Anda di halaman 1dari 28

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Merintis Wirausaha Baru Inovatif Melalui Pembuatan Sirup Apple Mangrove Sebagai
Minuman Menyegarkan dan Menyehatkan Untuk Bisnis yang Prospektif dan Feasibel
dengan Berbasis Home Industri

Bidang Kegiatan:

PKM Kewirausahaan

Diusulkan oleh :
Yanuar Indra Y. (1505 100 007)
Raindly Putri KD. (1505 100 024)
Widowati Sulistyo P. (1505 100 045)
Ista Ayuh P. (1505 100 017)
Gembong Suwito (2504 100 126)

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA 2007
PROPOSAL PROGAM KREATIFITAS MAHASISWA

A. JUDUL PROGAM

PEMANFAATAN TENAGA MATAHARI SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK RUMAH


PERKOTAAN BERDAYA 1300 WATT

B. LATAR BELAKANG MASALAH


Kebutuhan energi dan masalah lingkungan di abad 21 akan mengharuskan adanya
sistem pembangkit daya baru dengan efisiensi yang lebih besar dan lebih
bersahabat dengan lingkungan. Sehingga perlu dilakukan usaha-usaha untuk
mengurangi ketergantungan pada sumber energi minyak bumi melalui div
ersivikasi sumber energi termasuk pengembangan energi alternatif yang
memenuhi persyaratan energi masa depan yang murah, tersedia dalam jumlah
melimpah, fleksibel dan dalam penggunaan dan ramah terhadap lingkungan.
Semua persyaratan tersebut dapat dipenuhi dengan menggembangkan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hal ini didukung dengan letak Indonesia di daerah
khatulistiwa yang mendapat sinar matahari dalam jumlah besar sepanjang tahun,
sehingga sistem ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan penggunaannya.
Kebutuhan energi listrik di perkotaan yang begitu besar sangat perlu sekali
dicarikan sumber listrik alternatif yang fleksibel, rendah biaya, serta ramah
lingkungan salah satunya adalah dengan memanfaatkan tenaga matahari sebagai
pembangkit listrik untuk menggantikan penggunaan listrik PLN.

C. PERUMUSAN MASALAH
Rumusan Masalah dalam Program Kreativitas Kemahasiswaan dalam bidang Kewirausahaan ini
adalah:
1. Bagaimana mengawali kegiatan wirausaha baru berbasis produk inovatif sirup Apple
Mangrove sebagai minuman yang menyegarkan dan menyehatkan untuk
pemberdayaan masyarakat pesisir yang berbasis home industri
2. Bagaimana Memasarkan produk sirup Apple Mangrove agar menjadi Trademark khas
buah tangan Surabaya.
3. Bagaimana Analisa Feasibility dari Bisnis Pembuatan sirup Apple Manggrove.

D. TUJUAN PROGAM
Tujuan dari Program Kreativitas Kemahasiswaan dalam bidang kewirausahaan ini adalah:
1. Merintis wirausaha baru yang inovatif melalui usaha pembuatan sirup Apple
Mangrove sebagai minuman menyegarkan dan menyehatkan untuk pemberdayaan
masyarakat pesisir yang berbasis Home Industri.

2. Dapat memasarkan produk sirup Apple Manggrove agar menjadi Trademark khas
Oleh oleh Daerah Surabaya.
3. Dapat menunjukkan bahwa bisnis ini sangat Feasible untuk dijalankan mengingat
besarnya potensi dari bisnis ini..

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN


Sedangkan Luaran yang dapat diperoleh dalam jangka panjang adalah:
1. Terwujudnya ketrampilan berwirausaha bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat
memberikan kontribusi nyata untuk mengurangi pengangguran dengan menyerap tenaga
kerja melalui usaha pembuatan sirup Apple Mangrove, mengingat usaha ini menggunakan
prinsip padat karya.
2. Terbentuknya Branding produk ini menjadi Produk khas Daerah Surabaya.
3. Terciptanya masyarakat yang sehat dengan mengkonsumsi minuman beryodium dan
bervitamin C.
4. Terbentuknya kepedulian mahasiswa serta masyarakat terutama dalam upaya pelestarian
dan eksplorasi ekosistem mangrove secara sustainable.
5. Peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dengan pembuatan industri sirup ini yang
berbasiskan home industri dan padat karya.

F. KEGUNAAN PROGRAM
1. Meransang kreativitas dan daya inovasi mahasiswa untuk menghasilkan produk innovatif
yang bermanfaat
2. Membuka wawasan mahasiswa dan meningkatkan keterampilan dalam berwirausaha
sehingga mampu mengadapi pesaingan bebas dengan cara menjadi entrepreneur muda
indonesia.
3. Membuka wawasan masyarakat untuk memanfaatkan bagian non-kayu (bagian generatif)
dari ekosistem Mangrove
4. Membantu memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dalam usaha pemanfaatan
Mangrove yang seimbang antara ekonomis-ekologis
5. Memberikan stimulus untuk menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri terutama
bagi masyarakat pesisir pantai terutama penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal.

G. TINJAUAN PUSTAKA

1. Ide Produk

Saat ini ekosistem mangrove belum begitu diperhatikan,banyak terjadi pengrusakan


mangrove di berbagai tempat di Indonesia. Kegiatan perusakan ini terjadi karena masyarakat
belum memahami tentang pentingnya nilai mangrove baik secara ekologis maupun ekonomis. Ide
pembuatan usaha ini berasal dari adanya keinginan untuk meningkatkan nilai ekonomis hutan
mangrove dengan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem mangrove. Buah Mangrove Apple
dipilih sebagai bahan baku karena buah tersebut memiliki rasa, aroma, dan tekstur yang khas
sehingga berpotensi untuk dijadikan sirup. Keamanan, kelayakan konsumsi serta keunggulan dari
sirup dapat diketahui dari hasil penelitian pada tahun 2006 oleh Raindly dkk. Penelitian
memberikan hasil yang menunjukkan bahwa sirup Mangrove Apple telah layak dan aman untuk
dikonsumsi sesuai SNI 01-3544-1994. Selain itu sirup Mangrove Apple ini memiliki keunggulan
yang belum ditemui pada produk sirup di pasaran secara umum yaitu memiliki kandungan yodium
dan kaya vitamin C.

