Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH SOSIAL MEDIA TERHADAP REMAJA

Oleh : Alifa Imama Syahnovy 052.00.13.00078

Kelas : C

Jurusan : Arsitektur Universitas Trisakti

ABSTRAK

Media sosial adalah sebuah media online yang sedang maraknya digunakan oleh
masyarakat. Terutama remaja. Kaum remaja saat ini sangat ketergantungan terhadap media sosial.
sedangkan media sosial memiliki pengaruh dan dampaknya sendiri, baik dalam segi positif maupun
negatif. Oleh karena itu, kita harus menjadi pengguna sosial media yang baik. Bisa dengan cara
mencari cari ilmu, menggunakannya untuk kegiatan positif, atau dengan membagikan sepotong
ilmu yang kita punya. Seperti yang dikatakan Erik Qualman, We dont have a choice on whether we
do social media, the questions is how well we do it

Kunci : Media , Sosial, Remaja, Sosial


2 | Page

Daftar Isi . ii

Bab I Pendahuluan ... 3.

1.1 Latar Belakang . .. 3.

1.2 Rumusan Masalah .. 3.

1.3 Maksud Dan Tujuan . 3.

Bab II Pembahasan ... 4.

2.1 Tinjauan Teori . 4.

a. Definisi Sosial Media . 4.

b. Peran Sosial Media . 4

c. Sosial Media di Kalangan Remaja . 4.

2.4 Pengaruh Media Sosial Terhadap Remaja... 6.

Bab III Penutup 7.

3.1 Kesimpulan . 7.

3.2 Saran . 8.

Daftar Pustaka . 9.

BAB I

PENDAHULUAN
3 | Page

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam era globalisasi ini teknologi semakin maju, tidak dapat dipungkiri hadirnya internet
semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis,
dsb. Salah satu aspek yang tak dapat dipungkiri memberi pengaruh besar ialah dalam kegiatan
bersosialiasi. Manusia sebagai makhluk individu dan sosial memiliki kebutuhan dan kemampuan serta
kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain. Dengan adanya internet,
wadah interaksi tersebut dapat dengan mudah diakses dan dijangkau oleh semua kalangan
masyarakat dunia, termasuk Indonesia . Wadah interaksi ini disebut juga Sosial Media.

Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak
ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka
berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam
kehidupan seseorang. Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, begitu
pula sebaliknya.

Masyarakat Indonesia, khususnya remaja yang saat ini menurut data proyeksi penduduk
tahun 201 telah mencapai sekitar 65 juta jiwa atau 25 persen dari 255 juta jiwa jumlah penduduk
mengkonsumsi dan berkontribusi cukup besar dalam dunia media sosial.

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Dimana
dalam hal psikologi masih rentan dan mudah terpengaruh. Lalu, bagaimana pengaruh Sosial Media
sendiri terhadap anak muda? Bagaimana dengan anak muda Indonesia?

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu Sosial Media?

2. Apa peranannya terhadap masyarakat?

3. Bagaimana perkembangan Sosial Media di kalangan remaja sekarang?

4. Pengaruhnya terhadap remaja apa?

5. Dampak apa saja yang ditimbulkan oleh sosial media?

6. Saran apa yang dapat diberikan?

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

A. Memberi gambaran akan kehidupan sosial media saat ini, baik dalam sisi positif juga negatif,
dan pengaruhnya terhadap remaja.
4 | Page

B. Bagaimana anak muda menyikapi sosial media, dan menjadi user yang baik.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 TINJAUAN TEORI

a. Definisi sosial media

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.
Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh
masyarakat di seluruh dunia.

Menurut Antony Mayfield dari iCrossing, media sosial adalah mengenai menjadi manusia
biasa. Manusia biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan
kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan,
dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri
sendiri.

[3]
Media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :

Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak
orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet

Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper

Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya

Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

b. Peran media sosial

Sebagai sarana diskusi dengan jangkauan yang luas


Media untuk bertukar informasi
Sebagai sarana hiburan
Sebagai sarana berkomunikasi
Mempererat pertemanan dengan teman satu sekolah, atau teman kuliah
Menjalin silaturahmi yang sudah lama putus dengan teman lama atau kerabat lama
Mendapat banyak informasi terbaru
5 | Page

Mengisi waktu luang


Menambah wawasan
Tempat pembelajaran online
Administrasi
Mendengarkan dan Belajar
Membangun Hubungan
Jangkauan Global

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki
media sendiri. Masing masing orang dapat membagi informasi tentang kehidupannya, bahkan
mengenai hal hal personal, dan dibagikan secara publik dan dilihat oleh banyak orang. Media
sosial membuat orang menjadi lebih banyak membicarakan tentang dirinya sendiri. Seperti yang
dikatakan oleh David Amerland,

Social Media is addictive precisely because it gives us something which the real world lacks:
it gives us immediacy, directions, and a value as individual.

c. MEDIA SOSIAL DI KALANGAN REMAJA

Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53): masa remaja adalah peralihan dari masa anak
dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa
dewasa. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 15 tahun = masa
remaja awal, 15 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 21 tahun = masa remaja akhir.

