Anda di halaman 1dari 15

EnamlangkahstandarsebagaipedomanUSGobstetrik

Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi kelayakan dan akurasi dari
enamlangkahstandarbarusebagaipedomanpemeriksaanUSGobstetrikdasar
dan membandingkan dengan pendekatan yang regular dilakukan dalam
pemeriksaanUSGobstetrik.
Desain studi Penelitian prospektif mengenai enam langkah pendekatan USG
obstetrikditujukanuntukmengevaluasipresentasijanin,aktivitasjantungjanin,
adanyakehamilanganda,lokalisasiplasenta,evaluasivolumecairanketuban,dan
pengukuranbiometrik,dilakukanpada100wanitahamildenganusiakehamilan
18+0 sampai 27+6 minggu dan 100 wanita hamil antara 28+0 sampai 36+6
minggukehamilan.Pendekataninidibandingkandenganpendekatanregularyang
dilakukanuntukUSGobstetrik.
HasilDalamsemuapemeriksaanUSGdilakukan,ditemukannilaiKappayang
sempurna(nilaiKappaantara0,64dan1,00)antarastandarbarudenganstandar
regular.
KesimpulanEnamlangkahstandarUSGobstetrikakuratdilakukanantara18+0
sampai 36+6 minggu kehamilan. Pendekatan standar ini dapat bermanfaat
signifikan sebagai pedoman USG obstetrik khussnya di daerah dengan
keterbatasanfasilitasUSG.

UltrasonografiobstetriktelahmenjadibagianintegraldariANCsepertiyangtelah
ditunjukkanuntuksecaraakuratmenandakankehamilan,mengidentifikasifaktor
risiko kehamilan, dan mendiagnosis abnormalitasabnormalitas janin. Dalam
fasilitas kesehatan dengan alat terbatas, ketersediaan USG dibatasi oleh biaya
yang relatif tinggi peralatan dan kurangnya petugas kesehatan yang terlatih.
Sekarang,USGtelahmenjadilebihmurahdansemakinportabel,denganjaman
yang semakin berkembang. Keterbatasan utama lain dari modalitas pencitraan
USG terkait dengan ketergantungan kompetensi operator. Di bidang obstetrik,
gerakan janin, dan posisi janin dalam uterus sangat mempengaruhi pencitraan
USG.
Berdasarkan pengalaman kami dengan ultrasound dalam fasilitas pelayanan
kesehatan yang terbatas, kami telah mengidentifikasi enam komponen dari
pemeriksaanUSGobstetrikdasaryangdapatmenjadinilaiyangsignifikanuntuk
ANCdanmembantumengidentifikasiwanitahamilmembutuhkanpersalinandi
tempatdenganfasilitaslengkapuntukmennanganikomplikasi.Enamkomponen
inimeliputi:(1)Presentasijanin(presentasikepala,presentasibokong,lainnya),
(2)aktivitasjantungjanin(lihat,tidakterlihat),(3)adanyakehamilanganda(ya,
tidak),(4)lokalisasiplasenta(normal,letakrendah,previa),(5)evaluasicairan
amnion (normal, oligohidramnion, polihidramnion), dan (6) pengukuran
biometrik.
Kami telah mengembangkan enam langkah standar untuk melakukan enam
komponenini,yangmemungkinkanuntukpenyederhanaandaripedomanUSG
obstetrik. Selanjutnya, pendekatan dengan enam langkah standar ini memiliki
potensi untuk meningkatkan kompetensi USG. Kami telah menyatakan
pendekataninisebagaipemeriksaanUSGobstetrikdasarterfokus.Penelitianini
dirancanguntukprospektifmemvalidasipemeriksaanUSGobstetrikdasarfokus
dan membandingkan akurasinya dengan pedoman pemeriksaan USG obstetrik
sebelumnya.

