Anda di halaman 1dari 4

Nama : Dewa Nyoman Gede Supratika Adhiwilaka

NIM : 1419251013

Arsitektur Dan Budaya

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang
lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan sebagai ruang
lingkup binaan manusia. Arsitektur memiliki definisi yang luas, Arsitektur mencakup segi
keindahan, kesatuan dan penciptaan ruang dan bentuk. Arsitektur juga merupakan sesuatu
yang dibangun manusia untuk kepentingan badannya dan kepentingan jiwanya.

Manusia dan Budaya merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa lepas dalam
kehidupan. Manusia menciptakan kebudayaannya sendiri dan di wariskan secara tradisi dan
turun temurun. Budaya tercipta dari kegiatan manusia sehari hari dan secara perlahan
menciptakan budaya budaya yang baru. Definisi Kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu
yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu
bersifat abstrak. Dalam konteks kebudayaan di setiap masing masing tempat memiliki
masing masing keanekaragaman budaya mereka masing masing yang tentunya berbeda di
setiap tempat, ini terjadi karena adanya faktor - faktor yang mempengaruhi terciptanya
budaya masing masing daerah seperti faktor Adat istiadat, Faktor lingkungan, faktor agama,
dan lain sebagainya.

Arsitektur sebagai unsur kebudayaan merupakan salah satu bentuk bahasa nonverbal
(isyarat) manusia, alat komunikasi manusia nonverbal ini mempunyai nuansa sastra bahasa
dan tidak jauh berbeda dengan sastra verbal. Suatu karya arsitektur merupakan wujud
kebudayaan sebagai hasil kelakuan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka.
Masyarakat di setiap tempat daerah mempunyai kemampuan dan kreativitas yang berbeda
dalam mengadaptasi dan mengolah kebudayaan baru. Hal ini mempengaruhi dan
mengakibatkan bervariasinya hasil hasil budaya itu, antara lain adalah keanekaragaman ciri
khas arsitektur yang mampu mencerminkan budaya di setiap daerah. Rumah dengan segala
perwujudan bentuk , fungsi dan maknanya senantiasa diatur, diarahkan, dan ditanggapi atau
diperlakukan oleh penghuni menurut kebudayaan yang mempengaruhi masyarakat yang
bersangkutan.

Ruang Lingkup & Pola Pikir Manusia Budaya Faktor Faktor Yang Mempengaruhi

Karya Arsitektur

Karya arsitektur akan selalu mencerminkan ciri budaya dari kelompok menusia yang
terlibat dalam proses penciptaannya. Sekurang kurangnya akan tercermin tata nilai yang
mereka anut. Dengan demikian kalau kita secara cermat mengamati sejumlah karya arsitektur
suatu masyarakat maka lambat laun akam mengenali ciri budaya masarakat tersebut. Jadi
dapat disimpulkan bahwa Setiap tempat atau daerah mempunyai masing - masing bentuk,
cara, dan tradisi dalam menjalankan suatu kebudayaan agar budaya mereka tetap bertahan
tentunya dalam konteks budaya arsitektur, arsitek pun juga berperan penting dalam
membangun budaya dalam segi pembangunan daerah sesuai rancangan dalam kajian
arsitektur menurut kehendak atau peraturan dalam konteks budaya mereka masing - masing.
Maka dari itu seorang arsitek (manusia) harus menghargai kebudayaan yang telah terjaga
oleh anak bangsa agar tetap dan selalu ada untuk generasi penerus kita. Budaya akan selalu
diwariskan kepada setiap generasi oleh manusia. Jadi hubungan kebudayaan manusia dengan
arsitektur adalah bentuk ekspresi untuk memperkenalkan identitas dari suatu tempat atau
daerah milik mereka masing- masing.

Sebagai Contoh :

Indonesia memiliki keanekaragaman ciri khas budaya dan arsitektur yang mencerminkan
ekspresi dari wilayah masing masing daerah, contohnya adalah Arsitektur Tradisional Bali
yang kental akan kebudayaan yang di anut, ini terjadi karena adanya faktor faktor yang
mempengaruhi peradaban budayanya tentunya dari segi Bentuk dan ciri khas Bangunan
Arsitektur Tradisional bali yang meliputi :

- Faktor Lingkungan : Bali / Indonesia terletak di bagian tengah garis khatulistiwa yang
memiliki iklim tropis dengan tingkat panas dan curah hujan yang tinggi, dimana pada
arsitektur rumah tradisional bali dilihat dari atapnya menerapkan penggunaan oversteck
yang panjang guna menghindari sinar panas matahari pada siang hari dan menghindari
tampiasan air hujan.
- Faktor Adat istiadat : faktor adat yang berada di setiap daerah di Bali juga mempangaruhi
gaya bangunan rumah Arsitektur masing masing seperti yang berada di Desa Penglipuran
dan Desa Tenganan yang memiliki gaya arsitektur yang terbangun akibat adanya faktor
peraturan adat istiadat masing masing.
- Faktor Agama / Kepercayaan : faktor kepercayaang agama hindu di bali sangat berperan
besar dalam ciri khas bangunan arsitektur tradisional bali, dimana pada penerapannya
rumah Bali menggunakan konsep Asta Kosala dan Kosali dimana pada masing masing
rumah Bali membentuk masa masa bangunan sesuai arah orientasi mana yang baik dan
mana yang buruk, pada bangunan bali juga menerapkan konsep Tri Angga dimana pada
bangunan harus memiliki bagian Utama (Kepala) : Atap, Madya (Badan) : Dinding, dan
Nista (kaki) : Bataran rumah.

Ciri khas penerapan


masa bangunan rumah
Arsitektur Tradisional
Bali

Contoh selanjutnya adalah arsitektur di bagian negara eropa, berbeda dengan arsitektur
Tradisional Bali, Arsitektur negara eropa juga memiliki ciri khas kebudayaan arsitektur
mereka tentunya juga karena adanya faktor yang mempengaruhi ciri khas Arsitektur Eropa
yakni, Faktor Lingkunangan : Eropa terletak di bagian belahan bumi utara, dengan memiliku
iklim yang dingin, Berbeda dengan iklim indonesia yang panas, ciri khas dari Arsitektur
eropa adalah penggunaan bahan dinding yang tebal dan menggunakan cerobong asap sebagai
penghangat di dalam bangunan rumah karena suhu di luar rumah yang sangat dingin pada
malam harinya.
Ciri khas rumah Arsitektur
Eropa dengan pengunaan
Cerobong asap