Anda di halaman 1dari 9

PANDUAN EDUKASI PENGGUNAAN OBAT-OBATAN

RSIA LOMBOK DUA DUA SURABAYA

2017

Jl. Flores No.12

Surabaya
BAB I

DEFINISI

Definisi obat Obat adalah sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk
mempengaruhi atau menyelidiki secara fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan
diagnose, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi
(PerMenKes 927/MenKes/Per/X/1993) Secara umum obat merupakan bahan yang menyebabkan
perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia. Bahan atau campuran bahan yang
digunakan untuk : pengobatan, peredaan, pencegahan atau diagnose suatu penyakit, kelainan
fisik atau gejalagejalanya pada manusia atau hewan. Dalam pemulihan, perbaikan atau
pengubahan fungsi organik pada manusia atau hewan. Obat dapat merupakan bahan sintesis di
dalam tubuh atau merupakan bahan-bahan kimia yang tidak disintesis di dalam tubuh.

Penggunaan obat yang baik dan benar, gunakan obat hanya seperti petunjuk cara pakai,
pada waktu yang tepat dan penuh selama waktu pengobatan. Jika anda menggunakan obat yang
dijual bebas, ikutilah cara pakainya seperti petunjuk pada label kecuali ada petunjuk lain dari
dokter anda. Jangan pisahkan label obat dari obat,karena informasi mengenai cara pakai dan
informasi penting lainnya terdapat pada label tersebut. Untuk mencegah kesalahan,jangan minum
obat ditempat yang gelap. Selalu membaca label sebelum minum obat,terutama tanggal
kadaluarsa dan petunjuk pakai obat
BAB II

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup pengggunaan obat meliputi pelayanan pelayanan pasien di instalasi


gawar darurat , instalasi rawat jalan, instalasi rawat inap serta instalasi kamar operasi.
BAB III

