Anda di halaman 1dari 18

BAB VII

HUKUM BIOT-SAVART DAN HUKUM AMPERE

Sasaran Pembelajaran

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa di harapkan mampu mendefinisikan arus


tunak, menghitung besar medan magnet di sekitar kawat lurus berarus tunak dengan
hukum Biot-Savart, menghitung medan magnet yang diakibatkan oleh kawat berbentuk
lingkaran (loop), menghitung gaya Lorentz pada dua kawat lurus berarus, gaya Lorentz
kombinasi kawat lurus dengan kawat loop persegi, menghitung medan magnet yang
ditimbulkan lempengan berarus dan membuktikan persamaan divergensi Maxwell untuk
medan magnet.

Diskripsi Matakuliah

Hukum Biot-Savart dan gaya Lorents pada : kawat lurus berarus, kawat melingkar
(loop) berarus, Hukum Biot- Savart untuk arus tunak permukaan dan volume,
divergensi dan culr dari medan magnet (hukum Ampere), penggunaan hukum Ampere,
divergensi Maxwell dalam medan magnet.

MODUL VI

HUKUM BIOT-SAVART DAN HUKUM AMPERE

6.1. Pendahuluan

Pada saat Hans Christian Oersted mengadakan percobaan untuk mengamati


hubungan antara kelistrikan dan kemagnetan, hasil percobaan tersebut belum
sampai menghitung besarnya kuat medan magnet di suatu titik di sekitar kawat
berarus. Perhitungan secara matematik dikemukakan oleh ilmuwan dari Prancis
yaitu Jean Bastiste Biot dan Felix Savart. Berdasarkan hasil eksperimennya
tentang pengamatan medan magnet di suatu titik P yang dipengaruhi oleh suatu
kawat penghantar dengan elemen panjang dl, yang dialiri arus listrik I. Berdasarkan
hasil eksperimen itu, diperoleh kesimpulan bahwa besarnya medan magnet B di
titik P adalah :
a. Berbanding lurus dengan kuat arus listrik (I).
b. Berbanding lurus dengan elemen panjang kawat (dl).

102
c. Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara titik P ke elemen kawat
penghantar (r).
d. Sebanding dengan sinus sudut apit antara arah arus dengan garis hubung
antara titik P ke elemen kawat penghantar.
Pernyataan tersebut dikenal dengan hukum Biot-Savart.

6.2. Hukum Biot-Savart

Muatan yang diam (stasionary) menghasilkan medan listrik yang konstan terhadap
waktu, dikenal sebagai medan listrik statis (electrostatics). Sedangkan arus listrik
tunak (steady) menghasilkan medan magnet yang konstan terhadap waktu, teori
tentang arus tunak dikenal sebagai medan magnet statis (magnetostatics) atau dapat
dituliskan dalam bentuk (Griffiths, D.J., 1999):

Muatan diam medan listrik konstan : Medan Listrik Statis


Arus tunak medan magnet konstan : Medan Magnet Statis

Arus tunak adalah arus listrik yang mengalir secara terus-menerus (continuous)
tidak mengalami perubahan terhadap waktu dengan kata lain konstan. Akan tetapi
sebuah muatan yang bergerak tidak mungkin sepenuhnya memenuhi sebagai arus
tunak.

Ketika arus tunak mengalir di dalam kawat, besar arus listrik I harus sama di
sepanjang kawat, sebaliknya muatan akan menumpuk (piling up) di suatu tempat
dan keadaan ini bukanlah arus tunak. Dalam teori medan magnet statis t 0
karena gerak muatan listrik tidak mengalami perubahan terhadap waktu, sehingga
persamaan kontinuitas arus listrik (persamaan 5.20) menjadi :

J 0 (6.1)

J adalah rapat arus volume.

