Anda di halaman 1dari 53

PLAN OF ACTION

(POA)

DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEMBER


PUSKESMAS AMBULU
KECAMATAN AMBULU
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh SWT, bahwa buku POA (plan of action)
Puskesmas Ambulu tahun 2014 telah dapat diselesaikan. Plan of Action ini disusun berdasarkan
hasil kegiatan yang telah berjalan oleh masing-masing pengelola program di Puskesmas Ambulu
yang akan digunakan sebagai acuan dalam rangka untuk merencanakan kegiatan di Tahun 2014.
Oleh karena itu, Plan of Action (POA) ini, diharapkan dapat dijadikan acuan bagi pengelola
program dalam melaksanakan kegiatan yang diharapkan dapat mencapai target yang telah
ditetapkan berdasarkan indikator MDGs, dan indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM)
bidang kesehatan.

Kepada semua pihak yang terkait dan ikut mendukung dalam penyusunan Plan of Action
(POA) kami sampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga seluruh usaha
yang kita lakukan mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Akhir kata, kami menyadari bahwa buku Plan of Action (POA) ini masih belum
sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun untuk penyempurnaan Plan of Action
(POA) ini sangat kami diharapkan.

Kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada berbagai pihak atas sumbangan
pikirannya sehingga tersusunlah Plan of Action (POA). Semoga bermanfaat.

Jember, Januari 2014


DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Bab I Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
I.2 Tujuan
I.3 Sasaran
I.4 Ruang Lingkup Kegiatan
I.5 Pembiayaan
I.6 Pengorganisasian
I.7 Indikator Keberhasilan
Bab II Analisis Situasi
Bab III Analisis Hasil Kegiatan
Bab IV Identifikasi Masalah, Penyebab Masalah, dan
Pemecahan Masalah
Bab V RUK
Bab VI RPK
Bab VII Penutup
BAB I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Indonesia sebagai salah satu Negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan
beberapa negara di dunia telah berkomitmen untuk mencapai Millennium Development Goals
(MDGs)/Tujuan Pembangunan Millennium pada tahun 2015 untuk mewujudkan kesejahteraan
penduduk. Tujuan bersama dalam MDGs tersebut terdiri dari 8 tujuan yang meliputi 1)
Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; 2) Mencapai pendidikan dasar untuk semua; 3)
Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; 4) Menurunkan angka kematian
anak; 5) Meningkatkan kesehatan ibu; 6) Memerangi penyebaran HIV/AIDS, malaria, dan
penyakit menular lainnya; 7) Kelestarian lingkungan hidup; dan 8) Membangun kemitraan global
dalam pembangunan. Dari 8 tujuan MDGs tersebut, 5 di antaranya adalah MDGs yang terkait
langsung dengan bidang kesehatan yaitu MDGs 1, 4, 5, 6 dan 7.
RPJMN tahap 2 (2009 2014 ) segera berakhir dan waktu untuk pencapaian MDGs
hanya tinggal 2 tahun lagi. Hasil evaluasi midterm RPJMN dan MDGs, masih terdapat indikator
yang mendapat nilai merah yaitu MDGs 4 penurunan angka kematian bayi, MDGs 5 penurunan
angka kematian ibu melahirkan serta angka kelahiran total. Selain itu angka gizi buruk masih
mengkhawatirkan, dan stunting serta obesitas meningkat.
Sebagaimana diamanatkan Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan
yang Berkeadilan, maka upaya pencapaian target MDGs harus menjadi prioritas pembangunan,
termasuk MDGs bidang kesehatan di tingkat pusat maupun daerah. Salah satu langkah untuk
mempercepat pencapaian MDGs bidang kesehatan adalah alokasi sumber daya termasuk
anggaran kesehatan harus memadai dari sisi jumlah dan pemerataan untuk penyelenggaraan
pembangunan kesehatan

I.2. Tujuan, meliputi:


Tujuan umum t
Tercapainya upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif dalam
mencapai target MDGs tahun 2015 yaitu :

1. Upaya menurunkan prevalensi balita gizi kurang dan gizi buruk


2. Upaya menurunkan angka kematian balita
3. Upaya menurunkan angka kematian ibu dan mewujudkan akses kesehatan reproduksi
bagi semua
4. Upaya mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru HIV/AIDS
5. Upaya mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru Malaria dan TB
6. Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air minum dan sanitasi dasar
yang layak

Tujuan khusus sesuai dengan rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Jember
dalam upaya mencapai MDGs dan SPM di tahun 2014
1. Meningkatkan Rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat 78%
2. Meningkatkan posyandu pernama mandiri 94%
3. Meningkatkan desa siaga aktif 89%
4. Meningkatkan cakupan sanitasi lingkungan (SAB,Jamban) 85%
5. Meningkatkan cakupan K1 100%
6. Meningkatkan cakupan K4 95%
7. Meningkatkan cakupan penanganan komplikasi kebidanan 85%
8. Meningkatkan cakupan persalinan nakes 95%
9. Meningkatkan cakupan kunjungan ibu nifas 99%
10. Meningkatkan cakupan kunjungan bayi 90%
11. Meningkatkan penanganan komplikasi neonatal 80%
12. Meningkatkan cakupan pelayanan kb aktif 70%
13. Meningkatkan cakupan KN1 100%
14. Meningkatkan cakupan KN Lengkap 95%
15. Meningkatkan pelayanan balita 90%
16. Meningkatkan cakupan pelayanan pra sekolah 90%
17. Meningkatkan cakupan kesehatan remaja 84%
18. Meningkatkan cakupan pemberian vitamin A 100%
19. Meningkatkan cakupan pemberian vitamin balita 100%
20. Meningkatkan cakupan pemberian Fe bumil 100%
21. Meningkatkan cakupan pemberian MP ASI pada usia 6-24 bulan gakin 100%
22. Meningkatkan cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan 100%
23. Meningkatkan cakupan penimbangan balita D/S 90%
24. Meningkatkan cakupan dan penanganan penderita penyakit (TBC,DBD,Diare dan HIV)
100%
25. Cakupan desa UCI 100%

I.3. Sasaran
Sasaran program Puskesmas adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja puskesmas Ambulu,
adapun sasaran dampak adalah :
1. Angka harapan hidup 71,4
2. AKB 29/10.000 KH
3. AKI 102/100.000 KH

I.4. Ruang Lingkup Kegiatan, meliputi:


a. Upaya Kesehatan
a. Upaya Kesehatan Prioritas
Upaya kesehatan yang diselenggarakan melalui dana BOK adalah kegiatan
kegiatan yang mempunyai daya ungkit tinggi dan merupakan upaya pelayanan
kesehatan promotif dan preventif yang dilakukan dalam rangka pencapaian target
MDGs 1, 4, 5, 6 dan 7.
b. Upaya Kesehatan Lainnya
Disamping kegiatan upaya kesehatan di Puskesmas yang telah ditetapkan sebagai
prioritas di atas, Puskesmas dapat melakukan kegiatan upaya kesehatan promotif
dan preventif lainnya, mengacu pada upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan
pengembangan sesuai Kebijakan Dasar Puskesmas Nomor
128/MENKES/SK/II/2004. Perencanaan kegiatan harus melalui mekanisme
lokakarya mini, memperhatikan kearifan lokal serta searah dengan kebijakan
pembangunan kesehatan nasional, provinsi dan kabupaten/kota.
Upaya kesehatan lainnya meliputi :
1)Imunisasi;
2)Pengendalian Penyakit Menular
3)Promosi Kesehatan
4)Penyehatan Lingkungan
5)Kesehatan Ibu Dan Anak Serta KB
6)Perbaikan Gizi Masyarakat
7)Pengendalian Penyakit Tidak Menular
8)Kesehatan Kerja
9)Kesehatan Olahraga
10) Kesehatan Tradisonal
11)Kesehatan Sekolah
12)Kesehatan Gigi Dan Mulut
13)Kesehatan Haji
14)Kesehatan Indera
15)Kesehatan Jiwa
16)Kesehatan Lanjut Usia
17) Perawatan Kesehatan Masyarakat
18) Kesehatan Matra
19)Upaya kesehatan lain yang bersifat lokal spesifik

b. Manajemen Puskesmas
Untuk dapat terselenggaranya upaya kesehatan di Puskesmas secara optimal, tepat
sasaran, efisien, dan efektif perlu ilaksanakan manajemen Puskesmas yang
meliputi
a.Perencanaan Tingkat Puskesmas (P1)
Kegiatan perencanaan tingkat Puskesmas meliputi penyusunan Rencana Usulan
Kegiatan (RUK), Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) atau Plan of Action
(POA) Tahunan,dan POA Bulanan.Perencanaan dilakukan secara menyeluruh
dengan memanfaatkan seluruh sumber anggaran, baik dari APBD,BOK maupun
sumber anggaran lainnya
b. Penggerakan Pelaksanaan (P2) melalui Lokakarya Mini Puskesmas
1)Kegiatan Penggerakan Pelaksanaan (P2) dilakukan secara berkala
melalui Lokakarya Mini . Lokmin Puskesmas terdiri dari Lokmin Bulanan
(lintas program internal Puskesmas) dan Lokmin Tribulanan (lintas
sektor).Puskesmas dapat melakukan perubahan POA tahunan melalui
kesepakatan lokakarya mini .