2. Deskripsi Usaha

Hasil penelitian Raindly dkk (2006) mempunyai peluang besar untuk dijadikan suatu
inovasi wirausaha baru berskala home industri. Wirausaha baru di bidang sirup Apple Mangrove
ini sangat potensial menjadi unit usaha baru karena produk tersebut merupakan suatu inovasi baru
di bidang industri sirup, selain itu keunggulan yang dimiliki produk tersebut belum dijumpai pada
produk sirup yang ada dipasaran. Nilai lebih dari produk tersebut adalah pemanfaatan sumberdaya
alam yang melimpah namun belum dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Oleh
karena itu pasokan bahan baku produk ini sangat melimpah di Indonesia. Keunggulan dari produk
ini antara lain manfaatnya bagi tubuh kita yaitu sangat baik untuk pertumbuhan, perkembangan,
kecerdasan, meningkatkan daya tahan tubuh dan perlindungan terhadap radikal bebas penyebab sel
kanker.
Nilai positif usaha ini adalah belum adanya usaha sejenis di pasaran, sehingga produk ini
belum memiliki kompetitor yang memiliki kesamaan produk dengan produk kami. Pembuatan
sirup ini secara massal dilakukan minimal dua kali selama setahun yaitu pada masa panen buah
tersebut. Terkait dengan kontinuitas produk sirup ini memiliki waktu produksi yang lebih baik
dibandingkan dengan sirup markisa. Sirup markisa diproduksi secara massal hanya sekali dalam
setahun pada masa panen markisa. Rencana untuk membuat usaha sirup mangrove apple ini
berawal dari animo masyarakat yang sangat antusias menyambut hadirya produk ini pada waktu
awal uji coba penjualan sirup yang telah dilakukan di PIMNAS XX di Lampung dan Wisuda ITS
ke-95 2007. Dari hasil uji coba diperoleh tanggapan sangat positif dari masyarakat dengan
hadirnya produk ini. Menurut mereka produk ini aneh, unik, enak dan belum ada produk lain yang
menyamai. Tanggapan positif dari masyarakat ini membuat mereka penasaran dengan produk sirup
kami dan banyak yang memesan untuk dijadikan sebagai minuman konsumsi sehari-hari.
Penyediaan produksi sirup yang sudah kami lakukan, memiliki kendala dalam hal
pemodalan awal usaha. Oleh sebab itu kami berinisiatif untuk menjadikan PKMP kami tentang
sirup ini menjadi PKMK. Dengan dijadikannya PKMP kami tahun lalu menjadi PKMK tahun ini
merupakan nilai lebih dari penelitian kami yaitu bernilai aplikatif sebagai usaha baru yang
bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir dan mengajak masyarakat umum untuk
membudidayakan ekosistem mangrove di daerah pesisir.
3. Tahap Pemasaran yang Telah Dilakukan
Meskipun banyak manfaat yang dapat diperoleh dari ekosistem mangrove namun
sayangnya sebagian besar dari pemanfaatan ekosistem mangrove yang telah dilakukan oleh
masyarakat umum cenderung bersifat merusak. Hal ini disebabkan karena masyarakat belum
banyak yang tahu tentang pemanfaatan bagian generatif dari ekosistem mangrove yang dapat
bernilai ekonomis. Belum banyaknya ragam makanan dan minuman olahan yang diolah dari
mangrove di pasaran merupakan factor utama yang memberi peluang produk sirup kami lebih
mudah bersaing dengan produk lain dan dapat diterima di pasaran. Selama ini yang memanfaatkan
produk olahan dari mangrove hanya ada di luar pulau jawa yaitu di balikpapan, penjualan yang
mereka lakukan pun dalam jumlah yang terbatas. Di luar negeri yang sudah mulai memanfaatkan
mangrove sebagai produk olahan dan ekowisata adalah singapura.

Kondisi diatas kami anggap sebagai peluang untuk menggembangkan sebuah inovasi
wirausaha baru di bidang sirup mangrove yang akan dipasarkan dengan merk dagang Mangrove
Apple. Kelebihan produk ini adalah bervitamin C dan beryodium. Selama ini di Negara kita
belum dijumpai adanya produk sirup yang mengandung yodium. Yodium sangat bermanfaat bagi
tubuh untuk perkembangan, pertumbuhan dan kecerdasan. Dibandingkan produk sejenis sari buah
yang ada di pasaran harga sirup mangrove apple cenderung lebih murah yaitu 20 ribu untuk botol
berukuran 750ml dan 10 ribu untuk botol berukuran 350ml.

Pemasaran berorientasi kepada produk dan pasar. Pemasaran yang berorientasi pada pasar
berarti memahami bahwa konsumen membeli manfaat, bukan sekedar rasa produk yang enak dan
unik, sehingga pengusaha harus bersikap aktif dan kreatif dalam mencari dan menemukan
kegunaan tambahan zat lain pada bahan baku sirup yang belum diteliti lebih lanjut.yang dapat
ditawarkan pada konsumen. Didalam memasarkan kami menggunakan beberapa strategi yaitu
strategi produk, harga, promosi dan distribusi .

1. Strategi Produk

Strategi produk dilakukan dengan upaya diversifikasi terhadap produk yang dihasilkan.
Diversifikasi merupakan hasil inovasi yang patut ditelaah lebih jauh. Dalam hal ini dimungkinkan
adanya penambahan zat-zat lain yang tidak berbahaya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas
produk.

2. Strategi Harga

Strategi harga kami lakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang ditetapkan
adalah dibawah harga pasar, atau dengan kata lain harga produk kami lebih rendah bila
dibandingkan dengan pesaing sirup yang berasal dari sari buah asli lainnya. Dalam memperluas
pemasarannya maka diperlukan kerjasama dengan penyalur untuk menyampaikan produknya ke
konsumen . Kerjasama tersebut sudah kami lakukan sejak launching produk kami yang pertama
pada PIMNAS XX Di UNILA Tahun 2007 dengan CED ITS.

