Anda di halaman 1dari 14

KEGIATAN DASAR WIRAUSAHA

22:25 Yogi Tri Cahya Salam

Wirausaha merupakan suatu proses untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan
untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara
memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa.
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan
atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau
belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum
diketahui sepenuhnya.

Kegiatan wirausaha akan menunjang ekonomi keluarga atau pemerintah, baik


industri dan perdagangan. Pertumbuhan industri yang diikuti kemajuan
perdagangan akan melahirkan kesempatan kerja baru. Lapangan kerja baru ini akan
menampung tenaga kerja baru,yang pada hakekatnya mengurangi pengangguran,
mengatasi ketegangan sosial, meningkatkan taraf hidup masyarakat, memajukan
ekonomi bangsa dan negara, pada akhirnya menentukan pula keberhasilan
pembangunan nasional.

Profesi dan Seni Penjual

Di dalam masyarakat umum pekerjaan sebagai penjual sangat dikenal meskipun


banyak yang memahami dengan cara yang salah. Profesi ini bagi sebagian orang
dianggap sebagai pekerjaan yang kurang bergengsi dibanding profesi lainnya.
Padahal dapat dipastikan bahwa setiap melakukan kegiatan penjualan ini. Seorang
eksekutifpun melakukan kegiatan penjualan, setidaknya ketika mereka akan
menawarkan dirinya kepada perusahaan untuk dipekerjakan. Karena transaksi
penjualan bukan saja terjadi secara eksternal tetapi juga secara internal di dalam
perusahaan. Siapa sajakah yang melakukan penjualan? sebelum menjawab
pertanyaan tersebut perlu hendaknya dipahami beberapa jenis penjualan sebagai
berikut :

1. Trade Selling. Terjadi apabila produsen dan pedagang besar mempersilakan


pengecer untuk berusaha memperbaiki distribusi produk-produk mereka.

2. Missionary Selling. Menjual untuk mendorong pembeli untuk membeli dari


penyalur dalam arti kata penjual tidak secara langsung menawarkan produk

3. Technical Selling. Berusaha untuk meningkatkan penjualan dengan pemberian


saran, nasehat dan bantuan teknis kepada pembeli akhir
4. New Business Selling. Berusaha untuk membuka transaksi dari calon pembeli
menjadi pembeli.

5. Responsive Selling. Memberikan reaksi dan pelayanan terhadap pembeliyang


melakukan pembelian.

Selain itu penjual juga terbagi dalam 3 kelompok yaitu :

1. Order Taker

2. Order Getter

3. Order Supporter.

Order Getter berusaha untuk mendapat pembeli dan mempengaruhinya agar mau
membeli sedangkan order taker adalah melayani pembeli yang sudah memiliki niat
untuk membeli. Hal ini terjadi ketika pramuniaga melayani pelanggan yang akan
berbelanja di toko. Sedangkan Order Supporter adalah tenaga yang bertugas untuk
mendukung kegiatan penjualan seperti teknisi pada peralatan elektronik membantu
pemasangan instalasinya. Berdasarkan tugas penjualan yang dilakukan oleh tenaga
penjualan maka profesi tenaga penjualan dapat dikelompokkan atas:

1. Merchandising Salesman. Mereka yang tidak hanya menjual saja tetapi


membantu dalam penyaluran dan mempromosikan produknya.

2. Detailman. Orang yang tidak melakukan penjualan langsung tetapi bertugas


untuk memberikan informasi kepada sasaran penjualannya.

3. Sales Engineer. yaitu mereka yang bertugas memberikan pelayanan secara


teknis yang diperlukan untuk menggunakan produk. Kelompok ini tidak melakukan
penjualan secara langsung.

4. Pioner Product Salesman. Mereka yang bertugas untuk membuka daerah baru
atau segmen pasar baru bagi produk baru perusahaan.

Kesempatan karir ini dapan dilakukan dengan bekerja pada perusahaan atau
menjadi tenaga penjual secara independen. Bagi yang bekerja sebagai tenaga
penjualan perusahaan memiliki jenjang-jenjang yang cukup bagus bahkan tidak
jarang tenaga penjual dapat mencapai tingkat tertinggi di dalam organisasi
perusahaan. Terdapat beberapa alasan mengapa kesempatan karir dipenjualan
lebih terbuka :

1. Penjualan merupakan bagian dari manajemen perusahaan yang menonjol dan


menjadi perhatian besar bagi perusahaan.