2)Pada forum Lokmin Bulanan dilakukan pembahasan mengenai kebijakan terkini


dan hasil analisis PWS yang dilakukan lintas program .
Hasil Lokmin digunakan sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan bulan
berikutnya yang dituangkan dalam POA Bulanan .
Lokmin Bulanan melibatkan seluruh jajaran Puskesmas dan jaringannya serta
Bidan Di Desa dan PLKB.
c. Pengawasan Pengendalian Penilaian (P3)
1)Kepala Puskesmas atau petugas yang ditunjuk dapat melakukan
pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan, tertib
administrasi termasuk untuk mengatasi hambatan yang ditemui
2)Pengawasan dan pengendalian dapat dilakukan melalui kegiatan
supervisi/bimbingan teknis/pembinaan kelapangan (Pustu, Poskesdes,
Polindes, UKBM dan tempat lain) pada saat kegiatan maupun di luar
kegiatan yang dilakukan di masyarakat.
3)Kegiatan dapat dilakukan secara rutin harian bulanan/tribulanan/semesteran
sesuai dengan kebutuhan program.

c. Dukungan operasional
Pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif dan manajemen
Puskesmas di Puskesmas dan Jaringannya beserta Poskesdes/Polindes dan Posyandu
serta UKBM lainnya
I.5. Pembiayaan
Sumber-sumber pembiayaan yang diterima puskesmas. Berasal dari APBD, BOK, dan
BPJS maupun swadaya Puskesmas.
Pemanfaatan dana yang diterima
Ruang lingkup pemanfaatan :
1. Transport lokal kegiatan keluar gedung
2. Perjalanan Dinas dalam Batas Kabupaten / Kota
Transport lokal kegiatan ke luar gedung meliputi :
a.Transport petugas kesehatan untuk pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan di
luar gedung (ke Posyandu, Poskesdes /Polindes , UKBM
lainnya, kunjungan rumah dan institusi/tempat terdapat sasaran yang
memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan);
b.Transport kader kesehatan termasuk dukun bersalin dari tempat tinggal
ke tempat pelayanan kesehatan atau ke rumah penduduk (ke Posyandu,
Poskesdes/Polindes, UKBM lainnya, kunjungan rumah dan institusi/tempat
terdapat sasaran yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan)
c. Transport peserta rapat/pertemuan bagi undangan yang berasal dari luar tempat
diselenggarakannya rapat /pertemuan
d. Transport petugas kesehatan untuk konsultasi/rapat/pertemuan/pengiriman
laporan/pengiriman pertanggungjawaban ke kabupaten/kota apabila perjalanan
pulang pergi kurang dari 8 (delapan) jam

3. Pembelian Belanja Barang


a. Pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan upaya
kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung yang dapat berupa bahan PMT
Penyuluhan, bahan PMT Pemulihan, bahan penyuluhan/KIE yang diperlukan dan
konsumsi pertemuan
b. Pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan manajemen
Puskesmas, manajemen pengelolaan keuangan BOK, Survei Mawas Diri
(SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), yang dapat berupa
belanja ATK, biaya administrasi perbankan, pembelian materai, foto copy,
dan pembelian konsumsi

I.6 Pengorganisasian
Susunan Tim Penyusun POA sebagaimana dalam diagram berikut ini :

No N AM A Jabatan dalam Instansi Jabatan dalam Tim


1. Dr. Swinasis Kepala Puskesmas Penanggung jawab
2. Sudibyo Kepala Tata Usaha Ketua
3. Fifi Hardanti, SKM Koordinator SIK Sekretaris
4. M. Muslih, SE Koordinator Umum dan Anggota
Kepegawaian
5. Drg. Retno Dewi Dokter Gigi Anggota
6. Sunarti Koordinator KIA Anggota
7. Dian Tunggul S, AmK Koordinator Promkes Anggota
8. M.N. Fauzi, AmKL,SMn Koordinator Kesling Anggota
9. Yusuf Wiyono Koordinator P2M Anggota
10. Yayuk Indarwati Koordinator Gizi Anggota
11. Sri Pangastutik Koordinator Imunisasi Anggota
12. Marsus Koordinator PHN Anggota
13. Maryulin Koordinator UKS Anggota
14. Siti Anawafi Bendahara Pengeluaran Anggota
Pembantu

I.7 Indikator Keberhasilan


Indikator keberhasilan yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan di Puskesmas
Ambulu meliputi :
a. Indikator PKP
A. KEGIATAN PROGRAM POKOK PELAYANAN DI PUSKESMAS
I. UPAYA PROMOSI KESEHATAN
A. Pengembangan Desa Siaga
B. Pemberdayaan Masyarakat dalam PHBS
1. Pengkajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga
a. Rumah Tangga dikaji 20% dari jumlah KK yang menjadi binaan puskesmas
yang bersangkutan.
b. Rumah Tangga Sehat (10 Indikator):
2. Intervensi dan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
i. Kelompok Rumah Tangga Target: 70% dari yang disurvei.
ii. Institusi Pendidikan (Sekolah) Target: 2X / tahun (sekolah).
iii. Institusi Sarana Kesehatan Target: 2X / tahun (sarana kesehatan)
iv. Institusi TTU Target: 2X / tahun (Lokasi)
v. Institusi Tempat Kerja Target: 2X / tahun (Institusi)
vi. Pondok Pesantren Target: 2X / tahun (Institusi)

C. Penyuluhan Kesehatan
1. Penyuluhan Kelompok Target: 24 x per tahun
2. Penyuluhan Massa Target: 12 x per tahun

D. Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)


1. Posyandu Target: PURI 80%
2. Polindes Target: PURI 40%
3. Poskesdes Target: PURI 40%
4. Poskestren Target: 20% Ponpes yang ada di wilayah puskesmas
5. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Target: 20% TOGA yang ada di wilayah
puskesmas
6. Saka Bhakti Husada (SBH)
II. UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN
A. Penyehatan Air
1. Pengawasan Sarana Air Bersih (SAB) Target: 85%
2. Sarana Air Bersih Yang Memenuhi Syarat Kesehatan Target: 80 %
3. Jumlah (KK) yang memiliki akses terhadap SAB Target: 95 %
B. Penyehatan Makanan dan Minuman
1. Pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Target : 95%
2. Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang memenuhi syarat kesehatan
Target: 80%
C. Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar
1. Pembinaan Sanitasi Perumahan dan Sanitasi Dasar Target : 90%
2. Rumah Yang Memenuhi Syarat Kesehatan Target: 85%
D. Pembinaan Tempat-Tempat Umum (TTU)
1. Pembinaan sarana Tempat-Tempat Umum Target : 90%
2. Tempat Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan Target : 85%
E. Klinik Sanitasi
1. Klinik sanitasi Target yang harus dicapai adalah minimal 2% dari jumlah
Kunjungan Baru Puskesmas.
2. Jumlah Klien yang sudah mendapat intervensi/tindak lanjut yang diperlukan
Target yang harus dicapai adalah 100% dari klien yang ditangani, minimal
tindak lanjut yang dilakukan adalah kunjungan rumah dan pemberian
masukan/ nasehat/ penyuluhan yang perlu.

F. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)


1. Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap Jamban
Target: 100%
2. Desa/ Kelurahan yang sudah ODF (Open Defecation Free) Target : 100%
3. Jamban Sehat Target: 80 %
4. Pelaksanaan kegiatan STBM oleh Puskesmas Target: 100 %

III. UPAYA PERBAIKAN GIZI


A. Pelayanan Gizi Masyarakat
1. Pemberian Vitamin A
a. Pemberian Vitamin A dosis tinggi Pada Balita 2
kali per tahun (A2). Target : 85%.
b. Pemberian Vitamin A dosis tinggi Pada Balita 1
kali per tahun (A1) Target: 90%.
c. Pemberian Vitamin A dosis tinggi Pada Bayi
Target : 90%.
d. Pemberian Vitamin A dosis tinggi Pada Bufas 2x Target: 90%.
2. Pemberian tablet besi pada Bumil
- Pemberian tablet besi (90 tablet) pada Bumil (Fe3) Target: 85%.
- Pemberian tablet besi (60 tablet) pada Bumil (Fe2) Target: 90%.
- Pemberian tablet besi (30 tablet) pada Bumil (Fe1) Target : 90%.
3. Bumil KEK
Jumlah bumil KEK yang mendapat PMT Target: <10%.

4. ASI Eksklusif Target 70 %


B. Penanganan Gangguan Gizi
1. Balita Gizi buruk mendapat perawatan Target 100%.
2. Pemberian MP-ASI pada bayi kurang gizi dari Gakin Target: 100%.
3. Pemberian PMT Pemulihan balita gizi buruk/ kurus Target : 100%.
4. Balita Bawah Garis Merah (BGM/D) Target: <5%.
5. Cakupan Rumah Tangga yang mengkonsumsi garam beryodium Target : 70%.
6. Penanggulangan Anemi
Penanggulangan Anemi pada Balita Target: 40%.
Penanggulangan Anemi pada Murid SD/ MI Target: 100%.
Penanggulangan Anemi pada WUS/ Pondok Pesantren Target: 100 %.

C. Pemantauan Status Gizi


1. Desa bebas rawan gizi. ( KEP total PSG) Target : 85%.
2. Balita naik berat badannya (N/D) Target : 80%.
3. Persentase Balita yang Ditimbang Berat Badannya Target: 85%.
4. Balita KEP Ringan (BGT/D) Target: 10%.
IV. KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KELUARGA BERENCANA
A. Kesehatan Ibu
1. Pelayanan Kesehatan bagi Bumil sesuai standard, untuk kunjungan lengkap
(K4) Target: 94 %.
2. Drop out K1-K4
3. Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten Target: 94 %.
4. Pelayanan Nifas Lengkap sesuai standar periode dari s/d Desember. Target:
97 %.
5. Pelayanan Maternal Risti/komplikasi yang ditangani Target = 91 %.
6. Jumlah kematian maternal yang diaudit
B. Kesehatan Bayi
1. Pelayanan Neonatal Risti/Komplikasi yang ditangani Target: 80 %.
2. Pelayanan Neonatal sesuai standar (KN lengkap) Target: 99%.
3. Pelayanan Bayi Paripurna Target: 97 %.
4. Cakupan BBLR ditangani adalah jumlah BBLR yang ditangani. Target: 100 %.
C. Upaya Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah
1. Pelayanan kesehatan anak BalitaTarget: 90 %
2. Pelayanan kesehatan Anak Pra Sekolah Target: 90 %.

D. Pelayanan Keluarga Berencana


1. Cakupan KB aktif (contraceptive prevalence rate/ CPR) Target: 70 % dari PUS
2. Cakupan peserta KB baru Target: 10 % dari PUS

V. UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT


MENULAR
A. Diare
1. Penemuan penderita Diare yang diobati di Puskesmas dan Kader Target: 10% x
214/ 1000 x Jumlah Penduduk Puskesmas.
2. Cakupan pelayanan Diare Target: 100%
3. Angka penggunaan oralit. Target: 100%.
4. Angka penggunaan RL Target: 1%
5. Proporsi penderita diare balita yang diberi tablet Zinc Target: 100%
6. Case Fatality Rate KLB Diare Target : <1%

B. ISPA
1. Cakupan penemuan penderita Pnemonia balita Target : 100%

C. Kusta
1. Penemuan Penderita Kusta Baru (Case Detection Rate Target: >5%
2. Proporsi kasus kusta anak: % Target: <5%
3. Proporsi kasus kusta Tk II: Target: <5%
4. Proporsi kasus baru MB: Target : <30%
5. RFT Rate penderita PB Target : 95%
6. RFT Rate penderita MB Target: 90%

D. TB Paru
1. Penemuan suspect penderita TB : Target : 10,7/1000 x Jumlah Penduduk.
2. Proporsi Pasien TB Paru BTA Positif diantara suspek TB Target : 10%
3. Angka keberhasilan pengobatan pasien baru BTA positif Target : 100 %
4. Pengiriman slide TB untuk cross check (untuk laboratorium PPM dan PRM):
Target : 4 kali/ tahun