Kata remaja sendiri berasal dari kata bahasa latin, yaitu adolescere yang berarti tumbuh atau
tumbuh menjadi dewasa. Istilah ini mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan
mental, emosional, sosial, dan fisik.

Kaum remaja saat ini sangat ketergantungan terhadap media sosial. Mereka begitu identik
dengan smartphone yang hampir 24 jam berada di tangan. Menurut hasil pengamatan, Sekolah
Tinggi Sandi Negara (STSN) bersama Yahoo! mengenai penggunaan internet di kalangan remaja.
Hasilnya menunjukkan, kalangan remaja usia 15-19 tahun mendominasi pengguna internet di
Indonesia sebanyak 64%.
. Lalu apa yang menyebabkan seorang remaja begitu aktif di jejaring sosial? Dalam sebuah
penelitian dinyatakan, media sosial berhubungan dengan kepribadian introvert.1
Semakin introvert seseorang maka dia akan semakin aktif di media sosial sebagai pelampiasan.
6 | Page

1
Setyastuti, Yuanita. 2012. Aprehensi Komunikasi Berdasarkan Konteks Komunikasi dan Tipe Kepribadian
Ekstrovert Introvert . Jurnal Komunikator. Volume 4, Nomor 2, Bulan November 2012
Kalangan remaja yang menjadi hiperaktif di media sosial ini juga sering memposting kegiatan
sehari-hari mereka yang seakan menggambarkan gaya hidup mereka yang mencoba mengikuti
perkembangan jaman, sehingga mereka dianggap lebih populer di lingkungannya.
Para remaja akan membuat segala macam cara untuk mempertahankan eksistensi diri
mereka dalam lingkungannya. Mereka akan merasakan kebahagiaan tersendiri ketika orang lain
dapat melihat image diri yang mereka bangun di akun Facebook-nya dan akan lebih bahagia lagi
ketika ada temannya yang merasa iri dengan image yang mereka perankan.
Namun segalanya berubah ketika kita melihat para remaja tersebut dalam kehidupan sehari-
hari. Panggung tempat mereka bermain adalah panggung back stage, tidak ada penonton dari teman-
teman nya di media sosial, mereka menampilkan peran yang berbeda dengan apa yang mereka
bangun di panggung front stage .
Sehingga tidak mengherankan jika suatu saat kita bertemu dengan seseorang yang berbeda
jauh ketika berada di Twitter dengan ketika berada di realitas nyata. Contohnya, seseorang yang kita
lihat sangat humoris dan banyak berbicara di dunia maya, tetapi ketika berinteraksi dalam kehidupan
nyata ternyata ia adalah sosok yang pemalu dan pendiam.

2.2. Metode Penelitian

Metode yang digunakan ialah melalui penglihatan secara kasar dan wawancara. Dari hasil
penelitian tersebut dapat diketahui bahwa ada beberapa dampak dari sosial media terhadap remaja.

The power of social media is that it forces necessary to changes Erik Qualman

Dampak Positif Sosial Media terhadap Remaja


Di antara dampak positif sosial media terhadap remaja adalah sebagai berikut:

1. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs media sosial ini remaja menjadi lebih mudah
berteman dengan orang lain di seluruh dunia.
7 | Page

2. Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang
mereka jumpai secara online, karena mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu
sama lain.

3. Memudahkan dalam memperoleh informasi. Remaja menjadi mudah untuk memperoleh


informasi yang ada di internet karena adanya blog ataupun website. Selain itu sosial media
juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-
lain.

4. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan
empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka berulang tahun,
mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski
tidak dapat bertemu secara fisik.

5. Memudahkan remaja untuk sharing atau berbagi. Dengan adanya blog, remaja mudah
berbagi mengenai pengalaman hidupnya dan berbagai hal lainnya yaitu dengan
mempostingnya ke blog.

