Anda di halaman 1dari 4

Case Based Discussion

SINDROMA NEFROTIK RESISTEN STEROID

1
I. DATA DASAR
IDENTIFIKASI
Seorang anak laki-laki, etnis Palembang, usia 7 tahun 2 bulan, berat badan 21 kg,
panjang badan 112 cm, beralamat di jalan Desa Karang Manik Kecamatan Belitang II
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur datang ke poliklinik nefrologi RSMH tanggal
17 September 2016, pukul 10.00 WIB.

II. ANAMNESIS (Alloanamnesis dari ibu kandung)


Keluhan utama :
Pro kemoterapi CPA III
Riwayat perjalanan penyakit:
Pasien datang ke poliklinik nefrologi RSMH untuk kemoterapi CPA ke 3. Pasien
tidak tampak sesak. Demam (-), batuk (-), pilek (-), mual muntah (-), BAB dan
BAK normal. Bengkak pada wajah, kelopak mata, perut, kemaluan (-). Nyeri
perut (-), Nafsu makan normal. Sakit kepala (-), kabur (-).
Riwayat penyakit terdahulu:
Pasien telah terdiagnosis sindroma nefrotik resisten steroid sejak September 2016.
Pasien rutin kontrol ke poliklinik nefrologi RSMH.
Pasien menjalani kemoterapi CPA ke 1 pada 1 Oktober 2016 dan kemoterapi CPA
ke 2 pada 28 Oktober 2016.

Riwayat penyakit keluarga:


Riwayat orang tua atau keluarga dengan penyakit yang sama disangkal
Riwayat makanan:
Penderita mendapatkan ASI dari lahir s/d umur 4 bulan. Mulai usia 3 bulan
sampai sekarang minum susu formula.
Mulai dikenalkan bubur susu sejak 6 bulan s.d 12 bulan, frek 2-3x sehari, s.d
mangkuk, habis.

2
Mulai makan nasi tim 7 s.d 12 bulan, dilengkapi daging/ikan cincang dan sayur,
2-3 kali sehari, s.d mangkuk, habis.
Mulai makan makanan keluarga sejak usia 1 tahun dengan bentuk lebih lunak, 2-3
x sehari - mangkuk , habis.
Kesan : kualitas dan kuantitas cukup.

Riwayat perkembangan:
Pasien mulai duduk usia 8 bulan.
Pasien bisa jalan usia 1 tahun 1 bulan.
Mulai bicara ma-ma sejak usia 8 bulan. Sekarang dapat bicara lancar.
Kesan : perkembangan normal

III. PEMERIKSAAN FISIK


Keadaan Umum:
Kesadaran : compos mentis. Nadi : 110 kali/menit (reguler, isi dan tegangan cukup),
Suhu : 36,5oC. RR : 28 kali/menit. TD : 110/70 mmHg
Berat badan 21 kg. Tinggi badan 112 cm.
BB/U = p.25 TB / U = <p.5 BB/TB 21/19 x 100% = 110 % . Kesan : gizi baik

Keadaan Spesifik:
Kepala : Mata: Pupil bulat isokor 3mm/3mm, edema palpebra (-),
refleks cahaya +/+ normal , conjunctiva anemis -/-, nafas cuping
hidung (-), faring hiperemis (-)
Toraks : Simetris, retraksi (-)
Paru : vesikuler kanan dan kiri normal, rhonki(-), wheezing (-/-)
Jantung : Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : Cembung, lemas, bising usus (+) normal, hepar tidak teraba, lien tak
teraba, shifting dullness (-), ballotement (-), teraba massa (-)
Ekstremitas: akral hangat (+), CRT< 3 detik, edema pretibia (-), akral pucat (-)
Genitalia : edema scrotum (-)
3
Persentil Tekanan darah
Persentil Sistolik Diastolik
50th 92 55
90th 106 70
95th 110 74
99th 117 82

IV. MASALAH AWAL


1. Sindrom nefrotik resisten steroid
2. Pro Kemoterapi CPA III
3. Hipertensi (terkontrol dengan obat)

V. DIAGNOSIS KERJA
Sindrom nefrotik resisten steroid pro kemoterapi CPA III + Hipertensi (terkontrol dengan
obat)

V. TATALAKSANA
- Hidrasi dengan D5 NS 2280 cc/12 jam 95 cc/jam selama 12 jam
sebelum dan sesudah kemoterapi CPA.
- Metilprednisolon 1 x 24 mg po
- Calnic plus syrup 2 x 1 cth
- Captopril 2 x 6,25 mg po
- Drip CPA 400 mg + Mesna 320 mg dalam 12 jam.
- Observasi tanda-tanda vital.
- Balance diuresis