E. Demam Berdarah Dengue (DBD)


1. Insidens kasus DBD: Target : 52/100.000 penduduk
2. Prosentase Penderita DBD ditangani Target : 100%
3. Case Fatality Rate Kasus (CFR) penyakit DBD Target : <1%.
4. Angka Bebas Jentik (ABJ) Target : >95%
5. Jumlah wilayah KLB DBD.
6. Penyelidikan Epidemiologi (PE) Target : 100% penderita positif DBD di PE

F. Pelayanan Imunisasi
1. Imunisasi HB 0 - 7 hari pada bayi : Target: 90%
2. Imunisasi BCG pada bayi Target: 95%
3. Imunisasi DPT/HB 1 pada bayi Target: 95%
4. Imunisasi DPT/HB 3 pada bayi Target: 90%
5. Imunisasi Campak pada bayi Target: 90%
6. Drop Out DPT /HB 1 Campak Target: -10 s.d. 10%
7. Drop Out DPT /HB 1 - DPT/HB 3 Target: -10 s.d. 10%
8. UCI Desa Target : 95%
9. Imunisasi DT pada anak kelas 1 SD Target: 95%
10. Imunisasi campak pada anak kelas 1 SD Target: 95%
11. Imunisasi TT pada anak SD kelas 2 dan 3 Target: 95%
12. Imunisasi TT 5 pada WUS (15-45 th): Target: 85%
13. Pemantauan suhu lemari es vaksin:
14. Ketersediaan vaksin:

G. Pengamatan Penyakit (Surveilans Epidemiologi)


1. Laporan STP (surveilan Terpadu Penyakit) yang tepat waktu: jumlah laporan
STP yang tepat waktu sampai dengan tanggal 5 setiap bulan.
2. Kelengkapan Laporan STP (surveilan Terpadu Penyakit): jumlah laporan STP
yang lengkap (12 bulan).
3. Laporan C1 (campak) yang tepat waktu: jumlah laporan C1 yang tepat waktu
sampai dengan tanggal 5 setiap bulan
4. Kelengkapan Laporan C1 (campak): jumlah laporan C1 yang lengkap (12
bulan).
5. Laporan W2 (mingguan) yang tepat waktu: jumlah laporan W2 yang tepat waktu
tiap minggu
6. Kelengkapan Laporan W2 (mingguan): jumlah laporan W2 yang lengkap (52
minggu).
7. Grafik penyakit potensial wabah: adanya grafik untuk pengamatan pola penyakit
potensial wabah di wilayah kerja Puskesmas yang dilakukan setiap minggu 1
buah.
8. Laporan KIPI Zero reporting: jumlah laporan zero reporting yang lengkap.
9. Desa/ kelurahan yang mengalami KLB ditanggulangi <24 jam: adanya laporan
W1 dalam waktu 24 jam dan adanya tindak lanjut berupa laporan PE.

VI. UPAYA PENGOBATAN


A. Pengobatan
a. Jumlah kunjungan baru Target 18.48 % X jml pddk
b. Visite rate Target 60 % X jml pddk
c. Jumlah kasus baru Target 54 % X jumlah
d. Contact rate Target 1.5 kali
B. PROGRAM PENGEMBANGAN/ INOVATIF
I. UPAYA KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA
1. Jumlah Murid yang dilakukan penjaringan kesehatannya Target : 100 %
2. Frekuensi pembinaan kesehatan di sekolah Target : 8 x setahun.
3. Jumlah kader yang dilatih tentang kesehatan (minimal 10% dari jumlah murid).
4. Cakupan pelayanan kesehatan remaja Target 1x setahun (100%).

II. UPAYA KESEHATAN USIA LANJUT


1. Jumlah Posyandu lansia dibina Target: minimal 1 posyandu lansia per desa.
2. Jumlah kelompok usila yang dibina Target: minimal 1 kelompok per desa.
3. Jumlah pralansia dan lansia baru yang dilayani kesehatannya Target: 60 % usila.
4. Frekuensi Pembinaan Usila Target: per bulan.

III. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT GIGI


1. Upaya Pembinaan / Pengembangan Kesehatan Gigi
a. Frekuensi penyuluhan Kesehatan gigi di murid TK (min. 2 kali setahun)
b. Demo sikat gigi masal di SD/ MI (2 kali setahun) Pelayanan Kesehatan Gigi
2. Jumlah perawatan gigi yang ditangani
1. Jumlah bumil yang di rawat
2. Jumlah Apras yang di rawat
3. Jumlah murid SD/ MI yang mendapat pelayanan kesehatan gigi paripurna
4. Jumlah Masyarakat umum yang di layani di Puskesmas
5. Jumlah balita yang di layani kesehatan giginya di Posyandu
6. Jumlah bumil yang di layani kesehatan giginya di Posyandu
7. Kunjungan dokter gigi ke posyandu (50% posyandu yang ada) minimal 2x
setahun pada periode Januari sampai dengan Desember.
8. Rasio gigi tetap yang di tambal terhadap gigi yang di cabut (1:1
9. Jumlah tumpatan gigi tetap
10. Jumlah Pencabutan gigi tetap

IV. MALARIA
1. Penderita klinis malaria yang dilakukan pemeriksaan Sediaan Darah (SD
2. Penderita positif malaria yang diobati sesuai standar (ACT) Target: 100%
3. Penderita positif malaria yang di-Follow up Target: 100%

V. Pencegahan dan penanggulangan PMS dan HIV/ AIDS


1. Jumlah anak sekolah (SMA sederajat) yang sudah dijangkau penyuluhan
HIV/AIDS Target: 100%
2. Kelompok sasaran yang dijangkau Target: 1 kelompok / tahun
3. Kasus PMS yang diobati Target: 100%.
4. Klien yang mendapat penanganan HIV/ AIDS Target: 100%.

VI. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN FILARIASIS DAN


SCHISTOZOMIASIS
1. Kasus Filaria yang ditangani
2. Presentase pengobatan selektif Schistozomiasis
3. Presentase pengobatan selektif F.Buski

3. Indikator SPM ( Standar Pelayanan Kesehatan ) Bidang Kesehatan

1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 93%


2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 80%
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang
memiliki kompetensi kebidanan 94%
4. Cakupan pelayanan nifas 95%
5. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 77
6. Cakupan kunjungan bayi 90%
7. Cakupan desa/kelurahan Universal Child Imunization > 95%
8. Cakupan pelayanan anak balita 85%
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6
24 bulan 100%
10. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100
11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
12. Cakupan peserta KB Aktif 70%
Penemuan penderita AFP 2
Penemuan dan penanganan penderita Pneumonia Balita 90
Penemuan dan penanganan pasien baru TB BTA positif 80%
Penemuan dan penanganan DBD 100%
Penanganan penderita Diare 100%
13. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit
14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100%
15. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin
100%
16. Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan
penyelidikan epidemiologi <24 jam 100%
17. Cakupan desa siaga aktif 60%
BAB II ANALISIS SITUASI
II.1 DATA UMUM
A. Data Wilayah ( Geografi )
Wilayah kerja Puskesmas Ambulu terletak di sebelah selatan Kabupaten Jember
dengan jarak 30 km dengan waktu tempuh + 1 jam.
Wilayah kerja Puskesmas Ambulu, meliputi 3 Desa yaitu :
1. Desa Ambulu, terdiri dari 3 dusun
2. Desa Karanganyar, terdiri dari 4 dusun
3. Desa Tegalsari, terdiri dari 3 dusun
Adapun batas-batas wilayah kerja Puskesmas Ambulu sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah
- Sebelah Selatan : Desa Ambulu Kecamatan Ambulu
- Sebelah Timur : Desa Andongsari Kecamatan Ambulu
- Sebelah Barat : Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan
Luas wilayah kerja Puskesmas Ambulu : 1850.99 Km2, wilayah bagian selatan
berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Ambulu, di perbatasan tersebut terdapat pantai
yang indah yaitu Pantai Watu Ulo yang merupakan tempat pariwisata dengan kunjungan yang
cukup ramai.
PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBULU

KETERANGAN :

: JALAN RAYA : BATAS WILAYAH ANTAR DESA

: JALAN DESA : BATAS WILAYAH ANTAR DUSUN


: BATAS WILAYAH PUSKESMAS : SUNGAI

B. DATA WILAYAH KERJA


Wilayah kerja Puskesmas Ambulu meliputi 3 desa yaitu Desa Ambulu terdiri dari 3
dusun ( Krajan, Sumberan, Ambulu ) dan Desa Tegalsari terdiri dari 3 dusun ( Tegalsari,
Bedengan, Tutul ), dan Desa Karanganyar terdiri dari 3 dusun ( Karanganyar, Sentong,
Sumberan, Krajan ) semua wilayah bisa dijangkau kendaraan roda 2 maupun roda 4.

C.DATA KEPENDUDUKAN
Tabel 1: Data Penduduk Pusk Ambulu
DATA PENDUDUK PER UMUR
UMUR DS. AMBULU DS. DS. KARANGANYAR TOTAL 3 DESA
TEGALSARI
0-1 227 175 241 643
1-4 1.018 685 958 2.661
5-9 1.207 874 1.416 3.497
10-14 1.339 1.033 1.328 3.700
15-19 1.150 952 1.154 3.256
20-24 1.296 869 1.145 3.500
25-29 1.202 861 1.167 3.230
30-34 871 840 647 2.358
35-39 1.289 850 1.164 3.303
40-44 947 847 992 2.786
45-49 1.278 860 1.139 3.277
50-54 1.185 947 1.173 3.201
55-58 979 1.089 939 3.007
> 58 735 548 362 1.645
T O TAL 40.064
PIRAMIDA PENDUDUK PUSKESMAS AMBULU
265- 0-1 378
-
246 4-2 385

1754 - 5-9 1985

1372- 10-14 1475

1680- 15-19 2117

1276- 20-24 1450

1700- 25-29 1536

1413- 30-34 1419

1299- 35-39 1398

1808- 40-44 1978

1653- 45-49 1624

1496- 50-54 1705

1428
1323- 55-58
55-58 1579
. > 58
1719- 1926

LAKI - LAKI PEREMPUAN

Tabel 3 : Data mata pencaharian


Uraian Ambulu Tegalsari Karanganyar Total
Petani 6.809 4.521 4.511 15.841
Pegawai Desa 16 15 21 52
PNS 120 12 118 255
Pedagang 341 2.638 556 3.535
Pegawai Industri 295 2.846 76 3.217
Pegawai Swasta 580 86 1.238 1.894
Pegawai BUMN - 6 20 26
Guru 200 95 131 426
Mantri / Perawat 2 8 2 12
Bidan 10 4 3 17
ABRI 53 144 20 217

