Anda di halaman 1dari 1

Tes Gangungan menelan

Gangguan menelan akibat dari stroke "Swallowing Disorders After a Stroke," sering
disebut disfagia. Disfagia terjadi hingga 65% pada pasien stroke. Jika tidak diidentifikasi dan
dikelola, dapat menyebabkan gizi buruk, pneumonia dan peningkatan kecacatan. Aspirasi
(menghirup makanan atau minuman) adalah masalah umum untuk orang dengan disfagia. Hal ini
terjadi ketika bahan seseorang menelan memasuki jalan napas dan paru-paru mereka. Pasien
dengan disfagia harus dipantau setiap hari pada minggu pertama untuk mengidentifikasi
pemulihan yang cepat. Pengamatan harus dicatat sebagai bagian dari rencana perawatan. Berikut
adalah hal hal yang dapat dilakukan untuk tes ganguan penelanan:

1. Langkah pertama adalah pengamatan awal tingkat kesadaran pasien dan pengamatan tingkat
kontrol postural. Jika pasien mampu secara aktif bekerja sama dan mampu didukung dalam
posisi tegak prosedur juga harus mencakup:
a. pengamatan kebersihan mulut, membuka menutup mulut, wajah simetri, lidah dan uvula
pada garis tengah
b. Pengamatan sekresi, batuk, reflek menelan
c. tes menelan air menggunakan sendok teh
2. Mengevaluasi seberapa baik otot-otot di mulut bergerak.
3. Mengajukan pertanyaan untuk melihat apakah pasien dapat mengingat teknik yang mereka
perlukan untuk dilatih.
4. Mendengarkan suara pasien untuk gambaran bagaimana pita suara bekerja.

Tes menelan memberikan informasi untuk membantu membuat rencana perawatan.


Untuk membantu pasien mendapatkan kembali kemampuan menelan berikut adalah rencana
perawatan yang dapat dilakukan:
1. Umumnya meliputi latihan untuk meningkatkan koordinasi gerakan otot di mulut dan
tenggorokan.
2. Salah satu teknik memutar kepala ke satu sisi untuk memberikan perlindungan jalan napas.
3. Menyarankan memodifikasi makanan dan cairan yang mereka makan dan minum karena
beberapa makanan mungkin terlalu sulit untuk dikunyah.