Anda di halaman 1dari 7

Laporan Kegiatan Program Kesehatan Lingkungan

Program Internsip Dokter Indonesia

(PIDI)

LAPORAN KEGIATAN PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

DI DESA PALAMPITAN HILIR

Pembimbing:

dr. Richard Lawalata

NIP. 19600515 198802 1 003

Disusun oleh:

dr. Agus Prastyo

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

SUNGAI MALANG

Jalan Negara Dipa RT VII Sungai Malang Amuntai 71418

Januari 2016

1
PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN

LAPORAN KEGIATAN PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

DESA PALAMPITAN HILIR

Nama : dr. Agus Prastyo

Pendamping : dr. Tegar Prasindika, dr. Izzatun Nisa, dr. Mira Andika, Ibu Rugayah,

Bidan ani dan Ibu Marsinah

Tanggal : 09 Desember 10 Desember 2015

Tempat : Palampitan Hilir

PENDAHULUAN

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di sebagian

besar wilayah Indonesia, termasuk juga di negara tropis lainnya. Pada tahun 2014, sampai

pertengahan bulan Desember tercatat penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak

71.668 orang, dan 641 diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan

tahun sebelumnya, yakni tahun 2013 dengan jumlah penderita sebanyak 112.511 orang dan

jumlah kasus meninggal sebanyak 871 penderita.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi terjadinya peningkatan kasus, salah

satu diantaranya dan yang paling utama adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam

kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (menguras, menutup,

mengubur). Kegiatan ini telah diintensifkan sejak tahun 1992 dan pada tahun 2000

dikembangkan menjadi 3M Plus yaitu dengan cara menggunakan larvasida, memelihara ikan dan

mencegah gigitan nyamuk. Sampai saat ini upaya tersebut belum menampakkan hasil yang

diinginkan karena setiap tahun masih terjadi peningkatan angka kematian.

2
Pemeriksan Jentik Berkala adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan

nyamuk Aedes aegypti yang dilakukan secara teratur oleh petugas kesehatan atau kader, atau

petugas pemantau jentik (jumantik). Kegiatan ini termasuk memotivasi masyarakat dalam

melaksanakan PSN DBD. Dengan kunjungan yang berulang-ulang disertai penyuluhan

diharapkan masyarakat dapat melaksanakan PSN DBD secara teratur dan terus-menerus.

TUJUAN

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pemantauan jentik berkala adalah menemukan rumah

yang memiliki jentik nyamuk, memberikan informasi mengenai DBD dan memberikan abate

untuk rumah yang memiliki penampungan air.

MANFAAT

1. Melatih kemampuan menemukan jentik nyamuk,

2. Memberikan informasi mengenai DBD dan 3M plus

SASARAN

100 rumah di desa Palampitan Hilir RT 01 RT 07

RENCANA KEGIATAN

a. Kegiatan : Pemantauan Jentik Berkala

b. Metode : Memeriksa tempat penampungan air menggunakan senter

c. Alat : Senter, Abate

d. Waktu : Rabu, 09 Desember - 10 Desember 2015

e. Tempat : Desa Palampitan Hilir

3
.

PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Melakukan persiapan alat berupa senter, dan mempersiapkan abate.

2. Meminta izin pada kepala desa Palampitan Hilir dan meminta bantuan kader yang aktif

untuk membantu pemantauan.

3. Pembagian tugas pemeriksa di dalam setiap RT

4. Melakukan pemeriksaan jentik di setiap tempat penampungan air besar seperti bak

mandi, kolam, tempayan, drum dan bak penampungan air lainnya, tempat

perkembangbiakan yang kecil seperti vas atau pot bunga, tempat makan burung,

penampung air buangan, dan tempat yang dapat digenangi air, baik di dalam dan di luar

rumah. Dalam pemeriksaan jentik di tempat yang gelap atau air yang keruh menggunakan

senter.

5. Hasil pemantauan dicatat dalam lembar Hasil Survei Jentik Aedes.

6. Melakukan penyuluhan singkat mengenai DBD dan PSN

7. Memberikan abate sesuai jumlah dan besar penampungan dengan ukuran 10gr/100 liter

air.

PERMASALAHAN

4
Permasalahan utama yang terjadi pada pelaksanaan kegiatan ini adalah banyaknya rumah

yang ditinggal penghuninya, sehingga rumah tidak dapat diperiksa.

KESIMPULAN

Dari hasil kegiatan posyandu di Desa Palampitan Hilir yang dilakukan pada tanggal 09

Desember - 10 Desember 2015 dapat disimpulkan kegiatan berjalan dengan lancar. Jumlah

rumah yang memiliki jentik sebanyak 51 rumah. Tingkat kepadatan jentik di Desa Palampitan

Hilir adalah kepadatan sedang.

SARAN

Dilakukan penyuluhan melalui kader agar masyarakat dapat melakukan program

Pemberantasan Sarang Nyamuk yang baik dan benar. Dilakukan pemantauan jentik berkala

setiap 3 bulan agar jumlah penderita demam berdarah dapat ditekan.

5
HASIL PEMERIKSAAN

RT 1 RT II RT III RT IV
Indeks Larva
Positif Negatif Total Positif Negatif Total Positif Negatif Total Positif Negatif Total
Jumlah Rumah 4 6 10 5 3 8 9 4 13 16 6 22
Jumlah Kontainer 13 19 32 12 5 17 21 6 27 32 10 42
Angka Bebas Jentik 10 3 4 6

(ABJ)
House Index (HI) 4 5 9 16
Container Index (CI) 40,6 70,5 77,7 76,1
Breteau Index (BI) 13 12 21 32
Density Figure (DF) 19,2 29 35,9 41,3
Kepadatan jentik

DF = 1 = Kepadatan rendah

DF = 2-5 = Kepadatan sedang

DF = 6-9 = Kepadatan tinggi

6
RT V RT VI RT VII Desa Palamapitan Hilir
Indeks Larva
Positif Negatif Total Positif Negatif Total Positif Negatif Total Positif Negatif Total
Jumlah Rumah 4 16 20 2 8 10 10 7 17 51 49 100
Jumlah Kontainer 11 39 50 3 11 14 22 11 33 113 101 214
Angka Bebas Jentik 16 8 7 49

(ABJ)
House Index (HI) 4 2 10 51
Container Index (CI) 22 21,4 66,6 52,8
Breteau Index (BI) 11 3 22 113
Density Figure (DF) 29,6 24,4 83,9 95,4