2. Membutuhkan banyak tenaga, namun sangat sedikit yang benar-benar mampu


menjalankannya secara profesional.
3. Terbiasa bekerja dengan orang lain atau tim sehingga pengalaman akan melatih
diri di dalam mengelola orang lain.

4. Pengalaman di bidang penjualan sangat dapat diwirausahawanlkan perusahaan


untuk mendongkrak kinerja perusahaan.

5. Tingkatan profesi penjual di dalam perusahaan terbuka mulai dari tingkat


operasional sampai tingkat direktur.

Seni Menjual adalah suatu seni untuk mempengaruhi orang lain agar bersedia
membeli barang, jasa, ide yang ditawarkan kepada konsumen sehingga konsumen
merasa memperoleh keuntungan bila memiliki atau membeli barang yang dibelinya.
Dalam dunia penjualan ada berbagai macam teori yang berkaitan dengan teknik
menjual, salah satunya adalah berdasarkan 5 konsep AIDAS.

Tahapan-tahapan yang harus dilakukan seorang wirausaha dalam


melakukan kegiatan penjualan berdasarkan 5 konsep AIDAS sebagai
berikut:

1. Perhatian (Attention)

Pada tahap perhatian (attention) wirausaha berusaha agar calon


konsumen memperhatikan penawaran yang dilakukannya. Untuk
mendapatkan perhatian dari calon konsumen wirausaha harus
memperlihatkan sikap yang baik, tutur kata dan cara berpakaian yang
menarik yang akan memberikan penilaian yang positif dari calon
konsumen yang akan berpengaruh terhadap terjadinya jual beli.

2. Minat (Interest)

Pada tahap minat (interest) wirausaha berusaha meningkatkan perhatian


calon konsumen menjadi minat dengan cara menciptakan suasana yang
menyenangkan, mendengarkan dan memahami kebutuhan konsumen.

3. Keinginan (Desire)

Pada tahap keinginan (desire) wirausaha harus dapat meyakinkan calon


konsumen dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon
konsumen apabila membeli produk yang ditawarkan serta kerugiannya
jika tidak membeli produk tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi keinginan
membeli dari calon konsumen adalah factor pendapatan, pendidikan,
status social, jenis kelamin dan lain lain.

4. Tindakan (Action)

Pada tahap tindakan (action) wirausaha harus dapat mewujudkan


kebutuhan dan harapan konsumen dan memberikan keyakinan bahwa
barang, jasa dan ide yang dibeli merupakan langkah yang tepat yang
dapat memberikan keuntungan bagi konsumen.

5. Kepuasan (Satisfaction)

Pada tahap kepuasan (satisfaction) wirausaha harus dapat memastikan


bahwa kualitas barang, jasa dan ide yang dibeli sesuai denga harapan
konsumen.

Selain 5 konsep AIDAS terdapat Pelayanan Prima yang dikembangkan


berdasarkan konsep A3 yaitu :

1. Konsep Attitude (Sikap)

Calon konsumen selalu mengharapkan sikap dan perilaku yang baik dan
menyenangkan dari wirausaha seperti penampilan dan sikap yang sopan
serta berfikir positif dalam melayani sehingga calon konsumen merasa
puas dengan pelayanan yang diberikan dan kemungkinan besar
pengalamannya disampaikan kepada orang lain dan menjadi promosi
gratis bagi perusahaan.

2. Konsep Attention (perhatian)

Apabila calon konsumen menunjukkan minat terhadap barang atau jasa,


wirausaha dapat memberikan perhatian kepada calon konsumen dengan
memberikan informasi yang baik terhadap produk atau jasa tersebut
seperti mendengarkan dan memahami kebutuhan konsumen serta
Mencurahkan perhatian penuh kepada konsumen.

3. Konsep Action (tindakan)

Setelah konsumen merasa tertarik dengan produk dan jasa yang


ditawarkan, wirausaha harus segera melakukan tindakan untuk
memberikan kemudahan kepada konsumen dengan mewujudkan
kebutuhan konsumen dan menyatakan terimakasih dengan harapan
konsumen kembali.

Beberapa teknik menjual yang sering digunakan dilapangan :

1. Memanipulasi barang, jasa atau ide dengan cara memasang iklan mini,
brosur dan sejenisnya contoh teknik menjual yang dilakukan sebuah
lembaga pendidikan yang memakai nama perguruan tinggi terkemuka di
Indonesia didalam brosurnya berbunyi jaminan diterima.

