Anda di halaman 1dari 20

TUGAS PENGAJARAN MIKRO

(AKPC 3607)

SKENARIO PEMBELAJARAN KIMIA

Dosen Pembimbing:

Dra. Hj. Sunarti, M.Pd

Dr. Hj. Atiek Winarti, M.Pd, M.Sc

Disusun Oleh:

Siti Rahmah A1C314210

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARMASIN

MARET 2017
DESKRIPSI PEMBELAJARAN

KELAS X SEMESTER I

Mata pelajaran : Kimia

Kelas : X (Sepuluh)

Semester : I (Satu)

Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit

Standar Kompetensi : Memahami struktur atom, sifat periodik


unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar : Membandingkan proses pembentukan


ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam
serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.

Materi Pokok : Ikatan Kimia

Produk Pengetahuan:

Kestabilan unsur-unsur

Definisi ikatan kimia

Definisi ikatan ion

Definisi ikatan kovalen


Definisi ikatan kovalen koordinasi

Definisi ikatan logam

Contoh senyawa yang berikatan ion

Contoh senyawa yang berikatan kovalen

Contoh senyawa yang berikatan kovalen koordinasi

Contoh senyawa yang berikatan logam

Sifat fisika senyawa yang terbentuk dari ikatan ion

Sifat fisika senyawa yang terbentuk dari ikatan kovalen

Sifat fisika senyawa yang terbentuk dari ikatan kovalen


koordinasi

Sifat fisika senyawa yang terbentuk dari ikatan logam

Indikator Produk :

1. Menjelaskan kestabilan unsur-unsur

2. Menjelaskan definisi ikatan kimia

3. Menuliskan definisi ikatan ion

4. Menjelaskan mekanisme terjadinya ikatan ion

5. Menuliskan definisi ikatan kovalen

6. Menjelaskan mekanisme terjadinya ikatan kovalen

7. Menuliskan definisi ikatan kovalen koordinasi


8. Menjelaskan mekanisme terjadinya ikatan kovalen
koordinasi

9. Menuliskan definisi ikatan logam

10. Menjelaskan mekanisme terjadinya ikatan logam

11. Menyebutkan contoh senyawa yang berikatan ion

12. Menyebutkan contoh senyawa yang berikatan kovalen

13. Menyebutkan contoh senyawa yang berikatan kovalen


koordinasi

14. Menyebutkan contoh senyawa yang berikatan logam

15. Menyebutkan Sifat fisika senyawa yang terbentuk dari ikatan


ion

16. Menyebutkan Sifat fisika senyawa yang terbentuk dari ikatan


kovalen

17. Menyebutkan Sifat fisika senyawa yang terbentuk dari ikatan


kovalen koordinasi

18. Menyebutkan Sifat fisika senyawa yang terbentuk dari ikatan


logam

Proses:

1. Menampilkan slide yang berisi gambar SPU (Lambang Lewis).


2. Menampilkan slide yang berisi gambar yang menunjukkan
mekanisme pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan
kovalen koordinasi, dan ikatan logam.
3. Menampilkan gambar-gambar senyawa yang telah
dikelompokkan berdasarkan ikatannya beserta sifat-sifat fisis
yang terjadi akibat ikatan tersebut.

Indikator Proses:

1. Siswa mengidentifikasi cara agar suatu unsur mencapai


kestabilan (menangkap-melepas)
2. Siswa mengidentifikasi gambar mekanisme pembentukan
ikatan ion, juga didukung penjelasan guru.
3. Siswa mengidentifikasi gambar mekanisme pembentukan
ikatan kovalen, juga didukung penjelasan guru
4. Siswa mengidentifikasi gambar mekanisme ikatan koordinasi,
juga didukung dengan penjelasan guru
5. Siswa mengidentifikasi gambara mekanisme ikatan logam,
juga didukung dengan penjelasan dari guru.
6. Siswa mengidentifikasi perbedaan ikatan ion dan ikatan
kovalen.
7. Siswa mengidentifikasi perbedaan ikatan kovalen dan ikatan
kovalen koordinasi.
8. Siswa menyimpulkan penyebab terjadinya ikatan ion.
Contoh : NaCl
9. Siswa menyimpulkan penyebab terjadinya ikatan kovalen.
Contoh : HCl, CO2, dan N2
10. Siswa menyimpulkan penyebab terjadinya ikatan kovalen
koordinasi. Contoh : SO3
11. Siswa menyimpulkan penyebab terjadinya ikatan logam.
Contoh : Natrium
12. Siswa mengidenifikasi tabel yang berisi sifat fisik dan
gambar-gambar senyawa yang terbentuk dari ikatan ion,
kovalen, kovalen koordinasi,dan logam.
SKENARIO PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

