Anda di halaman 1dari 4

PENANGANAN RUPTUR PERINEUM

DERAJAT 1-2

No. Dokumen :
No. Revisi :0
Tanggal Terbit : 5 AGUSTUS 2016
SOP
Halaman : 1/2

Kepala
UPTD Puskesmas
UPTD Kedungrejo
PUSKESMAS
KEDUNGREJO
Dr. FERDAUS
NIP. 19700530 200701 1 008

1. Pengertian Ruptur perineum adalah suatu kondisi robeknya perineum yang


terjadi pada persalinan pervaginam. Diperkirakan lebih dari 85%
wanita yang melahirkan pervaginam mengalami ruptur perineum
spontan, yang 60% - 70% di antaranya membutuhkan penjahitan
(Sleep dkk, 1984; McCandlish dkk, 1998). Angka morbiditas
meningkat seiring dengan peningkatan derajat ruptur.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penanganan rupture
perineum derajat 1-2
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor tentang penanganan
rupture perineum derajat 1-2
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan No. 5 tahun 2014 tentang panduan
praktik klinis dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesa perdarahan per vaginam,
nyeri kemaluan
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya:
a. Robekan pada perineum,
b. Perdarahan yang bersifat arterial atau yang bersifat merembes,
c. Pemeriksaan colok dubur, untuk menilai derajat robekan perineum
3. Petugas menegakkan diagnosa berdasarkan hasil
pemeriksaan
4. Petugas melakukan penanganan
a. Menghindari atau mengurangi dengan menjaga jangan sampai
dasar panggul didahului oleh kepala janin dengan cepat.
b. Kepala janin yang akan lahir jangan ditahan terlampau kuat dan
lama, karena akan menyebabkan asfiksia dan perdarahan dalam
tengkorak janin, dan melemahkan otot-otot dan fasia pada dasar
panggul karena diregangkan terlalu lama.
c. Penatalaksanaan farmakologis:
Dosis tunggal sefalosporin golongan II atau III dapat
diberikan intravena sebelum perbaikan dilakukan
(untuk ruptur perineum yang berat).
d. Manajemen Ruptur Perineum:
Ruptur perineum harus segera diperbaiki untuk
meminimalisir risiko perdarahan, edema, dan infeksi.
Manajemen ruptur perineum untuk masing-masing
derajatnya, antara lain sebagai berikut :
1. Derajat I
Bila hanya ada luka lecet, tidak diperlukan
penjahitan. Tidak usah menjahit ruptur derajat
I yang tidak mengalami perdarahan dan
mendekat dengan baik.
Penjahitan robekan perineum derajat I dapat
dilakukan hanya dengan memakai catgut yang
dijahitkan secara jelujur (continuous suture)
atau dengan cara angka delapan (figure of
eight).
2. Derajat II
Ratakan terlebih dahulu pinggiran robekan
yang bergerigi, dengan cara mengklem
masing-masing sisi kanan dan kirinya lalu
dilakukan pengguntingan untuk meratakannya.
Setelah pinggiran robekan rata, baru dilakukan
penjahitan luka robekan.
3. Derajat III dan IV
Dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang
memiliki dokter spesialis obstetric dan ginekologi.

6. Diagram Alir
Anamnesa

perdarahan per vaginam, nyeri kemaluan

Diagnosa fisik
Pemeriksaan
a. Penanganan :

Dosis tunggal sefalosporin golongan II atau III dapat diberikan


intravena sebelum perbaikan dilakukan (untuk ruptur perineum yang
berat).

b. Manajemen Ruptur Perineum:

Ruptur perineum harus segera diperbaiki untuk meminimalisir risiko


perdarahan, edema, dan infeksi. Manajemen ruptur perineum untuk
masing-masingderajatnya, antara lain sebagai berikut :

1. Derajat I

penjahitan. Tidak usah


Bila hanya ada luka lecet, tidak diperlukan
menjahit ruptur derajat I yang tidak mengalami perdarahan
dan mendekat dengan baik.

Penjahitan robekan perineum derajat I


dapat dilakukan hanya dengan memakai
catgut yang dijahitkan secara jelujur
(continuous suture) atau dengan cara
angka delapan (figure of eight).

2. Derajat II

Ratakan terlebih dahulu pinggiran robekan


yang bergerigi, dengan cara mengklem
masing-masing sisi kanan dan kirinya lalu
dilakukan pengguntingan untuk

Konseling dan Edukasi

Semua proses ditulis dalam rekam medis


7. Unit Terkait Poli KIA
8. Rekaman Historis Diberlakukan
Halaman Yang dirubah Perubahan
Tgl.