Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MAKALAH

MESIN PERKAKAS BENTUK

PROSES PEMBENTUKAN DENGAN CARA PENEKUKAN


(BENDING)

Disusun Oleh :

Arif Rahman Hakim ( 03051281320006 )


Muarief Akahfi ( 03051381320046 )
Josua Nababan ( 03051381320010 )

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Proses Bending

1.2 Macam-macam Proses Bending Pembentukan Plat


1.3 Kegagalan dalam Proses Bending
1.4 Macam-macam Mensin Bending Plat
1.5 Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Proses Bending
2.6 Macam-macam Produk Hasil Kerja dari Proses Bending

BAB III PENUTUP 3.1 kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang proses pembentukan dengan cara penekukan
(bending)
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang proses pembentukan
dengan cara penekukan (bending) ini dapat memberikan manfaat dan memberikan
inpirasi terhadap pembaca.

Palembang,
Januari 2017

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
Pembentukan bahan logam sudah dilakukan sejak zaman prasejarah sekitar
tahun 4000 sampai 3000 SM, . Perkembangan pembentukan logam ini diawali
pada pembuatan-pembuatan acesoris atau hiasan-hiasan kerajaan, perisai untuk
keperluan perang, peralatan rumah tangga dan sebagainya. Bahan bahan logam ini
umumnya terbuat dari bahan perunggu dan kuningan. Proses pembentukan bahan
logam ini dikerjakan oleh ahli logam dengan keterampilan khusus. Keterampilan
dalam pembentukan bahan logam ini didapatkan secara turun temurun. Proses
pembenukan ini dilakukan dengan keahlian tangan dengan menggunakan berbagai
macam alat bantu.
Peralatan bantu yang digunakan antara lain berbagai macam palu dengan
berbagai bentuk,landasan-landasan pembentuk dan model-model cetakan
sederhana. Produk yang dihasilkan dalam pembentukan bahan logam ini sangat
banyak dan bermacam-macam dengan berbagai kegunaan,bentuk dan ukuran yang
bervariasi tergantung dari kebutuhan atau pesanan seperti ember plat,tool
box,paku tembok,corong dari plat,sambungan pipa lurus atau siku dll.
Proses pengerjaan pembentukan bahan logam ini dikerjakan dengan
pengerjaan panas seperti proses tempa dan pengerjaan dingin seperti pemotongan
atau cutting, penyambungan dan yang sering dilakukan dalam pembentukan bahan
untuk menghasilkan produk yaitu BENDING (Penekukan) yang akan dibahas
lebih lanjut dalam makalah ini.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2. Pengertian Proses Bending
Bending merupakan pengerjaan dengan cara memberi tekanan pada bagian
tertentu sehingga terjadi deformasi plastis pada bagian yang diberi tekanan.
Sedangkan proses bending merupakan proses penekukan atau pembengkokan
menggunakan alat bending manual maupun menggunakan mesin bending.
Pengerjan bending biasanya dilakukan pada bahan plat baja karbon rendah untuk
menghasilkan suatu produk dari bahan plat.

Gambar 1. Plat Bending

2.2 Klasifikasi Bending


Proses pembentukan dengan cara penekukan atau Bending terdiri dari dua
cara yaitu, Bending dengan Linier Tool Motion dan Rotary Tool Motion

2.1.1 Bending dengan Linier Tool Motion


Dalam penekukan dengan linear tool motion, komponen bergerak dalam
garis lurus. Proses yang paling penting dalam hal ini sub-kategori adalah die
bending, di mana bentuk bagian dipengaruhi oleh geometri mati dan
pemulihan elastis.
Die bending dapat dikombinasikan dengan die coining dalam satu
pukulan. Die coining adalah restriking benda kerja bending untuk mengurangi
tekanan, misalnya untuk mengurangi besarnya springback.

Gambar 2. Contoh proses Bending dengan Linier Tool Motion


(a) Free or air bending, (b) Free round bending, (c) Die bending, (d) Die
round bending, (e) Draw bending, (f) Edge rolling, (g) Bending by buckling

2.1.2 Bending dengan Rotary Tool Motion


Bending dengan rotary tool motion bergulir membungkuk, tikungan-putar
dan melingkar bending. Selama gulungan lentur, momen lentur adalah
diterapkan dengan cara bergulir.
Menggunakan proses roll bending, itu adalah cocok untuk memproduksi
benda kerja silinder atau lancip . itu proses roll bending juga termasuk
gulungan meluruskan untuk menghilangkan undesirable deformasi dalam
lembar, kawat logam, batang atau pipa serta Corrugating and roll forming.
Gambar 3. Contoh Proses Bending dengan Rotary Tool Motion
(a) Roll bending, (b) Section rolling, (c) Roller straightening, (d) Corrugation,
(e) Folding, (f) Wiper bending

2.3 Macam-macam Proses Bending Pembentukan Plat


1. Angel Bending
Angel bending merupakan pembentukan plat atau besi dengan menekuk
bagian tertentu plat untuk mendapatkan hasil tekukan yang diinginkan. Selain
menekuk,dengan pengerjaan ini juga dapat memotong plat yang disisipkan dan
juga dapat membuat lengkungan dengan sudut sampai kurang lebih pada
lembaran logam. Contoh hasil pengerjaan seperti potongan plat, plat bentuk V dan
U.