3. Strategi Distribusi dan Promosi

Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa distributor
dan agen untuk memasarkan produk khususnya di kampus, sekolah dan instansi pemerintahan
yang dekat dengan daerah pesisir. Tujuan dilakukannya distribusi khususnya di daerah pesisir
adalah agar mereka peduli terhadap kelestarian ekosistem mangrove dan mulai berfikir untuk
memanfaatkan mangrove secara lestari dengan nilai ekonomis tinggi. Selain itu diharapkan
distribusi tersebut dapat memperluas daerah pemasok bahan baku sirup mangrove apple.
Sementara pemasaran masih di lakukan di ITS, Wonorejo dan daerah lain di sekitar surabaya yang
letaknya dekat dengan ITS. Selain itu akan ada sistem layan antar bagi konsumen yang berada di
daerah lain. Dengan adanya sistem layan antar ini diharapkan akan memberikan kemudahan dan
kepuasan bagi konsumen. Sistem pembayaran yang sudah kami lakukan sebagai berikut:

- Pembayaran dimuka yaitu pembayaran kontan untuk pemesanan produk yang tidak diambil
langsung
- Pembayaran kontan yakni pembayaran lunas terhadap produk yang diambil pada sat itu.
Publikasi produk untuk promosi yang sudah dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan
Centre Entrepreneur Developtment (CED) ITS, dimana lembaga ini merupakan semacam
inkubator bisnis bagi karya mahasiswa ITS yang layak untuk dikomersialisasikan, menjalin
kerjasama dengan pihak Rektorat ITS mengikuti sejumlah pameran baik tingkat nasional maupun
lokal. Publikasi yang telah dilakukan antara lain dengan mengikuti pameran Olimpiade Sains
Nasional (OSN) pada tanggal 3-7September 2007 di Gedung Grahadi Surabaya dan pameran di
PIMNAS XX Universitas Lampung tanggal 16-22Juli 2007. Promosi penjualan yang telah
dilakukan adalah penyebaran brosur produk, promosi dari mulut ke mulut, penekanan pada
pendekatan perorangan khususnya di Lingkungan ITS dan kepala dinas PKPPK Surabaya,
melakukan penjualan dalam Wisuda ke-95 di Kampus ITS Surabaya dan mewacanakan produk
kami melalui liputan oleh TRANS TV, JTV, dan TPI.

4. Analisa Pemasaran Produk

Strategi pemasaran yang kami gunakan adalah :


Strategi Produk
Strategi produk dilakukan dengan melakukan diversifikasi terhadap produk yang
dihasilkan. Diversifikasi merupakan hasil inovasi yang patut ditelaah lebih jauh. Pada
awal masa produksi akan diterapkan sistem Job Shop dimana produk akan mulai
diproduksi ketika ada pesanan, namun sistem ini akan berganti dengan sistem flow shop
ketika permintaan meningkat.
Strategi Distribusi
Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa distributor
dan agen untuk memasarkan produk. Daerah pemasaran masih dalam lingkup Pulau Jawa,
meliputi wilayah pemasaran Surabaya, Malang, Jogyakarta, Semarang, Bogor, dan
Jakarta. Selain itu akan ada sistem layan antar bagi konsumen yang berada di daerah.
Dengan adanya sistem layan antar ini diharapkan akan memberikan kemudahan dan
kepuasan bagi konsumen.
Strategi Harga
Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang ditetapkan adalah
dibawah harga pasar dengan tetap menjaga kualitas produksi, dengan kata lain harga
produk diusahakan lebih rendah bila dibandingkan dengan pesaing.
Strategi Promosi
Publikasi produk untuk promosi dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Centre
Entrepreneur Developtment (CED) ITS, dimana lembaga ini merupakan semacam
inkubator bisnis bagi karya mahasiswa ITS yang layak untuk dikomersialisasikan,
menjalin kerjasama dengan pihak Rektorat ITS dengan menjadikan produk sebagai buah
tangan khas dari Kampus ITS, mengikuti sejumlah pameran yang berhubungan dengan
makanan, dan ikut serta dalam Bazar kampus serta mengadakan beberapa pelatihan yang
berhubungan dengan Kewirausahaan. Promosi penjualan yang telah dilakukan adalah
penyebaran brosur produk, promosi dari mulut ke mulut, penekanan pada pendekatan
perorangan, dan mengikuti pameran serta melakukan penjualan dalam Wisuda ke-95 di
Kampus ITS Surabaya.

H. METODOLOGI PEMBUATAN PRODUK


Metode pendekatan program dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu :
A. Tahap Pembuatan Produk
Tempat produksi sirup Apple Mangrove ini adalah di daerah Wonorejo Surabaya. Untuk
merealisasikan usha pembuatan sirup Apple Mangrove makan telah dilaksanakan tahapan
kerja sebagai berikut :
1. Persiapan perlengkapan Produksi
Pada tahap ini dilakukan pembelian peralatan yang dibuthkan untuk melaksanakan
program, peralatan tersebut antara lain :
Pisau
Baskom
Panci
Sendok Sayur
Panci Blirik
Kain Blacu
Panci Teflon
Kompor Listrik
Juicer
Gelas Ukur
Galon
Botol Kemasan
Plastik Sealer

2. Pengolahan Apple Mangrove


Bahan yang diperlukan pada pengolahan sirup Apple Magrove ini adalah buah
mangrove jenis Sonneratia sp. Denganbahan tambahan berupa gula sebagai pemanis, dan
Asam benzoat sebagai pengawet. Metode pembuatan sirup Apple Mangrove meliputi:
a. Pelumatan Sortasi
Pada tahap sortasi, buah dipilih yang sudah matang dan kondisinya baik.

Tabel 1 : Standar Bahan Baku Pembuatan Sirup Apple Mangrove

No. Parameter Karakteristik

1. Ukuran Buah ukuran 44 mm.

2. Warna Buah bagian bawah buah berwarna merah,

3. Tekstur Buah Lunak, seperti buah yang matang pada umumnya

4. Aroma Buah Aroma khas buah Apple Mangrove yang matang

3. Kondisi Buah Kelopak bagian bawah mudah lepas, Lunak dan tidak
terserang larva lalat buah.

b. Pencucian Buah
Pencucian buah, dilakukan menggunakan air mengalir berasal dari PDAM.
c. Pengupasan Buah
Buah dikupas dengan menggunakan pisau anti-karat, agar tidak mempengaruhi
hasil akhir sirup. Digunakan pisau anti-karat karena sifat buah yang sangat masam
dapat menyebabkan karat pada pisau yang terbuat dari bahan yang mudah mengalami
korosi. Pengupasan buah bertujuan untuk memisahkan daging buah dari kulit buah.

