Anda di halaman 1dari 58

TUMOR KULIT

KSB
GANAS KSS
MM

Obligat
TUMOR PRAKANKER
KULIT
Fakultatif

Keratosis seboroik
Keratosis solaris
JINAK Milium
ETIOLOGI
TUMOR GANAS KULIT
1. Radiasi UV (t.u. UVB 290-320 nm)
kerusakan DNA kulit
proliferasi & replikasi sel karsinoma
2. Radiasi sinar X
radiodermatitis kronis karsinoma
3. Bahan kimia/karsinogenik coal tar, jelaga, As, Co
4. Virus (VPH, HSV)
5. Genetik xeroderma pigmentosum, sindr. Gorlin
6. Imunitas
7. Lain-lain ras, jenis kelamin, usia
KLASIFIKASI TUMOR GANAS
(WHO)
1. Tumor ganas epitel:
- KSB - Karsinoma kelenjar sebasea
- KSS - Karsinoma kelenjar keringat
2. Tumor ganas sistem melanogenik: MM
3. Tumor ganas jaringan lunak:
- Jar. ikat : fibrosarkoma
- Jar. lemak : liposarkoma
- Jar. saraf tepi : Schwannoma maligna
- Jar. hematopoietik & limfoid: CTCL, leukemia
- Jar. pemb. darah : sarkoma Kaposi
- Jar. limfe : limfangiosarkoma
KLASIFIKASI TNM
TUMOR GANAS KULIT
(kecuali melanoma maligna)
Manfaat:
- tindakan pengobatan T = tumor
- menentukan prognosis N = limfonodi
- evaluasi hasil pengobatan M = metastasis
T is : karsinoma in situ (pre-invasif)
T0 : tumor primer tidak tampak
T1 : ukuran 2 cm / terbatas pada kulit
T2 : ukuran 2-5 cm / infiltrasi minimal ke dermis
T3 : ukuran 5 cm / infiltrasi dalam
T4 : tumor sampai ke organ lain (otot, tulang)
N0 : limfonodi regional tak teraba
N1 : limfonodi regional homolateral teraba &
bebas bergerak
N2 : limfonodi regional kontralateral/
bilateral teraba & bebas bergerak
N3 : limfonodi regional teraba &
tidak bebas bergerak

M0 : tidak ada metastasis jauh


M1 : metastasis jauh (+) atau dijumpai
- limfonodi di luar tumor primer
- lesi satelit (5 cm dari tumor primer)
KARSINOMA IN SITU
Karsinoma in situ = karsinoma intra epidermal /
preinvasive carcinoma
= kelainan kulit, klinis tidak ganas,
mikroskopis (PA) ganas,
belum invasi ke jaringan sekitar

Melanoma in situ Nukleus atipik di basal


& epidermis atas
PRAKANKER

- kelainan kulit tanpa tanda ganas


- dapat berkembang jadi karsinoma kulit yg jelas
- dengan karsinoma in situ

Prakanker :
obligat hampir selalu menjadi ganas
fakultatif tidak selalu menjadi ganas
PRAKANKER

OBLIGAT FAKULTATIF

1. Kel. o.k. sinar matahari,


1. Penyakit Paget radiasi, bahan kimia
2. Eritroplasia 2. Skar atrofik
Queyrat
3. Kondiloma akuminata luas
3. Leukoplakia
4. Infeksi & ulkus kronis
4. Lentigo maligna
5. Liken planus mukosa mulut
5. Keratosis solaris
6. Liken sklerosus et
6. Keratosis kimia atrofikus
7. Penyakit Bowen 7. Luka bakar
PREMALIGNANT & MALIGNANT
EPITHELIAL TUMORS

- Lentigo solaris
- Karsinoma sel skuamosa (KSS)

- Karsinoma sel basal (KSB)
KARSINOMA SEL SKUAMOSA
(epitelioma sel skuamosa)

Berasal dari perubahan keratinosit epidermis.


