Anda di halaman 1dari 6
RENEE oP ae t f z Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang memperbanyak, mencetak dan menerbitkan se jan atau ra mp is selu- tuh isi buku ini dengan cara dan dalam bentuk apapun paar tanpa seit penerbit. Diterbitkan oleh: : Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Cetakan Pertama : 10.000 buku (1968) Cetakan Kedua = _ 10.000 buku (1974) Cetakan Ketiga : 5.000 buku (1981) Cetakan Keempat : 5.000 buku (1985) Cetakan Kelima : 5.000 buku (1988) Cetakan Keenam : 5,000 buku (1991) Cetakan Ketyjuh : 2.000 buku (1997) Dicetak oleh Percetakan INFOMEDIKA JAKARTA SINDROM NEFROTIK Definisi edema, proteinuria, fi Sindrom nefrotik ialah minemia dan hiperkoleste penyakit dengan gejala rolemia. Angks kejedian Terbanyak pada nita : pria = 1: 2 anak berumur antara 3-4 tahun deng? Etiologi 5 belum diketahui; akhir-akhir ini dianggap | rupakan suatu reaksi antigen-antibodi. penyakit autoimun.-Jadi me! joginya menjadi : Umumnya para ahli membagi tind L__ Sindrom nefrotik bawaan Diturunkan sebagai resesif autosomal atau karena Resisten terhadap semua pengobatan. Gejalanya adalah edema pada masa neonatus. Peneangkokan ginjal pada masa neonatus telah dicoba, ool braruk dongbizene penderita inggal pertama kehidupannya. i ee Bahan kimig 833 Seperti emas. sery trimetadion, Amiloidosi, penyaany 2H Crk ay oan, proliferatif hipokomplementenh'P?rolinemia, nefritis membrafio- Sindrom nefrotik idiopatik (i - (tidak diketahus Berdasarkan histopatologis ‘Sebabnya). cetamh d wot KTOSKOD binsa dan sig mek Pada biopsi ginal dengan pe- dalam 4 solongan yaitwigi: |= ™=APOS%OR elektron, Chung dkk. membogi 1. Kelainan minimat ratosko etna tame merulus tampak normal, sedangkan dengan cara imunofluoresensi tecnyise7, Processus sel epitel berpadu, Dengan beta-IC pada dindit ieee tidak terdapat atau imunoglobulin 2. Nefropati membranosa.. | Semua glomerulus menunjukkan Siig Wisk tee se et Maka ay me Prognosis kurang baik. . | 3. Glomenalonefritis proliferatif a. Glomerulonefritis proliferatif eksudatif difus. Terdapat proliferasi sel mesangial dan infiltrasi sel Polimorfonukleus. Pembengkakan sitoplasma endotel yang menyebabkan kapiler ter- sumbat. kelainan ini sering ditemukan pada nefritis yang timbul se- telah infeksi dengan Streptococcus yang berjalan progresif dan pada sindrom nefrotik. é Prognosis jarang baik, tetapi kadang-kadang terdapat penyembuhan setelah pengobatan yang lama. (lobular stalk thickening). Dengan penebalan batang lobular (1 me jn Terdapat proliferasi sel mesangial yang tersebar penebalan tang lobular. . Dengan bulan sabit (crescent). iferasi sel epitel simpai Didapatkan proliferai sel mesangial dan proli (kapsulgr) dan viseral. os 834 Pada kelainan ini dengan atrofi cubulus. Prognosis buruk. Geala klinis nefritis uji fungsi ginjal seperti kecepal ke ginjal tetap normal atau meninggi. Dengan perubahan yang glomerulus terdapat penurunan fungsi ginjal pada fase nefritik. Kimia darah menunjukkan hipoalbuminemia. Kadar globulin normal meninggi sehingga terdapat perbandingan albumin-globulin yang tet Didapatkan pula hiperkolesterolemia, kadar fibrinogen meninggi, la menderita anemia defisi kan kadar ureum normal. anak dapat pul karena transferin banyak keluar dengan urin. Kadang-kadang protein bound iodine rendah tanpa adanya hipotiroid. Pada 10% kasus te dapat defisiensi faktor IX. Laju endap darah meninggi. Kadar kalsium dala darah sering rendah. Pada keadaan lanjut kadang-kadang terdapat i tanpa hiperglikemia. Komplikesi Infeksi sekunder, terutama infeksi kulit yang disebabkan oleh: tococcus, Staphylococcus; bronkopneumonia dan tuberkulosis. 4 Prognosis Terapi antibakteri dapat mengu: i ke i e ‘ dak berdaya terhadap kelai cial ovhi ematian akibat infeksi, Kortikosteroid, international © 835 met ra erattee [ese aan de penn me © Antibiotika hanya detonate Pengobatan ini ditanjunkan “ea SS tn GLOMERULONEFRITIS AKUT (Gna) Definisi Glomeruionefritis akut (GNA) ialah suatu reaksi he s hadap bakteri atau virus tertenty, imunologis pada ginjal ter Streptococeus. ‘Yang sering terjadi alah akibat infeksi kurnan Etiolori Penyakit ini sering ditemukan pada anak berumur antara 3-7 tahun dan lebih sering mengenai anak pria dibandingkan anak wanita. Timbulnya GNA didahului oleh infeksi ekstra-renal, terutama di traktus fes- piratorius bagian atas dan kulit oleh kuman streptococcus beta hemolyticus golongan A, tipe 12, 4, 16,25 dan 49. Hubungan antara GNA dan ‘Streptococeus ini dikemukakan pertame kali oleh Loblein pada tahun in alasan bahwa = 1. Timbulnya GNA sei 2. Diisolasinya kuman 3. Meningkatnya titer bila ada indikasi vital. Bila sifat nefritogen Mungkin faktor