d. Pelumatan Buah
Pelumatan buah dilakukan dengan penambahan air, untuk memudahkan dalam
proses pelumatan. Proses pelumatan buah dilakukan dengan menggunakan alat
pelumat buah.
e. Penyaringan
Penyaringan dilakukan sebanyak 2 kali. Penyaringan pertama dilakukan untuk
memisahkan daging buah dengan biji. Sedangkan penyaringan ke dua, dilakukan
untuk memisahkan sari buah dengan ampas. Penyaringan dilakukan dengan
menggunakan kain blacu, karena memiliki pori-pori yang kecil.
f. Penambahan Gula
Penambahan gula dilakukan dengan menambahkan sedikit demi sedikit gula ke
dalam proses pemasakan sari buah, diikuti dengan proses pengadukan, sehingga gula
terlarut sempurna.
g. Pemasakan dan Sterilisasi Sari Buah
Sebelum dimasak menjadi sirup, sari buah dimasak terlebih dahulu selama 15
menit pada suhu konstan 80 C. Tujuan proses pemasakan ini untuk membunuh
mikroba serta menginaktifkan enzim yang terdapat dalam sari buah sehingga bisa
diawetkan lebih lama (Team penelitian proyek balai penelitian kimia daerah istimewa
Aceh, 1984). Selain itu pemasakan sari buah dalam waktu yang lama dan suhu tinggi
dapat merusak komponen-komponen yang memberi rasa dan aroma khas pada sari
buah.
h. Penyucian Botol, Sterilisasi Botol
Penyucian botol dilakukan dengan menggunakan kaporit 60 ppm. Proses
pencucian diawali dengan melarutkan 2 gr kaporit ke dalam 1 liter air. Botol
direndam selama 1 jam kemudian dibilas dengan air panas. Sterilisasi botol
dilakukan dengan memasukkan air PDAM ke dalam botol, lalu direbus selama 1
jam. Hal ini dilakukan untuk membunuh mikroba yang terdapat di dalam botol.
i. Pasteurisasi
Setelah dilakukan penyucian dan sterilisasi botol, sirup dimasukkan ke dalam
botol, dan dipasteurisasi. Pasteurisasi dilakukan dengan cara merebus botol yang
sudah berisi sirup ke dalam panci yang berisi air dengan suhu konstan 80 0C selama
2 jam. Pasteurisasi dilakukan selama 2 jam, untuk membunuh mikroba yang masih
terdapat dalam sirup. Suhu yang digunakan pada pasteurisasi tidak boleh terlalu
tinggi karena dapat merusak vitamin C pada sirup.
j. Pemberian Bahan Pengawet
Pemberian bahan pengawet ini bertujuan menghambat pertumbuhan mikroba.
Pengawet yang digunakan adalah asam benzoat dengan takaran 250 mg/l sirup.

3. Uji Organoleptik
Uji organoleptik adalah rancangan respon dari panelis yang untuk mengukur
tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur produk yang diujikan. Dalam
menentukan mutu suatu produk, sifat pertama kali yang menentukan diterima tidaknya
suatu produk oleh konsumen adalah sifat organoleptik yang dimilikinya. Uji organoleptik
dilakukan dengan melibatkan 13 orang panelis, di Laboratorium BPKI Surabaya. Hasil
pengujian organoleptik didapatkan dari hasil pengisian kuisioner, setelah mencoba sampel
sirup yang diberikan kepada panelis.

I. JADWAL KEGIATAN
Jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan telah dirinci dan ditetapkan sebagai berikut: Kegiatan
ini berlansung selama 4 bulan yaitu dibagi menjadi perminggu mulai bulan September hingga
Desember.
Bulan
No. Agenda
1 2 3 4 5 6
1 Produksi tahap awal
Pemasaran & penjualan tahap
2
awal skala laboratorium
3 Survei pasar lanjutan
Legalisasi Dinas Keamanan
4
Pangan
5 Pendaftaran Merk Dagang
6 Labeling Kemasan
Produksi tahap lanjut Sirup
7
Apple Mangrove
Analisa Usaha (Pemasaran
8
,Promosi, dll.)
9 Penyusunan Laporan Akhir
Keterangan :
= Agenda telah dilaksanakan
= Agenda dilaksanakan setelah proposal disetujui
= Watu pelaksanaan kegiatan

J. NAMA DAN BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK


1. Ketua Pelaksana Kegiatan:
a. Nama Lengkap : Januar Indra Yudhatama
b. NIM : 1506 100 007
c. Fakultas/Progam Studi : FMIPA/BIOLOGI
d. Perguruan Tinggi : ITS
e. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 6 jam/minggu
2. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Raindly Putri Kumala Djatmiko
b. NIM : 1505 100 024
c. Fakultas/Progam Studi : FMIPA/BIOLOGI
d. Perguruan Tinggi : ITS
e. Waktu Untuk Kegiatan PKM: 4 jam/minggu

a. Nama Lengkap : Widowati Sulistyo Palupi


b. NIM : 1505 100 045
c. Fakultas/Progam Studi : FMIPA/BIOLOGI
d. Perguruan Tinggi : ITS
e. Waktu Untuk Kegiatan PKM: 4 jam/minggu

a. Nama Lengkap : Ista Ayuh Paramita


b. NIM : 1505 100 017
c. Fakultas/Progam Studi : FMIPA/BIOLOGI
d. Perguruan Tinggi : ITS
e. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 4 jam/minggu

a. Nama Lengkap : Gembong Suwito


b. NIM : 2504 100 126
c. Fakultas/Progam Studi : FTI/Teknik Industri
d. Perguruan Tinggi : ITS
e. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 4 jam/minggu

I. NAMA DAN BIODATA DOSEN PEMBIMBING


1. Nama Lengkap dan Gelar : M. Zainul Asrori, M.Si
2. Golongan Pangkat dan NIP : III C/ 131 943 643
3. Jabatan Fungsional : Lektor
4. Jabatan Struktural :-
5. Fakultas/Progam Studi : MIPA / Fisika
6. Perguruan Tinggi : ITS
7. Bidang Keahlian : Material
8. Waktu Untuk Kegiatan PKM : 2 jam/minggu

K. BIAYA
PEMASUKAN
NO. SUMBER PEMASUKAN
1. Dikti Rp. 6.000.000,00
2. Dana Lain Rp. 500.000,00
TOTAL Rp. 6.500.000,00

PENGELUARAN
A. Biaya Pelaksanaan dan Operasional Awal Pembuatan Sirup Apple Mangrove
No Pemanfaatan jumlah (buah) harga satuan total biaya
Modal Awal Operasional 2,000,000.00
1.
Usaha
2. Biaya pemasaran 700,000.00
3. Pembelian mesin segel 1,300,000.00
3 Labeling Kemasan 500,000.00
Biaya Legalisasi Dinas 500,000.00
4
Kesehatan
Biaya Pendaftaran Merk 700,000.00
5
Dagang
6 Transportasi 400,000.00
7 Komunikasi 400,000.00
jumlah Rp. 6,500,000.00
Lampiran 1

Business Plan Merintis Wirausaha Baru Inovatif Melalui Pembuatan Sirup Apple
Mangrove Sebagai Minuman Menyegarkan dan Menyehatkan Untuk Bisnis yang
Prospektif dan Feasibel dengan Berbasis Home Industri.

