Anda di halaman 1dari 162

60

61
INTEGRASI ITB 2016
Divisi Keamanan

Koordinator Divisi Keamanan: Aulia Ahmad Naufal, TM14


Arahan Ketua :
Arahan umum:

- Mempersiapkan panitia lapangan INTEGRASI 2016. Persiapan yang dimaksud


termasuk profil, materi pendidikan, metode pelaksanaan, dan mekanisme
diklat divisi lapangan.

- Membuat mekanisme untuk mengawasi keberjalanan panitia lapangan.

- Mekanisme pengawasan yang dimaksud adalah persiapan panitia


pengawasan dan bentuk pengawasan sesuai mekanisme dari bidang mamet.

- Menjadi sosok yang memberikan impresi keteladanan bagi mahasiswa baru


ITB 2016.

Arahan khusus:

- Koordinator divisi keamanan bertugas mempersiapkan panitia yang bertugas


untuk menjaga keberlangsungan acara dalam bentuk gangguan dari luar
kepanitiaan.

Tanggung Jawab dan Fungsi :

- Menentukan profil dan kriteria panitia lapangan

- Membuat perumusan materi pendidikan dan latihan divisi lapangan

- Membuat perumusan metode pendidikan dan latihan divisi lapangan

- Mengajukan RAB divisi

- Membuat sistem penilaian dan melakukan penilaian untuk diklat divisi

- Menyediakan SDM untuk pendidikan dan latihan panitia pelaksana

62
- Melakukan pengawasan keberjalanan kepanitiaan lapangan ketika
pelaksanaan INTEGRASI 2016

Wewenang :

- Menyusun profil dan kriteria divisi keamanan

- Memberi arahan kepada wakil koordinator divisi keamanan

- Mengawasi dan mengendalikan seluruh tim pada divisi keamanan agar tetap
berada dalam koridor arahan yang diberikan

- Menjembatani dan mengomunikasikan tim di bawah divisi keamanan dengan


divisi atau bidang lainnya

- Memberi pertimbangan jumlah sumber daya manusia yang dapat digunakan


ketika pelaksanaan INTEGRASI 2016

Sumber Daya Anggota :

1 Sekretaris dan Bendahara : Salsabilla Nur Feranti BW14


2 Wakil Koordinator Divisi Lapangan : Jeremiah Haposan TG14
3 Wakil Koordinator Divisi Materi dan Metode : Alfatehan Septianta
MS14
4 Wakil Koordinator Divisi MSDM : Alief Akbar TA14
5 Ketua Tim Evaluator : Said F. Hibban ME14
6 Ketua Tim Mediator : M. Fajar Pratama MB14
7 Ketua Tim Panitia : N. Fadila Jusna GL;14
8 Ketua Tim Peserta : Hafizh Fauzan TA14

Struktur :

63
Arahan Kerja Divisi :

1 Sekretaris dan Bendahara


a Membuat notulensi rapat
b Membuat notulensi evaluasi diklat
c Membuat progress report mingguan
d Membuat berita acara
e Mengatur RAB dan cash flow
f Mengarsipkan seluruh data dan berkas diklat
2 Wakil Koordinator Divisi Bidang Lapangan
a Mengkoordinasikan keberjalanan teknis diklat
b Memastikan kelancaran diklat
c Membuat weekly report
3 Wakil Koordinator Divisi Bidang Materi dan Metode
a Menyusun materi yang dibutuhkan dalam diklat
b Menentukan metodedalam penyampaian materi
c Memastikan ketersampaian materi dan keberjalanan metode
d Membuat weekly report
4 Wakil Koordinator Divisi Bidang MSDM
a Menyediakan SDM pesertadiklatmelaluiseleksipendivisian
b Mengkoordinasikan SDM pendiklat
c Memanajeri peserta diklat
d Mensuasanakan diklat pada SDM pendiklat
e Membuat sistem apresiasi pada SDM pendiklat
f Membuat weekly report

64
5 Tim Evaluator
Berfungsi sebagai tim lapangan dan membantu pekerjaan Wakordiv Lapangan
dalam tugas-tugasnya, setiap diklat akan berperan sebagai evaluator
materi/tugas, berperan sebagai agitator (flow terendah lebih tinggi daripada tim
mediator)
6 Tim Mediator
Berfungsi sebagai tim lapangan dan membantu pekerjaan Wakordiv Lapangan
dalam tugas-tugasnya, setiap diklat akan berperan sebagai mediator antara
evaluator dan peserta (flow terendah lebih tinggi daripada tim medik)
7 Tim Medik
Berfungsi sebagai tim lapangan dan membantu pekerjaan Wakordiv Lapangan
dalam tugas-tugasnya, setiap diklat akan berperan sebagai medik (flow terendah
merupakan flow paling rendah)
8 Tim Mamet
Berfungsi sebagai tim Mamet, membantu pekerjaan Wakordiv Mamet dalam
tugas-tugasnya dan mengikuti kajian-kajian yang ada
9 Tim Panitia
Berfungsi sebagai MSDM bagian panitia, mengkoordinasikan SDM pendiklat,
mensuasankaan diklat pada SDM pendiklat, membuat sistem apresiasi pada SDM
pendiklat, dan membantu Wakordiv MSDM dalam tugas-tugasnya
10 Tim Peserta
Berfungsi sebagai MSDM bagian peserta, memanajeri peserta diklat dan
membantu Wakordiv MSDM dalam tugas-tugasnya
11 Danlap
Belum dibuka, tergantung kebutuhan Mamet

Deskripsi Kerja:

1. Menentukan profil dan kriteria panitia lapangan

Penanggungjawa Alfatehan Septianta


b
Tujuan 1. Terbentuk profil-profil divisi keamanan INTEGRASI 2016 yang
sudah diparameterisasi
Deskripsi Kajian menurunkan profil dari tiap misi yang berawal dari
kegiatan kebutuhan dan mimpi yang dicari dari literatur kemudian dikaji
dan terbentuk profil keamanan. Setelah itu dibuat parameter
ketercapaian profil divisi keamanan.

65
Parameter 1. Terbentuk profil-profil yang sudah terparameterisasi
keberhasilan 2. Hasil dokumentasi kajian
Keterangan Sumber penentuan profil diambil dari Laporan
Pertanggungjawaban OSKM 2014 dan OSK 2015, wawancara
komandan pasukan Gana Karkasa, komandan lapangan
keamanan OSKM 2015, dan rencana lapangan OSKM 2015.
Kemudian diparameterisasi dengan menggunakan Blooms
taxonomy dan sumber literatur yang beragam.

2. Membuat perumusan materi pendidikan dan latihan divisi lapangan

Penanggungjawa Alfatehan Septianta


b
Tujuan 1. Terbentuk materi yang menjawab profil divisi keamanan
Deskripsi Kajian perumusan materi dari profil-profil berhubungan
kegiatan
Parameter 1. Semua profil terjawab oleh materi
keberhasilan
Keterangan Kajian dihadiri oleh tim mamet dan dibuka untuk massa Gana
Karkasa.

3. Membuat perumusan metode pendidikan dan latihan divisi lapangan

Penanggungjawa Alfatehan Septianta


b
Tujuan 1. Terbentuk metode yang menjawab profil divisi keamanan
Deskripsi Kajian perumusan metode dari profil-profil berhubungan
kegiatan
Parameter 1. Semua materi memiliki metode penyampaian, evaluasi, dan
keberhasilan parameter (alur penyampaian materi dan TOR tiap materi).
Keterangan Metode penyampaian dan evaluasi diambil dari analkon rata-
rata. Metode alternative diambil dari analkon lain.

4. Mengajukan RAB divisi

Penanggungjawa Salsabilla Nur Feranti

66
b
Tujuan 1. Terbentuk RAB divisi keamanan
Deskripsi Pembuatan rancangan anggaran biaya divisi keamanan yang
kegiatan diambil dari kebutuhan diklat divisi keamanan
Parameter 1. Terdapat RAB
keberhasilan
Keterangan

5. Membuat sistem penilaian dan melakukan penilaian untuk diklat divisi

Penanggungjawa M. Alief Akbar


b
Tujuan 1. Terbentuk sistem penilaian diklat divisi keamanan
2. Terdapat penilaian perseorangan maupun angkatan pada
diklat divisi keamanan INTEGRASI 2016
Deskripsi Pembuatan sistem penilaian diklat yang diturunkan dari materi
kegiatan dan metode kemudian dilakukan penilaian terhadap individu
pada diklat divisi keamanan untuk evaluasi ketercapaian profil
divisi keamanan INTEGRASI 2016.
Parameter 1. Terdapat rapor penilaian individu divisi keamanan INTEGRASI
keberhasilan 2016
Keterangan Penilaian dilakukan pada tiap diklat maupun pada malam
evaluasi.

6. Menyediakan SDM untuk pendidikan dan latihan panitia pelaksana

Penanggungjawa M. Alief Akbar


b
Tujuan 1. Terdapat SDM yang mencukupi untuk keberlangsungan
diklat
Deskripsi Pembuatan sistem penyediaan/konfirmasi kehadiran massa
kegiatan untuk keberlangsungan diklat divisi keamanan INTEGRASI 2016
Parameter 1. Terdapat SDM yang mencukupi untuk keberlangsungan
keberhasilan diklat divisi keamanan INTEGRASI 2016
Keterangan Terdapat pensuasanaan, sistem jarkom, dan penghargaan
untuk massa pendiklat

67
7. Melakukan pengawasan keberjalanan kepanitiaan lapangan ketika pelaksanaan
INTEGRASI 2016

Penanggungjawa Jeremiah Haposan


b
Tujuan 1. Mempersiapkan dan memastikan keberjalanan diklat
keamanan INTEGRASI 2016 sesuai dengan rancangan
Deskripsi Diklat berlangsung sesuai dengan perencanaan seperti
kegiatan pembuatan rundown kasar, teknis lapangan, pengurusan
perizinan, pembuatan SOP, serta pembagian peran di
lapangan.
Parameter 1. Terdapat rundown kasar dan teknis lapangan
keberhasilan
Keterangan

68
ANALISIS KEBUTUHAN
A ARAHAN DIVISI MATERI DAN METODE KAT 2016

Dibutuhkan keamanan yang mampu mencegah gangguan eksternal


yang terjadi di hari H INTEGRASI (Blooms Taxonomy Cognitive domain-
Applicative)
Definisi eksternal :

1 menyangkut bagian luar (tubuh, diri, mobil, dan sebagainya); 2 luar


(source: KBBI)

Definisi gangguan:

1 halangan; rintangan; godaan; 2 sesuatu yang menyusahkan; 3 hal yang


menyebabkan ketidaklancaran;

Jadi, gangguan eksternal disimpulkan sebagai segala aspek di luar


kepanitiaan INTEGRASI yang mampu menyebabkan ketidaklancaran
rangkaian acara pada INTEGRASI 2016.

Lingkungan

Menurut Darsono (1995) Pengertian lingkungan bahwa semua benda dan


kondisi, termasuk manusia dan kegiatan mereka, yang terkandung dalam
ruang di mana manusia dan mempengaruhi kelangsungan hidup dan
kesejahteraan manusia dan badan-badan hidup lainnya.

Definisi lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia


serta mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun
tidak langsung. Lingkungan dibedakan menjadi dua; lingkungan biotik dan
lingkungan abiotik. Lingkungan biotik adalah lingkungan yang hidup,
misalnya tanah, pepohonan, dan para tetangga. Sementara lingkungan
abiotik mencakup benda-benda tidak hidup seperti rumah, gedung, dan
tiang listrik.

69
Dalam ranah INTEGRASI maka lingkungan adalah segala sesuatu yang
mempengaruhi keberlangsungan acara baik secara langsung maupun
tidak langsung.

Dari referensi yang ada, dapat didefinisikan salah satu fungsi lapangan
divisi keamanan INTEGRASI adalah untuk mencegah gangguan-gangguan
yang berasal dari lingkungan. Lingkungan tersebut kemudian dibagi
menjadi 2 jenis yaitu :

1 Biotik

o Manusia

a Gangguan secara perorangan

- Staff akademik

- Mahasiswa Baru

- Massa kampus

- Staff non-akademik

- Satuan Pengamanan

b Gangguan secara Lembaga

- Himpunan

- Unit

- K3L

- Rektorat

- Satuan Pengamanan

70
Pihak non-ITB

a Gangguan secara perorangan

- Masyarakat

- Pedagang sekitar

- Preman

b Gangguan secara Lembaga

- Kepolisian

- LSM

o Tumbuhan : Bagian dari tumbuhan yang beresiko menyebabkan


kecelakaan

o Hewan : Hewan liar yang mungkin keluar dari Kebun Binatang


Bandung
2 Abiotik
a Gedung dan konstruksi
b Cuaca dan iklim
c Jalan
d Kendaraan
e Acara selain INTEGRASI yang terjadi di lingkungan ITB
f Instalasi

Seluruh kebutuhan yang dibutuhkan oleh divisi Materi dan Metode


INTEGRASI 2016 akan dijabarkan dan dipenuhi oleh kebutuhan keteknisan
divisi keamanan INTEGRASI 2016 yang akan dijabarkan pada bagian B.

B KEBUTUHAN KETEKNISAN 2016


REFERENSI
a LPJ OSKM 2015

71
b LPJ OSKM 2014
c RENCANA LAPANGAN OSKM 2015
d WAWANCARA:
i RIO PRAMUDITA MS 2013
ii ARDHI RASY W. TA 2013
iii KOMANDAN PASUKAN GANA KARKASA
e ARAHAN DIVISI MATERI DAN METODE OSKM 2015 dan OSKM 2014

REFERENSI : Blooms Taxonomy

C ANALISIS KEBUTUHAN
a Dibutuhkan keamanan yang bisa mengaplikasikan kemampuan
manajemen dan koordinasi dengan pasukan keamanan dan
divisi lain (Blooms Taxonomy Cognitive domain-Applicative)
b Dibutuhkan keamanan yang dapat mempraktekkan kompetensi
dan kemampuan penunjang pelaksanaan teknis di hari-H
(Blooms Taxonomy Cognitive domain-Applicative)
c Dibutuhkan keamanan yang mengetahui informasi mengenai
panitia, peserta, dan lingkungan sebagai pertimbangan
teknis di hari-H (Blooms Taxonomy Cognitive domain-
Applicative)

D PENJABARAN

1 MANAJEMEN
Menurut James A.F. Stoner: Manajemen adalah suatu proses
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan
pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan
semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.

72
Menurut Ricky W. Griffin: Manajemen sebagai proses
perencanaan, perngorganisasian, pengkoordinasian, dan
pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara
efektif (tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan), dan
efisien (tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir,
dan sesuai dengan jadwal).

Menurut Henry Fayol pada awal abad ke 20, disimpulkan bahwa


dibutuhkan lima fungsi manajemen, merancang, mengorganisir,
memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan, namun saat ini
kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:

1 Perencanaan (planning): memikirkan apa yang akan


dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan
dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara
keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu.

2 Pengorganisasian (organizing): dilakukan dengan


tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-
kegiatan yang lebih kecil.

3 Pengarahan (directing): Suatu tindakan untuk


mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha
untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan
manajerial dan usaha.

Untuk menunjang ketiga fungsi manajemen tesebut, diperlukan


20 prinsip-prinsip manajemen, yaitu (kestabilan kondisi pegawai
dan kestabilan kondisi pegawai dihilangkan karena tidak sesuai)
(sudah disunting yang cocok berdasarkan fungsi divisi
keamanan):

73
a Pembagian Kerja (Division of work)

Pembagian kerja yang disesuaikan dengan kemampuan


dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif,
dilakukan secara objektif, right man in the right place.

b Wewenang dan tanggung jawab (Authority and


responsibility)

Setiap komponen mempunyai wewenang untuk melakukan


pekerjaan dan setiap wewenang diikuti pertanggung
jawaban Setiap pekerjaan harus dapat memberikan
pekerjaan yang sesuai dengan wewenang. Tanggung jawab
terbesar ada pada pimpinan

c Disiplin(Profesionalisme)

Perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi


tanggung jawab

d Kesatuan perintah

Dalam melaksanakan pekerjaan, karyawan harus


memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehongga
pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik, harus tau
kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan
wewenang yang diperolehnya.

e Kesatuan pengarahan

Mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar


tidak terjadi kesalahan

f Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan


sendiri

74
Sadar bahwa kepentingan pribadi tergantung kepada
berhasil-tidaknya kepentingan organisasi, ketika karyawan
sudah memiliki nilai ini, karyawan akan merasa senang
dalam bekerja sehingga memilki disiplin yang tinggi

g Pemusatan (Centralization)

Pemusatan wewenang, tanggung jawab terakhir terletak


pada orang yang memegang wewenang tertinggi atau
manajer puncak. Pemusatan diadakan untuk menghindari
ksimpangsiuran wewenang dan tanggung jawab

h Hierarki (tingkatan)

Setiap karyawan mengetahui kepada siapa mereka harus


bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah

i Ketertiban (Order)

Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan


syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang
bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang.

j Keadilan dan Kejujuran

Jujur adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan


sesuatu degan sesungguhnya dan apa adanya, tidak di
tambahi ataupun tidak dikurangi.

k Prakarsa (initiative)

Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang


menggunakan daya pikir, prakarsa menimbulkan kehendak
untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian
pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Menghargai prakarsa

75
seseorang juga mengandung arti menghargai orang lain,
setiap penolakan terhadap prakarsa merupakan salah satu
langkah untuk menolak gairah kerja.

l Semangat Kesatuan dan Semangat Korps

Berarti juga rasa senasib sepenanggungan sehingga


menimbulkan semangat kerja yang baik, semangat
kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan lain
mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi
karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh
dirinya.

m Menentukan prioritas

prioritas/prioritas/ n yang didahulukan dan diutamakan


daripada yang lain

2 KOORDINASI

Menurut James G March dan Herben A Simon: Suatu proses untuk


mencapai kesatuan tindakan di antara kegiatan yang saling
bergantungan. Koordinasi secara umum berarti mengatur suatu
kegiatan sehingga peraturan dan tindakan ang dilaksanakan
tidak saling bertentangan atau simpang siur. Tanpa adanya
koordinasi individu-individu dan bagian-bagian tidak dapat
melihat peranan mereka dalam organisasi. Mereka akan mulai
mengikuti kepentingan-kepentingan khusus dalam mereka
sendiri, seriring dengan mengorbankan sasaran-sasaran
organisasi yang lebih luas.

76
Menurut Drs. Dann Sugandha MPA dalam bukunya Koordinasi,
Alat Pemersatu Gerak Administrasi (1991), prinsip-prinsip
koordinasi adalah:

1 Adanya kesepakatan dan kesatuan pengertian mengenai


sasaran yang harus dicapai sebagai arah kegiatan bersama

2 Adanya kesepakatan mengenai kegiatan atau tindakan


yang harus dilakukan oleh masing-masing pihak, termasuk
target dan jadwalnya

3 Adanya ketaatan atau loyalitas dari setiap pihak terhadap


bagian tugas masin-masing serta jadwal yang telah
ditetapkan

4 Adanya saling tukar informasi dari semua pihak yang


bekerja sama mengenai kegiatan dan hasilnya pada suatu
saat tertentu, termasuk masalah-masalah yang dihadapi
masing-masing

5 Adanya koordinator yang dapat memimpin dan


menggerakkan serta memonitor kerja sama tersebut, serta
memimpin pemecahan masalah bersama

6 Adanya informasi dari berbagai pihak yang mengalir


kepada koordinator dapat memonitor seluruh pelaksanaan
kerja sama dan mengerti masalah-masalah yang sedang
dihadapi oleh semua pihak

7 Adanya saling menghormati terhadap wewenang


fungsional masing-masing pihak sehingga tercipta
semangat untuk saling membantu

77
Menurut Drs. Malayu S. P. Hasibuan (1992) syarat-syarat
koordinasi adalah:

1 Sense on Cooperation: atau perasaan untuk bekerja sama,


ini harus dilihat dari sudut bagian per bagian bidang
pekerjaan (bukan orang per orang)

2 Team spirit: artinya satu sama lain pada tiap bagian harus
harga-menghargai

3 Espirit de Corp: Artinya bagian-bagian yang diikutsertakan


atau dihargai umumnya akan menambah kegiatan
bersemangat

Menurut Drs. Soewarno Handayaningrat dalam bukunya


Administrasi pemerintahan dalam Pembangunan Nasional
(1991), ciri-ciri koordinasi adalah

1 Tanggung jawab koordinasi terletak pada pimpinan

2 Koordinasi adalah suatu usaha kerja sama

3 Koordinasi adalah proses yang terus menerus (continues


process)

4 Adanya pengaturan usaha kelompok secara teratur

5 Konsep kesatuan tindakan

6 Tujuan koordinasi adalah tujuan bersama (common


purpose)

Menurut Sutarto, cara meningkatkan koordinasi adalah sebagai


berikut (buat metode):

78
a Mengadakan pertemuan-pertemuan informal diantara para
pejabat

b Mengadakan pertemuan formal antar para pejabat (rapat)

c Membuat edaran berantai kepada para pejabat yang


diperlukan

d Membuat penyebaran kartu kepada para pejabat yang


diperlukan

e Mengangkat coordinator

f Membuat buku pedoman lembaga, buku pedoman tata


kerja, dan buku pedoman kumpulan peraturan

g Berhubungan melalui alat penghubung (telepon)

h Membuat tanda-tanda

i Membuat symbol

j Membuat kode

k Bernyanyi bersama

Seberapa jauh koordinasi antar pasukan atau antar divisi dapat


diambil dari teori berikut:

Menurut James D. Thompson: ketergantungan antar komponen


dalam sebuah organisasi terdiri dari tiga tipe, hubungan yang
terdapat antar pasukan dan antar divisi termasuk hubungan
ketergantungan komprehensif (comprehensive interdependence)
dimana tingkat kemungkinan adanya konflik tertinggi
dikarenakan dibutuhkannya jumlah komunikasi yang sangat

79
banyak antara kedua belah pihak, dan output dari koordinasi
tersebut bergantung pada kedua belah pihak.

Menurut Dewi: Hal terpenting untuk sebuah teamwork harus


dibangun atas dasar kekompakan yang utuh. Kekompakan
ditandai dengan kuatnya hubungan antar anggota tim yang
saling merasakan adanya ketergantungan dalam tugas,
ketergantungan hasil yang ingin dicapai dan komitmen yang
tinggi sebagai bagian dari sebuah tim.

Dapat disimpulkan solusi dari koordinasi yang dituntut dari


ketergantungan divisi keamanan dengan antar pasukan dan
antar divisi adalah kekompakan, kekompakan sendiri dapat
dibagi menjadi 4 nilai yang menjadi tanda kekompakan menurut
West (juga dapat dijadikan bahan latihan untuk kekompakan):

a Komunikasi: meliputi kelancaran komunikasi, tepat dan


akurat menyampaikan informasi dan saling terbuka

b Respek satu sama lain: memahami kebutuhan,


mendengarkan pendapat pihak lain, memberikan feedback
konstruktif serta memberi apresiasi

c Kesiapan menerima tantangan

d Kerjasama: sudah satu tujuan dan berusaha bersama


untuk mencapai tujuan bersama

e Penyederhanaan koordinisasi (simplification)

80
3 KOMPETENSI
Kompetensi merupakan suatu karakteristik yang mendasar dari
seseorang individu, yaitu penyebab yang terkait dengan acuan
kriteria tentang kinerja yang efektif A competency is an
underlying characteristic of an individual that is causally related
to criterion-referenced effective and/or superior performance in
a job situation (Spencer & Spencer 1993:9). Karakteristik yang
mendasari (underlying characteristic) berarti kompetensi
merupakan bagan dari kepribadian seseorang yang telah
tertanam dan berlangsung lama. Penyebab terkait (casually
related) berarti kompetensi dapat memprediksi perilaku dalam
berbagai tugas dan situasi kerja, dan kompetensi dapat
digunakan untuk memprediksi perilaku dan kinerja
(performance). Acuan kriteria (criterion-referenced) Kompetensi
juga secara actual dapat memprediksi siapa yang mengerjakan
sesuatu dengan baik atau buruk, sebagaimana diukur oleh
kriteria spesifik atau standar. Kompetensi (competencies) dengan
demikian merupakan sejumlah karakteristik yang mendasari
seseorang dan menunjukan (indicate) cara-cara bertindak,
berpikir, atau menggeneralisasikan situasi secara layak dalam
jangka panjang.

4 KEMAMPUAN

Menurut Robbins dan Stephen P: Kemampuan adalah kapasitas


seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam sutatu
pekerjaan. Kemampuan juga adalah adalah sebuah penilaian
terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang.

Dikarenakan arahan Divisi Materi dan Metode KAT 2016 belum


turun, dan Komandan Lapangan Divisi Keamanan belum terpilih,

81
maka referensi yang digunakan untuk penurunan analisis
kebutuhan ini berasal dari Rencana Lapangan OSKM 2015, fungsi
keamanan menurut hasil wawancara dengan beberapa orang
pemangku jabatan di OSKM-OSKM sebelumnya yang
berhubungan dengan divisi keamanan.

Dari referensi yang ada, dapat didefinisikan fungsi lapangan KAT


adalah untuk melakukan pengondisian. Dimana arti
pengondisian ini adalah menyiapkan sesuatu yang tidak siap
menjadi siap. Definisi siap yang dimaksud adalah siap
menerima materi secara efektif untuk mencapai tujuan dari KAT
itu sendiri. Dengan penjabaran yang bisa dijelaskan secara lisan,
terdapat dua jenis pengondisian, yaitu:

a Pengondisian Statis

Menyiapkan segala sesuatu yang berada di dalam satu


area tertentu

b Pengondisian Dinamis

Menyiapkan segala sesuatui dengan adanya perpindahan


tempat di dalamnya, ada dua tipe pengondisian dinamis:

Mobilisasi: Sebuah teknis untuk memfasilitasi proses


perpindahan yang terjadi pada 1 jalur

Penyebrangan: Sebuah teknis untuk memfasilitasi


proses perpindahan yang terjadi guna
menyebrangkan orang dan/atau barang

Dari definisi diatas, dan juga tujuan utama keamanan menurut


referensi yaitu untuk mengamankan dan melancarkan kegiatan

82
KAT, dapat dikaji kompetensi dan kemampuan apa saja yang
dibutuhkan (profil):

a Mengaplikasikan teori teknis pengondisian statis

b Mengaplikasikan teori teknis mobilisasi

c Mengaplikasikan teori teknis penyebrangan

d Mengonstruksi teknis lapangan

e Menerapkan kemampuan analisis spasial yang baik

Analisis Spasial: adalah pendekatan di dalam geogafi dan


disiplin yang berkaitan dengannya, seperti arkeologi, yang
menggunakan metode statistic untuk menyederhanakan
pola-pola spasial, sama halnya dengan kemampuan untuk
spotting

f Memahami teori baris-berbaris (PBB)

g Mengaplikasikan kemampuan penginderaan (sensing)


(Sumber: MBTI)

Mengacu ke bagaimana pemprosesan data tersebut dapat


dicapai, sifat sensing ini berfokus pada keadaan sekarang,
bersifat factual dan memproses informasi melalui kelima
indra, pemikir yang konkrit, dalam hal ini sensing diambil
dalam scope lapangan. nilai-nilai yang dibawa sensing:

Konkret

Realistis

Peka terhadap sekitar

83
Berfokus pada keadaan sekarang

Detail

Praktis

Mengandalkan indra

Faktual

h Mengaplikasikan kemampuan memikir (thinking) (Sumber:


MBTI)

Mengacu pada bagaimana orang membuat keputusan.


Orang-orang thinking berpikir obyektif dan membuat
keputusan berdasarkan fakta. Mereka dipimpin dari otak,
bukan hati mereka. Orang-orang thinking menilai situasi
dari orang lain berdasarkan logika. Ciri-ciri orang thinking
adalah:

Logis

Obyektif

Memutuskan dengan kepala

Menginginkan kebenaran

Rasional

Tidak personal

Kritis

Tegas terhadap orang lain

84
Didorong oleh pikiran

i Mengaplikasikan kemampuan untuk menempatkan diri


pada suatu situasi agar sesuai sebagaimana mestinya, hal
yang diperlukan:

Konsentrasi

Penghayatan

Observasi

Empati

Gestur

Bahasa

Mimik Wajah

Intonasi

Kontak Mata

Tata Krama

j Mengaplikasikan kemampuan untuk mengeluarkan suara


serta menempatkan suara dengan tepat sesuai dengan
situasinya

Produksi Suara

Intonasi

Artikulasi

85
Pelafalan

Fokus

k Mengaplikasikan kemampuan untuk mengarahkan lawan


bicara sehingga tujuan yang diinginkan tercapai, terdapat
2 profil yang dibutuhkan:

Argumentatif

Persuasif

l Mengaplikasikan nilai Kritis, Kreatif, Solutif

Kritis adalah sebuah sifat tidak mudah percaya, selalu


berusaha menemukan kekeliruan dan tajam dalam
penganalisisan.