Guru : Assalamualaikum wr. wb... Selamat pagi anak-


anak, bagaimana kabarnya?

Siswa : Waalaikum salam wr. wb... Selamat pagi, baik,


Bu..

Guru : Ibu akan memeriksa kehadiran kalian terlebih


dahulu (Mengabsen satu per satu)
Guru : sebelum memulai pelajaran ibu minta ketua kelas
untuk memimpin doa

Siswa :teman-teman, sebelum memulai pelajaran hari ini marilah kita


berdoa menurut kepercayaan masing-masing, berdoa dimulai(semua siswa
berdoa)

Siswa : berdoa selesai

Guru : minggu lalu ibu sudah memberitahu kalian hari ini


kita akan mempelajari materi apa, ada yang tahu kita akan
mempelajari materi apa hari ini?

Siswa : Tentang Ikatan Kimia, Bu..

Guru :Ya, benar sekali anak-anak. Sekarang...buka


bukunya halaman 92 tentang Ikatan Kimia.

Siswa : Iya, Bu...

Guru : Pada pertemuan minggu kemarin kita sudah


belajar tentang Sistem Periodik Unsur kan? Ada yang masih ingat
berdasarkan apa penyusunan unsur-unsur dalam tabel periodik?

Siswa : Berdasarkan konfigurasi elektron, Bu..

Guru : Ya, tepat sekali.. Nah, saat kita akan mempelajari


sebuah Ikatan Kimia, kita sama sekali tidak boleh melupakan
tentang konfigurasi elektron. Belum lupa kan tentang konfigurasi
elektron?

Siswa : Masih ingat kok, Bu..


Guru : Coba (menunjuk 1 siswa) bagaimana konfigurasi
dari unsur Na?

Siswa : Kan nomor atom Na nya 11 Bu, jadi konfigurasinya


dikulit K ada 2 elektron, dikulit L ada 8 elektron dan dikulit M ada
1 elektron, Bu...

Guru : Ya, bagus sekali,,, berarti kalian masih ingat


pelajaran yang lalu.

Guru : berarti sekarang kalian telah siap mempelajari


ikatan kimia. Lalu Ibu mau bertanya lagi, ada yang masih ingat
apa itu elektron valensi? (siswa mengangkat tangan)

Siswa : Elektron valensi menyatakan jumlah elektron


pada kulit terluar, Bu..

Guru : Ya, bagus sekali. Nah, kali ini Ibu akan


menampilkan suatu tabel periodik unsur

Guru menampilkan slide yang berisi tabel periodik

Guru : Nah, sembari mengingat apa yang telah dipelajari,


dapat dilihat pada gambar, (menunjuk 1 siswa) berapa jumlah
elektron valensi pada golongan IA, IIIA, VA?

Siswa : Jumlahnya yang 1A ada 1 elektron valensi, yang


golongan IIIA ada 3 elektron valensi, dan golongan VA elektron
valensinya ada 5, Bu..

Guru : Ya, jadi yang dapat disimpulkan antara hubungan


golongan dengan jumlah elektron valensi apa? (siswa
mengangkat tangan)
Siswa : Golongan menunjukkan jumlah elektron valensi,
Bu..

Guru : Ya, tepat sekali. Ada yang masih bingung atau


lupa?

Siswa : Tidak, Bu...

Guru : Baiklah, kalau begitu kita lanjutkan. Pada


pertemuan sebelumnya Ibu sudah pernah mengatakan unsur-
unsur pada golongan mana yang stabil?