Meniru merk adalah membuat merk mirip dengan merk produk yang sudah
terkenal dengan maksud tidak perlu lagi bersusah payah membangun
merk dan berpromosi.
2. Mengatur keuntungan, contohnya yang dilakukan oleh sebuah
hypermarket dengan menawarkan harga terbaik untuk konsumen, teknik
menjual dengan harga semakin murah karena hypermarket tersebut
mendapat pasokan barang dalam jumlah besar sehingga mendapatkan
potongan harga yang besar pula dari supplier.

3. Subsidi silang harga, diartikan bahwa wirausaha menjual produk yang


satu dengan harga murah dan produk yang lain dengan harga lebih mahal
atau yang satu rugi yang lain untung besar, atau produk jasa bisa
dikatakan gratis untuk jasa yang lain diberikan harga yang pantas.

Sejalan dengan meningkatnya perkembangan teknologi salah satu seni


menjual yang dapat dilakukan wirausaha dalam meningkatkan pemasaran
menurut Tung Desem Waringin (Koran Sindo, 4 Juli 2010) adalah dengan
mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) yaitu dengan cara-
cara:

1. Mengoptimalkan perangkat lunak (software) yang memungkinkan


wirausaha dapat menyimpan dan mengolah data base konsumen atau
calon konsumen dengan baik untuk membantu meningkatkan penjualan.

2. Memberikan informasi up to date (terkini) kepada konsumen misalnya


emailblast atau smsblast, meskipun wirausaha memiliki teknologi
penyimpanan data yang mahal tetapi jika tidak mengupdate informasi
kepada konsumen maka database yang dimiliki tidak akan mendukung
peningkatan pemasaran. Selain itu juga memberikan penawaran diskon,
voucher dan sebagainya, yang kemungkinan konsumen atau calon
konsumen melakukan real action atau pembelian.

3. Optimalkan Teknologi Informasi antar tim, dengan mengoptimalkan


penggunaan handphone dapat memaksimalkan kinerja tim pemasaran,
kapanpun dimanapun bisa mengupdate berbagai strategi pemasaran dan
penawaran perusahaan kepada seluruh tim sekaligus, baik lewat fitur
layanan messenger, email dan sebagainya. Wirasuaha juga dapat
memberikan penawaran kepada para calon konsumen dalam jumlah yang
banyak dalam waktu yang lebih singkat.

4. Lakukan perlindungan terhadap Teknologi Informasi yang dimiliki,


penggunaan system pengamanan TI secara menyeluruh, anti virus yang
berkualitas dan tim yang benar-benar ditugaskan untuk melakukan
perlindungan terhadap segala sesuatu yang menyangkut TI. Semakin maju
TI semakin pesat juga perkembangan virus atau hal-hal lain yang
mengganggu kelancaran teknologi dalam perusahaan.
Tipe Pembeli

Di dalam ekonomi, menurut pakarnya maka bisa dikategorikan menjadi 7 tipe


konsumen yaitu adalah sebagai berikut :

a. Konsumen Apatis

Jenis tipe konsumen yang apatis adalah jenis orang yang tidak pernah membeli
apapun, dan mereka juga tidak perduli sebagus apa produk suatu perusahaan,
seberapa murahnya produk Wirausahawan. Karena pada dasarnya tipe pembeli ini
mempunyai sifat yang pesimis dan sinis.

b. Konsumen Aktualisasi Diri

Konsumen yang aktualisasi diri adalah kebalikan dari konsumen apatis, tipe ini
mengetahui dengan pasti apa yang mereka butuhkan, apa manfaatnya, berapa
harganya, apa yang mereka beli dan mereka segera akan mendapatkannya.

c. Konsumen Analitis

Tipe ini cenderung sangat detail terutama pada masalah angka, detail pada
spesifikasi dari produk yang Wirausahawan jual serta kualitas produk yang
wirausahawan jual. Dan biasanya tipe ini juga menekuni bidang usaha/pekerjaan
dibidang akuntan, insinyur, bankir atau apapun yang berkaitan dengan angka.
Sebagai seorang tenaga penjual maka saat Wirausahawan sedang menghadapi
calon pembeli tipe analitis maka yang perlu segera wirausahawan presentasikan
adalah hal-hal yang bersifat spesifik dari produk/jasa wirausahawan misalnya
seperti : cara kerja produk/jasa, harganya, manfaatnya, pelayanan sesudah
pembelian serta kualitas nya, dll.