Kreatif dalam KBBI berarti daya cipta, atau memiliki daya


pikir untuk mengadakan suatu hal yang baru. Pola pikir ini
dibutuhkan agar dapat melihat hal-hal disekitarnya dari
sudut pandang yang berbeda dan menciptakan solusi yang
orisinil dari pemikirannya.

Solutif berarti mengemukakan pendapat yang


membangun, memberikan jawaban bagi permasalahan
yang ada dengan pola pikir konstruktif

m Mengaplikasikan kemampuan untuk berpikir dibawah


tekanan

n Mengaplikasikan teknis-teknis tambahan untuk keadaan


kompleks yang biasanya terjadi di lapangan(Teknis
mengular, teknis massa acak, teknis jala ikan, formasi

86
super mandala dan 4 kwadran, teknis penyebrangan,
teknis kepulangan, teknis rotasi, teknis pengondisian awal )

o Melakukan mitigasi bencana

p Memiliki fisik yang bugar

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh


seseorang untuk melakukan penyamaan atau penyesuaian
pada pemberian beban fisik yang diberikan untuknya tanpa
mengalami kelelahan atau kecapekan berlebih.

q Memiliki keberanian

5 INFORMASI
Menurut George R. Terry: Informasi adalah data yang penting
yang memberikan pengetahuan yang berguna

Dari definisi diatas, informasi yang harus didapat dikoridorkan


oleh tujuannya sebagai pertimbangan teknis, hal ini dibedakan
segi (menurut referensi):

LINGKUNGAN

Kebutuhan divisi keamanan akan data intelijen dan pengamanan


potensi kampus adalah untuk memilih jalur yang aman untuk
mobilisasi dan juga memastikan kapasitas pengondisian agar
kegiatan dapat berlangsung kondusif. Berikut hal-hal yang perlu
diketahui dari segi lingkungan:

87
- Peta ITB, dan daerah persebaran tempat tinggal mayoritas
mahasiswa baru: sebagai referensi untuk memilih jalur
mobilisasi dan pemetaan area untuk membuat teknis
pengamanan peserta hingga tempat tujuan saat acara selesai

- Titik Kritis: Titik kritis adalah tempat-tempat terdapatnya suatu


risiko ancaman yang relative lebih besar dibanding tempat
sekitarnya di satu kawasan. Daerah ini perlu diantisipasi secara
preventif karena sangat sulit melakukan tindakan kuratif saat
konsekuensi terparah terjadi. Titik kritis wajib diketahui sebelum
menentukan dan mendefinisikan ancaman yang ada di suatu
daerah. Dengan mengetahui titik kritis, diharapkan penentuan
resiko dan frekuensi ancaman bahaya dapat dengan mudah
dikumpulkan

- Risk Hazardous Assesment: Suatu pendekatan untuk


menguantifikasi resiko dan frekuensi terjadinya suatu ancaman.
Pendekatan ini dapat digunakan untuk pertimbangan memilih
jalur, tempat, maupun kegiatan untuk dilakukan. RHA wajib
disusun untuk mengetahui secara jelas bahaya apa saja yang
dapat terjadi serta pertimbangan jalan atau tidaknya suatu
kegiatan. RHA dijadikan acuan untuk pemilihan jalur mana yang
digunakan untuk mobilisasi setelah diketahui titik-titik kritisnya.

- Denah Assembly Point dan Pos Satuan Pengaman

Untuk bahan pertimbangan, mengacu pada risk management

- Denah Potensi Pengibar Bendera

Bertujuan untuk menilik potensi dari pasukan bendera sebagai


pemberi isyarat visual kepada pasukan dan impresi heroic
kepada mahasiswa baru

88
- Area Pengondisian

Bertujuan untuk memastikan kapasitas pengondisian agar


kegiatan dapat berlangsung kondusif. Area pengondisian juga
didefinisikan sebagai ruang yang dapat digunakan untuk
mengatur dan mempersiapkan mahasiswa baru untuk
selanjutnya melakukan kegiatan lainnya

- Sekretariat Himpunan

Sebagai kendala daerah yang mungkin dapat steril dari pasukan


calon anggota himpunan tersebut maupun sebagai pendukung
territorial keberjalanan acara

- Kepolisian Terdekat, Rumah Sakit Terdekat, Lembaga ITB (Terkait


Risk Management) dan Nomor Darurat

PESERTA

- Fakultas: Untuk memudahkan teknis yang membutuhkan


penggolongan peserta ke dalam fakultas-fakultas tertentu

- Golongan Darah dan Penyakit: Untuk membedakan teknis


peserta dengan penyakit parah

- Area Persebaran Tempat Tinggal: Untuk teknis kepulangan

- Agama : Untuk membedakan kelompok mentoring agama jika


dibutuhkan

- Kelompok mentor: Untuk memudahkan mengarahkan ke


batalyon dan kelompok yang benar

89
PANITIA

a PANITIA LAPANGAN

Peran di OSKM: Meliputi divisi dan jabatan, untuk memudahkan


koordinasi (Menurut Blooms Taxonomy: Knowledge)

1 DIVISI KEAMANAN

Karena kebutuhan interaksi dan koordinasi yang lebih tinggi,


dibutuhkan tingkat pengetahuan personal yang lebih tinggi, yang
akan dikaji lebih lanjut, tingkat keterpahaman: Comprehension
menurut Blooms Taxonomy, bisa menjelaskan hal-hal dasar
personalia-personalia lainnnya, namun yang esensial untuk
teknis adalah:

Nama: Untuk pembagian pasukan, spotting

Jurusan: Untuk spotting, mempertimbangkan daerah-daerah


steril

Penyakit dan golongan darah: Untuk kebutuhan spotting

2 DIVISI MEDIK

3 DIVISI MENTOR

90
PROFIL DAN PARAMETER PROFIL DIVISI KEAMANAN

a Memberikan pelatihan untuk kemampuan manajemen pasukan


1 Dibutuhkan keamanan yang menunjukkan semangat
kesatuan, semangat korps, dan mementingkan kepentingan
bersama diatas kepentingan sendiri (blooms level: Valuing
Affective)
2 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengaplikasikan
pembagian kerja, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan,
pemusatan, hierarki, wewenang, dan tanggung jawab
(blooms level: Application Cognitive)
3 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengkategorisasikan
prioritas (blooms level: Synthesis Cognitive)
4 Dibutuhkan keamanan yang menunjukkan tertib, adil, jujur,
inisiatif, disiplin, dan loyal (blooms level: Valuing Affective)
b Memberikan pelatihan untuk berkoordinasi dengan baik dengan
pasukan keamanan dan divisi lain
1 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengaplikasikan
kemampuan komunikasi yang jelas dan efektif (blooms level:
Application Cognitive)
2 Dibutuhkan keamanan yang menunjukkan kesiapan
menghadapi tantangan (blooms level: Responding to
phenomena Affective)
3 Dibutuhkan keamanan yang menunjukkan sifat respek satu
sama lain (divisi keamanan dan divisi lain) (blooms level:
Valuing Affective)
4 Dibutuhkan keamanan yang mengaplikasikan kemampuan
kerjasama (divisi keamanan dan divisi lain) (blooms level:
Application Cognitive)
5 Dibutuhkan keamanan yang mampu menyederhanakan
koordinasi (simplifikasi) (blooms level: Application-Cognitive)
c Memberikan pelatihan untuk mengaplikasikan kompetensi dan
kemampuan penunjang teknis di hari-H

91
1 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengaplikasikan teori
teknis pengondisian statis, teknis mobilisasi, dan teknis
penyebrangan (blooms level: Application Cognitive)
2 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengonstruksi teknis
lapangan (blooms level: Synthesis Cognitive)

3 Dibutuhkan keamanan yang dapat menerapkan kemampuan


analisis spasial (blooms level: Application Cognitive)

4 Dibutuhkan keamanan yang dapat mempraktekan teori baris-


berbaris (blooms level: Application Cognitive)

5 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengaplikasikan


kemampuan sensing (penginderaan), sebagai metode
penerimaan informasi, dan kemampuan thinking (berpikir)
sebagai metode bagaimana seseorang membuat keputusan
(blooms level: Application Cognitive)
6 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengaplikasikan
kemampuan untuk menempatkan diri pada suatu situasi
(blooms level: Application Cognitive)
7 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengeluarkan suara serta
menempatkan suara dengan tepat sesuai dengan situasinya
(blooms level: Application Cognitive)
8 Dibutuhkan keamanan yang dapat menunjukkan sifat
argumentative dan persuasive (blooms level: Valuing
Affective)
9 Dibutuhkan keamanan yang dapat menunjukkan sifat kritis,
kreatif solutif (blooms level: Valuing Affective)
10 Dibutuhkan keamanan yang dapat berkonsentrasi (blooms
level: Application-Cognitve)
11 Dibutuhkan keamanan yang dapat menunjukkan ketahanan
mental(blooms level: Valuing-Affective)
12 Dibutuhkan keamanan yang dapat menunjukkan
ketenangan(blooms level: Valuing-Affective)

92
13 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengaplikasikan teknis-
teknis tambahan untuk keadaan kompleks di lapangan
(blooms level: Application Cognitive)
14 Dibutuhkan keamanan yang mampu mengaplikasikan mitigasi
bencana (blooms level: Application Cognitive)
15 Dibutuhkan keamanan yang mempunyai kebugaran jasmani
(blooms level: Valuing Affective)
16 Dibutuhkan keamanan yang menunjukkan keberanian
(blooms level: Valuing Affective)
17 Dibutuhkan keamanan yang dapat mengkuantifikasi resiko di
lapangan(blooms level:Application-Cognitive)

d Memberikan pengetahuan tentang informasi terkait peserta,


panitia lapangan dan lapangan sebagai pertimbangan teknis di
hari-H

1 Dibutuhkan keamanan yang mengetahui data intelijen dan


pengamanan potensi kampus (blooms level: Knowledge
Cognitive)

2 Dibutuhkan keamanan yang mengetahui informasi yang


relevan terkait peserta (blooms level: Knowledge Cognitive)

3 Dibutuhkan keamanan yang mengetahui dasar-dasar


kompetensi setiap divisi lapangan (blooms level: Knowledge
Cognitive)

e Memberikan pemahaman tentang divisi keamanan dalam


INTEGRASI ITB 2016

1 Dibutuhkan keamanan yang paham akan esensi dan


kebutuhan INTEGRASI ITB 2016 (blooms level:
Comprehension Cognitive)
2 Dibutuhkan keamanan yang paham akan peran dan fungsi
divisi keamanan dalam INTEGRASI ITB 2016 (blooms level:
Comprehension Cognitive)

93
3 Dibutuhkan keamanan yang mengetahui gambaran hari-H
INTEGRASI ITB 2016 (blooms level: Comprehension
Cognitive)

f Menanamkan nilai keteladanan dalam hal berkarakter

1 Dibutuhkan keamanan yang menjadi teladan dalam nilai


jujur, bertanggung-jawab, saling menghargai dan
disiplin (blooms level: Internalizing value Affective)

94
Profil Divisi Keamanan INTEGRASI 2016 yang ingin dicapai adalah

1 Pembagian Kerja

Pembagian kerja yang disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian


sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif, dilakukan secara objektif,
right man in the right place.

2 Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)

Setiap komponen mempunyai wewenang untuk melakukan pekerjaan


dan setiap wewenang diikuti pertanggung jawaban. Setiap pekerjaan
harus dapat memberikan pekerjaan yang sesuai dengan wewenang.
Tanggung jawab terbesar ada pada pimpinan

3 Disiplin(Profesionalisme)

Perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung


jawab

4 Kesatuan perintah

Dalam melaksanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan


prinsip kesatuan perintah sehongga pelaksanaan kerja dapat
dijalankan dengan baik, harus tau kepada siapa ia harus bertanggung
jawab sesuai dengan wewenang yang diperolehnya.

5 Kesatuan pengarahan

Mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak


terjadi kesalahan

6 Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan sendiri

Sadar bahwa kepentingan pribadi tergantung kepada berhasil-tidaknya


kepentingan organisasi, ketika karyawan sudah memiliki nilai ini,

95
karyawan akan merasa senang dalam bekerja sehingga memilki
disiplin yang tinggi

7 Pemusatan (Centralization)

Pemusatan wewenang, tanggung jawab terakhir terletak pada orang


yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan
diadakan untuk menghindari ksimpangsiuran wewenang dan tanggung
jawab

8 Hierarki (tingkatan)

Setiap karyawan mengetahui kepada siapa mereka harus bertanggung


jawab dan dari siapa ia mendapat perintah

9 Ketertiban (Order)

Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama


karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam
keadaan kacau atau tegang.

10 Keadilan dan Kejujuran


Pengertian keadilan menurut Frans Magnis Suseno Sedangkan menurut
Suseno, keadilan adalah keadaan dimana sesama manusia saling
menghargai hak dan kewajiban masing-masing yang membuat
keadaan menjadi harmonis.

Jujur adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan sesuatu


degan sesungguhnya dan apa adanya, tidak di tambahi ataupun tidak
dikurangi.

11 Prakarsa (initiative)

Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya


pikir, prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang

96
berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
Menghargai prakarsa seseorang juga mengandung arti menghargai
orang lain, setiap penolakan terhadap prakarsa merupakan salah satu
langkah untuk menolak gairah kerja.

12 Semangat Kesatuan dan Semangat Korps

Berarti juga rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan


semangat kerja yang baik, semangat kesatuan akan lahir apabila
setiap karyawan lain mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan
berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh
dirinya.

13 Mampu menentukan prioritas

Prioritas adalah apa yang didahulukan dan diutamakan daripada yang


lain.

14 Adanya ketaatan atau loyalitas dari setiap pihak terhadap bagian


tugas masin-masing serta jadwal yang telah ditetapkan

Oxford Dictionary The quality of being loyaldimana loyal didefinisikan


sebagai giving or showing firm and constant support or allegiance to a
person or institution.

15 Komunikasi: meliputi kelancaran komunikasi, tepat dan akurat


menyampaikan informasi dan saling terbuka

Komunikasi yang jelas adalah tidak ada dualisme dalam informasi.


Sedangkan komunikasi yang efektif yaitu terbagi secara meratanya
posisi dan hak masing-masing pihak

16 Kesiapan menerima tantangan

97
17 Respek satu sama lain: memahami kebutuhan, mendengarkan
pendapat pihak lain, memberikan feedback konstruktif serta memberi
apresiasi

18 Kerjasama: sudah satu tujuan dan berusaha bersama untuk


mencapai tujuan bersama

19 Penyederhanaan koordinisasi (simplification)

20 Mengaplikasikan teori teknis pengondisian statis

21 Mengaplikasikan teori teknis mobilisasi

22 Mengaplikasikan teori teknis penyebrangan

23 Mengonstruksi teknis lapangan

24 Menerapkan kemampuan analisis spasial yang baik

Analisis Spasial: adalah pendekatan di dalam geogafi dan disiplin yang


berkaitan dengannya, seperti arkeologi, yang menggunakan metode
statistic untuk menyederhanakan pola-pola spasial, sama halnya
dengan kemampuan untuk spotting

25 Memahami teori baris-berbaris (PBB)

26 Mengaplikasikan kemampuan penginderaan (sensing) (Sumber: MBTI)

Mengacu ke bagaimana pemprosesan data tersebut dapat dicapai,


sifat sensing ini berfokus pada keadaan sekarang, bersifat factual dan
memproses informasi melalui kelima indra, pemikir yang konkrit,
dalam hal ini sensing diambil dalam scope lapangan. nilai-nilai yang
dibawa sensing:

Konkret

98
Realistis

Peka terhadap sekitar

Berfokus pada keadaan sekarang

Detail

Praktis

Mengandalkan indra

Faktual

27 Mengaplikasikan kemampuan memikir (thinking) (Sumber: MBTI)

Mengacu pada bagaimana orang membuat keputusan. Orang-orang


thinking berpikir obyektif dan membuat keputusan berdasarkan fakta.
Mereka dipimpin dari otak, bukan hati mereka. Orang-orang thinking
menilai situasi dari orang lain berdasarkan logika. Ciri-ciri orang
thinking adalah:

Logis

Obyektif

Memutuskan dengan kepala

Menginginkan kebenaran

Rasional

Tidak personal

Kritis

99
Tegas terhadap orang lain

Didorong oleh pikiran

28 Mengaplikasikan kemampuan untuk menempatkan diri pada suatu


situasi agar sesuai sebagaimana mestinya, hal yang diperlukan:

Konsentrasi

Penghayatan

Observasi

Empati

Gestur

Bahasa

Mimik Wajah

Intonasi

Kontak Mata

Tata Krama

29 Mengaplikasikan kemampuan untuk mengeluarkan suara serta


menempatkan suara dengan tepat sesuai dengan situasinya

Produksi Suara

Intonasi

Artikulasi

100
Pelafalan

Fokus

30 Mengaplikasikan kemampuan untuk mengarahkan lawan bicara


sehingga tujuan yang diinginkan tercapai, terdapat 2 profil yang
dibutuhkan:

Argumentatif

argumentatif/argumentatif/ /argumntatif/ a 1 memiliki


(mengandung) alasan yang dapat dipakai sebagai bukti

Persuasif

persuasif/persuasif/ /prsuasif/ a bersifat membujuk secara


halus (supaya menjadi yakin)

31 Mengaplikasikan nilai Kritis, Kreatif, Solutif

Kritis adalah sebuah sifat tidak mudah percaya, selalu berusaha


menemukan kekeliruan dan tajam dalam penganalisisan.

Kreatif dalam KBBI berarti daya cipta, atau memiliki daya pikir untuk
mengadakan suatu hal yang baru. Pola pikir ini dibutuhkan agar dapat
melihat hal-hal disekitarnya dari sudut pandang yang berbeda dan
menciptakan solusi yang orisinil dari pemikirannya.

Solutif berarti mengemukakan pendapat yang membangun,


memberikan jawaban bagi permasalahan yang ada dengan pola pikir
konstruktif

Mengaplikasikan alur manajemen resiko (ISO 31000: identify, analyze,


mitigate/action, monitor, control)

101
32 Mengaplikasikan konsentrasi untuk berpikir di bawah tekanan

konsentrasi/konsentrasi/ /konsntrasi/ n 1 pemusatan perhatian


atau pikiran pada suatu hal; 2 pemusatan tenaga, kekuatan, pasukan,
dan sebagainya di suatu tempat: ada -- pasukan di daerah
perbatasan; 3 pemusatan beberapa penerbitan dalam satu
kekuasaan; 4 Kim persentase kandungan bahan di dalam satu larutan;

33 Mengaplikasikan teknis-teknis tambahan untuk keadaan kompleks


yang biasanya terjadi di lapangan(Teknis mengular, teknis massa
acak, teknis jala ikan, formasi super mandala dan 4 kwadran, teknis
penyebrangan, teknis kepulangan, teknis rotasi, teknis pengondisian
awal )

34 Mampu mengaplikasikan mitigasi bencana

35 Fisik yang bugar

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh seseorang untuk


melakukan penyamaan atau penyesuaian pada pemberian beban fisik
yang diberikan untuknya tanpa mengalami kelelahan atau kecapekan
berlebih.

36 Berani

Berani artinya mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri
yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya;
tidak takut

LINGKUNGAN

Kebutuhan divisi keamanan akan data intelijen dan


pengamanan potensi kampus adalah untuk memilih jalur
yang aman untuk mobilisasi dan juga memastikan

102
kapasitas pengondisian agar kegiatan dapat berlangsung
kondusif. Berikut hal-hal yang perlu diketahui dari segi
lingkungan:

- Peta ITB, dan daerah persebaran tempat tinggal


mayoritas mahasiswa baru: sebagai referensi untuk
memilih jalur mobilisasi dan pemetaan area untuk
membuat teknis pengamanan peserta hingga tempat
tujuan saat acara selesai

- Titik Kritis: Titik kritis adalah tempat-tempat


terdapatnya suatu risiko ancaman yang relative lebih
besar dibanding tempat sekitarnya di satu kawasan.
Daerah ini perlu diantisipasi secara preventif karena
sangat sulit melakukan tindakan kuratif saat
konsekuensi terparah terjadi. Titik kritis wajib diketahui
sebelum menentukan dan mendefinisikan ancaman
yang ada di suatu daerah. Dengan mengetahui titik
kritis, diharapkan penentuan resiko dan frekuensi
ancaman bahaya dapat dengan mudah dikumpulkan

- Risk Hazardous Assesment

Suatu pendekatan untuk menguantifikasi resiko dan


frekuensi terjadinya suatu ancaman. Pendekatan ini
dapat digunakan untuk pertimbangan memilih jalur,
tempat, maupun kegiatan untuk dilakukan. RHA wajib
disusun untuk mengetahui secara jelas bahaya apa saja
yang dapat terjadi serta pertimbangan jalan atau
tidaknya suatu kegiatan. RHA dijadikan acuan untuk
pemilihan jalur mana yang digunakan untuk mobilisasi
setelah diketahui titik-titik kritisnya.

103
- Denah Assembly Point dan Pos Satuan Pengaman

Untuk bahan pertimbangan, mengacu pada risk


management

- Denah Potensi Pengibar Bendera

Bertujuan untuk menilik potensi dari pasukan bendera


sebagai pemberi isyarat visual kepada pasukan dan
impresi heroic kepada mahasiswa baru

- Area Pengondisian

Bertujuan untuk memastikan kapasitas pengondisian


agar kegiatan dapat berlangsung kondusif. Area
pengondisian juga didefinisikan sebagai ruang yang
dapat digunakan untuk mengatur dan mempersiapkan
mahasiswa baru untuk selanjutnya melakukan kegiatan
lainnya

- Sekretariat Himpunan

Sebagai kendala daerah yang mungkin dapat steril dari


pasukan calon anggota himpunan tersebut maupun
sebagai pendukung territorial keberjalanan acara

- Kepolisian Terdekat, Rumah Sakit Terdekat, Lembaga ITB


(Terkait Risk Management) dan Nomor Darurat

PESERTA

- Fakultas: Untuk memudahkan teknis yang


membutuhkan penggolongan peserta ke dalam fakultas-
fakultas tertentu

104
- Golongan Darah dan Penyakit: Untuk membedakan
teknis peserta dengan penyakit parah

- Area Persebaran Tempat Tinggal: Untuk teknis


kepulangan

- Agama

- Kelompok mentor

PANITIA

PANITIA LAPANGAN

- Peran di OSKM: Meliputi divisi dan jabatan, untuk


memudahkan koordinasi (Menurut Blooms Taxonomy:
Knowledge)

DIVISI KEAMANAN

Karena kebutuhan interaksi dan koordinasi yang lebih


tinggi, dibutuhkan tingkat pengetahuan personal yang
lebih tinggi, yang akan dikaji lebih lanjut, tingkat
keterpahaman: Comprehension menurut Blooms
Taxonomy, bisa menjelaskan hal-hal dasar personalia-
personalia lainnnya, namun yang esensial untuk teknis
adalah:

- Nama: Untuk pembagian pasukan, spotting

- Jurusan: Untuk spotting, mempertimbangkan daerah-


daerah steril

- Penyakit dan golongan darah: Untuk kebutuhan spotting

DIVISI MEDIK

105
- Jabatan

- Tanda-tanda medik

- Base medik

DIVISI MENTOR

- Formasi mentor

- Jabatan

- Batalyon

NON LAPANGAN

- Divisi dan Jobdesc

37 Mengaplikasikan alur manajemen resiko (ISO 31000: identify, analyze,


mitigate/action, monitor, control)

38 Metode : biasakan jalan baru evaluasi


Materi Profil Indikator Materi
No
1 Pengenalan e1 & e2 Divisi keamanan paham akan esensi dan kebutuhan INTEGRA
dan Esensi (blooms level: Comprehension Cognitive)
Divisi Divisi keamanan paham akan peran dan fungsi divisi keaman
Keamanan INTEGRASI ITB 2016 (blooms level: Comprehension Cogniti

2 Olahraga c15 Divisi keamanan yang mempunyai kebugaran jasmani (bloom


Affective)

3 Jalur Komando a2,a3,a4, e3, Divisi keamanan dapat mengaplikasikan pembagian kerja, ke
kesatuan pengarahan, pemusatan, hirarki, wewenang, dan ta
dalam hal jalur komando INTEGRASI 2016 (blooms level: App
Cognitive)
Divisi keamanan dapat mengkategorisasikan prioritas dalam
komando(blooms level: Synthesis Cognitive)
Divisi keamanan menunjukkan tertib, disiplin,jujur, dan loya
komando(blooms level: Valuing Affective)

RUMUSAN MATERI

106
No Materi Profil Indikator Materi
4 Mobilisasi c1, b1, Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan teori teknis
b5, c3, mobilisasi(blooms level: Application Cognitive)
c9 Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan kemampuan kom
jelas dan efektif dalam hal mobilisasi (blooms level: Applicatio
Cognitive)
Divisi keamanan yang mampu menyederhanakan koordinasi da
mobilisasi (simplifikasi) (blooms level: Application)

Divisi keamanan yang dapat menerapkan kemampuan analisis


hal mobilisasi(blooms level: Application Cognitive)
Divisi keamanan yang dapat menunjukkan sifat kritis, kreatif,
terjadi masalah pada proses mobilisasi(blooms level: Valuing

5 Pengondisi c1, b1, Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan teori teknis
an b5, c3, pengondisian(blooms level: Application Cognitive)
c9 Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan kemampuan kom
jelas dan efektif dalam hal pengondisian (blooms level: Applic
Cognitive)
Divisi keamanan yang mampu menyederhanakan koordinasi da
mobilisasi (simplifikasi) (blooms level: Application)

Divisi keamanan yang dapat menerapkan kemampuan analisis


hal pengondisian(blooms level: Application Cognitive)
Divisi keamanan yang dapat menunjukkan sifat kritis, kreatif,
terjadi masalah pada proses pengondisian(blooms level: Valu
Affective)
6 Penyebran c1, b1, Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan teori teknis
gan b5, c3, penyebrangan(blooms level: Application Cognitive)
c9 Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan kemampuan kom
jelas dan efektif dalam hal penyebrangan(blooms level: Appli
Cognitive)
Divisi keamanan yang mampu menyederhanakan koordinasi da
penyebrangan(simplifikasi) (blooms level: Application)

Divisi keamanan yang dapat menerapkan kemampuan analisis


hal penyebrangan(blooms level: Application Cognitive)
Divisi Keamanan yang dapat menunjukkan sifat kritis, kreatif,
terjadi masalah pada proses penyebrangan(blooms level: Valu
Affective)
7 Teknis c2, Divisi keamanan yang dapat mengonstruksi teknis lapangan (b
Lapangan e3,a3 Synthesis Cognitive)

Divisi keamanan yang dapat menerapkan kemampuan analisis


pembuatan teklap(blooms level: Application Cognitive)

107
No Materi Profil Indikator Materi
Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan pembagian kerja
perintah, kesatuan pengarahan, pemusatan, hirarki, wewenan
tanggung jawab dalam pembuatan teklap(blooms level: Appli
Cognitive)
Divisi keamanan yang menunjukkan adil (blooms level: Valuin
8 Olah Rasa c6 Dvisi keamanan yang dapat mengaplikasikan kemampuan untu
menempatkan diri pada saat melakukan olah rasa (blooms lev
Application Cognitive)
9 Olah Suara c7 Divisi keamanan yang dapat mengeluarkan suara serta menem
dengan tepat sesuai dengan situasinya (blooms level: Applica
Cognitive)
10 Olah c17,d1 Divisi keamanan yang mengetahui data intelijen dan pengama
Ruang + kampus (blooms level: Knowledge Cognitive)
RHA Divisi keamanan yang dapat mengkuantifikasi resiko di lapang
level:Application-Cognitive)
11 Argumenta c6,c8,c Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan kemampuan unt
si dan 14 menempatkan diri pada suatu situasi (blooms level: Applicati
Lobbying Cognitive)
Divisi keamanan yang dapat menunjukkan sifat argumentative
persuasive (blooms level: Valuing Affective)
Divisi keamanan yang menunjukkan keberanian dalam berargu
lobbying(blooms level: Valuing Affective)
12 Divisi b3,b1,b Divisi keamanan yang menunjukkan sifat respek satu sama lai
lapangan 4, d3 keamanan dan divisi lain) (blooms level: Valuing Affective)
INTEGRASI Divisi keamanan yang mengaplikasikan kemampuan kerjasama
divisi lapangan lain (divisi keamanan dan divisi lain) (blooms
Application Cognitive)
Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan kemampuan kom
jelas dan efektif dengan divisi lapangan lain(blooms level: Ap
Cognitive)
Divisi keamanan yang mengetahui dasar-dasar kompetensi set
lapangan (blooms level: Knowledge Cognitive)

13 Mitigasi c12 Divisi keamanan yang mampu mengaplikasikan mitigasi benca


Bencana level: Application Cognitive)

