Anda di halaman 1dari 7

JENIS-JENIS PENELITIAN

A. Jenis Penelitian berdasarkan Bidang Ilmu


1. Penelitian Esakta
Penelitian esakta lebih mengutamakan data dari hasil-hasil
eksperimen. Penelitian ini sebagian besar dengan perhitungan-perhitungan
dan analisis kuantitatif. Dapat diadakan kapan saja, dan bila di tes lagi,
peluang terjadi persamaan lebih besar. Dengan kata lain, generalisasikan
dapat diterapkan pada penelitian lain, sejauh variabelnya sama. Dibagi
menjadi beberapa disiplin ilmu, yaitu:
a. Biologi
b. Kimia
c. Fisika
d. Kedokteran
e. Astronomi
f. Geologi
g. Geografi
2. Penelitian Non-Esakta
Penelitian non-esakta lebih menekankan pada pola-pola hubungan dan
tatanan dalam masyarakat. Kejadian bersifat situasional dan dinamis,
tergantung pada kondisi sosiokultural masyarakat. Pengolahan data
menggunakan analisis kualitatif, sulit digeneralisasikan meskipun
variabel-variabelnya sama. Dibagi menjadi beberapa bidang ilmu
diantaranya:
a. Agama/Teologi
b. Sejarah
c. Antropologi
d. Sosiologi
e. Pendidikan
f. Psikologi
g. Filsafat
B. Jenis Penelitian berdasarkan Tujuan
1. Eksploratif Research (Penelitian Eksploratif)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi sebanyak-
banyaknya dan seluas-luasnya pada objek yang belum begitu banyak
diketahui. Penelitian ini berguna memberikan informasi secara garis besar,
atau juga sebagai langkah awal untuk penelitian yang lebih mendalam.
2. Developmental Research (Penelitian Developmental)
Penelitiaan ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan lanjutan
yang lebih detail dari pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Penelitian
ini dapat berupa penelitian kelanjutan dari penelitian eksplorasi. Dan pada
penelitian ini dilakukan percobaan dan selanjutnya dilakukan
penyempurnaan.
3. Verificative Research (Penelitian Verifikatif)
Penelitian yang bertujuan untuk menguji manifestasi yang ada.
Manifestasi atu pendapat umum ini bersifat ilmiah atau yang belum
bersifat ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil
penelitian yang sudah dilakukan.

C. Jenis Penelitian berdasarkan Kegunaan / Manfaat


1. Penelitian Dasar ( Basic Research)
Penelitian ini merupakan penelitian yang manfaatnya dirasakan untuk
waktu yang lama dalam artian kegunaan hasil penelitian itu tidak segera
dipakai namun dalam waktu jangka panjang juga akan terpakai. Lamanya
manfaat ini lebih karena penelitian ini biasanya dilakukan karena
kebutuhan peneliti sendiri. Penelitian dasar juga mencakup penelitian-
penelitian yang dilakukan dalam kerangka akademis. Contohnya adalah
penelitian untuk skripsi, tesis, dan disertasi. Karena penelitian dasar lebih
banyak digunakan di lingkungan akademik, penelitian tersebut memiliki
karakteristik yaitu penggunaan konsep-konsep yang abstrak. Penelitian
dasar biasanya dilakukan dalam kerangka pengembangan ilmu
pengetahuan. Umumnya hasil penelitian dasar memberikan dasar untuk
pengetahuan dan pemahaman yang dapat dijadikan sumber metode, teori
dan gagasan yang dapat diaplikasikan pada penelitian selanjutnya. Karena
penelitian dasar banyak ditujukan bagi pemenuhan keinginan atau
kebutuhan peneliti, umumnya peneliti memiliki kebebasan untuk
menentukan permasalahan apa yang akan ia teliti.
2. Penelitian Terapan ( Applied Research )
Berbeda dengan penelitian dasar, pada penelitian terapan, manfaat dari
hasil penelitian dapat segera dirasakan oleh berbagai kalangan. Penelitian
terapan biasanya dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada sehingga
hasil penelitian harus segera dapat diaplikasikan. Hasil penelitian tidak
perlu sebagai satu penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari
penelitian yang telah ada. Peneliti yang mengerjakan penelitian dasar atau
penelitian murni tidak mengharapkan hasil penelitiannya digunakan secara
praktika. Para peneliti terapanlah yang akan merinci penemuan penelitian
dasar untuk keperluan praktis dalam bidang-bidang tertentu. Tiap ilmuwan
yang mengerjakan penelitian terapan mempunyai keinginan agar dengan
segera hasil penelitiannya dapat digunakan masyarakat dalam berbagai
bidang.
Secara umum penelitian terapan merupakan penelitian yang diminta
oleh pihak lain kepada peneliti sehingga peneliti tidak lagi memiliki
kebebasan untuk menentukan permasalahan apa yang akan diteliti. Fokus
penelitian ditujukan dari hasil penelitian, apakah dapat digunakan untuk
memecahkan masalah yang ada atau tidak, namun tidak jarang juga
penelitian terapan dilakukan justru untuk menemukan masalah-masalah
yang ada pada pihak yang meminta penelitian (sponsor).