Nama usaha : CV. Prosperity Mangrove


Pemilik usaha : Yanuar, Widowati, Raindly, Ista, Gembong.
Lokasi usaha : Kedung baruk, Rungkut, Surabaya.
Besar Modal : Rp.6,500,000.00
Asal Modal : Dana DIKTI dan dana Lain.
Jenis usaha : a. Memproduksi sirup Apple Mangrove sebagai alternatif sirup
beryodium dan kaya vitamin C.
b. Memasarkan sirup Apple Mangrove
c. Membudidayakan ekosistem mangrove
Produk Utama : Sirup Apple Mangrove
Target pasar : Lingkungan kampus, lingkungan kantor pemerintahan/ swasta,
unit-unit usaha lain yang tertarik, Masyarakat umum, dan
masyarakat luas.
Kapasitas produksi /hari :
50 liter/hari = 1500 liter /bulan = 18000 liter/tahun.
20 kg buah Apple Mangrove = 25 liter Sirup Apple Mangrove
40 kg/ hari, 1200 kg/ bulan, 14400 kg/ tahun.
Pemasaran :
3 Bulan pertama : Memasarkan kepada Civitas akademika Kampus ITS
Surabaya.
3 Bulan Kedua : Berpartisipasi dalam pameran-pameran agronomi yang
dilaksanakan oleh perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
3 Bulan ketiga : Memasarkan Produk sirup Apple Mangrove yang
disesuaikan dengan Event tertentu.
3 Bulan keempat : Memasarkan dengan sistem delivery service kepada para
Konsumen.

3 Bulan Kelima : Memasarkan sirup Apple Mangrove sebagai buah tangan


khas Kota Surabaya.
Strategi pemasaran :
Strategi Produk
Strategi produk dilakukan dengan melakukan diversifikasi terhadap produk yang dihasilkan.
Diversifikasi merupakan hasil inovasi yang patut ditelaah lebih jauh. Pada awal masa produksi
akan diterapkan sistem Job order dimana produk akan mulai diproduksi ketika ada pesanan,
namun sistem ini akan berganti dengan sistem flow shop ketika permintaan meningkat.
Strategi Distribusi
Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa distributor dan
agen untuk memasarkan produk. Daerah pemasaran masih dalam lingkup Pulau Jawa,
meliputi wilayah pemasaran Surabaya, Malang, Jogyakarta, Semarang, Bogor, dan Jakarta.
Selain itu akan ada sistem layan antar bagi konsumen yang berada di daerah. Dengan adanya
sistem layan antar ini diharapkan akan memberikan kemudahan dan kepuasan bagi konsumen.
Strategi Harga
Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang ditetapkan adalah
dibawah harga pasar dengan tetap menjaga kualitas produksi, dengan kata lain harga produk
diusahakan lebih rendah bila dibandingkan dengan pesaing.
Strategi Promosi
Publikasi produk untuk promosi dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Centre
Entrepreneur Developtment (CED) ITS, dimana lembaga ini merupakan semacam inkubator
bisnis bagi karya mahasiswa ITS yang layak untuk dikomersialisasikan, menjalin kerjasama
dengan pihak Rektorat ITS dengan menjadikan produk sebagai buah tangan khas dari
Kampus ITS, mengikuti sejumlah pameran yang berhubungan dengan makanan, dan ikut serta
dalam Bazar kampus serta mengadakan beberapa pelatihan yang berhubungan dengan
Kewirausahaan. Promosi penjualan yang telah dilakukan adalah penyebaran brosur produk,
promosi dari mulut ke mulut, penekanan pada pendekatan perorangan, dan mengikuti pameran
serta melakukan penjualan dalam Wisuda ke-95 di Kampus ITS Surabaya.
Analisis SWOT:

1. Strength : a. Belum ada usaha sejenis.


b. Modal untuk memulai usaha kecil.
c. Bahan baku melimpah di Surabaya.
d. Tempat produksi di Surabaya.
e. Adanya lahan untuk budidaya Apple Mangrove sebagai bahan
baku utama.
f.tidak mudah ditiru karena metode pembuatannya memiliki prosedur dan
formula khusus hasil penelitian.

2. Weekness : a. Produk baru.


b. Belum dikenal.
c. Jumlah tenaga produksi terbatas.
c. Masa panen hanya terjadi 2 kali dalam setahun.
d. pengambilan bahan baku agak sulit karena harus memasuki
hutan mangrove.

3. Opportunity: a. Dapat dengan mudah memasuki target pasar, karena belum ada saingan produk
sejenis.
b. Keunggulan produk sirup Mangrove Apple yang beryodium dan bervitamin
C.
c. Harga sirup Mangrove Apple dapat bersaing dengan produk dari sari buah
murni yang ada di pasaran

4. Threath : a. Timbul usaha yang sejenis dengan bahan baku berbeda.


b. Jaringan pemasaran yang belum luas
c. Kesediaan bahan baku yang terbatas (tidak mencukupi
permintaan)

