Anda di halaman 1dari 9

Garuda Food sebagai salah satu perusahaan yang bergerak pada produksi dan sekaligus

pemasar dari produknya terlebih dahulu melakukan segmentasi, targeting dan positioning
terhadap produknya, sehingga sedapat mungkin mampu mengenali pelanggan dan calon
pelanggannya, menargetkan pasar sasaran, menganalisis kondisi internal dan eksternal
perusahaan, serta memposisikan produk kacangnya dalam benak pelanggannya. Berdasarkan
langkah-langkah tersebut akan dapat ditentukan strategi yang perlu dilakukan perusahaan
agar tetap eksis dan terus berkembang.

Segmentasi :
Demografi, penjualan produk Ting Ting Garuda ditujukan untuk para
masyarakat segala kalangan di Negara maju maupun berkembang yang mulai
memberikan perhatian lebih terhadap makanan ringan sebagai camilan di
berbagai suasana. Tingginya jam kerja masyrakat kini membuat mereka harus
selalu menyediakan makan tambahan sebagai pelengkap makanan pokok. Ting
Ting Garuda tidak menetapkan wilayah sasaran geografik. Ting Ting Garuda
dapat melayani semua segmen pasar. Untuk mendukung keberadaan produk ini,
Ting Ting Garuda banyak didistribusikan dipasar-pasar eceran selain di pedagang
besar. Produk Ting Ting Garuda memiliki harga terjangkau untuk semua kalangan
dengan kemasan kecil yamg mirip permen hingga kemasan besarnya.Walau
bukan makanam utama,namun kehadiran camilan sangat membantu dalan
kehidupan aktivitas sehari-hari.Belum lagi Ting Ting Garuda juga mengandung
gizi cukup yang tidak bisa diremehkan.

Targeting :
Ting Ting Garuda dipasarkan kepada masyarakat dengan berbagai usia dan
jenis kelamin,mulai dari anak-anak berumur 5 tahun hingga dewasa berumur
lebih dari 50 tahun. Ting Ting Garuda dipasarkan pula kepada masyarkat dari
segi status sosial,gaya hidup,kepribadian dan pendapatan ekonomi
manapun.Dulu camilan cuma dicitrakan untuk beberapa orang kaya saja.
Namun, dalam perjalanan waktu, kebutuhan camilan dirasakan oleh semua
orang dari berbagai kalangan. Bahkan, kini semakin banyak konsumen yang
mengonsumsi camilan sebagai pelengkap makanan pokok. Harga Ting Ting
Garuda yang terjangkau cukup memudahkan konsumen untuk mendapatkannya.

Positioning :
Ting Ting Garuda memposisikan produknya sebagai Market Challengers.Yaitu
sabagai produk inovasi baru yang menentang banyak produk camilan yang telah
beredar di pasar. Gabungan dua makanan berbeda,yaitu biskuit dan permen
akan membuat gebrakan baru pada pasaran saat ini.
Ting Ting Garuda pada dasarnya menerapkan strategi single positioning. Pada
single positioning, Ting Ting Garuda menggunakan slogan Bukan Permen,Bukan
Biskuit yang dapat membuat seseorang penasaran dan tertarik akaan produk
Ting Ting Garuda. Walaupun hanya camilan, Ting Ting Garuda juga memiliki
kandungan gizi cukup yang dapat menmbah daya tariknya sebagai snack.
Dengan slogan produknya yang dipopulerkan tersebut, akan mampu mengajak
masyarkat untuk beralih mengkonsumsi permen biskuit Ting Ting Garuda ynng
memberikan manfaat sebagi snack. Produk inipun terjangkau untuk dibeli oleh
para konsumen.
file:///E:/PI-PHP/PENGARUH%20PEMBAURAN%20PEMASARAN%20TERHADAP
%20KEPUASAN%20KONSUMEN%20PT%20DUA%20KELINC%E2%80%A6.html
2.2.3 Pembauran Pemasaran Kotler (2000) mendefinisikan bahwa bauran pemasaran
adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran
pemasarannya dalam pasar sasaran. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dan Fandy Tjiptono
(2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place).
