Anda di halaman 1dari 13

PROSES EKSPLORASI MENGGUNAKAN METODE GEOFISIKA

Survey geofisika untuk mendapatkan informasi bawah permukaan untuk kepentingan


penelitian, eksplorasi, dan eksplotasi mempunyai metode-metode, yaitu :

1. Metode Geomagnetik
2. Metode Geolistrik / Metode Resistivity
3. Metode Seismik
4. Metode Gravitasi
5. Metode Elektromagnetik
6. Metode GPR (Ground Probing Radar)

Metode diatas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam proses. Berikut akan
dijelaskan masing-masing :

Metode Seismik

Metoda seismik adalah salah satu metoda eksplorasi yang didasarkan pada pengukuran
respon gelombang seismik (suara) yang dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direfleksikan
atau direfraksikan sepanjang perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Terdapat dua
macam metoda dasar seismik yang sering digunakan, yaitu seismik refraksi dan seismik refleksi.

Seismik refraksi dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi
sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi
setelah gangguan pertama (first break) diabaikan,sehingga sebenarnya hanya data first break
saja yang dibutuhkan. Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh cepat
rambat gelombang dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta
fisis yang ada di dalam material dan dikenal sebagaiparameter elastisitas batuan.

Sedangkan dalam seismik refleksi, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima
setelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-
gelombang yang terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah
permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada
teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak
dari bentuk dan amplitudo gelombang refleksi yang direkam.Struktur bawah permukaan
dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik refraksi,
yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium.
Metode Seismik untuk Eksplorasi Mineral Bijih
Umumnya metode seismik dalam eksplorasi bijih besi digunakan sebagai penentuan
struktur bawah permukaan. Penggunaan metode seismik refleksi dangkal (shallow seismic
reflection) dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun kedalaman dalam parameter fisis yang
relevan, yaitu kecepatan seismik. Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur di bawah
permukaan. Dapat dipergunakan untuk membatasi kenampakan stratigrafi dan beberapa
kenampakan pengendapan. Sehingga, setiap perubahan konstanta tersebut (porositas,
permeabilitas, kompaksi, dll) pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik

Metode Seismik untuk Eksplorasi Batubara

Dalam eksplorasi batubara umumnya seismik refleksi digunakan untuk struktur geologi
lapisan batubara. Secara fisis, batubara dicirikan dengan densitas dan kecepatan gelombang P
(Vp) yang sangat rendah dibandingkan dengan lapisan penutupnya. Dikarenakan memiliki
densitas dan Vp yang sangat rendah, maka pada rekaman seismik, batubara akan menunjukkan
respon amplitudo yang mencolok. Oleh karena itu, walaupun ketebalan batubara yang umumnya
tipis, akan tetapi karena adanya respon amplitudo yang mencolok tersebut maka batas
resolusinya menjadi /8 bukan lagi /4. Untuk eksplorasi batubara dengan target yang dangkal,
maka metode seismik yang tepat untuk diterapkan adalah High Resolution Seismic, dimana
rentang frekuensi dominan-nya antara 50-150Hz.

Metode Seismik untuk Eksplorasi Air Tanah

Untuk pencarian air tanah bisanya digunakan metoda seismik refraksi karena lebih efektif
untuk target yang lebih dangkal. Dengan Mengukur gelombang datang yang dipantulkan
sepanjang formasi geologi dibawah permukaan tanah. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada
muka air tanah dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas.

Metode Seismik untuk Eksplorasi Hidrokarbon

Metode seismic pada proses eksplorasi hydrocarbon digunakan untuk pemetaan


subsurface. Dari data seismic terpantul akan didapatkan stratigrafi daerah bawah permukaan dan
struktur geologi yang berkembang disuatu tempat. Dari data struktur tersebutlah akan
diinterpretasikan daerah yang berpotensi menyimpan minyak dikarenakan banyak minyak
terjebak disuatu struktur geologi seperti antiklin dan juga sesar.

Metode Elektromagnetik

Metode elektromagnetik ini biasanya digunakan untuk eksplorasi benda-benda konduktif.