6. Bisa dijadikan tempat iklan bagi remaja yang melakukan usaha online. Saat ini sosial media
telah memberikan layanan iklan. Seperti blogger, facebook, twitter dan lainnya bisa
menempatkan iklan di situs tersebut.

Dampak Negatif Sosial Media

Berikut ini adalah dampak negatif sosial media terhadap remaja.

1. Remaja menjadi kecanduan untuk menggunakan jejaring sosial tanpa tahu waktu.
Kebanyakan apabila seorang remaja menggunakan jejaring sosial, mereka bisa saja berjam-
jam untuk menggunakannya.

2. Remaja menjadi malas berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun
menjadi terganggu. Jika remaja tersebut terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya.

3. Situs jejaring sosial akan membuat remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi
tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di
internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurang berempati di dunia nyata.

4. Menjadikan seorang remaja menjadi malas belajar karena sering menggunakan jejaring
sosial untuk bermain game yang ada di situs tersebut. Facebook menyediakan layanan game
yang membuat remaja menjadi kecanduan game.
8 | Page

5. Menyebabkan kurangnya sopan santun remaja saat ini. Dengan adanya media sosial,
semakin banyak para remaja yang menggunakan bahasa yang tidak sepantasnya. Dan bagi
remaja yang masih polos, tentu akan menganggap bahwa bahasa tersebut adalah bahasa
modern anak zaman sekarang.

6. Bagi remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini membuat
mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di
dunia nyata.

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi Pada saat ini, Kaum remaja saat ini sangat
ketergantungan terhadap media sosial. sedangkan media sosial memiliki pengaruh dan dampaknya
sendiri, baik dalam segi positif maupun negatif.

Oleh karena itu, kita harus menjadi pengguna sosial media yang baik. Bisa dengan cara
mencari cari ilmu, menggunakannya untuk kegiatan positif, atau dengan membagikan sepotong
ilmu yang kita punya. Seperti yang dikatakan Erik Qualman,

We dont have a choice on whether we do social media, the questions is how well we do it

3.2 SARAN

1. Saran bagi orang tua

Orang tua sebaiknya memberi perhatian terhadap anak-anaknya, terutama kepada anak-
anak yang sedang memasuki usia remaja. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan pendidikan di
dalam lingkungan keluarga. Dengan perhatian dan pengawasan dari orang tua diharapkan para
remaja tidak menjadi addicted pada sosial media.

2. Saran bagi Pendidik/Guru/Sekolah

Para pendidik sebaiknya memberi pengertian tentang pentingnya belajar dan melakukan
kegiatan positif baik di dalam lingkungan sekolah maupun diluar. Sehingga para remaja dapat
melakukan kegiatan positif dan bersosialisasi dengan lingkungannya dan tidak menggunakan sosial
media secara berlebihan yang dapat mengurangi tingkat sosialisasi mereka.

3. Saran bagi pemerintah


9 | Page

Pemerintah sebaiknya memberikan pengawasan kepada para remaja mengenai


penggunaan sosial media, sehingga penggunaan yang berlebihan dapat diatasi. Selain itu pemerintah
juga seharusnya memberikan fasilitas bagi para remaja untuk mengembangkan potensi mereka,
seperti mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif dan diadakan secara rutin. Hal yang tidak kalah
penting adalah pemerintan perlu mengadakan penyuluhan ke tiap-tiap sekolah/lembaga pendidikan
mengenai media sosial.

4. Saran bagi pelajar


Belajarlah menggunakan jaringan internet secara bijak sehingga kita tidak menjadi orang
yang mencandu akan jejaring sosial. Sebaiknya para pengguna situs jejaring sosial ini tidak harus
berhenti total untuk tidak menikmati situs tersebut, namun lebih bijak kalau secara perlahan untuk
menguranginya yaitu dengan mengurangi jam bermain Facebook, Twitter, dan lain - lain.
Membuat group untuk sarana diskusi pelajaran.
Berbagi informasi penting, misalnya dengan mempostingkan link, membuat status, atau notes
yang berisi tentang suatu informasi yang berguna.
Menyalurkan hobi menulis dengan menggunakan fasilitas note.
Implementasikan sosial media dengan baik dan benar, gunakan peluang yang ada sebagai
sarana yang positif.

DAFTAR PUSTAKA

http://bareskrim.com/2015/05/21/pertumbuhan-remaja-indonesia-25-persen-dari-jumlah-penduduk/

https://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial

http://belajarpsikologi.com/perkembangan-psikologis-remaja/

http://tscumum2011.blogspot.co.id/2013/11/dampak-sosial-media-terhadap-kalangan-remaja.html