Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Guna mengembangkan perekonomian di wilayah Sumatera, khususnya Medan dan


sekitarnya. Pemerintah terus berupaya menyediakan infratrukstur antara lain, Bandara
Internasional Kualanamu dan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Jalan tol sepanjang 61.8 km ini, menghubungkan jalan tol yang sudah ada saat ini, yaitu:
Belawan, Medan, Tanjung Morawa atau Belmera menuju Bandara Kualanamu dan kota
Tebing Tinggi.

Jalan tol ini akan menghubungkan kota Medan dengan Bandara Kualanamu. Selain itu,
juga akan menghubungkan kota Medan dengan kawasan industri Kuala Tanjung dan kawasan
pariwisata Danau Toba.

Pembangunan merupakan proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki taraf


hidup masyarakat, yang ditandai dengan adanya pertumbuhan ekonomi, industrialisasi dan
modernisasi. Namun dalam pelaksanaan khususnya pada pembangunan yang bersifat fisik
seringkali para pihak yang terlibat mengabaikan masalah lingkungan, sehingga menyebabkan
kerusakan lingkungan. Demikian juga dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan,
masalah lingkungan tidak terlalu diperhatikan, baik pada saat perencanaan maupun pada saat
pengoperasiannya, hal ini karena pihak- pihak yang terlibat dalam kegiatan pembangunan
tersebut lebih mengutamakan hasil atau produk dari pembangunan itu sendiri, sementara
dampaknya terhadap lingkungan masih diabaikan. Pada dasarnya kegiatan pembangunan
infrastruktur jalan dan jembatan pasti mengakibatkan dampak terhadap lingkungan baik
dampak positif maupun dampak negatif, sebagai contoh pembangunan jalan pada daerah
yang tidak stabil dapat mengakibatkan kejadian tanah longsor yang efeknya bahkan lebih
besar daripada penebangan hutan (Sumarwoto et.al,2001). Agar pembangunan infrastruktur
jalan dan jembatan yang dilaksanakan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan atau
setidaknya meminimalisasi dampaknya terhadap lingkungan maka pembangunan tersebut
harus berwawasan lingkungan.

1 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
1.2. Tujuan dan Manfaat
a. Tujuan
1. Untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur daerah Sumatera
Utara karena perkembangan ekonomi Sumatera Utara tahun lalu 5,7% sementara
infrastukrur masih kurang bagus.
2. Untuk membantu pemerintah mengembangkan bisnis dan keuangan daerah
3. Untuk mengkoneksikan atau menghubungkan masyarakat dengan fasilitas-fasilitas
daerah

b. Manfaat
1. Tumbuhnya perekonomian wilayah di sekitar jalur tol. Selain itu, perekonomian di
Sumut juga terkena imbas positifnya
2. Adanya jalan tol atau infrastuktur lebih baik sebagai fasilitas untuk masyarakat
3. Meningkatkan pendapatan asli daerah

1.3. Peraturan Perundang-undangan


1. Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan
Pembangunan Jalan Tol Kisaran - Tebing Tinggi - Jalan Tol Medan - Kualanamu
Lubuk Pakam
2. Peraturan Presiden Nomor Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015 Tentang
Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera Utara

2 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
BAB II RENCANA USAHA KEGIATAN
2.1. Identitas Pemrakarsa
a. Pemrakarsa
PT. Jasa Marga (Persero) Tbk.
PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.
PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
PT. Hutama Karya.
2.2. Uraian Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rencana membangun dan membiayai ruas
Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi di Sumatera Utara, sepanjang 61,8 kilometer
(km). Pembangunan proyek tol ini terkoneksi pada pengembangan proyek Tol Trans
Sumatera, kota Medan dengan Bandara Kualanamu, juga akan menghubungkan kota
Medan dengan kawasan industri Kuala Tanjung dan kawasan pariwisata Danau Toba.
Jalan tol ini ditargetkan dapat beroperasi penuh di tahun 2017.

Secara umum tahapan kegiatan Pembangunan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi ini dapat
dibagi atas tahapan sebagai berikut :

3 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
A. Tahap Pra Konstruksi meliputi :
a. Survey dan perijinan
b. Pembebasan Lahan
c. Surveyor (ukur tanah)
d. Sosialisasi
B. Tahap Konstruksi meliputi :
a. Rekrutmen tenaga kerja
b. Mobilisasi alat berat
c. Pengadaan bahan dan material bangunan
d. Pekerjaan galian
e. Pekerjaaan Tiang Pancang
f. Pekerjaan konstruksi bangunan dan utilitas
C. Kegiatan operasional meliputi :
1. Pembukaan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi
2. Pemakaian perdana
3. Perawatan dan jaminan keselamatan

Kegiatan-kegiatan dalam pembangunan ini merupakan satu urutan pekerjaan yang tidak bisa
dipisahkan.