PRODUK (PRODUCT). Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk
mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk PT DUA
KELINCI berupa Coated Peanut yaitu Roasted Peanuts, Deka, dan Katom dengan products
antara lain Hot Nut, Kacang Shanghai, Garlic Nut, Super Nut, Sukro. Beans yaitu Polongku,
Rege, Polong Mas, Koroku, Lofet. Snack yaitu My Corn dan Tic Tac. Beverages yaitu Jus
dan Sir Jus yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan
dan keinginan. Produk PT Dua Kelinci di jual ke grosir atau barang yang dibeli grosir untuk
dijual kembali kepada konsumen akhir. Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu
dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi tiga bagian : a. Pemilihan
produk b. Pembungkus barang c. Merk barang d. Pemilihan barang/produk Kebijaksanaan
perusahaan dalam memilih produk yang akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi
perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi, yang akan
dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran.
Pemilihan barang atau 6
11. produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya
beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang
dicapai akan dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan.
Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah masalah yang mungkin
dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan
barang ini akan selalu terjadi di mana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai
tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya
tingkat pendapatan perusahaan. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam
mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus
dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan
dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan
produk baru sebagai pengganti atau strategi baru. Tahap-tahap siklus kehidupan dibagi
menjadi lima tahapan di mana untuk masing masing tahap suatu perusahaan harus
memasang strategi atau kebijaksanaan yang berlainan untuk menjaga agar kelangsungan
hidup perusahaan terjamin. Lima tahapan tersebut adalah sebagai berikut : Tahap
perkenalan Tahap pertumbuhan Tahap kedewasaan dan kejenuhan Tahap kemunduran /
penurunan I. Tahap perkenalan. Tahap perkenalan ini menunjukan bahwa barang yang
dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya sehingga
perlu memperkenalkan barang tersebut pada masyarakat melalui penyampaian informasi
dengan kegiatan promosi yang gencar dan agresif menekankan merk 7
12. penjualan, kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana
kegunaanya bagi konsumen dan lain-lain. Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos
promosi yang sangat tinggi sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit dalam
memberikan tambahan pendapatan produsen. Tujuan utama promosi adalah agar konsumen
tahu dan mengenal dengan baik produk perusahaan dan mulai menyukainya. II. Tahap
Pertumbuhan Tahap pertumbuhan ditunjukan dengan meningkatnya volume penjualan
dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai. Usaha yang
dilakukan dalam tahap ini adalah menurunkan kegiatan promosinya untuk diganti dengan
memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah daerah (lokasi lokasi segmen pasar)
yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan
perusahaan pesaing. Pada tahap ini bermunculan perusahaan-perusahaan pesaing yang
mencoba merebut segmen pasar yang kita kuasai dengan menggunakan strategi-strategi yang
dengan perlahan dan pasti dapat menggeser kedudukan perusahaan yang lebih dulu masuk
pasar. III. Tahap kedewasaan dan kejenuhan Tahap kedewasaan merupakan titik puncak
kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat
tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga
usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume
penjualan. Tambahan volume penjualan sudah dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita
kuasai sudah banyak yang dimasuki produk-produk pesaing yang sedikit demi sedikit mulai
mengikis segmen pasar kita, ditambah lagi dengan konsumen sudah mulai melirik produk
sejenis lainnya yang sekiranya mempunyai keunggulan 8
13. lebih banyak atau dengan kata lain konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang
kita jual. IV. Tahap kemunduran / penurunan Akibat buruk perilaku konsumen tersebut
menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat
mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut. Adapun kebijaksanaan yang akan
di ambil oleh perusahaan pada umumnya terdiri dari dua, yaitu : Menghentikan produk yang
sudah tidak dapat bersaing dengan digantikan oleh barang yang benar-benar baru dan lain
dibandingkan dengan produk lama. Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan
perusahaan mempunyai tenaga yang punya kemampuan dalam membuat motivasi baru,
kreasi, atau menciptakan barang yang akan menggantikannya. Tetap mempertahankan
barang lama tetapi memperbaharui atribut-atribut lamanya baik dari segi kemasan atau dapat