Medan magnet yang dihasilkan oleh arus tunak berupa garis secara matematis
ditulis sebagai (hukum Biot-Savart) :

0 I r dl'r
Br dl ' 0 I 2 (6.2)
4 r 2
4 r

103
B(r) = induksi magnetik di titik P (Wb/m2 atau Tesla)
0 = permeabilitas ruang hampa (4 10-7 Wb A-1 m-1)
I = kuat arus yang mengalir dalam kawat (A)
r = jarak titik P ke kawat penghantar (m)
r = vektor satuan

Integral sepanjang lintasan arus listrik dalam arah aliran arus dengan elemen
panjang ( dl ) dan r adalah vektor satuan jarak dari elemen arus ke titik P, seperti
diperlihatkan pada gambar 6.1. Sedangkan konstanta 0 dikenal sebagai
permeabilitas ruang hampa (permeability of free space) yang besarnya adalah
0 4 107 N / A2 .

Gambar 6.1. Arus tunak berbentuk garis dengan arah alirannya arus berlawanan
arah jarum jam.

6.2.1. Hukum Biot-Savart pada Kawat Lurus panjang berarus

Contoh Soal 1.

Carilah besar medan magnet di atas kawat lurus panjang yang membawa arus
tunak I pada jarak s dari kawat tersebut seperti ditunjukkan pada 6.2.

Gambar 6.2. Kawat lurus membawa arus tunak dengan panjang l.


104
Penyelesaian :

Gunakan persamaan (6.2) untuk menghitung medan magnet pada titik P di atas
kawat berarus. Persamaannya adalah :

0 I r dl'r
Br dl ' 0 I 2
4 r 2
4 r

Dari geometri gambar 6.2, diperoleh dl'r dl ' sin dl ' cos dan l ' a tan ,
sehingga,

a 1 cos 2
dl ' d dan a r cos , jadi ; dengan mensubsitusi
cos 2 r2 a2
kepersamaan 7.2, sehingga diperoleh :

2
cos 2 a
Br 0 a2 cos 2 cos d
4 1

2
0 I
Br cos d 0 sin 2 sin 1 (6.3)
4 1
4s

Jika elemen garis dl diperbesar, maka sudut yang dibentuk antara ujung pertama
elemen panjang dengan ujung akhirnya dapat terlihat dengan jelas, seperti pada
gambar 6.3. Persamaan (6.3) menyatakan medan magnet dari setiap elemen lurus
pada kawat dengan batas sudut dari 1 dan 2 .

Gambar 6.3. Sudut 1 dan 2 yang dibentuk oleh elemen garis dl.

Untuk seluruh panjang kawat berarus, batas integrasi seluruh panjang kawat
berarus dari 1 2 dan 2 2 , sehingga diperolah :

105
0 I
B (6.4)
2a

Persamaan (6.4) menyatakan bahwa besarnya medan magnet pada sembarang


titik dengan jarak a dari kawat lurus panjang berarus sebanding dengan besarnya
arus tunak pada kawat dan berbading terbalik dengan jarak dari kawat ke titik
yang ditinjau. Sedangkan arah medan magnetnya selalu mengikuti kaidah tangan
kanan.

Contoh Soal 2.

Sebuah kawat lurus dialiri arus tunak 2 A.


a. Tentukan besar medan magnet pada titik yang berjarak 5 cm.
b. Berapakah besar medan magnet pada jarak 10 cm dari kawat?

Penyelesaian :

a. Medan magnet pada jarak a = 5 cm = 5 x 10-2 m adalah :


0 I
B 8 10 6 T
2a
b. Jarak 10 cm merupakan 2 kali jarak 5 cm, sehingga medan magnetnya
setengah dari medan magnet di 5 cm, karena medan magnet berbanding
terbalik dengan jarak. Jadi B 4 106 T .