Tabel 4 : Data Sarana Pendidikan


Jumla Jumla Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumla
N
Desa h TK h SLTP/MTs SLTA/MA Akadem Pergurua h
o
SD/Mi i n Tinggi Ponpes
1. Ambulu 10 7/2 3/1 5/1 - - -
2. Tegalsari 5 6/2 -/- 1/- - - 5
3. Karanganya 5 4/3 3/- 1/- - - 1
r
Jumlah 20 17/7 6/1 7/1 - - 6

Grafik Data Sarana Pendidikan


Puskesmas Ambulu
10
10 9
9 8
8 7
7 6
6 5 5
5 4
4 3
3
2 1 1
1
0
TK SD/Mi 0 s
SLTP/MT SLTA/MA

Ambulu Tegalsari Karangnyar

I.2 DATA KHUSUS


A. Derajat Kesehatan

- Jumlah kematian Ibu : 0 orang

- Jumlah kematian perinatal : - orang

- Jumlah kematian Neonatal : 4 orang

- Jumlah lahir mati : 0 orang

- Jumlah lahir hidup : 618 orang

- Jumlah kematian bayi : 3 orang

- Jumlah kematian balita : 1 orang

B. Sarana Kesehatan

Ambulu Tegalsari Karanganyar Total

Pustu - 1 1 2
Polindes - - 1 1
Ponkesdes 1 1 0 2
Pusling 1 - - 1

DATA SARANA KESEHATAN


PUSKESMAS AMBULU
2

1.5

0.5

0
PUSTU POLINDES PONKESDES PUSLING

AMBULU TEGALSARI KARANGANYAR TOTAL

C. Data Ketenagaan Puskesmas Ambulu


No Tenaga PKM Pustu Pustu Kr. Polindes Polindes Polindes Total
. Anyar
Tegalsari Langon Kr. Tegalsari
Anyar
1 Dokter Umum 2 - - - - - 1
2 Dokter gigi 1 - - - - - 1
3 Bidan 8 1 1 1 1 1 13
4 Perawat 5 - 1 1 - 1 8
5 Juru Rawat 2 - - - - - 2
6 Sanitasi 1 - - - - - 1
7 Jurim - - - - - - -
8 Sopir 1 - - - - - -
9 Ahli Gizi - - - - - - -
10 Administrasi 4 1 1 - - - 6
11 Asisten Apoteker 1 - - - - - 1
12 Tenaga Laboratorium - - - - - - -
13 Juru Masak - - - - - - -
D. Peran Serta Masyarakat
No. Jenis PSM Total
1 Posyandu 50
2 Kader Posyandu 250
3 Posyandu Lansia 11
4 Kader Usila 22
5 Dukun Bayi 14
6 Guru UKS 24
II.2 G. HASIL KEGIATAN
VARIABEL PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS PROGRAM POKOK/WAJIB
TAHUN 2013

TARGET CAKUPAN
PENCAPAIAN (H) SUB
NO JENIS KEGIATAN SATUAN
SASARAN VARIABEL VARIABEL
(T) L P JUMLAH (SV) (V)
I PROMOSI KESEHATAN
A PENGEMBANGAN DESA SIAGA x x x
1 Desa/Kelurahan Siaga Aktif yang terbentuk : . 3 3
2 Desa/Kelurahan Siaga Aktif : . Desa/Kel 3 3 100 x
3 Desa/Kelurahan Siaga Aktif Pratama : .
4 Desa/Kelurahan Siaga Aktif Madya : . 3 3 100
5 Desa/Kelurahan Siaga Aktif Purnama : .
6 Desa/Kelurahan Siaga Aktif Mandiri : .
7 Desa/Kelurahan Siaga Belum Aktif : .

B PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PHBS x x x


Pengkajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah
1 Tangga x x x
a Rumah Tangga di Kaji KK 20% KK 3624 183,85
b Rumah Tangga Sehat (10 Indikator) KK 3624 2280 62,91 x

2 Intervensi dan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada x x x


70% dari yang
a Kelompok Rumah Tangga KK disurvei 3624 142,90 x
2x / sekolah
b Institusi Pendidikan (Sekolah) Sekolah setahun 27 40,91 x
X
c Institusi Sarana Kesehatan Sarkes 2x / tahun sarkes 14 70,00
d Institusi TTU Lokasi 2x / tahun lokasi 0 0,00 x
2x / tahun
e Institusi Tempat Kerja Institusi insitusi 17 21,52 x
2x / tahun
f Pondok Pesantren Institusi insitusi 10 200,00 x

C PENYULUHAN KESEHATAN x x x
24 x per
1 Penyuluhan Kelompok (minimal 10-20 orang) kali tahun 26 100 x
12 x per
2 Penyuluhan Massa (> 20 orang) kali tahun 5 41,67 x

PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT


D (UKBM) x x x
1 Posyandu 100
a Jumlah Posyandu : . 50
b Posyandu Pratama : . 0
c Posyandu Madya : . 0
d Posyandu Purnama : . 41
e Posyandu Mandiri : . 9
f Posyandu Purnama Mandiri (PURI) : . Posyandu 80% 50 x

2 Polindes
a Jumlah Polindes : . Polindes PURI 40% 3 x
b Polindes Pratama : . 0
c Polindes Madya : . 0
d Polindes Purnama : . 3
e Polindes Mandiri : . 0

3 Poskesdes
a Jumlah Poskesdes : . Poskesdes PURI 40% 3 x
b Poskesdes Pratama : .
c Poskesdes Madya : .
d Poskesdes Purnama : .
e Poskesdes Mandiri : .
4 Poskestren
20% Ponpes yg
a Jumlah Poskestren : . Poskestren ada di wil. Pusk. x
b Poskstren Pratama : .
c Poskstren Madya : .
d Poskstren Purnama : .
e Poskstren Mandiri : .
f Jumlah Santri Poskestren : .
g Jumlah Ponpes : .
h Jumlah Santri Ponpes : .

5 Tanaman Obat Keluarga (TOGA)


20% TOGA yg
a Jumlah TOGA : . Toga ada di wil. Pusk. x
b TOGA Pratama : . (2-5)
c TOGA Madya : . (6-10)
d TOGA Purnama : . (>10)

Saka Bhakti Husada (SBH)


a Frekuensi pembinaan SBH (buku kegiatan) 0 x x
b Register Anggota (Jumlah Anggota SBH)
c Rencana kerja pelaksanaan SBH di wilayah

II UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN


A Penyehatan Air x x 111,15
1 Pengawasan Sarana Air Bersih ( SAB ) % 78 10256 114,69
2 Sarana Air Bersih yang memenuhi syarat kesehatan % 76 8691 107,65
3 Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap SAB % 90 10155 111,11

B Penyehatan Makanan dan Minuman x x 77,17


1 Pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan ( TPM ) % 90 64 110,34
2 Tempat Pengelolaan Makanan ( TPM ) yang memenuhi syarat kesehatan % 77 22 44,00

C Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar x x 86,50


1 Pembinaan sanitasi perumahan dan sanitasi dasar % 87 8500 96,21
2 Jumlah Rumah yang memenuhi syarat kesehatan % 80 6238 76,78

D Pembinaan Tempat-Tempat Umum ( TTU ) x x 89,01


1 Pembinaan sarana tempat-tempat umum % 86 109 115,96
2 Tempat Tempat Umum yang memenuhi syarat kesehatan % 80 54 62,07

E Klinik Sanitasi x x 5,98


1 Konseling Sanitasi % 2 69 10,45
Jumlah klien yang sudah mendapat intervensi/tindak lanjut yang
2 diperlukan % 100 10 1,52

F Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) x x 68,89


1 Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang memiliki Akses terhadap jamban % 90 9941 101,74
2 Jumlah Desa/Kelurahan yang sudah ODF (Open Defecation Free) % 85 1 39,22
3 Jumlah jamban Sehat % 76 7020 92,92
4 Pelaksanaan Kegiatan STBM di Puskesmas % 80 1 41,67

III UPAYA PERBAIKAN GIZI.


A PELAYANAN GIZI MASYARAKAT. x x x
1 Pemberian Vitamin A
Pemberian Vitamin A dosis tinggi Pada Balita 2 kali per tahun
(A2) Anak 85% 1.233 1.210 2.443 107,5 x
Pemberian Vitamin A dosis tinggi Pada Balita 1 kali per tahun
(A1) Anak 90% 1.647 1.458 3.105 129,1 x
Pemberian Vitamin A dosis tinggi Pada Bayi Anak 90% 329 343 672 110,5 x
Pemberian Vitamin A dosis tinggi Pada Bufas 2x 90% 595 93,3
2 Pemberian tablet besi pada Bumil
Pemberian tablet besi (90 tablet) pada Bumil (Fe3) Ibu Hamil 85% 641 101,4 x
Pemberian tablet besi (60 tablet) pada Bumil (Fe2) Ibu Hamil 90% 659 98,5 x
Pemberian tablet besi (30 tablet) pada Bumil (Fe1) Ibu Hamil 90% 676 101,0 x
3 Bumil KEK Ibu Hamil < 10% 39 52,7 x
bumil KEK Gakin 10
bumil KEK yang mendapat PMT 10
bumil KEK yang mendapat PMT melahirkan 9
bumil KEK yang mendapat PMT melahirkan BBLR 1
bumil KEK yang melahirkan 28
bumil KEK yang melahirkan dengan BBLR 2
4 ASI Eksklusif Bayi 70% 308 300 608 128,5

B PENANGANAN GANGGUAN GIZI x x x


1 Balita Gizi buruk mendapat perawatan Anak 100% 0 100 x
gizi buruk yang DO
gizi buruk yang meninggal
2 MP-ASI Pada anak usia 6-24 bulan Anak 100% 75 100 x
3 Pemberian PMT Pemulihan balita gizi buruk / kurus Anak 100% 12 100 x
Status gizi sebelum penanganan
BB sangat kurang / Sangat kurus
BB kurang / Kurus 7 5 12
BB normal / Normal
BB lebih / Gemuk
Status gizi sesudah penanganan
BB sangat kurang / Sangat kurus
BB kurang / Kurus 1 2 3
BB normal / Normal 6 3 9
BB lebih / Gemuk
4 Balita Bawah Garis Merah (BGM/D) Anak < 5% 6 11 17 11 x
5 Cakupan Rumah Tangga yang mengkonsumsi garam beryodium KK 70% 60 x
Jumlah desa yang diperiksa 3
Jumlah desa baik (Desa Baik= 20 anak beryodium) 3
6 Penanggulangan Anemi
Balita balita 40 20 20 40 100
Murid SD/MI anak 100 32 68 100 100
WUS/Pondok Pesantren orang 100 100 100 100