TATA LAKSANA

A. BENTUK SEDIAAN OBAT DAN CARA PENGGUNAAN

1. Tablet adalah sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk pipih
kedua permukaannya rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih,
dengan atau tanpa zat tambahan.
Beberapa jenis tablet antara lain :
a. Tablet bersalut adalah tablet yang bersalut/ berlapis dengan tujuan
untuk:melindungi zat aktif dari udara, kelembaban,dan cahaya, menutupi rasa dan
bau,penampilan lebih baik.
b. Tablet effervescent adalah tablet yang dilarutkan dalam air terlebih dahulu
sebelum diminum. Tablet ini mengeluarkan gas CO2.
c. Tablet kunyah adalah tablet yang penggunaannya dikunyah dengan tujuan
memberikan rasa enak dan mudah ditelan.
d. Tablet hisap adalah tablet yang penggunaannya dihisap, tidak langsung ditelan.
2. Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak
yang dapat larut dalam air, terbuat dari gelatin atau bahan lain yang sesuai . Cara
pakai obat oral (obat yang diminum melalui mulut) paling baik digunakan bila
meminum obat dengan satu gelas air penuh. Ikutilah petunjuk dokter atau apoteker.
Ada beberapa obat yang diminum bersama makanan atau sesudah makan, ada juga
yang diminum pada saat lambung kosong. Jika anda harus meminum obat dalam
jangka lama, minumlah semua obat sesuai dosisnya.
3. Sirup adalah sediaan cair yang digunakan sebagai obat dalam (diminum). Jika
meminum obat cairan, harus diperhatikan penggunaan sendok yang disebutkan pada
obat. Sendok makan pada obat perhitungannya 15 ml, Sendok teh pada takaran obat
adalah 5 ml.
4. Salep (Obat kulit - skin drug). Untuk penggunaan obat kulit yang berbentuk sediaan
salep, oleskan salep pada daerah kulit yang bersih, kering dan sedikit. Usahakan kulit
bebas dari bulu, luka terbuka dan iritasi. Gunakan bagian salep baru untuk setiap
tempat yang berbeda
5. Inhaler (obat yang dihirup) adalah obat-obat inhaler biasanya mempunyai petunjuk
sendiri untuk pasien. Bacalah petunjuknya dengan teliti sebelum menggunakan obat.
Jika anda tidak mengerti cara penggunaannya, konsultasikan kepada dokter yang
meresepkan atau konsultasikan dengan apoteker. Ada beberapa tipe inhaler yang
digunakan dengan cara yang berbeda, sehingga adalah penting untuk mengikuti cara
pakai yang diberikan.
6. Obat tetes mata (OTM) - Eyedrop drug. Dalam penggunaan obat tetes mata atau
Eyedrop drug, untuk mencegah kontiminasi, jangan dibiarkan ujung wadah tetes mata
bersinggungan dengan permukaan/bagian mata dan selalu dijaga tutup tetes mata
selalu rapat. Cara penggunaan : terlebih dahulu cuci tangan anda dengan sabun.
Miringkan kepala kebelakang dan jari telunjuk tarik kelopak mata bawah dari mata
hingga membentuk lekukan. Teteskan obat mata ke dalam lekukan mata dan pelan-
pelan tutup. Jangan kedip-kedipkan mata dan biarkan tertutup selama 1-2 menit.
7. Salep mata. Dalam penggunaan obat salep mata untuk mencegah kontiminasi dari
salep mata diusahakan jangan sampai unujg "tube" menyentuh mata. Setelah
penggunaan, lap ujung tube dengan tisu yang bersih dan tutup rapat. Cara pakai : Cuci
tangan dengan bersih. Tarik kelopak mata bawah sehingga terbentuk lekukan.
Oleskan lapisan tipis salep mata pada lekukan kurang lebih 1 cm panjangnya.
Pelanpelan tutup mata, gerakan bola mata selapa 1-2 menit.
8. Nosedrops - Obat tetes hidung. Untuk penggunaan obat tetes hidung atau
Nosedrops,tengadahkan kepala atau letakan kepala pada bantal miring. Teteskan pada
masing-masing lobang hidung dan diamkan bebrapa menit. Siram bitil dengan air
panas dan keringkan dengan tisu bersih. Tutup kembali obat. Untuk mencegah
penularan infeksi, jangan gunakan obat tetes mata dan hidung untuk orang lain selain
anda.
9. Eardrops - Obat tetes telinga. Dalam penggunaan obat tetes telinga atau Eardrops,
untuk mencegah kontiminasi jangan sampai ujung obat tetes telinga menyentuh
telinga. Botol tidak boleh penuh untuk mencegah tetesan. Cara pakai : Tidur dan
miringkan kepala sehingga telinga yang diobati menghadap ke atas. Teteskan obat
tetes telinga pada saluran telinga. Jaga selama 5 menit sehingga obat mengalir.Untuk
anak-anak yang susah diam, diamkan paling tidak 1-2 menit. Jangan goyang-goyang
penetes telinga sesudah dipakai. Lap ujung penetes dengan tisu yang bersih dan tutup
wadah dengan kencang (rapat).
10. Suppositoria. Untuk penggunaan suppositoria, cuci tangan sampai bersih. Pisahkan
pembungkus suppositoria dari badan supp dengan air bersih. Tidurlah dengan
posisimiring dan dorong Suppositoria ke dalam dubur (rectal) dengan jari kanan. Jika
Suppositoria terlalu lunak untuk dimasukan, simpan 30 menit di dalam lemari es atau
siram dengan air es sebelum dilepaskan dari pembungkusnya. Cucilah tangan anda
setelah selesai penggunaan dengan sabun.
11. Salep/krim untuk dubur (rektal). Untuk penggunaan obat ini, bersihkan dan keringkan
daerah sekitar dubur. Gosoklah dengan sedikit salep/krim tadi. Masukan aplikator
pada rektum (dubur) dan hati-hati pencet tube hingga salep/krim masuk ke dalam
rektum. Pisahkan ujung aplikator dari tube dan cuci dengan air panas, bersihkan
dengan sabun/deterjen. Lepaskan tube setelah dipakai. Kemudian cuci tangan sampai
bersih.
12. Obat yang melalui vagina. Untuk penggunaan obat yang melalui vagina, cuci tangan
anda hingga bersih. Gunakan aplikator, masukan obat ke dalam vagina sejauh
mungkin secara pelan-pelan dan tak menimbulkan rasa sakit. Bebaskan obat dengan
mendorong plunger. Tunggu beberapa menit sebelum bangun, cuci aplikator dan
tangan anda dengan sabun dan air panas.

B. EFEK SAMPING OBAT


Pada saat dilakukan pengobatan dengan menggunakan dosis yang normal,sering timbul
efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping ini terjadi setelah beberapa saat
minum obat. Efek samping ini dapat terjadi pada saluan pencernaan berupa rasa mual,
diare, perut sembelit, dapat juga terjadi pada kulit, berupa bercak merah, gatal, rasa panas
pada kulit, selain itu juga dapat menyebabkan wajah menjadi bengkak, sesak nafas dan
sebagainya. Efek samping obat adalah setiap respon obat yang merugikan akibat
penggunaan obat dengan dosis atau takaran normal.
Efek samping yang biasa terjadi :
1. Pada kulit, berupa rasa gatal, timbul bercak merah atau rasa panas. (semua golongan
Obat)
2. Mengantuk (Obat ati alergi sedative, spikotropika, narkotika, Obat syaraf, dan Obat
batuk)
3. Pada saluran pencernaan, lambung terasa perih (Obat analgetika), terasa mual, dan
muntah (Obat sitostatika)
4. Pada saluran pernafasan, terjadi sesak nafas (salbutamol yang digunakan saat tidak
sesak nafas)
5. Batuk (pada obat captopril)
6. Urin berwarna merah sampai hitam. (Rifampicin dan Urogetik)
Hal yang harus dilakukan apabila timbul efek samping obat :
a. Hentikan minum obat.
b. Mencari pertolongan ke sarana kesehatan, puskesmas/ rumah sakit/dokter
terdekat.