Kegunaan metode elektromagnetik ini yaitu untuk menentukan kontras konduktivitas bawah
permukaan berdasarkan perubahan dalam kualitas air tanah dan tipe tanah dan batuan. Perubahan
komponen-komponen medan akibat variasi konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan
struktur bawah permukaan.
Keunggulan metode seismik dengan metode geofisika yang lain:
o Mobilitas yang tinggi dan pengambilan data yang cepat.
o Resolusi dan penafsiran data cepat di lapangan.
o Aksesibilitas yang tinggi, dan sangat efektif dalam analisa dari konduktivitas tinggi.

Keunggulan metode elektromagnetik dengan metode geofisika yang lain:

Mudah dipengaruhi oleh permukaan atau sumber-sumber daya bawah permukaan


(Instrumen merekam banyak noise dari induksi gelombang elektromagnetik dari
permukaan maupun luar permukaan)
Resolusi vertikal kurang dibandingkan metode lain.

Metode Elektromagnetik untuk Eksplorasi Hidrocarbon


Metode Elektromagnetik merupakan metode elektromagnetik pasif yang melibatkan
pengukuran fluktuasi medan listrik dan medan magnet alami yang saling tegak lurus di
permukaan bumi yang dapat digunakan untuk mengetahui nilai konduktivitas batuan di bawah
permukaan bumi dari kedalaman beberapa meter hingga ratusan kilometer.
Induksi medan magnet di bawah permukaan bumi dihubungkan dengan medan EM dan
resistivitas batuan. Pada umumnya, kebanyakan batuan adalah konduktor yang buruk.
Resistivitas batuan tersebut akan besar secara ekstrim jika batuan tersebut bersifat kompak.
Sehingga dalam eksplorasi Minyak bumi metoda Elektromagnetik (MT) mampu memetakan
struktur geologi serta menampilkan zona interest berdasarkan kontras tahanan jenis material
bawah permukaan secara baik serta sejalan dengan data pendukung.

Metode Elektromagnetik untuk Eksplorasi Air Tanah

Metode Elektromagnetik merupakan salah satu metode geofisika yang biasa digunakan
dalam investigasi air (hidrogeofisika). Metode ini mempunyai resolusi yang cukup baik untuk
menganalisis kondisi bawah permukaandan menentukan bidang batas (interface) serta jumlah
lapisan berdasarkan variasi resistivitas listriknya. Arus induksi pada tanah didifusikan ke bawah
dan akan menjalar ke bawah permukaan (subsurface) sehingga akan menghasilkan medan
magnetik sekunder yang diukur di permukaan dengan oleh sebuah receiver. Sifat resistivitas
listrik batuannya sangat dipengaruhi oleh jumlah air, kadar garam, dan bagaimana cara air
didistribusikan ke dalam batuan. Batuan yang pori-porinya terisi air, nilai resistivitas listriknya
berkurang dengan bertambahnya kandungan air. Oleh karena itu, keberadaan air dalam batuan
akan memberikan kontras nilai resistivitas yang berbeda dengan daerah sekitarnya. Sehingga
didapatkan indikasi adanya daerah konduktif dengan nilai rapat arus ekivalen yang tinggi

Metode Elektromagnetik untuk Eksplorasi Batubara

Daerah yang kaya akan batubara, banyak bersinggungan dengan area rawa. Rawa yang
terdiri dari unconsolidated soil. Endapan rawa yang tebal menimbulkan kesulitan baik dalam hal
akses eksplorasi maupun dalam usaha eksploitasi batubara. Metode Metode Elektromagnetik
dapat membandingkan perbedaan konstanta dielektrik yang dominan antara objek satu dengan
yang lainya. Batubara mempunya nilai konstanta dielektrik yang tidak jauh dengan lapisan atau
batuan lain seperti pasir,lempung dan lainya. Frekuensi gelombang radio yang tinggi
memungkinkan gelombang radio mengidentifikasi lapisan yang tipis, termasuk didalamnya
endapan rawa. Penetrasi gelombang radio yang dangkal dan mampu mengidentifikasi lapisan
yang tipis tersebut sesuai dengan kebutuhan identifikasi dimensi rawa pada area potensi
batubara. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan analisis lanjut(frekuensi
dan spectrum lain) terdapat batubara disuatu lokasi survey dalam pengukuran yaitu perlu adanya
data-data tambahan seperti informasi geologi(outcrop,struktur lokal), range kalori dari batubara
dan juga informasi stratigrafi jika memunkginkan. Informasi-informasi tersebut merupakan hal
yang ideal untuk dijadikan pendukung interpretasi dan identifikasi batubara tetapi dilapangan
tidak semua informasi tersebut tersedia sehingga diperlukan analisis lanjut yang bisa mewakili
dan membedakan antara lapisan satu dengan yang lainya.

