Anda di halaman 1dari 2

Asih Lestari/69 Reguler A

16/407039/PEK/2274

Sistem dalam Bisnis dan Etika Perusahaan

Globalisasi adalah proses dimana sistem ekonomi dan sosial dari berbagai negara
saling terhubung sehingga barang, jasa, modal, dan informasi secara bebas bergerak di
antara negara-negara. Sistem ekonomi adalah sistem dalam masyarakat yang digunakan
untuk menyediakan barang dan jasa yang diperlukan untuk bertahan hidup dan
berkembang. Untuk memenuhi dua tugas di atas, sistem ekonomi bergantung pada tiga
jenis alat sosial: tradisi, komando, dan pasar. Masyarakat berbasis tradisi: masyarakat
yang bergantung pada tradisi dan adat untuk menjalankan tugas-tugas dasar ekonomi.
Masyarakat yang lebih besar menjalankan peran ekonomi melalu dua cara yang sangat
berbeda: komando dan pasar. Sistem ekonomi berbasis komando: pemerintah membuat
keputusan ekonomi mengenai apa saja yang harus diproduksi oleh suatu perusahaan,
perusahaan mana yang akan memproduksinya, dan siapa saja yang boleh mendapatkan
produk perusahaan tersebut. Ekonomi pasar: sistem berdasarkan pasar merupakan
sistem dimana perusahaan privat membuat keputusan utama mengenai apa yang akan
mereka produksi dan siapa yang akan mendapatkannya.
Pasar bebas: pasar di mana setiap individu mampu secara sukarela bertukar
barang dengan orang lain dan untuk memutuskan apa yang akan dilakukan dengan apa
yang dia memiliki tanpa campur tangan dari pemerintah. Selain pasar bebas, muncul pula
konsep tentang perdagangan bebas. Untuk menganalisis kedua konsep tersebut
digunakan ideologi yaitu suatu sistem keyakinan yang normatif, saling dibagikan antara
sesama anggota beberapa kelompok sosial. Beberapa ideologi mengenai free market yang
saat ini dipegang oleh perusahaan-perusahaan berasal dari beberapa tokoh seperti Adam
Smith, John Locke, dan David Ricardo.
John Locke berargumen bahwa setiap manusia memiliki hak atas kehidupan,
kebebasan, dan kepemilikan. Namun pendapat Locke ini memiliki kelemahan salah
satunya dalah Locke tidak mendemonstrasikan bahwa individu memiliki sifat alami
(nature) atas hak untuk hidup, kebebasan, dan kepemilikan. Dukungan utama kedua
tentang free market datang dari Adam Smith yang berpendapat bahwa ketika individu
pribadi dibebaskan untuk mencari kepentingan mereka dalam pasar bebas, mereka akan
mau tidak mau mengarah lebih jauh pada kesejahteraan publik melalui invisible hand.
Kritik terhadap argumen dari Adam Smith antara lain adanya asumsi yang tidak realistis
bahwa tidak ada perusahaan yang memonopoli, salah mengasumsikan bahwa manusia
hanya termotivasi oleh kepentingan akan profit, dan salah mengasumsikan bahwa semua
biaya manufaktur dibayar oleh perusahaan yang mengabaikan biaya akan polusi. Dari dua
teori awal tentang pro dan kontra mengenai free market David Ricardo kemudian
berargumen jika antarnegara saling punya spesialisasi untuk memproduksi barang maka
akan tercipta comparative advantage yang mendukung adanya globalisasi. Namun kritik
atas teori Ricardo tetap ada yaitu salah satunya, argumennya mengindahkan kemudahan
pemindahan modal oleh perusahaan. Meskipun banyak pro dan kontra terkait free
market, beberapa negara memilih menggunakan mixed economy yaitu sistem ekonomi
yang mempertahankan pasar dan sistem kepemilikan dan bergantung pada kebijakan
pemerintah untuk memperbaiki kekurangan yang ada di dalam sistem.
Asih Lestari/69 Reguler A
16/407039/PEK/2274

Case:
Accolade, perusahaan software, membuat game (Ishido: The Way of Stones) yang dapat
dimainkan di konsol permainan Sega. Sega tidak diberikan izin oleh Accolade untuk membuat
game dan tidak memperoleh pendapatan dari penjualan game Accolade. Awal 1990, Sega
memasarkan konsol game baru Genesis. Accolade tidak bisa memainkan game mereka di
Genesis karena ada kode rahasia. Para insinyur Accolade mencoba menganalisis penyebab hal
tersebut dengan proses reverse engineering. Insinyur Accolade sukses dengan proses tersebut
sehingga game mereka dapat dimainkan di konsol Genesis. Sega lalu menggugat Accolade,
mengklaim bahwa perusahaan Accolade telah melanggar hak cipta atas source code/secret
code dari Sega. Accolade mengajukan banding, mengatakan bahwa prosedur Sega telah
menyalahi standardisasi di industri game. Pengadilan distrik setuju dengan Accolade. Namun
banyak ahli hukum tidak setuju dengan keputusan pengadilan distrik. Mereka merasa Accolade
memang salah dan telah mencuri hak kepemilikan Sega. Security devices dan secret code
yang dikembangkan Sega tidak sama dengan standardisasi tentang interface standards. Namun,
beberapa ahli hukum lainnya berargumen bahwa konsol Genesis adalah produk yang menjadi
milik dair Sega sendiri dan Sega ingin menjadi satu-satunya penyedia game. Sehingga ini
bukanlah kasus dimana perusahaan yang berbeda harus mencapai kesepakatan tentang standar
publik tetapi kasus dimana suatu perusahaan menggunakan teknologinya sendiri untuk membuat
game-nya sendiri.

Integrasi kasus teori:


Klaim Sega atas hak milik security device dan secret code dalam membuat konsol game
Genesis benar menurut teori John Locke bahwa Sega mempunyai hak kepemilikan atas sumber
daya dan apa yang dihasilkan dari sumber daya tersebut. Accolade juga telah melanggar hak
kepemilikan Sega karena melakukan proses dekompilasi untuk mengetahui rahasia game konsol
terbaru Sega. Sebagaimana yang dikatakan Locke bahwa setiap manusia memiliki hak atas
propertinya. Locke mendefinisikan properti sebagai hasil kerja tubuh dan hasil kerja tangannya.
Dimana properti ini merupakan hak dari yang membuatnya dan tidak ada seorangpun yang
berhak atas apa yang telah dilakukannya. Sedangkan dalam kasus ini Accolade sebuah
perusahaan game menggunakan console Genesis yang merupakan properti pribadi Sega untuk
memainkan game-game produksi mereka, padahal Accolade tidak memiliki izin untuk
melakukan itu, dan Sega membuat console tersebut hanya untuk memainkan game produksi Sega
saja bukan untuk milik umum. Suatu perusahaan boleh-boleh saja melakukan reverse
engineering tapi tidak untuk semua produk. Perusahaan boleh melakukan hal tersebut atas
produk yang mana perusahaan telah memiliki izin untuk menggunakan produk tersebut.
Misalnya saja, ketika program komputer yang digunakan di perusahaan tersebut error, dia bisa
melakukan reverse engineering untuk mengetahui letak kesalahannya dimana, dan apabila
mereka mampu mereka akan berusaha untuk memperbaikinya sebelum mereka mengadukan hal
tersebut kepada si pemilik program. Sebaiknya antara Sega dengan Accolade membuat
kesepakatan tentang lisensi game sehingga tercipta win-win solution bagi kedua pihak tanpa juga
menyalahi aturan standardisasi yang kemudian dapat merugikan kepentingan publik.