Ringkasan :
CV. Prosperity Mangrove ini didirikan secara bersama oleh Tim sirup Apple Mangrove
yang terdiri dari lima orang, antara lain oleh Yanuar, Widowati, Raindly, Ista, dan Gembong
dengan modal awal sebesar Rp. 6,500,000.00 yang berasal dari dana PKM DIKTI dan dana lain
yang terdiri dari dana hasil swadaya Tim Sirup Apple Mangrove dan dana dari hasil penjualan
sirup Apple Mangrove di beberapa event kemahasisaan (PIMNAS XX di Unila dan Wisuda ITS
ke-95). CV. Prosperity Mangrove memiliki produk utama berupa Sirup Apple Mangrove. Sirup
Apple Mangrove ini akan dipasarkan di lingkungan kampus khususnya di daerah Surabaya dan
sekitarnya pada periode awal usaha, kemudian akan dilakukan distribusi secara bertahap ke pasar
swalayan dan konsumen dengan sistem delivery service dan menjadikan sirup Apple Mangrove ini
sebagai buah tangan khas Kota Surabaya. CV. Prosperity Mangrove mempunyai kapasitas
produksi 18.000 liter Sirup Apple Mangrove per tahun. Untuk menjaga kelestarian bahan baku
yakni buah Mangrove, CV. Prosperity Mangrove juga akan melakukan usaha budidaya Buah
mangrove khususnya jenis Sonneratia sp. dengan penyemaian biji di daerah pesisir Wonorejo
Surabaya. Untuk mengantisipasi munculnya pesaing-pesaing baru, CV. Prosperity Mangrove akan
terus melakukan peningkatan terhadap kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan yakni Sirup
Apple Mangrove. Peluang yang ada pada usaha produksi Sirup Apple Mangrove akan sangat
menguntungkan bagi perusahaan dan masyarakat dengan strategi pemasaran yang tepat (promosi
dan memperluas jaringan pemasaran) serta teknik budidaya yang benar, sehingga kelemahan dan
ancaman dari usaha ini dapat di atasi. Usaha ini dapat terus berkembang dan sejalan dengan itu
juga dapat melestarikan ekosistem Mangrove di Indonesia.

Analisis Usaha Pembuatan Sirup Apple Mangrove


Dalam 1 x Produksi
A. Biaya Tetap (Fix Cost)
Uraian Jumlah Harga Besarnya Penyusutan (Rp)
Satuan (Rp)
(Rp.)
Peralatan :
Kompor Gas (10 th) 2 buah 300,000 600,000 60,000

Ember diameter 40 cm (2 th) 5 buah 10,000 50.000 25,000

Ember diameter 70 cm (2 th) 5 buah 20,000 100,000 50,000

Pisau (3 th) 8 buah 4,000 32,000 10,666.67


Saringan Besar (2 th) 6 buah 15,000 90,000 45,000
Mesin segel (5 th) 1 buah 1,500,000 1,500,000 500,000
Pengaduk (2 th) 5 buah 5,000 25,000 12,500
Panci Blirik (3 th) 5 buah 175,000 875,000 291,666.67
Galon (1 th) 10 buah 30,000 300,000 -
Baskom (3 th) 10 buah 7.000 70.000 23,400
Jas laboratorium (5 th) 4 buah 60,000 240,000 48,000
Celemek (2 th) 5 buah 30,000 150,000 75,000
Sertifikasi Izin 1x masa 300.000 300.000 60.000
Produksi (5 th) produksi
Total 4,332,000 1,201,233.34

B. Variable Cost (dalam 30 hari )


No. Uraian Jumlah Harga Satuan Besarnya
(Rp.) (Rp.)
1. Buah mangrove (Soneratia 1092 kg 3,000 3,276,000
sp.)
2. Gula 545,4 kg 7.000 3,817,300
3. Air mineral isi ulang 120 galon 7,000 840,000
4. Gas LPJ isi ulang 4 tabung 80,000 320,000
5. Kain Blacu 5 kg 10,000 50,000
6. Botol Kaca 350 ml 2520 buah 1.500 3,780,000
7. Botol Kaca 750 ml 780 buah 1.500 3,780,000
8. Alat saring pori halus (1 th) 8 buah 20,000 160,000
Kaporit 100 kg 27,000 2,700,000
Label Produk 3300 lb 300 990,000
Biaya tenaga kerja :
Pembuat sirup (4 0rang) 30 hari 400,000 1,600,000

Total 21,313,000

a. Total Biaya Produksi = (Total Investasi + Total Penyusutan + Total


biaya operasional pertahun
= Rp. 4,332,000 + Rp. 1,201,233.34 + (Rp.21,313,000x 12)
= Rp. 261,289,233.3

b. Penjualan (350 ml) = Jumlah botol x Waktu Penjualan (bulan) x


Harga Jual
= 2520 botol x 1 bulan x Rp. 10,000
= Rp. 25,200,000
Penjualan (750 ml) = Jumlah botol x Waktu Penjualan (bulan) x
Harga Jual
= 780 botol x 1 bulan x Rp. 20,000
= Rp. 15,600,000
Total Penjualan = Penjualan (350 ml) + Penjualan (750 ml)
= Rp. 25,200,000 + Rp. 15,600,000
= Rp. 40,800,000
penjualan per tahun = Rp. 40,800,000.00 x 12 bulan
= Rp. 489,600,000
penjualan per tahun = 30240 botol (350 ml) dan 9360 botol (750 ml)

b. HPP (Harga Pokok Penjualan)


Total cost per tahun
Harga Pokok Penjualan =
Total produksi per tahun
= Rp. 261,289,233.3
39600
= Rp 6,598.21 Rp. 6,600
d. Analisis Biaya Manfaat
Keuntungan = Penerimaan Total Biaya Produksi
= Rp. 40,800,000 Rp. Rp.21,313,000
= Rp. 19,487,000
Keuntungan per tahun = Rp. 233,844,000

e. BEP (Break Even Point)


BEP terjadi bila TC=TR
BEP = biaya operasional (per tahun) / harga

Untuk kemasan ukuran 750 ml


255,756,000
=
20000
= 12787,8 botol
Untuk kemasan ukuran 350 ml
255,756,000
=
10000
= 25575.6 botol

Investasi Biaya Operasional


f. Pay Back Periode =
Laba Bersih Penyusutan
Rp. 4.332.000 Rp. 255.756.000
=
Rp. 233.844.000 Rp. 1.201.233,34
= 1,106 tahun = 13,27 bulan
Lampiran 2

Ketersediaan Bahan Baku Kapasitas Produksi dan Sirup Apple Mangrove dalam
1x Produksi

A. Ketersediaan Bahan Baku


Sonneratia sp. dikenal sebagai bogem, pedada atau Apple Mangrove. Sonneratia sp.
mempunyai buah berbentuk seperti apel dengan rasa dan aroma yang unik dengan tekstur daging
buah seperti jambu biji. Hachinohe (1998) menyebutkan di Kawasan Hutan Prapat Benoa Bali
Sonneratia alba mempunyai musim berbuah pada bulan April sampai dengan Juni dan
September sampai Nopember, akan tetapi belum disebutkan berapa produktivitas buahnya secara
kuantitatif. Secara kualitatif buah yang dihasilkan dalam 1 pohon cukup besar jumlahnya.
Jadi, masa panen buah dalam 1 tahun adalah 2 kali panen.
Buah bisa di dapatkan di daerah sebagai berikut :
- Bagian Utara Bangkalan- Madura, Jawa Timur.