Bahandanmetode
PenelitiankohortprospektifobservasionalinitelahdisetujuiolehKomiteEtikdari
FakultasKedokteranEasternVirginiaMedicalSchooldandilakukandiDivisi
IbuAnak. Setelah menerima izin tertulis, total 200 wanita hamil pada usia
kehamilan18+0dan36+6minggudijadwalkanuntukevaluasiUSGobstetrikatau
pertumbuhanjanin.Sebanyk100wanitaberadapadatrimesterkeduaantara18+0
dan27+6minggukehamilan;dan100lainnyapadatrimesterketigaantara28+0
dan 3+6 minggu kehamilan. Semua pemeriksaan dilakukan dengan USG
transabdominalmenggunakanUSGVolusonE8(Expertedition)(GEHealthcare
Ultrasound,Milwaukee,WI).
Sebelum USG obstetrik dijadwalkan secara rutin, pemeriksaan USG obstetrik
dasarterfokusdenganenamlangkahdilakukanpadasetiappasienolehseorang
pengambildata(YZ)yangberpengalamandiUSGobstetrikdandibutkaanuntuk
informasi klinis apapun. Total waktu untuk pemeriksaan USG dihitung pada
setiap orsedur. Waktu yang dihabiskan pada setiap langkah dihitung dengan
mengurangkan waktu dari yang langkah sebelumnya. Sebuah gambar diambil
sebelum memulai langkah 1 sesegera setelah probe ditempatkan pada perut
pasien.PemeriksaanUSGobstetrikdasarterfokusdilakukandenganmengikuti
langkahlangkah yang diuraikan di bawah dengan menempatkan dan
memindahkantransdusersecarabertahapyangtelahditetapkan.Pengambildata
yang sama mendokumentasikan temuan ultrasonografi setelah pemeriksaan
selesai.Enamlangkahstandaradalahsebagaiberikut:

Langkah1PenentuanPresentasiJanin
Transduser USG ditempatkan melintang di perut bagian bawah tepat di atas
simfisis pubis pasien (Fig. 1), dan miring ke bawah menuju ke arah serviks.
Adanya kepala janin pada monitor USG menegaskan presentasi kepala dan
kehadiran bokong janin atau ekstremitas bawah menegaskan posisi sungsang.
Ditemukannya baik presentasi kepala atau posisi sungsang menyiratkan posisi
fetus dalamarahlongitudinal.Jikabukankeduanya,presentasidianggapoblik
atautransversal.
Gambar1.Peletakkantransduserutnukmenentukanpresentasijanin(langkah1).
Perludicatatbahwatransduserdiletakkantransversalpadaperutbagianbawah
tepatdiatassimfisispubis.Gambarinidiambildarisisikiripasien.Garisgaris
putusmenunjukkanposisiawaldanorientasiprobe.

Langkah2Deteksiaktivitasjantungjanin
Transducerditempatkanmelintangdiperutbagianbawahtepatdiatassimfisis
pubis, dan dipindahkan dalam ke midabdominal ke arah umbilikus sambil
mempertahankanorientasimelintangdaritransduserUSG(Fig.2).Jikaaktivitas
jantung janin tidak terlihat, transduser dipindahkan dari midabdominal ke sisi
lateralkiridan/ataukanansambilmempertahankanorientasimelintang.

Gambar 2. Deteksi aktivitas jantung janin (langkah 2). Transduser diletakkan


transversalpadaperutbagianbawahtepatdiatassimfisispubis,dandipindahkan
ke arah midabdominal menunju umbilikus sambil mempertahankan orientasi
melintang dari transduser USG. Jika aktivitas jantung janin tidak terlihat,
transduser dipindahkan dari midabdominal ke sisi lateral kiri dan/atau kanan
sambil mempertahankan orientasi melintang. Garis putusputus menandakan
posisiawaldanorientasiprobe.

Langkah3Identifikasijulmahjanindiuterus
Transduserditempatkandalamorientasitransversaldiperutbagianbawahkanan,
dan digerakkan sefalik ke perut kanan bagian atas sambil mempertahankan
orientasi transversal. Manuver yang sama diulang di sisi pertengahan dan kiri
perut(Fig.3).Transduserinikemudianditempatkandalamorientasisagitaldi
perut kanan atas dan digerakkan menuju perut bagian atas kiri sambil
mempertahankanorientasisagital.Manuveryangsamadiulangdiperutbagian
bawah (Fig. 4). Jumlah kepala janin (tengkorak) dalam uterus kemudian
diidentifikasi.Adanalebihdarisatukepalajaninmenyiratkanadanyakehamilan
ganda.TransduserUSGharusdijagaagartetaptegakluruskelantaidantidak
miring.

