Anda di halaman 1dari 17

Euglena Viridis

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Kuliah

Protista yang Diampu oleh Dra. Murningsih M.Si.

Oleh :

Abdurrafi Alwan (24020115140073)

FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan penyusunan Makalah
yang berjudul Euglena viridis . Penyusunan makalah ini merupakan
salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata
pelajaran protista di Universitas Diponegoro. Dalam penulisan makalah
ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga
kepada :

1 Ibu Murni selaku dosen pengampu pada mata kuliah Protista.


2 Rekan-rekan semua yang mengikuti perkuliahan Protista.
3 Keluarga yang selalu mendukung penyusun.
4 Semua pihak yang ikut membantu penyusunan Makalah Protista, yang tidak dapat
penyusun sebutkan satu persatu.

Kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penyusunan makalah


ini baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki
penyusun. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penyusun harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Semarang, 19 Oktober 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................... II
DAFTAR ISI................................................................................................................. III
DAFTAR GAMBAR....................................................................................................... IV
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
A. Latar Belakang.................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................... 1
C. Tujuan.................................................................................................................. 2
BAB II ISI..................................................................................................................... 3
A. Pengertian Euglena............................................................................................. 3
B. Ciri dan Karakterisitik Euglena Viridis..................................................................3
C. Reproduksi Euglena viridis.................................................................................. 5
C. Lokomosi Euglena viridis..................................................................................... 6
D. Peranan Euglena viridis....................................................................................... 8
BAB III PENUTUP......................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 10
DAFTAR GAMBAR

1 Euglena viridis......................................................................................................... 3
2 Longitudinal binary fission....................................................................................... 4
3 Pergerakan Flagellar................................................................................................ 5
4 Tahap Gerakan Flagellar.......................................................................................... 6
5 Pergerakan Euglena................................................................................................. 6
6 Pergerakan Euglenoid

7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada 1969, ilmuwan Biologi R. H. Whittaker, membagi makhluk hidup
menjadi lima kingdom, yaitu kingdom monera, protista, fungi, plantae,
dan ani malia. Sistem ini banyak digunakan para ilmuwan biologi.
Pembagian lima kingdom ini didasarkan pada susunan sel dan cara
hidup dalam pemenuhan kebutuhan makanan.

Salah satu kindom yaitu protista adalah eukariotik (mempunyai


membrane inti), uniseluler atau multiseluler (bersel banyak), dan
autotrof atau heterotrof. Protista dibagi menjadi 3 yaitu, Protozoa
protista mirip hewan, protista yang memiliki ciri-ciri seperti tumbuhan
(ganggang/ algae) dan protista yang memiliki ciri-ciri seperti jamur
(fungi).

Pada makalah ini akan membahas salah satu jenis dari kingdom
protista yang termasuk dalam filum Euglenophyta yang dan berasal
dari genus Euglena yang memiliki atau keunikan karena memiliki ciri-
ciri seperti tumbuhan serta memiliki ciri-ciri seperti hewan yaitu
Euglena viridis. Karena keunikan tersebut, makalah Euglena viridis ini
saya susun.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah itu euglena?

2. Bagaimana ciri dan karakteristik dari Euglena viridis?

3. Bagaimana reproduksi dari Euglena viridis?

4. Bagaiamana cara bergerak dari Euglena viridis?

1
5. Apakah peranan dari Euglena viridis dalam lingkungan ?

C. Tujuan
1. Menjelaskan genus Euglena

2. Menjelaskan ciri dan karakteristik dari Euglena viridis.

3. Menjelaskan cara reproduksi dari Euglena viridis.

4. Menjelaskan proses bergerak dari Euglena viridis.

5. Menyebutkan peranan dari Euglena viridis.

2
BAB II

ISI

A. Pengertian Euglena
Euglena adalah genus dari spesies eukariota bersel satu yang memilki
flagelata (yaitu, memiliki embel seperti cambuk) yang menampilkan
karakteristik mirip tumbuhan dan hewan.

Ditemukan tersebar di seluruh dunia, Euglena hidup di air tawar dan


payau yang kaya bahan organik dan juga dapat ditemukan di tanah
lembab. Sebagai protista fotosintetik, Euglena memiliki taksonomi
yang agak kontroversial, dan genus ini sering ditempatkan baik dalam
filum euglenozoa atau filum alga Euglenophyta.

Tidak seperti sel tumbuhan, Euglena tidak memiliki dinding selulosa


yang kaku dan memiliki pelikel fleksibel (amplop) yang memungkinkan
mereka untuk berubah bentuk. Meskipun mereka fotosintesis, sebagian
besar spesies juga dapat memberi makan secara heterotrof (pada
organisme lain) dan menyerap makanan secara langsung melalui
permukaan sel melalui fagositosis (di mana membran sel menjebak
partikel makanan dalam vakuola untuk pencernaan).