Hukum Biot-Savart ini dapat di terapkan pada dua kawat lurus berarus yang
sejajar dengan jarak antara kedua kawat adalah d, masing-masing dialiri arus
sebesar I1 dan I 2 dengan arah yang sama, seperti pada gambar 6.4. Kawat berarus
1 menghasilkan medan magnet B1 terhadap kawat berarus 2, sedangkan kawat
berarus 2 menghasilkan medan magnet B2 terhadap kawat berarus 1, masing-
masing sebesar :

106
Gambar 6.4. Dua kawat lurus dialiri arus I1 dan I2
dipisahkan dengan jarak d.

0 I1 I
B1 dan B2 0 2 (6.5)
2d 2d

Medan magnet B1 pada kawat berarus 2 arahnya tegaklurus ke dalam menembus


halaman kertas sedangkan medan magnet B2 pada kawat 1 arahnya tegaklurus ke
luar menembus halaman kertas.

Berdasarkan hukum gaya Lorentz pada persamaan (5.12), diperoleh besarnya


gaya magnet pada kawat berarus 2 yang panjangnya adalah l akibat medan magnet
yang dihasilkan kawat berarus 1, adalah :

I I
F2 I 2 0 1 dl I 2l2 0 1 I 2l2 B1 (6.6)
2d 2d

Arah gaya Lorentz F1 menuju kawat 2 begitu pula arah gaya Lorentz F2
menuju kawat 1, jika arah arus pada kedua kawat sama. Dengan kata lain,
jika pada kedua kawat mengalir arus tunak searah, maka timbul gaya tarik-
menarik.
Jika arah arus pada ke dua kawat berlawanan, maka timbul gaya tolak
menolak.

Contoh Soal 3.
Diketahui dua buah kawat sejajar dialiri arus tunak masing-masing I1 = 2 A dan
I2 = 6 A dengan arah berlawanan dan berjarak 8 cm satu sama lain. Tentukan
gaya Lorentz yang dirasakan oleh kawat I2 yang panjangnya 20 cm akibat
medan magnet yang dihasilkan oleh kawat berarus I1!
Penyelesaian :
Gunakan persamaan (6.6) untuk menghitung gaya Lorentz pada kawat kedua.

107
Diketahui panjang kawat kedua 20 cm, sehingga,
0 I1 4 107 2
F2 I 2l2 6 0,2 6 10 6 N
2d 2 0,08

6.2.2. Hukum Biot-Savart pada Kawat Melingkar Berarus

Sebuah kawat yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari a dan dialiri arus listrik
tunak I, ditunjukkan pada Gambar 6.5. Untuk menentukan medan magnet di titik
P yang berjarak x dari pusat lingkaran, dapat dilakukan dengan menggunakan
Hukum Biot-Savart pada persamaan (6.2).

Gambar 6.5. Penghantar berbentuk lingkaran dengan jari-jari a yang dialiri arus
tunak sebesar I.

Berdasarnya geometri pada gambar 6.5, elemen panjang dl tegaklurus dengan


vektor satuan r, sehingga 90 , jadi besarnya medan magnet di titik P adalah :
0 dl'r 0 Idl sin
4 r 2
dB I
4r 2
(6.7)
Idl
dB 0 2
4r
Medan magnet dititik P tegak lurus terhadap r, apabila adalah sudut apit
antara r dengan sumbu lingkaran, maka medan magnet di titik P dapat diuraikan
menjadi dua, yaitu yang sejajar dengan sumbu lingkaran sebesar dB sin dan
tegaklurus sumbu lingkaran yaitu sebesar dB cos . Dimana bagian dB cos
akan saling meniadakan dengan bagian yang ditimbulkan oleh elemen yang lain
yang saling berseberangan, sehingga besarnya medan magnet di titik P tinggal
bagian yang sejajar dengan sumbu lingkaran yaitu :

108
0 Idl sin
dB (6.8)
4 r2
Kawat berarus berbentuk lingkaran, maka panjang kawat dapat dinyatakan
sebagai keliling lingkaran, sehingga batas integrasinya dari. Jadi persamaan (6.8)
menjadi :
2a
I sin
B 0
4 r 2 dl
0