Gambar 3 Gerakan transduser transversal untuk menentukan jumlah janin di


ronggauterus(langkah3[bagian1]).PerhatikanbahwaUSGmenscanrongga
uterus dari simfisis menuju kepala janin sepanjang jalur 1, 2, dan 3, sambil
mempertahankanorientasitegaklurusdaritransduserkelantai.Garisputusputus
mewakiliposisiawaldanorientasiprobeuntuksetiapmanuver.

Langkah4LokasidanPosisiPlasenta
Transduserditempatkanpadaorientasisagitaldiperutkananbagianatas,tepatdi
atas fundus uteri dan bergerak menuju perut bagian bawah kanan sambil
mempertahankan yang sama posisi sagital yang sama. Manuver yang sama
diulangpadapertengahandandisisikiriperut(Fig.5).Jikatepiplasentarendah
didugamenjadidekatdengan(<2cmdariosinternalserviks)ataumenutupileher
uterus, maka lokasi plasenta akan dinilai dua kali selama pemeriksaan USG
obstetrik transabdominal yang dijadwalkan. Jika temuan yang sama ddapatkan
lagi,sonogramyangditugaskanpemeriksaanUSGobstetrikakanmelakukanUSG
transvaginaluntukmengkonfirmasiadaatautidakadanyaplasentaprevia.USG
transvaginalbukanbagiandariUSGobstetrikdasarterfokusdalampenelitianini,
tetapidilakukansebagaibagiandariUSGobstetrikdasarregulerdenganadanya
indikasi.

Gambar.4Penempatantransduserpadaarahsagitaluntukmenentukanjumlah
janindironggauterus(langkah3[bagian2]).Perhatikanpenempatansagitaldi
perut bagian atas kanan dan orientasi tegak lurus dari transduser ke lantai.
transduser dipindahkan dari kanan ke kiri di sepanjang garis 1 dan 2, sambil
mempertahankanorientasitegaklurusdaritransduserkelantai.Garisputusputus
mewakiliposisiawaldanorientasiprobeuntuksetiapmanuver.

Langkah5Menentukanvolumecairanamnion
Empatkuadrandariuterusdiscandengantransduserdalamorientasisagitaldan
tegakluruskelantai(Fig.6).Pengukurankantungvertikalmaksimum(MVP)
selanjutnyadilakukandenganmenempatkankaliperdigarisvertikallurussambil
menghindari setiap korda umbilikalis dan bagian janin dalam gambar.
PolihidramniondidiagnosisketikaMVPlebihbesardariatausamadengan8cm.
OligohidramniondidiagnosisketikaMVPlebihkecildari2cm.

Gambar 5. Gerakan transduser sagital untuk menentukan lokalisasi plasenta


(langkah4).Perhatikanbahwaronggauterusdiscandarifunduskearahsimfisis
sepanjanggaris1,2,dan3sambilmempertahankantransdusertegakluruske
lantai.Garisputusputusmewakiliposisiawaldanorientasiprobeuntuksetiap
manuver.

Langkah6Pengukuranbiometrikjanin
Diameterbiparietal(BPD),lingkarkepala,abdominallingkar(AC),danpanjang
femurdiukurdengancaratradisional.
Mengingatbahwainimerupakanstudipertamayangdirancangsecaraprospektif
untuk memvalidasi USG obstetrik dasar terfokus dengan enam langkah dan
membandingkankinerjanyadenganpemeriksaanUSGobstetrikstandar,operator
masingmasingprosedurUSGadalahorangyangterampildalammelakukanUSG
obstetril. Dengan demikian, desain penelitian ini tidak melakukan penilaian
evaluasikompetensidalampengukuranbiometrik.Halinidimengertibahwa6
langkahdaripemeriksaanUSGdasarterfokusadalahlangkahyangpalingsulit
untuk diajarkan karena membutuhkan peletakkan posisi transduser dan posisi
janinyangsesuaisaatpengukuran.Mengevaluasikompetensidarimasingmasing
enam langkah pemeriksaan USG dasar terfokus pada pekerja kesehatan tanpa
pelatihanUSGsebelumnyaakanmenjadisubjekdaripenelitianmasadepan.
Setelah pemerikssan pemeriksaan USG obstetrik dasar terfokus, sonografer
terdaftar yang sebelumnya dibutakan dengan hasil pemeriksaan USG dasar
terfokussegeramelakukanpemeriksaanUSGobstetrikterjadwalsecarareguler.
Bagaimana pemeriksaan dilakukan sesuai dengan kompetensi sonografer.
PemeriksaanUSGobstetrikyangdijadwalkanterdiridarievaluasimorfologijanin
atau penilaian pertumbuhan janin. Pemeriksaan USG ini memenuhi pedoman
nasional untuk pemeriksaan USG obstetrik seperti yang didefinisikan oleh
AmericanInstituteofUltrasounddiMedicine.Jikadidugaadanyaplasentaatau
plasenta previa letak rendah, pemeriksaan USG transvaginal adalah dilakukan
untukmemastikandiagnosis.
Untukmengevaluasivariabilitasinterobserver,gambaryangtersimpan(langkah
34)danklipvideo(darilangkah12)daripemeriksaanUSGdasarterfokusdari
30 kehamilan, dipilih secara acak (menggunakan nomor acak, 15 kasus untuk
setiaptrimester),ditinjaudanditafsirkandarijarakjauholehduapemeriksa(LP,
RR)yangmahirdalamUSGobstetrikdantidakberpartisipasidalampengambilan
dataawal.
IG. 6 Gerakan transduser dalam arah sagital untuk penilaian cairan ketuban
(langkah5).Perhatikanbahwascanronggauterusdarilateralkanankelateralkiri
sepanjang garis 1 sampai 2 dan3 sampai 4, dengan tetap menjaga transduser
dalamorientasisagitaldantegaklurusdenganlantai.Garisputusputusmewakili
posisidanorientasidariprobesaatmemeriksakeempatkuadranyangberbeda.