Sifat: tumbuh lebih cepat dibanding KSB
sering metastasis limfogen, hematogen.
Karakteristik dasar: terjadi anaplasia,
invasif ke jaringan sekitar, metastasis (+).
Etiologi pasti ?
Faktor predisposisi: - rangsangan sinar matahari
- karsinogen kimia - radiasi sinar X
- radang, trauma - jaringan parut, ulkus kronis
- virus - faktor genetik.
GAMBARAN KLINIS
Distribusi: daerah terpajan. awal
Lesi terutama soliter.
UKK: plakat/nodul dg
permukaan halus/verukosa.
Tepi induratif, mudah berdarah.
Dapat disertai erosi/ulkus, krusta.

bibir bawah penis tungkai bawah kaki


GAMBARAN HISTOPATOLOGIK

mutiara tanduk
(menghasilkan keratin)

TINGKAT KEGANASAN PA PADA KSS


menurut BRODERS
dasar: perbandingan diferensiasi sel (baik & atipik)
I. Sel-sel berdiferensiasi baik > 75%
II. Sel-sel berdiferensiasi baik 50 75%
III. Sel-sel berdiferensiasi baik 25 50%
IV. Sel-sel berdiferensiasi baik < 25%
PENGOBATAN

Bedah eksisi
Bedah listrik, bedah kimia, bedah beku
Radioterapi usia lanjut, lesi besar, eksisi sulit
KSS bersifat > radioresisten dp KSB
Bila ada metastasis: - angkat limfonodi regional
- kombinasi kemoterapi &
radioterapi
Angka rekurensi KSS invasif 20%.
TINDAK LANJUT
sangat perlu

1. Kekambuhan
2. Tumor/lesi baru
3. Metastasis

PROGNOSIS

Diagnosis & terapi dini 5-yr cure rate 90-95%


Faktor yang berpengaruh: - Lokasi tumor
- Ukuran
- Tingkat diferensiasi
KARSINOMA SEL BASAL (KSB)
basalioma, epitelioma sel basal, ulkus rodens

Tumor ganas kulit yang paling banyak dijumpai.


Destruktif lokal, sangat invasif, tumbuh lambat.
Jarang metastasis.

INSIDENS
4X lebih banyak dibanding KSS.
Usia > 40 th, kulit putih, daerah terpajan matahari.
ETIOLOGI pasti ? diduga sinar matahari.
FAKTOR PREDISPOSISI
Imunitas
Radiasi sinar X
Ulkus kronik
Jaringan parut, luka bakar
Infeksi virus VPH, herpes simpleks
Genetik xeroderma pigmentosum, sindr. Gorlin
BENTUK KLINIS
Nodulokistik Morfea/sklerotik
Nodulo ulseratif/ulkus rodens Superfisial
Berpigmen KSB nevoid
KSB Nodulokistik
Nodul solid/kistik, 2-15 mm,
warna seperti kulit sekitar.
Telangiektasis pada permukaan.
Menetap/mengalami ulserasi
dalam beberapa tahun.
Biasanya soliter.
Lokasi daerah terpajan sinar matahari.
KSB Nodulo ulseratif / Ulkus rodens
Paling sering dijumpai.
Biasanya bentuk nodulokistik yg
mengalami ulserasi.
Tepi ulkus meninggi, mengkilat,
telangiektasis (+).
KSB Berpigmen
Klinis menyerupai KSB nodulokistik,
warna coklat kehitaman.
DD: melanoma maligna.

KSB Bentuk Morfea / Sklerotik

Berupa plakat keras, padat, putih,


seperti jaringan parut.
Jarang mengalami ulserasi.
KSB Superfisial
Berupa plakat tipis, eritema & skuama,
tepi agak meninggi, halus seperti rambut.
Sering diduga penyakit Bowen/psoriasis.
Lokasi pada badan dan ekstremitas.

Sindroma KSB Nevoid = Sindroma Gorlin


= Sindroma Nevus Sel Basal
Berupa KSB multipel & disertai kelainan multisistem
(tulang, saraf, mata, ovarium).
Diturunkan secara genetik.
Awitan pada usia anak/dekade II.
Awitan usia lanjut klinis > ringan,
lesi KSB > sedikit.
GAMBARAN HISTOPATOLOGIK
1. Differentiated keratotik, kistik, adenoid.
2. Undifferentiated solid.

