Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

(SAP)
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA ANAK USIA DINI

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK 5

PKK 7 DAN 8

PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN SEMARANG

JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

TAHUN AJARAN 2017


SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
(SAP)

Pokok Bahasan : Pendidikan Seksual Pada Anak Usia Dini


Sub Pokok Bahasan : 1. Mengenalkan Perbedaan Lawan Jenis
2. Memperkenalkan Organ Seksual
3. Menghindari Anak Dari Kemungkinan Pelecehan Seksual
4. Informasikan Tentang Asal Usul Anak
5. Persiapan Menghadapi Masa Pubertas
Sasaran : Pos Paud di RW 4 Tembalang
Tempat : Di RW 4 Kelurahan Tembalang
Hari / Tanggal : Jumat, 31 Maret 2017
Waktu : 1x15 menit

A. TUJUAN INTRUKSIONAL
1. Tujuan Intruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang Pendidika Seksual Pada Anak Usia
Dini diharapkan anak-anak mampu menghindari kemungkinan pelecehan seksual
2. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan 1x15 menit diharapkan para anak dapat :
a. Mengerti Perbedaan Lawan Jenis
b. Mengenal Organ Seksual
c. Menghindar Dari Kemungkinan Pelecehan Seksual
d. Mengerti Tentang Asal Usul Anak
e. Mempersiapkan Menghadapi Masa Pubertas

B. MATERI PENYULUHAN
1. Materi Hipertensi pada Lansia (terlampir)
a. Mengenalkan Perbedaan Lawan Jenis
b. Memperkenalkan Organ Seksual
c. Menghindari Anak Dari Kemungkinan Pelecehan Seksual
d. Informasikan Tentang Asal Usul Anak
e. Persiapan Menghadapi Masa Pubertas

C. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi

D. MEDIA
1. Video

E. PENGORGANISASIAN
Ketua : Anggun Eka A
Penyaji 1 : Dyah Rochmawati
Penyaji 2 : Anggie Ayudya Agatha
Sie perkap : Ayu Novita Sari
Rizky Apri Fajrianti
Rista Hernidawati
Kamila Aulia
Nur Maliyasari

F. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyaji Kegiatan Peserta
1 5 menit 1. Pembuka
a. Penyaji mengucapkan salam Menjawab salam
b. Penyaji memperkenalkan diri Mendengarkan
c. Menanyakan perasaan peserta saat ini Menjawab
d. Menjelaskan tujuan dan topik dari kegiatan
e. Membuat kontrak waktu kegiatan pertanyaan
Mendengarkan dan
memperhatikan
2. Materi Penyuluhan
2 15 menit a. Menjelaskan pengertian hipertensi
b. Menyebutkan penyebab hipertensi
c. Menyebutkan tanda dan gejala hipertensi
d. Menyebutkan pencegahan hipertensi Mendengarkan
Menyebutkan komplikasi pada hipertensi
e. Menyebutkan makanan yang dianjurkan
dan dihindari pada penderita hipertensi
f.
3 10 menit 3. Penutup
a. Melakukan eveluasi dengan memberikan
kesempatan kepada peserta untuk bertanya
b. Menyimpulkan materi
c. Mengucapkan salam penutup
Bertanya
Memperhatikan

G. SETTING TEMPAT
A

B B

Keterangan :

A : Penyampai Materi
B : Lansia

H. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
Waktu untuk mulai acara, persiapan alat, persiapan media,
kelengkapan jumlah penyaji, kelengkapan alat yang akan digunakan.
2. Evaluasi Proses
Bagaimana berlangsungnya proses pembelajaran, ada hambatan atau
tidak ada hambatan, keaktifan peserta saat proses pembelajaran,
tanya jawab bisa hidup atau tidak
3. Evaluasi Hasil
a. Dengan memberikan pertanyaan secara lisan
1) Jelaskan tentang pengertian Hipertensi
2) Jelaskan tentang penyebab Hipertensi pada lansia
3) Jelaskan tentang gejala Hipertensi pada lansia
4) Jelaskan tentang komplikasi Hipertensi pada lansia
5) Jelaskan tentang cara pencegahan Hipertensi pada lansia
6) Jelaskan tentang makanan yang dianjurkan dan dihindari bagi penderita
hipertensi.

b. Salah satu peserta maju untuk mempraktekkan mencuci tangan


yang benar dan sehat.