Siswa : Lupa, Bu...

Guru : Ya, sebelum masuk pada pembahasan mekanisme


pembentukan sebuah ikatan kimia, kita harus memahami
keadaan stabil suatu unsur. Jadi anak-anak... unsur-unsur yang
sudah berada dalam keadaan stabil adalah unsur-unsur pada
golongan VIII. Sekarang kalian amati golongan VIII A, kenapa
mereka stabil?

Siswa : (Hening----Bingung)

Guru : Ya, kalau dilihat dari jumlah elektron


valensi?(siswa mengangkat tangan)

Siswa : Pada golongan VIIIA ada yang elektron valensinya


2 dan 8, Bu...

Guru : Ya, bagus sekali. Itulah kenapa mereka mengalami


kestabilan, karena terdapat elektron valensi yang sudah
berpasang-pasangan, yang berjumlah 2 dan 8. Stabil dalam arti
tidak terdapat dalam bentuk mineral atau bersenyawa atau
bereaksi dengan unsure/atom lain melainkan berdiri sendiri. Dari
sini dapat dibahas suatu aturan, yaitu duplet dan oktet. senyawa
yang memenuhi aturan duplet (elektron luarnya/sekelilingnya
jumlah penuhnya 2 elektron, sedangkan oktet apabila terdapat
maksimal 8 elektron pada kulit terakhir.

Siswa : Bu, yang jadi pertanyaan saya, kenapa golongan II


A tidak stabil, padahal kan elektron valensinya juga 2 seperti He?
..

Guru : Pertanyaan yang bagus sekali, jadi pada


kenyataannya golongan II A adalah unsur logam yang cenderung
melepaskan elektron, dan meskipun elektron valensinya ada 2,
namun keduanya tidak berpasangan. Berbeda dengan Helium
yang ditemukan dalam keadaan kedua elektron valensinya
berpasangan. Dan Helium ditemukan dalam bentuk gas yang
sangat sukar bereaksi, karena kestabilannya.

Siswa : Oooo... begitu ya...

Guru : Ya, Menurut kalian..Unsur-unsur lain selain pada


golongan gas mulia ingin stabil juga atau lebih memilih sendiri
dalam keadaan tidak stabilnya?

Beberapa siswa menjawab stabil, beberapa siswa


menjawab sendiri, beberapa siswa terdiam
kebingungan.

Guru : Yah, jadi anak-anak pada dasarnya semua unsur


akan cenderung mencapai suatu keadaan kestabilan. Unsur yang
tidak stabil akan berikatan dengan unsur lain dengan cara
melepas/menerima electron atau dengan pemakaian bersama
elektron sehingga keadaannya stabil.

Kegiatan Pembelajaran

Guru : Baiklah, yang pertama, kita akan mempelajari


tentang ikatan ion. Nah, Ibu sudah menyediakan suatu gambar
yang menerangkan bagaimana sebuah ikatan ion terbentuk
dalam sebuah senyawa. Ibu mengambil contoh dari senyawa
NaCl.

Guru menampilkan slide yang berisi mekanisme


pembentukan ikatan ion pada senyawa NaCl.

Guru : Coba kalian lihat pada gambar Na, (menunjuk 1


siswa) berapa elektron yang terdapat pada kulit terluar?

Siswa : satu elektron, Bu. Pada kulit M.

Guru : Terus (menunjuk 1 siswa) pada unsur Cl ada


berapa elektron di kulit terluarnya?

Siswa : Mmmm 7, Bu. Di kulit M juga Bu.

Guru : Bagus. Lalu, (menunjuk 1 siswa) pada gambar di


bawahnya apa yang terjadi dengan unsur Na dan Cl?

Siswa : Elektron terluar Na hilang Bu, Terus elektron terluar


Cl nambah satu, Bu.

Guru : Ya, lalu ada yang berubah lagi tidak pada gambar
unsur Na dan Cl?
Siswa : Pada gambar unsur Na ada tanda positif , Bu.
Terus, di gambar unsur Cl ada tanda negatif.

