Anda di halaman 1dari 2

E.

Manifestasi Klinis

Asupan serat yang rendah menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti


konstipasi, sembelit, dan pada akhirnya berdampak pada penyakit yang lainya. Akibat
kekurangan asupan serat sangat terlihat pada gangguan pencernaan. Salah satu penyakit
akibat kekurangan serat yaitu konstipasi. Akibat konstipasi ini dapat menimbulkan
beberapa keluhan seperti berikut :
1. Kesulitan memulai atau menyelesaikan buang air besar.
2. Mengejan keras saat buang air besar.
3. Massa feses yang keras dan sulit keluar.
4. Perasaan tidak tuntas saat buang air besar .
5. Sakit pada daerah rektum saat buang air besar.
6. Adanya pembesaran feses cair pada pakaian dalam.
7. Menggunakan bantuan jari- jari untuk mengeluarkan feses.
8. Menggunakan obat-obat pencahar untuk bisa buang air besar 1
Kekurangan serat tak larut yang mampu berikatan dengan air dan merangsang
terjadinya gerak peristaltic dapat menyebabkan feses tertahan di dalam usus dan terus
meningkatkan absorpsi air pada feses. Akibatnya, feses menjadi keras dan susah untuk
dikeluarkan. keadaan yang berlanjut akan menyebabkan terjadinya kanker kolon.

Reabsorpsi asam empedu diperlambat dengan adanya serat larut sehingga


meningkatkan kehilangan kolesterol melalui feses dan mengurangi kadar kolesterol
darah.2 Keadaan defisiensi serat larut dapat menyebabkan tingginya kolesterol dan
meningkatkan gula darah dalam tubuh. Bagi penderita diabetes keadaan ini sangat tidak
dianjurkan, karena akan memperparah keadaan penderita. Kadar gula yang semakin
tinggi kemungkinan berpengaruh pada lamanya penyembuhan luka penderita diabetes
dan kerja ginjal yang semakin berat.

Dalam sebuah penelitian (Handjani, dkk., 2009) dikatakan bahwa kekurangan serat
dapat meningkatkan kematian akibat penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus,

1 http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31596/4/Chapter%20II.pd

2 Joan Webster-Gandy, Angela M., Michelle H. Gizi & Dietetika.. edisi 2.


(Jakarta : EGC, 2014) hal. 77
jantung koroner, stroke dan lain-lain. Terjadinya serangan jantung koroner dikarenakan
kolesterol tubuh yang meningkat dan menyumbat pembuluh darah sehingga
menyebabkan jantung mengalami kontraks secara tiba-tiba dan berujug pada kematian.
Keadaan yang sama juga dapat menyebabkan terjadinya stroke. Meningkatnya kadar
kolesterol dikarenakan rendahnya serat yang mampu membawa kolesterol keluar
bersama feses. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa serat makanan yang larut (SDF)
lebih efektif dalam mereduksi plasma kholesterol yaitu low density lipoprotein (LDL),
serta meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL). Makanan dengan kandungan
serat kasar yang tinggi juga dilaporkan dapat mengurangi bobot badan (Bell, et al.,
1990).

Daftar pustaka

Handajani, Adianti, Betty R., Herti, M. 2009. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan
Pola Kematian pada Penyakit Degeneratif di Indonesia. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan, Jl. Indrapura 17 Surabaya.