Anda di halaman 1dari 18

CONTOH PERUSAHAAN AKUISISI

XL Resmi Akuisisi AXIS

Jakarta, 20 Maret 2014 - PT XL Axiata Tbk (XL) hari ini mengumumkan


bahwa Perseroan telah menyelesaikan kesepakatan akuisisi PT Axis Telekom
Indonesia (AXIS) dengan nilai transaksi USD 865 juta. Kesepakatan ini ditandai
dengan penandatangan dokumen penyelesaian transaksi pada tanggal 19 Maret 2014
antara XL dan STC. Dengan selesainya transaksi ini, maka XL telah secara resmi
menyelesaikan proses akuisisi dan menjadi pemegang saham mayoritas di AXIS.
Penyelesaian proses akuisisi ini dicapai setelah XL memperoleh seluruh persetujuan
yang dipersyaratkan sebelumnya dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional
Sales Purchase Agreement - CSPA), yang meliputi:
Persetujuan dari Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo)
Persetujuan pemegang saham XL melalui RUPSLB
Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Pernyataan tidak ada keberatan dari Bursa Efek Indonesia
Persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk rencana
akuisisi.
Persetujuan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terhadap
rencana akuisisi dan merger XL AXIS
Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, Kami bersyukur dapat
mencapai tahap finalisasi akuisisi AXIS. Dengan selesainya transaksi akuisisi ini,
maka XL telah resmi menjadi pemegang saham di AXIS. Kami berterima kasih dan
memberikan apresiasi tinggi atas dukungan dari berbagai pihak, terutama regulator,
pemegang saham, dan konsumen XL dan AXIS, sehingga proses akuisisi ini akhirnya
dapat tercapai. Konsolidasi industri telekomunikasi saat ini sudah menjadi sebuah
kebutuhan untuk memastikan industri telekomunikasi yang sehat dan
berkesinambungan.
Hasnul menambahkan, pasca rampungnya akuisisi XL akan melanjutkan dan
menyelesaikan serangkaian proses menuju finalisasi merger sesuai dengan aturan dan
ketentuan yang berlaku. XL-AXIS ini merupakan momentum yang sangat penting
dan strategis untuk mendukung dan mewujudkan program pemerintah dalam
memperkuat industri telekomunikasi. Dengan adanya industri telekomunikasi yang
sehat dan kuat, masyarakat sebagai konsumen akan menerima manfaat paling besar,
selain stakeholders lainnya seperti dunia usaha, pelaku industri telekomunikasi, dan
pemerintah.
Untuk membiayai akuisisi senilai USD 865 juta ini, XL mendapatkan
pinjaman dari Axiata sebagai pemegang saham XL sebesar USD 500 juta. Sisa USD
365 juta didapatkan dari pinjaman pihak ketiga yaitu dari Bank UOB, Bank of Tokyo-
Mitsubishi, dan Bank DBS.
Melalui akuisisi dan merger dengan AXIS, XL diharapkan akan mampu
memberikan layanan yang lebih baik dan menjangkau lebih banyak pelanggan di
seluruh Indonesia. Sementara, konsolidasi ini juga mendukung tujuan pemerintah
untuk merealisasikan program broadband nasional. Dari aspek ekonomi, merger XL-
AXIS akan mendorong pendapatan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) sektor telekomunikasi terus meningkat.
Upaya XL dalam melakukan akuisisi dan merger dengan AXIS ini akan
mendukung untuk menciptakan industri telekomunikasi yang lebih sehat dan akan
menciptakan multiplereffect yang luarbiasa bagi perekonomian nasional, tandas
Hasnul.
Akuisisi dan merger ini akan mendorong peningkatan jumlah pelanggan XL
dan memperbesar komunitas sesama pengguna (bigger). Merger ini juga akan
meningkatkan kualitas layanan dan jaringan yang lebih baik (better) serta
ketersediaan produk dan layanan customer service yang semakin luas di pasar
(wider). XL optimis para pelanggan akan dapat merasakan manfaat yang luas segera
setelah merger terealisasi.
Merril Lynch (Singapore) Pte. Ltd. (Bank of America Merril Lynch) bertindak
sebagai penasihat keuangan dari XL untuk transaksi ini.

