Anda di halaman 1dari 12

RANGKUMAN

4.1 Nutrisi esensial adalah nutrisi yang paling banyak dibutuhkan oleh
tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Dimana nutrisi esensial
dibagi menjadi 2 yaitu :

a. Mikronutrien : nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (10


mmol/ berat kering)
b. Makronuterien : nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak
(30 mmol/ berat kering)

Contoh nutrisi esensial :

Unsur Kepentingan pada Tumbuhan


Unsur Makro
Karbon Molekul-molekul organik dalam sel tumbuhan
Oksigen Molekul organik dan anorganik dalam sel
Nitrogen Pembentuk protein dan asam nukleat, hormon, koenzim
Kalium Kofaktor fungsional dalam sintesis protein, osmosis,
keseimbangan ion dalam sel
Kalsium Sintesis dinding sel, kofaktor enzim, perbaikan struktur
membrane
Magnesium Bagian dari molekul klorofil, berfungsi pada sintesis
protein, berlaku sebagai kofaktor enzim
Fosfor Bagian dari asam nukleat dan fosfolipid, ATP, dan
beberapa koenzim
Sulfur Bagian dari jenis-jenis protein, koenzim
(Belerang)
Unsur Mikro
Klorin Keseimbangan tekanan osmotik sel, reaksi fotosintesis
Besi Bagian dari enzim penting (sitokrom), sintesis klorofil
Boron Berguna bagi transportasi karbohidrat dan sintesis asam
nukleat
Mangan Enzim dalam siklus Krebs, pembebasan oksigen pada
fotosintesis
Seng Aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan
beberapa enzim
Tembaga Kofaktor enzim, diperlukan dalam transpor elektron
fotosintesis
Molybdenum Fiksasi nitrogen

Nutrisi Benefisial adalah unsur yang berguna bagi pertumbuhan


tanaman tetapi tidak memenuhi kaidah unsur hara essensial karena jika
unsur ini tidak ada, pertumbuhan tanaman tidak akan terganggu.

Contoh unsur Benefisial :

UNSUR PERAN
Silicon (Si) Tersedia dlm bentuk silicic acid (H4SiO4) sedikit terlarut,
pergerakan dalam tanaman melalui aliran transpirasi di
xylem, berperan penting untuk pertumbuhan, mineral
nutrisi, resistensi terhadap penyakit jamur.
Sodium (Na) Pengganti K untuk beberapa tanaman, seperti bayam dan
sugar beet, dalam jumlah kecil meningkatkan tomat,
sebuah unsur dapat berguna dalam konsentrasi yang
rendah dan merugikan pada konsentrasi tinggi
Cobalt (Co) Mempercepat penyerbukan, meningkatkan kandungan
protein Legums, memaksimalkan pembentukan kloroplas
dan pigmen, essensial untuk fiksasi N2 simbiotik oleh
Legums.
Vanadium (V) Fiksasi N2 bersama Mo, V dan Mo, berkontribusi pada
tahap awal perkecambahan biji
Lithium (Li) Beberapa tanaman memerlukan Li dalam konsentrasi
tinggi, transportasi gula dari daun ke akar pada sugar
beet, meningkatkan kandungan klorofil pada kentang dan
lada
Rubidium (Rb) Pengganti K saat P dan NH4-N dalam konsentrasi tinggi
Strontium (Sr) Pengganti Ca ketika Ca harus tersedia banyak
Aluminium (Al) Bermanfaat pada tanaman yang mengakumulasikan Al
(Al ditemukan di DNA dan RNA)
Selenium (Se) Pengganti S dalam asam amino-S pada gandum
Iodine (I) Menstimulasi pertumbuhan tanaman, sintesis selulose
dan proses lignifikasi pada jaringan batang, bersama
unsur Cl toleran terhadap keasaman.
Silver (Ag) Induksi pembungaan
Titanium (Ti) Fotosintesis dan fiksasi N2, meningkatkan kandungan
klorofil pada daun tomat

4.2 Defisiensi adalah keadaan tanaman yang kekurangan nutrisi


tertentu yang dapat dilihat dari gejala fisik tanaman

Toksisitas adalah keadaan yang menandakan adanya efek toksik/


racun yang terdapat pada nutrisi tersebut jika digunakan berlebihan

Contoh gejala defisiensi dan toksisitas :

Unsur Defisiensi Toksisitas


Khlorosis (hijau pucat daun tua nekrotik, diawali
N sampai kuning) pada daun dengan perubahan warna
tua, pertumbuhan yang daun menjadi hijau
terhambat (kerdil) dan kecoklatan pada tepi daun
nekrosis menuju ke tengah helaian
daun, selanjutnya daun
kering dan warna coklat
menutupi seluruh permukaan
daun serta daun menggulung
ke atas. Tulang daun berubah
warna menjadi coklat.
Tangkai daun hijau-coklat.
Pertama muncul tepi daun
tua
menuju ke tengah helaian
daun