Makanan sering disimpan sebagai karbohidrat kompleks khusus yang


dikenal sebagai paramylon, yang memungkinkan organisme untuk
bertahan hidup dalam kondisi rendah cahaya. Euglena bereproduksi
secara aseksual dengan cara pembelahan sel memanjang, di mana
mereka membagi ke bawah panjang mereka, dan beberapa spesies
menghasilkan kista aktif yang dapat bertahan selama kekeringan.
Contoh dari genus ini adalah Euglena viridis.

3
B. Ciri dan Karakterisitik Euglena Viridis
Pengertian Euglena viridis adalah sejenis alga bersel tunggal yang
berbentuk lonjong dengan ujung anterior (depan) tumpul dan
meruncing pada ujung posterior (belakang). Setiap sel Euglena
dilengkapi dengan sebuah bulu cambuk (flagel) yang tumbuh pada
ujung anterior sebagai alat gerak.

4
5

Pada ujung anterior ini juga terdapat celah sempit yang memanjang ke
arah posterior. Pada bagian posterior, celah ini melebar dan
membentuk kantong cadangan atau reservoir. Flagel terbentuk di sisi
reservoir. Di sisi lain dari flagel terdapat bintik mata yang sangat peka
terhadap rangsangan sinar matahari. Tubuh Euglena terlindung oleh
selaput pelikel, sehingga bentuk tubuhnya tetap. Di sebelah dalam
selaput pelikel terdapat sitoplasma. Di dalam sitoplasma ini terdapat
berbagai organel seperti plastida, kloroplas, nukleus, vakuola
kontraktil, dan vakuola nonkontraktil.

Euglena dapat hidup secara autotrop maupun secara heterotrop. Pada


saat sinar matahari mencukupi, Euglena melakukan fotosintesis. Tetapi
bila tidak terdapat sinar matahari, Euglena mengambil zat organik
yang terlarut di sekitarnya. Pengambilan zat organik dilakukan dengan
cara absorbsi melalui membran sel. Selanjutnya, zat makanan itu
dicernakan secara enzimatis di dalam sitoplasma.

Klasifikasi Euglena viridis menurut Jordan dan Verma (1999) adalah

Filum : Protozoa

1 Euglena viridis
6

Subfilum : Sarcomastigophora

Superclass : Mastigophora

Kelas : Phytomastigophora

Ordo : Euglenida

Genus : Euglena

Spesies : Euglena viridis

C. Reproduksi Euglena viridis


Euglena viridis mereproduksi secara aseksual dengan pembelahan
biner longitudinal dan beberapa fisi. Encystment juga berlangsung.
Reproduksi seksual tidak terjadi, meskipun bentuk primitif dilaporkan
pada beberapa spesies.

1. Pembelahan Biner Longitudinal

Selama periode aktif, dalam kondisi yang baik dari air, suhu dan
ketersediaan makanan, Euglena bereproduksi dengan pembelahan
biner longitudinal. fisi selalu symmetrogenic, yaitu indukan dari
Euglena membagi menjadi dua anakan yang persis sama satu
sama lain.

Inti membagi oleh mitosis. endosome yang memanjang melintang


dan menjadi mengerut menjadi dua bagian kira-kira sama. divisi
nuklir terjadi di dalam membran nuklir.

Organel pada akhir anterior seperti stigma, blepharoplasts, waduk,


cytopharynx dan kromatofora dan badan paramylum juga
digandakan. tubuh mulai membagi memanjang, dari ujung
7

anterior ke bawah ke ujung posterior mengakibatkan


pembentukan dua individu anak.

Flagel lama dipegang oleh satu setengah, sedangkan flagela baru


dikembangkan oleh yang lain, vakuola kontraktil dan tubuh
paraflagellar tidak membagi tetapi mereka menghilang dan dibuat

2 Longitudinal binary fission


lagi dalam individu putri.

2. Multiple Fisi

Beberapa fisi biasanya berlangsung dalam kondisi encysted.


Kadang-kadang selama istirahat atau periode tidak aktif,
encystment terjadi pada Euglena. Massa sitoplasma dan inti di
dalam kista menjalani diulang mitosis sehingga menimbulkan 16
atau 32 orang anak kecil.

Pada kembalinya kondisi yang menguntungkan, istirahat kista dan


individu putri melarikan diri keluar dari kista. Setiap individu putri
mengembangkan berbagai organel dan memulai kehidupan
normal. Beberapa pekerja dianggap individu putri sebagai spora
dan proses ini sebagai sporulasi.

C. Lokomosi Euglena viridis


1. Pergerakan Flagellar
8

Vickerman dan Cox (1967) berpendapat bahwa flagela mempunyai


kontribusi langsung sebagai alat penggerak. Namun, beberapa teori
telah diajukan untuk menjelaskan mekanisme gerakan flagellar.
Butschli mengamati bahwa flagel yang mengalami serangkaian
gerakan lateral dan dalam melakukannya, tekanan yang diberikan
pada air di sudut kanan ke permukaannya.