Metode Elektromagnetik untuk Eksplorasi Mineral Bijih


Endapan biji besi sering menunjukkan kemampuan konduktivitas yang sangat rendah dan
umumnya sangat kering, hal ini menjadikannya bijih besi merupakan bahan yang ideal untuk
penilaian sumber daya. Metode elektromagnetik (EM) memanfaatkan perubahan komponen-
komponen medan akibat variasi konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan struktur bawah
permukaan. Suatu sumber medan magnet diinduksikan ke dalam bumi. Adanya bijih besi
dibawah permukaan akan mempolarkan medan magnet. Dengan menjumlahkan medan magnet
primer dan sekunder maka ada/tidaknya mineral bijih besi dapat diketahui

Metode GPR (Ground Probing Radar)

Metode ground penetrating radar atau georadar merupakan salah satu metode geofisika
yang mempelajari kondisi bawah permukaan berdasarkan sifat elektromagnetik dengan
menggunakan gelombang radio dengan frekuensi antara 1-1000 MHz. Georadar menggunakan
gelombang elektromagnet dan memanfaatkan sifat radiasinya yang memperlihatkan refleksi
seperti pada metode seismik refleksi.

Pengukuran dengan menggunakan GPR ini merupakan metode yang tepat untuk mendeteksi
benda benda kecil yang berada di dekat permukaan bumi (0,1-3 meter) dengan resolusi yang
tinggi yang artinya konstanta dielektriknya menjadi rendah.
Ada tiga jenis pengukuran yaitu refleksi, velocity sounding, dan transiluminasi. Pengukuran
refleksi biasa disebut Continuous Reflection Profiling (CRP). Pengukuran velocity Sounding
disebut Common Mid Point (CMP) untuk mementukan kecepatan versus kedalaman, dan
transiluminasi disebut juga GPR Tomografi.
Metode GPR untuk Bangunan dan Keteknikan

Metode ini dapat digunakan untuk perencanaan letak fondasi dengan memperhatikan
batuan dasarnya yang cukup keras, karena kemampuannya yang tidak terlalu dalam maka
metode ini digunakan untuk kepentingan fondasi bangunan. Selain hal itu, metode ini juga
digunakan untuk memeriksa jaringan pipa bawah tanah dan juga retakan dari suatu fondasi
bangunan.

Metode GPR untuk Arkeologi

Untuk proses pencarian situs situs kebudayaan yang telah terkubur maka metode ini
sangat baik digunakan dikarenakan cakupan yang luas dan juga rasio kedalaman yang sangat
dangkal, sehingga banyak proses pencarian situs situs kebudayan yang telah tertimbun
menggunakan metode ini.

Metode GPR untuk Eksplorasi Sumber Daya

Metode ini sangat tidak disarankan untuk melakukan survey sumber daya baik
hidrokarbon,tambang, dan geothermal yang biasanya mempunyai kedalaman yang cukup dalam.

Metode Gaya Berat/Gravity

Metode Gravity (gaya berat) dilakukan untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan
berdasarkan perbedaan rapat masa cebakan mineral dari daerah sekeliling. Metode ini adalah
metode geofisika yang sensitive terhadap perubahan rapat massa secara lateral, oleh karena itu
metode ini disukai untuk mempelajari kontak intrusi, batuan dasar, struktur geologi, endapan
sungai purba, lubang di dalam masa batuan, shaff terpendam dan lain-lain.