Analisisstatistik
AnalisisstatistikdilakukandenganmenggunakanSPSS15.0(SPSSInc,Chicago,
IL)untukmembandingkanhasilyangdiperolehdariUSGobstetrikdasarterfokus
dan pemeriksaan USG obstetrik reguler terjadwal. Semua variabel kontinyu
dinyatakandalamreratadanstandardeviasi(SD).Tindependendilakukanuntuk
membandingkanvariabelkontinuantaraenamlangkahdanpendekatanregular,
danttestindependendilakukanuntukmembandingkanwaktuyangdihabiskan
padasetiaplangkahantaratrimesterkeduadanketiga.
Variabel ordinal (graviditas dan paritas) dicatat sebagai median (kisaran
interkuartil).UjiMannWhitneyUdilakukanuntukmembandingkandataordinal.
Datakategori(ras)dibandingkanmenggunakananalisischisquare.Sebuahnilaip
kurang dari 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Kesesuaian antara 2
pengamatdievaluasidenganujikappaCohen(nilaikappalebihbesardari0,40
umumnya dianggap baik, dengan nilai yang lebih tinggi menjadi lebih baik,
interval kepercayaan 95% dari nilai kappa juga dihitung). Adalah persetujuan
untukvariabelkontinyuantaraduapendekataninijugadievaluasiolehkoefisien
variasi(CV).
CV(%)=100SD/rerata
SD=(E[pemeriksa1pemeriksa2]2/2N)
Mean=E(pengamat1+pengamat2)/2N
Dimana,Nadalahjumlahtotalkasusdipasangkandigunakandalamevaluasi.