Tentang XL

XL adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia.


Mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, XL saat ini adalah penyedia
layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi
pelanggan ritel (Consumer Solutions) dan solusi bagi pelanggan korporat (Business
Solutions). XL satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas.
XL telah meluncurkan XL 3G pada 21 September 2006, layanan telekomunikasi
selular berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. XL dimiliki
secara mayoritas oleh Axiata Group Berhad (Axiata Group) melalui Axiata
Investments (Indonesia) Sdn Bhd (66,5%) dan publik (33,5%). Sebagai bagian dari
Axiata Group bersama-sama dengan Robi (Bangladesh), Smart (Cambodia), Idea
(India), Celcom (Malaysia), M1 (Singapore), SIM (Thailand), dan Dialog (Sri
Lanka).

Sumber: http://www.xl.co.id/corporate/id/ruang-media/nasional/xl-resmi-akuisisi-axis
Maybank-Temasek: Akuisisi BII Selesai Besok

Oleh : Yura Syahrul,Wahyu Tri Rahmawati,Hari Widowati


Rabu, 24 September 2008
21:38 WIB

JAKARTA. Kepastian nasib akuisisi PT Bank International Indonesia Tbk


(BII) oleh Malayan Banking Berhad (Maybank) semakin terang. Jika tak ada aral
melintang, transaksi yang sempat mengambang dalam dua bulan terakhir itu bakal
rampung Jumat (26/9). Meskipun, hingga kini, Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum memastikan batas waktu perpanjangan
waktu bagi Maybank untuk mengembalikan saham milik publik menjadi minimal
20% pasca penawaran tender (tender offer) BII.
Cheo Hock Kuan, Direktur Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd.,
menyatakan, pihaknya telah memperoleh informasi dari Maybank bahwa bank asal
Malaysia itu memenuhi semua persyaratan yang tercantum dalam perjanjian jual-beli
saham BII. "Mereka (Maybank) berharap bisa segera memproses penutupan
transaksi," tulisnya dalam surat Fullerton kepada manajemen BII bertanggal 23
September 2008, yang juga ditembuskan kepada Maybank dan Kookmin Bank.
Selanjutnya, ketiga pihak tersebut telah bersepakat untuk menutup transaksi
akuisisi BII pada 26 September nanti. Menurut Direktur Pencatatan Bursa Efek
Indonesia (BEI) Eddy Sugito, informasi tersebut sudah cukup memadai. Selanjutnya,
BEI tinggal menanti pelaksanaan tender offer saham BII oleh Maybank. "Sekarang
kami tinggal pantau prosesnya," katanya, Rabu (24/9).
Kepastian bahwa Maybank akan menyelesaikan akuisisi saham BII pada 26
September itu langsung mendongkrak harga saham BII. Pada perdagangan Rabu
(24/9), harga saham berkode BNII itu melambung 9,8% menjadi Rp 450 per saham.
Ini adalah peningkatan tertinggi dalam enam bulan terakhir.
Sekedar menyegarkan ingatan, Maybank telah menandatangani perjanjian untuk
membeli 55,6% saham BII dari Fullerton, anak usaha Temasek, dan Kookmin pada
26 Maret lalu. Nilai transaksinya Rp 510 per saham atau Rp 13,9 triliun. Namun,
ketiga pihak gagal menutup transaksi ini pada 31 Juli lalu.
Pasalnya, bank sentral di Malaysia atau Bank Negara Malaysia (BNM)
mencabut izin Maybank untuk mengakuisisi BII. Pemicunya, Bapepam-LK
menerbitkan aturan baru tentang akuisisi perusahaan publik yang mewajibkan
Maybank mengembalikan jumlah saham BII milik publik (refloat) jadi minimal 20%
dalam dua tahun pasca tender offer. BNM menilai, kewajiban ini bisa membuat
Maybank merugi hingga US$ 1 miliar.
Belakangan, Bapepam-LK memberikan kelonggaran kepada Maybank.
Bapepam-LK mengizinkan Maybank menunda pengembalian jumlah saham publik
itu. Syaratnya, dua tahun setelah tender offer, Maybank merugi lebih dari 10% dari
total nilai akuisisi BII. Singkat cerita, BNM pun kembali mengizinkan Maybank
membeli BII pekan lalu.
Tapi, hingga kini, Bapepam-LK belum juga menentukan batas perpanjangan
waktu refloat bagi Maybank itu. "Mereka (Maybank) minta lima tahun," kata Ketua
Bapepam-LK A. Fuad Rahmany. Tapi, menurutnya, perpanjangan waktu itu bersifat
insidental atau hanya diberikan jika memang ada kerugian material. "Oke, kami akan
perpanjang, tapi belum dikasih sekarang," tukas dia.
Fuad menambahkan, Bapepam-LK akan membuat surat edaran yang berlaku
umum mengenai kemungkinan penundaan pemenuhan kewajiban refloat bagi
pengakuisisi perusahaan publik. Menurutnya, jangka waktu penundaan itu bisa enam
bulan atau satu tahun dan dapat diperpanjang kembali.
Menurut Dimas Angga Negoro, analis Danareksa Sekuritas, meski akuisisi
BII pasti akan selesai pada 26 September nanti, pasar masih menanti detail transaksi
itu. Salah satunya, investor menanti jadwal pelaksanaan tender offer. Dimas menilai,
hari ini, kenaikan harga saham BII bakal mentok di level Rp 475 per saham.
"Naiknya tidak terlalu besar lagi," imbuhnya. Sebab, saat ini, harga saham BII telah
mendekati harga akuisisi sebesar Rp 510 per saham yang mungkin juga akan jadi
harga tender offer.
Sumber: http://m.kontan.co.id/news/maybank-temasek-akuisisi-bii-selesai-besok
Proses Akuisisi WhatsApp Tuntas, WA Sekarang 100% Milik FB