Jenis keratotik
Berdiferensiasi ke arah rambut.
Terdapat sel-sel parakeratotik & kista tanduk.
Gambaran menyerupai trikoepitelioma.
Jenis kistik
Terdapat bagian kistik di tengah massa tumor,
akibat degenerasi sel tumor atau diferensiasi sel
ke arah kelenjar.
Jenis adenoid
Berdiferensiasi ke arah kelenjar ekrin/apokrin.
Gambaran struktur mirip kelenjar, dibatasi lumen,
atau lumen dikelilingi sel-sel bersekresi.
Lumen sering mengandung bahan koloid/masa amorf.

Jenis solid
Banyak dijumpai, berupa pulau-pulau sel
dengan bentuk & ukuran bermacam-macam.
Terdiri atas sel basaloid, dengan inti basofilik
bulat/lonjong, dan sedikit sitoplasma.
Sel-sel pada tepi massa tumor tersusun palisade
(seperti pagar), inti di dalam, susunan tak beraturan.
PENGOBATAN
Eksisi paling sering, penyembuhan 95%.
Elektrodesikasi &Kuretase lesi kecil.
Radioterapi.
Bedah beku kesembuhan 97%.
Bedah kimia kesembuhan 99%.
Retinoid sistemik respon baik
Isotretinoin/Etretinat 0,5 1 mg/kgBB/hari.
Imunoterapi Interferon -2b/ intralesi
100.000 unit IFN -2b/kali (2-3 X/minggu).
PERTIMBANGAN TERAPI

Penderita : umur, tingkat sosial-ekonomi.


Tumor : lokasi, , gambaran PA,
metastasis, rekurensi,
riwayat terapi sebelumnya.
Fasilitas : alat, dokter.
Metoda : keahlian,
kesembuhan ,
komplikasi ?
BENIGN
EPITHELIAL
TUMORS
TUMOR JINAK KULIT

Merupakan tumor dengan diferensiasi normal,


tumbuh lambat, bersifat ekspansif,
kadang berkapsul.
Pada wajah ganggu kosmetik.
Beberapa dapat jadi ganas.
Yang sering : - keratosis seboroik
- kista epitelial
- milium
- moluskum kontagiosum.
KERATOSIS SEBOROIK
Etiologi pasti ?
Sinar matahari, radang kronik, faktor genetik.
Wanita/pria, usia pertengahan, riw. keluarga (+).
Lokasi: daerah terpapar, kecuali telapak.
UKK: - multipel, diameter beberapa mm cm.
- awal makula coklat-hitam verukosa,
permukaan tak rata, lunak, kadang gatal.
- varian : skin tag.
Terapi: - Kuretase
- ElektroKauterisasi
- Bedah beku.
KISTA EPITELIAL /
KISTA EPIDERMOID
Kantong tertutup, dibatasi epitel
folikel rambut, isi keratin & debris kaya lemak.
Dewasa muda s.d. paruh-baya.
Lokasi: wajah, leher, badan atas, skrotum.
UKK: - biasanya soliter, nodul dermal-subkutan,
0,5-5 cm, sering disertai pungtum.
- dinding epitel skuamosa tipis
ruptur radang, nyeri, membesar.
- isi pasta keratin, krem, bau tengik.
- lesi skrotal dapat mengalami kalsifikasi.
Terapi: eksisi.
TUMORS
OF THE
DERMIS
XANTHOMA

Dapat berkaitan/tidak dg dislipoproteinemia.


Ada 4 bentuk:
1. Tendinous nodul subkutan padat, di
fascia, ligamen, tendon ekstensor
tangan, lutut, siku, Achilles.
2. Planar makula/papul/plakat lunak, kuning,
di kelopak mata, telapak tangan.
3. Tuberous nodul kuning kemerahan,
ekstensor siku, lutut, buku jari, bokong.

4. Eruptif papul multipel kuning kemerahan,


timbul mendadak, berkelompok di
ekstensor ekstremitas & bokong.