Hasil
Sebanyak200wanitahamilyangterdaftarantara18Desember2013dan2Mei
2014 dimasukkan dalam penelitian. Data demografi dari semua wanita hamil
terdaftar tercantum dalam Tabel 1. Indeks massa tubuh (IMT) dihitung
berdasarkan pengukuran tinggi badan dan berat badan dari kunjungan terakhir
pasiensebelumpenelitianini.Tidakadaperbedaansignifikanyangditemukan
selainIMT(29,9kg/m2padatrimesterkeduavs32,1kg/m2padatrimesterketiga,
p<0,05)antarakelompoktrimesterkeduadanketiga.
Tabel2menunjukkandaftarwaktuyangdihabiskanpadaprosedurpemeriksaan
USG obstetrik dasar terfokus dengan enam langkah pada trimester kedua dan
ketiga. Total waktu yang dihabiskan pada pemeriksaan USG obstetrik dasar
terfokuslebihpanjangpadatrimesterketigadibandingkanpadatrimesterkedua
(292,8vs268,2detik,p<0,001).Waktuyangdihabiskandilangkah3(30,2vs
27,4 detik, p <0,05) dan langkah 6 (154,2 vs 130,6 detik, p <0,001) secara
signifikan lebih lama pada trimester ketiga, sementara waktu yang dihabiskan
untuklangkah5lebihpendekditrimesterketiga(38,3vs41,7detik,p<0,05).
Total ratarata waktu yang dihabiskan untuk fokus pemeriksaan USG dasar
kurangdari5menitdikeduatrimesterkeduadanketiga.
Perbandingandarisetiaplangkahyangdilakukanolehpendekatanenamlangkah
dan pendekatan regular tercantum dalam Tabel 3 dan 4. Perbandingan pada
langkah2danlangkah3tidakdievaluasikarenakurangnyakasuskematianjanin
dan kehamilan multipel pada populasi penelitian ini. Hasil penelitian
menunjukkan kesesuaian antara hasil yang diperoleh dari pemeriksaan USG
obstetrikterfokusdasardanregularuntuklangkah1,4,5,dan6(kesesuaindari
langkah4padatrimesterketigatidakdievaluasikarenafaktabahwatidakada
suspekplasentaletakrendahatauplasentaprevia).Darienamlangkah,langkah1
memiliki kesesuaian terbaik (nilai kappa 1/4 0,93 pada trimester kedua, nilai
kappa1/40,95padatrimesterketiga).Selamalangkah2,dasarpemeriksaanUSG
obstetrikterfokusgagalmengidentifikasiaktivitasjantungdalamsatukasuspada
trimesterkeduadanduakasuspadatrimesterketiga.Duadaritigakasustersebut
memilikiorientasijaninmelintang,danjantungterhalangolehtulangbelakang
dan ekstremitas atas dalam kasus lain dengan presentasi bokong. Dari semua
variabelkontinu,BPDmemilikikesesuaianterbaik(CV1=1,8%padatrimester
kedua, CV = 1,7%pada trimester ketiga), sementara AC memiliki kesesuaian
terburuk(CV=3,5%padatrimesterkedua,CV=2,7%padatrimesterketiga).
Rincian untuk langkah 4 antara pemeriksaan USG terfokus dasar obstetri dan
pemeriksaanUSGobstetriyangdijadwalkandicatatdiTabel5.
Hasildaritinjauan30kasusyangdipilihsecaraacakmenunjukkankesesuaian
sempurna pada langkah 1 sampai 3 (100%). Untuk langkah 4, plasenta
digambarkandilokasiyangsamapadabaikpemeriksaanUSGobstetrikterfokus
dasardanUSGobstetrikregularpada26kasus(86,7%),sementaraditemukan
satukasusyangtidaksesuaipadatrimesterkeduadantigaketidaksesuaianpada
trimesterketigayangjugamencatat(Tabel6).

