Anda di halaman 1dari 6

Nama : Wina budiarti

Nim : 013.06.0062

1. Buatlah analisa distribusi frekuensi utuk variabel-variabel sebgai berikut


a. Cara hidup bayi
b. Tempat melahirkan bayi

cara lahir bayi

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid spontan/normal 46 74.2 74.2 74.2
vacuum 8 12.9 12.9 87.1
sexio caecarea 4 6.5 6.5 93.5
curretage 2 3.2 3.2 96.8
keguguran 2 3.2 3.2 100.0
Total 62 100.0 100.0

Dari table datas distribusi frekuensi untuk variabel-variabel cara hidup bayi yang
lebih banyak itu adlaah dengan cara lahir spontan/normal jumlahnya yaitu 68%

tempat melahirkan

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid rumah sendiri 16 25.8 25.8 25.8
poskesdes 18 29.0 29.0 54.8
puskesmas 16 25.8 25.8 80.6
klinik bersalin 6 9.7 9.7 90.3
rsu 6 9.7 9.7 100.0
Total 62 100.0 100.0

Dari table di atas bahwa tempat lahir bayi paling banyak itu adalah di poskendes
2.C. table silang antra frequensi ANEMIA dengan BBLR

kategori Anemia * status BBLR_2 Crosstabulation

status BBLR_2
TIDAK BBLR BBLR Total
kategori tidak anemia Count 18 4 22
Anemia % within status BBLR_2 75.0% 10.5% 35.5%
anemia Count 6 34 40
% within status BBLR_2 25.0% 89.5% 64.5%
Total Count 24 38 62
% within status BBLR_2 100.0% 100.0% 100.0%

Dari table di atas bahwa ada perbedan antara yang tidak anemia dengan anemia,,sebgaian besar
yang tidak anemia memiliki tidak BBLR (75%) dan yang BBLR (10%) pada orang yang
memiliki anemia BBLR sangat tinggi (89%) dan yang tidak BBLR(25%).

D. analisa chi square


Chi-Square Tests

Asymp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square 26.710b 1 .000
a
Continuity Correction 23.968 1 .000
Likelihood Ratio 28.083 1 .000
Fisher's Exact Test .000 .000
Linear-by-Linear
26.279 1 .000
Association
N of Valid Cases 62
a. Computed only for a 2x2 table
b. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 8.
52.
3 koefisien kolerasi antra dua variabel

Correlations

Jumlah tablet
Fe yang Kadar Hb
dikonsumsi darah
responden responden
Jumlah tablet Fe yang Pearson Correlation 1 .625**
dikonsumsi responden Sig. (2-tailed) .000
N 62 62
Kadar Hb darah Pearson Correlation .625** 1
responden Sig. (2-tailed) .000
N 62 62
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

A. koefisien kolerasinya 625


B. kemana arah korelasinya ? berikan interpretasi atas arah kolerasinya

Dengan nilai r = 0,625 menunjukkan bahwa arah korelasinya positif yg berarti ada korelasi
searah antara ukuran kadar Fe ibu hamil degan kadar Hb darah ibu.

C. interpretasi kolerasinya yaitu sedang

D. Karena nilai p value sebesar 0,000 (p value <0,01) maka korelasi ( hubungan ) antara kaadar
Fe ibu hamil dengan kadar Hb darah ibu yg dilahirkan adalah sangat signifikans. Korelasi searah
yg signifikans tersebut menunjukkan bahwa makin tinggi kadar Fe yang di konsumsi ibu hamil
maka makin besar pula kadar Hb darah ibu. Sebaliknya makin rendah ukuran kadar Feibu hamil
maka makin kecil pula kadar Hb darah ibu

4.

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 7.131 11.972 .596 .554
Kadar Hb darah
6.067 .979 .625 6.196 .000
responden
a. Dependent Variable: Jumlah tablet Fe yang dikonsumsi responden

a. hasil nilai intercept = 7.131 yang berarti bahwa ukuran Fe ibu hamil sebesar 7.131 bila
kadar Hb ibu hamil sebesar 0
b. nilai slope = 6.067
c. karena nilai p value sebesar 0,000 (p value <0,05) yang berarti ada hubungan yang
signifikan antara kadar Hb ibu hamil dengan ukuran Fe yang di konsumsi diamana Ho
ditolak.
5. Kategori pendidikan ibu

kategori pendidikan ibu

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tingkat pendidikan rendah 50 54.9 54.9 54.9
tingkat pendidikan tinggi 41 45.1 45.1 100.0
Total 91 100.0 100.0

Dari hasil table diatas menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat
pendidikan tinggi (45,1%). Sedangkan tingkat pendidikan rendah sebesar 54,9%. Demikian hasil
dari table tersebut

A. Tingkat pendidikan ibu


tingkat pendidikan ibu 2 * penolong persalinan 2 Crosstabulation

penolong persalinan 2
persalinan persalinan
non tenaga tenaga
kerja kesehatan Total
tingkat pendidikan tingkat pendidikan rendah Count 15 35 50
ibu 2 % within tingkat
30.0% 70.0% 100.0%
pendidikan ibu 2
tingkat pendidikan tinggi Count 6 35 41
% within tingkat
14.6% 85.4% 100.0%
pendidikan ibu 2
Total Count 21 70 91
% within tingkat
23.1% 76.9% 100.0%
pendidikan ibu 2

pada pendidikan rendah persalinan no tenaga kerja sebanyak


30%, namun pada persalina tenaga kesehatan sebanyak 70%.
Pada pendidikan tinggi persalinan no tenaga kerja sebanyak
14,6%, namun pada persalinan tenaga kesehatan sebanyak
85,4%.
Karena ada sel yang nilainya < 5 dengan jumal mencapai 50%
maka uji square menjadi tidak relevan, sehingga dipakai hasil Fisher
Exact Test.

H0: adanya perbedaan antara kategori pendidiakn ibu


dengan kategori penolong persalinan

Ha: tidak adanya perbedaan antara kategori pendidiakn


ibu dengan kategori penolong persalinan

Chi-Square Tests

Asymp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square 2.996b 1 .083
Continuity Correctiona 2.193 1 .139
Likelihood Ratio 3.093 1 .079
Fisher's Exact Test .133 .068
Linear-by-Linear
2.963 1 .085
Association
N of Valid Cases 91
a. Computed only for a 2x2 table
b. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 9.
46.
b.

Mantel-Haenszel Common Odds Ratio Estimate


Estimate 2.500
ln(Estimate) .916
Std. Error of ln(Estimate) .539
Asymp. Sig. (2-sided) .089
Asymp. 95% Confidence Common Odds Lower Bound .869
Interval Ratio Upper Bound 7.190
ln(Common Lower Bound -.140
Odds Ratio) Upper Bound 1.973
The Mantel-Haenszel common odds ratio estimate is asymptotically normally
distributed under the common odds ratio of 1.000 assumption. So is the natural log of
the estimate.

Nilai odds ratio adalah sebesar 2,5 yang berarti bahwa pendidikan
rendah akan memiliki kemungkinan untuk memilih persalinan ke dukun
sebesar 2X lebih besar daripada orang dengan pendidikan tinggi. Namun
demikian, nilai p value untuk odds sebesar 0,089 (p value > 0,05) maka
h0 diterima. Jadi dds rasio tersebut tidak signifikan.