Posted on Oct 9 2014 - 12:34pm by Doni judian

Proses Akuisisi WhatsApp Tuntas, WA Sekarang 100% Milik FB FB


dikabarkan telah menuntaskan serangkaian syarat akuisisi WhatsApp. Sehingga
sekarang status layanan instant messanger terbesar ini menjadi milik Facebook
sepenuhnya.
Menurut informasi yang dilansir dari situs berita Mediapost.com Kamis ini
(09/10) pihak Facebook telah menyelesaikan rangkaian proses akusisi pada Senin
kemarin (06/10). Pada ujung proses serah terima perusahaan, Mark Zuckerburg
selaku pemilik baru WhatsApp harus membayar sebanyak US$ 22 Milyar, kepada
pemilik lama Jam Koum dan relasinya.
Dikabarkan pada akhir deal bisnisnya, nilai pembelian perusahaan mengalami
kenaikan $ 3 milyar dari harga yang ditawarkan sebelumnya.
Sebelumnya pada Februari tahun ini, Facebook mengabarkan bahwa WhatsApp resmi
diakuisis Facebook, harga awal yang disepakati US$ 19 milyar. Meski akuisisi
layanan pesan instant, terkesan mendadak, tapi menurut penuturan dari pihat
WhatsApp, proses transaksi sebenarnya sudah berlangsung sejak setahun. Hingga
akhirnya terjadi deal pada 24 Desember 2013 lalu.
Pembayaran sebanyak $ 22 milyar sepenuhnya menggunakan dana tunai, tapi
dibagi dua jenis, dana tunai dan selebihnya berupa saham Facebook.
Sedangkan pasca peralihan, Jam Koum masih dipakai oleh Mark Zuckerberg,
sebagai tinggi Facebook. Koum bakal menerima gaji dan pembayaran saham FB
senilai $ 2 milyar, selama empat tahun.
Pada awalnya proses akuisisi WhatsApp menimbulkan reaksi beragam
terutama dari kalangan pelanggan setia. Mereka kwatir setelah WhatsApp
bergabung dengan FB, bakal terjadi perubahan mendasar pada fitur-fiturnya.
Sedangkan pengamat bisnis IT mengkwatirkant terjadinya penurunan user.
Tapi ternyata kerisauan tersebut sirna, setelah proses akuisisi direalisasikan.
User akhir WhatsApp bertambah cukup signifikant WhatsApp melonjak dari 500 juta
menjadi 600 juta.
Sementara itu Federal Trade Comission yang mengawasi proses akuisisi dua
perusahaan IT terbesar di dunia mengingatkan mengenai perlindungan identitas user
WhatsApp. Facebook nanti tidak bisa dengan sesuka hati menggunakan data user
untuk kepentingan komersial.
Sumber: http://www.iberita.com/48997/proses-akuisisi-tuntas-sekarang-whatsapp-
100-milik-fb
CONTOH PERUSAHAAN MERGER