d. Konsumen Penghubung

Tipe konsumen penghubung cenderung tidak terlalu antusias. Dan arah


komunikasi dengan tipe ini harus sabar dan pelan-pelan dalam membangun
hubungan. Tipe pembeli ini sangat tergantung dan memperhatikan
pwirausahawanngan, pendapat orang lain dalam penggambilan sebuah keputusan
pembelian sebuah produk. Kadang-kadang mereka sangat perlukan pendapat dan
saran tentang produk yang akan mereka beli baik itu dari pihak keluarga, kolega,
teman. Sebagai seorang tenaga penjual jika Wirausahawan sedang berhadapan
dengan tipe pembeli penghubung maka tugas Wirausahawan adalah segeralah
menyakinkan mereka mengenai produk Wirausahawan dengan cara menunjukkan
siapa saja yang telah membeli dan memakai produk wirausahawan. Pembeli
penghubung biasanya berprofesi seperti guru, pengawai adminitrasi, dokter,
perawat.
e. Konsumen Penyetir

Tipe ini sangat fokus pada hasil, mereka akan "to the point" dan tanpa basa-basi,
mereka tidak suka membina hubungan dengan Wirausahawan, karena mereka
hanya perduli apa yang bisa produk/jasa Wirausahawan lakukan bagi mereka. Maka
berfokuslah pada saat presentasi dengan menampilkan keunggulan-keunggulan dari
produk/jasa yang akan wirausahawan pasarkan. Mereka biasanya berprofesi sebagai
seorang manajer, eksekutif, kepala cabang.

f. Konsumen Yang Senang Bersosialisasi

Tipe konsumen ini sangat ramah, cepat akrab, mudah bergaul dan
wirausahawan tidak akan menemukan kesulitan buat membangun hubungan
dengan mereka. Tipe konsumen ini sangat cepat setuju dengan Wirausahawan
tanpa memperhatikan apa kelebihan dari produk/jasa Wirausahawan, namun bisa
saja sesudah beberapa hari sebelum/sesudah pembelian maka mereka bisa saja
sudah lupa semuanya mengenai topic pembahasan dengan Wirausahawan.
Konsumen Impulsif

Tipe konsumen ini bisa dikatakan sangat terdorong emosional dalam memiliki
sesuatu, misalnya jika ada peluncuran produk/jasa baru seperti mobil, jam tangan,
hp, baju maka merekalah yang merupakan orang pertama yang selalu siap buat
mencobanya.

g. Konsumen Informatif

Tipe konsumen ini sangat seleksi sekali terhadap produk/jasa yang akan mereka
beli. Biasanya tipe ini akan mencari tahu mengenai produk/jasa yang akan mereka
beli melalui sejumlah informasi seperti internet, nanya pada pakarnya, nanya
kepada teman/ kerabat yang sudah pernah menggunakannya. Jika Wirausahawan
sedang berhadapan dengan tipe informatif maka tugas Wirausahawan adalah
lakukan presentasi secara profesional, jelas, singkat. Biasanya tipe informatif ini
rasa loyalitasnya sangat tinggi sekali dan mereka akan beli dari Wirausahawan serta
bersedia rekomendasikan produk/jasa Wirausahawan. Tapi jangan sampai mereka
sempat kecewa karena barang/jasa yang telah wirausahawan pasarkan akan minus
nilainya di mata konsumen lain.

h. Konsumen Loyalitas Tinggi

Tipe konsumen ini sangat loyal terhadap suatu produk dan tidak akan berpindah
kepada produk lain. Dan tipe ini dapat dikatakan tertutup, karena mereka seakan
menutup mulutnya dan cenderung tidak bicara tentang pengalaman konsumsinya
terhadap suatu produk, baik ataupun buruk.

i. Konsumen Assasin (virus negatif)


Tipe konsumen ini bisa dibilang mengalami kekecewaan terhadap suatu produk
dan merasa tidak puas akan pelayanan yang diberikan. Ini terjadi karena produsen
yang gagal memenuhi permintaan konsumen dalam sebuah industri. Dan Tipe ini
juga dapat merusak merek (label) serta citra suatu produk dengan membeberkan
produknya kepada konsumen yang lainnya.