2. Press Break Bending


Press brake bending merupakan suatu pekerjaan bending yang
menggunakan penekan dan sebuah cetakan. Proses ini membentuk plat yang
diletakan diata cetakan laluditekan ole penekan dari atas sehingga mendapatkan
hasil tekukan yang serupa degan cetakan. Umumnya cetakan berbentuk U,W dan
ada juga yang mempunya bentuk tertentu

3. Draw Bending
Draw bending yaitu pekerjaan mencetak plat dengan menggunakan roll
penekan dan cetakan. Roll yang berputar menekan plat dan terdorong ke arah
cetakan. Pembentukan dengan draw bending ini sangat cepat dan menghasilkan
hasil banyak, tetapi kelemahannya adalah pada benda yang terjadi springback
yang terlalu besar sehingga hasil menjadi kurang maksimal.

4. Roll Bending
Roll bending yaitu bending yang biasanya digunakan untuk membentuk
silinder, atau bentuk-bentuk lengkung lingkaran dari plat logam yang disisipkan
pada suatu roll yang berputar, roll tersebut mendorong dan membentuk plat yang
berputar secara terus menerus hingga terbentuklah silinder.

5. Roll Forming
Dalam roll pembentukan, bahan memiliki panjang dan masing-masing
dibengkokan secara individualoleh roll. Untuk menekuk bahan yang
panjang,menggunakan sepasang roll berjalan. Dalam proses ini juga dikenal
sebagai forming dengan membentuk kontur-kontur melalui pekerjaan dingin
dalam membentuk logam. Logam dibengkokan secara bertahap dengan
melewatkan melalui serangkaian roll. Bahan roll umumnya terbuat dari besi baja
kabon atau abu-abu dan dilapisi krom untuk ketahanan aus. Proses ini digunakan
untuk membuat bentuk-bentuk kompleks dengan bahan dasar lembaran logam.
Tebal bahan sebelum atau sesudah proses pembentukan tidak mengalami
perubahan. Produk yang dihasilkan yang dihasilkan dari pekerjaan ini adalah
pipa,besi pipa dll.

6. Seaming
Seaming merupakan operasi bending yang digunakan untuk menyambung
ujung lembaran logam sehingga membentuk benda kerja, sambungan dibentuk
menggunakan roll-roll kecil yang disusun secara berurutan. Contoh hasil
pengerjaan seaming adalah kaleng,drum,ember dll.

7. Straightening
Straightening merupakan proses yang berlawanan dengan
bending,digunakan untuk meluruskan logam. Pada umumnya straightening
dilaksanakan sebelum benda kerja dibending. Proses ini menggunakan roll yang
dipasang sejajar dengan ketinggian sumbu roll yang berbeda.

8. Flanging
Poses flanging sama dengan proses seaming hanya seja ditunjukan untuk
meolipat dan membentuk suatu permukaan yang lebih besar. Contoh hasil
pekerjaan flanging yaitu cover cpu pada komputer,seng berpengait dll.

2.4 Kegagalan dalam Proses Bending


Dalam proses bending terdapat kegagalan dalam pembentukan seperti:
a) Springback
Springback terjadi karena semua benda - benda memiliki modulus tertentu
dari elastisitas, perubahan logam diikuti dengan pemulihan lenting pada pulihan
beban. Dalam pembentukan, pemulihan ini dikenal sebagai springback, sudut
lengkung akhir setelah diberi kekuatan tekanan/pembentukan lebih kecil dan
radius lengkung akhir lebih besar dari yang sebelumnya. Sudut lengkung yang
dihasilkan menjadi lebih besar setelah pembentukan dilakukan. Kegagalan
springback negatif dapat berupa kembalinya bentuk benda menuju ke bentuk
semula.

b) Sobek
Kegagalan ini disebabkan karena keelastisan benda yang kurang atau pada
saat pembentukan terjadi tumbukan yang terlalu besar sehingga benda yang
dibentuk menerima tekanan lebih yang menyebabkan sobek. Umumnya sobek
terjadi pada pengerjaan yang menggunakan benda plat atau piringan.

c) Patah
Salah satu kegagalan dalam proses pembendingan yaitu patah. Penyebab
patah antara lain terlalu kerasnya benda yang dibentuk. Benda yang didorong atau
ditekan dalam cetakan tidak memiliki elastisitas yang cukup, sehingga tekanan
yang dilakukan bukan membentuk tapi mematahkan. Sebab lain yaitu berulang
kalinya penekukan yang dilakukan pada benda di titik tekukan yang sama.