0 I sin 2a 0aI sin


B l0 (6.9)
4 r 2 2r 2
Pada geometri gambar 6.5. tampak bahwa sin a r atau sin 2 a 2 r 2 , maka

a2
r2 , kemudian subsitusikan nilai r 2 kedalam persamaan (6.9) sehingga
sin
2

diperoleh :
0 I sin 3
B (6.10)
2a
Apabila titik P berada di titik pusat kawat lingkaran berarus, maka 90 dan
r a , sehingga medan magnet di titik pusat kawat lingkaran berarus adalah :
0 I
B (6.11)
2a
Apabila kawat penghantar terdiri atas N buah lilitan kawat, maka medan magnet
di pusat lingkaran lilitan tersebut adalah :
0 NI
B (6.12)
2a
dengan, a = jari-jari lingkaran kawat berarus (m) dan N = jumlah lilitan.
Persamaan (6.10) dapat dinyatakan dalam bentuk lain yaitu dengan mensubsitusi
sin a r dan dari geometri gambar 6.5 diperolah r 2 a 2 x2 , maka menjadi :

0 Ia 2
B (6.13)

2 a2 x2
3
2

6.2.3. Hukum Biot-Savart pada Arus Permukaan dan ArusVolume

Untuk kasus arus tunak pada permukaan, maka hukum Biot-Savart menjadi:

109
0 K r' r
Br
4 A r 2
dA (6.14)

dengan, K adalah rapat arus permukaan, dA adalah elemen luas permukaan.

Untuk kasus arus tunak pada volume, maka hukum Biot-Savart menjadi:

0 J r' r
Br
4 V r 2
dV (6.15)

dengan, J adalah rapat arus volume, dV adalah elemen volume.

6.3. Divergensi dan Curl dari Medan Magnet (Hukum Ampere)

Gambar (6.6) adalah gambar medan magnet di sekitar kawat lurus panjang
takberhingga yang dialiri arus listrik tunak. Tanda titik ditengah menyatakan
bahwa arah arus keluar dari halaman kertas.

Gambar 6.6. Arah medan magnet di sekitar kawat berarus yang arah arusnya
keluar dari halaman (Griffiths, D.J., 1999).

Dari gambar secara jelas ditunjukkan bahwa curl dari medan magnet tidak sama
dengan nol, kasus ini tidak ditemukan pada medan listrik statis. Persamaan (6.4)
menyatakan bahwa medan magnet di titik P pada jarak a dari kawat berarus, jika
B diintegralkan sepanjang lintasan lingkaran, maka diperoleh (Rao, N.N., 1974 ):

0 I 0 I
B dl 2adl 2a dl
0 I
B dl 2a kelilingdari kontur tertutup

110
0 I
B dl 2a 2a I 0 (6.16)

Karena integral sepanjang lingkaran adalah keliling lingkaran 2s . Ternyata


hasilnya integralnya tidak bergantung pada jarak a.

Jika menggunakan sistem koordinat silinder r , , z , dengan jarak dari kawat


berarus ke titik yang ditinjau adalah r, maka medan magnetnya adalah :

0 I
B (6.17)
2r

dengan, adalah vektor satuan dalam arah azimut dan dl drr d dzk , jadi

2
0 I 1 I
B dl 2 r rd 0
2 d I
0
0 (6.18)

Persamaan (6.18) menyatakan bahwa loop medan magnet di sekitar kawat lurus
berarus melingkupi kawat hanya sekali. Jika melingkupi kawat dua kali, maka
batas integlasi adalah dari 0 4 . Persamaan (6.18) dikenal sebagai hukum
Ampere dalam bentuk integral yang menyatakan bahwa integral garis dari medan
magnet yang mengelilingi lintasan tertutup dalam ruang vakum/udara sama
dengan 0 I .

Jika loop tersebut tidak melingkupi kawat sama sekali, maka integrasi sudut
azimutnya mulai dari 1 sampai 2 dan kembali lagi ke 1 menyebabkan d 0
seperti di perlihatkan pada gambar 6.7.

