Anda di halaman 1dari 11

ARTI PENTINGNYA KESADARAN BERBANGSA DAN

BERNEGARA DILIHAT DARI KONTEKS SEJARAH


DAN GEOPOLITIK INDONESIA

Disusun Oleh :
AKBAR FITRANTO
X IPA 1

SMA NEGERI 1 ROGOJAMPI


Jl. Ali Sakti No. 02 Gurit, Pengatigan Rogojampi
Telp. (0333) 631459 Email:
smanrogojampi@yahoo.co.id,
Web: http://www.sman1rogojampi.sch.id

Rogojampi, April 2016


ARTI PENTINGNYA KESADARAN BERBANGSA DAN
BERNEGARA DILIHAT DARI KONTEKS SEJARAH
DAN GEOPOLITIK INDONESIA

Pengertian Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks Sejarah


dan Geopolitik Indonesia
Konsep atau makna kesadaran dapat diartikan sebagai sikap perilaku diri yang tumbuh
dari kemauan diri dengan dilandasai suasana hati yang ikhlas/rela tanpa tekanan dari luar
untuk bertindak yang umumnya dalam upaya mewujudkan kebaikan yang berguna untuk diri
sendiri dan lingkungannya.
Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Indonesia mempunyai makna bahwa individu
yang hidup dan terikat dalam kaidah dan naungan di bawah Negara Kesatuan RI harus
mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasasi
keikhlasan/kerelaan bertindak demi kebaikan Bangsa dan Negara Indonesia.
Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara kepada pemuda merupakan hal
penting yang tidak dapat dilupakan oleh bangsa ini, karena pemuda merupakan penerus
bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari perjalan panjang bangsa ini. Kesadaran berbangsa
dan bernegara ini jangan ditafsir hanya berlaku pada pemerintah saja, tetapi harus lebih luas
memandangnya, sehingga dalam implementasinya, pemuda lebih kreatif menerapkan arti
sadar berbangsa dan bernegara ini dalam kehidupannya tanpa menghilangkan hakekat
kesadaran berbangsa dan bernegara itu sendiri.
Makna Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Kesadaran adalah sikap yang tumbuh dari
kemuan diri yang dilandasi hati ikhlas tanpa ada tekanan dari luar. Bangsa adalah orang-orang
memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarah juga berpemerintahan sendiri.
Sedangkan berbangsa adalah manusia yang memeiliki landasan etika, bermoral dan berakhlak
mulia dalam bersikap mewujudkan makna sosial dan adil.
Negara adalah organisai dari kelompok manusia yang bersama-sama mendiami suatu
wilayah tertentu dan mengakai adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta
keselamatan kelompok manusia tersebut. Adapun bernegara adalah manusia dengan
kepentingan sama, menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta dalam wilayah Indonesia dan
mempunyai cita-cita berlandas niat bersatu secara emosional dan rasional dalam membangun
nasionalisme secara elektrik ke dalam sikap perilaku anatar suku, ras, agam, keturunan, adat,
bahasa dan sejarah. .
Kesadaran berbangsa adalah tingkah laku, sikap dan kehidupannya sesuai dengan
kepribadian bangsa, mengaitkan dengan cita-cita dan tujuan bangsa. Jadi kesadaran berbangsa
dan bernegara indonesia bermakna individu yang hidup dan terikat dalam naungan NKRI
harus memiliki sikap perilaku yang tumbuh atas kemuan sendiri yang dilandasi dengan ikhlas.
Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks Sejarah Indonesia
Sejarah perjalan bangsa indonesia kaya akan jejak jejak kesadaran berbangsa dan
bernegara. Salah satu periode yang menyimpan catatan sejarah mengenai hal tersebut adalah
periode kebangkitan nasional. Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya rasa dan
semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme, dan kesadaran untuk memperjuangkan
kemerdekaan indonesia

1. Budi Utomo

Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo danekonomi
dan para pelajar Stovia pada tanggal 20 mei 1908. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi
dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Organisasi yang pada awalnya ditujukan bagi
golongan berpendidikan Jawa ini menjadi sebuah gerakan awal yang bertujuan mencapai
kemerdekaan Indonesia.
Budi Utomo dapat dikatakan sebagai organisasi kebangsaan yang pertama.
Berdirinya organisasi ini menandai kebangkitan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk
melawan penjajah. Jika dahulu rakyat berjuang secara fisik dan berorganisasi secara
tradisional samapi kedaerahan, sejak didirikannya Budi utomo, perjuangan bangsa
indonesia ditempuh dengan cara berorganisasi modern demi kepentingan seluruh bangsa.
Itulah sebabnya hari berdirinya budi utomo diperingati sebagai hari kebangkitan nasional.
Sejatinya budi utomo mempunyai tekad untuk meningkatkan martabat bangsa
indonesia agar sejajar dengan bangsa bangsa lain. Untuk mewujudkan tekad tersebut,
kegiatan dipusatkan dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kehidupan sosial . pada
perkembangan selanjutnya di akhir tahun 1909 , Budi utomo telah mempunyai cabang di
40 tempat dengan jumlah anggota sekitar 10.000 orang. Kemudian, pada tahun taun
berikutnya, orientasi budi utomo tidak hanya dibidang pendidikan, kebudayaan, dan
kehidupan sosial, melainkan juga dalam bidang politik.