14 Koordinasi b1, b3, Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan kemampuan kom
b4, b5 jelas dan efektif(blooms level: Application Cognitive)
Divisi keamanan yang menunjukkan kesiapan menghadapi tan
(blooms level: Responding to phenomena Affective)
Divisi keamanan yang menunjukkan sifat respek satu sama lai
keamanan) (blooms level: Valuing Affective)
Dibutuhkan keamanan yang mengaplikasikan kemampuan ker
keamanan) (blooms level: Application Cognitive)
Dibutuhkan keamanan yang mampu menyederhanakan koordin
(simplifikasi) (blooms level: Application)

108
No Materi Profil Indikator Materi
15 Manajeme c10, Divisi keamanan yang dapat berkonsentrasi dalam menghadap
n Panik c11,c12 genting (blooms level: Application-Cognitve)
Divisi keamanan yang dapat menunjukkan ketahanan mental d
menghadapi situasi genting (blooms level: Valuing-Affective)
Divisi keamanan yang dapat menunjukkan ketenangan dalam
situasi genting (blooms level: Valuing-Affective)
16 Kekeluarga a1 Divisi keamanan yang menunjukkan semangat kesatuan, sema
an dan mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan
(blooms level: Valuing Affective)
18 Decision c5, c9 Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan kemampuan sen
Making (penginderaan), sebagai metode penerimaan informasi, dan ke
thinking (berpikir) sebagai metode bagaimana seseorang mem
keputusan (blooms level: Application Cognitive)

Divisi keamanan yang dapat menunjukkan sifat kreatif dan sol


memutuskan saat terjadi masalah pada proses mobilisasi, pen
dan penyebrangan(blooms level: Valuing Affective)

22 PBB a4, c5 Divisi keamanan yang menunjukkan tertib dan disiplin (bloom
Valuing Affective)

Divisi keamanan yang dapat mempraktekan teori baris-berbar


level: Application Cognitive)
23 Gambaran c11, d2 Divisi keamanan yang dapat mengaplikasikan teknis-teknis tam
Hari H keadaan kompleks di lapangan saat hari H(blooms level: Appl
Cognitive)
Divisi keamanan yang mengetahui informasi yang relevan terk
dan panitia lain sebagai gambaran hari H (blooms level: Know
Cognitive)
24 Keteladan f1 Divisi keamanan yang menjadi teladan dalam nilai jujur, bertan
jawab, saling menghargai dan disiplin (blooms level: Internali
Affective)

25 Inisiatif a4, c9 Divisi keamanan yang menunjukkan, inisiatif dalam suatu


permasalahan(blooms level: Valuing Affective)
Divisi keamanan yang dapat menunjukkan sifat kritis saat ter
pada proses mobilisasi, penyebrangan, dan pengondisian(bloo
Valuing Affective)

109
RUMUSAN METODE
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

1 Pengenal Divisi keamanan paham akan Orasi danlap Membuat infografis per Infografis
an dan esensi dan kebutuhan mengenai kelompok mengenai 100-konte
Esensi INTEGRASI ITB 2016 (blooms esensi dan INTEGRASI. visi, misi, tujuan, menjelas
Divisi level: Comprehension tujuan materi umum INTEGRASI terstruktu
Keamana Cognitive) terbentuknya (komunal) korelasi
n Divisi keamanan paham akan divisi Membuat esai berbentuk 75-konten
peran dan fungsi divisi keamanan paragraf minimal 1 halaman dapat me
keamanan dalam INTEGRASI dalam di Log book mengenai secara te
ITB 2016 (blooms level: INTEGRASI pemahaman akan peran serta korelasi
Comprehension Cognitive) ITB fungsi divisi keamanan dan 50-konten
2016(Diskusi motivasi terhadap divisi tidak dap
2 arah) keamanan(individu) konten se
(komunal) dan tidak
0-tidak m
Esai
100-esai
konten le
75-esai 1
tidak leng
50-esai ti
konten tid
1 Tidak
2 Olahraga Divisi keamanan yang Olahraga Tes kebugaran (sprint 60 m, Nilai dilampirk
mempunyai kebugaran kebugaran push up, sit up, lari 1200 m).
jasmani (blooms level: untuk Evaluasi minimal 4 http://sportss
Valuing Affective melatih kali(individu) om.au/2014/1
endurance(HI jasmani-indon
T) yang
diinstrukturi http://penerim
oleh an/tabel_jas/t
pendiklat(ko
munal
Setiap diklat
minimal ada
push
up(komunal
dan individu)

110
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

3 Jalur Divisi keamanan dapat Diskusi 2 Simulasi jalur komando Simulasi:


Komando mengaplikasikan pembagian arah oleh Log book(definisi dan esensi 100-tidak
kerja, kesatuan perintah, Danlap jalur komando, organigram dalam sim
kesatuan pengarahan, diakhiri lapangan dengan nama dan 0-ada kes
pemusatan, hierarki, dengan orasi jurusan) jalur kom
wewenang, dan tanggung Studi kasus Pemilihan penanggung jawab Logbook:
jawab dalam hal jalur setelah tugas a Defin
komando INTEGRASI 2016 pemberian Studi kasus untuk tugas jalur
(blooms level: Application materi 25-penjel
Cognitive) Eval PJ esensi jal
Divisi keamanan dapat setelah jalur 1 Ada k
mengkategorisasikan komando tidak
b Organ
prioritas dalam jalur
75-tidak a
komando(blooms level:
50-ada ke
Synthesis Cognitive)
nama, jur
Divisi keamanan angkatan
menunjukkan tertib, 25-ada ke
disiplin,jujur, dan loyal dalam bentuk sa
jalur komando(blooms level: 0-tidak m
Valuing Affective)
4 Mobilisasi Divisi keamanan yang dapat Simulasi Simulasi(studi kasus) - Briefin
mengaplikasikan teori teknis kemudian Log book 100-b
mobilisasi(blooms level: diikuti forum 0-brie
Application Cognitive) evaluasi alur
Divisi keamanan yang dapat Studi kasus
mengaplikasikan kemampuan - Logbo
komunikasi yang jelas dan 100-d
efektif dalam hal mobilisasi benar
(blooms level: Application mobil
Cognitive) 75-de
benar
Divisi keamanan yang
mobil
mampu menyederhanakan
lengk
koordinasi dalam mobilisasi 50-de
(simplifikasi) (blooms level: tidak
Application) peran
tidak
Divisi keamanan yang dapat 0-tida
menerapkan kemampuan - Olah r
analisis spasial dalam hal kanan
mobilisasi(blooms level: 100-m
Application Cognitive) memb
yang
Divisi Keamanan yang dapat danpa
menunjukkan sifat kritis, 0-tida
kreatif, solutif saat terjadi memb
masalah pada proses yang
mobilisasi(blooms level: danpa
Valuing Affective) - Kode-
100- a
1 ti
ko
- Skem
Peserta m
menjelas
skema m
penyebr
argumen

111
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

yang ber
dalam
pembua
mencaku
Letak d
perimete
Kelengk
mobilisa
penyebr
Penemp
cewek b
di
mana sp
Jumlah
yang
diperluka
Tingkat
dan pese
ditentuk
Rapat m
Turunan
tangga
Jumlah
bahaya
Tingkat

100-8-9
75-6-7
50-4-5
25-1-3
0-0
Jumlah ev
100-0-3
75-4-7
50-8-10
25-10-13
0-14-18

5 Pengondi Divisi keamanan yang dapat Simulasi Simulasi(studi kasus) - Briefin


sian mengaplikasikan teori teknis kemudian Log book 100-b
pengondisian(blooms level: diikuti forum 0-brie
Application Cognitive) evaluasi alur
Divisi keamanan yang dapat Studi kasus - Logbo
mengaplikasikan kemampuan 100-d
komunikasi yang jelas dan benar
efektif dalam hal pengo
pengondisian (blooms level: 75-de
Application Cognitive) benar
pengo
Divisi keamanan yang
lengk
mampu menyederhanakan
50-de
koordinasi dalam mobilisasi tidak
(simplifikasi) (blooms level: peran
Application) pengo
lengk
Divisi keamanan yang dapat 0-tida
menerapkan kemampuan - Olah r
analisis spasial dalam hal besar

112
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

meng
pengondisian(blooms level: 100-m
Application Cognitive) memb
yang
Divisi keamanan yang dapat danpa
menunjukkan sifat kritis, 0-tida
kreatif, solutif saat terjadi memb
masalah pada proses yang
pengondisian(blooms level: danpa
Valuing Affective) - Kode-
pengo
100-a
0-tida
- Skem
Peserta mamp
skema
pengondisian
dengan
argumen yan
pertimbangan
dalam pembu
mencakup:
Sketsa lokas
pengondisian
Jumlah dan d
perangkat
pengondisian
Bentuk dan a
secara umum
Jumlah peser
Posisi danlap
Spot-spot ke
sekitar lokasi
Kondisi cu
Posisi matah

100-7-8
75-5-6
50-3-4
25-1-3
0-0
Jumlah ev
100-0-3
75-4-7
50-8-10
25-10-13
0-14-18
6 Penyebra Divisi keamanan yang dapat Simulasi Simulasi(studi kasus) - Briefin
ngan mengaplikasikan teori teknis kemudian Log book 100-b
penyebrangan(blooms level: diikuti forum 0-brie
Application Cognitive) evaluasi alur
Divisi keamanan yang dapat Studi kasus - Logbo
mengaplikasikan kemampuan 100-d
komunikasi yang jelas dan benar
efektif dalam hal penye
penyebrangan(blooms level: 75-de
Application Cognitive) benar
penye

113
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

Divisi keamanan yang lengk


mampu menyederhanakan 50-de
koordinasi dalam tidak
penyebrangan(simplifikasi) peran
(blooms level: Application) penye
Divisi Keamanan yang dapat lengk
menunjukkan sifat kritis, 0-tida
kreatif, solutif saat terjadi - Kode-
masalah pada proses penye
penyebrangan(blooms level: 100-a
Valuing Affective) 0-tida
- Skem
Peserta mamp
skema penye
argumen yan
pertimbangan
pembuatan sk
mencakup:
Sketsa lokas
penyebrangan
Jumlah dan d
perangkat
penyebrangan
Arah ancama
Jenis penyeb
Perhitungan
penyebrangan
Tingkat arus
Tingkat keter
penyebrangan

100-7
75-5-6
50-3-4
25-1-2
0-0
Jumlah ev
100-0-3
75-4-7
50-8-10
25-10-13
0-14-18

7 Teknis Divisi keamanan yang dapat Asistensi Tugas teklap per kelompok Kesalaha
Lapangan mengonstruksi teknis (Small Group Tugas oleat per 100-0-5
lapangan (blooms level: Discussion kelompok(jobdesc) 75-6-10
Synthesis Cognitive) dari Log Book 50-11-15
keamanan) 25-16-20
Divisi keamanan yang dapat 0-21-25
menerapkan kemampuan Oleat(Gam
analisis spasial dalam nama per
pembuatan teklap(blooms penjelasa
level: Application Cognitive) 100-konte
menjelas
Divisi keamanan yang dapat terstruktu
mengaplikasikan pembagian korelasi
kerja, kesatuan perintah, 75-tidak a
perangka

114
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

kesatuan pengarahan, menjelas


pemusatan, hirarki, terstruktu
wewenang, dan tanggung korelasi
jawab dalam pembuatan 50-tidak d
teklap(blooms level: menjelas
Application Cognitive) terstruktu
Divisi keamanan yang korelasi
menunjukkan adil (blooms 0-tidak m
level: Valuing Affective) Log Book
100-d
benar
75-de
benar
lengk
50-de
tidak
tidak
0-tida

8 Olah Rasa Divisi keamanan yang dapat Diskusi 2 Small Group Discussion(Studi Challange
mengaplikasikan kemampuan arah Kasus) 100-berh
untuk menempatkan diri Latihan Log Book 1 Tidak
pada saat melakukan olah Small Group Log book
rasa (blooms level: Discussion 100-d
Application Cognitive) benar
lengk
75-de
benar
lengk
50-de
tidak
poin t
0-tida
9 Olah Divisi keamanan yang dapat Diskusi 2 Small Group Discussion(Studi Challange
Suara mengeluarkan suara serta arah Kasus) 100-berh
menempatkan suara dengan Latihan 2 Tidak
tepat sesuai dengan Log book
situasinya (blooms level: 100-d
Application Cognitive) benar
lengk
75-de
benar
lengk
50-de
tidak
poin t
0-tida

10 Olah Dibutuhkan keamanan yang Forum Peta dan data intelijen Peta dan
Ruang + mengetahui data intelijen evaluasi kampus kampus
RHA dan pengamanan potensi Simulasi RHA Kesalaha
kampus (blooms level: Observasi Peta saku 100-0-10
Knowledge Cognitive) lapangan(Pe 75-11-20
Dibutuhkan keamanan yang metaan 50-21-30
dapat mengkuantifikasi 25-31-40
lapangan)
resiko di lapangan(blooms 0-41-50
level:Application-Cognitive) RHA
Risk regis

115
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

100-men
resiko be
menjelas
1 Tidak
resiko
menj

Kesalaha
100-0-5
75-6-10
50-11-15
25-16-20
0-21-25
11 Argument Divisi keamanan yang dapat Small Group Lobbying dengan video Argumen
asi dan menunjukkan sifat Discussion sebagai bukti kejujuran tapi boleh
Lobbying argumentative dan mentoring dengan tingkat kesulitan yang untuk me
persuasive (blooms level: argumentasi sama atau kesi
Valuing Affective) dengan isu Latihan argumentasi dengan 100-mem
Dibutuhkan keamanan yang kampus dan tema tertentu argumen
menunjukkan keberanian lobbying Setiap peserta pernah dan sesu
dalam argumentasi dan memberi tanggapan saat 75-memb
lobbying (blooms level: forum selama diklat sebelum argumen
Valuing Affective) diklat evaluasi akbar dan sesu
50-memb
argumen
dan sesu
25-memb
argumen
dan sesu
0-tidak m
argumen
Lobbying
100-lobby
berhasil(d
ditentuka
0-lobbyin
waktu ha
12 Divisi Divisi keamanan yang Sharing antar Log book Log book
lapangan menunjukkan sifat respek divisi Simulasi 100-konte
INTEGRAS satu sama lain (divisi Orasi danlap LCD 75-kuran
I keamanan dan divisi lain) 50-kuran
Buat teklap
(blooms level: Valuing 25-kuran
Yel-yel panitia lapangan
Affective) 0-lebih da
Divisi keamanan yang Simulasi
mengaplikasikan kemampuan 100-maks
kerjasama dengan divisi 75-2-4 ke
lapangan lain (divisi 50-5-7 ke
keamanan dan divisi lain) 0-8-10 ke
(blooms level: Application LCD
Cognitive) 100-berh
Divisi keamanan yang dapat yang dite
0-tidak be
mengaplikasikan kemampuan
waktu ya
komunikasi yang jelas dan
Buat tekl
efektif dengan divisi
- mend
lapangan lain(blooms level:
penda
Application Cognitive)
- memb
Divisi keamanan yang
konst

116
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

mengetahui dasar-dasar Yel-yel pa


kompetensi setiap divisi 100-dapa
lapangan (blooms level: batas wa
Knowledge Cognitive) ditentuka
0-tidak se
waktu ya

13 Mitigasi Divisi keamanan yang Pemaparan Log Book Log Book


Bencana mampu mengaplikasikan dari K3L Simulasi dengan 2 divisi 100-konte
mitigasi bencana (blooms lapangan lain 75-konten
level: Application Cognitive) 50-konten
0-konten
atau lebih
14 Koordinas Divisi keamanan yang dapat Forum Jarkom acak Jarkom ac
i mengaplikasikan kemampuan evaluasi PBB 100-perin
komunikasi yang jelas dan Orasi danlap Peta 7 jam 0-ada per
efektif (blooms level: Briefing dikerjaka
Application Cognitive) Papan angkatan PBB
Divisi keamanan yang 100-berh
Membuat ikat kepala nama
menunjukkan kesiapan 0-gagal
angkatan dan baliho simbol
menghadapi tantangan Briefing
Foto angkatan di luar ITB
(blooms level: Responding 100-briefi
Perangkat angkatan 0-briefing
to phenomena Affective)
Kuorum Papan an
Divisi keamanan yang
menunjukkan sifat respek Spek Aspek as
satu sama lain (divisi baik, sele
keamanan) (blooms level: peran set
Valuing Affective) 100-ada 3
Dibutuhkan keamanan yang 60- ada 2
30-ada 1
mengaplikasikan kemampuan
1 Tidak
kerjasama (divisi keamanan)
Membuat
(blooms level: Application
angkatan
Cognitive)
Aspek-as
Dibutuhkan keamanan yang
selesai te
mampu menyederhanakan setiap ora
koordinasi (simplifikasi) 100-ada 3
(blooms level: Application) 60-ada 2
30-ada 1
0-Tidak a
Foto angk
Asspek-a
baik, sele
waktu,ful
100-ada 3
60-ada 2
30-ada 1
0-tidak ad
Peta 7 jam
Aspek: si
selesai te
orang ad
100- ada
60-ada 2
30-ada 1
0-tidak ad
Perangka

117
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

100-ada
0-tidak ad
Kuorum
100-kuor
0-tidak ku
Spek
100-full s
0-jika tida
15 Manajem Divisi keamanan yang dapat Forum Forum flow tinggi
en Panik berkonsentrasi dalam Evaluasi Tugas peta 7 jam
menghadapi situasi genting
(blooms level: Application-
Cognitive)

Divisi keamanan yang dapat


menunjukkan ketahanan
mental dalam menghadapi
situasi genting (blooms
level: Valuing-Affective)
Divisi keamanan yang dapat
menunjukkan ketenangan
dalam menghadapi situasi
genting (blooms level:
Valuing-Affective)

16 Kekeluarg Divisi keamanan yang Forum Identitas angkatan


aan menunjukkan semangat evaluasi Yel-yel angkatan
kesatuan, semangat korps, Buku Pasben
peduli terhadap sesama dan Angkatan Baliho
mementingkan kepentingan Konsekuensi Tes kenal
bersama diatas kepentingan bersama jika Acara angkatan
sendiri (blooms level: terjadi Tes kehadiran
Valuing Affective) kesalahan
17 Decision Divisi keamanan yang dapat Forum Simulasi
Making mengaplikasikan kemampuan Evaluasi Studi kasus
sensing (penginderaan),
sebagai metode penerimaan
informasi, dan kemampuan
thinking (berpikir) sebagai
metode bagaimana
seseorang membuat
keputusan (blooms level:
Application Cognitive)

Divisi keamanan yang dapat


menunjukkan sifat kreatif
dan solutif saat terjadi
masalah pada proses
mobilisasi(blooms level:
Valuing Affective)

18 PBB Divisi keamanan yang Praktek PBB


menunjukkan tertib dan Forum
disiplin (blooms level: Evaluasi
Valuing Affective)

118
No Materi Indikator Materi Metode Metode Evaluasi Parame

Divisi keamanan yang dapat


mempraktekan teori baris-
berbaris (blooms level:
Application Cognitive)

19 Gambara Divisi keamanan yang dapat Forum Simulasi


n Hari H mengaplikasikan teknis- Evaluasi Log Book
teknis tambahan untuk Small Group
keadaan kompleks di Discussion
lapangan (blooms level: Database
Application Cognitive) angkatan
Divisi keamanan yang
mengetahui informasi yang
relevan terkait peserta, divisi
keamanan, dan divisi
lapangan lain (blooms level:
Knowledge Cognitive)

20 Keteladan Divisi keamanan yang Orasi Danlap SOP SOP


menjadi teladan dalam nilai Disisipkan 100-mem
jujur, bertanggung-jawab, setiap diklat 0-tidak m
saling menghargai,dan
disiplin (blooms level:
Internalizing value
Affective)

21 Inisiatif Dibutuhkan keamanan yang Forum Diskusi 2 arah Pendapat


menunjukkan, inisiatif dalam Evaluasi Forum evaluasi 100-men
suatu permasalahan(blooms Studi kasus pendapat
level : Valuing-Affective) 0-tidak m
Keamanan yang dapat pendapat
menunjukkan sifat kritis saat Studi kas
terjadi masalah pada proses 100-berin
mobilisasi,penyebrangan, 1 Tidak
dan pengondisian (blooms
level: Valuing Affective)

119
120
INTEGRASI ITB 2016
Divisi Medik
Koordinator Divisi Medik: Ainun Naviz Afzan TM14

Arahan Umum Ketua Bidang:


- Mempersiapkan panitia lapangan INTEGRASI 2016. Persiapan yang dimaksud

termasuk profil, materi pendidikan, metode pelaksanaan, dan mekanisme diklat

divisi lapangan.
- Membuat mekanisme untuk mengawasi keberjalanan panitia lapangan. Mekanisme

pengawasan yang dimaksud adalah persiapan panitia pengawasan dan bentuk

pengawasan sesuai mekanisme dari bidang mamet.


- Menjadi sosok yang memberikan impresi keteladanan bagi mahasiswa baru ITB

2016.

Arahan Khusus Ketua Bidang:

- Mempersiapkan panitia yang bertugas untuk menjaga keberlangsungan acara dari

segala bentuk gangguan dari dalam (internal) diri kepanitiaan.

Tanggung Jawab dan Fungsi :

- Menentukan profil dan kriteria panitia lapangan


- Membuat perumusan materi pendidikan dan latihan divisi lapangan
- Membuat perumusan metode pendidikan dan latihan divisi lapangan
- Mengajukan RAB divisi
- Membuat sistem penilaian dan melakukan penilaian untuk diklat divisi
- Menyediakan SDM untuk pendidikan dan latihan panitia pelaksana
- Melakukan pengawasan keberjalanan kepanitiaan lapangan ketika pelaksanaan

INTEGRASI 2016

Wewenang :

- Menetapkan deskripsi kerja yang jelas bagi seluruh divisi di divisi Medik
- Memberi arahan kepada wakil koordinator divisi medik
- Mengawasi dan mengendalikan seluruh tim pada divisi medik agar tetap berada

dalam koridor arahan yang diberikan

121
- Menjembatani dan mengomunikasikan seluruh tim di bawah divisi medic dengan

divisi lainnya
- Memberi pertimbangan jumlah sumber daya manusia yang dapat digunakan ketika

pelaksanaan INTEGRASI 2016

Sumber Daya Anggota :


9 Kepala Sekolah Perangkat : Faris Abdussalam KL14
10 Kepala Sekolah Birawa : Jehan Arrahman TL14
11 Sekretaris : Aranda Nabilla MA14
12 Bendahara : Safira Sabilla Rosyad MG14
13 Wakil Koordinator Divisi Lapangan : Luthfan H. J. TM14
14 Wakil Koordinator Divisi Materi dan Metode : Hamnah MRI14
15 Wakil Koordinator Divisi MSDM : Friedrich Cyril MT14
16 Komandan Evaluator : (Masih dalam tahap seleksi)
17 Medik : (Masih dalam tahap seleksi)
18 Keamanan : (Masih dalam tahap seleksi)
19 Ksatria : (Salah satu medik INTEGRASI ITB

2016)

Struktur :

Koordinat
Kepsek Kepsek
or Divisi
Birawa Perangkat
Medik

Sekretari Bendahar Ksatria


s a

Wakoordi
Wakoordi Wakoordi
v
v Mamet v MSDM
Lapangan

Tim Tim
Danlat
Mamet MSDM

Medik

Keamana
n

122
Arahan Kerja Divisi :

1 Kepala Sekolah Perangkat :


- Berkoordinasi dengan Koordiv Medik dalam mengatur dan mengawasi

keberjalanan seluruh rangkaian diklat dan pasca-diklat Sekolah Perangkat.


- Mempersiapkan calon perangkat medic agar siap berkontribusi sebagai

perangkat khusus medik di hari-H INTEGRASI ITB 2016.

2 Kepala Sekolah Birawa :


- Berkoordinasi dengan Koordiv Medik dalam mengatur dan mengawasi

keberjalanan seluruh rangkaian diklat dan pasca-diklat Sekolah Birawa.


- Mempersiapkan calon perangkat medic agar siap berkontribusi sebagai

perangkat khusus medik di hari-H INTEGRASI ITB 2016.

3 Sekretaris :
- Mencatat dan mempublikasikan notulensi forum dan acara selama pra-diklat

hingga diklat medik.


- Membuat berita acara dari seluruh rangkaian diklat medik

4 Bendahara :
- Mengatur pengeluaran diklat dan kebutuhan divisi medik di lapangan nantinya.

(PJ Obat dan bendera Birawa).


- Mengatur pemesanan dan pembayaran kaos pendiklat medik.

5 Wakil Koordinator Divisi Lapangan :


- Mengatur keberjalanan diklat agar sesuai dengan teknis lapangan.
- Mengonsep teknis lapangan diklat hari-H dan memimpin briefing teklap kepada

pendiklat.
- Mengawasi keberjalanan diklat agar sesuai dengan teknis lapangan.
- Memberi arahan kepada Keamanan Diklat, Medik Diklat, dan Komandan

Evaluator.

6 Wakil Koordinator Divisi Materi dan Metode :


- Mengkaji materi dan metode yang akan diberlakukan pada diklat medik sesuai

dengan analisis calon medik.


- Menentukan tugas-tugas dan esensinya.
- Menyamakan persepsi materi dan esensi tugas bari pendiklat.
- Menilai keberhasilan tugas dan kuis yang dikerjakan calon medik.

123
7 Wakil Koordinator Divisi MSDM :
- Mendata sumber daya Triyasa Aryasatya sebagai pendiklat.
- Mendata absensi calon medik. (Rekapan surat izin)

8 Komandan Evaluator :
- Melakukan evaluasi secara komunal terhadap peserta diklat Medik.

9 Keamanan :
- Menjaga keberlangsungan diklat Medik dari gangguan eksternal.

10 Medik :
- Menjaga keselamatan Camedik dan pendiklat saat diklat Medik berlangsung.

11 Ksatria :
- Perpanjangan tangan dari Koordinator Divisi Medik yang bertanggung jawab

atas segala sesuatu yang bersifat non teknis (semangat) pada hari H INTEGRASI

ITB 2016.

Deskripsi Kerja:

1 Menentukan profil dan kriteria panitia lapangan

Penanggungjawab Hamnah
Tujuan Membentuk profil Divisi Medik INTEGRASI ITB 2016
Deskripsi kegiatan Penurunan profil yang dihasilkan dari tiap misi yang berawal

dari visi, melakukan kajian agar terbentuknya profil divisi medik

dan membuat parameter ketercapaian dari profil tersebut


Parameter Terbentuk profil yang diparameterisasi

keberhasilan
Keterangan -

2 Membuat perumusan materi pendidikan dan latihan divisi lapangan

Penanggungjawab Hamnah
Tujuan Membentuk materi untuk memenuhi profil Divisi Medik

INTEGRASI ITB 2016


Deskripsi kegiatan Kajian penyusunan materi untuk memenuhi prfol Divisi Medik

124
INTEGRASI ITB 2016
Parameter Terbentuknya materi untuk memenuhi profil

keberhasilan
Keterangan -

3 Membuat perumusan metode pendidikan dan latihan divisi lapangan

Penanggungjawab Hamnah
Tujuan Membentuk metode penyampaian dan evaluasi untuk

memenuhi profil Divisi Medik INTEGRASI ITB 2016


Deskripsi kegiatan Kajian penyusunan metode penyampaian dan evaluasi untuk

memenuhi profil Divisi Medik INTEGRASI ITB 2016


Parameter Terbentuknya metode penyampaian dan evaluasi untuk

keberhasilan memenuhi profil Divisi Medik INTEGRASI ITB 2016


Keterangan Metode penyampaian dikaji sesuai dengan analisis kondisi

angkatan 2015 dari BK

4 Mengajukan RAB divisi

Penanggungjawab Safira Sabilla Rosyad


Tujuan Membuat RAB Divisi Medik INTEGRASI ITB 2016
Deskripsi kegiatan Membuat RAB Divisi Medik sesuai dengan kebutuhan diklat

divisi medik
Parameter Terbentuknya RAB Divisi Medik INTEGRASI ITB 2016

keberhasilan
Keterangan -

5 Membuat sistem penilaian dan melakukan penilaian untuk diklat divisi

Penanggungjawab Hamnah
Tujuan Membuat sistem penilaian diklat divisi medik
Deskripsi kegiatan Pembuatan sistem penilaian didapat dari penurunan materi dan

metode untuk evaluasi ketercapaian profil divisi medik

INTEGRASI ITB 2016


Parameter Terdapat rapor penilaian individu divisi medik INTEGRASI ITB

keberhasilan 2016
Keterangan Penilaian dilakukan saat evaluasi komprehensif

125
6 Menyediakan SDM untuk pendidikan dan latihan panitia pelaksana

Penanggungjawab Friedrich Cyril


Tujuan Mendata sumber daya Triyasa Aryasatya sebagai pendiklat saat

diklat divisi medik


Deskripsi kegiatan Melakukan konfirmasi kehadiran massa Triyasa Aryasatya saat

diklat
Parameter SDM terpenuhi saat keberlangsungan diklat

keberhasilan
Keterangan -

7 Melakukan pengawasan keberjalanan kepanitiaan lapangan ketika pelaksanaan

INTEGRASI ITB 2016

Penanggungjawab Ainun Naviz Afzan


Tujuan Mengawasi panitia lapangan divisi medik saat kegiatan

INTEGRASI ITB 2016


Deskripsi kegiatan Pengawasan terhadap divisi medik saat hari H agar sesuai

dengan teknis kemedikan saat diklat yang dibantu oleh ksatria

yang bertanggung jawab dari segi non teknis


Parameter Medik yang bekerja sesuai dengan arahan dari segi teknis dan

keberhasilan nonteknis
Keterangan Ksatria dipilih sesuai kesepakatan medik INTEGRASI ITB 2016

VISI
Membentuk pendidikan untuk memenuhi profil divisi medik INTEGRASI ITB
2016 yang menjadi teladan dan berasaskan empati

MISI
1 Memberikan pelatihan untuk mengaplikasikan kompetensi dan
kemampuan untuk menjaga keberlangsungan acara dari segala bentuk
gangguan dari dalam (internal) diri kepanitiaan
2 Memberikan pelatihan untuk kemampuan manajemen
pasukan
3 Memberikan pelatihan untuk berkoordinasi dengan baik
dengan pasukan medik dan divisi lain

126
4 Memberikan pengetahuan tentang informasi terkait peserta,
panitia lapangan dan lapangan sebagai pertimbangan teknis di hari-
H
5 Memberikan pemahaman tentang divisi medik dalam
INTEGRASI ITB 2016
6 Menanamkan nilai keteladanan sebagai divisi medik.

OBJEKTIF
Misi 1:
Memberikan pelatihan untuk mengaplikasikan kompetensi dan
kemampuan untuk menjaga keberlangsungan acara dari segala bentuk
gangguan dari dalam (internal) diri kepanitiaan
1 Medik mampu menganalisis dan mengaplikasikan kompetensi
dan kemampuan untuk menjaga keberlangsungan acara dari segala
bentuk gangguan dari dalam (internal) diri kepanitiaan
Misi 2:
Memberikan pelatihan untuk kemampuan manajemen pasukan
1 Perangkat medik mampu mengaplikasikan kemampuan
manajemen pasukan
Misi 3:
Memberikan pelatihan untuk berkoordinasi dengan baik dengan pasukan
medik dan divisi lain
1 Medik mampu mengaplikasikan kemampuan koordinasi yang
baik antar medik dan divisi lapangan lainnya di lapangan
2 Medik mampu mengaplikasikan kemampuan komunikasi yang
baik dengan divisi non lapangan dan instansi terkait lainnya di hari-H
INTEGRASI 2016
Misi 4:
Memberikan pengetahuan tentang informasi terkait peserta, panitia
lapangan dan lapangan sebagai pertimbangan teknis di hari-H
1 Mengetahui informasi yang relevan terkait peserta
2 Mengetahui ranah kerja setiap divisi lapangan (termasuk peran
dan fungsi medik)
3 Mampu mempertimbangkan dan memutuskan segala hal yang
menyangkut teknis lapangan kemedikan

127
Misi 5:
Memberikan pemahaman tentang divisi medik dalam INTEGRASI ITB 2016
1 Paham peran dan fungsi divisi medik dalam INTEGRASI ITB 2016
Misi 6:
Menanamkan nilai keteladanan sebagai divisi medik.
1 Menerapkan nilai respek : peduli dan empati
2 Mampu menunjukkan impresi keteladanan berupa nilai
peduli dan empati

PROFIL DAN MATERI UNTUK SETIAP OBJEKTIF


Daftar materi:
A Ilmu dasar medik
1 Prinsip dasar medik
a Definisi
b Fungsi dan tugas medik
c Nilai-nilai dasar medik
2 Obat, penyakit, dan penanganan
a Obat-obatan (kegunaan, cara pakai, cara penyimpanan) obat-
obatan spek dan PJ obat
b Penyakit umum dan penanganannya
3 Pertolongan pertama
a Prinsip dasar pertolongan pertama
b Sistematika pertolongan pertama
c Cek Kesadaran
d Pertolongan ABC (airways, breathing, circulation)
e Pertolongan pernafasan (RJN)
f Resusitasi jantung paru (RJP/CPR)
4 Mitela
a Melipat mitela (bentuk saf2an nya)
b Aplikasi mitela kepada korban
5 Evakuasi
a Evakuasi tanpa tandu
b Evakuasi dengan tandu
6 Tandu
a Langkah-langkah membuat tandu yang kuat dan layak
b Lain-lain (cara melepas tandu, perawatan tandu, penanggungjawab
tandu)
7 Tanda-tanda medik
a Tanda-tanda medik beserta artinya
b Tujuan penggunaan tanda medik

128
c Urgensi tanda medik di divisi lapangan lain (mentor, keamanan)
termasuk batas privasinya
8 Latihan Fisik
a Kekuatan lengan
b Kekuatan kaki
c Stamina

B Materi Lapangan
1 Hierarki lapangan dan jalur komando
2 Olah ruang dan pemetaan di ITB dan sekitarnya
3 Lobbying (lobby mendapatkan lokasi pos)
4 Teklap (nilai time management dan ketahanan kerja)

C Materi penyadaran peran, role model dan SOP


1 Inner :
a Penyadaran peran sebagai medik OSKM : Mahasiswa ITB yg mau
membantu maba untuk mengenalkannya ke dunia ITB, dengan
berperan sebagai medik
b Bentuk keteladanan /role model : seorang yang selalu siap sedia dan
berjuang dengan semangat serta tidak pernah lelah bagi peserta
2 Outer :
berupa SOP ketika hari H (selalu senyum, tidak terlihat lelah, sikap
siap,dll)

D Materi dasar divisi keamanan dan mentor


1 Mentor
2 Keamanan
a Mobilisasi
b Pengondisian

E Materi komunikasi dan koordinasi


1 Materi komunikasi :
kenalnyamanpeduli
Mengenalkan teori komunikasi dan menerapkannya seminimalnya untuk
berkomunikasi dalam satu angkatan
komunikasi dengan berbagai pihak terkait (divisi non lapangan,
dan instansi lain)
2 Materi koordinasi (metode : ngecek kesamaan spek, PBB)
Melatih koordinasi satu angkatan

Daftar profil
1 Sigap
2 Paham teori
3 Paham aplikasi dan teori

129
4 Waspada
5 Berpikir jernih
6 Profesional
7 Fisik prima
8 Peduli dan empati
9 Semangat
10 Semangat korps
11 Tanggung jawab
12 Disiplin
13 Kompak
14 Kolaboratif
15 Komunikatif
Objektif Profil Materi
1 Medik mampu menganalisis dan 1-9, 11-15 A, B
mengaplikasikan kompetensi dan
kemampuan untuk menjaga
keberlangsungan acara dari segala
bentuk gangguan dari dalam (internal)
diri kepanitiaan
2 Medik mampu mengaplikasikan 10, 13-15, B1, C, E
kemampuan koordinasi yang baik antar
medik dan divisi lapangan lainnya di
lapangan

3 Medik mampu mengaplikasikan 15 B4, E


kemampuan komunikasi yang baik
dengan divisi non lapangan dan instansi
terkait lainnya di hari-H INTEGRASI
2016

4 Mengetahui informasi yang relevan 2, 3 A


terkait peserta
5 Mengetahui ranah kerja setiap divisi 14 A, C, D

130
lapangan (termasuk peran dan fungsi
medik)
6 Mampu mempertimbangkan dan 1, 2, 3, 4, 5, 6, A, B
memutuskan segala hal yang 8, 11, 12
menyangkut teknis lapangan
kemedikan
7 Paham peran dan fungsi divisi medik 2, 3 D
dalam INTEGRASI ITB 2016
8 Menerapkan nilai respek : peduli dan 8 D
empati
9 Mampu menunjukkan impresi 8 D
keteladanan berupa nilai peduli dan
empati

ANALKON ANGKATAN 2015


Berdasarkan data yang disampaikan oleh Bimbingan Konseling (BK) ITB,
karakter yang dimiliki oleh angkatan 2015:
1 Tingkat kecerdasan (IQ) angkatan 2015 di atas rata-rata.
Rasionalisasi terhadap suatu penyampaian materi harus dilakukan
untuk 2015.
2 Produktivitas angkatan 2015 di atas rata-rata. Sebaiknya
angkatan 2015 diberikan penjelasan dan target terhadap setiap
tugasnya.
3 Faktor kepribadian Ekstraversion: Angkatan 2015 cenderung
memiliki rasa ingin tahu dan minat yang tinggi, memiliki daya
analisis yang cukup tinggi, dan menyukai rutinitas.
4 Faktor kepribadian aggreableness: Angkatan 2015 cenderung
memiliki karakter ramah terhadap kenalan baru, kritis terhadap suatu
permasalahan namun masih perlu pembimbingan di dalam beretika
terhadap orang yang lebih tua dan kurang terlihat dalam hal
bekerja sama.
5 Faktor kepribadian conscientiousness: Angkatan 2015 cenderung
terorganisir, teliti, dapat diandalkan namun kurang memiliki
perencananaan di dalam mengerjakan suatu hal, tidak terlalu
berambisi, dan belum terlalu terlihat dalam budaya tepat waktu.
6 Faktor Kepribadian Neoroticism: Angkatan 2015 cenderung
pencemas, gugup, mudah merasa takut walaupun jika dalam
keadaan stabil angkatan ini terlihat lebih rileks.

131
ANALISIS KEBUTUHAN MSDM DIVISI MEDIK INTEGRASI
2016

Analisis kebutuhan MSDM Divisi Medik didapat dari kebutuhan pasukan khusus pada
OSKM 2015 tahun lalu. Didapatkan 18 Komandan dan Wakil Komandan Pasukan Khusus serta
Pasukan Base. Didapat pula Komandan Birawa, Pahlawan Medik, 16 Penanggung Jawab Tandu,
empat Birawa, delapan Penanggung Jawab Obat, 16 Penanggung Jawab Pos Medik, 24 pasukan
medik dinamis, dan 28 anggota pasukan Base. Kenaikan pasukan Base dibanding tahun lalu
diambil dengan pertimbangan jumlah mahasiswa baru yang bertambah. Sehingga total pasukan
115.

Kemudian dengan pertimbangan barikade untuk menutupi armada samping dari


keamanan, dibutuhkan tambahan pasukan medik statis. Pertimbangan diambil dari jumlah
armada samping keamanan sejumlah 15 orang per pasukan. Sehingga dari delapan pasukan
khusus medik terdapat 5 pasukan khusus yang memiliki medik statis sebanyak 15 dan
pertimbangan penambahan pasukan untuk yang bertugas pada pengondisian ditambah sesuai
penambahan jumlah maba dengan rincian 2 pasukan khusus memiliki medik statis 20 dan 1
pasukan memiliki 25 medik statis.

Total kebutuhan pasukan medik minimal 255 orang dengan galat 17% sehingga didapat
310 orang.

132
MATERI DAN METODE
A Ilmu dasar medik
Tujuan:
Medik mampu menganalisis dan mengaplikasikan kompetensi dan kemampuan
untuk menjaga keberlangsungan acara dari segala bentuk gangguan dari dalam (internal) diri
kepanitiaan
Medik mampu mempertimbangkan dan memutuskan segala hal yang menyangkut
teknis lapangan kemedikan
N RINCIAN METODE PARAMETER INDIKATOR METODE EVALUASI
O. MATERI PENYAMPAIAN
1. Prinsip Seminar Camedik memahami 80% camedik 1 Evaluasi per
medik teori dan aplikasi dari memahami teori dan kelompok
tiap prinsip medik aplikasi dari tiap 2 Interaksi komunal
prinsip medik 3 Simulasi tiap
prinsip medik
4 Simulasi divisi
5 Evaluasi
komprehensif
(lisan/tulisan)
2. Obat, 1 TP Camedik mampu 80% camedik mampu 1 Cek spek
penyakit, obat mengaplikasikan mengaplikasikan 2 Tes akhir
dan 2 Tes penggunaan obat penggunaan obat 3 Evaluasi
penangan awal penyakit serta melakukan serta melakukan komprehensif
an dan penanganan dengan penanganan dengan (lisan/tulisan)
penanganan tepat tepat 4 Simulasi divisi
3 Semi
nar
4 Simul

133
asi per
kelompok
untuk
penyakit-
3. Pertolong penyakit
1 yang
TP Camedik dapat 80% camedik dapat 1 Tes akhir
an 2 Semi mengaplikasikan mengaplikasikan 2 Evaluasi
pertama nar pertolongan pertama pertolongan pertama komprehensif
3 Simul dengan cepat dan dengan 70% sesuai 3 Simulasi divisi
asi per tepat teori
kelompok
dengan
memberikan
studi kasus (2
orang)
4 Video
angkatan
4. Mitela 1 TP 1 Camedik mampu1 80% camedik mampu 3 Evaluasi
2 Semi membuka dan membuka dan melipat komprehensif
nar dan praktik melipat dalam waktu dalam waktu 15 detik 4 Simulasi divisi
massal 15 detik 2 80% camedik mampu 5 Cek spek (buka
3 Foto 2 Camedik mampu mengaplikasikan dan lipat cepat)
praktik mengaplikasikan mitela dengan tepat
penggunaan mitela dengan tepat dan cepat
mitela per dan cepat
kelompok (3
orang)

134
4 Video
angkatan
5. Pembuata 1 TP 1 Camedik1 80% camedik mampu 3 Evaluasi
n tandu (mencari mampu membuat membuat, komprehensif
informasi tandu yang kuat membongkar, dan 4 Tes guncang
seputar dan layak memperbaiki tandu (saat cek spek)
simpul-simpul digunakan (mitela 5 Tes penggunaan
yang bersih dan tandu tandu (orang terberat)
digunakan jangan terlalu 6 Simulasi divisi
pada tandu) kecil)
2 Mento 2 Camedik
ring dan mampu
praktik membongkar dan
3 Video memperbaiki
angkatan tandu
4 Tugas
pembuatan
tandu (2 di
awal, 4 sisanya
bertahap
mendekati
hari-H)

6. Evakuasi 1 Seminar dan Camedik mampu 80% camedik


1 Evaluasi komprehensif
praktik massal mengevakuasi mampu 2 Simulasi diivisi
(dengan tandu korban dengan mengevakuasi
dan tanpa tandu) benar, cepat, dan korban dengan
2 Video angkatan nyaman bagi benar, cepat,
korban dan nyaman

135
bagi korban
7. Tanda- 1 Mentoring dan Camedik dapat 80% camedik
1 Evaluasi komprehensif
tanda praktik mengaplikasikan dapat 2 Simulasi divisi
medik tanda-tanda mengaplikasikan
medik dengan tanda-tanda
tepat medik dengan
tepat
8. Latihan 1 Push up 1 Camedik memiliki Camedik 2 Evakuasi (evakuasi tanpa
fisik 2 Squat dengan fisik prima untuk mengalami tandu dan dengan tandu)
beban di tangan bekerja sebagai peningkatan 3 Interval test (lari)
3 Senam terbang medik kekuatan fisik 4 Simulasi divisi
4 Lari
5 Olahraga
angkatan
6 Cek spek

B Materi Lapangan
Tujuan:
Medik mampu menganalisis dan mengaplikasikan kompetensi dan kemampuan untuk menjaga
keberlangsungan acara dari segala bentuk gangguan dari dalam (internal) diri kepanitiaan
Medik mampu mengaplikasikan kemampuan koordinasi[H1] yang baik antar medik dan divisi
lapangan lainnya di lapangan
Medik mampu mengaplikasikan kemampuan komunikasi yang baik dengan divisi non lapangan dan
instansi terkait lainnya di hari-H INTEGRASI 2016
Mampu mempertimbangkan dan memutuskan segala hal yang menyangkut teknis lapangan
kemedikan

136
NO. RINCIAN MATERI METODE PARAMETER INDIKATOR METODE
PENYAMPAIAN EVALUASI

1. Hierarki lapangan
Mentoring Camedik dapat 100% camedik
Simulasi divisi
dan jalur komando mengaplikasikan dapat Evaluasi
jalur komando mengaplikasikan komprehensif
jalur komando (tulis/lisan)

2. Olah ruang Seminar Camedik mampu 100% camedik


Simulasi divisi
Peta ITB menganalisis mampu Evaluasi
angkatan secara spasial di mempertimbangka komprehensif
Observasi ITB yang dapat n dan memilih (tulis/ lisan)
digunakan untuk lokasi-lokasi yang Pengecekan
keperluan layak untuk kebenaran dan
kemedikan kebutuhan medik kelengkapan
tugas peta
angkatan

3. Lobbying Mentoring Camedik mampu Camedik mampu Evaluasi


Games (misal: mengaplikasikan menjelaskan komprehensif
simulasi kemampuan alasan-alasan (lisan)
berpasangan) lobbying rasional
saat Simulasi divisi
lobbying

4. Teknis lapangan Mentoring Camedik 80% camedik


Evaluasi
memahami fungsi mampu komprehensif
teklap menjelaskan fungsi (tulis)
teklap

137
[H1]Koordinasi adalah suatu proses untuk mencapai kesatuan tindakan di antara kegiatan yang saling
bergantungan
C Materi dasar divisi keamanan dan mentor
Tujuan:
D Materi penyadaran peran dan fungsi medik
Tujuan:
Paham peran dan fungsi divisi medik dalam INTEGRASI ITB 2016
Mengetahui ranah kerja setiap divisi lapangan (termasuk peran dan fungsi medik)

NO. RINCIAN MATERI METODE PARAMETER INDIKATOR METODE


PENYAMPAIAN EVALUASI

1. Penyadaran peran Inter Came 80% Simulasi divisi


medik dalam aksi komunal dik mengetahui camedik Ketersampaian
INTEGRASI ITB Siste informasi mengetahui informasi ke
2016 (impresi m jarkom ke seputar informasi seluruh camedik
peduli dan empati) camedik camedik yang seputar (absen angkatan,
tertentu saja tidak hadir camedik yang materi, dan
Final diklat, materi tidak hadir jarkom diklat)
project diklat, dan diklat Interaksi komunal
Semi informasi 100% Cek spek
nar/mentoring mengenai diklat camedik
/interaksi (jarkom dari mengetahui
komunal/foru pendiklat) materi diklat
m Final (untuk camedik
Identi project (sebuah yang tidak hadir

138
tas angkatan kegiatan) yang pada diklat
berasaskan sebelumnya)
peduli dan 100%
empati camedik
terlaksana mengetahui
Came informasi
dik mengenai diklat
mengaplikasika (jarkom dari
n bentuk pendiklat)
support secara (indikat
mental kepada or final project
peserta dan akan ditentukan
panitia nanti)
INTEGRASI 80%
Came camedik
dik mampu mengaplikasika
menjelaskan n bentuk
kondisi support secara
angkatan mental kepada
Came peserta dan
dik panitia
menggunakan INTEGRASI
identitas Adanya
angkatan yang persamaan
unik persepsi
mengenai
kondisi
angkatan

E Materi komunikasi dan koordinasi

139
Tujuan:
Medik mampu mengaplikasikan kemampuan koordinasi yang baik antar medik dan divisi lapangan lainnya
di lapangan
Medik mampu mengaplikasikan kemampuan komunikasi yang baik dengan divisi non lapangan dan
instansi terkait lainnya di hari-H INTEGRASI 2016

NO. RINCIAN MATERI METODE PARAMETER INDIKATOR METODE


PENYAMPAIAN EVALUASI

1. Komunikasi, Waw Came 80% Cek


ancara dik mampu camedik kenal
masyarakat mengaplikasik mengumpulkan Penge
sekitar an hasil cekan buku
Buku kemampuan wawancara angkatan,
wawancara komunikasi ke dengan buku
antar divisi masyarakat masyarakat wawancara
lapangan sekitar sekitar sesuai antar divisi
Mem Came lapangan, dan
dengan kriteria
buat buku
dik mampu 80% hasil
angkatan
mengaplikasik camedik wawancara
Pemil
an mengumpulkan masyarakat
ihan PJ
angkatan kemampuan tugas buku sekitar,
komunikasi wawancara terpilihnya PJ
dengan antar divisi angkatan
sesama divisi lapangan
medik dan sesuai dengan
divisi lapangan kriteria
lainnya 80%
camedik

140
membuat dan
mengumpulkan
tugas buku
angkatan
sesuai dengan
kriteria
Terpilih
nya PJ
angkatan

2. Koordinasi PBB Came Camed Interaksi komunal


Cek dik mampu ik mampu Pengumpulan
spek berkoordinasi membuat tugas-tugas
Olahr dengan barisan sesuai (olahraga
aga angkatan sesama kriteria angkatan, video
Video camedik dan Jumlah angkatan,
angkatan divisi lapangan camedik yang bendera
Final lainnya salah spek angkatan, logo
project berkurang angkatan, yel-yel
Bend
seiring angkatan, tugas-
era angkatan
berjalannya tugas angtakat,
Logo
diklat dan foto angkatan
angkatan
Terlaks Rekapitulasi
Nam
a angkatan ananya penjelasan tugas
Mala olahraga tiap camedik di
m camedik angkatan final project
Yel- minimal
satu Absensi malam
yel angkatan kali camedik
Simul Terung
asi gabungan gahnya semua
Diklat video angkatan

141
gabungan ke channel
Tugas youtube
angkatan angkatan
(papan dengan
camedik ?) minimal satu
Foto video angkatan
Angkatan tersebut
mencakup
seluruh
angkatan
camedik
100%
angkatan
camedik
berpartisipasi
aktif dalam
final project
yang berupa
kegiatan
Camed
ik
mengumpulkan
bendera logo
angkatan
Camed
ik memiliki
nama angkatan
80%
Camedik
menghadiri
acara malam

142
camedik
100%
Camedik dapat
mempraktikan
yel-yel
angkatan
dengan
kompak dan
semangat
100%
camedik
pernah
mengikuti
diklat
gabungan atau
simulasi
gabungan
80%
camedik
mengikuti foto
angkatan
(membentuk
logo angkatan)

143
Sekolah Perangkat Medik INTEGRASI ITB 2016

VISI
Membentuk pendidikan untuk memenuhi profil divisi medik INTEGRASI ITB
2016 yang menjadi teladan dan berasaskan empati

MISI
1. Memberikan pelatihan untuk mengaplikasikan kompetensi dan
kemampuan untuk menjaga keberlangsungan acara dari segala bentuk
gangguan dari dalam (internal) diri kepanitiaan
2. Memberikan pelatihan untuk kemampuan manajemen
pasukan
3. Memberikan pelatihan untuk berkoordinasi dengan baik
dengan pasukan medik dan divisi lain
4. Memberikan pengetahuan tentang informasi terkait peserta,
panitia lapangan dan lapangan sebagai pertimbangan teknis di hari-
H
5. Memberikan pemahaman tentang divisi medik dalam
INTEGRASI ITB 2016
6. Menanamkan nilai keteladanan sebagai divisi medik.

Misi 2:
Memberikan pelatihan untuk kemampuan manajemen pasukan
Management
Manajemen sebagai proses perencanaan, perngorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran
secara efektif (tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan), dan efisien
(tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan
jadwal).
Semangat korps
Tanggung jawab
Disiplin
2 Perangkat medik mampu mengaplikasikan kemampuan
manajemen pasukan

Koordinasi adalah suatu proses untuk mencapai kesatuan tindakan di antara


kegiatan yang saling bergantungan
Kompak
Kolaboratif

144
Komunikatif
Misi 3:
Memberikan pelatihan untuk berkoordinasi dengan baik dengan pasukan
medik dan divisi lain
3 Medik mampu mengaplikasikan kemampuan koordinasi yang
baik antar medik dan divisi lapangan lainnya di lapangan
4 Medik mampu mengaplikasikan kemampuan komunikasi yang
baik dengan divisi non lapangan dan instansi terkait lainnya di hari-H
INTEGRASI 2016
N MATERI PARAMETER INDIKATOR MET
O
1 Empati Dapat memberi solusi atas 1. Calon perangkat 1. A
permasalahan yang terdapat di mampu 2. Fo
angkatan camedik menyebutkan 3. E
permasalahan 4. O
angkatan camedik ang
5. W
ang
2. Calon perangkat
mampu 1. A
memberikan 2. Fo
tanggapan 3. E
terhadap 4. O
permasalahan ang
angkatan camedik 5. W
ang
3. Calon perangkat
mampu 1. A
memberikan solusi 2. Fo
terhadap 3. E
permasalahan 4. O
angkatan camedik ang
5. W
4. Calon perangkat ang
mampu
mengevaluasi 1. A
solusi yang telah 2. Fo
dilakukan terhadap 3. E
permasalahan 4. O
angkatan camedik ang
5. W
ang

145
Menyadari masalah yang terdapat 1. Calon perangkat 1. O
pada lingkungan sekitar (ruang lingkup mampu
kota bandung dan daerah sendiri) menganalisis
permasalahan
yang ada di kota
bandung. 1. P
2. Calon perangkat 2. V
mampu
memberikan
ide/solusi dengan
pertimbangan
data/bukti yang
valid.
2 Lobbying Dapat menentukan opsi terbaik untuk 1. Calon perangkat 1. s
menyelesaikan suatu masalah (win- memiliki etika 2. La
win solution) berbicara lapa

2. Calon perangkat 1. s
mampu 2. La
menjelaskan lapa
kebutuhan diantara
kedua belah pihak

3. Calon perangkat 1. s
mampu 2. L
memberikan solusi lapa
terbaik (win-win
solution) yang
tidak merugikan
kedua belah pihak

3 Olah rasa Mampu menjaga impresi dan 1. Calon perangkat 1. D


mengendalikan emosi mampu 2. Te
mengekspresikan pen
diri dengan tepat eksp
sesuai kondisi.

2. Calon perangkat 1. D
memiliki gestur 2. S
dengan tepat
sesuai kondisi.
1. D
3. Calon perangkat 2. S

146
mengondisikan diri
pada situasi
tertentu.
4 Olah Suara Mampu memberikan kejelasan 1. Calon perangkat 1. o
informasi dengan baik memiliki
pengucapan vokal
yang cukup jelas
1. o
2. Calon perangkat
mampu
menyampaikan
topik yang jelas 1. o
dan tepat

3. Calon perangkat
mampu
memberikan
intonasi yang tepat
dalam
menyampaikan
informasi

5 Teklap dan Mampu memanajemen suatu acara 1. Calon perangkat 1. E


Briefing dengan baik mampu 2. si
mengalokasikan 3. P
waktu untuk suatu
kegiatan dengan
baik 1. E
2. si
2. Calon perangkat 3. P
mampu
menempatkan
pasukan dengan
baik sesuai
kebutuhan

Mampu menginformasikan teknis- 1. Calon perangkat 1. P


teknis lapangan dengan baik memiliki etika 2. S
dalam memberika
arahan
(pengenalan,
rincian kegiatan,
doa, pesan moral)
1. P
2. Calon perangkat 2. S
mampu

147
memberikan
informasi secara 1. P
jelas 2. S

3. Calon perangkat
mampu
memberikan
informasi secara
terstruktur dan
tepat
6 Olah Ruang Mampu menganalisis kondisi ruang di 1. Calon perangkat 1. D
lingkup kampus agar dapat digunakan mampu 2. Pe
sebagai pemenuhan kebutuhan medik menyebutkan 3. o
seluruh tempat lapa
yang ada di ITB 4. Te

2. Calon perangkat
mampu 1. D
menentukan 2. Pe
potensi-potensi 3. o
ruang & jalan yang lapa
tepat sesuai 4. Te
kebutuhan medic

7 Olah Pikir Mampu menyelesaikan masalah 1. Calon perangkat 2. E


secara sistematis tahu sumber 3. O
masalah yang 4. W
dihadapi ang

2. Calon perangkat 1. E
memiliki rencana 2. P
yang strategis
untuk
menyelesaikan
suatu masalah

Memiliki kesadaran sebagai perangkat 1. Calon perangkat 1. A


mampu 2. E
mengetahui 3. M
potensi yang 4. w
dimiliki sebagai pran
medik yang
memiliki tanggung
jawab lebih 1. A

148
2. E
2. Calon perangkat 3. M
mampu 4. w
menempatkan diri pran
sesuai dengan
kondisi. 1. A
2. E
3. M
4. w
3. Calon perangkat pran
tahu akan peran
sebagai pemimpin
di suatu pasukan.

Mampu memanajemen waktu 1. Calon perangkat 1. S


berdasarkan kebutuhan yang mampu melakukan 2. S
diperlukan tugasnya dengan
baik sesuai waktu
yang dib

149
150
INTEGRASI ITB 2016

Divisi Mentor

Koordinator Divisi Mentor: Muhammad Amin Zaim, TK14


Arahan Ketua : Mempersiapkan panitia yang bertugas untuk memastikan
keberterimaan, ketersampaian, dan keterhubungan antarmateri.

Tanggung Jawab dan Fungsi :

1 Membuat mekanisme untuk mempersiapkan panitia lapangan.


Mekanisme yang dimaksud termasuk profil, materi persiapan,
metode pelaksanaan, dan mekanisme diklat divisi lapangan.

2 Membuat mekanisme untuk mengawasi keberjalanan panitia


lapangan. Mekanisme pengawasan yang dimaksud adalah
persiapan panitia pengawasan dan bentuk pengawasan sesuai
mekanisme dari bidang mamet.

3 Menjadi teladan bagi mahasiswa baru ITB 2016.

Wewenang dan Tugas :

a Menyusun profil dan kriteria panitia lapangan

b Membuat perumusan materi pendidikan dan latihan divisi lapangan

c Membuat perumusan metode pendidikan dan latihan divisi


lapangan

d Mengajukan RAB divisi

e Membuat system penilaian dan melakukan penilaian untuk diklat


divisi.

f Menyediakan SDM untuk pendidikan dan latihan panitia pelaksana

g Melakukan pengawasan keberjalanan kepanitiaan lapangan ketika


pelaksanaan INTEGRASI 2016

Sumber Daya Anggota :

151
Sekretaris Jenderal : Lubbi S. R. TM14

Wakoordiv Bidang Materi dan Metode : Reynaldi Satrio N. TI14

Wakoordiv Bidang Acara/Event : Gland Wialldi MA14

Wakoordiv Bidang Lapangan : Agung Cahyo S. TG14

Wakoordiv Bidang Perangkat : Aditya Herlambang TA14

Kesekretariatan : Fairus Tsakila MA14

Zumrotun Nisa SI14

Kadiv MSDM : Adiba Husna F. GL14

Kadiv Medkominfo : Ismar Ramadhan U. GL14

Kadiv Perizinan : Jati Putra Maharaja TK14

Kadiv Mamet Perangkat : Dominikus Kristianto TM14

Kadiv MP Perangkat : Afinitasia Rizki A. KI14

Koorlap Sekolah Perangkat : Irfan Rafi TM14

Kadiv Manajemen Acara : Devin Dwinanda Susilo SI14

Kadiv Operasional : Eka Dirga S. (BI14)

Danlap Sekolah Mentor :

Struktur :

152
Koordinator
Divisi
Muhammad
Amin Zaim
(TK'14)

Sekretaris
Jenderal
Lubbi S.
Rusydi
(TM'14)

Divisi
Kesekretariatan
Fairus Tsakila Divisi MSDM Divisi Perizinan
Medkominfo
(MA '14) Ismar
Adiba Husna Jati Putra M.
Ramadhan U.
Zumrotun F. (GL'14) (TK'14)
(GL'14)
Nisa (SI'14)
Wakoordiv Wakoordiv
Wakoordiv Wakoordiv
Bidang Bidang
Bidang Acara Bidang Mamet
PerangkatAditya Lapangan Reynaldi
Gland Wialldi Agung Cahyo
Herlambang Satrio N.
(MA'14) S. (TG'14)
(TA'14) (TI'14)

Tim Materi dan


Manajemen Koordinator Manajemen Divisi Danlap Tadis Danlap
Metode Danlap Medik
Personalia Lapangan Acara Operasional dan Keamanan Pendiklat
Perangkat
Dominikus
Afinitasia R.A Irfan Rafi Devin D.S. Eka Dirga S.
Kristianto
(KI'14) (TM'14) (SI'14) (BI'14)
(TM'14)

Arahan Kerja Divisi :

Kebutuhan sekolah langsung diturunkan dari arahan bidang materi dan


metode INTEGRASI ITB 2016 dengan tambahan kebutuhan eksekusi:

a Menyusun profil dan kriteria panitia lapangan, materi dan metode pendidikan
dan latihan divisi lapangan, membuat system penilaian dan melakukan
penilaian untuk diklat divisi.

b Mengajukan RAB divisi, menyediakan SDM untuk pendidikan dan latihan


panitia pelaksana

c Melakukan pengawasan keberjalanan kepanitiaan lapangan ketika


pelaksanaan INTEGRASI 2016

153
d Melakukan eksekusi pendidikan dan pelatihan divisi lapangan dari segi
rundown, teklap, medkominfo, pendidikan khusus untuk perangkat,
administratif dan operasional

Berikut adalah penjabaran struktur sesuai dengan kebutuhan:


Koordiv memastikan keberjalanan Sekolah Mentor 2016 baik dari segi
perencanaan, eksekusi, dan evaluasi. Bertanggung jawab terhadap
terbentuknya Mentor INTEGRASI 2016 yang sesuai dengan Tujuan Sekolah
Mentor 2016.
Wakoordiv Materi dan Metode menjawab kebutuhan (a) dengan
mengkoordinasikan:
Tim Riset dan Evaluasi yang menjawab kebutuhan analisis kondisi calon
mentor sebagai bahan pertimbangan pemilihan metode yang akan
digunakan. Selain itu tim ini menjawab kebutuhan eksekusi teknis
pembuatan rapor.
Tim Kurikulum yang menjawab kebutuhan pembuatan kurikulum yang
terdiri dari materi dan metode (termasuk teknis pembuatan rapor).
Sekretaris Jenderal menjawab kebutuhan b,c,d (administratif, medkominfo)
dengan mengkoordinasikan:
Sekretaris I yang menjawab kebutuhan pembuatan timeline kerja,
pemantauan progres kerja, pengarsipan notulensi, surat menyurat
(termasuk izin), dan hal-hal lain terkait keuangan
Sekretaris II yang menjawab kebutuhan notulensi rapat, evaluasi dan
notulensi keberjalanan diklat di lapangan
Tim MSDM yang menjawab kebutuhan penyediaan SDM dengan cara
mengurus perizinan serta absensi pendiklat (struktural dan non-struktural)
dan calon mentor. Selain itu MSDM menjawab kebutuhan pembentukan
kelompok calon mentor saat diklat divisi dan kelompok mentor saat hari-H.
Bonding pendiklat serta pensuasanaan internal Sekolah Mentor juga
merupakan tugas MSDM.
Tim Medkominfo yang menjawab kebutuhan terkait media, komunikasi dan
informasi. Tugasnya adalah dokumentasi kegiatan, jarkom ke calon mentor
dan pendiklat, pembuatan facebook atau media lain dengan desain
terkait, menghubungi alumni sekolah mentor (misal ada metode malam
swasta).
Wakoordiv Acara menjawab kebutuhan d (rundown, operasional dan
administratif) dengan mengkoordinasikan:
Tim Manajemen Acara yang menjawab kebutuhan rundown, konsep acara
(termasuk branding, misalnya menamakan sekolah mentor sebagai kapal
dan koorlap sebagai laksamana) dan latihan perform (apabila ada) serta
acara-acara internal pendiklat.
Tim Operasional yang menjawab kebutuhan pengadaan perlengkapan dan
dekorasi yang diperlukan untuk eksekusi acara
Wakoordiv Lapangan menjawab kebutuhan d (teknis lapangan) dengan
membuat teknis lapangan bersama dengan para danlap kemudian
mengeksekusinya bersama:
Danlap Tadis dan Keamanan berperan untuk mengkoordinasikan pasukan
tadis dan keamanan. Koordinasi tersebut berupa flow tadis, spotting
pasukan keamanan, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan peran

154
tadis dan keamanan sebagai penegak tata tertib dan keamanan Sekolah
Mentor.
Danlap Medik berperan untuk mengkoordinasikan pasukan medik yang
bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan fisik peserta maupun
pendiklat Sekolah Mentor.
Danlap Pendiklat berperan untuk mengkoordinasikan pendiklat terkait
dengan keberjalanan acara Sekolah Mentor.
Catatan : 3 Danlap ini dapat berganti-ganti peran sesuai dengan arahan
dari Wakoordiv Lapangan. 3 Danlap ini juga bertugas sebagai Agitator
pada saat interaksi, dengan tetap memperhatikan porsi flow masing-
masing.
Wakoordiv Perangkat menjawab kebutuhan d (pendidikan tambahan untuk
perangkat) dengan teknis lapangan saat pendidikan perangkat. Selain itu
wakoordiv perangkat bertugas untuk bekerja sama dengan wakoordiv lain
terutama mamet (materi dan metode tambahan untuk sekolah perangkat)
serta stakeholder luar sekolah mentor seperti koordiv keamanan, koordiv
medik, danlap dan korlap INTEGRASI. Kerja sama ini dimaksudkan untuk
melahirkan perangkat yang cakap dan sinergis baik dengan mentor maupun
divisi lain. Wakoordiv Perangkat memiliki tangan yaitu:
Koorlap Sekolah Perangkat yang memiliki wewenang untuk menyusun
teknis pelaksanaan Sekolah Perangkat
Kadiv Materi dan Metode yang memiliki wewenang untuk merumuskan
kurikulum Sekolah Perangkat.
Personalia yang memiliki wewenang untuk mengatur SDM serta hal-hal
yang bersifat administratif di Sekolah Perangkat.
Tim di luar struktur
Mentor sebagai pemberi materi sesuai format tim kurikulum, menyetor
absen dan mengabsen sesuai format dari MSDM, menilai tugas format tim
kurikulum dan menyetor hasilnya ke tim riset dan evaluasi. Sewaktu-
waktu, tim ini dapat digunakan sebagai perpanjangan tangan tim riset dan
evaluasi untuk menganalisis kondisi calon mentor di kelompoknya. Mentor
mengikuti perintah danlap I atau danlap II atau koordiv lapangan serta
arahan materi dari koordiv mamet.
Tata disiplin sebagai pasukan yang menjadi bawahan langsung pimpinan
interaksi komunal (danlap I atau danlap II atau koordiv lapangan atau
koordiv perangkat). Hak dan kewajiban tergantung perintah pimpinannya,
sebagai contoh menjadi barikade U, menghitung waktu baris-berbaris dan
menertibkan kedisiplinan.
Medik sebagai pasukan yang memastikan keselamatan pendiklat dan
calon mentor dari bahaya penyakit, cedera, cacat dan kematian. Medik
menjadi bawahan langsung dari danlap III.
Panitia pengawas sebagai perjawab kebutuhan (c). Panwas berfungsi
sebagai perwakilan dari sekolah mentor untuk memantau lulusannya pada
hari-H INTEGRASI.

Deskripsi Kerja:
8 Menyusun Profil dan Kriteria Mentor

155
Penanggungjawab Wakoordiv Bidang Mamet

Tujuan Meyusun profil dan kriteria mentor yang diharapkan

Deskripsi kegiatan Mengkaji dan menetukan profil dan kriteria mentor

sesuai arahan materi dan metode INTEGRASI 2016

Parameter Terbentuknya draft mamet sekolah mentor 2016

keberhasilan

Keterangan

9 Perumusan Materi Pendidikan dan Latihan Divisi Mentor

Penanggungjawab Wakoordiv Bidang Mamet

Tujuan Merumuskan materi pendidikan dan latihan divisi

mentor

Deskripsi kegiatan Mengkaji dan menentukan materi sekolah mentor

Parameter Terbentuknya draft mamet sekolah mentor 2016

keberhasilan

Keterangan

10 Perumusan Metode Pendidikan dan Latihan Divisi Mentor

Penanggungjawab Wakoordiv Bidang Mamet dan Wakoordiv Bidang Acara

Tujuan Merumuskan metode pendidikan dan latihan divisi

mentor

Deskripsi kegiatan Mengkaji dan menentukan metode yang tepat pada

sekolah mentor

Parameter Terbentuknya draft mamet 2016

156
keberhasilan

Keterangan

11 Mengajukan RAB Divisi Mentor

Penanggungjawab Kesekretariatan

Tujuan Memenuhi kebutuhan dana sekolah mentor 2016

Deskripsi kegiatan Mengajukan RAB divisi mentor dengan dasar

kebutuhan dari kebutuhan sekolah mentor

Parameter Terbentuknya RAB divisi mentor

keberhasilan

Keterangan

12 Membuat Sistem Penilaian dan Melaksanakan Penilaian dalam Diklat Divisi

Mentor

Penanggungjawab Wakoordiv Bidang Mamet

Tujuan Menentukan parameter keberhasilan diklat divisi

mentor.

Deskripsi kegiatan 1 Merumuskan dan menentukan system penilaian sekolah

mentor 2016

2 Melaksanakan penilaian selama diklat divisi mentor

Parameter 1 Terbentuknya draft mamet sekolah mentor 2016

keberhasilan
2 505 orang memenuhi kriteria sekolah mentor dengan

penilaian tertentu

157
Keterangan

3 Menyediakan SDM untuk Pendidikan dan Pelatihan Panitia Lapangan

Penanggungjawab Kadiv MSDM

Tujuan Menjamin ketersediaan SDM pendiklat dan peserta

diklat mentor 2016

Deskripsi kegiatan 1 Melaksanakan oprec pendiklat

2 Memastikan ketersediaan pendiklat

3 Menyaring dan fiksasi calon peserta diklat

4 Melakukan absensi peserta diklat pada saat diklat

Parameter 1 form oprec pendiklat

keberhasilan
2 absensi pendiklat

3 List peserta diklat divisi mentor

4 Absensi peserta diklat divisi mentor

Keterangan

4 Melaksanakan Pengawasan terhadap Panitia Lapangan saat Pelaksanaan

INTEGRASI 2016

Penanggungjawab Koordinator Divisi

Tujuan Melakukan pengawasan untuk penjaminan pada hari

H pelaksanaan integrasi

158
Deskripsi kegiatan Melakukan Pengawasan terhadap mentor INTEGRASI

2016

Parameter Adanya laporan evaluasi dari panwas

keberhasilan

Keterangan

159
PENDAHULUAN
Alur Pikir

160
Penjelasan Alur Pikir
Tujuan Adanya Alur Berpikir
Having no plan is the worst plan, perencanaan yang baik tentunya
memerlukan suatu sistematika yang runut dan jelas. Ketidak jelasan sistematika
perencanaan dapat menimbulkan kerancuan dalam berpikir serta pembiasan-
pembiasan dalam perumusan elemen-elemen Sekolah Mentor. Sistematika
tersebut pada kesempatan ini diterjemahkan dalam bentuk alur berpikir.

Mulai
Merupakan penanda bahwa Perumusan Sekolah Mentor telah dimulai.

Perumusan Tujuan Sekolah Mentor


Perumusan Tujuan Sekolah Mentor merupakan langkah awal dalam membentuk
Sekolah Mentor. Tujuan Sekolah Mentor akan menjadi nafas dalam pelaksanaan
Sekolah Mentor esok.
Tujuan Sekolah Mentor ini merupakan buah penjabaran dari Nasihat Lascaya
Andamarsa, Nasihat Massa Kampus, Arahan Bidang Materi dan Metode
INTEGRASI ITB 2016, Visi Misi INTEGRASI ITB 2016 dan Mimpi-mimpi kami
pribadi.

Perumusan Profil dan Nilai Mentor INTEGRASI ITB 2016


Profil Mentor merupakan hasil penurrunan dari Tujuan Sekolah Mentor. Sekolah
Mentor sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan terukur tentunya akan
menghasilkan lulusan yang spesifik. Profil ini yang kemudian akan menjadi
pengarah materi yang akan disampaikan dalam Sekolah Mentor 2016. Sebagai
pendukung tercapainya tujuan, dirumuskan pula nilai yang akan ditanamkan
kepada mentor INTEGRASI.

Materi Sekolah Mentor INTEGRASI 2016


Ibarat seorang bayi, materi merupakan komposisi makanan yang akan diberikan
kepada si bayi agar si bayi dapat tumbuh dan berekembang menjadi pribadi
yang sesuai keinginan (sesuai profil mentor). Cara penyampaian materi tersebut
kemudian akan dirumuskan melalui metode.

Metode Sekolah Mentor INTEGRASI ITB 2016


Metode merupakan kumpulan teknik penyampaian materi agar materi-materi
tersebut adapat diterima dengan baik oleh peserta Sekolah Mentor. Metode ini
merupakan buah penurunan dari Materi Sekolah Mentor INTEGRASI 2016 dengan
memperhatikan Kondisi Calon Mentor 2016, serta dengan referensi Dokumen
Sekolah Mentor sebelumnya.

Perumusan Strategi Implementasi Sekolah Mentor INTEGRASI 2016


Setelah metode-metode diputuskan, selanjutnya kita perlu menyusun
kelengkapan-kelengkapan untuk melaksanakan Sekolah Mentor tersebut.
Kelengkapan-kelengkapan tersebut meliputi konsolidasi susunan panitia,
rundown acara, dan teknis lapangan. Penysusunan implementasi strategi ini
tetap memperhatikan Dokumen Sekolah Mentor sebelumnya.

Evaluasi Keberjalanan Sekolah Mentor


Evaluasi akan dilaksanakan pada rentang waktu tertentu sesempit-sempitnya.
Dari evaluasi tersebut, akan diperoleh penilaian apakah Sekolah Mentor sudah

161
berjalan maksimal apa belum. Apabila masih bisa dimaksimalkan melalui metode
lain, maka akan dipilih metode lain yang lebih sesuai, yang secara otomatis
rundown dan teklap akan menyesuaikannya.
Evaluasi serta pelaksanaan ini akan terus di-looping hingga Sekolah Mentor usai.

TUJUAN SEKOLAH MENTOR 2016


Nasihat Lascaya Andamarsa Sebagai Pendiklat
Beberapa pesan dari rekan-rekan Lamar sebagai berikut:
1. Mentor sebagai kakak yang dewasa dan berani menegur adiknya di kala salah
2. Treatment mentor perlu dibedakan (ada analkon).
3. Sekolah mentor merupakan sebuah investasi manfaat abstrak yang
memerlukan keikhlasan pendiklat

Arahan Bidang Materi dan Metode INTEGRASI ITB 2016


Berikut ini adalah arahan dari Bidang Materi dan Metode INTEGRASI ITB 2016
yang akan menjadi salah satu faktor yang menentukan bagaimana tujuan
Sekolah Mentor akan dibuat.

A. Arahan Umum :

1. Membuat mekanisme untuk mempersiapkan panitia lapangan.


Mekanisme yang dimaksud termasuk profil, materi persiapan,
metode pelaksanaan, dan mekanisme diklat divisi lapangan.

2. Membuat mekanisme untuk mengawasi keberjalanan panitia


lapangan. Mekanisme pengawasan yang dimaksud adalah
persiapan panitia pengawasan dan bentuk pengawasan sesuai
mekanisme dari bidang mamet.

3. Menjadi teladan bagi mahasiswa baru ITB 2016.

B. Arahan Khusus :

1. Mempersiapkan panitia yang bertugas untuk memastikan


keberterimaan, ketersampaian, dan keterhubungan antarmateri.

C. Tugas :

1. Menyusun profil dan kriteria panitia lapangan

2. Membuat perumusan materi pendidikan dan latihan divisi lapangan

3. Membuat perumusan metode pendidikan dan latihan divisi


lapangan

4. Mengajukan RAB divisi

162
5. Membuat system penilaian dan melakukan penilaian untuk diklat
divisi.

6. Menyediakan SDM untuk pendidikan dan latihan panitia pelaksana

7. Melakukan pengawasan keberjalanan kepanitiaan lapangan ketika


pelaksanaan INTEGRASI 2016

Nasihat Massa Kampus


1. Sekolah mentor harus ikut serta dalam mempersiapkan kader ITB
2. Semangat berkarya anak ITB harus ditingkatkan

Mimpi Kepala Sekolah Mentor 2016


1 Sekmen memberikan bekal kepada lulusannya atau menjadi starter dalam
mengarungi kehidupan kemahasiswaan.
2 Mentor lulusan sekmen mengerti akan pentingnya pencarian ilmu
3 Mentor akan menularkan semangat berempati
4 Menanamkan rasa semangat kedisiplinan yang mendalam untuk para
mentor
5 Menumbuhkan sikap dewasa dan berpikir secara visioner di dalam diri
setiap mentor
6 Mentor senantiasa berkembang dengan sifat agile (cepat untuk
berkembang)
7 Mentor memiliki sikap santun
8 Semangat ceria akan saya ganti dengan semangat kekeluargaan (sesuai
tangga kepemimpinan Rhenald Kasali).
9 Sekmen sebagai ajang saling kenal mengenal dan memantik semangat
berkolaborasi 1 KM ITB.
10 Semangat berkarya mahasiswa ITB perlu dimunculkan sedini mungkin
melalui sekmen

Visi dan Misi INTEGRASI 2016


Visi INTEGRASI 2016
KAT ITB 2016 yang melahirkan perintis pergerakan berasaskan empati.

Misi INTEGRASI 2016


1. Menumbuhkan empati panitia pelaksana dan peserta KAT ITB 2016
terhadap masyarakat.
2. Menyadarkan peserta KAT ITB 2016 akan perannya sebagai perintis
pergerakan.
3. Memperkenalkan potensi kolaborasi lembaga KM ITB dalam
mengusahakan solusi dari permasalahan bangsa.
4. Menjadi sarana pendidikan panitia pelaksana sebagai role model bagi
mahasiswa baru.

Pesan Komandan Lapangan Mentor


1. Empati itu tidak bisa ditanamkan dalam waktu sesingkat sekolah mentor.
Namun perlu disadarkan keberadaan empati.

163
2. Empati itu rumit namun sederhana. Mulailah dengan praktek-praktek
sederhana. Hati-hati dalam berperilaku.
3. Perubahan alur INTEGRASI bisa dijadikan starting perubahan yang
masif. Oleh karena itu pastikan pendiklat memahami mengenai hal
ini.

Rumusan Tujuan Sekolah Mentor 2016


Berikut Tujuan Sekolah Mentor ITB 2016:
1 Menunjang keberjalanan INTEGRASI terutama dalam ranah
keberterimaan, ketersampaian, keterhubungan antar materi dan
lapangan.
2 Memberikan bekal kepada mentor dan pendiklat untuk
mengembangkan diri dan membangun semangat persatuan mulai
dari kegiatan kemahasiswaan di KM ITB.
3 Memupuk semangat bermanfaat dan berkarya seluruh elemen
sekolah mentor sebagai mozaik-mozaik KM ITB.
Penjabaran pembentukan tujuan sekolah mentor:

Tujuan Poin yang dipertimbangkan


1 L1, AK, AU1, Z4
2 L3, AU3, N1, Z1, Z2, Z5, Z6, Z7, V, M2, M4
3 N1, N2, Z1, Z8, Z9, Z10, V, M2, M3
Catatan:

Visi INTEGRASI = V
Misi INTEGRASI = M (M1 dijadikan nilai mentor)
Mimpi Kepala Sekolah = Z (Z3, Z4, Z5, Z6, Z8 dijadikan nilai mentor)
Nasihat Massa Kampus = N
Nasihat Lascaya Andamarsa = L (L2 dijadikan komponen dalam alur pikir
yaitu analkon)
Arahan Umum Mamet INTEGRASI = AU (AU2 diakomodasi oleh panitia
pengawas)
Arahan Khusus Divisi Mentor dari Mamet INTEGRASI = AK
Tugas dari Mamet INTEGRASI langsung dijabarkan menjadi kebutuhan
sekolah mentor
Pesan Danlap Mentor INTEGRASI = A (A1 dijadikan bingkai metode, A2 dan
A3 menjadi materi TFT)

PROFIL DAN NILAI MENTOR INTEGRASI ITB 2016


Profil Mentor
Berikut ini adalah Profil Mentor yang ingin dibentuk oleh Sekolah Mentor
INTEGRASI 2016:
1. Profil Penjawab Tujuan 1 : Mentor INTEGRASI yang baik
a) Memahami esensi seorang mentor.
i. Tujuan Pembelajaran: Memahami (C-2) Esensi seorang mentor
(materi 1)
b) Memahami seluruh materi yang akan disampaikan kepada
mahasiswa baru saat INTEGRASI.

164
i. Tujuan Pembelajaran: Memahami (C-2) Materi mentoring
INTEGRASI (materi 2)
c) Mampu menyampaikan materi kepada mahasiswa baru baik dengan
metode satu arah maupun dua arah
i. Tujuan Pembelajaran: Menerapkan (C-3) Pengetahuan terkait
teknik penyampaian materi (materi 3)
ii. Tujuan Pembelajaran: Adaptasi (P-6) Memodifikasi pola
penyampaian materi sesuai yang dibutuhkan (materi 4)
d) Mampu mengevaluasi keberterimaan materi mahasiswa baru
sesuai arahan mamet pusat
i. Tujuan Pembelajaran: Mengevaluasi (C-5) Sesuai materi dalam
TOR dan arahan mamet (materi 5)
e) Mampu menjalin hubungan kekeluargaan yang tegas namun
hangat dengan mahasiswa baru layaknya seorang kakak
i. Tujuan Pembelajaran: Karakterisasi (A-5) Mengendalikan
tingkah laku layaknya etika seorang kakak (materi 3d,3e,3f, dan
6)
f) Menjadi teladan bagi mahasiswa baru baik dalam konteks wawasan
kampus dan Kota Bandung maupun tingkah laku
i. Tujuan Pembelajaran: Mengingat (C-1) Untuk wawasan diluar
TOR yang dibagi ke maba (materi 7)
ii. Tujuan Pembelajaran: Karakterisasi (A-5) Untuk tingkah laku,
spesifiknya etika mentor (materi 8)
g) Memahami dan mampu melaksanakan peran panitia lapangan
yang dibutuhkan dalam pelaksanaan INTEGRASI
i. Tujuan Pembelajaran: Mengevaluasi (C-5) Untuk penerapan
sampai mengevaluasi pengetahuan dasar lapangan
ii. Tujuan Pembelajaran: Memahami (C-2) Untuk memahami
esensi divisi lain
iii. Tujuan Pembelajaran: Organisasi (A-4) Untuk harmonisasi
perbedaan nilai antar divisi
iv. Tujuan Pembelajaran: Reaksi yang diarahkan (P-3) Untuk
keperluan komando
v. Tujuan Pembelajaran: Reaksi Natural / Mekanisme (P-4) Untuk
tugas rutin seperti cekspek, baris-berbaris, ambil panji, dll
vi. Tujuan Pembelajaran: Kesiapan (P-2) Untuk kesiapan fisik,
mental dan emosi

2. Profil Penjawab Tujuan 2 : Pribadi yang siap mengembangkan diri


a) Memahami bahwa kegiatan kemahasiswaan adalah wahana
pengembangan diri
i. Tujuan Pembelajaran: Memahami (C-2) Urgensi
berkemahasiswaan untuk mengembangkan diri
b) Memahami pentingnya terus berkembang terutama saat menjadi
mahasiswa
i. Tujuan Pembelajaran: Memahami (C-2) Urgensi
mengembangkan diri
c) Memahami pentingnya berkolaborasi
i. Tujuan Pembelajaran: Memahami (C-2) Urgensi selaras dalam
bergerak sejak dalam sekolah mentor
d) Mampu mengembangkan diri dengan metode membaca, menulis
dan berdiskusi

165
i. Tujuan Pembelajaran: Menerapkan (C-3) Teori pola pikir
terbuka dan rasional
ii. Tujuan Pembelajaran: Menerapkan (C-3) Teori membaca yang
baik
iii. Tujuan Pembelajaran: Menerapkan (C-3) Teori menulis yang
baik
iv. Tujuan Pembelajaran: Menerapkan (C-3) Teori berdiskusi yang
baik
v. Tujuan Pembelajaran: Adaptasi (P-6) Beradaptasi dengan
situasi diskusi
e) Mengenal rekan-rekan calon mentor serta pendiklat dari
beragam jurusan
i. Tujuan Pembelajaran: Penerimaan (A-1) Mengingat nama
panggilan dan wajah teman fake batalyon
ii. Tujuan Pembelajaran: Responsif (A-2) Berpartisipasi aktif
dalam interaksi batalyon
3. Profil Penjawab Tujuan 3 : Pribadi yang selalu ingin bermanfaat
a) Memahami pentingnya bermanfaat untuk lingkungan sekitar mulai
dari KM ITB
b) Memahami pentingnya berkarya
Tujuan Pembelajaran: Memahami (C-2) Urgensi bermanfaat
dan berkarya

Nilai Mentor
Tujuan Pembelajaran: Nilai (A-3) Kemampuan menunjukkan nilai yang dianut
untuk membedakan mana yang baik dan kurang baik terhadap suatu
kejadian/obyek, dan nilai tersebut diekspresikan dalam perilaku. (Menunjukkan
dalam bersikap)
1. Kedisplinan
2. Semangat Berbagi
3. Empati
4. Rendah Hati
5. Keproaktifan
6. Kekeluargaan
7. Kedewasaan
Catatan:
Parameterisasi Tujuan Pembelajaran menggunakan taksonomi bloom
revisi. Diasumsikan pada saat metode, seluruh tujuan pembelajaran
tingkat tinggi dipenuhi terlebih dahulu tingkat bawahnya. Seluruh profil
mengacu kepada referensi tahun lalu, evaluasi tahun lalu, wawancara
dengan perangkat, wakoordiv mamet tahun lalu, personalia perangkat
serta referensi paper ilmiah yang tidak dicantumkan karena perlu
banyak penyesuaian konteks dengan mentor INTEGRASI

MATERI SEKOLAH MENTOR 2016


Materi Turunan Profil dan Nilai Mentor Secara Umum
Untuk mencapai tujuan pembelajaran sekolah mentor yang digariskan sesuai
profil mentor yang sudah ditentukan, perlu adanya materi-materi yang
disampaikan antara lain:

166
1. Memahami Esensi Seorang Mentor (C-2): GARDA TERDEPAN
KADERISASI
a. Mengapa ada mentor dengan peran sekarang dari segi sejarah dan
kondisi riil
b. Deskripsi peran umum mentor INTEGRASI
2. Memahami Materi mentoring INTEGRASI (C-2): (MATERI SUDAH DI
DIKPUS)
3. Menerapkan pengetahuan terkait teknik penyampaian materi (C-3)
a. Mengapa perlu menguasai metode untuk mencapai ketersampaian
materi dalam situasi yang dinamis
b. Teori teknik berkomunikasi
c. Teori manajemen forum
d. Teori analisis kepribadian
e. Teori Motivasi Khusus ini, tujuannya hanya memahami (C-2)
f. Teknik bonding dan how to win friends and influence people
4. Adaptasi pola penyampaian materi sesuai yang situasi (P-6) (MATERI
PARALEL BERUPA SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
5. Mengevaluasi keberterimaan materi mahasiswa baru sesuai TOR dan
arahan mamet (C-5)
a. Mengapa perlu mengevaluasi keberterimaan materi
b. Bagaimana cara mengevaluasi keberterimaan materi sesuai arahan
mamet
6. Karakterisasi (A-5) Mengendalikan tingkah laku layaknya etika seorang
kakak (MATERI PARALEL BERUPA SIMULASI DAN PENGAJARAN
REPETITIF)
7. Mengingat (C-1) wawasan diluar TOR mentoring yang dibagi ke maba saat
ditanya
a. Mengapa perlu menjadi teladan dengan memiliki wawasan
b. Tempat rawan kejahatan
c. Fakta unik di kampus
d. Isu kampus terkini (Termasuk HARMONI)
e. Tempat strategis di Bandung
f. Alat transporasi umum di Bandung
8. Karakterisasi (A-5) Mengendalikan tingkah laku sesuai etika mentor
(MATERI PARALEL BERUPA SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
9. Mengevaluasi (C-5) Untuk penerapan sampai mengevaluasi
pengetahuan dasar lapangan
a. Urgensi pengetahuan lapangan Memahami (C-2)
b. Urgensi fisik sehat dan kuat Memahami (C-2)
c. Cara menjaga fisik
d. Peraturan baris berbaris
e. Olah ruang
f. Formasi mentor
g. Jalur komando dan hierarki lapangan
h. Teknis lapangan
i. Etika lapangan
10.Memahami (C-2) esensi divisi lain
a. Mengapa ada 3 divisi panitia lapangan dari segi sejarah dan kondisi
riil
b. Bagaimana panlap sebagai satu kesatuan mendukung keberjalanan
INTEGRASI
c. Deskripsi peran umum divisi medik dan keamanan
d. SOP interaksi dengan medik dan keamanan

167
11.Organisasi (A-4) Untuk harmonisasi perbedaan nilai antar divisi
(MATERI PARALEL BERUPA SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
12.Reaksi yang diarahkan (P-3) Untuk keperluan komando (MATERI
PARALEL BERUPA SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
13.Reaksi Natural / Mekanisme (P-4) Untuk tugas rutin seperti cekspek,
baris-berbaris, ambil panji, dll (MATERI PARALEL BERUPA SIMULASI
DAN PENGAJARAN REPETITIF)
14.Kesiapan (P-2) Untuk kesiapan fisik, mental dan emosi (MATERI
PARALEL BERUPA SIMULASI, PENGAJARAN REPETITIF DAN SISTEM
LATIHAN FISIK)
15.Memahami (C-2) urgensi berkemahasiswaan untuk mengembangkan diri;
Memahami (C-2) urgensi mengembangkan diri
a. Urgensi mengembangkan diri selama jadi mahasiswa dengan
berkemahasiswaan
16.Memahami (C-2) urgensi selaras dalam bergerak
a. Pentingnya menjaga hubungan baik sejak dalam mentor
17.Menerapkan (C-3) teori pola pikir terbuka dan rasional
a. teori pola pikir terbuka dan rasional
18.Menerapkan (C-3) teori membaca yang baik
a. teori membaca (studi kasus: pengembangan diri dan perluasan
wawasan)
19.Menerapkan (C-3) teori menulis yang baik
a. teori menulis yang baik (Studi kasus: realita pendidikan bangsa)
20.Menerapkan (C-3) teori berdiskusi yang baik
a. teori berdiskusi yang baik
21.Adaptasi (P-6) Beradaptasi dengan situasi diskusi (MATERI PARALEL
BERUPA SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
22.Penerimaan (A-1) Mengingat nama panggilan dan wajah teman fake
batalyon (MATERI PARALEL BERUPA PENUGASAN, TES KENAL,
PENGAJARAN REPETITIF)
23.Responsif (A-2) Berpartisipasi aktif dalam interaksi batalyon (MATERI
PARALEL BERUPA PENGAJARAN REPETITIF DAN PENUGASAN
KEGIATAN INTERAKSI)
24.Memahami (C-2) Urgensi bermanfaat dan berkarya:
a. Urgensi memanfaatkan potensi untuk bermanfaat dan berkarya
b. Jenis-jenis karya yang bisa dilakukan mahasiswa
25.Menunjukkan nilai (A-3) Kedisplinan (MATERI PARALEL BERUPA
SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
26.Menunjukkan nilai (A-3) Kekeluargaan (MATERI PARALEL BERUPA
SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
27.Menunjukkan nilai (A-3) Kedewasaan (MATERI PARALEL BERUPA
SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
28.Menunjukkan nilai (A-3) Keproaktifan (MATERI PARALEL BERUPA
SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
29.Menunjukkan nilai (A-3) Empati (MATERI PARALEL BERUPA SIMULASI
DAN PENGAJARAN REPETITIF)
30.Menunjukkan nilai (A-3) Semangat Berbagi (MATERI PARALEL BERUPA
SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)
31.Menunjukkan nilai (A-3) Rendah Hati (MATERI PARALEL BERUPA
SIMULASI DAN PENGAJARAN REPETITIF)

Alur Materi Mentor Secara Umum


Flow materi umum sebagai berikut:

168
1. Esensi Seorang Mentor Materi 1 dan 16, Inisiasi materi paralel 6, 8, 13,
14
2. Teknik Penyampaian Materi 1 (Dasar) Materi 3d, 3e, 3f
3. Pengetahuan Lapangan 1 (Dasar) Materi 9a, 9b, 9c, 9d, 9g
4. Teknik Penyampaian Materi 2 (Lanjutan) Materi 3a, 3b, 3c, 17, 20.
Inisiasi materi paralel 4
5. Pengetahuan Lapangan 2 (Lanjutan) Materi 9g (review), 9f, 9h, 9i
6. Literasi Materi 18 dan 19
7. Wawasan Tambahan 1 (Dalam Kampus) Materi 7a, 7c, 7d
8. Wawasan Tambahan 2 (Luar Kampus) Materi 7b, 7e, 7f
9. Materi Dikpus Plus-Plus Materi 2, 15, 16, 24
10.Pengetahuan Lapangan 3 (Olah Ruang) Materi 9e
11.Latihan Evaluasi Maba Materi 5
12.Diklat Gabungan Review materi pengetahuan lapangan 1,2 dan 10,
Inisiasi Materi 11
13.Simulasi Hari-H Inisiasi Materi 12 dan 13, 24
Materi untuk sekitar liburan:
14.Esensi divisi lain Materi 10a, 10b, 10c, 10d
Catatan: Nilai diinisiasi sejak awal (Materi 25-31). Metode seperti
penugasan yel-yel, buku angkatan, wawancara pendiklat, dll.
Timeline Kasar:

Sekolah mentor secara garis besar akan dibawakan dalam beberapa fasa,
dengan urutan sebagai berikut :
1 Fasa pengimpresian sekolah mentor kepada para camen. Fasa ini
digunakan untuk membentuk gambaran sekolah mentor di kepala para
camen. Bagaimana sekolah mentor akan dilaksanakan, bagaimana flow
yang akan mereka rasakan, bagaimana cara agar bisa lulus dari sekolah
mentor, dll.

169
2 Fasa pemberian materi
3 Fasa aktualisasi materi
4 Simulasi INTEGRASI

Materi Turunan Profil dan Nilai Perangkat Secara Umum

Alur Materi Perangkat Secara Umum

METODE SEKOLAH MENTOR 2016


Gambaran Bank Metode Secara Umum
1. Bonding RW Materi 22
Materi Setelah Batalyon terbentuk:
2. Bonding Batalyon Materi 23
Untuk menyampaikan materi-materi yang telah disusun tersebut, diperlukan
metode yang ampuh. Konsep besar metode yang akan kami bawa adalah:
1 Metode dapat disampaikan secara seri maupun paralel. Seri maksudnya
adalah materi tersebut disampaikan dalam satu buah mata kegiatan,
secara terfokus. Paralel maksudnya adalah materi tersebut disampaikan
secara implisit atau disampaikan secara berbarengan dengan
penyampaian materi yang lain.

2 Penyampaian materi akan dilaksanakan dalam bingkai nilai yang telah


ditetapkan:
a Kedisplinan
b Kekeluargaan
c Kedewasaan
d Keproaktifan
e Empati
f Semangat Berbagi
g Rendah Hati
3 Setiap materi akan diberi impresi tersendiri
Fasa pemberian materi secara garis besar akan dibungkus dalam :
Metode solid
Solid akan terbentuk bila kita peduli dengan yang lain. Salah satu cara untuk
peduli adalah kita perlu memperkecil range-range kepedulian sehingga lebih bisa
memperhatikan orang-orang yang harus kita pedulikan. Lingkar/circel
pertemanan bukan lah hal yang salah dan dapat menjadi metode untuk
mempersatukan calon mentor, yang selanjutnya circle-circle tersebut dapat
disatukan menjadi satu angkatan mentor. Circle-circle tersebut pun sebenarnya
dapat diciptakan, bagaimana caranya ? dengan membentuk keluarga-keluarga
mentor di awal. Secara otomatis mereka akan menjaga suami-istri nya karena
kalau tidak dijaga mereka akan kerepotan di hari H. Bagaimana bila tidak ada
yang peduli ?(satu kelompok semua hilang dan tidak ada yang peduli terhadap
sekmen), dapat diminimalisir dengan cara menempatkan 1-2 orang pilihan
pertama mentor pada keluarga tersebut, dan dari kesesuaian MBTI orang itu,
serta hasil pengamatan mentor diklat terpusat. Pengacakkan keluarga saat

170
pernikahan tetap saja bsa dilakukan mengingat keluarga awal hanya lah metode
penyolidan.
Apakah berarti butuh pendiklat sebanyak jumlah keluarga? Ideal nya begitu,
namun tidak harus demikian. Diklat dapat dilakukan secara gabungan dari
beberapa keluarga. Kombinasi keluarga tersebut pun dapat diacak sehingga
interaksi antar mentor satu angkatan menjadi lebih variatif, mentor semakin
mengenal banyak kawan (sekaligus menjawab tantangan ukhuwah di awal).
Perlu adanya pendiklat pendamping (ketua RT) yang berfungsi sebagai pengawas
dari masing-masing keluarga (bila bisa, 1 keluarga 1 ketua RT, bila tidak bisa ya
tidak apa-apa merangkap).

Metode Diklat
Metode diklat tentunya perlu menyesuaikan dengan metode solid di atas.
Menimbang bahwa sebenarnya pendiklat memiliki spek keahlian masing-masing,
maka pendiklat pun juga akan mendiklat sesuai dengan speknya masing-masing.
Penyampaian materi kepada para calon mentor tentunya tidak perlu
diseragamkan, seperti sistem SKS. Ada keluarga yang hari ini mengambil materi
A, sedangkan keluarga lain materi D, seperti itu. Hal ini selain sebagai
pengkhususan dari keunggulan pendiklat, juga sebagai ajang saling mengenal
dan supaya diklat tidak terasa hambar dan monoton. Sistem ini mengikuti sistem
rolling.
Bagaimana dengan kedekatan ketua RT dengan keluarga ? Diberikan sesi
terakhir berupa sesi review materi setelah pemberian materi kepada calon
mentor oleh masing-masing ketua RW, selain sebagai ajang pengecekkan materi
sebelum forum komunal, juga sebagai ajang penghangatan ketua RW dengan
keluarga. Tiap-tiap ketua RT tentunya sudah diberitahu materi apa yang sedang
dienyam oleh keluarga nya hari itu, diberi TOR, dan dilaksanakan.
Dengan metode seperti ini, insha Allah diklat akan berwarna dengan sendirinya.
Metode diklat keluar kampus dan jalan-jalan tentunya juga akan menjadi
rangkaian.
Untuk metode dari tiap-tiap materi, akan ditentukan bersama tim materi dan
metode Sekolah Mentor

Algoritma Pembuatan TOR dan Metode


Berikut adalah kerangka pikir yang akan digunakan pada penurunan materi
menjadi Term of Reference atau metode penurunan nilai:
1. Latar Belakang: Dasar penentuan tujuan pembelajaran sesuai profil yang
ingin dicapai.
2. Tujuan: Sesuatu yang ingin ditanamkan ke camen. Dalam kasus ini adalah
tujuan pembelajaran sesuai taksonomi bloom
3. Parameter: Ukuran ketercapaian sebuah tujuan. Dalam kasus ini adalah
breakdown tujuan pembelajaran menjadi bagian terpisah konkret (jelas
kejaran yang harus diisi materi apa saja) dengan taksonomi bloom selevel
4. Alur: Jalur penyampaian materi. Hal ini digunakan untuk memudahkan
camen dan pendiklat mengerti materi yang akan disampaikan. Inovasi
sekmen 2016: Menggunakan kerangka why how what (golden circle).

171
5. Poin Penting: Hal-hal penting dalam materi yang harus disampaikan.
Poin ini menjadi prioritas materi yang disampaikan dan ditekankan.
6. Materi: Sesuatu yang ingin disampaikan untuk memenuhi indikator.
Harus relevan dengan indikator.
7. Metode Penyampaian: Sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan
materi dalam waktu penyampaian yang telah ditentukan. Inovasi sekmen
2016: pendekatan yang dilakukan (teori belajar dan instruksional)
disebutkan sebagai dasar pemilihan metode.
8. Metode Evaluasi: Sesuatu yang digunakan untuk mengecek
keberterimaan materi.
a. Alat Ukur: Alat untuk mengukur metode evaluasi misalnya tes dan
lain-lain
b. Parameter alat ukur: Poin yang harus ditunjukkan camen sebagai
ukuran ketercapaian
c. Indikator Alat Ukur: Target ukuran ketercapaian alat ukur sebagai
tanda diterimanya materi sesuai harapan
9. Referensi: Sumber materi. Harus sesuai format formal!

STRATEGI IMPLEMENTASI SEKOLAH MENTOR 2016


Penjabaran Kebutuhan Sekolah Secara Umum

Kebutuhan sekolah langsung diturunkan dari arahan bidang materi dan


metode INTEGRASI ITB 2016 dengan tambahan kebutuhan eksekusi:

a. Menyusun profil dan kriteria panitia lapangan, materi dan metode pendidikan
dan latihan divisi lapangan, membuat system penilaian dan melakukan
penilaian untuk diklat divisi.

b. Mengajukan RAB divisi, menyediakan SDM untuk pendidikan dan latihan


panitia pelaksana

c. Melakukan pengawasan keberjalanan kepanitiaan lapangan ketika


pelaksanaan INTEGRASI 2016

d. Melakukan eksekusi pendidikan dan pelatihan divisi lapangan dari segi


rundown, teklap, medkominfo, pendidikan khusus untuk perangkat,
administratif dan operasional

Perangkat Sekolah
Berikut adalah usulan sementara struktur organisasi sekolah mentor 2016.
Penyesuaian struktur dapat dilakukan setelah pendefinisian kebutuhan yang
lebih rinci dan rapat koordinasi dengan wakoordiv serta sekjen.
Berikut adalah penjabaran struktur sesuai dengan kebutuhan:
Koordiv memastikan keberjalanan Sekolah Mentor 2016 baik dari segi
perencanaan, eksekusi, dan evaluasi. Bertanggung jawab terhadap
terbentuknya Mentor INTEGRASI 2016 yang sesuai dengan Tujuan Sekolah
Mentor 2016.
Wakoordiv Materi dan Metode menjawab kebutuhan (a) dengan
mengkoordinasikan:

172
Tim Riset dan Evaluasi yang menjawab kebutuhan analisis kondisi calon
mentor sebagai bahan pertimbangan pemilihan metode yang akan
digunakan. Selain itu tim ini menjawab kebutuhan eksekusi teknis
pembuatan rapor.
Tim Kurikulum yang menjawab kebutuhan pembuatan kurikulum yang
terdiri dari materi dan metode (termasuk teknis pembuatan rapor).
Sekretaris Jenderal menjawab kebutuhan b,c,d (administratif, medkominfo)
dengan mengkoordinasikan:
Sekretaris I yang menjawab kebutuhan pembuatan timeline kerja,
pemantauan progres kerja, pengarsipan notulensi, surat menyurat
(termasuk izin), dan hal-hal lain terkait keuangan
Sekretaris II yang menjawab kebutuhan notulensi rapat, evaluasi dan
notulensi keberjalanan diklat di lapangan
Tim MSDM yang menjawab kebutuhan penyediaan SDM dengan cara
mengurus perizinan serta absensi pendiklat (struktural dan non-struktural)
dan calon mentor. Selain itu MSDM menjawab kebutuhan pembentukan
kelompok calon mentor saat diklat divisi dan kelompok mentor saat hari-H.
Bonding pendiklat serta pensuasanaan internal Sekolah Mentor juga
merupakan tugas MSDM.
Tim Medkominfo yang menjawab kebutuhan terkait media, komunikasi dan
informasi. Tugasnya adalah dokumentasi kegiatan, jarkom ke calon mentor
dan pendiklat, pembuatan facebook atau media lain dengan desain
terkait, menghubungi alumni sekolah mentor (misal ada metode malam
swasta).
Wakoordiv Acara menjawab kebutuhan d (rundown, operasional dan
administratif) dengan mengkoordinasikan:
Tim Manajemen Acara yang menjawab kebutuhan rundown, konsep acara
(termasuk branding, misalnya menamakan sekolah mentor sebagai kapal
dan koorlap sebagai laksamana) dan latihan perform (apabila ada) serta
acara-acara internal pendiklat.
Tim Operasional yang menjawab kebutuhan pengadaan perlengkapan dan
dekorasi yang diperlukan untuk eksekusi acara
Wakoordiv Lapangan menjawab kebutuhan d (teknis lapangan) dengan
membuat teknis lapangan bersama dengan para danlap kemudian
mengeksekusinya bersama:
Danlap Tadis dan Keamanan berperan untuk mengkoordinasikan pasukan
tadis dan keamanan. Koordinasi tersebut berupa flow tadis, spotting
pasukan keamanan, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan peran
tadis dan keamanan sebagai penegak tata tertib dan keamanan Sekolah
Mentor.
Danlap Medik berperan untuk mengkoordinasikan pasukan medik yang
bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan fisik peserta maupun
pendiklat Sekolah Mentor.
Danlap Pendiklat berperan untuk mengkoordinasikan pendiklat terkait
dengan keberjalanan acara Sekolah Mentor.
Catatan : 3 Danlap ini dapat berganti-ganti peran sesuai dengan arahan
dari Wakoordiv Lapangan. 3 Danlap ini juga bertugas sebagai Agitator
pada saat interaksi, dengan tetap memperhatikan porsi flow masing-
masing.
Wakoordiv Perangkat menjawab kebutuhan d (pendidikan tambahan untuk
perangkat) dengan teknis lapangan saat pendidikan perangkat. Selain itu

173
wakoordiv perangkat bertugas untuk bekerja sama dengan wakoordiv lain
terutama mamet (materi dan metode tambahan untuk sekolah perangkat)
serta stakeholder luar sekolah mentor seperti koordiv keamanan, koordiv
medik, danlap dan korlap INTEGRASI. Kerja sama ini dimaksudkan untuk
melahirkan perangkat yang cakap dan sinergis baik dengan mentor maupun
divisi lain. Wakoordiv Perangkat memiliki tangan yaitu:
Koorlap Sekolah Perangkat yang memiliki wewenang untuk menyusun
teknis pelaksanaan Sekolah Perangkat
Kadiv Materi dan Metode yang memiliki wewenang untuk merumuskan
kurikulum Sekolah Perangkat.
Personalia yang memiliki wewenang untuk mengatur SDM serta hal-hal
yang bersifat administratif di Sekolah Perangkat.
Tim di luar struktur
Mentor sebagai pemberi materi sesuai format tim kurikulum, menyetor
absen dan mengabsen sesuai format dari MSDM, menilai tugas format tim
kurikulum dan menyetor hasilnya ke tim riset dan evaluasi. Sewaktu-
waktu, tim ini dapat digunakan sebagai perpanjangan tangan tim riset dan
evaluasi untuk menganalisis kondisi calon mentor di kelompoknya. Mentor
mengikuti perintah danlap I atau danlap II atau koordiv lapangan serta
arahan materi dari koordiv mamet.
Tata disiplin sebagai pasukan yang menjadi bawahan langsung pimpinan
interaksi komunal (danlap I atau danlap II atau koordiv lapangan atau
koordiv perangkat). Hak dan kewajiban tergantung perintah pimpinannya,
sebagai contoh menjadi barikade U, menghitung waktu baris-berbaris dan
menertibkan kedisiplinan.
Medik sebagai pasukan yang memastikan keselamatan pendiklat dan
calon mentor dari bahaya penyakit, cedera, cacat dan kematian. Medik
menjadi bawahan langsung dari danlap III.
Panitia pengawas sebagai perjawab kebutuhan (c). Panwas berfungsi
sebagai perwakilan dari sekolah mentor untuk memantau lulusannya pada
hari-H INTEGRASI.

174
Koordinator
Divisi
Muhammad
Amin Zaim
(TK'14)

Sekretaris
Jenderal
Lubbi S.
Rusydi
(TM'14)

Divisi
Kesekretariatan
Fairus Tsakila Divisi MSDM Divisi Perizinan
Medkominfo
(MA '14) Ismar
Adiba Husna Jati Putra M.
Ramadhan U.
Zumrotun F. (GL'14) (TK'14)
(GL'14)
Nisa (SI'14)
Wakoordiv Wakoordiv
Wakoordiv Wakoordiv
Bidang Bidang
Bidang Acara Bidang Mamet
PerangkatAditya Lapangan Reynaldi
Gland Wialldi Agung Cahyo
Herlambang Satrio N.
(MA'14) S. (TG'14)
(TA'14) (TI'14)

Tim Materi dan


Manajemen Koordinator Manajemen Divisi Danlap Tadis Danlap
Metode Danlap Medik
Personalia Lapangan Acara Operasional dan Keamanan Pendiklat
Perangkat
Dominikus
Afinitasia R.A Irfan Rafi Devin D.S. Eka Dirga S.
Kristianto
(KI'14) (TM'14) (SI'14) (BI'14)
(TM'14)

LAMPIRAN
Kegelisahan Kepala Sekolah Mentor 2016

Manusia terbaik adalah manusia paling bermanfaat bagi sekitarnya


Sekolah mentor yang menjadikan manusia seutuhnya.
Sekolah Mentor tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lapangan
INTEGRASI. Lebih dari itu, Sekolah Mentor itu untuk Mahasiswa Baru, Mentor itu
sendiri, Pendiklat, Massa Kampus, Serta Bangsa dan Negara.
Teruntuk mahasiswa baru dan bangsa Indonesia. Tahun 1960, Korea
Selatan berada pada level yang sama dengan kita, sama-sama terpuruk, sama-
sama miskin, sama-sama masih berusaha bangkit akibat penderitaan masa
penjajahan. Namun, dapat kita lihat di hari ini Korea Selatan telah menjelma
sebagai sebuah bangsa yang besar. Tengok smartphone yang kita gunakan, TV
kita di rumah, mobil di jalanan, laptop, dll. Mereka semua berasal dari Korea
Selatan. Sedangkan bangsa kita? Penilaian saya kembalikan pada pribadi
masing-masing. Sebenarnya mengapa Korea Selatan bisa secepat itu dalam
memajukan diri? Salah satu alasannya adalah karena adanya pusat keilmuan
yang sedemikian produktif mencetak karya maupun kader bagi kemajuan
negerinya. Siapakah lembaga itu? Universitas, KAIST, dll.

175
Bagaimana dengan keadaan Indonesia? Negeri ini punya banyak
perguruan tinggi yang bisa menjadi pusat keilmuan. Sudah lah berhenti saling
menunjuk perguruan tinggi mana yang harus menjadi pusat keilmuan, semua
perguruan tinggi seharusnya bisa. Yang membedakan adalah kita saat ini
menjadi mahasiswa ITB sehingga yang bisa kita lakukan adalah
mengembangkan kampus ITB itu sendiri. Secara historis pun banyak sudah
petinggi negara yang dilahirkan dari kampus gajah ini, menteri-menteri,
ilmuwan, rektor, kepala satuan kerja, kepala daerah, bahkan menteri. Bahkan
salah satu wakil presiden pernah suatu waktu berkata bahwa bila bangsa ini
gagal, berarti ITB telah gagal dalam mendidik. Ya, sedemikian banyak sejarah
peran serta putra Ganesha untuk bangsa ini. Namun sejarah tetap lah sebuah
masa lalu, yang hanya bisa dikenang saat ini. Perlu perjuangan bila ingin
merasakan sejarah itu lagi.
Terlepas dari banyaknya tempat pembelajaran seorang manusia, masa S1
kuliah merupakan salah satu fasa yang paling membentuk watak,karakter, dan
kompetensi seseorang. Di masa S1 ini, terkhusus di ITB, terdapat berbagai
macam mata air ilmu yang dapat kita hirup sesuka hati kita. 3-6 tahun
pembelajaran di kampus ini sedikit banyak telah ter-trigger oleh suatu fasa yang
kita sebut Kaderisasi Awal Terpusat. Di situ akan tertanam nilai-nilai yang secara
langsung maupun tidak memberikan first impression, sekilas pandang ITB,
sentuhan awal, yang mengena yang akan memberi dia arah selama hidup di
kampus ini. Siapa yang menanam nilai? Salah satunya adalah mentor selaku
pengkader aktif lah yang menanamnya. Di mana mentor dibentuk? melalui
sekolah mentor. Siapa yang membentuk mentor di sekolah mentor? Pendiklat,
dan dibutuhkan sosok koordinator yang mengarahkan arah pendiklat dalam
membentuk mentor yang ideal. Secara tidak langsung, koordinator yang
mengkoordinir pendiklat yang akhirnya memapah maba dalam kehidupan di
kampus ini, yang mana kehidupan tersebut menjadi bekal bagi maba tersebut
dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Teruntuk mentor. Niatku adalah untuk membangun orang-orang yang lebih
baik daripada sebelumnya, karena pada dasarnya setiap orang itu baik, tinggal
bagaimana kita memberikan nilai lebihnya. Dalam pandanganku, sekolah mentor
adalah suatu wadah kaderisasi bagi calon mentor, yang diharapkan setelah Ia
keluar nanti bisa menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang lebih mengerti
esensi dari menjadi seorang mahasiswa (maksudnya yang bagaimana ? akan
dijabarkan pada bagian selanjutnya).
Sekolah mentor bukan hanya suatu kegiatan guna memenuhi kebutuhan
lapangan, lebih dari itu. Sekolah mentor aku harapkan dapat menjadi starter bagi
para pesertanya. Starter untuk apa? Starter agar dia mau belajar lebih di kampus
ini, starter agar dia mulai memikirkan visi misi hidup kedepannya, starter agar
mereka mulai memikirkan orang lain dalam hidupnya (bukan hanya dirinya
sendiri), starter agar dia bisa mulai mendang kampus ini menjadi lebih luas,
starter agar dia mau belajar lebih banyak lagi di mana pun, intinya starter agar
Ia mulai berpikir dengan lebih luas, visioner, dan mengglobal. Pendewasaan ,
kedisplinan, dan sikap visioner perlu ada pada setiap orang, termasuk
mahasiswa ITB. Penanaman sikap tersebut harus menjadi nafas sekolah mentor.
Teruntuk pendiklat. Sekolah mentor juga menjadi ajang bagi para
pendiklat untuk belajar, belajar mengarahkan, belajar membentuk suatu
komunitas, belajar berpikir,membentuk pola pikir. Bersama-sama belajar

176
menyatukan pikiran, pendapat, yang awalnya divergen, yang kemudian
membutuhkan suatu proses pencarian kebenaran absolut, dan kemudian
bersama-sama meleburkannya bersama realita yang ada, dan simsalabim
terbentuklah konsep yang ingin kami tuju. Konsep tersebut merupakan buah
pemikiran bersama, terlepas dari apakah konsep tersebut benar atau salah, yang
terpenting adalah pendiklat bisa belajar di dalamnya. Mencari keluarga baru,
juga termasuk bagian yang tak bisa dilupakan dalam hal menjadi calon mentor
maupun pendiklat mentor. Relasi, kawan, merupakan suatu keniscayaan seorang
makhluk sosial. Sekolah mentor bisa menjadi ajang membangun ukhuwah, yang
kelak pasti akan berguna. Manfaat butuh pengaruh, pengaruh butuh usaha,
usaha butuh kolaborasi, dan kolaborasi tentunya butuh ukhuwah.
Teruntuk massa kampus. Sekolah mentor merupakan bagian dari
kaderisasi kampus ini. Sikap kolaboratif dan saling mendukung tentunya harus
ada pada setiap kesatuan, dalam hal ini ITB. Sekmen tentunya dapat menjadi
ajang persiapan awal bagi para camen untuk menghadapi kehidupan
kemahasiswaan. Sekmen tentunya juga berperan untuk mempersiapkan kader-
kader unggulan bagi lembaga-lembaga di kampus ini, yang kemudian akan
membangun kemahasiswan di kampus ini, yang kemudian lebih jauh lagi akan
membangun bangsa ini.

Analisis Kondisi Calon Mentor INTEGRASI ITB 2016


Wawancara
Analisis ini dilaksanakan dengan melemparkan pertanyaan kepada Mahasiswa
ITB 2015 yang memang berminat menjadi mentor, sebanyak 3 orang per
fakultas.

Tujuan dari analisis kondisi ini adalah untuk memperoleh :


1. Pandangan para calon mentor terhadap mentor. Hal ini penting diketahui
mengingat pandangan mereka terhadap seorang mentor sedikit banyak
memberikan gambaran bahwa dalam diri mereka, mereka ingin/siap
menjadi pribadi yang seperti itu.
2. Mengetahui cita-cita mereka (ingin jadi pribadi seperti apa) pasca
mengikuti sekolah mentor
3. Mengetahui bagaimana gambaran yang ada di dalam kepala camen
mengenai keberlangsungan sekolah mentor. Hal ini penting untuk
diketahui guna menghindari jurang yang terlalu besar antara harapan
mereka di sekolah mentor dengan kenyataan yang ada. (Supaya
metodenya lebih aplikatif juga).
4. Mengetahui bagaimana rata-rata respon para camen apabila kenyataan
yang ada di sekolah mentor berseberangan dengan gambaran sekolah
mentor di kepala mereka.

Untuk mendapatkan data sesuai tujuan di atas maka kami melemparkan


kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Pandanganmu, mentor itu kayak gimana sii?

177
2. Pandanganmu, lulusan sekolah mentor itu bakal kayak gimana si
orangnya? (ekspektasi mu buat kalo ikut sekmen)

3. Pandanganmu n dari gosip2 yg kami denger, diklat sekolah mentor itu


bakal kaya gimana si? keras/lembek? selow/ketat?

4. Nah, kan semua itu pasti ada hikmahnya lah ya, ada manfaatnya, karena
smua udah dikonsep mateng2, termasuk sekolah mentor. Hmm, kalo sekolah
mentor besok ga sesuai sama pandanganmu (yg ada di pikiranmu), kamu bakal
gimana?
a. Terima dengan senang setelah mencernanya
b. Terima dengan menggerutu
c. Berontak melawan sistem
d. Pulang/keluar dari sekolah mentor

Hasil dari wawancara di atas :


1. Dari pertanyaan nomor 1, diperoleh jawaban berupa
Memberikan pembelajaran : iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Hanya tertawa (Haha-hihi) : iiii

Mengayomi/teladan : iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Mudah bergaul : iiiiiiiiii

Mendapat kesempatan langka : i

2. Dari pertanyaan nomor 2 , diperoleh jawaban berupa


Setelah lulus dari sekmen mereka ingin mendapatkan keterampilan
berupa:
Cerdas dalam hal kemahasiswaan : iiiiiiiiiiiiiii

Kecerdasan sosial tinggi (Mudah bergaul) : iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii


Disiplin : iiii

Akrab antar sesama mentor (punya keluarga baru) : ii

178
Tidak ada harapan : i

3. Dari pertanyaan nomor 3, diperoleh gambaran keberjalanan sekolah


mentor yang ada di dalam kepala calon mentor, berupa :
Tidak keras namun tegas : iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Sok keras tapi tidak ada esensinya : i
Selow/lembek : iiiiiiiiii
Tidak ada gambaran (pasrah) : iii
Keras : ii

4. Dari pertanyaan no. 4, diperoleh kira-kira gambaran respon dari para


camen apabila keberjalanan Sekolah Mentor tidak sesuai dengan
gambaran di kepala mereka
A : iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
B : iiiii
C : iiiii
D : iii

Kesimpulan :
1. Camen 2015 memiliki pandangan terhadap mentor bahwa mentor itu
adalah orang yang dapat memberikan pelajaran serta mengayomi orang
lain.
2. Camen 2015 ingin menjadi pribadi yang cakap dalam berkemahasiswaan
serta memiliki kemampuan sosial yang tinggi setelah mengikuti sekolah
mentor
3. Secara umum, camen 2015 berasumsi bahwa sekolah mentor yang akan
mereka jalaini besok tidak terlalu keras namun tegas dalam penegakkan
aturan serta ada golongan yang memandang bahwa sekolah mentor
cenderung lembek
4. Secara umum, apabila sekolah mentor tidak sesuai dengan gambaran,
camen 2015 tetap akan menjalaninya selama hal tersebut masih bisa
diterima oleh akal manusia.
Kesimpulan ini selanjutnya akan digunakan dalam penyusunan metode

Bimbingan Konseling ITB


Data BK dianggap mendekati calon mentor karena jumlah calon mentor sangat
banyak (925), hampir dari jumlah keseluruhan mahasiswa ITB 2015

179
Hasil Interaksi Pengenalan Divisi Mentor
Berikut adalah laporan dari devin susilo sesuai urutan kloter itb 2015 yang
datang:
1: Anyep, gara-gara konsep belum matang eksekusinya
2: Ketawa semua, pas orasi juga pas
3: Ketawa semua, pas awal walau rada kaku
4. Makin ketawa, paling sering ketawa dan senang
5. Udh ada interaksi(nanyaentor itu apa menurut kalian), pada jawab, bilangnya
yang menyampaikan materi banyaknya
6. Ketawa pas akhir akhir aja. Pas awal nari pada bingung gitu
7. Ketawa melulu, ada interaksi, pas lubbi orasi malah ketawa
8. Ketawa juga tapi pas orasi (zaim) pada merhatiin.
Overall semua ketawa tiap vijay udh mulai cerita soal maba yang mo masuk
sekolah mentor(albert dan tirai yang berubah). Tapi pas mentor meragain
gerakan profil mentor gak ada yang ketawa

180
RANGKUMAN MATERI DAN METODESEKOLAH MENTOR

Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Esensi Mentor Memahami Memahami INTEGRASI Orasi "Apa itu Sekolah Mindmap Menjelaskan sejarah Terdapat mindmap
esensi sejarah sebagai Mentor" (10 menit) --> Sejarah dan terbentuknya divisi yang mengandung
mentor terbentuknya kaderisasi --> Pemberian SOP Peran Mentor mentor dalam KAT ITB komponen:
dalam divisi mentor Mengapa mentor (termasuk spek) dan secara tertulis di 1. Hubungan
INTEGRASI dalam KAT ITB --> Sejarah kitab camen (10 menit) kertas reuse A4 dalam INTEGRASI sebagai
ITB 2016 (C- mentor --> Tugas Notes bentuk mindmap, kaderisasi dengan
2) Facebook "Arti Mentor" lengkap dengan mentor
(5 menit) --> keterangan mengapa 2. Mengapa harus
Mentoring "Esensi harus mentor dalam mentor
Mentor" dan Pemberian INTEGRASI. Minimal 3. Sejarah mentor
tugas mindmap, mendapat indeks D. Indeks:
komitmen, review A: Terdapat poin 1, 2
harian (75 menit) --> dan 3
Orasi Pendiklat "Mentor B: Terdapat poin 1 dan
itu...." (20 menit) minimal salah satu
dari 2 / 3
C: Terdapat poin 1
D: Terdapat poin
apapun namun
terlambat
dikumpulkan
E: Tidak menjelaskan
poin apapun

181
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Memahami Definisi dan Menjelaskan peran Terdapat lima peran


peran mentor Peran Mentor mentor INTEGRASI ITB KP4 dalam mindmap,
INTEGRASI ITB INTEGRASI ITB 2016 dalam bentuk yaitu:
2016 2016 (KP4) Mindmap, tekankan 1. Kakak yang
tidak perlu dihias berempati
berlebihan. Minimal 2. Panitia lapangan
mendapat indeks C. yang disiplin
3. Penjamin materi
yang berwawasan
4. Pribadi yang
senantiasa
berkembang
5. Penebar manfaat
Indeks:
A: Kelima peran
disebutkan dan
dijelaskan sesuai
materi
B: Kelima peran
disebutkan dan tidak
dijelaskan sesuai
materi
C: Terdapat kelima
peran namun
terlambat
dikumpulkan
E: Terdapat minimal
salah satu peran yang
tidak disebutkan

182
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Indeks:
A: Terdapat review
materi yang
dihubungkan dengan
esensi mentor
B: Terdapat review
Memahami Menjelaskan materi yang tidak
Review Harian
hubungan keterhubungan materi dihubungkan dengan
PARALEL NILAI Esensi Materi
materi sekolah sekolah mentor setiap esensi
KEDEWASAAN Sekolah
mentor dengan day secara tertulis di C: Terdapat review
Mentor
esensi mentor kitab camen materi yang tidak
dihubungkan dengan
esensi namun
terlambat
dikumpulkan
E: Tidak terdapat
review materi

Indeks:
A: Terdapat komitmen
dari setiap anggota
Memahami
keluarga di kitab
urgensi Memahami
Menjelaskan camen.
selaras pentingnya Tulisan
komitmen setiap C: Terdapat komitmen
dalam menjaga Pentingnya Komitmen
anggota keluarga dari setiap anggota
bergerak hubungan baik Keluarga Mentor Keluarga
secara tertulis di kitab keluarga di kitab
sejak dalam sejak dalam Mentor
camen. Minimal C. camen namun
sekolah sekolah mentor
terlambat
mentor (C-2)
dikumpulkan.
E: Tidak terdapat
komitmen.

183
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Teknik Memahami Menerapkan Analisis Pemberian tugas Tes Mengetahui Indeks Biner:
Penyampaian dan teori analisis Kepribadian mengerjakan skala tes Kepribadian kepribadian diri sesuai A: Terdapat
Materi 1 menerapka kepribadian Menurut Teori Big kepribadian IPIP-NEO-PI- IPIP-NEO-PI-R tes yang dikerjakan screenshot gambaran
(Manusia) n 5 Personality R (5 menit) --> umum kepribadian diri
pengetahuan (Costa dan Mentoring "Six Ways to yang valid dan
terkait teknik McCrae) Make People Like You dikirimkan ke email
penyampaia (Dale Carnagie) + Peer sekolah mentor
n materi (C- to Peer Evaluation (40 E: Tidak
2) (C-3) menit) --> Mentoring mengumpulkan
Motivasi, Post Test, dan screenshot atau
Analisis Kepribadian (75 mengumpulkan
menit) --> FGD "Saling screenshot tetapi
Melengkapi" (paralel tidak valid
dengan sebelumnya)

184
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Presentasi
menyebutkan kedua
poin berikut:1.
Terdapat definisi
Mempresentasikan ekstrovert dan
strategi introvert yang tepat.2.
memaksimalkan Terdapat strategi
potensi pemaksimalan potensi
FGD Kelompok
menyampaikan materi keluarga berdasarkan
secara berkelompok kepribadian.Indeks:A:
berdasarkan Menyebutkan kedua
kepribadian poinC: Menyebutkan
setidaknya salah satu
poin dengan tepatE:
Tidak menyebutkan
kedua poin
Memahami Motivasi Menurut Post-test (On Menuliskan secara Indeks:
teori Motivasi Teori X & Y The Spot) berkelompok kasus A: Menuliskan minimal
(McGregor) tentang interaksi dengan 3 kasus dan
memberikan mahasiswa baru yang menggolongkannya
respon yang membutuhkan ke dalam apresiasi
tepat apresiasi dan teguran atau teguran dengan
bergantung tepat
pada motivasi B: Menuliskan minimal
mahasiswa 3 kasus dan tidak
baru menggolongkannya
ke dalam apresiasi
atau teguran dengan
tepat
C: Menuliskan minimal
3 kasus tetapi tidak
digolongkan
E: Menuliskan kurang
dari 3 kasus

185
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Cara berkenalan
harus
mengaplikasikan
enam prinsip menurut
Six Ways to Make
People Like You (Dale
Carnagie), yaitu:
1. Jadilah tertarik
dengan tulus kepada
orang lain
2. Tersenyumlah
3. Mengingat nama
orang lain, bagi orang
itu, adalah suara
termanis dan
terpenting dalam
bahasa apapun.
Mengaplikasikan 4. Jadilah pendengar
Menerapkan Peer to peer
Six Ways to Make prinsip yang telah yang baik. Dorong
cara membuat evaluation
People Like You diajarkan untuk orang lain untuk
orang menyukai dari cara
(Dale Carnagie) membuat orang lain berbicara mengenai
anda berkenalan
tertarik dirinya.
5. Bicarakan hal yang
menjadi ketertarikan
orang lain
6. Buat orang lain
merasa penting dan
lakukan itu secara
tulus
Indeks:
A: Menggunakan
minimal 5 dari 6
prinsip
B: Menggunakan 4
dari 6 prinsip
C: Menggunakan 3
dari 6 prinsip
186
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Pengetahuan Memahami, Mentoring Tambahan Menuliskan hasil Terdapat essay


Lapangan 1 (Fisik menerapka "Meningkatkan Review sharing dan pendapat tertulis yang
dan Jalur n dan Testimoni: Kebugaran dan Menjaga tentang pribadi mengenai mengandung
Komando) mengevalu Pengetahuan Fisik" (50 menit) --> Kebutuhan urgensi kebutuhan komponen:
asi lapangan Peragaan Peregangan Lapangan fisik dan pengetahuan 1. Urgensi
Memahami
pengetahuan menjawab Ringan dan Pushup Hari-H (fisik lapangan. Minimal pengetahuan
urgensi
dasar kepentingan yang Benar (20 menit) dan mendapat indeks C. lapangan terkait
pengetahuan
lapangan (C- efektivitas --> Simulasi dan pengetahuan) efektivitas mentoring
lapangan
2) (C-3) (C-4) mentoring dan Evaluasi Baris-Berbaris dan efisiensi
efisiens waktu (30 menit) --> mobilisasi
mobilisasi Mentoring "Jalur 2. Urgensi kebugaran
Komando" + Quiz (40 fisik terkait
menit)--> Tes Jalur kepentingan
Memahami Testimoni: Fisik Komando "Pendiklat kehadiran dengan
urgensi fisik kuat menjawab Masuk Barisan" (20 jadwal hari-H
sehat dan kuat kepentingan menit) --> Tes Baris- INTEGRASI yang padat
kehadiran Berbaris Angkatan (30 Indeks:
dengan jadwal menit) A: Terdapat poin 1 dan
hari-H INTEGRASI 2
yang padat B: Terdapat salah satu
poin dari
C: Telat namun
terdapat poin apapun
E: Tidak mengandung
poin apapun

187
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

1. Peningkatan durasi
lari secara bertahap
setiap minggu hingga
mencapai durasi
referensi (untuk laki-
laki 41-45 menit
dalam menempuh
jarak 4,8 km dan
untuk perempuan 43-
47 menit dalam
menempuh jarak 4,8
km)2. Peningkatan
intensitas pushup
secara bertahap
setiap minggu hingga
Menuliskan lembar mencapai intensitas
kendali dengan referensi (untuk laki-
peningkatan performa laki 20-34 kali dalam
berlari dan pushup waktu 60 detik dan
Tugas lembar
Menerapkan Cara secara bertahap serta untuk perempuan 6-
kendali
dan meningkatkan rasionalisasi 16 kali dalam waktu
olahraga
mengevaluasi kebugaran + pembuatan lembar 60 detik)3.
pribadi + pola
cara menjaga Cara menjag pola kendali tersebut dan Rasionalisasi pola
hidup sehat
fisik hidup sehat pola hidup sehat baru hidup sehat yang baru
baru
(naik bertahap sesuai (Naik bertahap sesuai
kemampuan awal). kemampuan
Minimal mendapatkan awal)Indeks:A:
indeks C. Terdapat ketiga poin
dan kuantitas poin 1
dan 2 sesuai dengan
referensiB: Terdapat
ketiga poin atau
kuantitas poin 1 dan 2
sesuai referensi,
tetapi tidak
keduanyaC: Terdapat
minimal poin 1 dan 2
188
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Indeks:
A: Terdapat
penurunan durasi dan
menyebutkan
evaluasi PBB
B: Terdapat
penurunan durasi,
Menurunkan durasi
tetapi tidak
baris-berbaris pada
Menerapkan PBB sebagai menyebutkan
hari yang sama dan
dan panduan Tes Baris- evaluasi PBB
menyebutkan
mengevaluasi meningkatkan Berbaris C: Tidak terdapat
evaluasi baris
cara baris efisiensi Angkatan penurunan durasi,
berbaris. Minimal
berbaris pengkondisian tetapi dapat
mendapatkan indeks
menyebutkan
C.
evaluasi PBB
D: Tidak terdapat
penurunan durasi dan
tidak menyebutkan
evaluasi PBB
E: Tidak menghadiri
tes baris-berbaris
Memahami Jalur komando Quiz Menjawab soal kuis Indeks:
jalur komando dan hierarki secara tertulis. A: Menjawab soal kuis
dan hierarki lapangan Minimal mendapatkan 5 soal dengan benar
lapangan indeks C. B: Menjawab soal kuis
4 soal dengan benar
C: Menjawab soal kuis
3 soal dengan benar
E: Menjawab soal kuis
kurang dari 3 soal
dengan benar

189
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Indeks Biner:
Tes Jalur Menjawab Tes Verbal
A: Menjawab soal tes
Komando sesuai soal yang
verbal dengan benar
(Pendiklat diberikan pendiklat.
E: Tidak menjawab
Masuk Minimal mendapatkan
soal tes verbal
Barisan) indeks C.
dengan benar

Laki-laki minimal
push-up 20-34 kali
dalam 60 detik
Perempuan minimal
push-up 6-16 kali
dalam 60 detik
Laki-laki berjalan
Menjalani
cepat 4.8 km minimal
rangkaian Latihan fisik bertahap
Kesiapan Mampu melakukan selama 41-45 menit
INTEGRASI pada tiap sekolah
(P-2) fisik, Tes fisik saat kegiatan fisik sesuai Perempuan berjalan
tanpa kelelahan mentor dan flow
mental dan UAS sistem latihan yang cepat 4.8 km minimal
atau patah evaluasi danlap
emosi disarankan 43-47 menit
semangat yang bertahap
Indeks:
berarti
A: Lulus tes jalan
cepat dan push-up
sesuai standar pada
mentoring
C: Lulus tes push-up
sesuai standar
E: Tidak lulus tes

190
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Teknik Menerapkan Mentoring "Diskusi" dan


Penyampaian pengetahuan Memahami Simulasi Diskusi 2 arah Durasi video berada
Materi 2 (Diskusi terkait teknik urgensi (Jam Malam, Osjur 5 dalam interval 15-20
Sharing menit.
dan Forum) penyampaia menguasai hari, Multikampus,
kebutuhan Indeks:
n materi (C- metode untuk Pergerakan dan Karya
penguasaan Membuat video A: Hadir
3) mencapai Mahasiswa Masa Kini)
teknik dalam mentoring materi B: Mengumpulkan
ketersampaian (60 menit) -->
menyampaikan manajemen forum, video sesuai
materi dalam Mentoring Manajemen
materi Kehadiran minimal 2 orang ketentuan
situasi yang Forum + Ice Breaking
dinamis (80 menit) Simulasi atau dengan C: Mengumpulkan
Video mengaplikasikan video melebihi batas
Menerapkan Elemen dan Mentoring materi manajemen waktu yang
teknik Teknik Materi forum diupload di ditentukan namun
berkomunikasi Komunikasi manajemen grup facebook camen tidak sesuai
efektif Efektif forum dan ditag ke pendiklat ketentuan
masing-masing. D: Mengumpulkan
Minimal mendapat video tidak melebihi
Menerapkan indeks C. batas waktu yang
teknik Etika forum dan ditentukan dan tidak
manajemen penarik fokus sesuai ketentuan
forum E: Tidak
mengumpulkan video

Menerapkan pola pikir Kehadiran Membuat video Durasi video berada


teori pola pikir terbuka, rasional Simulasi atau diskusi isu kampus, dalam interval 20-25
terbuka dan Video Simulasi minimal 2 orang menit.
rasional Diskusi dengan Indeks:
mengaplikasikan A: Hadir
komunikasi (pola pikir B: Mengumpulkan
terbuka rasional) dan video sesuai
dialektika serta ketentuan

191
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

C: Mengumpulkan
video melebihi batas
waktu yang
ditentukan namun
diupload di grup
tidak sesuai
Menerapkan Memahami facebook camen dan
ketentuan
(C-3) teori konsep ditag ke pendiklat
Dialektika D: Mengumpulkan
berdiskusi dialektika masing-masing.
video tidak melebihi
yang baik dalam diskusi Minimal mendapat
batas waktu yang
indeks C.
ditentukan dan tidak
sesuai ketentuan
E: Tidak
mengumpulkan video

Mentoring --> Praktek Tes Praktek Melaksanakan baris-


Mengevaluasi Formasi Kelompok --> Formasi berbaris sesuai Berbaris maksimal 2
Formasi mentor
formasi Mentor Praktek Formasi (Kelompok instruksi yang menit
Seangkatan dan Angkatan) diberikan
Mengevaluas
i (C-5)
Pengetahuan mengevalua Terdapat seluruh
Mengevaluasi
Lapangan 2 si Mentoring --> Buat Tes Verbal + Membuat Teklap elemen teklap
teknis Teknis Lapangan
(Lanjutan) pengetahuan Teklap Semu Tugas Teklap bersama keluarga lengkap dengan
Lapangan
dasar rasionalisasi
lapangan
Tes Verbal
Mengikuti tes verbal
(Bentuknya
Mengevaluasi Menjawab tes verbal dan bisa
Etika Lapangan Mentoring studi kasus
etika Lapangan sampai semua benar menyebutkan seluruh
yang
etika lapangan
dievaluasi)

192
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Esensi Divisi Lain Memahami Tugas logbook --> Tugas logbook


(C-2) esensi Mentoring dan Sharing
divisi lain Pengalaman Pendiklat
--> Role playing (jadi Menuliskan review
Memahami Deskripsi peran
medik, keamanan, alasan terbentuknya 3
peran kerja umum divisi Terdapat kata kunci
mentor) --> Sharing divisi dan peran kerja
divisi medik dan medik dan peran divisi lain
saat diklat gabungan divisi lain pada
keamanan keamanan
logbook

Menggambar diagram Terdapat bagian


interaksi antar divisi diagram yang krusial
Memahami Bagaimana
mekanisme panlap sebagai
kerja panitia satu kesatuan
lapangan mendukung
sebagai keberjalanan
kesatuan INTEGRASI

Memahami SOP SOP interaksi


interaksi dengan medik
dengan medik dan keamanan
dan keamanan

193
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Menyepakati
Organisasi Penugasan yel-yel Minimal dapat
identitas
(A-4) Untuk panitia lapangan dan Mampu melaksanakan mengikuti gerakan
bersama Tes yel-yel
harmonisasi menghapal yel-yel yel-yel panlap secara divisi lain secara rapih
sebagai panitia seangkatan
perbedaan panlap lain; Orasi bersamaan dengan dan lirik yel-yel tidak
lapangan yang panlap
nilai antar danlap mengenai divisi lain belepotan (Subjektif
saling
divisi pentingnya harmonis pendiklat)
bergantung

Wawasan Mengingat Memahami Mengapa perlu Tugas Awal (Mengapa Tugas tertulis Membuat essay Terdapat essay yang
Tambahan 1 (C-1) alasan menjadi teladan mentor harus menjadi per individu mengenai pentingnya mengandung
(Dalam Kampus) wawasan mengapa harus dengan memiliki teladan dalam (Essay) mentor sebagai pentingnya menjadi
diluar TOR ada teladan wawasan wawasan?) --> seorang teladan teladan minimal 1/2
mentoring Mentoring sharing halaman A5 di kitab
yang dibagi pengalaman pendiklat camen
ke maba
saat ditanya

194
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Mengetahui Fakta unik di Membuat tugas Terdapat jumlah fakta


Penilaian
fakta unik di kampus dan Sharing fakta unik dan infografis mengenai dan lokasi kampus
Tugas
kampus lokasi strategis isu kampus --> fakta unik di kampus minimal 1 perkategori
Mentoring fakta unik,
lokasi strategis dan isu
kampus --> FGD
Kelompok
(mendiskusikan
pendapat dan solusi
mereka untuk isu
tersebut agar tidak
hanya bisa memberikan
isu, namun juga dapat
berpikir kritis terhadap Mengetahui isu
suatu isu) --> Tugas Memaparkan dan kampus minimal
Isu kampus infografis mengenai mendiskusikan suatu (berkelompok) 3 dan
Mengetahui isu
terkini (Termasuk fakta unik dan isu FGD isu atau dapat menarik suatu
kampus terkini
HARMONI) kampus terkini permasalahan kampus kesimpulan yang
yang diberikan rasional dan solutif
dari isu tersebut

Wawasan Mengingat Mengetahui Tempat rawan Metode 1: Mentoring di Alat ukur Menyebutkan tempat Menyebutkan minimal
Tambahan 2 (Luar (C-1) tempat rawan kejahatan kampus; Metode 2: apabila rawan kejahatan di 3
Kampus) wawasan kejahatan di Mentoring sambil jalan- sempat: bandung

195
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Menceritakan tempat Booklet angkatan


bandung rawan sepanjang tertulis tempat rawan
perjalanan sepanjang perjalanan

Menyebutkan minimal
Menyebutkan tempat 1 perkategori (misal
strategis di bandung tempat hiburan,
Mengetahui rumah sakit, dll)
tempat
Tempat strategis Booklet
strategis di
di Bandung kompilasi
bandung untuk
diluar TOR mahasiswa baru jalan-jalan Menceritakan tempat Booklet angkatan
mentoring camen strategis yang tertulis deskripsi
yang dibagi jalan (Perkelompok) dikunjungi selama tempat strategis yang
ke maba ; Alat ukur berjalan-jalan dikunjungi
saat ditanya apabila tidak
sempat: Tes
verbal Menyebutkan alat
Menyebutkan semua
Mengetahui alat transporasi umum di
angkot di sekitar ITB
transportasi bandung
Alat transporasi
umum yang
umum di
cukup sering
Bandung Menceritakan alat Booklet angkatan
digunakan
mahasiswa transportasi umum tertulis alat
yang digunakan untuk transportasi yang
jalan-jalan digunakan

Materi Dikpus Memahami Memahami Review materi Pemberian TOR hari-h Tugas Menggambar Terdapat seluruh judul
Plus-Plus Materi seluruh TOR dikpus plus tugas mindmap Mindmap mindmap yang TOR dan poin penting
mentoring mentoring individu mencakup seluruh pada mindmap
INTEGRASI INTEGRASI poin penting materi
(C-2) dalam TOR

196
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Urgensi
memanfaatkan
Memahami
Memahami potensi untuk
urgensi
(C-2) Urgensi bermanfaat dan
bermanfaat dan
bermanfaat berkarya; Jenis-
berkarya serta
dan berkarya jenis karya yang
contoh karya
bisa dilakukan
mahasiswa

Pemberian materi PKM


Karya Tulis
--> Penugasan karya
Memahami PKM
tulis PKM
(C-2) urgensi
Urgensi
berkemahasi
Memahami mengembangkan
swaan untuk
urgensi diri selama jadi
mengemban
berkemahasisw mahasiswa
gkan diri;
aan untuk dengan
Memahami
perkembangan berkemahasiswaa
(C-2) urgensi
n
mengemban
gkan diri

Menerapkan Memahami dan - Metode 1: Mentoring; Tugas Menuliskan review Terdapat seluruh
(C-3) teori menerapkan Metode Alternatif: membaca buku sesuai dengan elemen yang sesuai
membaca ilmu tentang Langsung kasih tugas + buku dan SOP tugas yang dengan SOP pada
yang baik literasi SOP tugas menuliskan diberikan + tulisan; Tercetak buku
review dari Mencantumkannya dengan format
buku tersebut pada booklet sekreatif mungkin
kumpulan review
camen

197
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Menerapkan
(C-3) teori
menulis
yang baik

Mengevaluas
i (C-5)
Dokumentasi
Pengetahuan mengevalua Menerapkan Mendokumentasikan Terdapat foto dan
Mentoring --> Praktek jalan-jalan
Lapangan 3 (Olah si olah ruang pada Olah Ruang catatan praktek olah rasionalisasi praktek
Per Keluarga praktek olah
Ruang) pengetahuan mentoring ruang olah ruang
ruang
dasar
lapangan