Tekanan ini menciptakan dua kekuatan satu diarahkan paralel, dan


yang lainnya di sudut kanan, dengan sumbu utama tubuh. Gaya
paralel akan mendorong hewan ke depan dan gaya yang bekerja

3 Pergerakan Flagellar
pada sudut kanan akan memutar hewan pada porosnya sendiri.

Gray (1928) menyatakan bahwa serangkaian gelombang lulus dari


satu ujung flagel yang lain. Gelombang ini membuat dua jenis
gerakan, satu di arah gerakan dan yang lain ke arah melingkar
dengan sumbu utama tubuh. Flagel akan mendorong hewan ke
depan dan yang terakhir akan memutar hewan.

Untuk waktu yang cukup lama itu umumnya dianggap bahwa flagela
diarahkan ke depan selama gerakan flagellar tapi sekarang
9

umumnya sepakat bahwa flagela lurus dan bombastis stroke yang


efektif dan menjatuhkan mundur dalam stroke pemulihan.

4 Tahap Gerakan Flagellar

Lowndes (1941) telah menunjukkan bahwa flagela yang diarahkan


ke belakang selama penggerak. Menurut Lowndes, serangkaian
gelombang spiral lulus berturut-turut dari pangkal ke ujung flagela
diarahkan pada sekitar 12 per detik dengan meningkatnya
kecepatan dan amplitudo.

Gelombang melanjutkan sepanjang flagela secara spiral dan


menyebabkan tubuh Euglena untuk memutar sekali dalam satu
detik. Dengan demikian, dalam gerak, itu mengikuti jalur spiral
sekitar garis lurus dan bergerak maju. Tingkat gerakan adalah 3 mm

5Pergerakan Euglena
per menit.
10

Namun, pergerakan flagela terkait dengan kontraksi yang semua


fibril. Energi untuk kontraksi fibril ini berasal dari ATP dibentuk pada
mitokondria blepharoplasts.

2. Pergerakan Euglenoid

Euglena kadang-kadang menunjukkan gerakan menggeliat lambat


yang sangat aneh. Gelombang peristaltik kontraksi dan ekspansi
melewati seluruh tubuh dari anterior ke ujung posterior dan hewan
bergerak maju. Tubuh menjadi lebih pendek dan lebih lebar pertama
di akhir anterior, kemudian di tengah dan kemudian di akhir
posterior.

Jenis gerakan ini disebut gerakan Euglenoid dimana gerakan lambat


dan terbatas terjadi. Gerakan Euglenoid yang dibawa oleh kontraksi
dari sitoplasma atau oleh kontraksi dari myonemes hadir dalam
sitoplasma bawah pelikel tersebut.

D. Peranan Euglena viridis


Euglena viridis dalam ekosistem rantai makanan berperan sebagai
produsen dikarenakan memiliki klorofil sehingga Euglena viridis dapat
membuat makanannya sendiri dan akan dimakan oleh organisme lain.
11

Menurut Lupita (2009) beberapa flagellata dapat digunakan sebagai


sumber Protein Sel Tunggal (PST), misalnya Euglena viridis dan Euglena
oxyuris yang saat ini mulai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan
protein masyarakat dunia tanpa memerlukan lahan yang luas dan
waktu panen yang singkat dalam jumlah besar
BAB III

PENUTUP

Euglena viridis adalah salah satu jenis dari genus euglena yang memiliki ciri-
ciri mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan dikatakan mirip hewan
dikarenakan memiliki flagel yang berfungsi sebagai alat gerak untuk
menangkap mangsa jika tidak terdapat cahaya disekitarnya. Euglena viridis
bereproduksi secara aseksual lebih tepatnya dengan melakukan pembelahan
biner dan multiple fisi. Euglena viridis bergerak dengan dua cara yaitu
bergerak dengan flagel dan pergerakan Euglonid. Euglena viridis berperan
sebagai produsen dalam ekositem air tawar dan memilki kandungan protein
yang tinggi untuk manusia.

12
DAFTAR PUSTAKA

Jordan, E.L. dan Erma, P.S. 1999. Invertebrate Zoology. New Delhi : S.
Chand & Company

Khanna, D.R. dan Yadav, P.R. 2004. Biology of Protozoa. New Delhi :
Discovery Publishing
House

Lupita, Nasyanka. 2009. Zoologi Dasar. Surabaya : Universitas Airlangga

Lowndes, A. G. 1941. On Flagellar Movement in Unicellular Organisms.


Proceedings of the
Zoological Society of London. Volume A111, Issue 1-2.

Vickerman, Keith dan Cox, F. E. G. 1967. The Protozoa. London : Murray

13