Anda di halaman 1dari 3

UJI PEMAHAMAN MATERI

PERTEMUAN KE-9: ANGGARAN TENAGA KERJA


Mata Kuliah : Anggaran Perusahaan (Budgeting)
Dosen Pengampu: Ibram Pinondang Dalimunthe, S.E.Sy., M.M.

Nama : Eka Septiana Rachmawati


NIM : 2013122356
Mata Kuliah : Anggaran Perusahaan (Budgeting)
Dosen : Ibram Pinondang Dalimunthe, S.E.Sy., M.M.
)* : Diisi oleh Mahasiswa

PETUNJUK:
Bacalah materi pertemuan ke 9, dengan topik: Anggaran Tenaga Kerja.
Jawablah 3 dari 6 pertanyaan sesuai dengan NIM Saudara, untuk NIM terakhir
yang ganjil kerjakan untuk soal 1, 3, dan 5. Sedangkan NIM terakhir yang
genap kerjakan untuk soal 2, 4, dan 6
Kirimkan jawaban Saudara ke UJI PEMAHAMAN MATERI.

PERTANYAAN)*
1. Berikanlah definisi budget tenaga kerja langsung, dan kaitkanlah budget ini
dengan rencana laba tahunan.
2. Apakah tujuan utama budget tenaga kerja langsung?
3. Bagaimana seharusnya jam tenaga kerja langsung biasanya diperkirakan?
4. Bagaimanakah seharusnya tingkat upah rata-rata biasanya dibuat?
5. Bagaimanakah seharusnya tenaga kerja diklasifikasikan dalam budget tenaga
kerja langsung? Berikan penjelasan!
6. Bagaimanakah pembuatan budget tenaga kerja langsung memberikan sumbangan
pada perencanaan dan pengendalian manajemen?
\

UJI PEMAHAMAN MATERI


PERTEMUAN KE-9: ANGGARAN TENAGA KERJA
Mata Kuliah : Anggaran Perusahaan (Budgeting)
Dosen Pengampu: Ibram Pinondang Dalimunthe, S.E.Sy., M.M.

Nama : Eka Septiana Rachmawati


NIM : 2013122356 (Genap)
Mata Kuliah : Anggaran Perusahaan (Budgeting)
Dosen : Ibram Pinondang Dalimunthe, S.E.Sy., M.M.

Jawaban :

2. Alasan utama penggunaan budget tenaga kerja langsung yang tersendiri adalah
untuk memberikan data perencanaan tentang jumlah tenaga kerja langsung
yang diperlukan, jumlah tenaga kerja langsung yang dibutuhkan, biaya tenaga
kerja setiap unit produk, dan kebutuhan arus kas. Tujuan lainnya pembuatan
budget tenaga kerja langsung adalah untuk membuat dasar untuk
mengendalikan tenaga kerja langsung.

4. Tingkat upah rata-rata yang seharusnya dibuat adalah :


Sistem upah harian : untuk mencari tingkat rata-rata per orang per jam
buruh langsung adalah dengan membagi jumlah rupiah yang dikeluarkan
untuk membayar tenaga kerja langsung dengan jumlah jam tenaga kerja
langsung yang diperlukan.
Sistem Upah perpotong (per unit) : Berdasarkan jumlah upah dari pada
jumlah barang produksi yang diproduksi karena menurut teori karyawan
harus dibayar menurut hasil kerja nyata.
Sistem Upah Bonus : Suatu pendekatan yang kurang cermat terhadap
suatu penentuan rasio historis antara upah yang dibayarkan dengan jam
kerja langsung yang dikerjakan di departemen produksi. Rasio historis ini
kemudian disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang telah berubah atau
memang diharapkan berubah. Perlu dipahami, bahwa upah rata-rata yang
didasarkan pada pada historis hanya berguna untuk perencanaan waktu
yang akan datang apabila terdapat konsistensi-konsistensi dalam aktivitas
dan jam-jam yang dikerjakan ditetapkan dengan tarif yang berbeda.
6. Dengan membuat anggaran seorang manajer dapat membuat perencanaan dan
dapat melakukan pengendalian kegiatan dengan demikian anggaran
berhubungan erat dengan manajemen, karena di dalam proses manajemen
berkaitan dengan unsur-unsur lain seperti perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), penataan (staffing), menciptakan kerjasama
dan koordinasi antar bagian (leading), pengendalian (controlling).

Langkah-langkah Dalam Menyusun Anggaran Tenaga Kerja :


Proses penyusunan anggaran membutuhkan koordinasi semua level manajer
yang terorganisir dalam komite anggaran yang memiliki tugas antara lain:
1. Menyusun pedoman penyusunan anggaran
2. Menerima dan menganalisis setiap anggaran yang diajukan oleh setiap
seksi, bagian atau divisi.
3. Memberikan rekomendasi penyempurnaan
4. Menyetujui anggaran.

Sebelum menyusun anggaran tenaga kerja perlu ditentukan terlebih dahulu


dasar satuan utama yang digunakan untuk menghitungnya. Manning table,
merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja yang menjelaskan:
1. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
2. Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai tingkat
kegiatan.
3. Bagian-bagian yang membutuhkannya.