4 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
BAB III RUANG LINGKUP STUDI

DAMPAK PENTING YANG DITELAAH

Pembahasan mengenai dampak penting dilakukan dengan tujuan untuk memberikan


gambaran kondisi lingkungan hidup pada saat studi dilaksanakan sehingga dampak-dampak
yang terjadi karena adanya kegiatan pembangunan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi dapat
diidentifikasi serta di evaluasi.

Kajiannya meliputi :

3.1. Kualitas udara untuk parameter debu


Pengukuran kualitas udara untuk mengetahui adanya penurunan udara akibat
proyek ini berlangsung. Ini akan berlangsung sementara saja ketika mobilisasi alat
berat melintasi pemukiman warga.
3.2. Kebisingan
Kegiatan konstruksi pembangunan, intesitas kebisingan yang ditimbulkan di
sekitar pembangunan akan mengalami kenaikan. Pada tahap konstruksi kebisingan
disebabkan oleh kegiatan transportasi pengangkutan material bangunan,
mobilisasi alat berat, dan pekerjaan konstruksi bangunan khususnya pada kegiatan
pemasangan bor piled sebagai pondasi. Kegiatan ini harus dilakukan dengan
cermat mengingat perumahan penduduk yang ada disekitarnya.
3.3. Getaran hingga kerusakan bangunan masyarakat
Terdapat peluang yang cukup besar akan terjadinya keresahan masyarakat yang
disebabkan oleh pekerjaan bor piled yang menimbulkan getaran yang akhirnya
dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan
3.4. Peningkatan pendapatan
Dampak turunan dari proyek ini adalah meningkatnya pendapatan bagi
masyarakat dan pemerintah sebagai pengembangan ekonomi dan pengembangan
bisnis
3.5. Peningkatan PAD
BUMN dalam menjalankan proyek tentunya akan memberikan konstribusi yang
cukup besar terhadap Pemko Setempat baik dari pajka, perizinan maupun retribusi
lainnya yang tentu saja akan berdampak pada peningkatan PAD
3.6. Keamanan dan Ketertiban
Proyek ini akan menganggu ketertiban lalu lintas dikarenakan mobilisasi alat
berat.
3.7. Persepsi Masyarakat

5 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
Keberadaan proyek ini akan membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja
local(tenaga kerja dari masyarakat). Namun keluar masuknya alat berat akan
memberikan persepsi kurang baik terhadap masyarakat karena akan menambah
volume lalu lintas
3.8. Keresahan Masyarakat
Apabila terdapat banyak rumah penduduk maka akan timbul keresahan bagi
masyarakat
3.9. Prevalensi Penyakit
Konstruksi proyek akan menyebabkan banyaknya debu di area proyek yang dapat
menimbulkan vector penyakit. Hilir mudik alat berat akan berpengaruh terhadap
kesehatan masyarakat.
3.10. Vektor Penyakit
Pekerja proyek akan merubah lingkungan eksisting baik di tahap konstruksi dan
operasional. Akibat konstruksi akan berdampak peningkatan debu jalan dan
sekitar area proyek mengalami kebisingan. Kekeruhan sungai ular akibat aliran
limbah proyek juga meningkat. Kemungkinan penyakit yang akan berkembang
adalah ISPA, Flu dan Batuk, Sakit Kepala dan gangguan pendengaran.
3.11. Trannsportasi dan perparkiran
Kondisi lalu lintas sekitar proyek tidak menjadi faktor penting.

6 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
BAB IV PRAKIRAAN DAMPAK PENTING
4.1. Identifikasi dampak penting

Pedoman mengenai ukuran dampak penting meliputi :

1. Jumlah manusia yang akan terkena dampak


2. Luas wilayah persebaran dampak
3. Lamanya dampak berlangsung
4. Intensitas dampak
5. Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak
6. Sifat kumulatif dampak
7. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak

4.2. Dampak Tahap Pra-Konstruksi


a. Survei lahan dan perizinan
1) Sikap dan persepsi masyarakat
Pengurusan izin terkait proyek ini tentu melalui Pemerintah Daerah dan berdasarkan
peraturan perundang-undangan
b. Pembebasan Lahan
Kegiatan pembebasan lahan meliputi pembersihan lahan area proyek termasuk dari rumah-
rumah penduduk dan hal apapun yang berpengaruh terhadap luasan area proyek. Ini
menimbulkan dampak yaitu peningkatan sedimen, kualitas tanah, keindahan dan estetika,
serta sikap dan persepsi masyarakat