Indofood Merger 5 Perusahaan Rp. 466,47 Miliar

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berencana menggabungkan usaha


(merger) lima perusahaan yakni, PT Indosentra Pelangi, PT Gizindo Primanusantara,
PT Indobiskuit Mandiri Makmur, PT Ciptakemas Abadi, dan PT Indofood CBP
Sukses Makmur (CBP).
Seperti diungkapkan manajemen perseroan dalam keterangannya di
keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Senin (23/11/2009),
merger tersebut memakan biaya (modal disetor) sebesar Rp466.476.176.00
(Rp466,47 miliar).CBP akan tetap berdiri sebagai perusahaan hasil penggabungan,
sedangkan empat perusahaan lainnya akan bubar demi hukum tanpa dilakukan
likuidasi terlebih dahulu.Masing-masing perusahaan peserta penggabungan seluruh
sahamnya akan dimiliki oleh INDF yang masing-masing bergerak dalam bidang
industri pembuatan produk konsumen bermerek, industri pembuatan kecap dan
sambal serta industri pembuatan kemasan yang merupakan industri penunjang bagi
industri produk konsumen bermerek.
Oleh karena itu, untuk mengkonsolidasikan industri produk konsumen
bermerek, maka penggabungan dirasa perlu dilakukan, mengingat bidang usaha
perusahaan peserta penggabungan merupakan salah satu alternatif untuk mencapai
pengelolaan usaha yang lebih efisien, efektif, dan produktif.Nantinya, modal dasar
perseroan akan menjadi Rp750 miliar yang terbagi atas 750 juta lembar saham
dengan nilai nominal Rp1.000 per lembar saham. Sementara untuk modal
ditempatkan sebesar Rp466.476.176.000 yang terbagi atas 466.476.176 lembar
saham.Dengan demikian, dengan terlaksananya penggabungan maka perusahaan hasil
penggabungan akan menanggung semua biaya dan pajak yang berhubungan dengan
pengalihan dan pendaftaran pengalihan/balik nama aktiva menjadi atas nama
perusahaan hasil penggabungan
Merger PT Bank Mandiri (Persero)