PA: akumulasi sel-sel xanthoma


(makrofag yg mengandung droplet lipid).
Terapi: - diet rendah lemak, atasi penyakit dasar.
- eksisi, elektrodesikasi, laser, TCA.
HEMANGIOMA
Tumor jinak/ hamartoma
ok gangguan perkembangan& pbentukan pemb darah
Tumor tersering pada bayi.
Lesi multipel SSP, saluran cerna, hepar.
Lokasi: kepala & leher (50%), badan (25%),
ekstremitas, mukosa.
UKK: - nodul-plakat merah, lunak-padat, 1-8 cm.
- timbul saat lahir / usia beberapa bulan,
- membesar cepat dalam 1 th pertama,
- regresi spontan 5-10 th.
- dapat disertai ulserasi skar.
Tx : observasi, PDL, bedah beku, steroid.
Jenis:
1. Hemangioma kapiler
- saat/stlh lahir involusi spontan
- Bercak merah menyala, lobular, batas tegas, teraba keras
2. Hemangioma kavernosum
- Makula/ nodus eritematosa, merah-ungu,
- batas tdk tegas
3. Hemangioma campuran
- Campuran keduanya
- Ekstremitas inferior, unilateral
- Tumor lunak merah-kebiruan, soliter.
DD/ : limfangioma, lipoma, neurofibroma
Komplikasi :
- Ulserasi spontan
- Perdarahan, infeksi
- Distorsi kornea, distorsi skeletal
- Obstruksi axis visual, obstruksi jalan napas,
pendengaran
- Gagal jantung kongestif
Tx :
- Konservatif
- Aktif : bedah (skalpel, listrik, beku), radiasi,
kortikosteroid, laser, obat sklerotik
TUMORS OF
MELANOCYTIC
CELLS
LENTIGO

Hipermelanosis epidermal melanositotik.


Lokasi: kulit seluruh tubuh, terutama
daerah yg terpapar sinar matahari.
UKK: makula soliter/multipel, <5 mm,
coklat-hitam, homogen, batas tegas.
Beberapa bentuk, a.l.: lentigo solaris,
lentigo simpleks,
sindroma LEOPARD.
Kadang berkaitan dg kelainan ekstrakutan.
Lentigo Solaris
Banyak pada usia tua, kulit terang.
Sinonim: sun-induced freckle,
lentigo senilis, lentigo aktinik.
Diinduksi radiasi UV respons proliferasi
keratinosit & melanosit.
Woods lamp: lesi tampak lebih jelas.
Terapi: hindari paparan UV,
pakaian tertutup, tabir surya,
bedah beku, bedah listrik,
Berisiko keganasan (lentigo melanoma maligna).
Lentigo Simpleks
Usia tua, kulit terang.
Tidak dipengaruhi genetik & paparan UV.
Dapat ditemukan di mukosa oral/genital.

Sindroma LEOPARD
Sinonim: Sindroma Moynahan.
Jarang, autosomal dominan.
Lentigo, Pulmonary stenosis,
EKG defek konduksi, Abnormal genitalia,
Okuler hipertelorisme, Retardasi pertumbuhan,
Deafness (tuli).
NEVUS
PIGMENTOSUS
Sinonim: nevus nevoseluler, nevus melanositik,
nevus nevomelanositik akuisita tipikal.
Semua usia, kulit terang > gelap, pria = wanita.
Genetik, lingkungan (UV).
Lokasi: kulit, kuku
UKK: - warna kulit sekitar/pink/coklat, homogen,
- bundar/oval, tepi reguler, batas tegas,
- permukaan datar/bertangkai/papilomatosa
Terapi: eksisi, dermabrasi, laser.
Hubungan
nevus pigmentosus (NP) & MM
sekitar 50% MM berasal dari NP

NP ada 3 bentuk : - junctional


- compound
- intradermal

NP junctional & compound dapat menjadi MM


curiga MM bila pada NP terdapat
3 perubahan indikator lakukan biopsi
INDIKATOR PERUBAHAN
NP MM
1. Warna lebih gelap, hitam, bintik-bintik, dll
2. Tepi lesi tidak teratur
3. Sekitar lesi lesi satelit, halo, tanda radang
4. Konsistensi rapuh, lunak
5. Bentuk datar jadi menonjol, tak beraturan
6. Permukaan erosi, ulkus, eksudatif, krusta,
perdarahan, skuama
7. Ukuran > 1 cm / membesar & meluas
8. Gatal NP tidak gatal
MELANOMA
MALIGNA

Merupakan tumor ganas melanosit.