2. Sarekat Islam
Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang
bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh
H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa. Tujuan memajukan
perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam sekaligus memajukan usaha para
pedegang bumiputera. Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang
maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak. Oleh karena itu, agar memiliki anggota
yang banyak dan luas ruang lingkupnya maka pada tanggal 18 September 1912, SDI
diubah menjadi SI (Sarekat Islam).
Dari segi keanggotaan, Sarekat Islammencakup semua lapisam masyarakat, mulai
dari lapisan atas hingga lapisan bawah. Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh
beberapa tokoh SDI seperti H.O.S. Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim.
Sarekat Islam berkembang pesat karena bermotivasi agama Islam.
Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam adalah:
a) Perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina.
b) Isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba waktunya untuk menunjukkan
kekuatannya, dan
c) Membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera.

Dalam kongresnya di Madiun, SI Putih berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam
(PSI). Kemudian pada tahun 1927 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia
(PSSI). Sementara itu, SI Sosialis/Komunis berganti nama menjadi Sarekat Raya (SR)
yang merupakan pendukung kuat Partai Komunis Indonesia (PKI).
Kyai haji samanhudi, seorang saudagar batik dari laweyan, solo, mendirikan
organisasi bernama sarekat dagang islam. Organisasi tersebut pada awalnya bertujuan
untuk melindungi sekaligus memajukan usaha para pedagang bumiputera. Selain itu,
organisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengalaman agama islam di kalangan
anggotanya.
Organisasi ini memperoleh sambutan yang luas di kalangan pedagang islam. Pada
peerkembangan selanjutnya, organisasi ini mengganti namanya menjadi Sarekat Islam
(SI). Perubahan tersebut dimaksudkan untuk menandai perluasan ruang lingkup gerakan
organisasi. Sarekat islam tidak lagi membatasi dirinya pada urusan perlindungan
perdagangan, melainkan juga melawan segala bentuk penindasan.
Dari segi keanggotaan, jika dibandingkan dengan Budi Utomo yang di pelopori oleh
kalanganatas, sarekat islam mencakup semua lapisan masyarakat, mulai dari lapisan atas
hingga lapisan bawah. Organisasi ini dengan demikian menempatkan dirinya sebagai
gerakan rakyat.
Pada bulan Juni 1916, sarekat islam menyelenggarakan sidang yang disebut
Kongres Nasioan SI. Dalam Kongres tersebut tampak ketegasan sikap SI untuk
mempersatukan Indonesia sebagai suatu bangsa. Oleh karena itu, para anggota organisasi
ini aktif menjalankan kegiatannya di daerah daerah dalam rangka menumbuhkan
kesadaran berbangsa ddan bernegara.

3. Indische Partij

Organisasi in berdiri pada tanggal 25 desember 1912. Tokoh organisasi ini adalah
tiga serangkai yang terdiri atas Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Suwardi
Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dan Cipto Mangunkusumo. Organisasi ini merupakan
suatu pergerakan baru yang sungguh berciri politik. Oleh karena itu, Indische Partij
disebut sebagai organisasi politik pertama di Indonesia.
Organisasi ini memusatkan perjuangannya untuk menggalang patriotisme di
Indonesia. Patriotisme ini pertama tama ditumbuhkan di antara para anggota, lalu dalam
setiap sanubari orang orang yang merasa dirinya bangsa Indonesia. Hal yang menarik dari
organisasi ini adalah tidak adanya batasan keanggotaan pada kalangan bumiputera saja,
melainkan juga terbuka bagi orang Indo serta Timur asing.
Indische Partij mempunyai program untuk menumbuhkan nasionalisme Indonesia,
rasa persatuan, kesadaran akan persamaan hak, serta toleransi terhadap sesama yang beda
ras, suku, dan agama. Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan propaganda, baik
secara langsung maupun tidak langsung, yaitu melalui majalah dan surat kabar. Dalam
propaganda propagandanya tokoh tokoh Indische Partij dengan berani mengecam
pemerintah kolonial sebagai penjajah. Mereka pun secara terbuka mempropagandakan
persiapan untuk membentuk negara Indonesia.
Pada tahun 1913, negeri Belanda merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke
100 dari penjajahan Prancis. Perayaan tersebut juga dirayakan pemerintah kolonial
Belanda di Indonesia. Tindakan tersebut mengundang reaksi dari Suwardi Suryaningrat.
Reaksi tersebut dituangkan dalam suatu kerajaan berjudul Als Ik een Nederlander was
(jika saya seorang Belanda). Dalam tulisan tersebut, dia menyindir tindakan pemerintah
kolonial. Ia mengatakan bahwa sungguh ironis jika bangsa Indonesia harus merayakan
kemerdekaan bangsa yang menjajahnya. Menurut Suwardi, jika ia orang Belanda, ia tidak
akan merayakan kemerdekaan bangsanya di tanah jajahan karena tindakan itu akan
menyayat hati bangsa terjajah.
Tulisan Suwardi Suryaningrat tersebut dianggap menghina pemerintah kolonial dan
ratu Belanda. Tulisan tersebut pun dianggap membahayakan stabilitasdi tanah jajahan.
Pada tahun itu juga, Indische Partij dinyatakan sebagai partai terlarang oleh pemerintah
kolonial Belanda. Tiga serangkai pun ditangkap dan diasingkan ke Negeri Belanda.