Untuk mengatasi krisis ekonomi regional yang sampai saat ini masih melanda
Indonesia diperlukan pembenahan sektor moneter yang antara lain dengan melalui
rekapitalisasi perbankan.Pendirian PT Bank Mandiri (Persero) yang dilanjutkan
merger dengan PT Bank Bumi Daya (Persero), PT Bank Dagang Negara (Persero),
PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero) dan PT Bank Pembangunan Indonesia
(Persero) merupakan salah satu implementasi rekapitalisasi perbankan yang
diharapkan akan menjadi pilar perbankan Indonesia.[7] Pendekatan merger seperti ini
akan digunakan Pemerintah untuk memperbaiki kinerja bank-bank lain yang
mengalami kesulitan keuangan.
Proses untuk melakukan merger dimulai dengan tahapan persiapan merger
yang meliputi inisiasi merger, penetapan tujuan melaksanakan merger, jenis merger
yang akan dipilih dan inventarisasi isu-isu yang timbul. Tahapan ini merupakan
tahapan yang sangat penting karena akan menentukan berhasil tidaknya rencana
merger.
Tahapan selanjutnya adalah legal merger yang meliputi pembentukan tim
merger, pemenuhan persyaratan merger, penunjukan konsultan untuk membantu
merger, pemilihan partner merger, penetapan kebijakan selama proses merger, dan
penyusunan rencana kerja. Kegagalan suatu merger dapat terjadi karena kesulitan
bank peserta merger untuk memenuhi persyaratan merger khususnya dalam
menambah modal dan mengurangi aktiva yang tidak produktif.
Tahapan terakhir proses merger adalah operasional merger dimana tahapan ini
dapat menggambarkan keberhasilan suatu proses merger. Tahapan ini meliputi
komunikasi kepada semua pihak tentang merger dan integrasi bank-bank peserta
merger (SDM, operasional, IT dan lain-lain).
Peranan pemegang saham sangat menentukan keberhasilan merger terutama
dalam melaksanakan persiapan dan legal merger. Dalam kasus merger PT Bank
Mandiri (Persero) inisiatif merger datang dari pemerintah dalam hal ini Departemen
Keuangan dan Menteri Negara BUMN sebagai pemegang saham. Tujuan dan jenis
merger ditetapkan oleh pemerintah yang kemudian ditindaklanjuti oleh managemen
masing-masing bank peserta merger.Demikian juga halnya tentang pemenuhan
modal. Tambahan modal yang biasanya merupakan kendala utama dalam proses
merger disediakan oleh pemerintah dengan menerbitkan rekap bond.
Dalam pelaksanaan operasional merger PT Bank Mandiri (Persero)
memberikan pilihan kepada pegawai apakah akan ikut bergabung PT Bank Mandiri
(Persero) atau mengambil Program Pensiunan Sukarela (PPS). Pegawai yang ikut
bergabung dites ulang untuk mengetahui kompetensi yang bersangkutan untuk
menduduki jabatan yang tersedia.
Sistem IT yang digunakan dipilih IT dari salah satu bank yang akan merger
yaitu IT PT Bank Ekspor Impor Indonesia karena dinilai paling sesuai dengan
kebutuhan PT Bank Mandiri (Persero) saat ini dan antisipasi kebutuhan di masa yang
akan datang.
Penggantian sistem dan prosedur dilakukan secara bertahap dari satu cabang
ke cabang lain (roll out) sampai dengan semua kantor cabang menggunakan sistem
dan prosedur yang sama.Perkembangan kinerja PT Bank Mandiri (Persero) setelah
semua proses merger diselesaikan semakin baik dengan melihat perkembangan
keuangan dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2001.
BI Setujui Merger CIMB Niaga-Lippo