Gambar 6.7. Loop yang tidak melingkupi kawat lurus berarus (wire)
(Griffiths, D.J., 1999) .

111
Misalkan ada beberapa kawat lurus berarus yang masing-masing kawat dialiri arus
tunak. Setiap kawat yang menembus loop memberikan kontribusi sebesar 0 I dan
kawat berarus di luar loop tidak memberikan kontribusi, seperti yang
diperlihatkan pada gambar 6.8. (Griffiths, D.J., 1999). Jadi integral garis pada
persamaan (6.18) menjadi :

B dl I0 dilingkupi (6.19)

Persamaan (6.19) ini menyatakan bahwa hasil integral tertutup sama dengan hasil
perkalian antara permeabilitas ruang hampa dengan jumlah aljabar arus yang
dilingkupi oleh lintasan garis tersebut.

Gambar 6.8. Beberapa kawat masing-masing membawa arus sebesar Ii.

dengan, I dilingkupi adalah arus total yang dilingkupi oleh lintasan integrasi. Jika

aliran muatan (arus) dinyatakan oleh rapat arus volume adalah J, maka arus yang
dilingkupi adalah :

I dilingkupi J dA (6.20)

dengan menggunakan teorema Stokes pada persamaan (6.19), maka diperoleh :

B dA J dA , sehingga
0

B 0 J (6.21)

Persamaan (6.21) merupakan pernyataan hukum Ampere dalam bentuk


differensial. Karena B 0 , maka medan magnet bukan medan konservatif.
Untuk titik di luar loop, maka J = 0 dan B 0 .

Hukum Biot-Savart dalam bentuk umum untuk rapat arus volume adalah :

112
0 J r' r
Br
4 r 2
dV (6.22)

Rumus ini menyatakan medan magnet pada titik P(x,y,z) dari distribusi arus
Jx' , y' , z ' seperti pada gambar 6.9, dengan elemen volume dV dx' dy' dz' , B
fungsi dari (x,y,z), J fungsi dari (x,y,z) dan r = (x-x)i + (y-y)j + (z-z)k.

Divergensi dari medan magnet pada persamaan (6.22), diperoleh :

0 r
B
4 J 2 dV
r
(6.23)

Gunakan aturan operasi perkalian vektor, diperoleh :

r r r
J 2 2 J J 2 (6.24)
r r r


Tetapi J 0 , karena J tidak bergantung pada variabel (x,y,z), r r 2 0 ,
jadi diperoleh :

B 0 (6.25)

Persamaan (6.25) menyatakan bahwa divergensi dari medan magnet sama dengan
nol yang artinya bahwa kutub-kutub magnet selalu berpasangan atau tidak
monopole.

Gambar 6.9. Medan magnet dari distribusi rapat arus volume.

6.4. Penggunaan Hukum Ampere

Hukum Gauss pada materi medan listrik statis digunakan untuk mencari medan
listrik yang dihasilkan oleh muatan yang terdistribusi merata pada benda simetri,
sedangkan. Analogi dengan hukum Gauss, maka untuk mencari medan magnet

113
yang disebabkan oleh distribusi arus yang sangat simetris, disarankan untuk
menggunakan hukum Ampere. Hukum Ampere mirip dengan hukum Gauss pada
medan listrik, hanya saja sekarang tidak menggunakan integral permukaan tertutup,
melainkan kita gunakan integral garis tertutup. Penggunaan hukum Ampere dapat
lihat pada conto-contoh soal berikut.

Contoh soal 4. Kawat Lurus Panjang Berarus


Carilah medan magnet B pada jarak s dari kawat lurus panjang membawa arus
tunak.

