Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesai kan tugas UTS Aplikom pada
bab Sistem Pengendalian Intern. Penulis menyadari bahwa masih terdapat kesalahan yang
terdapat pada jawaban tugas ini, maka dari itu kami memohon maaf apabila ada yang salah
dari jawaban kami.

Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Drs, Hudi,MM yang telah membimbing
kami dan menerangkan mata kuliah ini. Sehingga kami dapat menjawab soal dari bab ini.

Penulis menyadari bahwa jawaban dari tugas ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan
demi kesempurnaan jawaban tugas ini.

Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan tugas ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.

Semarang, 27 April 2015

Penulis

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................................1

Daftar isi...................................................................................................................................2

Isi..............................................................................................................................................3

Daftar pustaka........................................................................................................................17

Lampiran................................................................................................................................18

2
ISI

Pengertian Sistem Pengendalian Intern


Sistem pengendalian intern merupakan suatu perencanaan yang meliputi struktur
organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di
dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan,
memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu
mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.
Tujuan Sistem Pengendalian Intern
1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

SOAL KASUS BAB VI NOMER 2


2. PT X memiliki 3 karyawan kantor yang harus melaksanakan fungsi berikut ini :
a. Menyelenggarakan buku besar.
b. Menyelenggarakan buku pembantu piutang.
c. Menyelenggarakan buku pembantu utang.
d. Mengisi cek untuk dimintakan tanda tangan dari Direktur Keuangan.
e. Menyelenggarakan jurnal pengeluaran kas.
f. Membuat memo kredit sebagai dasar pencatatan retur penjualan.
g. Membuat rekonsiliasi bank.
h. Menerima kas dan menyetor kas ke bank.

Diminta :

A. Jika di antara ketiga karyawan tersebut memiliki kemampuan yang sama, PT X


meminta Saudara untuk membagi fungsi-fungsi tersebut di atas kepada masing-
masing karyawan sehingga tercipta pengendalian intern yang baik. Anggaplah bahwa
karyawan tersebut tidak akan memegang fungsi selain yang tersebut di atas dan
setiap fungsi memerlukan waktu pengerjaan yang relatif
B. Kombinasi fungsi manakah yang akan memperlemah pengendalian intern? Jelaskan
jawaban saudara.

3
A. Pembagian tugas
1. Karyawan 1
Job description
a. Menyelenggarakan buku besar
Buku Besar (General Ledger) adalah kumpulan rekening-rekening yang
digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat
dalam jurnal
b. Menyelenggarakan buku pembantu piutang
Buku Pembantu Piutang adalah kumpulan rincian rekening piutang dagang
yang diselenggarakan dalam buku besar. Kartu piutang ini digunakan untuk
mencatat mutasi dan saldo piutang kepada tiap debitur serta digunakan
sebagai sumber informasi untuk pembuatan pernyataan piutang (account
receivable statement) yang dikirimkan kepada tiap debitur secara periodik.
c. Menyelenggarakan buku pembantu utang
Buku Pembatu Utang adalah kumpulan rincian rekening utang dagang yang
diselenggarakan dalam buku besar. Kartu utang ini digunakan untuk
mencatat mutasi dan saldo utang kepada tiap debitur serta digunakan
sebagai sumber informasi untuk rekonsiliasi dengan pernyataan piutang
(account receivable statement) yang diterima dari kreditur secara periodik.

Gambar 1. Buku Besar dan Buku Pembantu Piutang


Alasan
Buku Besar dan Buku Pembantu (Piutang dan Utang) merupakan tempat untuk
menampung informasi yang akan disajikan ke dalam laporan keuangan. Buku
Besar bertujuan adalah:

4
(1) Mencatat semua transaksi akuntansi perusahaan secara akurat, benar, dan
seimbang
(2) Mencatat transaksi-transaksi ke akun yang tepat, dan
(3) Menghasilkan Laporan Keuangan yang dapat dipercaya.
Buku Pembantu bertujuan adalah:
(1) Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum
terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan
mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum,
(2) Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo
dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu
(3) Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengerjaan akuntansi, dan
(4) Memungkinkan pembukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi
kedalam buku pembantu.
Maka, Karyawan 1 dikombinasikan pada fungsi menyelenggarakan buku besar,
menyelenggarakan buku pembantu piutang, dan menyelenggarakan buku
pembantu utang karena fungsi-fungsi tersebut merupakan tugas dalam penulisan
laporan keuangan. Penulisan pada buku besar dan buku pembantu saling
berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Apabila terjadi kesalahan
dalam penulisan buku pembantu maka akan mempengaruhi juga dalam
penulisan buku besar. Hal tersebutlah yang mendasari mengkelompokkan ketiga
fungsi tersebut.

