Anda di halaman 1dari 12

LTM PERPINDAHAN KALOR - RADIASI

Nama : Irfan Aditya

NPM : 1406531800

Faktor Bentuk Radiasi dan Geometri Benda

Secara umum, untuk dua benda dengan jarak tertentu, benda yang satu akan meradiasi
benda yang lainnya, begitu pula ke arah lainnya, seperti pada dua buah permukaan hitam A1 dan
A2 pada Gambar 1 di lampiran. Kita ingin mendapatkan suatu persamaan umum untuk
pertukaran energi antara kedua permukaan tersebut apabila keduanya mempunyai suhu yang
berbeda. Untuk menentukan jumlah energi yang meninggalkan permukaan yang satu dan
mencapai permukaan yang lain, dapat digunakan suatu faktor bentuk radiasi.

Faktor bentuk radiasi menyatakan hubungan geometri yang mengatur proses perpindahan
energi antara permukaan baur, maka faktor bentuk ini amat erat hubungannya dengan geometri
benda, dan dalam bagian ini akan dibahas keduanya sekaligus. Faktor bentuk radiasi merupakan
fraksi energi yang meninggalkan permukaan suatu benda yang mencapai permukaan benda
lainnya. Faktor bentuk radiasi dipergunakan untuk menentukan jumlah energi yang
meninggalkan permukaan yang satu dan mencapai permukaan yang lain. Nama lain untuk faktor-
bentuk radiasi ialah faktor pandangan (view factor), faktor sudut (angle factor), dan faktor
konfigurasi (configuration factor).

Untuk menentukan jumlah energi yang dipindahkan dapat digunakan faktor bentuk radiasi,
faktor bentuk radiasi itu sebagai berikut :

F1-2 = Fraksi energi yang meninggalkan permukaan 1 dan mencapai permukaan 2

F2-1 = Fraksi energi yang meninggalkan permukaan 2 dan mencapai permukaan 1

Energi yang meninggalkan permukaan 1 dan sampai pada permukaan 2 maupun sebaliknya
dapat ditentukan melalui persamaan berikut:

E1 2 E b1 A1 F12
(1)

E 2 1 E b 2 A2 F21
(2)
Jika permukaan tersebut adalah permukaan hitam, maka seluruh radiasi yang menimpa
permukaan itu akan diserap, dan perpindahan energi netto adalah

Q1 2 E b1 A1 F12 E b 2 A2 F21
(3)

Jika suhu kedua permukaan sama, maka Q1-2 = 0, sehingga Eb1 = Eb2 dan A1F12 = A2F21,
sehingga terdapat hubungan resiprositas

Q1 2 Eb1 Eb 2 A1 F12 Eb1 E b 2 A2 F21


(4)

Sekarang akan ditentukan persamaan umum untuk faktor bentuk radiasi F 12 (atau F21).
Untuk itu diperhatikan unsur luas dA1 dan dA2 pada Gambar 2 di lampiran.

Sudut 1 dan 2 diukur antara garis normal (tegak-lurus) terhadap bidang itu dengan garis
yang menghubungkan kedua unsur luas itu, r. Proyeksi dA1 pada garis antara kedua pusat ialah
dA1 cos 1.

Hal ini lebih jelas terlihat pada gambar elevasi pada Gambar 3 di lampiran. Diandaikan
kedua permukaan itu bersifat baur, artinya intensitas radiasi sama ke segala arah. Intensitas itu
ialah radiasi yang dipancarkan per satuan luas per satuan sudut padat pada suatu arah tertentu.
Jadi, untuk mendapatkan energi yang dipancarkan unsur luas dA1 ke suatu arah tertentu, kita
harus mengalikan intensitas itu dengan proyeksi dA1 di arah tertentu. Sehingga, energi yang

I b dA1 cos 1
meninggalkan dA1 pada arah yang ditunjukkan oleh sudut 1 ialah di mana Ib ialah
,
intensitas benda-hitam. Radiasi yang sampai ke suatu unsur luas dAn pada jarak r dari A1 ialah

dAn
I b dA1 cos 1
r2
di mana dAn dibuat normal (tegak-lurus) terhadap vektor jari-jari. Besaran
,
dAn/r2 menunjukkan sudut padat berhadapan dengan bidang dA n. Intensitas dapat kita peroleh
dalam istilah daya emisi dengan mengintegrasi persamaan sebelumnya di setengah bola yang
melingkupi unsur luas dA1. Dalam sistem koordinat bola seperti pada Gambar 4 di lampiran
dAn r 2 sin dd
(5)

Lalu
2 /2
Eb dA1 I b dA1 sin cos dd
0 0

Eb dA1 I b dA1
Eb I b
(6)

Sekarang kita perhatikan kembali soal pertukaran-energi pada Gambar 2 di lampiran.


Unsur luas dA diberikan oleh

dAn cos 2 dA2


(7)
sehingga energi yang meninggalkan dA1 yang sampai di dA2 ialah

dA1 dA2
dq1 2 E b1 cos 1 cos 2
r 2
(8)
Energi yang meninggalkan dA2 dan sampai di dA1 adalah

dA2 dA1
dq 21 E b 2 cos 2 cos 1
r 2
(9)
sehingga pertukaran energi netto adalah:

dA1 dA2
q net1 2 ( E b1 E b 2 )1 cos 1 cos 2
A2 A1 r 2
(10)
Integral itu ialah A1F12 atau A2F21 merunut persamaan (4). Untuk mengevaluasi integral itu,
geometri spesifik permukaan A1 dan A2 harus diketahui.