Penyelesaian :

Dengan menggunakan persamaan (6.19), diperoleh :

B dl B2s I
0 dilingkupi karena B konstan di sepanjang loop amperian yang

berbentuk lingkaran sehingga integral tertutup pada elemen garis adalah 2s dan B
tegaklurus terhadap dl. Jadi medan magnetnya sebesar :

0 I
B
2s

Contoh soal 5. Lembaran Berarus

Carilah medan magnet yang dihasilkan oleh permukaan yang dialiri arus seragam
dengan K = K i, mengalir di atas bidang xy, seperti pada gambar 6.10. (Griffiths,
D.J., 1999).

Gambar 6.10. Arus permukaan berupa lembaran arus dan loop amperian berbentuk
persegi dengan panjang sisinya l.

114
Penyelesaian :

Gunakan hukum Ampere untuk menghitung medan magnet yang dihasilkan oleh
lembar berarus dengan rapat arus permukaan K, dan menggambar loop amperian
berbentuk persegi panjang yang sejajar dengan bidang yz, yaitu :

B dl 2Bl I
0 dilingkupi 0Kl (integral elemen dl menghasilkan 2l

karena medan magnet B pada komponen arah z sejajar dengan elemen panjang dl ,
sehingga 0 . Jadi B dl pada komponen z saling meniadakan. Sedangkan

medan magnet pada komponen y, untuk di bagian atas arahnya ke kiri dan di bagian
bawah arahnya ke kanan (gunakan kaidah tangan kanan untuk memahami arah
medan magnet B). Jadi satu Bl berasal dari bagian atas dan satu bagian lagi berasal
dari bagian bawah, sehingga :

0
B K , atau lebih spesifik adalah :
2

0
2 K j untuk z 0
B (6.26)
0 K j untuk z 0
2

6.5. Perbandingan antara Medan Listrik dan Medan Magnet

Divergensi dan curl dari medan listrik statis adalah :

1
E (Hukum Gauss);
0 (6.27)
E 0
(tidak ada nama)

Persamaan (6.27) merupakan persamaan Maxwell untuk medan listrik statis


dengan syarat batasnya E 0 pada jarak yang jauh dari semua muatan, persamaan
Maxwell ini digunakan untuk menghitung mean magnet dari rapat muatan sumber
adalah .

Divergensi dan curl dari medan magnet statis adalah :

115
B 0 (tidak ada nama);
(6.28)
B 0J (Hukum Ampere)

Persamaan (6.29) merupakan persamaan Maxwell untuk medan magnet statis,


dengan syarat batas B 0 pada jarak yang jauh dari arus listrik, persamaan
Maxwell ini untuk menghitung medan magnet statis. Persamaan (6.28) ekivalen
dengan hukum Biot-Savart. Persamaan Maxwell (6.27) dan (6.28) menghasilkan
gaya elektronagnetik yaitu :

F qE v B (6.29)

Untuk contoh-contoh lainnya pelajari Griffiths, D.J., 1999 .

Soal-soal Latihan :

1. Sebuah kawat lurus panjang yang dialiri arus listik sebesar 10 A dari arah timur ke
barat, tentukan besar dan arah induksi magnetik di titik P tepat di bawah kawat
tersebut pada jarak 10 cm!
2. Dua kawat lurus dan sejajar masing-masing dialiri arus sebesar 2 A dan 4 A yang
arahnya sama. Kedua kawat terpisah dengan jarak 16 cm.
a. Tentukan medan magnet pada titik tengah di antara kedua kawat.
b. Pada jarak berapakah di ukur dari kawat berarus 2 A yang memiliki medan
magnet nol.
3. Carilah medan magnet pada jarak z di atas pusat sebuah kawat berbentuk lingkaran
dengan jari-jari R yang dialiri arus tunak sebesar I, seperti pada gambar 6.11.

Gambar 6.11. Kawat berarus berbentuk lingkaran


dengan jari-jari R

4. Hitunglah medan magnet dari pusat loop persegi empat yang membawa arus tunak I
dengan R adalah jarak dari titik tengah loop ke salah satu sisinya, seperti pada
gambar 6.12.