juga menonjolkan kelebihan lain. Kalau alternatif ini tidak dapat dilakukan perusahaan harus
dapat membuat barang yang benar-benar baru yang memerlukan penelitian dari awal baik
dari segi mutu, merk dagang, pembungkus, cara mendistribusikan dan lain-lain. Pembungkus
barang Pembungkus (Kemasan) barang merupakan pertimbangan ke dua setelah produk yang
sejenis, ternyata mempunyai kualitas yang sama, rasa yang sama atau kegiatan yang relative
berbeda. Maka bagi pembeli yang merasa bingung dengan berbagai merk tersebut akhirnya
akan mempertimbangkan bungkus luar produk yang akan dipilih. Oleh karena itu bungkus
juga memegang peranan penting dalam penjualan produk. Untuk membuat bungkus agar
menarik pembeli maka perusahaan harus mempertimbangkan dari berbagai aspek baik aspek
ekonomis, keindahan maupun 9
14. praktisnya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan
diantaranya: 1. Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli. 2. Bungkus yang
mudah diingat. 3. Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga tidak dapat besaing
dengan produk sejenis yang lain. 4. Kemasan di design agar dapat menjaga mutu barang,
memudahkan pengangkutan, penyimpanan, penyusunan di rak took, atau memmpunyai
kegiatan setelah dipakai habis (ada kegiatan ganda). Merk Barang Merk barang PT Dua
Kelinci disertai dengan gambar dua kelinci mempertegaskan adalah sangat penting bagi
perusahaan untuk membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain. Dengan melihat
merk seseorang yang sudah menggemari atau fanatic terhadap rasanya, mutunya atau
keadaanya tidak akan nemilih lagi dalam memilih lagi dalam membeli barang cukup hanya
dengan melihat gambar tertentu atau kata-kata tertentu dalam suatu prroduk menganggap
sudah cukup memutuskan untuk membeli. Dengan merk yang sudah menjadi langganan
pemakai dapat menghemat waktu dalam membeli karena dapat menyuruh orang lain untuk
membelinya (praktis) dan membuat anggaran tertentu dalam memakainya. Banyaknya
manfaat yang dapat diperoleh konsumen ini ternyata terlihat juga oleh produsen sehingga
sering sekali produsen menggunakan merk tersebut sebagai salah satu strategi pemasarannya
dengan jalan perusahaan memproduksi barang yang tidak terlalu berbeda setiap memakai
berbagai merk, hal ini dilakukan untuk menguasai pasar. HARGA ( PRICE ) Bauran harga
berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat 10
15. harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara
berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus
dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga
akan dapat terjangkau oleh konsumen. Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : price is
the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all
the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service.
Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih
luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan
keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa. Sedangkan Stanton
mendefinisikan harga: Price is the amount of money and or goods needed to acquire some
combination of another goods and its companying services. Pengertian di atas mengandung
arti bahwa harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan
kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. Harga merupakan
elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil
dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan
juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan. Harga
adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pengguna untuk mendapatkan produk. Dengan
kata lain seseorang akan membeli barang kita jika sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari
produksi tersebut (Moenroe, 1990). Jika hal ini dikaitkan dengan produk layanan, maka
seseorang akan datang ke tempat kita jika waktu atau dana yang dikorbankan untuk
mendapatkan produk layanan kita sesuai dengan produk layanan yang ditawarkan. Harga dan
kebijaksanaan harga adalah elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam pemasaran.
Harga adalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan pemasukan,
bagaimanapun harga mendatangkan masalah tersendiri. Condous (1983) menyarankan,
apabila 11
16. pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan, maka besarnya harus
disesuaikan dengan kemampuan pengguna. Dalam hal pemasaran jasa, kreatifitas dan
keahlian manajemen paling banyak dibutuhkan dalam masalah penetapan harga. Ciri-ciri
yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Hal yang
menarik sekali adalah bahwa para penjual kerap kali mengetahui permintaan in-elastis. Oleh
karena itu mereka menetapkan harga yang paling tinggi. Akan tetapi mereka lalai bertindak
yang sebaliknya, jika menghadpi permintaan yang elastis, walaupun harga lebih rendah akan
menaikkan penjualan unit, pendapatan total, penggunaan fasilitas dan mungkin juga naiknya
laba bersih. Prinsip penetapan harga barang dapat juga diterapkan daam penetapan harga jasa.