4. Pergerakan Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan


kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk
menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda
Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).
Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia",
dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap
"perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan
dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Pada tanggal 28 Oktober 1928 malam, di Indonesische Clubgebouw yang penuh
sesak, ribuan pemuda mendengar pidato penutupan Kongres Pemuda Indonesia ke-dua
dan sekaligus mendengar lantunan lagu Indonesia Raya dari biola WR. Soepratman.
Menjelang penutupan, Muhammad Yamin, yang saat itu berusia 25 tahun,
mengedarkan secarik kertas kepada pimpinan rapat, Soegondo Djojopoespito, lalu
diedarkan kepada para peserta rapat yang lain. Siapa sangka, dari tulisan tinta Yamin di
secarik kertas itulah tercetus gagasan Sumpah Pemuda.
Sumpah itu lalu dibaca oleh oleh Soegondo, lalu Yamin memberi penjelasan
panjang lebar tentang isi rumusannya itu. Pada awalnya, rumusan singkat Yamin itu
dinamakan ikrar pemuda, lalu diubah oleh Yamin sendiri menjadi Sumpah Pemuda.
Berikut isi Sumpah Pemuda itu:
Kongres Pemuda II berlangsung pada 27-28 Oktober dalam tiga tahap rapat. Rapat
pertama berlangsung di gedung Katholieke Jongelingen Bond di Waterlooplein (sekarang
Lapangan Banteng), lalu dipindahkan ke Oost Java Bioscoop di Konigsplein Noord
(sekarang Jalan Medan Merdeka Utara), dan kemudian Gedung Kramat 106 baru dipakai
untuk rapat ketiga sekaligus penutupan rapat.
Dari rapat pertama hingga rapat ketiga, kongres pemuda II ini menghadirkan 15
pembicara, yang membahas berbagai tema. Diantara pembicara yang dikenal, antara lain:
Soegondo Djojopespito, Muhammad Yamin, Siti Sundari, Poernomowoelan, Sarmidi
Mangoensarkoro, dan Sunario.

Pengertian Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks Geopolitik


Indonesia

Pengertian Geopolitik
Geopolitik adalah sistem politik dalam wujud kebijaksanaan nasional yang didorong
oleh aspirasi nasional geografiksuatu negara, yang apabila dilaksanakan akan berdamapak
langsung kepada sistem politik negara.

Perjanjian Geopolitik Indonesia


1. Aspek Historis Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda
dan Jepang dengan waktu 350 tahun. Hingga akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945,
yang pernah memiliki wilayah terpisah karena Irian Barat di kuasi Belanda. Hingga RI
berhasil merebutnya pada tahun 1963.
2. Aspek Geografis dan Sosial Budaya Indonesia terdiri atas bangsa yang heterogen dan
unik. Heterogen merupakan kepulauan, banyak pulau yang belum bernama juga belum
berpenghuni. Sehingga resiko untuk dimiliki oleh negara orang lain terutama pulau kecil
yang berbatasan dengan negara lain. Sebagai contoh : pulau Sipadan dan Ligitan yang
berhasil menjadi milik Malaysia tahu 2000.
3. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional
Geopolitik pertama kali diperkenalkan oleh Frederich Ratzel : Ilmu bumi politik.
Geopolitik diartikan ilmu bumi politik mempelajari fenomena politik dari segi
geografi.
Geopolitik memaparkan dasar pertimbangan dari aspek geografis dari aspek
geografis dalam membentuk kebijakan nasional sehingga prinsip geopolitik menjadi
dasar perkembangan wawasan nasional.
Wawasan nusantara dibangun atas dasar geopolitik bangsa Indonesia yang dikaitkan
dengan poltik kekuasaan.
Salah satu kepentingan nasional dalam konsep wawasan Nusantara adalah
mewujudkan tujuan nasional yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.
Sehingga hakikat wawasan nusanatar adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah
nasional.

Makna Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam Konteks Sejarah dan Geopolitik.
o Bangsa Indonesia pernah mengalami kehidupan dalam kehidupan sebagai bangsa
terjajah dan terpecah
o Bangsa Indonesia pernah dijajah Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda Dan Jepang selama
350 tahun. Selama itu pula rakyat mengalami penderitaan kebodohan, kemidkinan dan
kesengsaraan.
o Pada saat merdeka, wilayah RI terpisah dengan Irian Barat hingga akhirnya bisa direbut
kembali dari Belanda.
o Perkembangan semangat kebngsaan Indonesia digolongkan 3 zaman: zman perintis
(1908) ditandai dengan pergerakan nasional Budi Utomo, Zman penegas (1928)ditandai
dengan Sumpah pemuda dan zaman pendobrak (1945) dengan proklamsi kemerdekaan
Indonesia.

Analisis Perilaku Tentang Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam


Konteks Sejarah dan Geopolitik Indonesia

Perilaku Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yaitu:


1. Perilaku kebangsaan dalam keberagaman ras dan suku di Indonesia.
2. Perilaku kebangsaan dalam keberagaman agama
3. Perilaku kebangsaan dan keberagaman sosial budaya
4. Perilaku kebangsaan dan perbedaab gender

Faktor pendukung dan penghambat kesadarn berbangsa dan bernegara yaitu:


Faktor pendorong:
o Tingkat keamanahan seorang pejabat.
o Mengetahui lebih banyak nilai positif dan kekayaan bangsa.
o Pemerataan kesejahteraan setiap daerah dll.
Faktor penghambat :
o Rasa malu berbangsa dan bernegara Indonesia.
o Merosotnya tingkat keamanan di Indonesia.
o Ketidak tegasan hukum yang berlaku dll.

Jika Indonesia tidak memiliki kesadarn berbangsa dan bernegara maka akan :
o Memiliki perlakuan yang menyimpang dari norma-norma umum di masyarakat.
o Keutuhan bangsa dan negara akan terpecah belah.
o Menyalah gunakan kekuasaan.
o Melakukan tindakan kejahatan dll.

Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Ada 4 macam pilar dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara :
1. Pancasila
2. UUD 1945
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
4. Bhineka Tunggal Ika

Bentuk-Bentuk Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks Sejarah dan


Geopolitik Indonesia
1. Cinta Tanah Air

Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai. Kesadaran bela negara
yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada kecintaan kita kepada tanah air kita.
Kita dapat mewujudkan itu semua dengan cara kita mengetahui sejarah negara kita
sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan pastinya
menjaga nama baik negara kita.
2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus sesuai dengan
kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsanya.
Kita dapat mewujudkannya dengan cara mencegah perkelahian antar perorangan atau
antar kelompok dan menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional
maupun internasional.
3. Mengamalkan Pancasila

Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan sungguh luar biasa, pancasila
bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu keberagaman yang ada di
Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai
pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan.

4. Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara


Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk bangsa dan negara.
Contoh nyatanya seperti sekarang ini yaitu perhelatan seagames. Para atlet bekerja keras
untuk bisa mengharumkan nama negaranya walaupun mereka harus merelakan untuk
mengorbankan waktunya untuk bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para atlet
bukan hanya menjadi seorang atlet saja, mereka juga memiliki pekerjaan lain. Begitupun
supporter yang rela berlama-lama menghabiskan waktunya antri hanya untuk
mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang berlaga demi
mengharumkan nama bangsa.
5. Memiliki Kemampuan Bela Negara

Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap menjaga
kedisiplinan, ulet, bekerja keras dalam menjalani profesi masing-masing. Kesadaran
bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan sekitar
seperti menjadi bagian dari siskamling, membantu korban bencana sebagaimana kita
ketahui bahwa Indonesia sering sekali mengalami bencana alam, menjaga kebersihan
minimal kebersihan tempat tinggal kita sendiri, mencegah bahaya narkoba yang
merupakan musuh besar bagi generasi penerus bangsa, mencegah perkelahian antar
perorangan atau antar kelompok karena di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian
yang justru dilakukan oleh para pemuda, cinta produksi dalam negeri agar Indonesia
tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya Indonesia
dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat nasional maupun
internasional.

Anda mungkin juga menyukai