Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian


Lokasi penelitian berada di DAS Kalijali, Kecamatan Butuh, Kabupaten
Purworejo, Jawa Tengah. Secara geografis letaknya berada pada koordinat
704433S dan 11004453E dengan batas wilayah yaitu
Sebelah Utara : Kecamatan Pituruh
Sebelah Timur : Kecamatan Kutoarjo
Sebelah Selatan : Kecamatan Banyuurip
Sebelah Barat : Kecamatan Pituruh

Gambar 3.1 Lokasi Penelitian (GoogleMaps, 2015)

3.2 Waktu Penelitian

18
Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2016 sampai dengan November 2016
di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Berikut disajikan tabel waktu
pelaksanaan penelitian.
No Kegiatan Juli Agustus Sept Okt Nov
1. Pembuatan
Proposal
2. Pengambilan
Data
3. Pengolahan dan
analisis data
4. Penyusunan
skripsi
Tabel 3.2. Waktu pelaksanaan penelitian

3.3 Data dan Peralatan Penelitian


Bahan-bahan yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain:
1. Data curah hujan (periode 2011 2016) lokasi DAS Kalijali
2. Peta dalam bentuk paper print/digital, yang terdiri dari:
a. Peta Rupa Bumi skala 1 : 100.000
b. Citra Landsat TM +7 lokasi penelitian
Perangkat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
1. Perangkat Keras (hardware)
a. Laptop
b. GPS Handheld
c. Alat tulis
2. Perangkat Lunak (software)
a. Software ENVI 4.5
b. Software ArcGIS 10

3.3 Metode Penelitian


Metode penelitian berupa analisisparameter rawan banjir dengan
menggunakan Sistem Informasi Geografi yang dibagi ke dalam tahap-tahap utama
yaitu: pembangunan basis data dan analisis data, yang diawali dengan

19
pengumpulan data dan peta pendukung, studi pustaka, dan penelaahan data
sekunder terutama yang berkaitan dengan kejadian banjir.

3.3.1 Analisis Faktor Penentu Daerah Rawan Banjir

3.3.1.1 Analisis Peta Rupa Bumi

Peta Rupa Bumi mempunyai banyak informasi seperti titik tinggi,


kontur, dan batas administrasi. Dari informasi-informasi tersebut dapat
dilakukan analisis.

3.3.1.2 Analisis Citra Landsat

Penelitian menggunakan citra Landsat TM+7 Kabupaten Purworejo


dengan tahapan;

- Koreksi Geometrik untuk menghitung nilai RMS seminimal mungin


- Penentuan daerah sampel (contoh) mempengaruhi kualitas klasifikasi
penggunaan tanah
- Klasifikasi citra menggunakan metode klasifikasi terbimbing
- Pengukuran akurasi atau cek lapangan apakah klasifikiasinya sesuai
dengan sampel lapangan

3.3.1.3. Analisis Data Curah Hujan


Analisis data curah hujan terdiri dari beberapa tahapan yaitu:

1. Pengumpulan Data Hujan dari BMKG

2. Pembuatan peta curah hujan

Salah satu metode yang umumnya digunakan untuk membuat peta curah hujan
yaitu metode poligon Thiessen;
Poligon Thiessen mendefinisikan individu area yang dipengaruhi oleh
sekumpulan titik yang terdapat di sekitarnya. Poligon ini merupakan
pendekatan terhadap informasi titik yang diperluas (titik menjadi poligon)
dengan asumsi bahwa informasi yang terbaik untuk semua lokasi yang tanpa
pengamatan adalah informasi yang terdapat pada titik terdekat dimana hasil
pengamatannya diketahui (Aronoff, 1989 diacu dalam Primayuda 2006). Garis

20
didefinisikan pada jarak equidistan antara dua titik yang berdampingan (Barus
2005).

3.3.2 Analisis Data


Tahap analisis data dibagi menjadi dua bagian, yaitu analisis keruangan dan
analisis atribut. Analisis analisis tersebut mempunyai fungsi-fungsi masing
masing dalam pembuatan peta kerawawan banjir.

3.3.2.1 Analisis Keruangan


Analisis keruangan adalah analisis yang berhubungan dengan data berupa data
vektor maupun raster. Dimana masing masing data tersebut di analisis untuk
menghasilkan data yang diinginkan.
1. Klasifikasi/ Reklasifikasi
Digunakan untuk mengklasifikasikan atau reklasifikasi data spasial atau
data atribut menjadi data spasial barudengan memakai kriteria tertentu, untuk
mempermudah dalam proses analisis selanjutnya.

2. Overlay
Analisis ini merupakan hasil interaksi atau gabungan dari beberapa peta.
Overlay berupa peta tersebut akan menghasilkan suatu informasi baru dalam
bentuk luasan atau poligon yang terbentuk dari irisan beberapa poligon dari
peta peta tersebut.

3. Buffer
Analisis ini digunakan untuk membatasi suatu wilayah dengan lebar tertentu
yang digambarkan di sekeliling titik, garis, atau poligon dengan jarak tertentu.

3.4 Diagram Alir Penelitian

Mulai

Pengumpulan Data & Peta Pendukung

21
Data Curah Hujan DAS Peta RBI Digital Citra Landsat TM+7
KaliJali Kabupaten Purworejo
Tahun 2016

Koreksi
Geometrik

Delineasi
SpotHigh RMS 1piksel Tidak

Citra Landsat TM+7


Terkoreksi
Ya

Pembuatan
Kontur dengan
SH
Delineasi Citra
Landsat TM+7

Overlay Peta Kontur Hasil Delineasi Citra Landsat


Peta Kontur
dengan Hasil TM+7
Delineasi Citra

Hasil Overlay P. Kontur dengan


Hasil Delineasi CItra

Analisis Hasil Overlay Buffer Area


dg Data Curah Hujan Terdampak Banjir

Peta Area Terdampak Banjir

22
Selesai

Gambar 3.4 Diagram Penelitian

23