C PEMANTAUAN STATUS GIZI x x x


1 Desa bebas rawan gizi. ( KEP total PSG) Desa 85% 3 100 x
2 Balita naik berat badannya (N/D) Anak 80% 1.340 1.352 2.692 110 x
3 Persentase Balita yang ditimbang berat badannya Anak 85% 1.521 1.536 3.057 107 x
4 Jumlah balita Gizi Buruk tanda-tanda klinis Anak 0% 0 x
5 Balita KEP Ringan (BGT/D) anak < 10% 17 48 65 21 x

IV KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KELUARGA BERENCANA


A Kesehatan Ibu x x x
1 Pelayanan Kesehatan bagi Bumil sesuai standard, untuk kunjungan Ibu Hamil 94% x
lengkap (K4) 638 91

2 Drop out K1 - K4 Ibu Hamil 100 13 x

3 Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten Ibu Bersalin 94% 621 93 x

4 Pelayanan Nifas Lengkap sesuai standar Ibu Nifas 97% 619 90 x

5 Pelayanan Maternal Risti/komplikasi yang ditangani Ibu Hamil 91% 155 114 x

ibu
6 Jumlah kematian maternal yang diaudit meninggal jml kematian ibu 0 0

B Kesehatan Bayi x x 111


1 Pelayanan Neonatal Risti/Komplikasi yang ditangani Bayi 80% 58 43 101 125 x

2 Pelayanan Neonatal sesuai standar (KN lengkap) Bayi 99% 334 279 613 92 x
3 Pelayanan Bayi Paripurna Bayi 97% 342 327 669 99 x

4 Cakupan BBLR yang ditangani Bayi 100% 8 17 25 100 x

C Upaya Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah x x x 107


1 Pelayanan kesehatan anak Balita Anak balita 90% 1.305 1.247 2.579 107 x

2 Pelayanan kesehatan Anak Pra Sekolah Anak Pra 90% x


sekolah
613 666 1.279 107

D Pelayanan Keluarga Berencana x x x 154


1 Cakupan KB aktif (contraceptive prevalence rate/CPR) PUS 70% PUS 7.974 124 x

2 Cakupan peserta KB baru Orang 10% PUS 1.711 186 x

V UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR


A Diare x x x 104
10% x 214 /
1000 x Jml
1 Penemuan penderita Diare yang diobati di Puskesmas dan Kader kasus Pddk Pusk. 443 552 995 116 x

2 Cakupan pelayanan Diare % 100% 443 552 995 100 x

3 Angka penggunaan oralit % 100% 830 83 x

4 Angka penggunaan RL % 1% 320 3.556 x

5 Proporsi penderita diare balita yang diberi tablet Zinc kasus 100% 223 194 417 100 x
6 Case Fatality Rate KLB Diare % < 1% 0 0 x

B ISPA x x x 1,7
10% jumlah
penduduk balita
1 Cakupan penemuan penderita Pnemonia balita kasus x 90% 4 1 5 1,7 x

C KUSTA x x x 89
1 Penemuan Penderita Kusta Baru (Case Detection Rate) orang >5% 0 2 2 67 x

2 Proporsi kasus kusta anak % < 5% 0 0 0 0 x

3 Proporsi kasus kusta Tk II % < 5% 0 0 0 0 x

4 Proporsi kasus baru MB % < 30% 0 2 2 x

5 RFT Rate penderita PB % 95% 1 0 1 100 x

6 RFT Rate penderita MB % 90% 4 1 5 100 x

D TB PARU x x x 49,92
10,7/1000 x
Jumlah
1 Penemuan suspect penderita TB Orang Penduduk 93 141 234 55 x
2 Proporsi Pasien TB Paru BTA Positif diantara suspek TB % 10% 11 15 26 60 x
3 Angka keberhasilan pengobatan pasien baru BTA positif % 100% 4 5 9 35 x
4 Pengiriman slide TB untuk cross check (untuk laboratorium PPM & PRM) Kali 4 kali 0 0 x

F Demam Berdarah Dengue (DBD) x x x 97,52


52/100.000
1 Insidens kasus DBD kasus penduduk 11 12 23 100 x

2 Prosentase Penderita DBD ditangani orang 100% 11 12 23 100 x


3 Case Fatality Rate Kasus (CDR) penyakit DBD % < 1% 0 0 0 0 x

4 Angka Bebas Jentik ( ABJ ) % > 95% 88 93 x


5 Jumlah wilayah KLB DBD desa . 3 100 x

100% penderita
6 Cakupan Penyelidikan Epidemiologi (PE) % DBD di PE 95 95 x

I Pelayanan Imunisasi*) x x x x
1 Imunisasi HB 0 - 7 hari pada bayi % 90% (643) 339 266 605 94,09 x
2 Imunisasi BCG pada bayi % 95% (643) 346 275 621 96,58 x
3 Imunisasi DPT/HB 1 pada bayi % 95% (643) 348 289 637 99,07 x
4 Imunisasi DPT/HB 3 pada bayi % 90% (643) 348 303 651 101,24 x
5 Imunisasi Campak pada bayi % 90% (643) 352 327 679 105,60 x
6 Drop Out DPT /HB 1 - Campak % -10% s.d. 10% -4 -38 -2,4 100 x
7 Drop Out DPT /HB 1 - DPT/HB 3 % -10% s.d. 10% -0 -14 -14 100 x
8 UCI Desa % 95% 100 x
9 Imunisasi DT pada anak kelas 1 SD % 95%(769) 346 423 769 100 x
10 Imunisasi campak pada anak kelas 1 SD % 95%(769) 346 423 769 100 x
11 Imunisasi TT pada anak SD kelas 2 dan 3 % 95%(769) 644 721 1.365 177,503251 x
12 Imunisasi TT 5 pada WUS (15-45 tahun) % 85%(1365) 1365 100 x
13 Pemantauan suhu lemari es vaksin hari 2 kali
14 Ketersediaan vaksin % 100%

J Pengamatan Penyakit (surveilance Epidemiologi) x x x x


1 Laporan STP (surveilan Terpadu Penyakit) yang tepat waktu % 80% x
2 Kelengkapan Laporan STP (surveilan Terpadu Penyakit) % 90% x
3 Laporan C1 (campak) yang tepat waktu % 80% x
4 Kelengkapan Laporan C1 (campak) % 90% x
5 Laporan W2 (mingguan)yang tepat waktu % 80% x
6 Kelengkapan Laporan W2 (mingguan) % 90% 90 100 x
7 Grafik penyakit potensial wabah % 100% x
8 Laporan KIPI Zero reporting % 90% x
9 Desa/kelurahan yang mengalami KLB ditanggulangi < 24 jam % 100% x

VI UPAYA PENGOBATAN
A Pengobatan x x x 113,64
18.48 % X jml
a Jumlah kunjungan baru Kunjungan pddk 5.363 5.582 10.945 145,6 x
Jumlah kunjungan lama : ...............22080............Kunjungan Kunjungan 22.080
b Visit rate % 60 % X jml pddk 13.415 13.963 27.378 112,2 x
54 % X jumlah
c Jumlah kasus baru kasus penduduk 8.606 8.958 17.564 80,0 x
d Contact rate kali 1.5 kali 1,75 116,70 x
- Jumlah kasus baru ..................17564.....................kasus 8.606 8.958 17.564
- Jumlah kasus lama ........................9819......................kasus 4.811 5.008 9819
- Jumlah kunjungan kasus lama ...................3364...............kasus 1.648 1.716 3364

B Penanganan Kasus Gawat Darurat x x x 100


Jumlah kasus GD yg ditemukan ...................... Kasus Penderita 5145 5145
Jumlah kasus GD yang ditangani di Puskesmas 100 % kasus
1 Kasus GD ditemukan . . 5145 100 100
a Maternal ........685....... Kasus 685
b Neonatal .................. Kasus 60
c Bayi .................. Kasus 89
d Anak Balita .................. Kasus 290
e Kasus Kec Laka Lantas
- Luka Ringan .................. Kasus 943
- Luka Berat .................. Kasus 0
- Mati .................. Kasus 0
f Penyakit potensi KLB .................. Kasus 2451
g Lain-lain .................. Kasus
2 Jumlah kasus GD yang dirujuk ke RS ( target 25% kasus GD ditangani ) Kasus 25% kasus GD . . 576 45
yang ditangani.
a Maternal .................. Kasus 284
b Neonatal .................. Kasus 35
c Bayi .................. Kasus 7
d Anak Balita .................. Kasus 10
- Luka Ringan .................. Kasus
- Luka Berat .................. Kasus 112
- Mati .................. Kasus 30
e Kasus Kec Laka Lantas 0
f Penyakit potensi KLB .................. Kasus 0
g Lain-lain .................. Kasus 96

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
C x x
1 Pemeriksaan Laboratorium Sederhana di Puskesmas
Darah rutin 20% jml kunj.
a spesimen Kasus baru . . 2920 83,12 x
Urine rutin 10% jml kunj.
b spesimen Kasus baru . . 2471 140,72 x
Feces ( termasuk telur cacing) 5% jml kunj.
c spesimen Kasus baru . . 0 0 x
2 Pemeriksaan Spesimen lain
a Diperiksa di Puskesmas spesimen 4496
b Dirujuk spesimen 3175

VARIABEL PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS PROGRAM PENGEMBANGAN

NO JENIS KEGIATAN SATUAN PENCAPAIAN (H)


TARGET CAKUPAN
SASARAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) L P JUMLAH (SV) (V)
I Upaya Kesehatan Anak Usia sekolah dan Remaja x x x 108,60
1 Jumlah Murid yang dilakukan penjaringan kesehatannya Murid x x x 95,83
a. Murid kelas I SD/MI Murid 100% 362 352 714 97,81 x
b. Murid kelas VII SMP/MTs Murid 100% 439 352 791 96,23 x
c. Murid kelas X SMS/MA Murid 100% 853 788 1641 93,45 x
2 Frekuensi pembinaan kesehatan disekolah kali x x x 75,19
a. SD/MI.kali kali 8x 148 74,00 x
b. SMP/MTs.kali kali 8x 48 75,00 x
c. SMA/MA.kali kali 8x 49 76,56 x
3 Jumlah kader yang dilatih tentang kesehatan murid x x x 154,78
a. Murid SD/MI murid 220 260 480 113,48 x
b. Murid SMP/MTs murid 284 324 608 257,63 x
c. Murid SMS/MA murid 210 228 438 92,99 x
4 Cakupan pelayanan kesehatan remaja Remaja 15529 155,04 x