Warna bagian bawah daun Kelebihan P menyebabkan


P terutama tulang daun penyerapan unsur lain
menjadi merah keungusn, terutama unsur mikro seperti
daun emlengkung dan besi (Fe) , tembaga (Cu) ,
terpelintir. Tepi daun, cabang dan seng (Zn) terganggu.
dari batang juga berwarna Tumbuhan kerdil. Warna
ungu. Terhambatnya system daun berubah menjadi ungu
perakaran atau coklat mulai dari ujung-
ujung daun

khlorosis mulai terutama pada Kelebihan K menyebabkan


K ujung daun dan berkembang penyerapan Ca dan Mg
pada tepi daun ke arah bawah terganggu. Pertumbuhan
(pangkal daun) dengan tulang tanaman terhambat. sehingga
daun utama pada bagian tengah
tanaman mengalami
daun tetap hijau yang
defisiensi unsur Ca dan Mg
membentuk V untuk warna
kuning

Warna daun memudar (klorosis) daun-daun berguguran


S berubah menjadi hijau muda, sebelum waktunya. Pada
menguning atau putih, tahap lanjut arabicum bisa
pertumbuhan terhambat, terbakar (daun-daun
berbatang kerdil.
mengering dan tanaman
menjadi layu
Pertumbuhan kuncup berhenti Kelebihan unsur hara
Ca dan mati, tepi daun mulai Calsium menyebabkan
klorosis, pertumbuhan tanaman pertumbuhan tanaman
melemah terhambat, sehingga tanaman
mengalami defisiensi, akar
tanaman tidak mampu
tumbuh memanjang dengan
cepat, menghalangi
pertumbuhan serta mekarnya
daun-daun muda dan pucuk-
pucuk

Daun tua menjadi pucat Daun berwarna kuning, hal


Mg kekuningan. Diantara tulang ini terjadi karena
daun terjadi klorosis dan pembentukan klorofil
terdapat bercak-bercak terganggu. Pada tanaman
kecoklatan.
jagung kelebihan Mg terlihat
pada daun adanya garis-garis
kuning yang agak menonjol
sedangkan pada daun-daun
muda kelur lendir

menyebabkan terjadinya
Fe Klorosis dan daun nekrosis yang ditandai
menguning atu nekrosa. dengan munculnya bintik-
Daun tampak putih karena bintik hitam pada daun
kekurangan klorofil, terjadi tanaman
kerusakan akar, pertumbuhan
terhenti.
B Daun berwarna lebih gelap
dibandingkan daun normal,
tebal dan mengkerut.
Pertumbuhan tanaman
terhambat pada jaringan
meristematik (pucuk, akar).

Kelebihan unsur hara


Cu Daun berwarna kebiruan, Cupprum / Tembaga
Tunas daun menguncup dan menyebabkan tanaman
daun kecil, pertumbuhan tumbuh kerdil, percabangan
bunga terhambat terbatas dan pembentukan
akar terhambat, serta akar
menebal dan berwarna gelap.
kelebihan unsur hara ini
Mn Tanaman kerdil, daun maka dapat menghambat
berwarna kuning atau proses sintesa klorofil
kemerahan, Biji terbentuk
tidak sempurna,
Memperlihatan bintik
nekrotik pada daun

Zn Warna daun tua berwarna


kekuningan atau kemerahan,
daun berlubang, mengering
dan mati,Pertumbuhan
lambat, daun kerdil

Mo Klorosis pada daun tua lalu mengganggu proses fisiologi


menjalar ke daun muda. tanaman
Gejala seperti terbakar,
melekuk dan menggulung
pada daun,
Klorosis dan layu untuk daun kelebihan unsur hara Chlor
Cl muda, Pada kekurangan yang juga dapat menimbulkan
tinggi ciri berkarat sering gejala pertumbuhan daun
yang kurang normal terutama
nampak pada bagian atas pada tanaman sayur-sayuran
daun dewasa, Layu pada daun tampak kurang sehat
bagian tepi daun dan system dan berwarna tembaga
perakaran yang bercabang
banyak

4.3 Hubungan plasmolysis, kelayuan dan pemupukan


berlebih
Plasmolisis adalah peristiwa lepasnya membrane plasma dari dinding sel
karena sel diletakkan pada larutan hipertonik sehingga terjadi peristiwa
osmosis. Sel tumbuhan akan kehilanan air dan tekanan turgornya ,
menyebabkan sel tumbuhan melemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi
seperti ini akan menyebabkan layu.

