Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KEPUSTAKAAN KIMIA

BIBLIOGRAFI
Subyek : Kalor

Oleh :
PUJI RAHAYU
15030194093
PKB 2015

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2017
A. Pengertian Kalor
1. Heat is defined in thermodynamic as the quantity of energy that flows across the
boundary between the system and surroundings because of a temperature
difference between the system and the surroundings.(Engel, 2006 : 5)
2. Kalor adalah perpindahan panas dari benda yang lebih panas ke benda yang
lebih dingin. (Harini. 1997:88)
3. Kalor (heat) adalah perpindahan energi thermal antara dua benda yang suhunya
berbeda. (Chang,2005:161)
4. Kalor adalah energi panas yang berpindah (Agustina, 2013: 48)
5. Kalor adalah sesuatu yang dipindahlan diantara sebuah sistem dan
sekelilingnya sebagai akibat dari hanya perbedaan temperatur. Konsep kalor
sebagai sebuah zat yang jumlah seluruhnya tetap konstan akhirnya tidak
mendapat dukungan eksperimen(Wiley, 1978: 5).

B. Kalor Jenis
1. Kalor jenis (Spesific heat) (s) suatu zat adalah jumlah kalor yang dibutuhkan
untuk menaikkan suhu satu gram zat sebesar satu derajat celsius.
(Chang,2005:172)
2. Kalor spesifik dari suatu zat adalah suatu ukuran tentang variasi energi yang
tersimpan dalam zat tersebut terhadap temperatur. (Pitts, Donald,R 2008:3)
3. Kalor spesifik (spesifik heat) suatu zat merupakan ukuran perubahan energi
yang tersimpan dengan suhu (Pitts & Sissom, 1987:4)
4. Karakteristik bahan dalam penyerapan kalor ini dinyatakan dalam besaran kalor
jenis. Kalor jenis suatu bahan didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan
untuk menaikkan suhu 1 kg bahan tersebut sebesar 1 C(Astra, 2006 :20).

C. Perpindahan Kalor
1. Perpindahan kalor atau alih bahan (heat transfer) ialah ilmu untuk meramalkan
perpindahan energi yang terjadi karena adanya perbedaan suhu di antara benda
atau material (Holman,J.P.1988:1)
2. When heat transfer by convection and by radiation are of the same order of
magnitude and occur simultaneously, a proper analysis of heat transfer by
taking into consideration the interaction between the two modes of heat transfer
is a very complicated matter. (Ozisik,1984:10)
3. Temperature is that condition of a material that determines its ability to transfer
heat, or accept heat, from another materials (Dodd, 1987:2)
4. The heat-transfer relations for free convection from a vertical plate as given
above is strictly applicable to situations in which the boundary layer is laminar.
(Ozisik,1984:302)

D. Kapasitas Kalor
1. Kapasitas kalor (heat capacity) (C) suatu zat adalah jumlah kalor yang
dibutuhkan untuk menaikkan suhu sejumlah zat sebesar satu derajat celsius.
(Chang,2005:172)
2. An internal harmonic mode of oscillation of a molecule with frequency v(cm-1)
contributes to vibrational heat capacity(Benson, 1918 : 42)
3. The response of the system to heat flow is described by a very important
thermodynamic property called the heat capacity, which is a measure of the
amount of heat needed to change the temperature of a substance by a given
amount (Engel, 2006 : 21)
4. There is no contribution to the constant volume heat capacity from these
degrees of freedom (Engel, 2006 : 370)
5. The heat capacity maybe negative, zero, positive, or infinite, depending on the
process the system undergoes during the heat transfer. (Zamansky,1981: 79)

E. Alat Penukar Kalor


1. Alat penukar kalor (heat exchanger) adalah setiap alat yang menyebabkan
terjadi perpindahan energi termal dari satu fluida ke yang lainnya(Pitts,
Donald,R 2008:206)
2. Banyak faktor yang menentukan desain alat-alat penukar kalor, termasuk
analisis termal, ukuran, berat, kebutuhan struktur, penurunan tekanan dan
biaya(Pitts, Donald,R 2008:206)
3. Jenis-jenis alat penukar kalor yang umum adalah pelat datar, shell-and-tube,
(selongsong-dan-tabung) dan cross flow (aliran memotong)(Pitts, Donald,R
2008:206)
4. Objektif utama didalam desain termal alat-alat penukar kalor adalah
menentukan luas permukaan yang diperlukan untuk memindahkan kalor pada
suatu laju tertentu untuk temperatur-temperatur fluida dan laju-laju aliran yang
diketahui (Pitts, Donald,R 2008:207)
5. In this instance the two fluid streams travel in parallel paths but in opposite
directions, and the arrangement is termed a counterflow heat exchanger
(Chapman, 1984: 450)
6. One of the basic parameters used to rate a heat exchanger and used to calculate
the performance of a given heat exchanger is the overall heat transfer
coefficient (Chapman, 1984: 457)