/
JAKARTA, JUMAT PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk
mendapat persetujuan resmi Bank Indonesia untuk melakukan penggabungan usaha
atau merger.Persetujuan BI yang diterima dalam bentuk surat tertanggal 15 Oktober
2008 tersebut membuka jalan bagi merger bank pertama, yang dikaitkan dengan
kebijakan kepemilikan tunggal (single presence policy/SPP).Kami akan segera
menyelesaikan proses merger, di mana bank hasil penggabungan akan menjadi bank
terbesar kelima di Indonesia berdasarkan jumlah aset, ujar Dato Nazir Razak, Group
Chief Executive CIMB Group dalam siaran pers, Kamis (16/10).
Bank CIMB Niaga dan Bank Lippo sepakat melakukan konsolidasi terhadap
bisnis mereka pada 2 Juni 2008. Konsolidasi itu memungkinkan Khazanah Nasional
Berhad, pemegang saham kedua bank, memenuhi tenggat waktu aturan SPP, yaitu
akhir tahun 2010.Melalui rencana merger tersebut, CIMB Group akan memiliki 58,7
persen atau 81,3 persen saham di Bank CIMB Niaga, tergantung jumlah pemegang
saham yang memilih untuk tetap bergabung dengan bank baru ini.Kekuatan dari
CIMB Niaga dan Lippo yang saling melengkapi dan dukungan model universal
banking yang dimiliki CIMB Group akan membuat bank hasil gabungan siap
berkompetisi dan berkembang efektif di pasar, kata Nazir.
BI juga menyetujui penunjukan bankir senior, Arwin Rasyid (51), sebagai
Presiden Direktur Bank CIMB Niaga.Arwin telah menduduki beberapa posisi senior
di sektor perbankan nasional, antara lain menjadi Wakil Presiden Direktur Bank
Negara Indonesia, Presiden Direktur Bank Danamon Indonesia, dan Wakil Presiden
Direktur Bank Niaga.Dengan keluarnya persetujuan BI, proses merger secara hukum
diharapkan selesai pada November 2008 dan proses integrasi keseluruhan bisnis bank
selesai akhir tahun 2009.
Merger Niaga Dan Lippo merupakan dampak dari diterapkannya aturan
kepemilikan tunggal (single presence policy / SPP ) yang ditetapkan Bank Indonesia.
Ketentuan SPP mewajibkan kepemilikan tunggal bagi pemegang saham pengendali
dilebih dari satu Bank. Oleh karena itu, Khazanah Berhad asal Malaysia selaku
pemilik saham Bank CIMB Niaga dan Lippo Bank memutuskan untuk merger.
Selain itu jika merger terlaksana, struktur permodalan akan semakin kokoh
dengan asumsi Niaga memiliki ekiuditas sebesar Rp 5 triliun dan Lippo sebesar Rp
3,6 triliun, maka merger akan memiliki modal Rp 8,7 triliun. Dengan modal sebesar
itu, akan memberikan kredit tanpa harus khawatir terbentuk BMPK ( batas
maksimium pemberian kredit ). Disamping itu, bank hasil merger juga akan lebih
cepat memenuhi syarat Arsitektur Perbankan Indonesia (API) untuk menjadi bank
berskala nasional yang mensyaratkan modal minimal sebesar 10 triliun.
Merger itu juga akan melahirkan sinergi positif. Lippo yang dikenal cukup
kuat diusaha kecil menengah (UKM) dan system pembayaran (Payment back),
diyakini akan bias menopang bisnis Niaga sebagai pemain kuat disegmen korporat
dan kredit perumahan. Kondisi yang ada adalah penetrasi kredit Lippo masih amat
rendah. Itu terbukti dari Loan to deposit ratio (LDR) yang hanya sekitar 50,7 %.
Sedangkan di Niaga sekitar 95 % dana masyarakat mengalir dalam bentuk kredit.

Hasil Merger Bank Lippo dan Niaga


1 Pascamerger, Simpanan Nasabah CIMB Niaga Meningkat
2 PT Bank CIMB Niaga Tbk meraih predikat perusahaan "Sangat Tepercaya".
3 Laba Bersih Bank Niaga Capai Rp 207 Miliar
4 Niaga-CIMB Group Kirim Pelajar ke Malaysia
PROSES MERGER BANK PERMATA