MATERI PENYULUHAN

1. MENGENALKAN PERBEDAANLAWAN JENIS

Jelaskan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan jenis
kelamin. Hal ini yang menyebabkan beberapa hal menjadi berbeda, seperti cara berpakaian,
gaya rambut, cara buang air kecil. Terangkan bahwa anak laki-laki jika sudah besar akan jadi
ayah dan anak perempuan akan menjadi ibu. Tugas utama ayah adalah mencari nafkah,
walaupun harus tetap memperhatikan keluarga. Adapun tugas utama ibu adalah mengatur
rumah tangga dan keluarga. Namun, tidak menutup kemungkinan seorang ibu membantu
ayah dalam mencukupi kebutuhan. Dengan demikian, anak bisa memahami peran jenis
kelamin dengan baik dan benar.

2. MEMPERKENALKAN ORGAN SEKS

Caranya cukup mudah, misalnya dengan menggunakan boneka ataupun ketika mandi.
Perkenalkan anak secara singkat organ tubuh yang dimiliki, seperti rambut, kepala, tangan,
kaki, perut, serta jangan lupa penis dan vagina. Terangkan juga fungsi dari anggota tubuh dan
cara pemeliharaannya agar terhindar dari kuman penyakit.

3. MENGHINDARI ANAK DARI KEMUNGKINAN PELECEHAN SEKSUAL


Tegaskan pada anak bahwa alat kelamin tidak boleh dipertontonkan secara sembarangan.
Tumbuhkan rasa malu pada anak, misalnya ketiika keluar dari kamar mandi hendaknya
mengenakan pakaian atau handuk penutup. Selain itu, jika ada yang menyentuhnya, segera
laporkan pada orang tua atau guru di sekolah. Anak boleh teriak sekeras-kerasnya dalam hal
ini untuk melindungi dirinya.

4. INFORMASIKAN TENTANG ASAL-USUL ANAK

Untuk anak usia prasekolah, bisa diterangkan bahwa anak berasal dari perut ibu, misalnya
sambil menunjuk perut ibu atau pada ibu yang sedang hamil. Sejalan dengan usia, anak boleh
diterangkan bahwa seorang anak berasal dari sel telur ibu yang dibuahi oleh sperma yang
berasal dari ayah. Tekankan bahwa pembuahan boleh atau bisa dilakukan setelah wanita dan
pria menikah.

5.PERSIAPAN MENGHADAPI MASA PUBERTAS

Informasikan bahwa seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami perubahan dan
perkembangan. Perubahan yang jelas terlihat adalah ketika memasuki masa pubertas. Anak
perempuan akan mengalami menstruasi/haid, sedangkan anak laki-laki mengalami mimpi
basah. Hal ini menandai juga perubahan pada bentuk tubuh dan kualitas, misalnya bagian
dada yang membesar pada wanita dan suara yang memberat pada seorang pria.

Penjelasan yang diberikan tentu menggunakan istilah tepat namun tetap dapat dipahami anak.

Orang tua dapat memberikan anak buku dengan topik pendidikan tentang seks. Bacalah
bersama anak dan diskusikan apa yang telah dibaca. Hati-hati menonton acara televisi yang
mungkin tidak sengaja berisi kasus-kasus perkosaan dan kekerasan seksual lainnya.

Oleh karena itu, orang tua harus peka untuk langsung mendiskusikannya dan menjelaskan
secara baik, sebab akibat dari kasus tersebut. Yang terpenting di sini adalah meluangkan
waktu, untuk menyampaikan pendidikan seks dengan santai dan cukup waktu. Perhatikan
juga karakter anak dan rentang atensi yang dimiliki anak, sehingga anak tidak bosan atau
jenuh. Gunakan media seperti gambar, buku, dan benda lain yang menarik minat anak dan
buat semenarik mungkin.
DAFTAR PUSTAKA

Instalasi Gizi Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia.
Penuntun Diet; Edisi Baru, Jakarta, 2008, PT Gramedia Pustaka Utama

Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani W. I, Setiowulan W, Kapita Selekta


Kedokteran Edisi ke-3 jilid 1, Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI, Jakrta, 2007.

RA. Tuty Kuswardhani. (n.d.). Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lanjut Usia. Jurnal Penyakit
Dalam FK Unud, 7(2), 135140.
Budisetio, M. (2007). Pencegahan dan pengobatan hipertensi pada Penderita usia dewasa,
101107.