2.5 Macam-macam Mensin Bending Plat


2.5.1. Mensin Bending Plat Manual
Mesin ini menggunakan tenaga manusia yang dibantu dengan bandul
pemberat. Mesin ini tidak menggunakan daya listrik sedikitpun murni
menggunakan tenaga manusia. Kelebihan mesin ini adalah mura dan hemat biaya
opersionalnya sedangkan kelemahannya hanya cocok unuk plat berbahan dasar
mild steel tipis atau alumunium.

2.5.2. Mensin Bending Plat Hidrolik


Mesin ini menggunakan sisitim hidrolik sebagai sumber tenaga
penekuknya. Mesin ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih efisien untuk
menggerakan pompa hidroliknya,mesin ini menggunakan fluida dalam sistim
hidrolikya berupa oli hidrolik yang secara berkala harus diganti.
Kelebihan mesin ini adalah mampu menekuk plat yang tebal seperti mild
steel,stainless steel dan alumunium, akurasinya terkontrol. Sedangkan
kekuranganya adalah kerjanya relatif lamban walaupun konsumsi listrik lebih
efisien dibandingkan tipe mekanikal.

2.5.3. Mensin Bending Plat Mekanikal


Mesin ini menggunakan tenaga motor listrik yang dibantu dengan
semacam roda gila yang berfungsi sebagai pengumpul tenaga.
Kelebihan dari mesin ini adalah berkecepatan tinggi dan tenaganya besar.
Kekuranganya listriknya besar dan suaranya sangat berisik serta tingkat
kepresisianya rendah.

2.6 Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Proses Bending


a) Periksalah terlebih dahulu deis atau sepatu pembentuk,sudut
pembengkokan yang diinginkan.
b) Tandailah sisi bagian tepi plat yang akan dibengkokan.
c) Posisi tanda pembengkokan ini harus sejajar dengan dies pembengkok.
d) Penjepit plat harus kuat
e) Atur sudut pembengokan sesuai dengan sudut pembengkokan yang
dikehendaki.
f) Sesuaikan dies landasan dengan pembengkok yang diinginkan.
g) Mulailah proses pembengkokan dengan memperhatikan sisi-sisi yang
akan dibengkokan, hal ini untuk menjaga agar lebih dahulu mngerjakan
posisi yang mudah.
h) Jika ingin melakukan pembengkokan dengan jumlah yang banyak buatlah
jig atau alat bantu untuk memudahkan proses pembengkokan. Jig ini
bertujuan untuk memudahkan pekerjan sehingga menghasilkan bentuk
pembengkok yang sama

2.7 Macam-macam Produk Hasil Kerja dari Proses Bending


2.8 Faktor yang Mempengaruhi Proses Bending
Ada 5 faktor yang mempengaruhi proses bending yaitu:
a) Ketebalan Plat
Proses bending akan mengakibatkan penarikan pada sisi luar dan
pengkerutan pada sisi dalam diameter kelengkungan. Ketebalan plat akan
berpengaruh pada radius bending dapat dibentuk dan kemampuan material untuk
dapat mengalami peregangan tanpa terjadi distorsi.

b) Metode Bending
Prosedur atau metode yang tepat proses bending yang dilakukan sangat
berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan.
c) Ukuran Matrial
Material dengan ukuran besar apabila dilengkungkan dengan radius yang
kecil akan mudah mengalami distorsi dibandingkan material dengan ukuran kecil
dan radius bending yang besar

d) Peralatan Pendukung
Peralatan yang digunakan meliputi cetakan, clamp dan mandrel

e) Pelumasan
Pelumasan diperlukan untuk mengurangi efek gesekan dan meningkatkan
efisiensi proses pembentukan.