Secara singkat prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithaml dan Bitner (1996) adalah
sebagai berikut: Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan
harganya, yang mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat
permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang
ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, dan menentukan harga akhir.
Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit makasimum melalui penetapan harga.
Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival, memakasimumkan
penerimaan sekarang, memakasimumkan pertumbuhan penjualan, memakasimumkan
penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas. Para pemasar
hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan harga. Untuk
mengevaluasi sensitifitas harga, para pemasar bisa menghitung elastisitas permintaan, yang
dapat dirumuskan Elastisitas = Persen (%) perubahan dalam kuantitas yang dibeli Persentase
perubahan dalam harga 12
17. Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di
dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya
tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Bila suatu produk atau jasa
harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, harga harus mampu menutup semua biaya
mencakup mark-upnya. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan
barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam
proses penetapan harga. Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran
perolehan, nilai yang bisa diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis. Setelah
menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuikan harganya dengan menggunakan harga
geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga diskrimiasi, serta harga bauran produk.
Dalam situasi tertentu, pengguna melakukan penilaian atau menghitung-hitung tentang apa
yang akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. Dengan demikian,
harga merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akan diberikan oleh
suatu produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan sejumlah biaya
yang dikaitkan dengan penggunaan produk tersebut ( Yazid, 1999). Pusat informasi yang
menghendaki profit harus mampu menutup semua biaya yang berkaitan dengan proses
memproduksi dan memasarkan suatu jasa. Selanjutnya menetapkan marjin secukupnya
sehingga mampu memberikan keuntungan yang memuaskan. Yazid (1999) yang mengatakan
bahwa, Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup harga yang bersifat moneter dan harga
yang bersifat non-moneter. Harga yang bersifat moneter mempuyai peranan penting bagi
bagian pemasaran untuk mengukur tingkat atau porsi penerimaan dari konsumen. 13
18. Selanjutnya dikatakan bahwa, di samping itu beberapa biaya non-moneter yang
mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggunakan suatu jasa mencakup: Waktu
merupakan komoditas utama bagi sejumlah orang, dan bagi seseorang yang menawarkan jasa
dengan pelayanan yang berbeda kepada setiap individu, tetapi mempunyai keterbatasan
waktu, mereka akan memperhitungkan biaya terhadap waktu yang digunakan dalam
mencari/memburu suatu jasa, karena barangkali waktu yang terbuang itu sebenarnya dapat
digunakan untuk keperluan lain. Upaya upaya yang bersifat fisik. Biaya untuk melakukan
upaya-upaya fisik yang diperlukan untuk memperoleh sejumlah jasa bisa saja dimasukkan,
khususnya bila penyajian jasa dilakukan secara swalayan. Biaya-biaya sensor. Biaya-biaya
ini bisa saja dikenakan sehubungan dengan adanya kebisingan, bau tidak sedap, aliran udara
yang tidak lancar, terlalu panas atau terlalu dingin ruangannya, tempat duduk yang tidak
nyaman, lingkungan yang terkesan jorok, bahkan rasa yang tidak mengenakkan. Biaya-
biaya psikologis. Biaya-biaya ini kadang-kadang dikenakan untuk penggunaan suatu jasa
tertentu, seperti upaya yang bersifat mental (berpikir), perasaan adanya ketimpangan atau
ketidakadilan bahkan rasa takut. ( Yazid, 1999 ) PROMOSI ( PROMOTION ) Bauran
promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka
dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh
perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen. Promosi adalah arus informasi atau
persuasi satu arah yang dapat 14
19. mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli
dan penjual. Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting
karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan
terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen. Oleh karena itu
pembeli adalah raja. Para produsen berbagai barang bersaing untuk merebut hati pembeli agar
tertarik dan mau membeli barang yang dijualnya. Pada dasarnya keputusan membeli sangat
dipengaruhi oleh motif-motif pertimbangan secara emosional, seperti : merasa bangga,
sugesti, angan-angan dan sebagainya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara rasional
seperti: karena mempertimbangkan riwatnya, ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya,
pengangkutannya dan sebagainya. Dalam promosi terdapat beberapa kegiatan yang
dilakukan, pada umumnya ada empat kegiatan yang biasa dilakukan yaitu: a. Periklanan. b.
