Anda di halaman 1dari 7

I.

Imunisasi

Imunisasi adalah suatu proses untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh


dengan cara memasukkan vaksin, yakni virus atau bakteri yang sudah dilemahkan,
dibunuh, atau bagian-bagi bakteri(virus) tersebut telah dimodifikasi. Vaksin
dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan atau diminum (oral). Setelah vaksin
masuk ke dalam tubuh, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi membentuk
antibodi. Reaksi ini sama seperti jika tubuh kemasukan virus atau bakteri yang
sesungguhnya. Antibodi selanjutnya akan membentuk imunitas terhadap jenis
virus atau bakteri tersebut.

Dan berikut beberapa jenis vaksin penting namun belum diwajibkan oleh
pemerintah:
Jenis Vaksin Keterangan

Hib Pemberian Vaksin Hib (Haemophilus influenzae tipe B)


ditujukan untuk mencegah penyakit meningitis atau
radang selaput otak. Vaksin Hib diberikan mulai usia 2
bulan dengan jarak pemberian dari vaksin pertama ke
vaksin lanjutannya adalah 2 bulan. Vaksin ini dapat
diberikan secara terpisah ataupun kombinasi dengan
vaksin lain.
MMR Vaksin MMR diberikan untuk mencegah penyakit
gondongan (mumps), campak (measles), dan campak
jerman (rubela). MMR dapat diberikan pada umur 12 bulan
apabila belum mendapat imunisasi campak di umur 9
bulan. Umur 6 tahun diberikan imunisasi ulangannya.
Hepatitis A Vaksin ini direkomendasikan pada usia diatas 2 tahun,
diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 6 sampai 12
bulan.
Tifoid Vaksin Tifoid direkomendasikan untuk usia diatas 2 tahun.
Imunisasi ini diulang setiap 3 tahun.
Pneumokokus (PCV) Apabila hingga usia di atas 1 tahun belum mendapatkan
PCV, maka vaksin diberikan sebanyak 2 kali dengan
interval 2 bulan. Pada umur 2 hingga 5 tahun diberikan
satu kali.
Influenza Anak usia dibawah 8 tahun yang diimunisasi influenza
untuk yang pertama kalinya direkomendasikan 2 dosis
dengan jarak minimal 4 minggu.

A. Imunisasi Program
a. Imunisasi Rutin
1. Imunisasi dasar pada bayi 1. 1 dosis Hepatitis B
(0-11 bulan) 2. 1 dosis BCG
3. 3 dosis DPT-H B-Hib
4. 4 dosis polio tetes
5. 1 dosis campak
2. Imunisasi lanjutan pada bayi (<3

tahun)
3. Imunisasi lanjutan pada anak sekolah
4. Imunisasi lanjutan pada wanita usia

subur
b. Imunisasi tambahan
1. Backlog fighting (Upaya aktif

melengkapi imunisasi dasar pada anak

yang berumur 1-3 tahun)


2. Pekan Imunisasi Nasional (PIN)
3. Catch up campaign campak
4. Crash program (Program Percepatan)
5. Sub PIN
6. Outbreak Response Immunization

(ORI)
c. Imunisasi Khusus
B. Imunisasi Pilihan

A. Imunisasi Program
a. Imunisasi Rutin

Imunisasi dasar pada bayi (0-11 bulan)

Jenis-jenis Imunisasi
Berikut jenis-jenis imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah dan bisa didapat
secara gratis di Puskesmas atau Posyandu:

Jenis Vaksin Keterangan

BCG Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin) dapat diberikan sejak


lahir. Imunisasi ini betujuan untuk memberikan kekebalan
tubuh terhadap penyakit tubercolocis (TBC). Apabila vaksin BCG
akan diberikan pada bayi di atas usia 3 bulan, ada baiknya
dilakukan dulu uji tuberkulin. BCG boleh diberikan apabila hasil
tuberkulin negatif.
Hepatitis B Vaksin Hepatitis B yang pertama harus diberikan dalam waktu
12 jam setelah bayi lahir, kemudian dilanjutkan pada umur 1
bulan dan 3 hingga 6 bulan. Jarak antara dua imunisasi
Hepatitis B minimal 4 minggu. Imunisasi ini untuk mencegah
penyakit Hepatitis B.
Polio Imunisasi Polio diberikan untuk mencegah poliomielitis yang
bisa menyebabkan kelumpuhan.
DPT Vaksin DPT adalah vaksin kombinasi untuk mencegah penyakit
difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiga penyakit ini
sangat mudah menyerang bayi dan anak. Imunisasi DPT
diberikan pada bayi umur lebih dari 6 minggu. Vaksin DPT
dapat diberikan secara simultan (bersamaan) dengan vaksin
Hepatits B. Ulangan DPT diberikan pada usia 18 bulan dan 5
tahun. Usia 12 tahun mendapat vaksin TT (tetanus) melalui
program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Campak Vaksin Campak-1 diberikan pada usia 9 bulan, lalu Campak-2
pada usia 6 tahun melalui program BIAS.