2.9 Macam-macam Proses Bending Pipa

Gambar 4. Macam-macam Proses Bending Pipa

a) Bending Ram
Biasanya digunakan untuk membuat lengkukngan besar ubtuk logam yang
mudah bengkok, seperti pipa conduit. Dalam metode ini, pipa ditekan pada 2 poin
eksternal dan ram mendorong pada pipa pada poros tengah untuk menekuknya.
Cara ini cenderung membentuk pipa menjadi bentuk oval baik di bagian dalam
dalam dan luar lengkungan.
b) Bending Rotary Draw
Digunakan intuk membengkokan pipa untuk digunakan sebagai pegangan
tangan atau kerajinan logam,chassis mobil, kandang dan pipa trailer, serta pipa
conduit yang lebih keras. Bending rotary draw imbang menggunakan 2 cetakan:
cetakan bending stasioner dan cetakan bending dengan diameter tetap untuk
membentuk lengkungan. Cara ini digunakan apabila pipa yang akan dibending
perlu memiliki hasil akhir yang baik dengan diameter konstan di seluruh panjang.

c) Bending Mandrel
Digunakan untuk membuat knalpot custom,tabung untuk pengolah susu,
dan tabung penukar panas. Selain cetakan yang digunakan dalam rotary bending,
bending dengan cara mandrel menggunakan support yang fleksibel yang ikut
bengkok dengan pipa atau tubing untuk memastikan interior pipa tidak cacat.

d) Bending Induksi Panas


Proses ini mengunakan panas dari kumparan listrik untuk memanaskan
area yang akan dibengkokan, dan kemudian pipa atau tabung dibengkokan dengan
cetakan mirip dengan yang digunakan rotary draw. Logam segera didinginkan
dengan air setelah pembengkokan. Cara ini menghasilkan lengkungan yang lebih
kuat daripada rotary draw

e) Bending Roll
Digunakan ketika diperlukan lengkungan yang besar untuk pipa atau
tabung. Banyak digunakan untuk pekerjaan konstruksi. Bending roll
menggunakan 3 roller yang disusun membentuk segi tiga pada satu poros untuk
mendorong dan membengkokan pipa.

f) Bending Panas
Banyak digunakan dalam pekerjaan perbaikan. Logam dipanaskan di
tempat harus dibengkokan untuk menjadikannya lebih lunak.

2.10 Keuntungan dan Kelemahan Proses Bending


2.10.1. Keuntungan Proses Bending
Pengerjaan pembentukan pelat dengan sistem bending ini mempunyai
beberapa keunggulan diantaranya :
a) Menghasilkan pembengkokan yang lurus dan rapi
b) Sisi hasil pembengkokan memiliki radius yang merata
c) Sudut pembengkokan yang dihasilkan sama
d) Hasil pembengkokan tanpa adanya cacat akibat bekas pemukulan
e) Menjadikan pelat lebih kaku

2.10.2. Kelemahan Proses Bending


Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada proses pembengkokan ini
adalah:
a) Hasil pembengkokan tidak merata atau pada sisi tengah pelat lebih
cembung dibandingkan sisi tepi yang lain, hal ini disebabkan karena tebal
pelat yang ditekuk melebihi kapasitas mesin lipat.
b) Jika posisi peletakan pelat tidak sejajar terhadap sepatu penjepit maka
mengakibatkan hasil pembengkokan menjadi miring.
c) Penekanan pelat pada sepatu pembentuk tidak boleh melebihi atau kurang
dari batas sudut pembengkokan yang diinginkan. Jika hal ini terjadi maka
hasil pembengkokan cenderung mempunyai sudut pembengkokan yang
tidak tepat atau tidak sesuai yang diharapkan

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan :
a) Bending merupakan pengerjaan dengan cara memberi tekanan pada bagian
tertentu sehingga terjadi deformasi plastis pada bagian yang diberi tekanan.
b) Macam-macam proses bending yaitu angel bending, press brake bending,draw
bending, rol bending, rol forming, seaming, straightening, dan flanging.
c) Bending bisa gagal jika terjadi springback, patah atau benda kerja sobek
d) Macam-macam mesin bending plat seperti mesin bending plat manual, mesin
bending plat hidrolik dan mesin bending plat mekanik.
e) Macam-macam peralatan bending manual seperti palu karet, palu plastik,
landasan dll.
f) Faktor-faktor yang mempengaruhi proses bending adalah ketebalan material,
metode bending, pelumasan, peralatan dll
g) Macam-macam bending pipa ram bending, rotary ram bending, induksi panas,
rol bending, panas dan mandrel.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Ananda, Arsy. 2011. Proses Bending.


http://arsyananda- desain.blogspot.com/2011/12/proses-
bending.html (Diakses 26 Januari 2017)
[2] Anonim. 2011. Proses Bending.
http://fabrikasi- sheet.blogspot.com/2011/12/proses-
bending-plat.html
[3] Anonim. 2013. Mesin Press Brake Bending Plat tekuk.
http://mesinfabrikasi.blogspot.com/2013/04/mesin-press-brake
bendingplattekuk.html
[4] Kenyon W. 1985 . Dasar-dasar pengelasan . Jakarta : Erlangga

Anda mungkin juga menyukai