Keunggulan metode gravitasi dengan metode geofisika yang lain:

Relatif lebih murah


Bersifat non dekstruktif
Instrumen yang ideal (gravimeter kecil dan portable)

Kelemahan metode gravitasi dengan metode geofisika yang lain:

Metode dengan tingkat ambiguitas yang tinggi


Perlu adanya pemahaman geologi yang mendalam dengan metode lainnya
Pengolahan data gravitasi yang lebih rumit dan memakan waktu yang cukup lama dari pada
metode lainnya

Metode Gaya Berat untuk Eksplorasi Minyak Bumi

Metode diatas banyak digunakan untuk eksplorasi minyak dan gas Bumi. Kendala yang
dihadapi dari survei seismik ketika harus memetakan basement yang kedalamanya sering tidak
diprofilkan oleh data seismik. Survei gravity secara sederhana akan menghitung variasi dan
perbedaan gaya gravitasi bumi yang disebabkan variasi densitas pada struktur geologi yang
berbeda. Setiap formasi batuan memiliki percepatan gravitasi yang berbeda-beda bergantung
pada massa dari batuan tersebut. Formasi batuan yang membentuk trap dengan massa rendah
seperti saltdome dapat dideteksi dengan gravity karena percepatan gravitasinya lebih rendah
daripada percepatan gravitasi normal. Formasi batuan yang membentuk trap dengan massa besar
yang berada dekat permukaan seperti anticline dapat dideteksi karena percepatan gravitasi nya
lebih tinggi daripada percepatan gravitasi normal.

Metode Gaya Berat untuk Eksplorasi Air Tanah

Penggunaan metode gravitasi tidak efektif karena air tidak memiliki anomali . Air relatif
dapat menembus semua lapisan batuan, sehingga tidak ada yang namanya jebakan air. Karena
metode ini menganggap air yang terkandung dalam suatu batuan dianggap sebagai massa dari
batuannya itu sendiri.

Metode Gaya Berat untuk Eksplorasi Bijih Besi

Masing-masing mineral tambang/endapan bijih besi memiliki densitas yang berbeda-


beda. Karena itulah maka bila terdapat variasi mineral di suatu lingkungan homogen, maka akan
terdapat anomali yang berbeda sehingga dapat diperkirakan mineral yang terkandung
didalamnya. Beberapa endapan seperti bijih besi dapat dideteksi dengan metoda gaya berat
(gravity), tapi hanya untuk mengetahui profil batuan sampingnya (tidak dapat langsung
mendeteksi bijihnya) melalui anomali densiti.

Metode Gaya Berat untuk Eksplorasi Batubara

Dalam eksplorasi batubara metoda gayaberat dapat diterapkan guna mengkaji keberadaan
struktur dan cekungan yang diperkirakan mengandung lapisan batubara. Adanya variasi medan
gravitasi bumi ditimbulkan oleh adanya perbedaan rapat massa (density) antar batuan. Adanya
suatu sumber yang berupa suatu massa (masif, lensa, atau bongkah besar) di bawah permukaan
akan menyebabkan terjadinya gangguan medan gaya berat (relatif). Karena Densitas dari
batubara sendiri ummnya lebih rendah dari batuan sekitarnya maka lapisan batubara ini akan
mempunyai kontras densiti yang jelas (significant) pada saat dideteksi oleh gravimeter.

Metode Gaya Berat untuk Keteknikan dan Kebencanan

Metode Geomagnetik

Metode ini adalah metode survey geofisika yang digunakan dengan memanfaatkan sifat
kerentanan kemagnetan dari tipe-tipe batuan. Metode ini didasarkan pada variasi intensitas dari
magnetic dipermukaan.

Kelebihan metode ini :

Metode ini sensitive terhadap perubahan vertikal, umumnya digunakan untuk


mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat hydrothermal yang kaya akan mineral
ferromagnetic, struktur geologi. Umumnya tubuh intrusi, urat hydrothermal kaya akan
mineral ferromagnetic(Fe3O4, Fe2O3) yang memberi kontras pada batuan sekelilingnya.
Mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan sifat kemagnetannya bila dipanasi
mendekati temperatur Curie oleh karena itu efektif digunakan untuk mempelajari daerah
yang dicurigai mempunyai potensi Geothermal.
Data akuisisi dan data prosesing dilakukan tidak serumit metoda gaya berat.
Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk memisahkan anomaly berdasarkan
panjang gelombang maupun kedalaman sumber anomali magnetik yang ingin diselidiki.