Imunisasi lanjutan pada wanita usia subur


Tetanus

Upaya Departemen Kesehatan melaksanakan Program Eliminasi Tetanus

Neonatorum (ETN) melalui imunisasi DPT, DT, atau TT dilaksanakan

berdasarkan perkiraan lama waktu perlindungan sebagai berikut:

1. Imunisasi DPT pada bayi 3 kali (3 dosis) akan memberikan imunitas 1-3

tahun. Dari 3 dosis toksoid tetanus pada bayi tersebut setara dengan 2

dosis toksoid pada anak yang lebih besar atau dewasa.


2. Ulangan DPT pada umur 18-24 bulan (DPT 4) akan memperpanjang

imunitas 5 tahun yaitu sampai dengan umur 6-7 tahun, pada umur dewasa

dihitung setara 3 dosis toksoid.


3. Dosis toksoid tetanus kelima (DPT/ DT 5) bila diberikan pada usia masuk

sekolah, akan memperpanjang imunitas 10 tahun lagi yaitu pada sampai

umur 17-18 tahun; pada umur dewasa dihitung setara 4 dosis toksoid.
4. Dosis toksoid tetanus tambahan yang diberikan pada tahun berikutnya di

sekolah (DT 6 atau dT) akan memperpanjang imunitas 20 tahun lagi; pada

umur dewasa dihitung setara 5 dosis toksoid.


5. Jadi Program Imunisasi merekomendasikan TT 5x untuk memberikan

perlindungan seumur hidup dan pada wanita usia subur (WUS) untuk

memberikan perlindungan terhadap bayi yang dilahirkan dari tetanus

neonatorum.

Dosis TT 0,5 ml diberikan secara intramuskular.

Upaya mencapai target Eliminasi Tetanus Neonatorum dengan target sasaran TT

5x selain

pada sasaran bayi, juga pada anak sekolah melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak

Sekolah (BIAS). Program BIAS dilaksnakan secara bertahap dengan

jadwal seperti tertera pada Tabel 1.

II. Imunisasi di puskemas Sikumana


Imunisasi sangat penting untuk melindungi bayi dari penyakit-penyakit menular
yang bahkan bisa membahayakan jiwa. Di Indonesia, imunisasi bayi dan anak
dikelompokkan menjadi dua. Kelompok pertama berisi jenis imunisasi yang
diwajibkan oleh pemerintah melalui program pengembangan imunisasi (PPI).
Kelompok imunisasi yang diwajibkan ini dibiayai seluruhnya oleh pemerintah.
Oleh karena itu vaksin-vaksin tersebut bisa diperoleh masyarakat luas secara
gratis di Puskesmas dan Posyandu. Kelompok kedua adalah vaksin-vaksin yang
dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jenis vaksin dalam
kelompok ini belum diwajibkan pemerintah.

Puskesmas Sikumana melakukan program imunisasi dari pemerintah yang


diberikan kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas
Sikumana yaitu kelurahan Belo, kelurahan Fatukua, kelurahan Oepura, kelurahan
Naikolan, kelurahan Kolhua dan kelurahan Sikumana itu sendiri. Program
imunisasi di Puskesmas Sikumana biasanya dilakukan di posyandu atau di
puskesmas setiap hari senin. Program imunisasi yang diberikan kepada
masyarakat yaitu :

1. Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin)


Vaksin BCG diberikan pada anak di bawah 1-2 bulan dan

diberikan secara intrakutan di lengan kanan atas. Vaksin BCG

hanya dapat diberikan pada bayi yang berat badannya 2,5 kg.
2. Vaksin polio
Pemberian vaksin polio terdiri dari 2 cara yaitu dengan tetesan (oral) dan

IPV (Injection Polio Vaksin). IPV dapat diberikan seteah 4 kali pemberian

vaksin polio per oral.


3. DPT (Diphteri, Pertusis, Tetanus)
Sediaan vaksin DPT di puskesmas Sikumana dalam bentuk Pentabion

dimana didalamnya terdapat DPT, HB, Hib (ISPA)


DPT diberikan sebanyak 4 kali secara intramuskular di daerah paha dan

untuk vaksin pertama diberikan di paha sebelah kanan. Vaksin DPT yang

keempat diberikan pada anak di atas 1 tahun 6 bulan


4. Hepatitis B (Hbo)
Vaksin hepatitis diberikan pada bayi baru lahir usia kurang dari 7 hari dan

lebih efisien di usia 0-24 jam. Vaksin ini diberikan secara intramuskular di

daerah paha.
5. Campak
Vaksin campak diberikan di lengan kiri secara subkutan.
6. Tetanus Toksoid
Vaksin ini dapat diberikan pada anak kelas 1-3 SD dan ibu hamil. Pada ibu

hamil vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali secara bergantian lengan kiri

dan kanan di subkutan.

Setelah pemberian vaksin biasanya diberikan obat paracetamol untuk

mengantisipasi terjadinya peningkatan suhu tubuh akibat efek dari vaksin tersebut.