Anda di halaman 1dari 10

Makalah Rukun Islam

RUKUN ISLAM
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
dan Sebagai Bahan Persentasi
Dosen Pembimbing: Aef Saefullah, S.HI.
DISUSUN OLEH:
1. RATNA FATIKHATUSSYIFA
2. RISKA NURAKHIDAH SARI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA CIREBON
JALAN RAYA KAMPUS II BIMA CIREBON TELP. (0231) 239333

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang dengan rahmat dan
inayah-Nya kami dapat menyelasaikan penyusunan makalah yang berjudul Rukun Islam.

Makalah ini di susun dengan maksud untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan
Agama Islam dan sekaligus sebagai bahan persentasi.

Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknik
penulisan maupun materi. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik & saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini bisa
bermanfaat bagi kita maupun masyarakat.

Cirebon, November 2011

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...............................................................................
B. Perumusan Masalah ........................................................................
C. Tujuan Penulisan ............................................................................
D. Sistematika Penulisan .....................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Syahadat .......................................................................................
B. Shalat .............................................................................................
C. Puasa .............................................................................................
D. Zakat .............................................................................................
E. Haji ................................................................................................
BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan ....................................................................................
B.Daftar Pustaka ................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Islam dibangun di atas lima dasar, yaitu rukun islam, yang terdiri dari Syahadat bahwa
tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rosul Allah, Mendirikan Shalat, Membayar
Zakat, Puasa ramadhan, dan Berhaji ke Baitullah.
Ibarat sebuah rumah, rukun islam merupakan tiang-tiang atau penyangga bangunan
keislaman seseorang. Di dalamnya tercakup hukum-hukum islam yang mengatur seluruh
aspek kehidupan manusia.
Rukun islam merupakan landasan operasional dari rukun iman. Belum cukup dikatakan
beriman hanya dengan mengerjakan rukun islam tanpa ada upaya untuk menegakannya.
Rukun islam merupakan pelatihan bagi orang mukmin menuju keridhoan Allah.
Di antara kelima kewajiban ini, shalat menempati posisi paling penting, dan disebut
secara mencolok dalam Al-Quran mendahului zakat.

B. Perumusan Masalah
1. Apakah lafaz dari syahadat?
2. Apakah pengertian dari shalat?
3. Apakah pengertian dari puasa?
4. Apakah pengertian dari zakat?
5. Apakah pengertian dari haji?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui lafaz syahadat
2. Untuk mengetahui pengertian shalat
3. Untuk mengetahui pengertian puasa
4. Untuk mengetahui pengertian zakat
5. Untuk mengetahui pegertian haji

D. Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini terdiri dari hal hal yang saling berkaitan antara bab I
sampai dengan bab III yang memuat beberapa isi sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan membahas tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan
penulisan dan sitematika penulisan.
Bab II Pembahasan membahas tentang Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji
Bab III Kesimpulan dan terakhir daftar pustaka.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Syahadat
Syahadat adalah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Allah dan Nabi Muhammad
sebagai rosulnya dan merupakan asas dan dasar bagi rukun islam lainnya. Syahadat
merupakan ruh, inti dan landasan seluruh ajaran islam. Syahadat sering disebut dengan
syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat, yaitu
Kalimat pertama :

asyhadu an-laa ilaaha illallaah


Artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah

Kalimat Pertama menunjukkan pengakuan tauhid. Artinya, seorang muslim hanya


mempercayai Allh sebagai satu-satunya Allah. Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang
menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang. Jadi dengan mengikrarkan kalimat pertama,
seorang muslim memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allh sebagai tujuan, motivasi,
dan jalan hidup.
Kalimat kedua :

wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah


Artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.
Kalimat Kedua menunjukkan pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allh.
Dengan mengikrarkan kalimat ini seorang muslim memantapkan diri untuk meyakini ajaran
Allh seperti yang disampaikan melalui Muhammad saw, seperti misalnya meyakini hadist-
hadis Muhammad saw.

B. Shalat
Shalat berarti doa. Kata Salat itu sendiri dalam bahasa Arab, berasal dari kata "tselota"
dalam bahasa Aram (Suriah) yaitu induk dari bahasa di Timur Tengah. Sedangkan, menurut
istilah, salat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan
takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
Arti pentingnya shalat dapat dinilai dari kenyataan bahwa merupakan kewajiban
pertama. Dan meskipun shalat dan zakat sering disebut bersama-sama dalam Al-Quran,
Shalat senantiasa disebut lebih dahulu.
Adapun dalil diperitahkannyashalat:

Artinya: Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan
mungkar. (QS. Al-Ankabut: 45)

Dalam islam tidak ada hari tertentu yang dikhususkan untuk shalat atu berdoa,
sebagaimana dalam agama Yahudi dan Kristen. Shalat atau berdoa merupakan bagian dari
kehidupan manusia sehari-hari. Ada shalat diwaktu shubuh (fajr), shalat ditengah hari
(dzuhur), shalat disore hari (ashar) shalat disaat matahri terbenam (maghrib) dan shalat
sebelum pergi tidur (isya).
Dengan demikian islam menuntut agar dalam berbagai kondisi beragam yang dialami
manusia, ruhnya harus selalu berhubungan dengan ruh Illahi.
Keimanan yang kuat terhadap adanya Allah dan kemahakuasaanNya merupakan syarat
sine qua non (yang tidak dapa ditawar-tawar) dalam islam, dan shalat merupakan sarana
untuk berusaha meraih tujuan besar ini.
C. Puasa
Arti puasa menurut bahasa adalah menahan. Menurut syariat islam puasa adalah suatu
bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum,
hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari / fajar /
subuh hingga matahari terbenam / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.
Puasa memiliki fungsi dan manfaat untuk membuat kita menjadi tahan terhadap hawa
nafsu, sabar, disiplin, jujur, peduli dengan fakir miskin, selalu bersyukur kepada Allah SWT
dan juga untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat.
Adapun dalil

diperitahkannyaberpuasa:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

D. Zakat
Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama
Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan
sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. Zakat merupakan rukun
ketiga dari Rukun Islam. dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam.
Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi
syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa
yang telah diatur secara rinci berdasarkan Alquran dan Sunah. Zakat juga merupakan amal
sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan
perkembangan umat manusia dimana pun.
Adapun dalil diperitahkannya berzakat:

Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
mensucikan mereka. (QS. At-Taubah: 103)

Zakat terbagi atas dua jenis yakni:


1. Zakat fitrah
Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadan. Besar zakat
ini setara dengan 3,5 liter (2,5 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
2. Zakat maal (harta)
Mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan,
emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.

E. Haji
Haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-
amalan ibadah tertentu pula. Haji merupakan rukun Islam yang kelima setelah syahadat, salat,
puasa dan zakat. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan
kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan
melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang
dikenal sebagai musim haji (bulan Zulhijah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa
dilaksanakan sewaktu-waktu.
Adapun dalil

diperintahkannya berhaji:
Artinya: Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa
memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban
manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke
Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya
(tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Al-Imran: 97)

Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Zulhijah ketika umat Islam bermalam di
Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, dan berakhir setelah
melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Zulhijah. Masyarakat
Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan
dengan perayaan ibadah haji ini. Ibadah haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup.
Selebihnya, merupakan sunah.

BAB III
KESIMPULAN

1. Syahadat sering disebut dengan syahadatain karena

terdiri dari 2 kalimat, yaitu


Kalimat pertama :

asyhadu an-laa ilaaha illallaah


Artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah
Kalimat kedua :

wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah


Artinya: Dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.

2. Shalat berarti doa. Shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang
dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
3. Puasa adalah menahann diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat
membatalkan puasa sejak terbit matahari hingga matahari terbenam.
4. Zakat adalah sebagian harta yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan
diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya
5. haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-
amalan ibadah tertentu pula

DAFTAR PUSTAKA

Aisha Bawany Begum. 1994. Mengenal Islam Selayang Pandang. Jakarta: Bumi Aksara.

Abdurrahman Masykuri. Dkk. 2006. Kupas Tuntas Shalat. Jakarta: Erlangga.

http://organisasi.org/pengertian_definisi_dan_tata_cara_puasa_ramadhan_senin_kamis_nazar_syab

an_petengahan_bulan_asyura_arafah_dan_syawal

http://duniabaca.com/syarat-syah-dan-rukun-puasa-wajib-dan-sunnah.html