Anda di halaman 1dari 27

Tugas Referat Dermato-Venereologi

HUBUNGAN MADU DENGAN


PENYEMBUHAN LUKA

Pembimbing:
dr. Dedianto Hidajat, Sp.KK

Abdul Ghoffar T.
Puji Nurhidayati
Pendahuluan
Secara tradisional, madu telah digunakan
dalam mengobati luka bakar, luka yang
terinfeksi, ulkus, bisul, dan diabetic foot.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk
membuktikan hubungan madu dengan
penyembuhan luka.
TINJAUAN PUSTAKA
MADU
Definisi
Madu adalah zat manis alami yang
dihasilkan lebah dengan bahan baku
nektar bunga (Apis mellifera).
Nektar adalah senyawa kompleks yang
dihasilkan kelenjar tanaman dalam bentuk
larutan gula. Pembuatan madu dimulai
ketika lebah pekerja membawa nektar
kesarangnya.
JENIS DAN KANDUNGAN
MADU

Berdasarkan bunga sumber


nektarnya
Madu monoflora
Madu multiflora atau madu poliflora
Pada umumnya, madu tersusun 17,1% air,
82,4% karbohidrat total, 0,5% protein,
asam amino esensial diantaranya lysin,
histadin, triptofan,dll. Karbohidrat yang
terkandung dalam madu termsuk karbohidrat
sederhana, yang terdiri dari 38,5% fruktosa,
31% glukosa dan sisanya 12,9% karbohidrat
terdiri dari maltosa, sukrosa, dan gula lain. 5
PROSES PEMBENTUKAN
MADU
Madu dihasilkan oleh lebah pekerjasumber
makananLebah menghisap setetes nektar
menyimpannya ke dalam kantong madu
Lebah memproduksi madu dengan bahan
nektar Nektar tercampur dengan saliva lebah
yang berasal dari kelenjar hipofaringeal dan
kelenjar saliva
Pada saat kantung lebah pekerja telah
terisi penuh, lebah pekerja kembali ke
sarang.
Nektar kemudian ditransfer ke lebah
pekerja lain, kemudian dimasukan ke
dalam sel madu jika kadar air telah
mencapai 50-60% dan dikipasi oleh lebah
sampai kadar air sekitar 20%, lalu disegel
dengan wax dan dibiarkan. Hasil akhir
proses ini adalah madu.16
MEKANISME KLINIS MADU
Madu sebagai Antibakteri
Madu sebagai anti inflamasi
Madu sebagai antioksidan
Madu sebagai antivirus
Madu sebagai Antibakteri

Efek osmotik madu


Konsentrasi gula yang tinggi menarik air keluar dari
organisme sehingga membuat organisme ini dehidrasi
dan menyebabkan sel mati.
Keasaman madu
Madu bersifat sangat asam dan memiliki pH sekitar 4,4
yang akan menyebabkan bakteri akan terbunuh dalam
lingkungan asam seperti ini.3
Aksi dari hydrogen peroksida
Senyawa hydrogen peroksida yang terkandung dalam
madu ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Zat
ini selalu dihasilkan oleh madu secara enzimatis dan
terus menerus oleh oleh enzim glukose oksidase.
Madu sebagai anti inflamasi
Antiinflamasi dapat dihubungkan dengan
sifat madu yang higroskopis sehingga
memastikan penyerapan edema dengan
cepat.
Efek antiinflamasi pada madu juga dapat
menstimulasi proses granulasi dan
epitelisasi sel, angiogenesis, dan
memercepat proliferasi fibroblast dan
sepitel dengan memproduksi growth factors
seperti tumor necrosis factor (TNF alfa).2
Madu sebagai antioksidan

Phytochemical (senyawa kimia tumbuhan)


dikenal sebagai faktor antibakterial non
peroksida. Senyawa ini secara alami terdapat
pada nektar bunga yang dikumpulkan oleh lebah
madu
Antioksidan yang berbeda dihasilkan oleh madu
seperti flavonoid, monofenolic, polifenolic, dan
vitamin C.
Radikal bebas berasal dari oksigen yang dikenal dengan
sebutan reactive oxigen species (ROS), dihasilkan oleh
rantai mitokondria dan leukosit pad aproses inflamasi.
Vitamin C dapat mengurangi peroksida (salah satu ROS)
dan berperan seperti antioksidan. 2
Madu sebagai antivirus
Pada penelitian yang dilakukan oleh Al-waili
(2013) yakni penggunaan madu pada
pasien dengan lesi herpes yang berulang
(labia dan genital) membandingkan
penggunaan madu dan asiklovir pada
penggunaan secara topikal.
Sebagai hasilnya, madu menunjukkan hasil
bahwa madu memberikan efek yang lebih
baik daripada asiklovir.4
Aplikasi penggunaan madu
Penggunaan madu dapat digunakan secara
topikal, mudah diserap kulit sehingga dapat
menciptakan kelembaan kulit dan memberi
nutrisi yang dibutuhkan. cara pemberian
madu yang baik adalah madu diletakkan
pada pembalut yang dapat menyerap
madu. Balutan yang digunakan harus yang
berpori agar madu dapat mencapai bagian
tubuh yang luka.
LUKA
Definisi: terputusnya kontinuitas atau
hubungan anatomis jaringan sebagai akibat
dari ruda paksa. Luka dapat merupakan luka
yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu,
seperti luka insisi pada operasi atau luka
akibat trauma seperti luka akibat kecelakaan
Tahapan penyembuhan
luka
Hubungan madu dengan
penyembuhan luka
Infeksi pada luka adalah salah satu faktor
penting yang dapat menunda ataupun
menghambat kecepatan penyembuhan
luka. Salah satu strategi terpenting untuk
menjaga proses penyembuhan adalah
untuk mensterilisasi kerusakan jaringan dari
infeksi mikroba. Madu memiliki banyak efek
seperti antibakterial, antioksidan,
antitumor, antiinflamasi dan efek
metabolik.
Penelitian lain
tentang madu dan
penyembuhan luka
Jurnal yang digunakan sudah dinilai
secara kritis menggunakan checklist
yang didapatkan dari Critical
Appraisal Skills Programme (CASP)
dan diurutkan berdasarkan skor yang
didapatkan dari checklist dan
berdasarkan level of evidence.
Lima jurnal yang memenuhi
kriteria

Oleh karena itu, didapatkan lima


jurnal yang memenuhi kriteria yang
masing-masing memiliki metode;
Randomised controlled trial, suatu metode
penelitian yang mengunakan sample pasien
sesungguhnya yang kemudian dibagi atas dua
grup yaitu grup control dan grup yang diberi
perlakuan .
sistematic riview yang dilakukan dengan
melakukan review atas literature-literatur yang
berfokus pada suatu topic untuk menjawab suatu
pertanyaan.literatur-literatur tersebut dilakukan
analisis dan hasilnya di rangkum 13
Penelitian lainnya merupakan penelitian
cohort yang merupakan penelitian kasus-
kontrol dan biasanya bersifat observasi
yang diamati ke depan terhadap dua
kelompok (control dan perlakuan).
Tabel penelitian tentang madu
dan penyembuhan luka
No Penulis Judul Tahun Metode Hasil
1 Jull AB, Honey as a 2009 Sistemati Pada penelitian ini
Rodgers A, topical c riview didapatkan hasil
Walker N. treatment for bahwa madu dapat
wounds. meningkatkan
waktu
penyembuhan luka
ringan-berat jika
dibandingkan
dengan pengobatan
konvensional.
no Penulis Judul Tahun Metode Hasil

2 Al-Mahdi AL- The effect of 2014 Randomised Komponen


didalam
JADI, Francis Malaysian honey controlled trial
madu
Kanyan and its major terbukti
memiliki
Enchang, components
efek yang
Kamaruddin on the besar dalam
menstimulas
Mohd Yusoff proliferation of
i
cultured perkembang
an jaringan
fibroblasts
fibroblast
dalam
penyembuha
n luka
Penulis Judul Tahun Metode Hasil

Cooper RA,PC Antibacterial activity 1999 Penggunaan madu


Molanl, KG Harding of honey against terbukti efektif
strains of dalam penyembuhan
staphylococus aureus luka
from infected
wounds
Penulis Judul Tahun Metode Hasil

3 Jull A,Walker Randomized 2008 Randomised


N, Parag V, clinical trial of controlled trial
Molan P, honey-
Rodgers A impregnated
dressings for
venous leg
ulcers.
Penulis Judul Tahun Metode Hasil

4 Ronald ingle Wound 2006 Randomised


Jonathan healing with controlled
levin honey trial
Krijin
Polinder
Penulis Judul Tahun Metode Hasil

5 Tan, M.K., The Efficacy of 2012 Cohort study


S.H.A. Gelam Honey
Durriyyah, Dressing
M.A. Tumiran, towards
M.A. Abdulla, Excisional
and M.Y. Wound Healing.
Kamaruddin. Medical Journal
of University of
Malaya.
DaftarPustaka
Song Jason dan Salcido Richard. Used of Honey in Wound Care:An Update. Journal of
advances in skin and wund care; 24 :01
Yaghoobi Reza, Afshin Kazerouni, Ory Kazerouni. Evidence for clinical use of honey in
wound healing as an antibacterial, antiinflamatory, antioxidant and antiviral.Jundishapur
Journal of Natural Pharmaceutical product.2013 August;8 (3):100-4
Cooper RA,PC Molanl, KG Harding.Antibacterial activity of honey against strains of
staphylococus aureus from infected wounds.Journal of the royal society of medicine
volume 2 92;June 1999
Al-waili noori, Khelod Shalom, Ahmad A. Alghamdi. Honey for wound healing, ulcers, and
burns: data supporting its use in clinical practice. The scientific worl Journal (2011)
11,766-787
Molan,PC. The role of honey in the management of wounds. Journal of wound care
september (1999) vol 8;08
The national honey board.2004.Honey-health and terapeutic qualities. Longmont (serial
online). (20 Desember 2015)
Dewi, D, Sanarto, dan Taqiyah, B. (2012). pengaruh Frekuensi Perawatan Luka Bakar
Derajat II Dengan Madu Nectar Flora Terhadap Lama Penyembuhan Luka. Jurnal
Keperawatan