F. Konduktivitas Kalor
1. Pada tekanan rendah, konduktivitas kalor gas bertambah dengan kenaikan
temperatur. (Koestoer,2002:112)
2. Konduktivitas kalor dari semua gas, bertambah dengan kenaikan tekanan,
walaupun pada daerah temperatur rendah pengaruhnya relativ kecil.
(Koestoer,2002:114)
3. Konduktivitas kalor gas campuran biasanya tidak selalu merupakan fungsi
linear dari fraksi molnya. (Koestoer,2002:117)

G. Informasi Tambahan
The heat of reaction at absolute zero is indicated on the drawing by E0 ; it is
0
1.
drawn between the zero vibrational levels.(Benson, 1918 : 17)
2. For reactions in which the mole change of gases is not zero ( n 0 ) this
transformation introduces additional corrections into the effective heat of
reaction and entropy change (Benson, 1918 : 9)
3. Entropies and heats of formation thus constitute our basic thermochemical data
(Benson, 1918 : 20)
4. Our primary enthalpy data for compounds are standard heats of formation,
which means that they refer in trun to the standard states of the
elements(Benson, 1918 : 33)
5. Heat always flows spontaneously from regions of high temperature to regions
of low temperature (Engel, 2006 : 19)
6. Endothermic refers to the taking in of heat, exothermic refers to the giving out
of heat (Dodd, 1987:2)
7. Thermal methods are dynamic techniques, in which heating (or cooling) is
applied to a sample - unless, of course, isothermal conditions are employed
(Dodd, 1987:15)
8. The process of exchanging heat between two different fluid streams is one of
the most importhant and frequently encountered processes found in engineering
practice (Chapman, 1984: 450)
9. For example, a vapor coming into contact with a cold surface condenses, and
the latent heat of vapor relased during the condensation process is to be
removed. (Ozisik,1984:11)
10. When heat is absorbed by a system, a change of themperature may or may not
tke place, depending on the process. (Zamansky,1981: 78)
11. Lapisan batas kalor (thermal boundary layer) kita definisikan sebagai daerah
dimana terdapat gradien suhu dalam aliran. (Holman,J.P.1988:12)
12. Mekanisme konduksi kalor pada gas dan uap cukup sederhana dibandingkan
dengan mekanisme pada zat cair dan zat padat. (Koestoer,2002:109)
BIBLIOGRAFI

Pitts, Donald,R. & Sissom, E. Leighton.1987. Teori dan Soal-soal Perpindahan


Kalor. Jakarta: Erlangga
Pitts, Donald,R. & Sissom, E. Leighton.2008.Perpindahan Kalor edisi kedua. Jakarta:
Erlangga
Holman,J.P.1988. Perpindahan Kalor . Jakarta : Erlangga
Koestoer, Raldi Artono.2002. Perpindahan Kalor untuk Mahasiswa Teknik. Jakarta:
Salemba Teknika.
Chang, Raymond.2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Erlangga
Engel, Thomas & Reid, Philip.2006.Thermodynamics, Statistical Thermodynamics, &
Kinetics. United States of America : Pearson Education
Dodd, Jawes W. & Tonge, H. Kenneth. 1987. Thermal methods. London : ACOL
Benson, Sidney William. 1918. Thermochemical Kinetics. United States of America:
A Wiley-Interscience Publication.
Chapman, Alan,J.1984. Heat Transfer.Canada: Macmillan.
Agustina, I Gusti Aayu Tri & Tika, I Nyoman.2013. Konsep Dasar IPA Aspek Fisika
dan Kimia. Yogyakarta : Ombak.
Ozisik, M. Necati. 1984. Basic Heat Transfer.Bogota: North Carolina State University
Zamansky, Mark Waldo. 1981.Heat and Thermodynamics.United States of America:
McGraw- Hill.
Harini. 1997. Buku Saku Fakta Sains.Jakarta : Erlangga
Astra, I. dan Setiawan H. 2006. Fisika untuk SMA dan MA kelas10. Piranti Darama
Kalokatama: Jakarta
Willey, J., Suns.1978. Fisika jilid 1 edisi ketiga. Erlangga: Jakarta