Personal selling. c. Promosi penjualan. d. Publisitas dan humas. a. Periklanan ( Advertesing )
Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan
melalui komunikasi non individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa,
PT DUA KELINCI dengn jalur promosi bellow the line dan above the line (dengan iklan
televisi yang menggunakan ikon selebriti ) mereka tempuh Periklanan dilakukan untuk
memasarkan produk baru, memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh
salesman maupun personal selling. b. Personal selling Personal selling adalah kegiatan
promosi yang dilakukan antar individu yang 15
20. sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai
atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak,
PT DUA KELINCI juga melakukan personal selling dengan mengundang ribuan grosir dalam
acara wisata industri, untuk memperkuat jalur grosir dan distribusi. c. Promosi penjualan
Promosi penjualan PT DUA KELINCI saat wisata industri dengan menggunakan alat peraga,
demontrasi, dan hadiah untuk memperkenalkan produk . d. Publisitas Publisitas merupakan
kegiatan promosi yang hampir sama dengan periklanan yaitu melalui media masa tetapi
informasi yang diberikan tidak dalam bentuk iklan tetapi berupa berita. Strategi pemasaran
PT DUA KELINCI memperkenalkan produknya pada masyarakat Indonesia dan
mancanegara lewat sepak bola dengan mendatangkan pemain sepak bola Real Madrid Luis
Figo pada tahun 2011 dan Xabi Alonso pada tahun 2012 SALURAN DISTRIBUSI
( PLACE ) Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi
para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet
yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk. Definisi
saluran distribusi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : The various the
company undertakes to make the product accessible and available to target customer.
Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh
dan tersedia untuk konsumen sasaran. Sebagai salah satu variabel marketing mix, place /
distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan
16
21. produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang
dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat. Pemilihan
saluran distribusi Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan
jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau
menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Hal ini harus
dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana
akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai
kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses
penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam
perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang
tersebar luas. Saluran distribusi adalah saluran yang dipakai produsen untuk menyalurkan
barang hasil produksinya kepada konsumen, baik sampai berpindahnya hak (penguasaan)
sampai dengan pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak kepemilikannya saja.
Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan halhal sebagai berikut: Sifat pembeli,
seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografis dsb. b. Sifat produk. c. Sifat
perantara. d. Sifat pesaing e. Sifat perusahaan, dan sebagainya Sifat pembeli sangat
mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai. Sebagai
contohnya, kalau jumlah pembeli hanya, frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil
maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang. 17
22. Sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya.
Misalnya, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana ukurannya, bagaimana
kualitas barang kalau dilihat dari segi konsumen, harganya dan sebagainya. Kesemuanya itu
perlu dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga. Sifat perantara, perusahaan, pesaing,
pasar yang dituju dan sebagainya menjadi faktor yang penting dalam memilih saluran
distribusi yang akan digunakan perusahaan. Saluran distribusi yang digunakan itu dengan
tujuan agar barang yang ditawarkan sampai pada konsumen industry maupun konsumen
akhir. Alternatif pemilihan saluran distribusi. Untuk memakai saluran distribusi tertentu di
samping mempertimbangkan faktor-faktor di atas perusahaan juga perlu mengetahui unsur
apa saja yang sebenarnya juga mempengaruhi pemilihan saluran distribusi, diantaranya: A.