D. Jenis Penelitian berdasarkan Sifat Data


1. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam
bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik
pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi
terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan
(transkrip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh
melalui pemotretan atau rekaman video.

2. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan.
Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis
menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika. Berdasarkan
sifatnya, data kuantitatif terdiri atas data nominal, data ordinal, data
interval dan data rasio.

E. Jenis Penelitian berdasarkan Tempat


1. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium)
Penelitian ini dilaksanakan pada tempat tertentu atau laboratorium ,
biasanya bersifat eksperimen atau percobaan. Tapi untuk masa sekarang
yang bisa diteliti di laboratorium bukan Ilmu Pengetahuan Alam saja,
tetapi banyak bidang termasuk penelitian bahasa.
2. Library Research (Penelitian Kepustakaan)
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan)
dari penelitian sebelumnya.
3. Field Research (Penelitian Lapangan)
Penelitian ini dilaksanakan langsung di lapangan. Contohnya
penelitian tentang untuk mengetahui tingkat pencemaran lingkungan di
Sungai Jeneberang.

F. Jenis Penelitian berdasarkan Pendekatan (Dimensi Waktu).


1. Penelitian Longitudinal
Yaitu penelitian dengan mengikuti subyek tertentu secara terus
menerus. Pendekatan bujur merupakan metode menembak satu objek
dalam beberapa kasus. Contohnya, peneliti akan melakukan penelitian
kecerdasan berfikir siswa SD dari kelas I sampai VI, maka kita meneliti
satu atau beberapa siswa yang dari I, kemudian diikuti sampai kelas VI.
Kelebihan dari penelitian ini adalah subyek yang diamati sama, sehingga
faktor-faktor intern individu tidak terpengaruh terhadap hasil.
Kelemahanya ialah waktu penelitian sangat lama, dikhawatirkan dalam
jangka waktu yang lama akan terpengaruh perkembangan jaman.

2. Penelitian Cross-Sectional
Ialah penelitian yang menggunakan subyek yang berbeda, untuk
meneliti suatu kasus yang sama. Misalnya untuk meneliti kecerdasan
berpikir siswa SD, peneliti menghadirkan semua siswa SD, mulai dari
kelas I sampai VI, dan mengambil data secara serentak. Kelebihan dari
penelitian ini adalah data dapat cepat terkumpul dan tidak dipengaruhi
akibat perubahan waktu karena waktunya bersama. Akan tetapi, perlu
perhatian karena perkembangan seseorang atau kelompok tersebut satu
tahun depan bersifat relatif dengan kelompok yang lebih tua.
3. Penelitian Penilaian (Assessment Research)
Penelitian penilaian adalah penelitian yang dilakukan untuk
menentukan perubahan atau perbaikan perilaku individu setelah menjalani
suatu perlakuan dengan waktu dan program tertentu.
4. Penelitian Evaluasi (Evaluation Research)
Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang
sifatnya mengevaluasi terhadap sesuatu objek, yang biasanya merupakan
pelaksanaan dan rencana. Jadi bisa dikatakan juga penelitian ini adalah
penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa
yang terjadi, yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan
rencana yang memerlukan evaluasi.

G. Jenis Penelitian berdasarkan Tingkat Eksplanasi


1. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk
mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih
(independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara
varibel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian yang berusaha
menjawab bagaimanakah profil presiden Indonesia, bagaimanakah etos
kerja dan prestasi kerja para karyawan di suatu departemen.
2. Penelitin Komparatif
Penelitian komparatif merupakan suatu penelitian yang bersifat
membandingkan sesuatu. Contoh: adakah perbedaan profil presiden
Indonesia dari waktu ke waktu, adakah perbedaan kemampuan kerja antara
lulusan SMK dengan lulusan SMU.
3. Penelitian Asosiatif
Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
hubungan dua variabel atau lebih. Contoh: apakah ada hubungan antara
datangnya kupu-kupu dengan tamu, atau adakah pengaruh insentif
terhadap prestasi kerja pegawai.

H. Jenis Penelitian berdasarkan Sifat Masalah


1. Penelitian Historis yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa
lampau secara sistematis dan obyektif.
2. Penelitian Deskriptif yang yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara
sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau
daerah tertentu.
3. Penelitian Perkembangan yang bertujuan untuk menyelidiki pola dan
urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu.
4. Penelitian Kasus/Lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara
intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu
obyek
5. Penelitian Korelasional yang bertujuan untuk mengkaji tingkat keterkaitan
antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien
korelasi
6. Penelitian Eksperimental sungguhan yang bertujuan untuk menyelidiki
kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali
7. Penelitian Eksperimental semu yang bertujuan untuk mengkaji
kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak
memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi
pengganti bagi situasi dengan pengendalian.
8. Penelitian Kausal-komparatif yang bertujuan untuk menyelidiki
kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen
tetapi dilakukan dengan pengamatan terhadap data dari faktor yang diduga
menjadi penyebab, sebagai pembanding.
9. Penelitian Tindakan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan
baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya.