Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA BERMAIN MEWARNAI

DI RUANG ASTER RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARDJO


PURWOKERTO

Oleh :
KELOMPOK 5 B
1. Yulian Nurul Faiz 1611040002
2. Hebi Septi G 1611040069
3. Rofie Sazni R 1611040107
4. Riska Nandya K 1611040010
5. Lili Nur Hidayati 1611040038
6. Ginanjar Bayu W 1611040105

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016
SATUAN ACARA BERMAIN

Pokok bahasan : Terapi bermain

Sub Pokok bahasan : Mewarnai

Waktu : 45 menit

Hari/tanggal :

Pukul :

Tempat : Ruang terapi bermain di ruang rawat inap aster

Sasaran : Anak usia prasekolah yang dirawat di ruang aster

Pelaksana : Mahasiswa ners UMP

A. Latar Belakang

Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan


anak secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit,
aktivitas bermain ini tetap dilaksanakan, namun harus disesuaikan dengan
kondisi anak. Pada saat dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami
berbagai perasaan yang sangat tidak menyenangkan, seperti marah, takut,
cemas, sedih, dan nyeri. Perasaan tersebut merupakan dampak dari
hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi beberapa stressor yang
ada dilingkungan rumah sakit. Untuk itu, dengan melakukan permainan anak
akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan
melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan rasa sakitnya pada
permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya melakukan
permainan. Tujuan bermain di rumah sakit pada prinsipnya adalah agar dapat
melanjutkan fase pertumbuhan dan perkembangan secara optimal,
mengembangkan kreatifitas anak, dan dapat beradaptasi lebih efektif terhadap
stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional, dan kesejahteraan
anak seperti kebutuhan perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga
terhenti pada saat anak sakit atau anak di rumah sakit (Wong, 2009).

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan terapi bermain selama kurang lebih 30 menit
diharapkan anak dapat terstimulasi kemampuan motorik, kreativitasnya,
lebih senang dan mengurangi efek hospitalisasi.
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Anak dapat melakukan interaksi dan bersosialisasi dengan dengan
teman sesama dan perawat
b. Menurunkan perasaan hospitalisasi.
c. Mengurangi rasa takut dengan tenaga kesehatan.
d. Melanjutkan perkembangan ketrampilan motorik halus.
e. Menikmati permainan dengan menunjukkan ekspresi non verbal
degan tertawa, tersenyum dan saling bercanda.

C. Metode dan media


1. Metode
a. Mewarnai
b. Mendengarkan tanggapan anak / tanya jawab
2. Media
a. Kertas gambar
b. Pensil warna/ spidol warna/ crayon

D. Kegiatan
1. Pengorganisasian :
Jumlah leader 1 orang, fasilitator 3 orang dan 2 orang observer dengan
susunan sebagai berikut:
a. Leader : Yulian Nurul Faiz
Peran :
Katalisator, yaitu mempermudah komunikasi dan interaksi
dengan jalan menciptakan situasi dan suasana yang
memungkinkan klien termotivasi untuk mengekspresikan
perasaannya.
Auxilery Ego, sebagai penopang bagi anggota yang terlalu
lemah atau mendominasi
Koordinator, yaitu mengarahkan proses kegiatan kearah
pencapaian tujuan dengan cara memberi motivasi kepada
anggota untuk terlibat dalam kegiatan

b. Observer : Lili Nur Hidayati, Ginanjar bayu.


Peran :
Mengamati keamanan jalannya kegiatan play therapi
Memperhatikan tingkah laku peserta selama kegiatan
Memperhatikan ketepatan waktu jalannya kegiatan play
therapy
Menilai performa dari setiap tim terapis dalam
memberikan terapi

c. Fasilitator : Hebi Septia G, Rofie Sazni, Rizka Nandya


Peran :
Mempertahankan kehadiran peserta
Mempertahankan dan meningkatkan motivasi peserta
Mencegah gangguan atau hambatan terhadap kelompok
baik dari luar maupun dari dalam kelompok
2. Setting tempat

Keterangan :
: Leader

: Observer

: Fasilitator

: Anak

: Orang tua

3. Kegiatan bermain
No Uraian Kegiatan perawat Kegiatan klien
1 Pembukaa Salam pembukaa Memeperhatikan dan
n 5 menit Perkenalan merespon
Menjelaskan Memperkenalkan diri
tujuan Memperhatikan
Menjelaskan Memperhatikan
kontrak waktu
Menjelaskan
aturan permainan
2 Kegiatan Menyamakan Memperhatikan
bermian pendapat tentang dan menjawab
(35 menit) warna yang pertanyaan yang
sesuai dengan diberikan
gambar sambil
mengajari anak
macam-macam
warna Mewarnai
Mengajak
mewarnai Mendengarkan dan
gambar merespon
Memberikan
reinforment
positif jika anak
bisa mengikuti
permainan
3 Evaluasi Mengakhiri Memperhatikan
( 5 menit) permainan
Melakukan menanggapi
evalusi