Sifat-Sifat yang Perlu Dimiliki Penjual

Seorang Wirausaha harus memiliki beberapa sifat yang baik dalam


menjalankan usaha seperti:

1. Percaya diri

Seorang wiraswasta harus percaya diri dengan usaha yang dijalankan


tidak terombang-ambing pendapat orang lain. Tentu saja saran dan
masukan orang lain tetap didengarkan tetapi ia harus teguh dalam
menjalankan usahanya.

Ia juga harus yakin bahwa usahanya akan berhasil walau membutuhkan


waktu yang lama. Seorang wiraswasta

2. Berorientasi pada tugas dan hasil

Seorang wirausahawan bisa bekerja hingga 24 jam. Katany seorang


pengusaha bekerja dalam tidurnya. Mereka harus bekerja keras melebihi
seorang pegawai atau mereka tidak mendapat uang sama sekali.

3. Mengambil Risiko

Ketika kita membuka usaha kita sadar bahwa kita bisa untung, rugi, atau
impas. Hal itu adalah risiko yang mesti kita ambil dalam berwirausaha.
Kalau tidak mau rugi jangan berusaha.

Mengambil risiko atau tidak mengambil risiko sama-sama berisiko. Bahkan


orang yang sedang tidur sekalipun mempunyai risiko kejatuhan pesawat
terbang.

4. Kepemimpinan

Semua orang adalah pemimpin minimal bagi dirinya sendiri. seorang


usahawan harus bisa memimpin banyak orang untuk memenuhi tujuan
usaha seperti memaksimalkan profit. Ia harus menjadi motivator yang
baik agar anak buahnya dapat bekerja dengan senang tanpa adanya
paksaan.
5. Keorsinilan

Seorang Pengusaha tidak mengikut ke orang lain saja. Ketika bisnis


sedang trend mereka ikut-ikuta. Contoh bisnis air minum isi ulang sedang
boom, mereka ikut-ikutan. Ketika suatu usaha sedang boom bisa jadi
mereka akan merugi karena penjualannya juga berkurang

6. Berorientasi ke depan

Wiraswasta mempunyai rancangan masa depan dan ia tidak berpikir untuk


masa sekarang.

7. Kreativitas

Wiraswastawan harus kreatif dan ia bisa menciptakan pasar bagi


produknya. Ia jeli melihat peluang yang ada di masyarakat.

Syarat Fisik, Mental, Sosial & Karakter Penjual

1. Syarat Fisik

Seorang penjual harus memperbaikan dan memelihara keadaan dirinya (jasmani)


agar selalu terlihat segar, menarik, dan simpatik. Oleh karena itu, perhatikanlah
selalu persyaratan-persyaratan di bawah ini.

a. Kesehatan, misalnya dengan memperhatikan makanan yang bernilai gizi, waktu


istirahat yang teratur, dan sekali-sekali perlu diadakan pemeriksaan badan oleh
dokter, jangan kelihatan lesu, letih karena kurang darah.

b. Badan tegap, diusahakan dengan melakukan olah raga, permainan atau atletik
sehingga mempunyai potensi tubuh yang tegap atletis.

c. Mudah tersenyum. Senyuman adalah modal bagi penjual untuk memikat dan
menarik dengan ketulusan hati bukan dibuat-buat.

d. Lancar berbicara, seorang penjual jangan gugup, sebab kelancaran berbicara


merupakan alat komunikasi yang baik dengan pembeli dalam memberikan
penjelasan dan mengendalikan keberatan pembeli. Pembicaraan mengarah kepada
pembelian, jangan berbicara ketus, to the point, tetapi diberi penjelasan dengan
baik.

e. Muka riang dan peramah, seorang yang bermuka riang dan ramah bisa
membawa orang yang diajak berbicara terhibur dan merasa senang.
f. Mata jernih, peliharalah mata agar tidak terdapat kotoran yang bis menyebabkan
mata sakit. Kadang-kadang kita dapat menangkap perasaan orang lain melalui sinar
matanya.

g. Napas bersih, peliharalah napas dengan gerakan olah raga menghirup dan
mengeluarkan udara pada pagi yang segar. Makanlah pastilles atau semacamnya
agar napas terasa lega dan nyaman, sehingga waktu berbicara tidak mengganggu.

h. Pakaian rapi, bersih, dan pantas. Kombinasi pakaian yang harmonis akan
mempunyai daya tarik yang besar sebagai promosi tidak langsung. Aturlah cara
berpakaian mulai kemeja, dasi, dan sepatu yang harmonis dalam warnanya, rapih
dipakainya dan tidak perlu dari bahan yang mahal.