5
2. Karyawan 2
Job description
d. Mengisi cek untuk dimintakan tanda tangan dari Direktur Keuangan.
Cek merupakan bukti transaksi eksternal. Tugas dari karyawan 2 :
Memeriksa apakah semua lembaran cek dan potongannya telah diberi
nomor
Mengisi tanggal pengisian
Mengisi nama penerima
Mengisi jumlah nominal dalam huruf dan angka
Meminta tanda tangan pihak yang melakukan penarikan/Direktur
Keuangan
Pada cek yang salah menulis kalimat tidak berlaku/valid

G
ambar 2. Blanko cek

Gambar 3. Isian cek

6
h. Menerima kas dan menyetor kas ke bank

Gambar 4. Bukti Setoran Bank

Sistem Akuntansi Penerimaan Kas


Penerimaan kas perusahaan berasal dari dua sumber utama, yaitu
penerimaan dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang.
1. Sistem Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan
kas dari penjualan tunai mengharuskan :
Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank
dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir
untuk melakukan internal check.
Penerimaan kas secara tunai dilakukan melalui transaksi secara
kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam
pencatatan transaksi penerimaan kas.

Sistem penerimaan kas dari penjualan tunai melibatkan beberapa


fungsi yang terkait, yaitu :

1. Fungsi Penjualan. Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan


tunai, fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari
pembeli, mengisi faktur penjualan tunai, dan menyerahkan faktur
tersebut kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran ke fungsi
kas. (Bagian Order Penjualan)
2. Fungsi Kas. Dalam transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai,
fungsi ini bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli.
(Bagian Kasa)
3. Fungsi Gudang. Fungsi ini bertanggung jawab menyiapkan barang
yang disimpan oleh pembeli, serta menyerahkan barang tersebut ke
funsi pengiriman. (Bagian Gudang)

7
4. Fungsi Pengiriman. Fungsi ini bertanggung jawab untuk
membungkus barang dan menyerahkan barang yang telah dibayar
harganya kepada pembeli. (Bagian Pengiriman)
5. Fungsi Akuntansi. Bertanggung jawab sebagai pencatat transaksi
penjualan dan penerimaan kas dan pembuat laporan penjualan.
(Bagian Jurnal)
Unsur pengendalian intern yang seharusnya ada dalam sistem penerimaan
kas dari penjualan tunai adalah :
Organisasi
1. Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kas.
2. Fungsi kas harus terpisah dari fungsi akuntansi .
3. Transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi
penjualan, fungsi kas, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi.

Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan

4. Penerimaan order dari pembeli diotorisai oleh fungsi penjualan


dengan menggunakan formulir faktur penjualan tunai.
5. Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi kas dengan membubuhkan
cap lunas pada faktur penjualan tunai dan penempelan pita
register kas pada faktur tersebut.
6. Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan
otorisasi dari bank penerbit kartu kredit.
7. Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan
cara membubuhkan cap sudah diserahkan pada faktur
penjualan tunai.
8. Pencatatan ke dalam buku jurnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi
dengan cara memberikan tanda pada faktur penjualan tunai.
2. Sistem Penerimaan Kas dari Piutang
Penerimaan kas dari piutang berasal dari penjualan secara kredit.
Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan
kas dari piutang mengharuskan :
1. Debitur melakukan pembayaran dengan cek atau dengan cara
pemindahbukuan melalui rekening bank (giro bilyet).
2. Kas yang diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera
disetor ke bank dalam jumlah penuh.

