Anda di halaman 1dari 4

NAMA : Herryadi

NIM : 030208964
TUGAS 3
1. ISO 14000 adalah kumpulan standar-standar terkait pengelolaan lingkungan yang
disusun untuk membantu organisasi untuk:
- meminimalisir dampak negatif kegiatan-kegiatan (proses dll) mereka terhadap
lingkungan, seperti menimbulkan perubahan yang merugikan terhadap udara, air
atau tanah;
- mematuhi peraturan perundangan-undangan dan persyaratan-persyaratan
berorientasi lingkungan yang berlaku;
- memperbaiki hal-hal di atas secara berkelanjutan.
ISO 14000 serupa dengan ISO 9000 - manajemen mutu dalam hal berkaitan dengan
bagaimana sebuah produk diproduksi ketimbang tentang produk itu sendiri.
Sebagaimana halnya ISO 9000, sertifikasinya dilakukan oleh pihak ketiga, bukan
oleh ISO sendiri. Standar audit ISO 19001 diterapkan saat mengaudit ketaatan ISO
9000 dan 14000 sekaligus.
Persyaratan ISO 140001 merupakan bagian integral dari Skema Manajemen dan
Audit Lingkungan (Eco-Management and Audit Scheme (EMAS) yang dikeluarkan
oleh Uni Eropa. Struktur dan persyaratan material EMAS lebih menuntut, terutama
menyangkut tugas-tugas peningkatan, kepatuhan hukum dan pelaporan kinerja.
Pengembangan seri ISO 14000
Kelompok ISO 14000 mencakup terutama standar ISO 14000, yang mewakili
kumpulan inti standar-standar yang digunakan oleh organisasi-organisasi untuk
merancang dan menerapkan Sistem Pengelolaan Lingkungan (Environmental
Management System; EMS). Standar-standar lainnya meliputi ISO 14004 yang
meerupakan panduan tambahan untuk penerapan EMS yang baik, dan standar-
standar yang lebih spesifik tentang aspek-aspek spesifik pengelolaan lingkungan.
Tujuan utama dari serial norma-norma ISO 14000 adalah "untuk mempromosikan
pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan efisien dalam organisasi dan untuk
menyediakan perangkat yang berguna dan berfungsi - yang hemat biaya, berbasis
sistem, [dan] fleksibel, dan mencerminkan organisasi yang terbaik dan praktik-praktik
terbaik untuk mengumpulkan, menerjemahkan dan mengkomunikasikan informasi
tentang lingkungan.[3]
ISO 14000 berbasis kepada pendekatan sukarela terhadap peraturan lingkungan
(Szymanski & Tiwari 2004). Serial ini mencakup standar ISO 14001, yang
menyediakan panduan untuk penerapan atau perbaikan sebuah EMS. Standar ini
memiliki banyak kesamaan dengan pendahulunya, ISO 9000, standar manajemen
mutu internasional (Jackson 1997), yang menjadi model untuk struktur internalnya
(National Academy Press 1999), dan keduanya dapat diterapkan secara bersamaan.
Sebagaimana halnya ISO 9000, ISO 14000 bertindak sebagai perangkat
pengelolaan internal dan cara menunjukkan komitmen lingkungan sebuah
perusahaan kepada pelanggan dan klien-kliennya (Boiral 2007).
Sebelum adanya ISO 14000, organisasi-organisasi menyusun sendiri EMS-nya
secara sukarela, tetapi hal ini menyebabkan perbandingan dampak-dampak
lingkungan antar perusahaan menjadi sulit; oleh karenanya, serial ISO 14000 yang
universal disusun. EMS didefinisikan oleh ISO sebagai "bagian dari sistem
pengelolaan menyeluruh, yang mencakup struktur, aktifitas perencanaan, tanggung
jawab, praktik-praktik, prosedur-prosedur dan sumber daya organisasi dalam
mengembangkan, menerapkan, mencapai dan mempertahankan kebijakan
lingkungan" (ISO 1996 sebagaimana dikutip dalam Federal Facilities Council Report
1999).
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/ISO_14000
2. Tree diagram adalah teknik yang digunakan untuk memecahkan konsep apa saja,
seperti kebijakan, target, tujuan, sasaran, gagasan, persoalan, tugas-tugas, atau
aktivitas-aktivitas secara lebih rinci ke dalam sub-subkomponen, atau tingkat yang
lebih rendah dan rinci. Tree Diagram dimulai dengan satu item yang bercabang
menjadi dua atau lebih, masing-masing cabang kemudian bercabang lagi menjadi
dua atau lebih, dan seterusnya sehingga nampak seperti sebuah pohon dengan
banyak batang dan cabang.
Tree Diagram telah digunakan secara luas dalam perencanaan, desain, dan
pemecahan masalah tugas-tugas yang kompleks. Alat ini biasa digunakan ketika
suatu perencanaan dibuat, yakni untuk memecahkan sebuah tugas ke dalam item
item yang dapat dikelola (manageable) dan ditugaskan (assignable). Penyelidikan
suatu masalah juga menggunakan tree diagram untuk menemukan komponen rinci
dari setiap topik masalah yang kompleks. Penggunaan alat ini disarankan jika risiko-
risiko dapat diantisipasi tetapi tidak mudah diidentifikasi. Tree diagram lebih baik
ketimbang interrelationship diagram untuk memecah masalah, yang mana masalah
tersebut bersifat hirarkis. Oleh karena itu, gunakan alat ini hanya untuk masalah-
masalah yang dapat dipecahkan secara hirarkis. Gambar 5 di bawah ini adalah
contoh interrelationship diagram.
Gambar Contoh Tree Diagram
Sumber:
Kusnadi, Pemecahan Masalah dengan Tree Diagram atau Diagram Pohon, 2012
https://eriskusnadi.wordpress.com/2012/12/22/about-7-new-quality-tools/
3. Quality Function Deployment (QFD) adalah metodologi dalam proses perancangan
dan pengembangan produk atau layanan yang mampu mengintegrasikan suara-
suara konsumen ke dalam proses perancangannya. QFD sebenarnya adalah
merupakan suatu jalan bagi perusahaan untuk mengidentifikasi dan memenuhi
kebutuhan serta keinginan konsumen terhadap produk atau jasa yang dihasilkannya.
Berikut ini dikemukakan beberapa definisi Quality Function Deployment menurut
para pakar :

1) QFD merupakan metodologi untuk menterjemahkan keinginan dan kebutuhan


konsumen ke dalam suatu rancangan produk yang memiliki persyaratan teknis dan
karakteristik kualitas tertentu (Akao, 1990; Urban, 1993).

2) QFD adalah metodologi terstruktur yang digunakan dalam proses perancangan


dan pengembangan produk suntuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan
konsumen, serta mengevaluasi secara sistematis kapabilitas produk atau jasa dalam
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen (Cohen, 1995).

3) QFD adalah sebuah sistem pengembangan produk yang dimulai dari merancang
produk, proses manufaktur, sampai produk tersebut ke tangan konsumen, dimana
pengembangan produk berdasarkan keinginan konsumen (Djati, 2003).

Sumber:
http://waystoperfect.blogspot.co.id/2010/05/quality-function-deployment-qfd.html