Guru : Ya, benar sekali. Tanda positif pada gambar unsur


Na menunjukan bahwa unsur Na tersebut melepaskan satu
elektron pada kulit terluarnya. Kemudian tanda negatif pada
gambar unsur Cl menunjukan bahwa unsur Cl tersebut menerima
satu elektron pada kulit terluarnya.

Guru : Jadi, semua sudah paham kan tentang mekanisme


terjadinya ikatan ion?

Siswa : Sudah, Bu..

Guru : Jadi ada yang bisa menjelaskan apa itu ikatan ion?
Dari apa yang sudah kita bahas tadi.

Siswa : Saya, Bu! Ikatan ion itu adalah ikatan yang terjadi
dimana suatu unsur ada yang melepas elektron dan unsur
lainnya menerima elektron.

Guru : Ya, bagus sekali.. Untuk contoh senyawa lain yang


berikatan ion dapat di lihat pada buku. Seperti MgCl 2 , AlF3 dan
MgO.

Guru : Kalau kalian sudah paham ikatan ion selanjutnya


kita akan membahas ikatan kovalen. Coba sekarang lihat slide
yang akan Ibu tampilkan ini!

Guru menampilkan mekanisme pembentukan HCl...


Guru : Anak-anak, pada gambar dapat dilihat, berapa
elektron valensi H ada berapa? Dan elektron valensi Cl ada
berapa?

Siswa : H ada 1 elektron valensi, sedangkan Cl ada 7


elektron valensi, Bu..

Guru : Ya, tadi kan kita sudah membahas apa itu duplet
dan oktet, (menunjuk siswa) kalau begitu atom H cenderung
stabil dengan duplet atau oktet?

Siswa : Kan H punya satu elektron valensi, Bu.. Jadi untuk


stabil perlu 1 elektron lagi untuk mencapai duplet, Bu..

Guru : Kemudian, (menunjuk siswa) pada atom Cl


cenderung stabil dengan duplet atau oktet?

Siswa : Cl kan sudah punya 7 elektron valensi, jadi butuh


satu elektron untuk mencapai oktet, Bu...

Guru : Nah, agar keduanya dapat stabil, kedua unsur


tersebut membentuk senyawa dengan berikatan kovalen. Ayo,
coba lihat kembali gambar elektron yang membentuk ikatan
kovalen, dari gambar tersebut, apa yang terjadi pada elektron
valensi H dan Cl?

Siswa : elektron valensi H dan satu elektron valensi Cl nya


bergabung, Bu.....

Guru : Ya, pada intinya ikatan kovalen itu terjadi karena


adanya pemakaian bersama sepasang elektron yang elektronnya
berasal dari masing-masing unsur...
Guru menampilkan lagi gambar senyawa yang berikatan
kovalen (Ikatan rangkap dua dan rangkap tiga)

Guru : Ayo coba perhatikan gambar slide yang ibu


tampilkan ini!

Siswa : Iya Bu.....

Guru : Anak-anak, kira-kira ikatan apa yang terbentuk


pada senyawa N2 dan O2? Coba diamati pada gambar diatas?

Siswa pun terdiam dan serius mengamati gambar slide yang


ditampilkan oleh guru

Guru : (menunjuk siswa) Kira-kira dalam gambar tersebut


terjadi serah terima elektron atau pemakaian bersama elektron?

Siswa : Terjadi pemakaian bersama Bu, Tapi kok pasangan


elektronnya ada dua pasang pada O dan ada tiga pasang pada N
ya Bu...?

Guru : Coba amati kembali ada berapa banyak elektron


valensi pada unsur O?

Siswa : Ada 6 elektron valensi, Bu? (Siswa pun serentak


menjawab)

Guru : Nah, untuk mencapai oktet, apabila unsur O


tersebut akan berikatan dengan unsur O yang lain untuk
mencapai kestabilan, berapa elektron yang dibutuhkan?