Perhatikan radiasi dan bidang kecil dA1 ke cakram rata A2, seperti pada Gambar 5 di
lampiran. Sebagai unsur luas dA2 dipilih cincin lingkaran dengan jari-jari x. Jadi
dA2 2xdx
(11)

1 = 2, dan kita terapkan persamaan (10) dan diintegrasi untuk luas A2:

2xdx
dA1 FdA1 A2 dA1 cos 2 1
A2 r 2
(12)
2 2 1/2 2 2 1/2
Dengan subtitusi r = (R + x ) dan cos 1 = R / (R + x ) diperoleh

D/2 2 R 2 xdx
dA1 FdA1 A2 dA1
0 (R 2 x 2 )2
(13)
Setelah diintegrasi didapatkan
D/2
R2 D2
dA1 FdA1 A2 dA1 2 dA1
R x 4R 2 D 2
2
0
(14)
Sehingga

D2
FdA1 A2
4R 2 D 2
(15)
Beberapa geometri benda beserta rumus faktor bentuknya tercantum pada Gambar 6 pada
lampiran. Untuk memudahkan perhitungan dapat pula digunakan grafik seperti dalam Gambar 7
sampai 11 pada lampiran.

Pengaruh Sifat Bahan terhadap Radiasi

Suatu bahan memiliki sifat-sifat khusus terhadap energi radiasi, antara lain tranmisi,
refleksi, dan absorbsi. Bahan yang bersifat tranmisi merupakan benda yang cenderung
meneruskan radiasi yang menimpanya. Bahan yang bersifat refleksi cenderung memantulkan
energi yang menimpanya. Sedangkan bahan yang bersifat absorbsi cenderung menyerap energi
yang menimpanya. Dalam keadaan nyata, tidak ada bahan yang mempunyai sifat salah satu saja,
melainkan sifat kombinasi dari beberapa sifat di atas.

Sifat dari benda padat cenderung menyerap radiasi dan memantulkannya, namun tidak
cenderung meneruskan. Oleh karena itu, transmisivitasnya dapat dianggap nol. Begitu juga sifat-
sifat bahan lain yang mempunyai kecenderungan tergantung jenisnya. Kemampuan untuk
memancarkan radisi (emisivitas) berbagai benda dapat dilihat pada Tabel 1. Nilai emisivitas
bahan yang tinggi menunjukkan bahwa bahan tersebut menyerap energi yang lebih banyak
sehingga dapat memancarkan energi yang lebih banyak. Sebaliknya bahan yang memiliki
emisivitas rendah menunjukkan bahwa penyerapan energinya tidak banyak sehingga
meradiasikan energi yang rendah.

Berbagai bahan kaca merupakan medium yang bersifat absorpsi dan transmisi. Selain kaca,
bahan gas juga memiliki sifat ini. Dapat diandaikan medium bersifat non-refleksi, dan hal ini
berlaku untuk gas. Untuk plat kaca dan plastik, hal ini mungkin tidak seluruhnya benar, dan
refleksinya sebesar 0,1 merupakan hal yang biasa untuk berbagai bahan kaca. Disamping itu,
sifat-sifat transmisi kaca biasanya terbatas pada pita panjang gelombang yang sempit, antara 0,2
dan 4 m.

Biasanya, pada bahan gas terdapat kesulitan utama dalam menentukan transmisivitas dan
emisivitasnya. Sifat-sifat ini, selain dari merupakan fungsi suhu gas, juga fungsi dari ketebalan
lapisan gas; artinya, transmisi radiasi dari lapisan gas yang tipis lebih besar daripada lapisan gas
yang tebal. Oleh karena suhu gas tidak sama seluruhnya, sifat-sifat transmisi dan emisipun
berbeda menurut lokasinya dalam gas.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Radiation Heat Transfer Between Black Surfaces of Arbitrary Geometry


http://web.mit.edu/16.unified/www/FALL/thermodynamics/notes/node137.html (Diakses
10 Mei 2016)

Bejan, Adrian dan Kraus, Allan D. 2003. Heat Transfer Handbook. New Jersey: John Wiley &
Sons, Inc.

Holman, J.P. 1991. Perpindahan Kalor (terjemahan). Jakarta: Erlangga.


LAMPIRAN

Tabel.1 Emisivitas Berbagai Bahan


Gambar 1. Radiasi antara dua benda
Gambar 2. Bagan menunjukkan unsur bidang yang digunakan untuk menurunkan faktor-bentuk radiasi

Gambar 3. Pandangan elevasi luas yang ditunjukkan dalam Gambar 2

Gambar 4. Sistem koordinat bola yang digunakan untuk menurunkan faktor bentuk radiasi

Gambar 5. Radiasi dari unsur bidang kecil ke suatu cakram


Gambar 6. Beberapa geometri dan persamaan untuk menentukan faktor bentuk
Gambar 7. Faktor bentuk radiasi untuk radiasi antara dua segiempat sejajar

Gambar 8. Faktor bentuk radiasi untuk radiasi antara dua cakram sejajar
Gambar 9. Faktor bentuk radiasi untuk radiasi antara dua segiempat tegak lurus dengan satu sisi bersama

Gambar 10. Faktor bentuk radiasi untuk radiasi antara dua piring kosentrik sejajar
Gambar 11. Faktor bentuk radiasi untuk dua silinder dengan panjang berhingga. (a) silinder-luar ke
silinder itu sendiri; (b) silinder-luar ke silinder dalam