Kekurangan metode magnetik dibanding metode yang lain:

Setiap jenis batuan di bumi walaupun dalam pengklasifikasian atau penamaannya sama,
dapat saja mempunyai sifat dan karakteristik yang spesifik akibat peristiwa geologi yang
dialaminya. Sehingga bisa memberikan data yang didapat bisa berbeda dengan kenyataan
yang sebenarnya di bawah permukaan.

Metode Geomagnetik untuk Eksplorasi Minyak Bumi/ Hidrocarbon

Eksplorasi Migas menggunakan metode geomagnetik digunakan dalam skala regional


untuk mengetahui tipe batuan yang menjadi basement. Tipe batuan beku dan metamorf akan
mempunyai tingkat kemagnetan yang cukup tinggi dikarenakan mempunyai kandungan unsur
besi yang banyak, berbeda dengan batuan sedimen yang memiliki sedikit sekali unsur besi.
Penelitian regional menggunakan metode ini untuk mengetahui seberapa tebal lapisan sedimen
yang semakin tebal akan semakin baik untuk menjadi reservoir ataupun source rock dari
hidrokarbon.

Metode Geomagnetik untuk Eksplorasi Batubara


Eksplorasi batubara menggunakan metode geomagnetic sangat tidak menguntungkan
dikarenakan tipe batuan ini mempunyai tipe kemagnetan yang kecil serta mekanisme
pengendapannya yang berupa sedimentasi Survei Geomagnet untuk batubara berbeda dengan
survey untuk eksplorasi mineral seperti biji besi,mangan,dan lainya. Karakter sebaran batubara
(endapan) yang menyebar horizontal dan berbentuk lapisan membuat design pengukuran dan
plan nya berbeda.

Metode Geomagnetik untuk Eksplorasi Bijih Besi

Metode dinilai menjadi metode paling efektif untuk mengeksplorasi bijih besi dengan
memisahkan batuan dengan nilai magnetic tinggi dan rendah, biji besi sendiri adalah mineral
dengan sifat kemagnetan ferromagnetic. Harga k (suscepbilitas) semakin besar apabila batuan
banyak mengandung mineral bijih. Secara geologi mineral bijih terbentuk pada proses
mineralisasi batuan beku (andesit,vulkanik,dll) dan lokasi keberadaan bijih itu sendiri didaerah
yang memunyai jalur pegunungan dan daerah aktif dan aksesnya lumayan lebih sulit jika
dibandingkan dengan mineral lain. Kalau batubara dan mangan di dekati dengan pemisahan
batuan beku dan batuan sedimen tetapi biji besi susah tapi lebih banyak mudahnya karena biji
besi dominan melekat pada zona mineralisasi batuan beku sehingga perbedaan kemagnetan dari
batuan beku dengan biji besi sendiri tidak terlalu jauh sehingga di butuhkan pemodelan yang
lebih rumit dan melakukan pemodelan susceptibilitas untuk membedakan range nilai kemagnetan
batuan beku dan biji besi.

Metode Geomagnet untuk Eksplorasi Air Tanah

Air tanah dapat menyebabkan suatu endapan yang menimbulkan arus lemah (battery
action). Arus ini akan menghasilkan medan magnet. Pengukuran-pengukuran tegangan (voltase)
secara sistematis di permukaan dapat memperlihatkan suatu perubahan yang signifikan jika
terdapat mineralisasi di bawah permukaan sehingga akan terjadi perubahan nilai susceptibilitas
batuannya.

Metode Geomagnet untuk Bidang Keteknikan/Kebencanaan

Dalam bidang kebencanaan, metode magnetik bisa digunakan untuk mencari pipa
pembuangan limbah bawah permukaan, tangki minyak bawah permukaan, kapal/ferry yang
tenggelam di laut, dan lain-lain. Metode geomagnet dapat mendeteksi atau menentukan lokasi
sesar yang sudah tertimbun didalam sedimen. Selain itu, metode geomagnetic digunakan untuk
melihat kegiatan vulkanisme, ketika magma mulai naik maka terjadi proses pemanasan oleh
magma yang akan mengurangi nilai kemagnetannya dan sebaliknya apabila magma mulai
mendingin maka akan terbentuk mineral-mineral yang kaya akan kandungan besi.