Invasif horizontal ke atas dalam epidermis (awal)
atau vertikal ke bawah (lanjut).
Sangat ganas.
Metastasis luas & cepat (limfogen, hematogen)
paru, hepar, otak, tulang, ginjal, limpa
bisa fatal.
Insiden 1-3% seluruh keganasan, t.u. 35-55 th.
ETIOLOGI

Pasti ?
Bisa de novo
Biasanya dari nevus pigmentosus ( 50%),
lentigo maligna, giant pigmented nevus,
atau blue nevus
Faktor predisposisi :
- Sinar matahari (>>)
- Faktor genetik
- Trauma, hormonal, virus
GAMBARAN KLINIK MM

makula coklat, eritema, bagian tengah


skuamosa, kasar hiperpigmentasi
nodula hitam gelap,
batas tegas, lobular
Lentigo MM

Jarang timbul dari lentigo maligna


T.u. pada orang tua (> 60 tahun)
Lokasi : wajah, daerah terpapar
UKK : makula coklat hitam, tepi ireguler,
tumbuh lambat (10-15 tahun)
Ganas : lesi menebal, nodul membesar
Tingkat keganasan paling minimal
Superficial Spreading MM

Paling sering dijumpai (50-70%).


Berasal dari NP atau de novo.
Diameter pu > 5 cm, tepi ireguler.
Permukaan rata, asimetris,
warna macam-macam.
Nodular Melanoma

Lebih jarang dijumpai (38%), lebih ganas.


Umumnya de novo.
Nodul, satu warna, disertai ulserasi,
perdarahan, atau lesi satelit.
Acral Lentiginous Melanoma

Paling jarang (1%) paling ganas.


Lokasi khas : telapak kaki/tangan,
dasar kuku.
Makula (awal) papul, nodul,
ulserasi, kadang amelanotik.
Desmoplastic Melanoma

Lokasi : wajah, leher,


sulit dikenali.
Khas : berupa indurasi
salah diagnosis.
Sering kambuh setelah
eksisi dan menyebabkan
metastasis jauh.

Sel spindel dalam


stroma fibroblastik
KLASIFIKASI MM

KLASIFIKASI KLINIS
Stadium I : MM lokal, metastasis regional/jauh (-)
Stadium II : metastasis regional (+)
Stadium III: metastasis jauh (+)

Sentinel
lymph node
biopsy
KLASIFIKASI HISTOLOGIK

Klasifikasi Clark
I. Sel-sel melanoma terletak intra epidermal.
II. Invasi sel melanoma sampai papila dermis.
III. Invasi sel melanoma sampai perbatasan
papila dermis dan pars retikularis dermis.
IV. Invasi sel melanoma sampai pars retikularis
dermis (jar. ikat kolagen dermis).
V. Invasi sel melanoma sampai dengan jaringan
sub kutan.

Klasifikasi Breslow
Hubungan tingkat invasi Clark
& kedalaman Breslow
memperkirakan prognosis

Kedalaman tumor kurang


Prognosis > baik
Tingkat invasi terbatas

Breslow Clark 5-yr cure rate


< 0,76 mm I / II 99%
0,76-1,5 mm III 70%
> 1,5 mm IV / V 40%
PENGOBATAN

Terbaik : eksisi luas 10-20 mm luar lesi


Metastasis (+) angkat limfonodi regional
Radioterapi tidak efektif (MM radioresisten)
Pada MM diseminata :
- Kemoterapi sistemik
- Imunoterapi (interferon, interleukin)
- Kombinasi kemoterapi & imunoterapi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PROGNOSIS
Sifat tumor
- Jenis tumor : LMM SSM NM ALM DM
- Lokasi tumor : ekstremitas > baik dp badan
- Tingkat invasi & kedalaman
Stadium klinik
Lokasi metastasis
- Tulang/hati > buruk dp kulit / limfonodi
Faktor penderita
- Imunitas baik, wanita, muda > baik