4.3. Dampak Tahap Konstruksi

a. Rekrumen tenaga kerja akan menimbulkan dampak turunan yaitu peningkatan pendapatan
masyarakat. Secara tidak langsung memberikan dampak pula terhadap persepsi masyarakat

b. Mobilisasi alat berat

Meliputi transportasi kegiatan galian atau penimbunan tanah. Kegiatan transportasi ini
memberikan dampak terhadap meningkatnya volume kendaraan yang melintasi jalan.
Transportasi ini juga berdampak meningkatnya debu serta debu yang berujung virus ISPA.
Dampak langsung dan tidak langsung nya adalah :

1). Kualitas udara dan debu

7 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
Transportasi ini akan menurunkan kualitas udara di sekitar jalur tersebut. Route jalan juga
padat lalu lintas. Dampak penting hipotetik nya adalah debu sedangkan dampak sekunder nya
adalah jatuhnya ceceran tanah dari dump truck ke aspal jalan.

2).Sikap dan persepsi masyarakat

Merupakan dampak negative penting.

3). Insiden Penyakit

Kemungkinan penduduk menderita ISPA adalah negative penting (-)

c. Pengadaan bahan dan material bangunan


Pengambilan bahan material meliputi kegiatan transportasi bahan galian/tanah timbun ke area
proyek. Kegiatan ini memberikan dampak terhadap volume lalu lintas dan peningkatan
penyakit ISPA.
1. Kualitas udara dan debu
Akan menurunkan kualitas udara sekitar proyek Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi
2. Kesempatan kerja dan peluang
Proyek akan memberikan pekerjaan pengadaan tanah timbun kepada pihak ketiga
yang telah terbiasa dan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. Kesempatan bekerja
muncul dan diberikan kepada kontraktor yang dapat melaksanakan pengadaan tanah
tiimbun sesuai jumlah dan waktu yang diinginkan.
3. Sikap dan persepsi masyarakat
Peningkatan penyakit adalah dampak negative penting. Dengan demikian harus
diperhatikan. Mungkin sebagian besar masyarakat menerima pembangunan namun
persepsi masyarakat akan berubah seiring dengan pengelolaan kegiatan proyek.

d. Pekerjaan pembangunan jalan tol


1. Kualitas udara dan debu
Pembangunan jalan tol merupakan puncak kegiatan konstruksi dengan peratan-
peralatan yang digunakan. Pengukuran kualitas udara pada area proyek dibutuhkan.
Jika peralatan-peralatan yang digunakan tidak memberikan dampak terhadap kualitas
udara maka perkiraan nya tidak penting.
Untuk mengejar targer penyelesaian pembangunan jalan tol tepat waktu maka
beberapa pekerjaan dilaksanakan parallel dengan jumlah tenaga kerja yang optimal.
Mengacu ke kriteria dampak penting maka jumlah manusia yang terkena dampak
adalah kecil terutama pekerja, namun lama dampak berlangsung adalah sampai ujung

8 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
tahun 2017. Dengan demikian pembangunan jalan tol terhadap parameter debu
diperkirakan memberikan dampak Negatif Penting (-P).
2. Keindahan dan estetika
Panjang jalan tol yang akan dibangun adalah 61,8 km dengan batas penyelesaian
sampai ujung tahun 2017. Meskipun awalnya material sudah diatur di tempat-tempat
tertentu namun tumpukan material akan menjadi lebih tidak teratur. Kondisi tersebut
akan tidak sedap dipandang mata. Karenanya pembangunan jalan tol terhadap
parameter keindahan dan estetika memberikan dampak Tidak Penting (TP)
3. Sikap dan persepsi masyarakat
Pembangunan tiap seksi jalan tol akan menghasilkan debu yang cukup signifikan.
Meskipun tidak ada pemukiman karena pembebasan lahan namun pekerja dapat
terkena ISPA. Maka dampak pembangunan jalan tol terhadap parameter sikap dan
persepsi masyarakat adalah Negatif Penting (-P)