E. EVALUASI
1. Yang dilakukan oleh pemimpin bermain :
Eksplor perasaan anak setelah mengikuti terapi bermain
2. Yang dilakukan oleh observer:
Masalah yang muncul dan partisipasi anak
LAMPIRAN MATERI

TERAPI BERMAIN MEWARNAI

A. Definisi Terapi Bermain


Terapi bermain adalah bagian perawatan pada anak yang merupakan
salah satu intervensi yang efektif bagi anak untuk menurunkan atau mencegah
kecemasan sebelum dan sesudah tindakan operatif . Dengan demikian dapat
dipahami bahwa didalam perawatan pasien anak, terapi bermain merupakan
suatu kegiatan didalam melakukan asuhan keperawatan yang sangat penting
untuk mengurangi efek hospitalisasi bagi pertumbuhan dan perkembangan
anak selanjutnya ( Nursalam, 2005).

Terapi bermaian ini bertujun untuk mempraktekkan keterampilan,


memberikan ekspresi terhadap pemikiran, menjadi kreatif dan merupakan
suatu aktifitas yang memberikan stimulasi dalam kemampuan keterampilan
kognitif dan afektif (Anonim, 2010).

B. Keuntungan Bermain
memberikan manfaat utama yaitu meminimalkan munculnya masalah
perkembangan anak.
memberikan pengalihan dan menyebabkan relaksasi. Hampir semua
bentuk bermain dapat digunakan untuk pengalihan dan relaksasi, tetapi
aktivitas tersebut harus dipilih berdasarkan usia, minat, dan keterbatasan
anak. Anak-anak tidak memerlukan petunjuk khusus, tetapi bahan
mentah untuk digunakan, dan persetujuan serta pengawasan.
Hospitalisasi dapat memberikan kesempatan khusus pada anak untuk
penerimaan sosial.
Pengalaman menghadapi krisis seperti sakit atau hospitalisasi memberi
kesempatan anak memperoleh penguasaan diri.
C. Alat Permainan Edukatif dan Kreatif (APEK)
Menurut Suyono (2012), Alat Permainan Edukatif dan Kreatif
(APEK) merupakan alat permainan yang dapat mengoptimalkan
perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat
perkembangannya, serta berguna untuk :
1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat
menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, terdiri dari motorik
kasar dan halus.
Contoh alat bermain motorik kasar seperti sepeda, bola, mainan yang
ditarik dan didorong, tali, dan lain-lain. Sedangkan motorik halus
meliputi gunting, pensil, balok, lilin dan lain sebagainya.
2. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat
yang benar.
Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita, majalah, radio,
tape, tv, dan lain-lain.
3. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran,
bentuk, warna dan lain-lain.
Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita, puzzle, boneka,
pensil warna, radio, dan lain-lain.
4. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan
interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakat.
Contoh alat permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama,
misal kotak pasir, bola, tali, dan lain-lain.

D. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Bermain


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam bermain menurut Hidayat
(2008), antara lain :
1. Bermain atau alat permainan harus sesuai dengan taraf perkembangan
anak.
2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.
3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat
pada keterampilan yang lebih majemuk.
4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.
5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.

E. Terapi Bermain Mewarnai


Terapi bermain mewarnai merupakan suatu permainan yang dilakukan
dengan memberikan warna pada suatu media. Ada beberapa jenis terapi
bermain, salah satunya adalah terapi bermain mewarnai. Menurut Supartini
(2004), dengan bercerita anak dapat bereksplorasi menggunakan gambar,
mereka dapat membentuk, mengembangkan imajinasi dan bereksplorasi
dengan keterampilan motorik halus. Mewarnai juga memberikan kesempatan
pada anak untuk berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata.

Bahan dan Alat :


1. Kertas bergambar binatang
2. Pensil warna / spidol warna / crayon
3. Meja
4. Kursi

Langkah-langkah :
1. Minta anak untuk duduk membentuk lingkaran dan ajak anak saling
berkenalan
2. Berikan penjelasan tentang permainan
3. Ajak anak untuk mewarnai kertas gambar
4. Dampingi anak dan ajari ketika anak mulai kebingungan memilih warna
5. Beri pujian atas kerja kerasnya