Sistem penerimaan dari piutang melibatkan beberapa fungsi yang


terkait yaitu :

8
1. Fungsi Sekretariat.
Bertanggung jawab dalam menerima cek dan surat
pemberitahuan melalui pos dari para debitur perusahaan dan
bertugas membuat daftar surat pemberitahuan atas dasar surat
pemberitahuan yang diterima bersama cek dari para debitur.
2. Fungsi Penagihan
Bertanggung jawab untuk melakukan penagihan kepada debitur
perusahaan berdasarkan daftar piutang yang dibuat oleh fungsi
akuntansi.
3. Fungsi Kas
Bertanggung jawab atas penerimaan cek dari fungsi sekretariat
(jika penerimaan kas dari piutang dilaksanakan melalui pos)
atau dari fungsi penagihan (jika penerimaan kas dari piutang
dilaksanakan melalui penagihan perusahaan). Fungsi kas juga
bertanggung jawab untuk menyetorkan kas yang diterima dari
berbagai fungsi tersebut dengan segera ke bank dalam jumlah
penuh.
4. Fungsi Akuntansi
Bertanggung jawab dalam pencatatan penerimaan kas dari
piutang ke dalam jurnal penerimaan kas dan berkurangnya
piutang ke dalam kartu piutang.
5. Fungsi Pemeriksa Intern
Bertanggung jawab dalam melaksanakan penghitungan kas
yang ada di tangan fungsi kas secara periodik. Selain itu juga
bertanggung jawab dalam melakukan rekonsiliasi bank untuk
mengecek ketelitian catatan kas yang diselenggarkan oleh
fungsi akuntansi.
Unsur pengendalian intern dalam sistem penerimaan kas dari piutang
disajikan sebagai berikut :
Organisasi
1. Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penagihan dan fungsi
penerimaan kas.
2. Fungsi penerimaan kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.
Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
3. Debitur diminta untuk melakukan pembayaran dalam bentuk cek atas
nama atau dengan cara pemindah bukuan (giro bilyet).
4. Fungsi penagihan melakukan penagihan hanya atas dasar daftar piutang
yang harus ditagih yang dibuat oleh fungsi akuntansi.

9
5. Pengkreditan rekening pembantu piutang oleh fungsi akuntansi (Bagian
Piutang ) harus didasarkan atas surat pemberitahuan yang berasal dari
debitur.
Praktek yang Sehat
6. Hasil perhitungan kas harus direkam dalam berita acara penghitungan
kas dan disetor penuh ke bank dengan segera.
7. Para penagih dan kasir harus diasuransikan (fidelity bond insurance).
8. Kas dalam perjalanan (baik yang ada di tangan Bagian Kasa maupun di
tangan penagih perusahaan ), harus diasuransikan (cash in safe dan
cash in transit insurance).
(Mulyadi, 1993 : 492-493)
Alasan
Kombinasi karyawan 2 adalah melalukan fungsi tersebut, karyawan yang
menjalani tugasnya sebagai karyawan yang melaksanakan tugasnya pada bagian
penyimpanan di mana karyawan 2 menunjukkan fungsi kombinasi sistem
pengendalian akuntansi yang efektif dan efisien karena apabila karyawan 2 ini
mempunyai fungsi lain misalnya membuat rekonsiliasi bank maka akan terjadi
kelemahan pada sistem sistem pengendalian akuntansi di mana nantinya akan
terjadi kecurangan pada karyawan 2, dikarenakan selain menerima kas dan
menyetor kas ke bank karyawan tersebut juga yang membuat rekonsiliasi bank.
Hal ini memungkinkan terjadinya kecurangan.
Kombinasi yang melemahkan pada karyawan 2 ialah karyawan 2 bertugas
di bagian cek dan setoran. Banyak kejadian yang menyebabkan ketidasesuaian
laporan rekonsiliasi terjadi karena salah satunya setoran dalam perjalanan.
Misalkan karyawan 3 (yang bertugas membuat rekonsiliasi bank) sudah
mencatat setoran ke bank tetapi oleh karyawan 2 setoran tersebut belum
dilaksanakan. Apabila dalam melakukan setoran ke bank dibuat aturan batas
waktu penyetoran mungkin ketidaksesuaian ini dapat diatasi.

3. Karyawan 3
Job description
e. Menyelenggarakan jurnal pengeluaran kas
Jurnal Pengeluaran Kas adalah jurnal yang dibuat untuk mencatat semua
transaksi pengeluaran uang tunai atau kas. Untuk membuat jurnal
pengeluaran kas, kita harus melakukan inventarisasi transaksi-transaksi yang
dapat dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. Adapun transaksi-transaksi yang
dapat dicatat pada jurnal pengeluaran kas adalah:
Pembelian barang dagang secara tunai.