Tipe perantara. Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi
pemasaran seperti penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian dan sebagainya. Kalau
fungsi pemasaran yang dilakukan perantara ternyata lebih efisien dibanding dengan kalau
fungsi pemasaran dilakukan oleh produsen maka produsen yang bersangkutan biasanya
memasukan perantara kedalam saluran distribusi yang dipilihnya. Pada dasarnya ada 3 jenis
perantara yaitu : 1. Pedagang (Wholesaler) adalah perantara yang secara nyata mempunyai
barang dagangan dan melakukan fungsi pemasaran di mana barang yang di dagangkan dalam
jumlah volume penjualan yang besar sehingga pedagang besar ini biasanya hanya melayani
pembelian dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain tidak melayani kosumen akhir
yang membeli untuk 18
23. memenuhi kebutuhan pribadinya (atau besifat non-bisnis). 2. Pengecer (Retailer)
adalah perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk
keperluan pribadi maupun konsumen industri. 3. Agen merupakan perantara yang ketiga,
agen mempunyai perbedaan baik dengan pedagang besar mupun pengecer. Hal ini
diperlihatkan pada masalah hak kepemilikan barang yang dijualnya. Kalau pedagang besar
dan pengecer memiliki hak milik pada barang yang dijual maka kalau pada agen sebaliknya.
Biarpun sebagai agen mereka bisa menjual dalam partai besar tetapi tetap hak miliknya ada
pada produsennya. Kalau digambarkan sebagai berikut: B. Jumlah Perantara Kalau ditinjau
dari jumlah perantara, ini menyangkut untuk tingkat penyebaran pasar yang diinginkan oleh
produsen.Dengan mempertimbangkan jumlah perantara/penyalur maka produsen mempunyai
3 jenis kebijaksanaan alternative pemakaian saluran distribusi, yaitu: 1. Distribusi Insentif.
Kebijaksanaan yang dipakai perusahaan PT DUA KELINCI dengan jalan memakai sebanyak
mungkin penyalur atau pengecer untuk mencapai dengan cepat kebutuhan konsumen dapat
terpenuhi dengan segera, yaitu di pasar basah (tradisional) dan di pasar kering (modern) 2.
Distribusi selektif. Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memakai beberapa
perantara saja, untuk memudahkan pengawasan terhadap penyalur. Distribusi ini dipakai
untuk memasarkan barang-barang baru, barang spesial, PT DUA KELINCI juga membuat
kios kelinci Sehingga dalam pemakaian saluran distribusi ini produsen berusaha memilih
berapa 19
24. penyalur yang benar-benar baik dan mampu melaksanakan fungsi pemasaran. 3.
Distribusi eksklusif. Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memilih satu perantara
saja dalam wilayah geografis tertentu. Hal ini digunakan untuk pengawasan yang lebih
intensif dan mendorong semangat penyalur agar agresif dalam melaksanakan fungsi
pemasarannya. PT DUA KELINCI juga menjalin hubungan dengan maskapai penerbangan
GARUDA INDONEIA dengan produknya mixed nut Distribusi ini dipakai produsen
penghasil barangbarang yang relatif sedikit lebih mahal. Karena pemasaran bukanlah ilmu
pasti seperti keuangan (finance), teori Marketing mix juga terus berkembang. Dalam
perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People
(Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin,
misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.[1] Perencanaan saluran distribusi
dilakukan dengan maksud untuk memperlancar penyaluran produk agar sampai kepada
konsumen. Dengan kegiatan distribusi ini diharapkan dapat mempermudah konsumen untuk
memperoleh produk setiap saat. Kecepatan dan ketepatan dari saluran distribusi yang
dilakukan oleh perusahaan akan sangat membantu konsumen dalam mendapatkan produk
perusahaan, hal ini agar dapat menaikkan citra keberadaan produk dan perusahaan itu sendiri.
PT DUA KEINCI dengan melakukan export agar jangkauan pemasarannya (market range)
merata dalam skala global antara lain negara Europe, Saudi Arabia, China, Hongkong,
Thailand, Singapore, Malaisia, Philipina, Brunai Darusalam, Austrtralia, Canada, United
States Of Amerika 20