Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

Untuk dapat menegakkan suatu diagnosis atau kelainan di telinga, hidung,

dan tenggorok diperlukan kemampuan melakukan anamnesis dan ketrampilan

melakukan pemeriksaan organ-organ tersebut. Kemampuan ini merupakan bagian

dari pemeriksaan fisik bila terdapat keluhan atau gejala yang berhubungan dengan

kepala dan leher. Banyak penyakit sistemis yang bermanifestasi di daerah telinga,

hidung atau tenggorok demikian juga sebaliknya. Untuk mendapatkan

kemampuan dan ketrampilan ini perlu latihan yang berulang.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dalam ruangan yang tenang tersedia

sebuah meja kecil tempat meletakkan alatalat pemeriksaan dan obat-obatan atau

meja khusus ENT Instrument Unit yang sudah dilengkapi dengan pompa

penghisap, kursi pasien yang dapat berputar dan di naik turunkan tingginya serta

kursi untuk pemeriksa dan meja tulis.

Telinga dapat dibahagi menjadi 3 bahagian iaitu telinga luar, tengah dan

dalam. Telinga luar adalah bagian telinga yang tampak. Itu termasuk keseluruhan

bagian luar telinga (auricle), yang terdiri dari tulang rawan dan kulit, dan daun

telinga. Telinga luar juga termasuk saluran telinga (jalan terus yang membawa

suara dari luar tubuh ke gendang telinga). Gendang telinga (tympanic membrane)

adalah suatu membran tipis yang berlokasi pada ujung paling dalam dari saluran

telinga yang memisahkan telinga luar dan telinga tengah.


Otomikosis atau yang dikenal juga dengan fungal otitis externa merupakan

infeksi jamur yang sering terjadi pada telinga luar, terutama pinna (auricula) dan

meatus acusticus externus. Otomikosis sering terjadi di negara tropis dan

subtropis, dan pada kebanyakan kasus, jamur penyebab tersering infeksi ini

merupakan isolat dari Aspergillus (niger, fumigatus, flavescens, albus) atau

Candida spp.

Otomikosis adalah infeksi akut, subakut atau kronis jamur yang melibatkan

pinna dan meatus auditori eksternal, namun dengan adanya perforasi membran

timpani, juga dapat melibatkan telinga tengah. Faktor predisposisi dari otomikosis

adalah infeksi telinga kronis, penggunaan minyak, obat tetes telinga, steroid,

renang (telinga basah merupakan predisposisi infeksi jamur), infeksi jamur lain

yang ada di dalam tubuh seperti dermatomikosis atau vaginitis, status

immunocompromised, kekurangan gizi pada anak-anak dan perubahan hormonal

menimbulkan infeksi seperti yang terlihat selama menstruasi atau kehamilan.

Jamur merupakan infeksi patogen utama dalam otomikosis, khususnya karena

kelembaban berlebihan. Faktor predisposisi lain otomikosis, termasuk iklim

lembab, adanya serumen, manipulasi telinga, kekebalan tubuh rendah dan baru-

baru ini meningkatnya penggunaan antibiotik topikal/preparat yang mengandung

steroid.
DAFTAR PUSTAKA

1. Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD. Buku Ajar Ilmu

Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. Edisi Keenam.

Jakarta : Penerbit FKUI. 2010.


2. Kumar, Ashih. Fungal Spectrum in Otomycosis Patient. JK Science. Vol.

7 No 3, July-September 2005.