10
Pembelian barang lainnya, seperti perlengkapan, peralatan dll secara
tunai.
Pembayaran beban-beban.
Pembayaran utang.
Pengambilan uang untukkeperluan pribadi (prive)
Pengeluaran tunai lainnya

Gambar 5. Jurnal Pengeluaran Kas

Keterangan :
kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi pengeluaran kas
kolom keterangan diisi dengan keterangan seperlunya seperti
pembelian tunai, nama kreditur, pembayaran beban dll
kolom ref diisi dengan tanda cek jika sudah dipindah bukukan pada
buku besar pembantu
kolom utang dagang disi dengan besarnya utang dagang yang dibayar.
kolom pembelian diisi dengan nilai pembelian barang dagang secara
tunai
kolom akun diisi dengan nama akun,yang tidak memiliki kolom
tersendiri
kolom ref disi dengan kode akun
kolom jumlah disi dengan nilai transaksi dari akun pada kolom serba-
serbi.
kolom Kas diisi dengan nilai kas yang dikeluaran
kolom potongan pembelian diisi dengan nilai potongan pembelian
yang diterimakan.

f. Membuat memo kredit sebagai dasar pencatatan retur penjualan

11
Nota kredit = bukti transaksi penerimaan kembali barang yang sudah dijual
(retur penjualan). Nota kredit dibuat oleh penjual ketika barang yang dijual
dikembalikan oleh pembeli.

Gambar 6 Nota kredit


Lalu, membuat memo untuk dasar pencatatan retur penjualan.
Bukti memorial merupakan bukti transaksi intern dalam bentuk memo dari
pejabat dalam perusahaan kepada bagian akuntansi, untuk mencatat suatu
peristiwa atau keadaan yang sifatnya intern.

Gambar 7. Memo kredit

g. Membuat rekonsiliasi bank


Untuk pengendalian, kas dapat disimpan di bank dalam bentuk simpanan
giro. Jika hal ini terjadi maka masing-masing fihak yaitu perusahaan
(nasabah) dan bank akan melakukan pencatatan atas saldo dan perubahan
dari saldo kas tersebut. Perusahaan melakukan pencatatan atas uang yang
disimpan di bank di perkiraan (akun) cash atau cash in bank. Selanjutnya
berdasarkan catatan bank, secara berkala bank biasanya mengirimkan laporan
ke nasabah yang lazim disebut rekening koran (bank statement). Dengan
demikian dapat dilakukan perbandingan antara data menurut perusahaan
dengan informasi yang dilaporkan bank.

12
Rekonsiliasi adalah tindakan membandingkan dua data untuk mencari
kesesuaiannya. Jika rekening koran bank tersebut dibandingkan dengan
catatan perusahaan, kemungkinan ada perbedaan yang dapat disebabkan oleh
hal-hal sebagai berikut:
Transaksi sudah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dilaporkan oleh bank,
seperti:
setoran dalam perjalanan (deposit in transit), yaitu setoran yang dilakukan
oleh perusahaan (biasanya pada akhir suatu periode yang dicakup oleh
rekening koran) dan uang setoran tersebut telah diterima oleh bank tetapi
belum masuk dalam rekening koran bank karena rekening koran bank dibuat
mendahului setoran tersebut.
Cek yang masih beredar (outstanding check), yaitu cek yang sudah dibuat
dan diserahkan oleh perusahaan kepada penerima tetapi sampai akhir periode
cek tersebut belum diuangkan di bank. Akibatnya perusahaan telah mencatat
pengeluaran tetapi bank belum.
Transaksi sudah dilaporkan di rekening koran bank, tetapi belum dicatat oleh
perusahaan, seperti:
Biaya bank, yang dibebankan kepada nasabah dengan cara langsung
mengurangi saldo simpanan nasabah. Nasabah biasanya baru mengetahui hal
itu pada saat menerima rekening koran.
Penerimaan tagihan oleh bank, jika bank telah menerima uang dari pelanggan
perusahaan , kadangkala bank memberi tahu hal tersebut bersamaan dengan
rekening koran.
Kesalahan, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun oleh bank,
misalnya cek untuk membayar gaji sebesar Rp 192.000.000,00 oleh petugas
akuntansi perusahaan dicatat sebesar Rp 129.000.000,00.
Berikut contoh rekonsiliasi laporan bank :