- Kamal Madura, Jawa Timur.

- Sampang Madura, Jawa Timur.

- Wonorejo Surabaya, Jawa Timur.

- Keputih- Surabaya, Jawa Timur.

- Pasar Lekok Pasuruan, Jawa Timur.

Untuk kondisi buah, Setelah dipetik buah mangrove jenis sonneratia sp. mampu bertahan
dalam kondisi baik (rasa, aroma, tekstur) selama 2 hari pada ruang terbuka dan 5 hari dalam lemari
pendingin.

B. Kapasitas Produksi
Sirup Apple Mangrove memiliki kapasitas produksi (1 bulan) sebagai berikut :
Dalam 1 hari, Untuk 1x produksi berlangsung selama 8 jam* :
Bahan baku 20 kg buah mangrove jenis Sonneratia sp akan dihasilkan 25 liter sirup Apple
Mangrove.
Perbandingan formula yang digunakan adalah 2 : 1: 4.
Dari 25 liter (25000 ml) sirup Apple Mangrove, dihasilkan dua produk dengan ukuran
berbeda, antara lain :
1. Lima belas liter sirup Apple Mangrove akan dikemas dengan ukuran 750 ml atau
kemasan botol besar.
2. Sepuluh liter liter sirup Apple Mangrove akan dikemas dengan ukuran 350 ml atau
kemasan botol kecil.
*
Produksi berlangsung 2x dalam sehari, total waktu produksi adalah 16 jam.
Dalam 1 bulan (30 hari), akan diproduksi 1500 liter sirup Apple Mangrove

Gambaran omset per hari pada usaha pembuatan sirup Apple Mangrove dengan
kapasitas produksi sebesar 50 liter.
Dalam 1 hari, untuk 2x shift produksi :
Dihasilkan 50 liter @ 25 liter sirup Apple Mangrove yang dibagi menjadi dua kemasan berbeda
:
15 liter sirup di kemas dalam botol 350 ml dan
10 liter sirup dikemas dalam botol 750 ml.
Dengan perincian sebagai berikut :
Untuk kemasan 350 ml :
42 botol @ Rp. 10,000.00 x 2 shift = Rp. 840,000.00
Untuk kemasan 750 ml :
13 botol @ 20,000.00 x 2 shift = Rp. 520,000.00 +

Omset per hari = Rp. 1,360,000.00

Lampiran 3
Historis Sirup Apple Mangrove

Tanggal Kegiatan Keterangan


2006 Sirup Mangrove merupakan hasil karya Merupakan Program Kreativitas
mahasiswa Program Studi Biologi ITS dalam Mahasiswa bidang Penelitian
PKMP 2006 yang didanai DIKTI 2006
22 Juli 2007 Sirup Apple Mangrove diperkenalkan Pada rangkaian acara Gelar
pertama kali pada pada masyarakat dalam Produk Mahasiswa (GPM)
rangkaian acara Gelar Produk Mahasiswa berhasil dijual 20 liter sirup
(GPM) PIMNAS XX 2007 di Universitas Apple Mangrove.
Negeri Lampung. Produk dikemas dalam cup 200
ml. Formula pengenceran yang
digunakan adalah 1: 5 antara
Sirup Apple Mangrove dan Air
mineral.
Satu cup Sirup Apple
Mangrove (200 ml) dijual
dengan harga Rp. 2,000.00.
Produk berhasil dijual 300-
500 cup/ hari dalam kemasan
cup 200 ml selama 4 hari,
dengan total penjualan 1200-
1500 cup selama 4 hari

8-9 Sept Wisuda ITS ke-95. Sirup Apple Mangrove


2007 diperkenalkan kepada para
wisudawan dan orang tua pada
wisuda ITS ke-95 sebagai
produk Hasil Karya Mahasiswa
ITS.
Permintaan untuk Sirup Apple
Mangrove berhasil dipenuhi
4,095 cup selama 2 hari .
Satu cup kapasitas 200 ml
dijual dengan harga Rp.
1,250.00/cup.
Sept-Okt Produksi Skala Laboratorium Tim Sirup Apple Mangrove
2007 melakukan produksi skala
laboratorium dengan sistem Job
Shop untuk memenuhi permintaan
konsumen.
Lampiran 4

Infrakstruktur Operasional Sirup Apple Mangrove

A. Daftar Infrastruktur yang telah


tersedia dalam produksi sirup Apple B. Daftar Infrastruktur yang akan
Mangrove Ditambahkan dalam produksi sirup
Apple Mangrove
Uraian Jumlah

Uraian Jumlah
Peralatan :
Ember diameter 40 cm (2 th) 3 buah

Ember diameter 70 cm (2 th) 3 buah Peralatan :


Kompor Gas (10 th) 2 buah
Pisau (3 th) 3 buah
Saringan Besar (2 th) 2 buah Ember diameter 40 cm (2 th) 4buah
Pengaduk (2 th) 3 buah
Panci Blirik (3 th) 3 buah Ember diameter 70 cm (2 th) 4 buah
Galon (1 th) 10 buah
Baskom (3 th) 3 buah Pisau (3 th) 3 buah
Jas laboratorium (5 th) 4 buah Saringan Besar (2 th) 3 buah
Mesin segel (5 th) 2 buah
Pengaduk (2 th) 3 buah
Panci Blirik (3 th) 2 buah
Galon (1 th) 10 buah
Baskom (3 th) 3 buah
Celemek (2 th) 5 buah
Lampiran 5

Dokumentasi Produk Sirup Apple Mangrove

Kemasan produk sementara saat visitasi Gelar Produk -PKM 2007 di ITS Surabaya

Dokumentasi Gelar Produk Mahasiswa PIMNAS XX Lampung 2007

22
Dokumentasi Gelar Produk Mahasiswa PIMNAS XX Lampung 2007

Label dan Brosur Sirup Apple Mangrove pada acara Wisuda ITS ke- 95

Lampiran 6

23
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama : Januar Indra Yudhatama