Siswa : Kan elektron valensi nya sudah 6 Bu, jadi


dibutuhkan 2 elektron lagi untuk mencapai kestabilan.
Guru : Ya, benar sekali anak-anak, oleh karena itulah agar
kedua unsur O tersebut sama-sama mencapai oktet,, Maka
masing-masing unsur O menyumbangkan 2 elektronnya untuk
membentuk ikatan kovalen rangkap 2. Sehingga terjadi
pemakaian bersama pasangan elektron unsur-unsur. Kemudian
kalau menurut kalian bagaimana dengan senyawa N2?

Siswa : Ooooh itu Bu, kan elektron valensi unsur N ada 5


elektron valensi, sehingga dibutuhkan 3 elektron lagi untuk
mencapai oktet, karena itu untuk mencapai kestabilan, masing-
masing unsur N menyumbangkan 3 elektron nya untuk
berikatan, sehingga membentuk ikatan kovalen rangkap 3, Bu....

Guru : Ya, benar sekali, sebenarnya mekanisme


terbentuknya ikatan kovalen rangkap 2 dan ikatan kovalen
rangkap 3 adalah sama. Hanya saja kalau ikatan kovalen rangkap
2, masing-masing unsur yang akan berikatan menyumbangkan 2
elektron nya untuk berikatan, kemudian kalau ikatan kovalen
rangkap 3, masing-masing unsur yang akan berikatan
menyumbangkan 3 elektronnya untuk berikatan.

Guru : Nah, Selain ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen


rangkap 2 dan ikatan kovalen rangkap 3, juga ada ikatan kovalen
koordinat. Baiklah, ibu akan kembali menampilkan gambar slide,
ayo coba perhatikan gambar ini anak-anak!

Siswa mengamati gambar slide yang telah ditampilkan


oleh guru dengan seksama

Guru menampilkan gambar ikatan SO3


Guru : Anak-anak, berapa elektron valensi dari unsur S
dan unsur O?

Siswa : Elektron valensi dari unsur S ada 6 elektron


valensi, Bu Unsur O juga ada 6 elektron valensi.

Guru : Oke, sekarang kita fokus pada bagian gambar yang


ditunjuk oleh panah pada gambar! Itulah yang dinamakan
dengan ikatan kovalen koordinasi, kalau diperhatikan kira-kira
perbedaan apa yang terlihat dengan ikatan kovalen yang telah
kita pelajari tadi.

Siswa : ehmm, itu Bu.terjadi ikatan antara S dan O, tapi


elektronnya hanya berasal dari S aja, Bu. Kalau ikatan kovalen
yang sudah kita bahas tadi kan terjadinya ikatan karena adanya
pasangan elektron yang dipakai bersama yang berasal dari
masing-masing unsur yang akan berikatan.

Guru : Ya bagus sekali, itulah yang kita sebut sebagai


ikatan kovalen koordinasi. Jadi, ikatan kovalen koordinasi itu
adalah ikatan kovalen yang terbentuk karena salah satu unsur
menyumbangkan elektronnya untuk berikatan dengan unsur
lainnya.

Siswa : Oooo, pada gambar itu kan terlihat unsur S


menyumbangkan elektron nya kepada unsur O sehingga kedua
unsur itu dapat berikatan. Jadi itu ikatan kovalen koordinasi ya
Bu?

Guru : Iya, berarti sekarang kalian sudah paham kan, apa


itu ikatan kovalen koordinasi?

Siswa : Sudah Bu.


Guru : Baiklah, kalau begitu kita akan lanjutkan pada
ikatan kimia, yaitu ikatan logam. Sekarang kalian kembali
perhatikan gambar slide yang akan ibu tampilkan ini!

Guru menampilkan gambar slide yang berisi tentang


ikatan logam pada Natrium

Guru : Anak-anak, gambar tersebut menunjukkan ikatan


logam yang terjadi pada natrium.

Siswa : Ikatan logam itu hanya terjadi dalam unsur itu saja
ya? kalau ikatan yang telah kita pelajari tadi kan terjadi antara
dua atau lebih unsur yang berikatan, tapi kok pada ikatan logam
ini ikatannya hanya ada pada unsur Na saja ya Bu?