13
Alasan
Karyawan 3 memiliki fungsi di bidang pengeluaran, retur penjualan dan
rekonsiliasi bank. Dari kombinasi ketiga fungsi jelas memberikan batasan yang
terpisah antara pencatatan pengeluaran dan rekonsiliasi bank. Sehingga,
kecurangan karyawan 3 dapat diminimalisir. Selain itu, pemberian fungsi
pencatatan pengeluaran kas dan memo kredit untuk dasar retur penjualan
merupakan kombinasi yang efektif karena saling berhubungan namun tidak
menganggu aktivitas pencatatan satu sama lain. Tetapi apabila terjadi kesalahan
pencatatan pada pengeluaran kas dan retur penjualan maka perlu adanya jurnal
penyesuaian untuk buku besar.

B. Kombinasi fungsi yang akan memperlemah pengendalian intern


Kombinasi d dan e
d. Mengisi cek untuk dimintakan tanda tangan dari Direktur Keuangan
e. Menyelenggarakan jurnal pengeluaran kas

Karena bukti dari jurnal pengeluaran kas termasuk cek pengeluaran. Karyawan
yang membuat jurnal pengeluaran kas akan seenaknya sendiri dalam mengisi
cek. Sehingga kemungkinan besar akan terjadinya fraud atau kecurangan dalam
perusahaan.

Kombinasi g dan h
g. Membuat rekonsiliasi bank
h. Menerima kas dan menyetor kas ke bank

Pembuatan rekonsiliasi bank memang harus dipisahkan dengan karyawan yang


bertugas dalam penerimaan, pengeluaran dan penyimpanan kas karena jika
disatukan dapat menimbulkan kecurangan seperti penyelewengan atau
penggelapan dana. Dalam rekonsiliasi bank catatan perusahaan dan catatan bank
harus menunjukkan saldo yang sama. Tetapi dalam kenyataan, dua saldo tersebut
kemungkinan berbeda. Ketidakcocokan biasanya dikarenakan adanya beda
waktu yang terjadi dalam prosedur pencatatan, penerimaan dan pengeluaran kas.
Sehingga tugas mereka memang harus dipisahkan dengan pembuatan rekonsiliasi
bank.

14
DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi.2008.Sistem Akuntansi Edisi 3.Jakarta : Salemba Empat

15
LAMPIRAN

Tingkat Keaktifan
Tingkat Keaktifan
No Nama NIM Rata - rata
Kehadiran Partisipasi
1 Maudhita Cyrena 14.G1.0210 100% 90% 95%
2 Petrus Prio MS 14.G1.0212 100% 90% 95%
3 Helena Wijayanti 14.G1.0213 100% 90% 95%
4 Gloria Stefani 14.G1.0216 100% 90% 95%
5 Nurul Aulia 14.G1.0217 100% 90% 95%

Notulasi Pertemuan

Pertemuan ke 1
Hari, tanggal : Sabtu, 25 April 2015
Pukul : 15.00 wib
Tempat : gedung Justinus Unika lt 1
Acara : Pembahasan dan pembagian tugas
Dihadiri :
No Nama NIM Tanda Tangan
1 Maudhita Cyrena 14.G1.0210

2 Petrus Prio MS 14.G1.0212

3 Helena Wijayanti 14.G1.0213

4 Gloria Stefani 14.G1.0216

5 Nurul Aulia 14.G1.0217

16
Keputusan : mengetahui apa yang akan dikerjakan dan memahami soalnya. Stelah
memahami soalnya lalu kita membagi tugas masing masing.

Pertemuan ke 2
Hari, tanggal : Senin, 27 April 2015
Pukul : 14.00 wib
Tempat : Perpustakaan UNIKA lt 2
Acara : Penyelesaian soal tersebut dan pengecekan jawaban
Dihadiri :
No Nama NIM Tanda Tangan
1 Maudhita Cyrena 14.G1.0210

2 Petrus Prio MS 14.G1.0212

3 Helena Wijayanti 14.G1.0213

4 Gloria Stefani 14.G1.0216

5 Nurul Aulia 14.G1.0217

17
Keputusan : menyelesaikan tugas UTS dan menjawab soal yang disediakan
dan mengecek kembali mana yang masih kurang. Lalu menfinishing jawaban tersebut
dan mencetakya.

18