116
Gambar 6.12. Kawat berbebtuk persegi dialiri arus tunak sebesar I.
5. Carilah gaya magnet pada loop persegi empat yang ditempatkan dekat suatu kawat
lurus takberhingga seperti pada gambar 6.13. Loop persegi dan kawat lurus
membawa arus tunak sebesar I.

Gambar 6.13. Kawat berarus dan loop persegi berarus dengan sisi a ditempatkan
sejauh s dari kawat tersebut.

6. Sebuah kawat berbentuk silinder mengalir arus tunak sebesar I seperti pada gambar
(6.14). Hitunglah medan magnet di dalam dan di luar silinder. Jika :
a. Arus terdistribusi merata pada permukaan kawat silinder.
b. Arus terdistribusi sedemikian rupa sehingga J sebanding dengan s yaitu jarak
dari sumbu silinder.

Gambar 6.14. Kawat berbentuk silinder berarus dengan Jari-jari a


7. Sebuah papan tebalnya mulai dari z a sampai z a membawa arus volume
yang seragam sebesar J Ji , seperti diperlihatkan pada gambar 6.15. Hitunglah
medan magnet sebagai fungsi dari z, di dalam dan di luar papan berarus tersebut.

117
Gambar 6.15. Papan berarus yang terletak pada bidang xy.
8. Dua selenoida yang mempunyai sumbu sama masing-masing memmbawa arus
sebesar I, tetapi dengan arah yang berlawanan seperti diperlihatkan pada gambar
6.16. Selenoida yang di dalam memiliki jari-jari a dengan jumlah lilitan N1, dan
selenoida yang di luar memiliki jari-jari b dengan jumlah lilitan N2. Carilah medan
magnet dari masing-masing selenoida dalam tiga daerah yaitu :
a. Di bagian dalam solenoida yang berada di dalam
b. Di antara kedua selenoida
c. Di luar kedua selenoida.
9. Buat ringkasan dengan benar.

Umpan Balik
1. Mahasiswa harus menyelesaikan semua yang ada secara benar dan memahami arti
fisis semua parameter yang berkaitan dengan permasalahan
2. Bila hanya mampu menyelesaikam sebagian dari soal yang tersedia (kurang 40%).
Mahasiswa harus mengulang materi bab ini sampai mahasiswa mampu
menyelesaikannya secara keseluruhan dan benar.

Kunsi Jawaban :

1. B = 2 x 105 T , arahnya ke selatan


2. a. B = B2 B1 = 5 x 10-6 T (arahnya sama dengan arah B2)
b. 5,3 cm dari kawat berarus 2 A (kawat pertama)
0 IR 2
3. B z (Griffiths, D.J., 2004)

2 R2 z2
3
2

2 0 I
4. B (Griffiths, D.J., 2004)
R

118
0 I 2 a
5. Gaya magnet dibagian bawah F arahnya ke atas, sedangkan di bagian atas
2s
0 I 2 a
besar gaya magnet atau gaya Lorentznya adalah F arahnya ke bawah.
2 s a

0 I 2 a 2
Jadi total gaya magnetnya adalah FTotal arahnya ke atas. (Griffiths, D.J.,
2ss a
2004).
0 Is 2
untuk s a
6. B 2a 2

0 I untuk s a
2s

Jaj untuk z a
7. B 0
0 Jaj untuk z a
8. a. B 0 I N1 N2 k ; b. B 0 IN2k ; c. B 0
9. Buat ringkasan dengan benar.

Daftar Bacaan :

1. Griffiths, D.J., 1999 Introduction of Electrodynamics 3rd edition, Prentice Hall,


New Jersey

2. Griffiths, D.J., 2004. Introduction of Electrodynamics-Solution, 3rd edition,


Prentice Hall, New Jersey.

3. Rao, N.N., 1974 Basic Electromagnetics with Application, Prentice Hall of India,
New Delhi.

119

Anda mungkin juga menyukai