2. Syarat Mental

Seorang penjual dituntut memiliki sikap yang jujur, tulis, dan halus. Mempunyai
inisiatif, kreatif, dinamis, dan optimis dengan kesungguhan hati. Memang karakter
adalah pembawaan, tetapi dalam hal mental bisa kita ubah melalui pendidikan atau
pengaruh lingkungan yang baik. Adapun syarat mental yang perlu diperhatikan oleh
penjual yaitu :

a. Seksama

b. Waspada

c. Simpati

d. Berinisiatif

e. Berkeahlian

f. Optimis

g. Percaya diri

h. Jujur

i. Berani

j. mempunyai daya imajinasi

k. Tanggung jawab, dan

l. Kontrol

3. Syarat Sosial

Sifat-sifat yang perlu dimilikinya ialah :

a. Pwirausahawani bergaul
b. Lancar berbicara

c. Sopan santun

d. Bijaksana

e. Halus budi pekerti

f. Toleran

g. Simpati

h. Sikap mau bekerja dan

i. tenang dan tabah

4. Karakter

a. Kesetiaan

b. Rajin

c. Teliti

d. Tulus hati

e. Hati-hati

f. Sungguh-sungguh

g. Tepat waktu dan

h. Patuh

Mengapa Ada Penjual yang Gagal

1. Kegagalan melakukan riset pasar.

Banyak perusahaan, baik berbasis rumah atau perusahaan besar, gagal karena
tidak ada pasar yang memadai untuk produk atau jasa mereka. Sebuah analisis
yang komprehensif dari bisnis ini terutama penting bagi bisnis rumah, karena
beberapa bisnis cocok untuk sebuah bisnis rumahan, sementara beberapa tidak.
Jika bisnis Wirausahawan mengharuskan Wirausahawan untuk bertemu klien,
Wirausahawan harus terlebih dahulu memeriksa bagaimana keluarga Wirausahawan
(dan tetangga) akan bereaksi terhadap hilir mudiknya orang-orang di rumah
Wirausahawan. Sebelum memulai bisnis apapun, perlu bahwa Wirausahawan
melakukan pemeriksaan menyeluruh pasar dan analisis pasar.

2. Pasif. Jika wirausahawan pasif


Wirausahawan hanya cocok bekerja untuk orang lain. Kecuali wirausahawan dapat
langsung mampu mempekerjakan karyawan. Sebagai tim tunggal, Wirausahawan
berharap bisa melakukan semuanya sendirian dari menulis rencana bisnis,
manufaktur produk, pemasaran dan penjualan produk dan jasa, melakukan tugas
pembukuan, dan sejuta tugas lainnya! Ingat, Wirausahawan hanya
mengwirausahawanlkan diri sendiri! Tidak ada pelanggan berarti tidak ada bisnis!

3. Miskin manajemen waktu.

Salah satu keuntungan bekerja di rumah adalah bahwa Wirausahawan bisa


mengatur waktu Wirausahawan sendiri. Ini, bagaimanapun, menjadi sebuah dilema
yang menarik: sulit untuk mengatur waktu Wirausahawan sendiri! manajemen
waktu yang buruk, karena Wirausahawan sendirian dan tidak ada yang mengawasi
Wirausahawan. Wirausahawan harus mampu mengatur dan memprioritaskan. Ada
satu juta alasan untuk mengalihkan perhatian Wirausahawan dari menjadi produktif
dan Wirausahawan perlu belajar untuk mengelola waktu Wirausahawan secara
efektif!

4.Kurang serius mengelola bisnis.

Wirausahawan mungkin tidak memiliki kantor mewah di pusat kota atau


Wirausahawan mungkin tidak perlu memakai pakaian kerja, tetapi bisnis berbasis
rumah perlu disamakan profesionalismenya seperti pekerjaan di kantor. Penghasilan
Wirausahawan akan langsung berhubungan dengan jumlah waktu, tenaga, pikiran
dan uang yang Wirausahawan masukkan ke dalam bisnis jauh berbeda dari hari-
hari menjadi pekerja ketika Wirausahawan dibayar bahkan ketika Wirausahawan
sedang di kantor tetapi tidak mengerjakan pekerjaan kantor.