C. INTERAKSI OBAT
Interaksi obat adalah situasi di mana suatu zat memengaruhi aktivitas obat, yaitu
meningkatkan atau menurunkan efeknya, atau menghasilkan efek baru yang tidak
diinginkan atau direncanakan. Interaksi dapat terjadi antar-obat atau antara obat dengan
makanan serta obat-obatan herbal.
1. Interaksi Obat dengan Obat Interaksi obat dengan obat seringkali terjadi pada
penggunaan obat diare (attapulgite dan carbo absorben) dengan obat lain. Cara kerja
Attapulgite dan carbo absorben mempunyai daya absorpsi untuk menyerap racun,
bakteri dan entero virus yang menyebabkan diare. Dapat mengurangi frekuensi buang
air besar dan membantu memperbaiki konsistensi feses. Karena bekerja menyerap
racun jika diminum bersamaan dengan obat lain sehingga obat lain tidak berefek.
Pada saat menggunakan obat diare (attapulgite dan carbo absorben) dengan obat lain,
minumlah berselang 2 jam, sehingga kedua obat dapat berefek dengan baik.
2. Interaksi Obat dengan Makanan Makanan yang berinteraksi dengan obat sehingga
menurunkan atau memperkuat efek obat. Teh mengandung senyawa tannin, senyawa
ini dapat mengikat berbagai zat aktif obat sehingga sukar diabsorbsi. Jika obat kurang
diabsorbsi berarti daya khasiatnya berkurang. Sebaiknya diberi jarak 2 jam setelah
atau sebelum minum obat dapat minum teh. Susu memiliki sifat yang dapat
menghambat absorbsi zat aktif antibiotik ( ampisilin, amoksilin, kloramfenikol,
tetrasiklin). Jika obat kurang diabsorbsi berarti daya khasiatnya berkurang. Sebaiknya
tunggu sampai 2 jam setelah atau sebelum minum antibiotic. Agar penyerapan obat
antibiotika tersebut di saluran pencernaan tidak terganggu. Namun tidak semua obat
tidak baik diminum bersamaan dengan susu. Terutama obat-obat yang mengiritasi
lambung. Walaupun susu dan makanan dapat sedikit mengurangi daya obat tersebut,
namun efek perlindungan terhadap iritasi lambung lebih bermanfaat dibandingkan
dengan efek penurunan daya kerja obat yang sangan sedikit. Obat tersebut antara lain
anti inflamasi non steroid (asetosal dan ibuprofen) dan kotikosteroid (prednisone,
prednisolon, methylprednisolon) Kafein yang terdapat pada kopi, teh, coklat atau
minuman berenergi bekerja merangsang susunan syaraf pusat sehingga memberikan
efek berlebih jika digunakan bersamaan dengan obat yang bekerja merangsang
susunan syaraf (obat asma yaitu theofilin dan epinerfrin).
Sebaiknya saat menggunakan obat tersebut menghindari makanan yang mengandung
kafein Alkohol mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap fisiologi tubuh
sehingga dapat menggagu atau bahkan mengubah respon tubuh tehadap obat yang
diberikan. Obat anti alergi atau anti histamine jika digunakan bersamaan dengan
alcohol akan menambah rasa kantuk dan memperlambat performa mental dan
motorik. Obat parasetamol jika digunakan bersamaan dengan alcohol dapat
menyebabkan meningkatnya resiko perdarahan lambung. Obat penurun tekanan darah
tinggi golongan betabloker (propanolol) dapat menurunkan tekanan darah secara
drastis dan membahayakan jiwa pasien. Alkohol yang terdapat pada makanan tape
juga dapat berinteraksi dengan obat.

D. CARA MENYIMPAN OBAT


Cara penyimpanan obat di rumah tangga sebagai berikut :
1. Umum :
a. Jauhkan dari jangkauan anak anak.
b. Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat.
c. Simpan obat ditempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung atau
ikuti aturan yang tertera pada kemasan.
d. Jangan tinggalkan obat di dalam mobil dalam jangka waktu lama karena
e. suhu yang tidak stabil dalam mobil dapat merusak sediaan obat.
f. Jangan simpan obat yang telah kadaluarsa.
2. Khusus :
a. Tablet dan kapsul .Jangan menyimpan tablet atau kapsul ditempat panas dan atau
lembab.
b. Sediaan obat cair, obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari
pendingin (freezer) agar tidak beku kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan
obat.
c. Sediaan obat vagina dan ovula Sediaan obat untuk vagina dan anus (ovula dan
suppositoria) disimpan di lemari es karena dalam suhu kamar akan mencair.
d. Sediaan Aerosol / Spray Sediaan obat jangan disimpan di tempat yang
mempunyai suhu tinggi karena dapat menyebabkan ledakan.

BAB IV

DOKUMENTASI

A. Rekam medis
B. Form edukasi
C. Materi edukasi