Diskusi
MemperkenalkanUSGuntukANCmemilikidampakpositifyangcukupbesar
padahasilkehamilan.USGtelahterbuktiuntukmerevisipenanggalanyangtidak
akurat,mendiagnosiskehamilanmultipel,mengidentifikasiplasenta,dankelainan
cairan ketuban, mendeteksi implantasi ektopik dan malpresentasi janin, yang
semuanya terkait dengan peningkatan risiko morbiditas dan kematian ibu atau
bayi.
Barubaruini,telahterjadipeningkatanpemanfaatanUSGobstetrikdifasilitas
kesehatan terbatas di seluruh dunia dengan tujuan untuk mengidentifikasi
kehamilan berisiko tinggi dan mengarahkan perawatan ibu bila terdapat
komplikasi disarankan ke rumah sakit yang mampu menangani komplikasi
kehamilan. Dampak memperkenalkan layanan USG untuk dua rumah sakit
dengan fasilitas terbatas dievaluasi dalam pedesaan Rwanda. Dalam studi ini,
wanitadewasatampaknyapalingdiuntungkandarikehadiranlayananultrasound
denganscanningobstetrikini.USGmerubahtindakantatalaksanapasienmenjadi
43% dilakukan prosedur pembedahan. Lebih lanjut, melkaukan USG setelah
pelatihan menunjukkan tingkat kesesuaian yang lebih baik antara sonografer
mahirdenganpeserta.
Penelitian lain mengevaluasi dampak keterbatasan USG dalam dalam
mengidentifikasikehamilanberisikotinggibiladigunakanolehbidandipedesaan
Uganda.BidandalampenelitianinitidakmemilikipelatihanUSGsebelumnya.
Bidan melakukan USG obstetrik untuk menentukan ada tidaknya kehamilan
multipel dan presentasi fetus dengan sensitivias dan spesifisitas tinggi, tetapi
masihterdapat12%misdiagnosis.Penelitianlainyangdirancanguntukmenilai
kesesuaian intraobserver dan interobserver dalam menilaibiometri janin oleh
petugas kesehatan lokal terlatih di sebuah kamp pengungsi di perbatasan
ThailandBurmatelahmenunjukkankorelasiyangsangatbaikdanmenunjukkan
bahwa petugas kesehatan lokal yang terlatih dapat memperoleh pengukuran
biometrikjaninyangakurat.
ImplementasiprogrampelatihanUSGuntukpraktisilokaldalamdaerahdengan
fasilitas terbatas adalah penting untuk memastikan kompetensi staf dan
keberlanjutanlayananUSG.Padatahun1998,WHOmenetapkanstandardalam
pelatihan USG dan merekomendasikan perlu adanua kurikulum yang harus
diadopsi untuk pelatihan praktisi dalam penggunaan ultrasound diagnostik.
Meskipundemikian,belumadapendekatanstandaruntukkurikulum.Selainitu,
tidakadajumlahwaktutertentudianjurkanuntukpanjangpelatihandantidakada
mekanisme penilaian kompetensi USG. Secara keseluruhan literatur yang ada
menunjukkan bahwa periode pelatihan singkat tapi intensif cukup untuk
mempersiapkanpetugasklinis,perawat,dandokteruntukmelakukanpemeriksaan
USGdasar,terutamajikaprogrampelatihanmencakupkuliahdanhandson.
Dalampenelitianinikamimenyajikanpendekatanenamlangkahstandaruntuk
pemeriksaanUSGobstetrikterfokusdasar,yangmencakuppenempatanawaldan
transduserlangkahdemilangkah.Sepengetahuankita,inimerupakanpendekatan
standar pertama untuk pemeriksaan USG obstetrik dasar terfokus. Nilai dari
pendekatan ini untuk pelatihan USG adalah signifikan dalam hal itu jelas
mendefinisikankomponenteknisdantemuanultrasonografidarimasingmasing
enamlangkahpemeriksaanUSGobstetrikdasarterfokusdansecarasubstansial
mengurangi dependensi terhadap sonografi obstetrik. Selanjutnya, dengan
mendefinisikanaspekteknisdantemuan,diharapkandarimasingmasingenam
langkahpemeriksaanUSGdasarterfokus,dapatditerapkandalampelatihandan
evaluasikompetensidapatdilakukansecaraefektif.Dengankemajuanotomatisasi
USGdanpengenalangamabr,enamlangkahpadaUSGobstetrikdasarterfokus
ini menyajikan kemudahan aplikasi USG bagi petugas layanan kesehatan dan
untuk meningkatkan akurasi dalam diagnosis. Berdasarkan pengalaman kami
dalampelatihanUSGdalamdaerahdenganfasilitasterbatas,pendekatanstandar
inimudahuntukdipelajaridanmemilikihasilyangcukupakurat.
Hasil penelitian kami menunjukkan kesesuain yang tinggi antara pemeriksaan
USGobstetrikdasarterfokusdanUSGobstetrikterjadwal.Temuaninipenting
karena memvalidasi konsep fokus pemeriksaan USG dasar, fase awal yang
diperlukansebelumpenyebaranluasdanimplementasinya.Namun,adabeberapa
perbedaandalamhasilpenelitianAdalimadari100kasuspadatrimesterkedua
yangdidugamemilikiplasentaletakrendahatauplasentapreviapadapemerikssan
langkah 4 dari pemeriksaan USG obstetrik dasar terfokus; Namun, mereka
dipastikannormalpadaUSGobstetrikregulerterjadwal.Salahsatualasanyang
mungkinuntukperbedaaniniadalahbahwakitamenghilangkanlangkahUSG
transvaginalpadapemeriksaanUSGdasarterfokusdandengandemikiantidak
bisa mengevaluasi lebih lanjut untuk yang dicurigai plasenta letak rendah.
Meskipun begitu, tidak ada plasenta atau plasenta previa dataran rendah yang
tidak terjawab selama pemeriksaan USG dasar terfokus. Ada juga beberapa
perbedaan dalam evaluasi volume cairan ketuban, yang mungkin berhubungan
denganperubahanposisijaninantarapemeriksaan.
Pendekatan standar untuk pemeriksaan USG obstetrik dasar terfokus
menunjukkanpotensibesaruntukdimasukkankedalamprogramtelemedicine.
membacaremotedarigambarUSGdanklipdemikiansangatmeningkatketika
langkahUSGstandardiikuti.Akuisisigambardanklipdarimasingmasingenam
langkahstandarmengingatbahwaaspekteknisdarimasingmasingenamlangkah
didefinisikandenganbaik.Gambardanklipyangdiperolehsecarastandar,dapat
membantupesertapelatihanmenghindarikesalahandiagnosis.Selainitu,karena
standardisasi,tinjauandarigambarmenjadipenting.Haliniditunjukkandalam
hasilkamiolehtinjauan30kasusremoteyangdipilihsecaraacaksangatbaik
dalaminterpretasigambardanklip.Tinjauangambardanklipmungkinterbukti
sangat membantu dalam pengenalan dan keberlanjutan pelatihan USG dalam
daerahdenganfasilitasterbatas.
RataratawaktuuntukkinerjapemeriksaanUSGdasarfokusadalahkurangdari5
menit,waktuyangsingkatdibandingkandenganpemeriksaanUSGreguler.Ini
merupakan aspek penting dari USG obstetrik dasar terfokus karena
memungkinkanuntukdilakukansecaraluasdanmudahuntukdipelajari