II Upaya Kesehatan Usia Lanjut x x x x 146,23


1 Posyandu /
1 Jumlah Posyandu lansia yang dibina Kelompok Desa 10 333,33 x
1 Kelompok /
2 Jumlah kelompok usila yang dibina kelompok Desa 2 66,67 x
3 Jumlah pralansia dan lansia baru yang dilayani kesehatannya Orang 60% 1696 84,93 x
4 Frekuensi pembinaan usila Bulan tiap bulan 12 100 x
III Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Gigi x x x x
Upaya Pembinaan / Pengembangan Kesehatan Gigi
1 100
a. Frekuensi penyuluhan Kesehatan gigi di murid TK (min. 2 kali
setahun) Kali 40 100 x
b. Demo sikat gigi masal di SD /MI ( 2 kali setahun ) Kali 48 100 x

2 Pelayanan Kesehatan Gigi


a. Jumlah perawatan gigi yang di tangani
1. Jumlah bumil yang di rawat Orang 56 18,86 x
2. Jumlah Apras yang di rawat Anak 321 120,68 x
3. Jumlah murid SD/MI yang mendapat pelayanan kesehatan gigi
paripurna Murid 2884 124,04 x
4. Jumlah Masyarakat umum yang di layani di Puskesmas Orang 1807 112,80 x
5. Jumlah balita yang di layani kesehatan giginya di Posyandu Balita 60% 2400 149,72 x
6 Jumlah bumil yang di layani kesehatan giginya di Posyandu Orang 60% 663 148,65 x
b. Kunjungan dokter gigi ke posyandu Orang 50% Posyandu 48 50,00 x
c. Rasio gigi tetap yang di tambal terhadap gigi yang di cabut % 1 x
1. Jumlah tumpatan gigi tetap
2. Jumlah Pencabutan gigi tetap

IV MALARIA x x x x
1 Penderita klinis malaria yang dilakukan pemeriksaan Sediaan Darah orang x
(SD) .. .. 0 0

2 Penderita positif malaria yang diobati sesuai standar (ACT) orang 0 0 x

3 Penderita positif malaria yang di Follow up % 0 0 x

V Pencegahan dan Penaggulangan PMS dan HIV / AIDS x x x


Jumlah anak sekolah (SMS sederajad) yang sudah dijangkau
1 penyuluhan % . x

2 Kelompok sasaran yang dijangkau kelompok 2 100 x

3 Kasus PMS yang diobati orang 100% 2 2 4 100 x

4 Klien yang mendapat penanganan HIV/ AIDS orang 100% . x

VI Pencegahan dan Penanggulangan Filariasis dan Schistozomiasis x x x


a. Kasus Filaria yang ditangani orang . 0 x
b. Presentase pengobatan selektif Schistozomiasis orang . 0 x
c. Presentase pengobatan selektif F.Buski orang . 0 x

VII Upaya Penyehatan Lingkungan x x x


a Upaya Perbaikan kualitas Kesehatan Lingkungan
1 Desa Percontohan Desa . 0 x
- Jumlah desa Percontohan Kesehatan Lingkungan
Dana bergulir : Rp.
Jumlah dana awal : Rp.
Jumlah dana sekarang : Rp.
2 Pembinaan HIPPAM Kali . 0 x
Frekuensi Penyuluhan HIPPAM/ POKMAIR
Jumlah HIPPAM
=HIPPAM
Jumlah Kegiatan Penyuluhan
=.Kegiatan
b Pengendalian Vektor
1 Kepadatan Lalat TPS/TPA . 0 x
- Jumlah Kegiatan pengukuran Kepadatan Lalat Kegiatan
- Jumlah ditindaklanjuti dengan penyuluhan/ penyemprotan
2 Kepadatan Nyamuk Aedes Aegypti lokasi 3 100 x
- Jumlah lokasi perindukan nyamuk diawasi
House Index=88,22% Rumah 11805
- Jumlah rumah yang diabatisasi Kegiatan 150
- Jumlah kegiatan gerakan massal 3M Kegiatan
- Jumlah kegiatan fogging didaerah perindukan nyamuk
3 Kepadatan nyamuk Anopheles Lokasi . x
- Pemantauan kepadatan nyamuk
Monbitten ratio
=Gigitan/orang/jam Lokasi
Jumlah ditindaklanjuti:
Jumlah Larvaciding
=Tempat
Jumlah biological control =..
..Tempat
Penyemprotan nyamuk
=Tempat

IX Puskesmas dengan Rawat Inap x x .


1 penderita 1,73 % jmlh 2872 414 x
Jumlah penderita yang dirawat penduduk ..
2 Jumlah Hari Perawatan hari 5390 62,56 x
3 Jumlah Tempat Tidur buah 22 100 x
4 BOR % 100% 67,2 100 x
5 ALOS % 100% 1,87 70 x
6 BTO (Bed Turn Over) % 100% 130,54 50 x
7 TOI ( Turn of Interval) % 100% 0,92 50 x
8 Asuhan Keperawatan Pasien Rawat Inap penderita 100 % Jml pasien
Rwt Inap
414 100 x

X Puskesmas Rawat Inap PONED x x 69,5


1 Jumlah penderita Maternal risti / komplikasi penderita 20 % jumlah bumil 685 92,2 x
2 60 46,8 x
Jumlah penderita Neonatal risti / komplikasi penderita 20 % jumlah bayi
XI Laboratorium
1 Planotes Pemeriksaa
n
2 Gula darah sewaktu Pemeriksaa
n
3 Gula darah 2 jam PP Pemeriksaa
n
4 Gula darah puasa Pemeriksaa
n
5 Tes widal/ Tubex Pemeriksaa
n
6 HBsAg Pemeriksaa
n
7 Anti HBsAg Pemeriksaa
n
8 SGOT Pemeriksaa
n
9 SGPT Pemeriksaa
n
10 Albumin Pemeriksaa
n
11 Globulin Pemeriksaa
n
12 Total Protein Pemeriksaa
n
13 Alkali Phospatase Pemeriksaa
n
14 Gama GT Pemeriksaa
n
15 Cholesterol Pemeriksaa
n
16 Trigliserid Pemeriksaa
n
17 LDL Cholesterol Pemeriksaa
n
18 HDL Cholesterol Pemeriksaa
n
19 Urea/BUN Pemeriksaa
n
20 Creatinin Pemeriksaa
n
21 Asam urat Pemeriksaa
n
22 BTA Sputum (suspek) Pemeriksaa
n
23 BTA Sputum (positif) Pemeriksaa
n
24 BTA Kusta (suspek) Pemeriksaa
n
25 BTA Kusta (positif) Pemeriksaa
n
26 Gonorhoe (preparat GO) Pemeriksaa
n
27 Trichomoniasis Pemeriksaa
n
28 Jamur/candidiasis Pemeriksaa
n
29 VDRL/RPR Pemeriksaa
n
30 TPHA Pemeriksaa
n
31 Anti HIV Pemeriksaa
n
32 Filariasis (preparat filaria) Pemeriksaa
n
33 Malaria (mikroskopis/RDT) Pemeriksaa
n
34 Malaria (P. falciparum positif) Pemeriksaa
n
35 Malaria (P. vivax positif) Pemeriksaa
n
36 Malaria (Mix, Pf+Pv) Pemeriksaa
n
XII Kesehatan Olah Raga
1 Pembinaan Kelompok/Club OR x x .
a Kelompok/Klub Olah Raga yang dibina Club 2x/Club/Th 17 121 x
b Pendataan Kelompok/Klub Olah Raga kali 1x/Th 7 100 x
c Pemeriksaan Kesehatan kali 1x/Th 7 100 x
d Penyuluhan Kesehatan Olah Raga kali 1x/Th 7 100 x
2 Pelayanan Kesehatan OR
a Konsultasi Kesehatan Olah Raga orang 100% kasus 680 100 x
b Pengukuran tingkat kebugaran jasmani orang 100% kasus 680 100 x
c Penanganan cedera Olah Raga Akut orang 100% kasus . 0 x
d Sebagai Tim Kesehatan pada event Olah Raga orang 100% kasus 1 100 x
XIII Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kemandirian Hidup Sehat x x .
Bina Kesehatan Tradisional
1 Jumlah BATTRA yang ada di Wilayah Batra 100% Batra yg 84 66,6 x
ada
2 Jumlah kelompok (Jenis) BATTRA yang ada di Wilayah klp/jenis 100% kelompok
Batra yg ada
0 0 x
Frekuensi Pembinaan BATTRA perorangan (Buku Kegiatan Pemb.
3 Perorangan) kali 84 .. x
Frekuensi Pembinaan BATTRA kelompok (Buku Kegiatan
4 Pemb.kelompok/jenis) kali 1x/Th 0 0 x
5 BATRA dengan ketrampilan yang punya izin (STP/SITP) % 100% 1 .. x
XIV Pemeriksaan Penunjang x x 100
1 Pemeriksaan USG kali 4055 405 100 x
2 Pemeriksaan EKG kali . . .. x
3 Pemeriksaan Lainnya. kali 0 0 0 x
XV Upaya Kesehatan Kerja x x x x
1 Frekuensi penyuluhan UKK yang dilakukan : kali . x
a. Pada kelompok pengusaha .. Kelompok kali 1x/Th . x
b. Pada kelompok pekerja .. Kelompok kali 2x setahun . x
2x pembinaan
2 Frekuensi pelatihan ketrampilan P3K pada kader kali setahun . x
Jumlah pekerja yang dilayani orang 15% jumlah
3 tenaga kerja . x
a penyakit umum pada pekerja orang
b diduga penyakit akibat kerja orang
c penyakit akibat kerja orang
d kecelakaan akibat kerja orang
XVI Upaya Kesehatan Jiwa / Mental x x x x
1 Jumlah kasus mental yang ditemukan dan ditangani ...345.. kasus 15% kunjungan x
Kasus Puskesmas
345 6,96
2 Jumlah kasus mental yang dirujuk .26Kasus kasus 20% kasus yang
ditemukan
26 38,24
3 Jumlah kasus pasung di wilayah puskesmas orang 0 0 0,00 x
4 Frekuensi penyuluhan kesehatan mental (Kesehatan Jiwa,NAPZA kali 1x/desa/Kel.
dll) potensial/ Th
9 100,00
XVII Upaya Kesehatan Mata/Pencegahan Kebutaan x x x x
1 Jumlah orang yang diperiksa matanya ( visus katarak ) 33%jumlah 5,48 x
% penduduk 736
15% jumlah
penduduk yg
2 Penemuan kasus penyakit mata di Puskesmas % diperiksa 344 5,72 x
3 Penemuan kasus buta katarak usia > 45 tahun di Puskesmas % 46 100 x
4 Pelayanan rujukan kasus mata orang 10% kasus mata 115 338,2 x
XVII
I Upaya Kesehatan Telinga / Pencegahan Gangguan Pendengaran x x x x
1 Jumlah orang yang diperiksa kesehatan telinganya 33%jumlah x
orang penduduk 639 4,83
2 Penemuan Kasus penyakit telinga di Puskesmas orang 15% kunjungan x