5.Tidak mengikuti filosofi 80/20.

80 % berasal dari bisnis Wirausahawan dan 20 persen berasal dari pelanggan


Wirausahawan. Ingat, harganya dua kali lipat untuk mendapatkan pelanggan baru
daripada mempertahankan yang sudah ada. Mempertahankan supaya pelanggan
Wirausahawan senang dan nyaman, jauh lebih murah dan lebih mudah daripada
mencari pelanggan baru. Mendapatkan penjualan berulang dari pelanggan lama
biaya pemasarannya lebih rendah dan keuntungan yang didapat lebih tinggi.

6.Tidak sering mempromosikan bisnis.

Bisnis Wirausahawan sebagai ukuran pasar yang ingin Wirausahawan raih.


Wirausahawan perlu agresif mempromosikan produk atau jasa Wirausahawan.
Jangan anggap promosi sebagai beban yang tidak perlu daripada investasi. Promosi
itu benar-benar penting.

7. Menghabiskan terlalu banyak modal.


Selama tahap awal pengembangan bisnis, Wirausahawan mungkin akan dipenuhi
dengan modal. Hindari kesalahan biaya mahal yang tidak perlu. Kecuali model
bisnis Wirausahawan kuat dan Wirausahawan telah membangun aliran pendapatan,
Wirausahawan tidak boleh menganggap bahwa Wirausahawan akan memiliki uang
tunai dan modal kerja selamanya. Wirausahawan tidak perlu membeli peralatan
kantor jika memang tidak diperlukan. Tanyakan kepada diri sendiri: Apakah
Wirausahawan benar-benar membutuhkan kursi pijat yang mahal untuk
Wirausahawan? Perencanaan keuangan yang buruk, kesalahan manajemen dana
atau pengeluaran anggaran adalah penyebab umum kegagalan bisnis.

8. Tidak Membelanjakan uang dengan bijaksana.

Wirausahawan perlu memahami aturan utamanya usaha: uang melahirkan uang.


Adakalanya Wirausahawan menghabiskan uang untuk menghasilkan uang.
Misalnya, untuk mendapatkan nasihat hukum, Wirausahawan harus membayar
pengacara. Mengirimkan press release sendiri memerlukan biaya komunikasi (fax,
perangko, amplop, dll). Banyak pemilik bisnis rumah kehilangan peluang besar
karena mereka menolak untuk melakukan investasi di mana yang diperlukan.
Belanjakanlah uang Wirausahawan dengan bijaksana.

9. Tidak meminta bantuan bila membutuhkannya.

Wirausahawan harus tetap berada di jalan yang benar dan kembali ke jalan yang
benar ketika bisnis. Wirausahawan membutuhkan saran dan nasihat dari ahlinya
atau teman dan rekan bisnis yang berpengalaman.Ikuti diskusi di mailing list,
menghadiri seminar, bertemu dengan sesama pengusaha lainnya. Hal ini akan
membantu Wirausahawan memperbaiki bisnis Wirausahawan yang sudah mulai
kehilangan arah.

10. Tidak memiliki rencana darurat untuk menghadapi masalah ekonomi yang sulit.

Kesulitan dapat menekan bisnis pada waktu yang berbeda. Pengusaha rumah
terkenal untuk terjun ke semua bisnis. Mereka tidak memiliki rencana darurat-
kembali skenario awal saat jatuh. Mereka berpikir bahwa semuanya akan berjalan
lancar, hanya jalan penuh dengan kesulitan dan tantangan saja. Bagian terpenting
dari masalah ini adalah mengenali masalah dengan segera. Belajar untuk berhati-
hati setiap saat, dan mempertajam orang-orang berpikir kreatif. Menjadi kreatif
dalam pemikiran bisnis Wirausahawan bisa mengarahkan Wirausahawan pada arah
yang lebih positif.

Kesimpulan
Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana
dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam
pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual.
Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang
wirausaha yang soft skill yang artinya adanya ketekunan berani
mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan
terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen,
bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pwirausahawani mengelola.

Sumber :

Arisin, Ali.2005. Seni Menjual.Percetakan Andi. Yogyakarta.

Suryana, Yunus dan Bayu, Kartib. 2010 Kewirausahaan Pendekatan


Karakteristik Wirausahaan Sukses. Prenada Media Group. Jakarta.

Waringin, TD.2010. Seni Wirausaha. Koran Sindo. Jakarta