BatasanStudi
Salahsatuketerbatasanpenelitiankamiadalahpenelitianinidilakukandiunit
rujukandenganasumsibahwahasilpenelitianinidapatdiaplikasikanpadadaerah
dengan fasilitas terbatas. Mengingat bahwa ini merupakan studi pertama yang
membandingkan enam langkah pendekatan standar dari USG obstetrik dasar
terfokusdenganpemeriksaanUSGobstetrikrregulerterjadwal,tujuanutamakami
adalah untuk memastikan bahwa pendekatan baru ini telah divalidasi dalam
pengaturanklinis,sepertikonfirmasiawalakurasipemeriksaanUSGobsteterik
dasarterfokussebelumpelaksanaan.
Keterbatasan lain adalah bahwa penelitian kami tidak memiliki pasien dengan
KJDKdankehamilanmultipel,yangmembatasikemampuankitauntukmenilai
langkah2dan3.Kitatidakbisamengendalikanhalinikarenaprosespengambilan
sampel dilakukan dengan konsekutif. Selanjutnya, rancangan penelitian tidak
memungkinkanuntukpenilaiantahap6,yangmeliputipengukuranbiometrikdi
manaoperatorpemeriksaanUSGobstetrikdasarterfokusmemilikipelatihanUSG
dan langkah ini tidak standar berkaitan dengan penempatan transduser dan
gerakanpadaperutibu.BeberapaperalatanUSGsaatinimemilikikemampuan
pengukuran biometrik otomatis, yang mengurangi secara substansial
ketergantunganoperatorpadalangkah6.Menilaikompetensidanketerampilan
pesertapelatihantanpapelatihanUSGsebelumnya,prinsipUSGobstetrikdasar
terfokus ini akan menjadi bagian dari penelitian di masa depan. Akhirnya,
langkahlangkahinitidakmeninjauanatomijanin.Inidilakukandengandesain,
sepertimenggabungkananalisisanatomijanindalamUSGobstetrikdasarsulit
dapat dipahami dengan singkat. Selain itu, banyak fasilitas di daerah dengan
fasilitasterbatastidakdilengkapialatuntukmengelolakehamilandengananomali
kongenitaljaninyangkompleks.Berdasarkanpengalamankami,memperkenalkan
penilaian anatomi janin harus dilakukan setelah peserta mencapai tingkat
kompetensidenganpemeriksaanUSGdasarterfokus.

Kesimpulan
EnamlangkahstandarUSGobstetrikdasarterfokusmengurangiketergantungan
terhadapoperatorUSGdanmemilikipotensiuntukmeningkatkanpelatihanUSG
dan evaluasi kompetensi pemeriksa tanpa pelatihan USG sebelumnya. Ini
mungkin bermanfaat besar untuk pelatihan USG pada daerah dengan fasilitas
terbatasdansebagaipelatihanpengantaruntukUSGobstetrikuntukmahasiswa
kedokterandanPPDSdalamprogrampelatihan.