. Histologi dan Biologi Sel. Jakarta : Nuha Post.
Campbell, Reece, & Mitchell. (2004). Biologi edisi kelima-jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
Lucia, MS. (2006). Buku ajar biologi sel. Palembang: Universitas Sriwijaya.

MAKALAH
RIBOSOM DAN SINTESIS PROTEIN

OLEH :

KELOMPOK I

MARATUL AZIZA : A 221 15 114

NURHAEDA : A 221 15 087

HASRINA : A 221 15 045

NURHASANAH : A 221 15 057

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TADULAKO

2016