Beberapa pupuk buatan biasanya dapat menyebabkan plasmolysis jika


diberikan dalam jumlah berlebihan. Jika yang diberikan pupuk urea, ZA
atau KCl maka akan menyebabkan kematian pad atanaman tersebut. Sifat
pupuk ini adalah higroskopis sehingga menyebabkan plamolisis. Jika yang
berlebih itu pupuk jenis TSP, SP36, dolomit, kiserie, RP atau NPK. Dampak
kematian tidak terlalu berat karena jenis pupuk ini tidak bersifat higroskopis

5.1 Pengertian fotosintesis


Fotosintesis berasal dari kata Foton yaitu cahaya dan synthesis yaitu
penyusunan. Sehingga Fotosintesis adalah proses penyusunan materi
organic dari H2O dan CO2 dengan bantuan energy cahaya matahari.
Fotosisntesis dilakukan oleh tumbuhan, alga dan bakteri yang memiliki
klorofil. Hasilnya berupa molekul glukosa yang tersimpan dalam bentuk
amilum / pati dan juga Oksigen.

5.2 Pigmen dan struktur piranti fotosintesis


PIGMEN :

Pigmen yang berperan dalam fotosintesis adalah pigmen klorofil dan


karoten. Klorofil merupakan pigmen yang menyerap cahaya dengan
efisiensi tinggi. Klorofil hanya merap cahaya yang tampak seperti merah
dan biru, chaya hijau sangat sedikit diserap. Terdapat beberapa jenis klorofil
yaitu klorofil a, klorofil b, klorofil c dan klorofil d.

a) Klorofil a dapat menyerap cahaya maksimal panjang gelombang 430


nm dan 662 nm
b) Klorofil b dapat menyerap cahaya maksimal panjang gelombang 453
nm dan 642 nm

SRUKTUR :
Organel sel yang dibutuhan saat fotosintesis adalah kloroplas, dimana
strukturnya :

A. Tilakoid adalah system membrane dalam kloroplas (terjadi di reaksi


terang). Memisahkan koroplas menjadi ruang tilakoid dan stroma
B. Grana merupakan kumpulan dari tilakoid dalam kloroplas
C. Stroma merupakan daerah cair antara tilakoid dan membrane dalam
tempat terjadi siklus calvin

5.3 PROSES REAKSI TERANG


Fotosintesis pada tumbuhan dibagi 2 tahap yaitu reaksi terang dan reaksi
gelap. Reaksi terang adalah reaksi fotosintesi yang berlangsung
membutuhkan cahaya. Reaksi terang terang terjadi di tilakoid dan dapat
berlangsung apabila ada cahaya. Proses dari reaksi terang adalah :

a. Energi cahaya matahari ditangkap oleh klorofil dan digunakan untuk


memcahkan molekul air menjadi hydrogen dan oksigen. Reaksi
pemecahan air tersebut dinamakan fotolisis.
b. Pada reaksi fotolisis dihasilkan 2H+ dan O2 tetap dalam keadaan
bebas, sedangkan H2 ditampung oleh koenzim NADP+, sehingga
menjadi NADPH

5.4 FOSFORILASI SIKLIK DAN NONSIKLIK


PERBEDAAN REAKSI SIKLIK DAN NON SIKLIK
REAKSI SIKLIK REAKSI NON SIKLIK
Hasil Menghasilkan ATP Menghasilkan NADPH2, ATP
dan O2
Reaksi Reaksi dimulai dari P700 Reaksi dimulai dari P680
kemudian menghasilkan dan kemudian menghasilkan dan
kembali ke P700 kembali ke P700
Fotolisi Tidak terjadi fotolisis Terjadi fotolisis
s
ATP ATP yang dihasilkan digunakan ATP yang dihasilkan tidak
kembali digunakan kembali

MEKANISME

Diawali dengan fotosistem II (non siklik)

Cahaya diterima kompleks antenna terjadi transfer energy dari klorofil 1


e klorofil lainnya diterima oleh klorofil A khusus p680 menyebabkan
eksitasi electron (muatan tidak stabil) untuk menstabilkan muatan yaitu
mengambil molekul H2O disekitarnya Molekul H2O dipecah oleh enzim
Terjadi pelepasan H+ dilumen tilakoid dengan menggunakan molekul
air FS II membentuk Plastoquinom (Pq) Pq membawa electron ke
sitokrom b6-f electron ke FS I (siklik)menghasilkan (Pc) elektron b6-f
diterima FS I FS I menyerap cahaya p700 membentuk feredoksin
feredoksin mengangkutelektron untuk mereduksi NADP+ yang dikatalis
NAPD+ reduktase menjadi 2 NADPH Ion H + masuk ke dalam ATP sintase
ATP sintase membentuk ADP + P menjadi ATP

Sehingga reaksi keseluruhan :


Sinar + ADP + P+ NADP+ + 2H2O ATP NADPH 3H+ + O2