Metode Geolistrik/Resistivity
Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di
dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di dalam bumi dan bagaiman cara mendeteksinya di
permukaan bumi. Keunggulan metode geolistrik dengan metode geofisika yang lain:

Metode Geolistrik untuk Eksplorasi Air Tanah

Metode geolistrik yang paling tepat untuk digunakan dalam pencarian reservoir air tanah
adalah metode tahanan jenis/resistivitas, karena metode ini lebih efektif untuk eksplorasi yang
sifatnya dangkal yaitu pada kedalaman sekitar 30-150 meter. Parameter yang diukur adalah harga
resistensi batuan dimana batuan yang mengandung banyak air memiliki konduktivitas semakin
besar, sehingga resistivitasnya akan semakin kecil. Begitu pula sebaliknya, konduktivitas akan
semakin kecil jika kandungan air dalam batuan semakin sedikit, sehingga resistivitasnya akan
semakin besar. Berdasarkan nilai tahanan jenis sebenarnya, dapat diinterpretasi jenis batuan,
kedalaman, ketebalan, dan kemungkinan kandungan air bawah tanahnya. Dengan demikian dapat
diperoleh gambaran daerah-daerah yang berpotensi mengandung air tanah. Untuk membatasi zona
yang berpotensi mengandung air tanah, dilakukan analisis spasial dengan memadukan peta ketebalan
akuifer dan overburden, peta kemiringan lereng (slope), peta kelurusan (lineament), dan peta drainase
sehingga menghasilkan peta potensi air tanah.

Metode Geolistrik untuk Eksplorasi Minyak Bumi

Metode ini sangat jarang digunakan karena memiliki kelemahan yaitu jarak yang dapat
ditembus hanya berkisar 1000 1500 kaki dibawah permukaan padahal reservoir minyak memiliki
kedalaman yang berkisar jauh lebih dalam, akan tetapi apabila kasusnya merupakan reservoir
dangkal maka metode ini dapat digunakan.

Metode Geolistrik untuk Eksplorasi Batubara

Salah satu metoda geofisika yang dapat digunakan untuk memperkirakan keberadaan dan
ketebalan batubara di bawah permukaan adalah metoda geolistrik tahanan jenis. Metoda
geolistrik dapat mendeteksi lapisan batubara pada posisi miring, tegak dan sejajar bidang
perlapisan di bawah permukaan akibat perbedaan resistansi perlapisan batuan yang satu dengan
yang lain, karena pada umumnya batubara memiliki harga resistansi tertentu.

Metode Geolistrik untuk Eksplorasi Mineral Bijih

Dalam eksplorasi mineral atau bijih besi digunakan metode geolistrik polarisasi terimbas.
Metode polarisasi terimpas ini mampu mengukur nilai chargeability atau kemampuan suatu
medium untuk menyimpan muatan. Mengenai polarisasi yang terjadi pada batuan dan tanah
adalah melingkupi penyebaran atau difusi ion-ion menuju mineral-mineral logam dan pergerakan
ion-ion di dalam pore-filling elektrolit. Yang menjadi efek utama atau mekanisme utama yang
terjadi dalam suatu proses polarisasi adalah polarisasi elektroda atau electrode polarization.
Sehingga adanya kandungan mineral logam dalam batuan akan meningkatkan nilai chargeability
batuannya.

Metode Geolistrik untuk Bidang Keteknikan dan Kebencanaan


DAFTAR PUSTAKA

Phillips, S. W., J. T. Rutledge, L. S. House, and M. C. Fehler (2001), Induced Micro Earthquake
Patterns in Hydrocarbon and Geothermal Reservoirs: A Review: PAEGEOPH, LAUR. Pp 63-
69

Telford, W.M., Geldart L.P. dan Sheriff R.E., D.A. Keys. 1990. Applied Geophysics 2nd Edition :
Cmbridge University Press. pp 219-285