Guru : Ya anak-anak, ikatan logam ini memang agak


berbeda dengan ikatan-ikatan kimia yang telah kita pelajari tadi.
Logam cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi
sehingga memberikan kesan kuatnya ikatan yang terjadi antara
atom-atomnya. Pembentukan ikatannya kebanyakan sama
dengan cara pembentukan ikatan kovalen. Perbedaannya tiap
atom Natrium tersentuh oleh delapan atom Natrium lainnya. Dan
tiap atom yang delapan ini disentuh oleh delapan atom Natrium
lainnya. Terus-menerus sampai memperoleh seluruh atom dalam
bongkahan Natrium.

Siswa : Ooo, jadi ikatan logam itu terjadi hanya dalam


unsur logam itu saja ya Bu?

Guru : Yaaaaaaaaabaiklah, kalau kalian sudah paham


tentang ikatan ion, kovalen, dan logam yang telah kita bahas
tadi, kita akan lanjut ke sifat-sifat fisik senyawa yang terbentuk
dari ikatan ion dan kovalen. Sekarang coba perhatikan gambar
tabel yang akan ibu tampilkan di slide berikut ini

Guru : baiklah ibu akan membagi kalian kedalam 3


kelompok diskusi, diskusikan tentang sifat-sifat fisik senyawa
yang terbentuk dari ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam,
ibu beri waktu 10 menit, jika sudah nanti akan ibu tanya hasil
dari diskusi kalian

Siswa : baik bu

Guru :oke sudah 10 menit, ibu ingin bertanya kekelompok


(menunjuk 1 kelompok) dari hasil diskusi kalian sebutkan contoh
sifat fisik senyawa dari ikatan ion

Siswa : Contohnya garam dapur sebagai wujud nyata


senyawa ion bu, karena garam dapur bersifat padat, keras tapi
rapuh, Kemudian dapat juga larut dalam air

Guru : oke, bagus sekali kelompok ini.. sekarang ibu akan


tanya contoh dari sifat fisik senyawa dari ikatan kation
(menunjuk 1 kelompok)

Siswa : contohnya H2SO4 atau air aki bu, air aki pada suhu
normal berupa cairan yang mudah menguap, tidak larut dalam
air. Tetapi pada zaman dulu aki digunakan untuk sumber listrik
untuk penerangan

Guru : iya, tepat sekali.. selanjutnya ibu akan tanya


contoh dari sifat fisik senyawa dari ikatan logam (menunjuk 1
kelompok)
Siswa : Bukti bahwa logam itu dapat ditempa yaitu logam
dapat dibentuk menjadi panci, wajan dan alat-alat dapur lainnya
bu

Guru : wah hebat sekali anak-anak, ibu rasa kalian sudah


memahami sifat-sifat fisik senyawa dari ikatan ion, ikatan kation
dan ikatan logam

Guru : tepuk tangan untuk kita semua

Kegiatan Penutup :

Guru : Anak-anak, dari yang telah kita pelajari hari ini


adakah yang dapat menyimpulkan pengertian ikatan ion, ikatan
kovalen, Ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam? Ayo ibu
meminta satu orang menyebutkan satu pengertian ?

Siswa 1 : Saya bu ! Ikatan ion adalah ikatan yang teradi


akibat serah terima elektron dari masing-masing unsur

Siswa 2 : Saya bu ingin menjelaskan ikatan kovalen ! Ikatan


kovalen merupakan ikatan yang terjadi akibat pemakaian
bersama pasangan elektron oleh masing-masing unsur.

Siswa 3 : Saya bu ! Ikatan kovalen koordinat merupakan


ikatan kovalen yang terjadi akibat pemakaian bersama pasangan
elektron dimana elektron tersebut dari salah satu unsur saja.

Siswa 4 : Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk dari


atom logam itu sendiri, dimana atom-aom logam tersebut saling
berikatan dan membentuk bijih logam.
Guru : Ya bagus sekali anak-anak, kalau begitu kita
cukupkan pertemuan kita hari ini, semoga apa yang kita pelajari
dapat bermanfaat, jangan lupa belajar dirumah, ibu akhiri,
Wassalamualaikum wr.wb.