Puskesmas
242
x
3 Penemuan Kasus penyakit telinga yang dirujuk orang 10% kasus telinga
XIX Perawatan Kesehatan Masyarakat x x 96,65
1 Kegiatan Asuhan Keperawatan pada Keluarga Rawan keluarga sesuai target yg
diedarkan pada
pertemuan PHN x
thn 2013 296 91,93
2 Kegiatan Asuhan Keperawatan pada Kelompok Masyarakat kelompok 50% jumlah
x
kelompok 7 116,67
3 Pemberdayaan dalam upaya kemandirian pada keluarga lepas asuh keluarga 50% kk yang telah
x
dibina 131 81,37
XX Upaya Kesehatan Matra x x
1 Jumlah calon jamaah haji yang diperiksa Orang 100% pendaftar
x
haji 36 100
2 Jumlah calon jamaah Haji yang dibina kesehatannya Orang 100% jamaah haji
yg berangkat x
35 100
3 Jumlah jamaah haji yang dilacak Orang 100% jamaah haji 35 100 x
4 Jumlah calon transmigran/ transmigran yang diperiksa Orang 100% calon
x
transmigran 0
5 Kejadian bencana yang ditindalanjuti dengan RHA dan penanganan Orang 100% kejadian
x
bencana 0
XXI Pembiayaan Kesehatan x x
a Pelayanan Kesehatan
1 RJTP orang sasaran
masyarakat x
miskinx 15% 30156 155,84
2 RITP orang 1201 100 x
b Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
jmlh sasaran ibu x
1 K4 orang hamil x 90% 638 95,51
jmlh sasaran ibu x
2 Linakes orang bersalin x 90% 621 97,34
sasaran bayi lahir x
3 KN2 bayi hidup x 100% 621 92,00
c Penggunaan Identitas
1 Jamkesmas orang 2052 106,05 x
2 Kartu lain / SKM / SKTM orang 0 0 x
d Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat ( JPKM / Dana Sehat )

Pola Pendekatan Dana Sehat / JPKM : 30% dari jumlah 0


penduduk ..
1 Dana Sehat Pola Posyandu..Posy.Orang ( Regester ) jiwa 0
2 Dana Sehat Pola KUD.Orang ( Regester ) jiwa 0
3 Dana Sehat Pola UKS. Orang ( Regester ) jiwa 0
4 Dana Sehat Pola UKKPershOrang ( Regester ) jiwa 0
5 Dana Sehat Pola Perguruan Tinggi..Orang ( Regester ) jiwa 0
Dana Sehat Pola Pondok Pesantren..PP.Orang
6 (Regester) jiwa 0
II. BAB III ANALISA HASIL KEGIATAN
III. A. Analisa Hasil Kegiatan per Program

III. Berdasarkan hasil kegiatan ada beberapa variabel kegiatan yang belum
mencapai target yaitu :
A. Program Kesehatan Ibu dan Anak
Cakupan K4 91% (94) terjadi merata di 3 desa yaitu Ambulu, Karanganyar dan
Tegalsari
- Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan minimal 4
kali
- Kurangnya koordinasi bidan dan kader dalam pemantauan ibu hamil di
wilayah Posyandu
Cakupan Linakes 90% (97%) terjadi pada Desa Ambulu (84%) dan Tegalsari
(89%)
- Kurangnya koordinasi/kemitraan bidan,dukun dan kader dalam pemantauan
ibu hamil
- Kurangnya koordinasi dengan BPS
IV.
Pelayanan Neonatal sesuai standar (KN Lengkap) 91.7% (99%) terjadi pada
semua desa
- Kunjungan rumah pada bayi kurang
- Laporan BPS belum optimal
V.
B. Program Kesehatan Lingkungan
Tempat tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat masih kurang (40%)
terutama pada institusi sekolah dan pasar
- Kurangnya kesadaran pihak sekolah tentang sanitasi
- Sanitasi yang baik bukan pra syarat dalam pendirian sekolah
Cakupan klinik sanitasi 15% (100%)
- Belum tersedianya sarana prasarana yang memadai
- Kurangnya petugas kesehatan lingkungan sehingga tidak dapat selalu berada
dalam klinik sanitasi

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 68,87% (85%)
- Kegiatan STBM hanya mentargetkan 1 kali kegiatan untuk 1 desa per tahun
VI.
VII.
C. Program Pemberantasan Penyakit Menular
Cakupan penemuan penderita Pneumonia Balita 2% (90%)
- Kurangnya pengetahuan masyarakat terutama kader tentang pneumonia
- Kurangnya frekuensi petugas dalam melaksanakan kunjungan rumah pada
balita
Penemuan suspek penderita TB 234 (428)
- Kurangnya koordinasi/kemitraan petugas dengan kader dalam penemuan
suspek TB
Angka Bebas Jentik 92,6% (> 95%)
- Perubahan musim penghujan yang lebih panjang dari biasanya
- Kesadaran masyarakat terhadap kegiatan 3M masih kurang
VIII.
D. Program Promosi Kesehatan dan UKBM
Pendataan Batra 66,5% (100%)
- Kurangnya tenaga untuk pendataan
- Tidak tersedianya dana untuk pembinaan Batra
- Kurangnya pengetahuan pelaku Batra akan pentingnya mendaftarkan diri di
Puskesmas
IX.
E. Program Pelayanan Kesehatan
Jumlah ibu hamil yang dirawat di puskesmas kurang dari target (56 orang dari
target 297 bumil)
- Kerja sama lintas program belum optimal
- Penjaringan di posyandu kurang
Jumlah kasus mental yang ditemukan tidak memenuhi target 7% (15%)
- Penjaringan belum optimal
- Koordinasi lintas program kurang
X.
XI.
XII.
XIII.
XIV.
XV.
II. B. PENENTUAN PRIORITAS MASALAH
i. Program Kesehatan Ibu dan Anak
Cakupan K4 91% (94) terjadi merata di 3 desa yaitu Ambulu, Karanganyar dan
Tegalsari
XVI.
XVII. XVIII. URAI XIX. XX. XXI. XXII. XXIII. XXIV.
N AN VARIABEL C A R L JUM RANGKIN
O LA G
H

XXV. XXVI. Kuran


1 gnya kesadaran ibu hamil untuk XXVII. XXVIII. XXIX. XXX. XXXI. XXXII.

memeriksakan kehamilan minimal 3 3 3 1 10 I

4 kali
XXXIII.
XXXIV. Kuran
2 gnya koordinasi bidan dan kader XXXV. XXXVI. XXXVII.XXXVIII.
XXXIX. XL.

dalam pemantauan ibu hamil di 3 2 3 1 9 II

wilayah Posyandu
XLI.
Cakupan Linakes 90% (97%) terjadi pada Desa Ambulu (84%) dan Tegalsari
(89%)
XLII. XLIII. URAI XLIV. XLV. XLVI. XLVII. XLVIII. XLIX.
N AN VARIABEL C A R L JU RANG
M KING
L
A
H
L. LI. Kuran
1 gnya koordinasi/kemitraan LII. LIII. LIV. LV. LVI. LVII.
bidan,dukun dan kader dalam 3 2 3 1 9 II
pemantauan ibu hamil

LVIII.
LIX. Kuran
2 gnya koordinasi dengan BPS LX. LXI. LXII. LXIII. LXIV. LXV.
3 3 3 1 10 I

LXVI.
Pelayanan Neonatal sesuai standar (KN Lengkap) 91.7% (99%) terjadi pada
semua desa
LXVII. LXVIII. LXIX. LXX. LXXI. LXXII. LXXIII. LXXIV.
NO URAIAN C A R L JUMLAH RANGKING
VARIABEL

LXXV. LXXVI. LXXVII.


LXXVIII.
LXXIX.LXXX.LXXXI. LXXXII.
1 Kunjungan rumah 3 2 3 1 18 I
kurang
LXXXIII.LXXXIV. LXXXV.
LXXXVI.
LXXXVII.
LXXXVIII.
LXXXIX. XC.
2 Laporan BPS belum 2 2 2 1 8 II
optimal

XCI.
XCII.
XCIII.
XCIV.
XCV.
XCVI.
XCVII.
XCVIII.
ii. Program Kesehatan Lingkungan
Tempat tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat masih kurang (40%)
terutama pada institusi sekolah dan pasar
XCIX. C. CI. CII. CIII. CIV. CV. CVI.
NO URAIAN C A R L JUMLAH RANGKING
VARIABEL

CVII. CVIII. CIX. CX. CXI. CXII. CXIII. CXIV.


Kurangnya kesadaran
1 3 2 3 1 18 I
pihak sekolah tentang
sanitasi
CXV. CXVI. CXVII. CXVIII.CXIX. CXX. CXXI. CXXII.
Sanitasi yang baik
2 2 2 2 1 8 II
bukan pra syarat dalam
pendirian sekolah
CXXIII.
Cakupan klinik sanitasi 15% (100%)
CXXIV. CXXV. CXXVI.CXXVII.
CXXVIII.
CXXIX.CXXX. CXXXI.
NO URAIAN C A R L JUMLAH RANGKING
VARIABEL

CXXXII.CXXXIII. CXXXIV.
CXXXV.
CXXXVI.
CXXXVII.
CXXXVIII. CXXXIX.
Belum tersedianya
1 3 2 3 1 18 I
sarana prasarana yang
memadai
CXL. CXLI. CXLII. CXLIII.CXLIV.CXLV. CXLVI. CXLVII.
Kurangnya petugas
2 2 2 2 1 8 II
kesehatan lingkungan
sehingga tidak dapat
selalu berada dalam
klinik sanitasi
CXLVIII.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 68,87% (85%)
CXLIX. CL. CLI. CLII. CLIII. CLIV. CLV. CLVI.
NO URAIAN C A R L JUMLAH RANGKING
VARIABEL

CLVII. CLVIII. CLIX. CLX. CLXI. CLXII. CLXIII. CLXIV.


Belum tersedianya
1 3 2 3 1 18 I
sarana prasarana yang
memadai
CLXV. CLXVI. CLXVIII.
CLXIX.CLXX. CLXXI.CLXXII. CLXXIII.
2 Kegiatan STBM 2 2 2 1 8 II
hanya mentargetkan 1
kali kegiatan untuk 1
desa per tahun
CLXVII.
CLXXIV.
CLXXV.
iii. Program Pemberantasan Penyakit Menular
Cakupan penemuan penderita Pneumonia Balita 2% (90%)
CLXXVI.CLXXVII. CLXXVIII.
CLXXIX.
CLXXX.
CLXXXI.
CLXXXII. CLXXXIII.
NO URAIAN C A R L JUMLAH RANGKING
VARIABEL

