Anda di halaman 1dari 2

Zona Kendeng merupakan antiklinorium berarah barat-timur.

Zona Kendeng
membentang mulai dari Salatiga ke timur sampai ke Mojokerto dan menunjam di
bawah alluvial Sungai Brantas. Zona kendeng merupakan kelanjutan dari Zona
Pegunungan Serayu Utara berbatasan dengan Depresi Randublatung di sebelah
utara sedangkan bagian selatan berbatasan dengan jajaran gunung api (Zona
Solo).
Pada periode tersier zona kendeng berupa daerah pasang surut ditandai dengan
adanya lensa kalkarenit pada napal lempungan. Kemudian daerah mengalami
uplifting akibat dari gaya subduksi di sealatan jawa pada Paleosen-Oligosen
tengah dan dari N5 N7 sehingga tidak terjadi deposisi, (formasi pelang) Pada
Miosen Tengah-Miosen Akhir (N10-N18) mulai terbentuk gunung api seingga
aktivitas volkanik cukup dominan melamparkan material tuf. Tipe ini disebut
formasi kerek karena berada di desa Kerek, sekitar 7 kilometer ke arah utara dari
kota Ngawi. Pada akhir formasi ini sea level naik sehingga lingkungan berubah
menjadi daerah marine ditandai dengan terbentuknya batugamping tufaan. Sea
level terus mengalami kenaikan hingga pada kala Pliosen daerah tersebut
menjadi laut dangkal ditandai dengan keterdapatan berbagai fosil moluska dan
foraminifera. Menjari dengan formasi kalibeng terdapat formasi banyak yang
tersusun atas batuan volkaniklastik. Dan diatasnya terbentuk pula formasi Klitik .
Pliosen ( N19 N21 ) terbentuk formasi Sonde yang terdiri dari sedimen bersifat
breksian dengan fragmen gamping berukuran kerikil yang kaya akan coquina.
Formasi ini berada sayap selatan antiklinorium Kendeng, daerah Gunung
Kemukus (Sumberlawang ) melampar ke arah timur dan timur laut. Selaras
dengan formasi sonde terdapat formasi damar.
Pada Pliosen Akhir (N21-N22) mulai terjadi perubahan lingkungan ditunjukkan
dengan adanya fasies vulkaniklastik. Semakin ke atas menunjukkan kondisi
pengendapan air tawar, yang dicirikan oleh adanya fosil moluska penciri air
tawar. Formasi pucangan yang berada di Ngampon, Sangiran.
Mulai pada Pleistosen Tengah ( 1,5 1 juta tahun yang lalu ) daerah mengalami
perubahan lingkungan dari laut menjadi lingkungan darat akibat uplifting karena
adanya reaktifasi sesar. Maka terbentuk Formasi Kabuh yang merupakan hasil
dari endapan fluviatil. Pada pleistosen akhir terbentuk Formasi Notopuro berada
di desa notopuro, timur laut saradan, Madiun yang terdiri dari batuan hasil
endapan lahar di daratan.
Endapan Undak Bengawan Solo terdiri dari konglomerat polimik dengan fragmen
napal dan andesit dan endapan batupasir yang mengandung fosil fosil
vertebrata. Berada di sepanjang sungai Bengawan Solo. Memiliki perbedaan
elevesi yang terdiri dari 6 subundak.