Mengapa perlu
Memahami
mengevaluasi
alasan perlunya
Mengevaluas keberterimaan
evaluasi
i materi Metode 1: Sosialisasi
keberterima lembar evaluasi Tugas
an materi langsung --> Latihan mengevaluasi Terdapat pengisian
SOP Evaluasi Mengevaluasi maba
mahasiswa saat simulasi; Metode maba palsu lembar evaluasi maba
Maba palsu
baru sesuai alternatif: Pemberian dari pendiklat palsu
Bagaimana cara
TOR dan SOP penilaian --> saat simulasi
Mengevaluasi mengevaluasi
arahan Latihan saat simulasi
keberterimaan keberterimaan
mamet (C-5)
mentoring materi sesuai
arahan mamet

198
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

SOP Pengawasan
Pendiklat
Melaksanakan
konfirmasi Konfirmasi Mengkonfirmasi
Reaksi Ada chat tentang
kepulangan Kepulangan ke kepulangan maba
Natural / kepulangan
maba sesuai Pendiklat palsu (pendiklat)
Mekanisme standar
(P-4) Untuk
tugas rutin
Simulasi lapangan hari-
seperti
h
cekspek,
baris-
berbaris, Jumlah komplain divisi
ambil panji, Menggunakan Mengangkat panji
Observasi lain tentang
dll panji dengan terlihat sejauh 5
Simulasi keterlihatan panji
benar meter
berkurang

Reaksi Mengikuti Orasi danlap setiap Pengecekan Tidak ada Indeks:


yang arahan dari eval, menekankan saat simulasi miskomunikasi A: Hadir dan tidak ada
diarahkan danyon dan pentingnya menuruti antara danyon miskomunikasi
(P-3) untuk wadanyon danyon wadanyon wadanyon dengan B: Hadir dan ada
keperluan dengan tepat mentor dalam konteks miskomunikasi
komando teklap C: Tidak hadir namun
izin
E: Tidak hadir dan
tidak izin

199
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Simulasi lapangan hari-


h

Adaptasi (P-
6) Mengadaptasika
Beradaptasi n teknik
dengan berdialektika
situasi dengan maba
diskusi Random
Simulasi mentoring Mampu memberikan
sampling Penilaian subjektif
pendiklat masuk ke tindakan yang sesuai
lingkar pendiklat, sesuai atau
Adaptasi lingkaran; Eval dengan input
Mengadaptasika kelompok tidak
pola pendiklat pendiklat iseng
n teknik mentoring
penyampaia
penyampaian
n materi
materi kepada
sesuai yang
maba
situasi (P-6)

Karakterisasi Bertindak Orasi danlap atau Observasi saat Mampu menjalin Penilaian subjektif
(A-5) layaknya nasihat pendiklat setiap sekolah hubungan hangat pendiklat, sesuai atau
Mengendalik seorang kakak eval yang berhubungan mentor namun tegas serta tidak
an tingkah --> Hangat dengan sikap kakak dan terutama saat berperilaku sopan
laku namun tegas mentor; Simulasi mentoring
layaknya mentoring
etika
seorang
kakak

200
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Karakterisasi Bertindak
(A-5) layaknya
Mengendalik seorang mentor
an tingkah yang beretika
laku sesuai --> Berperilaku
etika mentor sopan
Nilai Kedisplinan Menunjukka Melaksanakan Disiplin dalam
n nilai (A-3) peraturan yang sekolah mentor
Kedisplinan ada dalam berarti seluruh
Sekolah Mentor calon mentor Orasi komunal danlap
2016. menaati yang menyampaikan 80% angkatan
Pengecekan
peraturan- bahwa plan sebaik apa membawa spek,
kontrak
peraturan yang pun tidak akan menjalankan kontrak
belajar yang
ada, baik SOP, menmberikan hasil Melaksanakan kontrak belajar, melaksanakan
berlaku
kontrak belajar, yang optimal apabila belajar sepenuhnya SOP, dan
dengan
maupun aturan- tidak ada disiplin dalam melaksanakan aturan-
tindakan
aturan tambahan pelaksanaannya. aturan Sekolah
camen
yang akan (Esensi: Hari-H butuh Mentor.
disampaikan kedisiplinan)
mendekati waktu
pelaksanaan
Diklat Divisi. Pemberian konsekuensi Pengecekan Melaksanakan Melaksanakan
untuk setiap sikap camen konsekuensi apabila konsekuensi dengan
pelanggaran akan SOP, setelah melakukan kesalahan sesuai dengan
kontrak belajar, dan melakukan ketentuan yang
aturan-aturan kesalahan berlaku
tambahan.

201
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Reaksi Melaksanakan Maksimal 5 menit dan


Natural / baris-berbaris Berbaris sesuai target pendiklat bisa masuk
Mekanisme sesuai standar waktu dengan rapih ke dalam barisan
(P-4) Untuk PBB dan waktu (sesuai PBB) (maksimal sebelum
Pembiasaan tiap day
tugas rutin yang ditentukan hari-H)
bertahap dengan Pengecekan di
seperti
konsekuensi yang telah lapangan
cekspek,
ditentukan
baris-
berbaris,
ambil panji, Melakukan cek Menyebutkan spek
Sesuai spek yang
dll spek dengan saat cek spek sesuai
dibagi
benar ketentuan

Nilai Penerimaan Mengingat Kekeluargaan Orasi danlap terkait Buku Mengisi buku sesuai Menyebutkan minimal
Kekeluargaan (A-1) nama panggilan dalam Sekolah membangun relasi wawancara + template buku teman fake bata dan
Mengingat + jurusan Mentor akan sebagai bekal Tes Kenal wawancara + pendiklat yang pernah
nama teman fake dipersempit mengembangkan diri; Menyebutkan nama ditemui
panggilan batalyon serta maknanya Penugasan buku panggilan dan jurusan
dan wajah pendiklat menjadi seluruh wawancara; Rolling fake bata
teman fake mentor dapat grup mentor
batalyon merasakan rasa
serta yang sama pada
pendiklat saat melakukan
suatu aktivitas
tertentu

202
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Mengingat
nama panggilan Menyebutkan minimal
teman batalyon Random Menyebutkan nama danyon, wadanyon,
Responsif (A- (terutama sampling Tes panggilan dan jurusan dan teman kelompok
danyon, Untuk keluarga: kenal verbal teman batalyon lain sebatalyon yang
2)
wadanyon, Pernikahan, mas kawin nomornya berdekatan
Berpartisipas
keluarga) dan Bulan madu; Untuk
i aktif dalam
batalyon: Perkenalan
interaksi
perangkat + Tugas
batalyon
membuat panji Tugas
serta Melakukan bersama + Jalan-jalan mendokument
keluarga kegiatan
asikan Terdapat absensi, foto
bonding Membuat laporan
kegiatan dan cerita kegiatan
bersama kegiatan bersama
bersama bersama
batalyon dan
dengan
keluarga
absensi
Menunjukka Melaksanakan Tes yel-yel Melakukan yel-yel Minimal dapat
n nilai (A-3) yel-yel saat malam dengan benar dan melakukan yel-yel 4
Kekeluargaa angkatan 1. Instruksi dari danlap swasta dan ceria tahun terakhir dengan
n bersama-sama untuk melaksanakan pelantikan tersenyum
1 angkatan yel-yel. 2. Pelatihan yel-
yel dari pendiklat

Perintah untuk
melakukan yel-yel
mentor tiap pertemuan

203
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Penilaian subjektif
Observasi
Mengadakan Penugasan Makrab Melaksanakan makrab pendiklat, makrab
Makrab
makrab Camen dengan gembira sudah seru atau
Camen
belum

1. Pancingan kepada
para calon mentor
Sifat rendah hati untuk mengapresiasi Pengecekan
ini hendaknya apabila ada rekannya respon camen
Menghargai selalu tercermin yang berbicara. pada saat Menunjukkan sikap Penilaian subjektif
Menunjukka
camen dan dalam setiap 2. Peneguran terhadap diklat maupun saling menghargai pendiklat, sudah
Nilai Rendah Hati n nilai (A-3)
pendiklat saat tingkah laku calon mentor yang interaksi saat saat rpendiklat atau menghargai atau
Rendah hati
berinteraksi calon mentor terlalu mendominasi ada orang lain camen lain berbicara belum
dalam Sekolah forum serta tidak yang
Mentor. menunjukkan sikap berbicara
saling menghargai
dalam forum.

204
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

1. Penyelesaian tugas
Dewasa dalam konsekuensi penulisan
Sekolah Mentor esensi2. Pemberian
dipersempit tugas review harian Menuliskan esensi 100% Calon Mentor
Mampu
menjadi mampu kitab camen yang Pemberian pada post tugas INTEGRASI ITB 2016
menunjukkan
Menunjukka memahami dihubungkan dengan konsekuensi konsekuensi yang dapat menunjukkan
Nilai esensi dari
n nilai (A-3) esensi dari setiap esensi mentor (dijawab berupa diberikan; esensi dari masing-
Kedewasaaan tugas dan
Kedewasaan tugas dan dengan materi paralel penyadaran Mengungkapkan masing tugas dan
kegiatan yang
kegiatan yang saat esensi mentor)3. esensi esensi tentang esensi kegiatan yang
ada.
diberikan (tidak Memacu camen untuk masing-masing tugas diberikan.
penuh dengan mengungkapkan esensi
doktrinasi). dari tugas dan kegiatan
yang diberikan

205
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

1. Pendiklat memancing
camen untuk bersikap
proaktif.
2. Pendiklat membatasi
Proaktif dalam calon mentor yang
Penarikan
Mengusulkan Sekolah Mentor sudah terlalu banyak
usulan solusi
solusi yang didefinisikan menjawab untuk Terdapat minimal 1
dari camen Mengusulkan solusi
Menunjukka sesuai pada sebagai suatu menjawab terus- solusi dari camen
oleh danlap yang sesuai pada saat
Nilai Keproaktifan n nilai (A-3) saat sikap untuk menerus agar calon untuk masing-masing
untuk dihadapkan dengan
Keproaktifan dihadapkan berani mentor lain tidak permasalahan yang
permasalahan suatu permasalahan
dengan suatu memulai/menga minder dan disodorkan.
yang dihadapi
permasalahan mbil alih suatu mendapatkan
camen
tanggung jawab kesempatan.
3. Memberikan timbal-
balik kepada calon
mentor yang sudah
bersikap proaktif.

Nilai Empati Reaksi Melaksanakan Nilai empati akan Orasi danlap mengenai Pengecekan Menghitung jumlah Perbedaan antara
Natural / cek jumlah mendorong pentingnya cek personalia kehadiran dengan jumlah di lapangan
Mekanisme angkatan yang seseorang untuk personalia secara tepat dadakan jumlah yang tepat dan dan perizinan
(P-4) Untuk hadir melaksanakan di lapangan keadaan perizinan maksimal 10%
tugas rutin suatu pekerjan camen lain yang jelas
seperti dengan tulus,
cekspek, tidak berharap
baris- akan adanya
berbaris, bayaran atau
ambil panji, timbal balik apa
dll pun itu, murni

206
Modul Kognitif /
Pelatihan Tujuan Alur Metode
Gambaran Parameter Alat
Psikomotorik / Pembelajar Parameter (Penyampaian dan Alat Ukur Indikator Alat Ukur
Materi / Definisi Ukur
Penanaman an Evaluasi)
Afektif

Orasi danlap serta


penekanan pada Terdapat
Menunjukkan
permasalahan angkatan Penarikan pertimbangan kondisi
empati dalam karena Ia ikut Menyebutkan
Menunjukka bisa disebabkan analisis camen lain secara
pencarian akar merasakan apa kondisi camen lain
n nilai (A-3) kurangnya empati; permasalahan umum (tidak hanya 1
permasalahan yang orang lain dalam pertimbangan
Empati Pendiklat menekankan camen oleh atau 2 orang) dalam
dalam sekolah rasakan. analisis permasalahan
pentingnya berempati danlap analisis permasalahan
mentor
saat menyelesaikan angkatan
masalah angkatan

Random Penilaian subjektif


sampling peserta sekmen
Semangat pendapat Merasa camen sudah ataupun sekpermen
1. Orasi danlap berupa subjektif berbagi untuk sesama dalam penyelesaian
berbagi di sini
penekanan pentingnya camen dan tugasnya (terbantu
Memberikan didefinisikan
sikap saling berbagi pendiklat atau tidak)
bantuan dalam sebagai adanya
2. Stimulus secara
Menunjukka bentuk apa pun rasa untuk selalu
otomatis apabila ada
Nilai Semangat n nilai (A-3) kepada berusaha menjadi
pendiklat / calon Observasi
Berbagi Semangat Pendiklat atau bermanfaat
mentor lain yang bantuan Terdapat minimal satu
Berbagi Calon Mentor dalam setiap
berada dalam kesulitan berupa Memberikan hal yang dibagi oleh
lain dalam kondisi, sesuai
3. Pendiklat pengetahuan, bantuan kepada tiap camen (misal
bentuk apa pun. dengan
menekankan tenaga camen lain dalam bank spek,
keadaannya
pentingnya berbagi ataupun spek bentuk apapun rangkuman materi,
masing-masing.
dalam sekolah dll)
mentor

207
208
RANGKUMAN MATERI DAN METODE SEKOLAH PERANGKAT MENTOR

Tujuan Gambaran Metode Penyampaian dan Parameter Indikator Alat


Materi Pembelajaran Parameter Materi Durasi Alat Ukur Alat Ukur Ukur
Materi Seri
Tertulis
Memahami
minimal 3
mengapa
Menuliskan evaluasi dan
harus ada
esai yang cara
perangkat Alasan Mengevaluasi motivasi menjadi berisi evaluasi memperbaiki
mentor dibutuhkann perangkat mentor (25 menit) mentor OSKM nya
ya -> Orasi Danlap Sekolah ITB 2015 dan
Esensi Memahami
Memahami perangkat Perangkat (10 menit) -> cara
Seorang deskripsi Tugas Tertulis peran
Esensi Seorang mengevaluasi peran perangkat memperbaikin
Perangk kerja menuliskan perangkat
Perangkat mentor dalam INTEGRASI ITB ya, peran
at perangkat esai mentor
Mentor 2016 (20 menit) -> Penulisan perangkat
Mentor mentor
kontrak belajar sekolah mentor, serta
Pentingnya perangkat dan spek pertemuan motivasi
Memahami Tertulis
motivasi selanjutnya ( 20 menit ) menjadi
motivasi motivasi
untuk tetap perangkat
menjadi menjadi
semangat mentor
perangkat perangkat
menjadi
mentor mentor
perangkat
Olahsuar Menerapkan Memahami Materi Mentoring tentang dasar Berbicara Menjelaskan Terdengar
a pengetahuan teori tentang olahsuara ( 20 menit ) -> secara lantang motivasi dengan jelas
olahsuara olahsuara dasar latihan olahsuara ( 60 menit ) dalam jarak menjadi motivasi
olahsuara jauh perangkat menjadi
yang mentor dan perangkat
digunakan materi diklat mentor dan
pada terpusat materi diklat
pelaksanaan selama 10 terpusat
INTEGRASI menit dengan

209
ITB 2016
jarak 10 meter
dari
pendengar

Menerapka
Latihan
n teori
olahsuara
olahsuara
Lapanga Menerapkan Mencari Observasi jalan ( 20 menit ) -> Peta ITB
Memahami 80 % gambar
n1 pengetahuan tahu nama Observasi Gedung ( 40 menit ) Ganesha Menggambark
nama dan jalan yang
tentang lokasi dan lokasi -> Observasi tempat penting an jalan
lokasi jalan tergambar
jalan, lokasi jalan ITB ( 60 menit ) dengan
kampus dengan
gedung, serta Ganesha keterangan
ITB keterangan
lokasi tempat - secara yang benar
Ganesha yang benar
tempat berkelompok
penting Memahami Mencari Menggambark 80% gambar
nama dan tahu nama an gedung gedung yang
lokasi dan lokasi dengan tergambar
gedung - gedung ITB keterangan dengan
gedung Ganesha yang benar keterangan
kampus secara yang benar
ITB berkelompok
Ganesha

210
Memahami
lokasi 80% gambar
tempat - Mencari tempat
Menggambark
tempat tahu lokasi penting yang
an lokasi
penting tempat tergambar
tempat -
( toilet, penting dan beserta
tempat
meeting jumlahnya keterangan
penting dan
point, secara jumlah
jumlahnya
mushola, berkelompok dengan
lingkar benar
diskusi )
Wawasa Memahami Memahami Materi diklat Evaluasi materi diklat terpusat ( Tugas Menuliskan Menuliskan
n wawasan dasar materi terpusat 40 menit ) -> evaluasi materi membuat materi - materi diklat
Tentang tentang diklat sebagai KM ITB secara umum ( 60 Buku materi diklat terpusat
Kampus kampus yang terpusat dasar dari menit ) Pegangan terpusat dengan 80%
meliputi materi INTEGRASI pelaksanaan Materi Diklat secara lengkap
diklat terpusat, ITB 2016 INTEGRASI Terpusat lengkap dan
materi KM ITB ITB 2016 runtut
secara umum

211
Menjelaskan
80%
Menjelaskan
organigram
organigram
Memahami kabinet KM
Materi kabinet KM
materi KM ITB secara
tentang ITB secara
ITB secara lengkap, 80%
lembaga lengkap,
umum organigram
dalam KM Tugas organigram
( organigra Kongres KM
ITB sebagi membuat Kongres KM
m kabinet ITB secara
wadah infografis ITB secara
KM ITB, lengkap, 80%
berkembang tentang KM lengkap,
organigra tahapan
dan proses ITB secara tahapan
m Kongres kaderisasi
perkembang umum kaderisasi tiap
KM ITB dan tiap tingkat
an tiap tingkat dalam
RUK KM dalam RUK,
mahasiswa RUK, serta
ITB tiap serta
ITB menuliskan
tingkat ) menuliskan
rumpun unit
80% rumpun
beserta isinya
unit beserta
isinya
Komponen - Menuliskan Terdapat
Memahami kompenen Tugas komponen - komponen -
teori teknis utama Mentoring tentang komponen membuat komponen komponen
lapangan dalam teknis teknis lapangan ( 30 menit ) -> teknis teknis teknis
Membuat
Lapanga lapangan Pembuatan teknis lapangan lapangan lapangan lapangan
Teknis
n2 secara individu ( 20 menit ) -> OSKM ITB beserta isinya dengan isi
Lapangan
Membuat Pembuatan Pembuatan teknis lapangan 2014 dan secara runtut, yang 80 %
teknis teknis secara kelompok ( 40 menit ) OSKM ITB jelas, dan runtut, jelas,
lapangan lapangan 2015 mudah dan mudah
dimengerti dimengerti

212
80% jumlah
Mempersuasi
calon
orang lain
Memahami Dasar - perangkat
untuk
teori dasar dasar dalam Mentoring tentang teori mentor
Menerapkan Kemampuan melajukan
lobbying persuasi lobbying ( 30 menit ) -> latihan berhasil
Lobbyin pengetahuan mempersuasi sesuatu atau
lobbying (80 menit) -> Spoiler mempersuasi
g terkait dengan meminta
pertemuan selanjutnya ( 5 orang lain
lobbying lobbying baik sesuatu dari
menit ) dengan
Mempersuas orang lain
Menerapka metode
i seseorang dengan
n teori lobbying
untuk suatu lobbying baik
lobbying benar
hal
Wawasa Memahami Evaluasi materi diklat divisi Menuliskan
n wawasan mentor ( 40 menit ) - > keterkaitan Adanya
Memahami Peran divisi
Tentang mendalam Evaluasi peran divisi lapangan peran antar tulisan peran
pengetahu lapangan
Divisi tentang materi lain ( 15 menit ) -> Evaluasi Tugas divisi divisi
an peran lain yang
Lapanga divisi mentor filosofi dasar INTEGRASI ITB menuliskan lapangan lapangan lain
divisi membantu
n dan dan wawasan 2016 ( 50 menit ) esai demi yang
lapangan peran
INTEGRA dasar tentang suksesnya membantu
lain mentor
SI ITB Medik dan INTEGRASI ITB para mentor
2016 Keamanan, 2016
serta dasar Memahami Materi Tugas Menuliskan Menuliskan
tentang filosofi materi tentang membuat materi - materi diklat
INTEGRASI ITB divisi dasar - Buku materi diklat divisi mentor
2016 mentor dasar Pegangan divisi mentor dengan 80%
sebagai Metri Diklat secara lengkap
mentor Divisi Mentor lengkap dan
runtut

213
Materi
tentang
Menjelaskan Menjelaskan
materi dasar
visi, misi, visi, misi,
Memahami INTEGRASI
organigram, organigram,
materi ITB 2016 Infografis
makna logo makna logo
tentang ( visi, misi, tentang materi
serta alasan serta alasan
materi filosofi logo dasar
berubah berubah
dasar INTEGRASI INTEGRASI ITB
menjadi menjadi
INTEGRASI ITB 2016, 2016
INTEGRASI INTEGRASI
ITB 2016 alasan
secara secara 80 %
berubah
lengkap lengkap
menjadi
INTEGRASI )
Materi
tentang Membuat
Memahami dasar tulisan
Mentoring tentang dasar Terdapat
teori olahrasa tentang
Menerapkan olahrasa ( 60 menit ) -> latihan tulisan
olahrasa yang dipakai pentingnya
Olahrasa pengetahuan rasa ( 60 menit ) -> spoiler Tugas tulisan tentang
di depan olahrasa pada
olahrasa pertemuan selanjutnya pentingnya
pasukan saat
( 5menit ) olahrasa
Menerapka INTEGRASI ITB
Latihan
n teori 2016
olahrasa
olahrasa
Merasakan
pentingnya
untuk Terdapat
Memahami
Menerapkan berempati komponen
empati Penjelasan tentang alur ( 10 Terdapat
Empati empati pada dalam dalam karya
sebagai menit ) -> Tugas Individu (60 Tugas karya tugas karya
Pemimpi sesama mencapai tulis ideal dan
dasar menit) -> Tugas Kelompok (180 tulis tulis per
n perangkat tujuan penjelasan
pergerakan menit) kelompok
mentor bersama dari isi tiap
bersama
dalam komponen
keadaan
sulit

214
Muncul
rasa
Terdapat
gelisah Menuliskan
Kegelisahan tulisan
terhadap kegelisahan
yang kegelisahan
suatu Tugas dalam lingkup
memancing setiap hari
keadaan menuliskan nasioanl dan
persaan selasa,
dan kegelisahan opini
untuk kamis, dan
menuangk terhadapnya
menulis sabtu di
an dalam serta solusi
facebook
Membiasakan bentuk
untuk menulis tulisan
Literasi Tugas liburan
dan membaca Memahami
buku ranah Buku
keilmuann keilmuan Menuliskan
Terdapat
ya dalam dan tokoh Tugas rangkuman
rangkuman
membangu nasional Rangkuman buku tentang
buku tentang
n yang buku tentang keilmuan dan
keilmuan dan
Indonesia menginspira keilmuan dan tokoh nasional
tokoh
dan tokoh si tokoh nasional serta opini
nasional
yang pergerakan terhadapnya
pernah dalam diri
berjasa
Materi Paralel ( setiap pertemuan ada )
Kebugar Mengevaluasi Mengevalu Cara Push-up 30 kali setiap Tes fisik Mampu Mampu
an Fisik kebugaran fisik asi cara menngkatka pertemuan ( 10 menit ) -> sit- melakukan melakukan
menjaga n kebugaran up 30 kali setiap pertemuan (5 kegiatan fisik setiap
dan fisik menit ) -> lari setiap berupa push- kegiatan fisik
meningkat pertemuan (15 menit) up 30 kali, sit- dengan
kan up 30 kali dan waktu yang
kebugaran lari dengan berkurang
fisik durasi 5% dari
tertentu waktu
sebelumnya

215
Tertulis telah
berolahraga
minimal
pushup 100
Tugas lembar
kali per
kendali Membuat
minggu,
olahraga lembar kendali
situp 120 kali
sewaktu olahraga
per minggu,
liburan
dan
minimum lari
120 menit
per minggu
Cara Setiap calon
Mengevaluasi Berani
Mengevalu meningkatka perangkat
keberanian, menginterupsi
asi n sifat memberikan
ketegasan, Interupsi untuk izin berlaku Berani dengan
Mental keberadaa berani, interupsi
ketenangan, sesuatu ( 5 menit ) menginterupsi memberikan
n mental tegas, minimal 1
dan jawaban yang
yang kuat tenang, dan kali tiap
kedisiplinan solutif
disiplin pertemuan
Kerja Menerapkan Memahami Kebutuhan Cek spek setiap pertemuan( 30 Formasi Logo Membuat Terdapat foto
sama kesadaran pentingnya kerja sama menit ) INTEGRASI ITB formasi logo human LCD
untuk kerjasama dalam setiap 2016 INTEGRASI ITB yang
bekerjasama tugas 2016 membentuk
baik antar logo
perangkat INTEGRASI
mentor ITB 2016

216
Membuat 8
buah peta ITB
Ganesha
dengan
spesifikasi
terdapat nama
jalan dan Terdapat 4
lokasi, nama peta ITB
Peta ITB gedung dan Ganesha
Ganesha lokasi, serta sesuai
tempat kriteria yang
penting dibutuhkan
(mushola,
meeting point,
toilet, lingkar
diskusi)
beserta lokasi
dan jumlah
Menerapka Bekerja Tugas Buku Membuat Terdapat
n sama dalam Kenal buku kenal buku kenal
kerjasama setiap tugas Perangkat yang berisi calon
dalam yang Mentor nama, nim, perangkat
setiap diberikan jurusan, asal mentor yang
tugas dan dan SMA, nomor berisi seluruh
diklat pemenuhan hp, nomor calon
kebutuhan darurat, asal perangkat
lainnya daerah, mentor
alamat di dengan
Bandung, kriteria yang
penyakit, sesuai
golongan
darah,
motivasi
menjadi
perangkat

217
mentor, foto

Terdapat
Mendatangi album foto
dan berfoto secara yang
bersama dicetak yang
secara berdua berisi foto
Kunjungan Kos
- berdua yakni mengunjungi
yang dan
mengunjungi dikunjungi
dan dikunjungi secara
individu
Kelengkapan Spek yang kesalahan
spek dibawa dalam cek
lengkap dan spek
sesuai kriteria berkurang
10% setiap
pertemuan

218
Membuat yel -
yel calon
perangkat
Terdapat yel -
Yel - yel Calon mentor yang
yel
Perangkat menggambark
perangkat
Mentor an semangat
mentor
mentor dan
INTEGRASI ITB
2016

Menuliskan
Kebutuhan esai tentang
tepat waktu pentingnya Terdapat
Memahami
sebagai ketepatan tulisan
esensi
bentuk Tugas esai waktu dan tentang
tepat
Menerapkan kepedulian akibatnya bila ketepatan
waktu
tepat waktu kepada tidak minimal waktu
pada orang lain 1 halaman
Ketepata Orasi Danlap Sekolah Perangkat folio
pertemuan
n Waktu ( 5 menit )
sekolah
perangkat
mentor

Kedatangan
Tepat waktu Tidak ada
Kedatangan dan
Menerapka dalam yang
dan pengumpulan
n tepat pengumpula melewati
pengumpulan tugas yang
waktu n tugas dan waktu yang
tugas tepat waktu
kehadiran ditentukan
dan lengkap

219
Menuliskan
esensi
pentingnya
kesigapan
Penjelasan dalam
Memahami tentang pelaksanaan Terdapat esai
teori baris materi baris Tugas esai INTEGRASI ITB tentang
berbaris berbaris 2016, dmapak kesigapan
yang benar bila tidak
Menerapakan sigap, serta
Penyampaian Materi oleh
kesigapan teori - teori
Kesigapa Danlap Sekolah Perangkat ( 15
dalam setiap dasar tentang
n menit ) -> Latihan baris
pergerakan baris berbaris
berbaris (30 menit)
efisien

Praktek teori Lebih cepat


Melakukan
Berlatih baris 10%
baris berbaris
baris berbaris Baris - berbaris hitungan dari
pada
berbaris yang telah pertemuan
pengondisian
diajarkan sebelumnya

Kepeduli Menerapkan Memahami Pasukan Orasi Danlap Sekolah Perangkat Pengetahuan Mengetahui Mampu
an sikap peduli pentingnya merupakan ( 5 menit ) akan konfirmasi menyebutka
Pasukan pada pasukan pasukan hal penting konfirmasi kehadiran dan n 80%
dalam karena para mentor alasan konfirmasi
INTEGRASI membantu mengapa kehadiran
2016 mengkoordi pasukan tidak camen pada
nasi hadir sekolah sekolah
mahasiswa mentor mentor
baru

220
Menerapka
n sikap Mengetahui
peduli kehadiran Agitasi setiap pertemuan( 15
pada setiap menit )
pasukan mentor
mentor

221