CLXXXIV.
CLXXXV. CLXXXVI.
CLXXXVII.
CLXXXVIII.
CLXXXIX.
CXC. CXCI.
Kurangnya pengetahuan
1 3 2 3 1 18 I
masyarakat terutama
kader tentang
pneumonia
CXCII. CXCIII. CXCIV.CXCV. CXCVI.CXCVII.
CXCVIII. CXCIX.
Kur
2 2 2 2 1 8 II
a
n
g
n
y
a

f
r
e
k
u
e
n
s
i
p
e
t
u
g
a
s

d
a
l
a
m

m
e
l
a
k
s
a
n
a
k
a
n

k
u
n
j
u
n
g
a
n

r
u
m
a
h

p
a
d
a

b
a
l
i
t
a
CC.
CCI.
CCII.
Penemuan suspek penderita TB 234 (428)
CCIII. CCIV. CCV. CCVI. CCVII. CCVIII.CCIX. CCX.
NO URAIAN VARIABEL C A R L JUMLAH RANGKING

CCXI. CCXII. CCXIII.CCXIV.CCXV. CCXVI.CCXVII. CCXVIII.


1 Kurangnya 2 2 1 1 4 I
koordinasi/kemitraan
petugas dengan kader
dalam penemuan suspek
TB
CCXIX.CCXX. CCXXI.CCXXII.CCXXIII.
CCXXIV.
CCXXV. CCXXVI.
2 Pengiriman suspek 2 1 1 1 2 II

CCXXVII.
Angka Bebas Jentik 92,6% (> 95%)
CCXXVIII.
CCXXIX. CCXXX.CCXXXI.
CCXXXII.
CCXXXIII.
CCXXXIV. CCXXXV.
NO URAIAN VARIABEL C A R L JUMLAH RANGKING

CCXXXVI.
CCXXXVII. CCXXXVIII.
CCXXXIX.
CCXL. CCXLI. CCXLII. CCXLIII.
1 Kesadaran masyarakat 2 2 1 1 4 I
terhadap kegiatan 3M
masih kurang
CCXLIV.CCXLV. CCXLVI.
CCXLVII.
CCXLVIII.
CCXLIX.
CCL. CCLI.
2 Perubahan musim 2 1 1 1 2 II
penghujan yang lebih
panjang dari biasanya
CCLII.
iv. Program Promosi Kesehatan dan UKBM
Pendataan Batra 66,5% (100%)
CCLIII. CCLIV. CCLV. CCLVI. CCLVII.CCLVIII.
CCLIX. CCLX.
NO URAIAN VARIABEL C A R L JUMLAH RANGKING

CCLXI. CCLXII. CCLXIII.


CCLXIV.
CCLXV.CCLXVI.
CCLXVII. CCLXVIII.
Kurangnya pengetahuan
1 3 3 2 1 18 I
pelaku Batra akan
pentingnya
mendaftarkan diri di
Puskesmas
CCLXIX.CCLXX. CCLXXI.
CCLXXII.
CCLXXIII.
CCLXXIV.
CCLXXV. CCLXXVI.
Tidak tersedianya dana
2 1 3 1 2 6 II
untuk pembinaan Batra
CCLXXVII.
CCLXXVIII. CCLXXIX.
CCLXXX.
CCLXXXI.
CCLXXXII.
CCLXXXIII. CCLXXXIV.
3 Kurangnya tenaga untuk 2 2 1 1 4 III
pendataan
CCLXXXV.
CCLXXXVI.
CCLXXXVII.
CCLXXXVIII.
CCLXXXIX.
CCXC.
CCXCI.
CCXCII.
CCXCIII.
CCXCIV.
CCXCV.
CCXCVI.
v. Program Pelayanan Kesehatan
Jumlah ibu hamil yang dirawat gigi di puskesmas kurang dari target (56 orang
dari target 297 bumil)
CCXCVII.CCXCVIII. CCXCIX.
CCC. CCCI. CCCII. CCCIII. CCCIV.
NO URAIAN VARIABEL C A R L JUMLAH RANGKING

CCCV.
1 CCCVI. CCCVII.CCCVIII.
CCCIX.CCCX. CCCXI. CCCXII.
Kerja sama lintas 2 2 1 1 4 I
program <

CCCXIII.
2 CCCXIV. CCCXV.CCCXVI.
CCCXVII.
CCCXVIII.
CCCXIX. CCCXX.
Penjaringan di 2 1 1 1 2 II
Posyandu <

CCCXXI.
CCCXXII.
Jumlah kasus mental yang ditemukan tidak memenuhi target 7% (15%)
CCCXXIII.
CCCXXIV. CCCXXV.
CCCXXVI.
CCCXXVII.
CCCXXVIII.
CCCXXIX. CCCXXX.
NO URAIAN VARIABEL C A R L JUMLAH RANGKING

CCCXXXI.
CCCXXXII. CCCXXXIII.
CCCXXXIV.
CCCXXXV.
CCCXXXVI.
CCCXXXVII. CCCXXXVIII.
1 Penjaringan kurang 2 2 1 1 4 I

CCCXXXIX.
CCCXL. CCCXLI.
CCCXLII.
CCCXLIII.
CCCXLIV.
CCCXLV. CCCXLVI.
2 Koordinasi lintas 2 1 1 1 2 II
program belum optimal

CCCXLVII.
vi. Program Gizi
Asi Eksklusif kurang pada desa Tegalsari
CCCXLVIII.
CCCXLIX. CCCL. CCCLI. CCCLII.CCCLIII.
CCCLIV. CCCLV.
NO URAIAN VARIABEL C A R L JUMLAH RANGKING

CCCLVI. CCCLVII. CCCLVIII.


CCCLIX.
CCCLX.CCCLXI.
CCCLXII. CCCLXIII.
1 Pengetahuan keluarga 2 2 1 1 4 I
kurang

CCCLXIV.
CCCLXV. CCCLXVI.
CCCLXVII.
CCCLXVIII.
CCCLXIX.
CCCLXX. CCCLXXI.
2 Koordinasi lintas 2 1 1 1 2 II
program belum optimal

CCCLXXII.
Pemberian Fe3 kurang dari target pada desa Karanganyar
CCCLXXIII.
CCCLXXIV. CCCLXXV.
CCCLXXVI.
CCCLXXVII.
CCCLXXVIII.
CCCLXXIX. CCCLXXX.
NO URAIAN VARIABEL C A R L JUMLAH RANGKING

CCCLXXXI.
CCCLXXXII. CCCLXXXIII.
CCCLXXXIV.
CCCLXXXV.
CCCLXXXVI.
CCCLXXXVII. CCCLXXXVIII.
1 K1 Akses lebih banyak 2 2 1 1 4 I
dari K1 Murni

CCCLXXXIX.
CCCXC. CCCXCI.
CCCXCII.
CCCXCIII.
CCCXCIV.
CCCXCV. CCCXCVI.
2 Koordinasi dengan 2 1 1 1 2 II
BPS belum optimal

CCCXCVII.
Pemberian Fe Bufas kurang dari target pada desa Ambulu
CCCXCVIII.
CCCXCIX. CD. CDI. CDII. CDIII. CDIV. CDV.
NO URAIAN VARIABEL C A R L JUMLAH RANGKING

CDVI. CDVII. CDVIII.CDIX. CDX. CDXI. CDXII. CDXIII.


1 Linakes belum 100% 2 2 1 1 4 I

CDXIV. CDXV. CDXVI.CDXVII.CDXVIII.


CDXIX.CDXX. CDXXI.
2 Koordinasi dengan 2 1 1 1 2 II
BPS belum optimal

CDXXII.
CDXXIII.
CDXXIV.
CDXXV. BAB V. Rencana Usulan Kegiatan (RUK)
CDXXVI. Rencana Usulan Kegiatan tahun 2014 berikut ini :
CDXXVII.
CDXXVIII.
CDXXIX.
CDXXX.
CDXXXI.
CDXXXII.
CDXXXIII.
CDXXXIV.
CDXXXV.
CDXXXVI.
CDXXXVII.
CDXXXVIII.
CDXXXIX.
CDXL.
CDXLI.
CDXLII.
CDXLIII.
CDXLIV.
CDXLV.
CDXLVI.
CDXLVII.
CDXLVIII.
CDXLIX.
CDL.
CDLI.
CDLII.
CDLIII.
CDLIV.
CDLV.
CDLVI.
CDLVII.
CDLVIII.
CDLIX.
CDLX.
CDLXI.
CDLXII.
CDLXIII. BAB VI. Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)
CDLXIV. Rencana Pelaksanaan Kegiatan berikut ini :
CDLXV.
CDLXVI.
CDLXVII.
CDLXVIII.
CDLXIX.
CDLXX.
CDLXXI.
CDLXXII.
CDLXXIII.
CDLXXIV.
CDLXXV.
CDLXXVI.
CDLXXVII.
CDLXXVIII.
CDLXXIX.
CDLXXX.
CDLXXXI.
CDLXXXII.
CDLXXXIII.
CDLXXXIV.
CDLXXXV.
CDLXXXVI.
CDLXXXVII.
CDLXXXVIII.
CDLXXXIX.
CDXC.
CDXCI.
CDXCII.
CDXCIII.
CDXCIV.
CDXCV.
CDXCVI.
CDXCVII.
CDXCVIII.
CDXCIX.
D.
DI. BAB. VII. PENUTUP
DII. Dengan selesainya penyusunan POA Puskesmas Ambulu maka kami
berharap agar semua Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dapat dilaksanakan dengan
optimal oleh Penanggung Jawab.

DIII. Keberhasilan pelaksanaan program di Puskesmas Ambulu, selain


ditentukan oleh pemahaman setiap Penanggung Jawab terhadap pedoman kerjanya, juga
ditentukan untuk dedikasi setiap Penanggung Jawab dalam melayani masyarakat.

DIV. Dukungan serta kerja sama lintas sektoral, tokoh masyarakat dan
peran aktif masyarakat sangat kami butuhkan dalam pelaksanaan program puskesmas.

DV. Kami berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Jember memberikan


umpan balik hasil kinerja Puskesmas Ambulu yang akan kami jadikan sebagai bahan
evaluasi kinerja kami.

DVI. Kepada seluruh staf Puskesmas Ambulu, marilah kita membangun,


satu komitmen bahwa kita bekerja secara professional dan ikhlas dalam melayani
masyarakat agar Puskesmas Ambulu lebih bermanfaat bagi masyarakat.
DVII.

DVIII.

DIX. Kepala Puskesmas Ambulu

DX.

DXI.

DXII.dr. S W I N A S I S

DXIII.NIP. 19600930 198902 1 001

DXIV.

DXV.
DXVI.
DXVII.
DXVIII.
DXIX.