2. Tempat/ tanggal Lahir : Samarinda, 13 Januari 1988
3. Jenis Kelamin : Laki-laki
4. Agama : Islam
5. Alamat Tetap : Jl. Rajawali no24 Rewwin Waru Sidoarjo
Telp 031 8662613
6. Alamat Sementara :-
7. Riwayat Pendidikan :
a. SDN Kepuhkiriman 1 Waru
b. SLTPN1 Waru
c. SMA Muhammadiyah 2 Surabaya
d. Biologi ITS Surabaya
8. Motto hidup : menyerah berarti mati
9. Pengalaman Organisasi : - Reporter majalah More SMA
Muhammadiyah 2
- Staff Humas Himabits
- Staff ordo pengembangan PEcuk
(organisasi studi konservasi burung liar)
10. e-mail : indrayudha@bio.its.ac.id
11. Prestasi :-
12. Karya Tulis yang pernah dibuat :-

1. Nama : Raindly Putri Kumala Djatmiko


2. Tempat / Tanggal Lahir : Surabaya, 12 Desember 1986
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama : Islam
5. Alamat Tetap : Merpati I/ 19 Rewwin Waru Sidoarjo
Telp. (031) 8536014
6. Alamat Sementara :-

24
7. Riwayat Pendidikan :
a. TK Aisyah Rewwin Sidoarjo
b. SD Al Hikmah Surabaya
c. SLTPN 1 Denpasar
d. SMAN 5 Surabaya
e. Biologi ITS Surabaya

8. Motto hidup : Do The Best for Allah SWT


9. Pengalaman Organisasi :
a. Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Biologi ITS 2007/2008
b. Staff Departemen Syiar FKIQ Biologi ITS 2007/2008
c. Bendahara I Himpunan Mahasiswa Biologi ITS 2006/2007
d. Staf Humas IECC-BEM ITS 2006/2007
e. SSKI SMAN 5 Surabaya
10. e-mail : idocochi@yahoo.com
11. Karya Tulis Yang Pernah Dibuat :
Pelestarian Ekosistem Mangrove di Wonorejo, Surabaya Melalui Pembuatan Sirup
Apple Mangrove
12. Prestasi :
a. English Speech Contest; Denpasar Bali
b. Juara II lomba cipta puisi untuk ibu SD Alhikmah Surabaya
c. Juara III Ilmu Pengetahuan Umum; SD Alhikmah Surabaya
d. Juara II Gelar Produk Mahasiswa PIMNAS XX UNILA 2007
e. Peraih IPS tertinggi Semester Genap (IV) angkatan 2005 Biologi ITS
1. Nama : Widowati Sulistyo Palupi
2. Tempat / Tanggal Lahir : Surabaya, 3 Juni 1987
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama : Islam
5. Alamat Tetap : Jl. Sidosermo IV Gg V No 30 Surabaya
Telp. (031) 8470627
6. Alamat Sementara :-
7. Riwayat Pendidikan :
a. SDN Jagir I Surabaya
b. SLTPN 12 Surabaya
c. SMAN 16 Surabaya
d. Biologi ITS Surabaya
8. Motto hidup : jadilah orang yang bermanfaat
9. Pengalaman Organisasi :
a. SKI SMAN 16 Surabaya

25
b. MPK SMAN 16 Surabaya
c. Staf IECC-BEM ITS 2006/2007
d. Dirjen Aplikasi Teknologi Dept Pengabdian Masyarakat Hima Biologi ITS
2006/2007
e. JMMI ITS
10. e-mail : palupi_bits@yahoo.com
11. Prestasi :
a. Juara harapan I LKT bidang IPS SMAN 16 Surabaya
b. Finalis IPA tingkat SD Surabaya
c. Juara III IPS tingkat SD Surabaya
12. Karya Tulis yang pernah dibuat :
a. Borobudur dan masyarakat sekitar
b. Penggalakan Ruang Terbuka Hijau dalam Upaya Menanggulangi genangan di
Surabaya

1. Nama : Ista Ayuh Paramita


2. Tempat / Tanggal Lahir : Surabaya, 24 Juli 1987
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama : Islam
5. Alamat Tetap : Wisma Penjaringan Sari, Jl. Pandugo Baru I/(k-7)
Rungkut-Surabaya.
6. Alamat Sementara :-
7. Riwayat Pendidikan :.
a. SDN Penjaringan Sari II/608 Surabaya
b. SLTP Negeri 12 Surabaya
c. SMA Negeri 1 Surabaya
d. Biologi ITS

7. Motto hidup : Awali semuanya dengan Bismillah ,


niatkan untuk mencari ilmu, & lakukan
karena Allah
8. Pengalaman Organisasi :
a. Staf Sekretaris Umum Kajian Jurusan FKIQ Biologi ITS 2007/2008

b. Staf Departemen Keputrian JMMI ITS 2007/2008

c. Bendahara Umum I Himpunan Mahasiswa Biologi ITS 2007/2008

d. Staff SKI Sma Negeri 1 Surabaya 2004/2005

26
e. Majalah Dindink SLTPN 12 Surabaya.

9. e-mail : istaayu247@yahoo.co.id
10. Prestasi :
- Peserta seleksi IBO 2004 tingkat SMA

- Finalis intensive Student Tecnopreneurship Program (i-Step) LRAM IPB 2007.

11. Karya Tulis yang pernah dibuat :


Teh Herbal Alami Bunga Rosela dengan pemanis Stevia sebagai Minuman Rendah
Kalori Antidiabetik (2006).
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Daerah Wonorejo Surabaya mealui Pembuatan
Biskuit Mangrove Rhizopora stylosa (2007).
Abon Mangrove (Rhizopora stylosa) sebagai Sumber Alternatif Makanan Baru
Rendah Karbohidrat (2007).

27
a. Nama : Gembong Suwito
b. Tempat / Tanggal Lahir : Jombang, 2 Januari 1985
c. Jenis Kelamin : Laki-Laki
d. Agama : Islam
e. Alamat Tetap : Dsn. Gading mangu Perak jombang
085649520195
f. Alamat Sementara :-
g. Riwayat Pendidikan :
a. SDN Tinggar
b. SMPN1 Perak
c. SMAN 2 Jombang
d. Teknik Industri ITS
e. Motto hidup :
f. Pengalaman Organisasi :
1. Staf Public Relation WET ITS 2004/2005

2. Staff PSDM HMTI ITS 2005/2006

3. Staff Sospol BEM ITS 2005/2006

4. Chief Public Relation WET ITS

g. e-mail : ceo_gembong@yahoo.com
h. Prestasi :
i. Karya Tulis yang pernah dibuat :: -

28