9 | Yo s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
BAB V EVALUASI DAMPAK PENTING
5.1. Telaahan terhadap dampak penting
1. Tahap Pra Konstruksi
Tahapan kegiatan pada tahap pra konstruksi pembangunan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi
yang memberikan dampak penting terhadap parameter lingkungan adalah kegiatan sosialisasi
atau konsultasi public. Melalui kegiatan sosialisasi atau konsultasi public, para pimpinan
proyek menjelaskan rencana atau kegiatan yang dapat muncul dari keberasaan proyek baik
tahap konstruksi maupun operasional.
2. Tahap Konstruksi
Tahapan konstruksi yang memberikan dampak penting terhadap parameter lingkungan adalah
kegiatan rekrutmen tenaga kerja, pembebasan lahan, pekerjaan pembangunan jalan tol dan
sarana pendukung. Dampak penting yang perlu di evaluasi :
a. Peningkatan debu
Diperkirakan menghasilkan debu yang signifikan saat pengambilan material,
pembangunan jalan tol dan sarana lainnya. Beberapa pengelolaan :
Mengurangi tanah lengket pada ban-ban dump truck
Tidak mengangkut bahan berlebih
Membersihkan dan menyiram jalanan yang dilewati alat berat
Mengatur material tidak berserakan
Memasang pamflet JAGA KEBERSIHAN di sekitar area proyek
b. Kualitas udara
Kualitas udara yang berpengaruh adalah meningkatnya udara kotor dan asam sekitar
proyek.
c. Peningkatan sedimen
Tahapan pembebasan lahan akan mengakibatkan berkurangnya daya ikat antar butiran
tanah. Diperlukan pemadatan berulang hingga timbunan tanah stabil dan tidak turun
lagi. Pengelolaan nya adalah dengan pembukaan areal yang dibutuhkan saja
d. Peningkatan pendapatan
Pekerja setempat yang bekerja di proyek akan meningkatkan pendapatan mereka.
Besar dan efek tersebut dirasakan bila tenaga kerja local yang terserap signifikan.
Pengelolaan adalah tidak mendatangkan bahan material dari wilayah lain
e. Keindahan dan estetika
Keindahan dan estetika adalah dampak sekunder dari kegitaan konstruksi proyek.
Beberapa pengelolaan :
Memasang pamflet JAGA KEBERSIHANdi sekitar area proyek
Menempatkan tong sampah pada beberapa area titik penting proyek
Memasang pagar sekeliling proyek hingga relative tidak terlihat dari luar
selama masa konstruksi
f. Sikap dan persepsi masyarakat

10 | Y o s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
Kegiatan proyek yang memberikan dampak penting terhadap parameter sikap dan
persepsi masyarakat adalah pekerjaan rekrutmen tenaga kerja, pembangunan dan
pekerjaan jalan tol serta sarana pendukung. Beberapa pengelolaan :
Memberikan sosialisasi kepada masyakarat
Sosialisasi juga dengan membuatkan gambaran teknis pembangunan Jalan Tol
Medan Tebing Tinggi
g. Bangkitan lalu lilntas
Kegiatan proyek memberikan bangkitan lalu lintas terutama dalam jam sibuk
dikarenakan pengungkatan material jalan tol ke lokasi proyek
h. Insiden penyakit
Kegiatan pembangunan jalan tol akan meningkatkan debu yang jika terhisap oleh
masyarakat dan pekerja proyek dapat menyebabkan ISPA. Jika terpapar dalam waktu
lama akan menyebabkan penyakit paru. Beberapa pengelolaan :
Pekerja diharuskan menggunakan masker selama bekerja
Batasan area proyek dipasang pagar seng hingga debu yang terhembus angina
tidak akan keluar
Tidak membiarkan adanya genangan air di proyek
Pengelolaan terhadap dampak debu
3. Tahap Operasional
a. Keindahan dan estetika
Pada tahap operasional telah selesai Jalan Tol sebagai infrastruktur yang bagus.
Terdapat koordinasi sempurna antara rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan.
Beberapa pengelolaan :
Koordinasi yang baik antara masyarakat dengan pelaksana proyek
Membuat papan ajakan kepada pengguna jalan tol untuk berhati-hati dan
mengutamakan keselamatan berkendara
Menyediakan operator
Berkoordinasi dengan Pemerintah setempat
b. Sikap dan persepsi masyarakat
Kegiatan operasional jalan tol yang memberikan dampak penting terhadap parameter
sikap dan persepsi masyarakat
c. Insiden Kecelakaan
Suasana jalan tol yang tenang, mulus, bersih dan rapi diperkirakan akan menambah
kenyamanan pengguna jalan. Akan tetapi alur jalan yang mulus akan membuat
pengemudi mengantuk dan berakibat pada kemungkinan kecelakaan. Beberapa
pengelolaan :
Dibuat pemberhentian untuk pengemudi yang mengantuk agar beristirahat
Memperhatikan fungsi-fungsi sarana, rambu lalu lintas dan marka jalan
apakah sudah optimal.

11 | Y o s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
Dengan demikian berdasarkan uraian-uraian tersebut dan kesediaan pengguna jalan,
masyarakat sekitar, pelaksana dan penanggung jawab proyek untuk mengelola dampak
negative dan diminimalisir supaya Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi layak secara lingkungan.

Tugas AMDAL

KERANGKA ACUAN ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN

(KA-ANDAL)

DISUSUN OLEH

YOSEPHINE AR. MANIHURUK (1505131042)

TPJJ-4A

12 | Y o s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042
PROGRAM STUDI TEKNIK PERANCANGAN JALAN DAN JEMBATAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN

2017

13 | Y o s e p h i n e A R . M a n i h u r u k
1505131042