Bank Permata merupakan hasil merger dari 5 bank di bawah badan


penyelamatan bank diIndonesia (BPPN) yaitu PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT
Bank Prima Express,PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot. Dalam merger, Bank
Bali ditunjuk sebagai bank platform (bank rangka). Bank Bali berganti nama menjadi
Bank Permata pada bulan Februari2002.Merger ini merupakan bagian dari program
pemerintah yang diluncurkan pada tahun 2001.Tujuannya untuk merestrukturisasi
industri perbankan Indonesia guna menciptakan industri perbankan yang kuat dan
sehat, yang sempat terkena dampak krisis moneter tahun1997/1998.Pada awalnya,
Bank Permata memiliki operasi yang lebih terfokus pada pembiayaan usahakecil dan
menengah, ritel dan sektor komersial.Setiap bank yang mengambil bagian dalam
merger memiliki latar belakang yang berbeda.Bank Bali Tbk didirikan pada tahun
1954 sebagai bank komersial. Pada tahun 1990 itumenjadi bank umum menjual 15 juta
saham melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ). Bank Universal Tbk didirikan pada tahun 1990
sebagai penggabungan Bank Perkembangan Asiadan Bank Kredit Universal. Pada tahun
1997, Bank Universal tercatat di BEJ menjual 25 jutasaham untuk investasi publik. Bank
Prima Express didirikan pada tahun 1956 dengan namaBank Tani Nasional. Pada
tahun 1990, itu diubah namanya Bank Prima Express. Bank Artamedia didirikan pada
tahun 1990 sebagai bank umum. Itu diberikan status bank devisa pada tahun 1995. Dan Bank
Patriot didirikan tahun 1958 sebagai bank komersial.Beberapa bank-bank yang melakukan
merger dimiliki oleh kaum konglomerat. Bank Balidimiliki oleh Bank Bali Group yang
dikendalikan oleh keluarga Djaja Ramli. SementaraBank Universal dimiliki oleh
Astra Group dan Bank Artamedia dimiliki oleh GramediaGroup dan Kalbe Farma Group
Pemegang Saham Setujui Akuisisi Indolakto oleh Indofood

Pemegang saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (BEI:INDF) hari ini


menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan akuisisi terhadap 100% saham
Drayton Pte Ltd (Drayton) dari Pastilla Investment Ltd (Pastilla), termasuk
pengalihan pinjaman tanpa bunga sebesar USD100,5 juta, yang diperoleh Drayton
dari Pastilla (disebut Rencana Transaksi), dengan Nilai Pembelian sejumlah
USD350 juta.
Drayton secara efektif memiliki 68,57% saham PT Indolakto, salah satu
produsen susu terkemuka di Indonesia,memproduksi beragam jenis susu seperti susu
kental manis, susu bubuk, susu steril, susu UHT dan susu pasteurisasi. Selain itu,
Indolakto juga memproduksi es krim, minuman yogurt dan mentega.
Merek-merek Indolakto, antara lain Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Orchid Butter
dan Indoeskrim, merupakan merek-merek terkemuka di pasar dan sebagian dari
merek-merek tersebut memiliki pangsa pasar yang cukup signifikan
Kami sangat berterima kasih kepada para pemegang saham atas
dukungannya untuk Rencana transaksi ini. Indofood sekarang berada pada posisi
yang lebih baik untuk mengarah menjadi Progressive Total Food Solutions
Company, yang secara dinamis senantiasa berusaha untuk memenuhi perubahan
selera konsumen. Indolakto akan memberikan kesempatan kepada Indofood untuk
dapat langsung memasuki salah satu industri yang berkembang dengan pesat,
sekaligus melakukan ekspansi portofolio produk ke kategori makanan yang lebih
sehat dan bernutrisi, ujar Anthoni Salim, Presiden Direktur dan CEO PT Indofood
Sukses Makmur Tbk.
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh PT Capricorn Indonesia Consult
Inc, pertumbuhan tahunan industri susu di Indonesia pada periode 2002-2006 hampir
mencapai 20%. Berdasarkan laporan dari USDA Global Agriculture Information
Network, konsumsi susu per kapita di Indonesia pada tahun 2007 hanya sebesar 7,7
kg, lebih rendah dibandingkan Malaysia, Thailand, Filipina, dan Kamboja. Konsumsi
susu per kapita ini diharapkan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
Rencana Transaksi ini akan dibiayai oleh dana internal dan pinjaman dari bank, dan
diharapkan akan selesai pada akhir Desember 2008.
Para Pemegang Saham Indofood Menyetujui Rencana Akuisisi Pt Perusahaan
Perkebunanan London Sumatera Indonesia

PT Indofood Sukses Makmur Tbk - JSX: INDF ("Indofood") hari ini


memperoleh persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Luar Biasa untuk anak
perusahaannya, Indofood Agri Resources Ltd ("IndoAgri") dan PT Salim Ivomas
Pratama ("SIMP"), bersama-sama disebut sebagai "Grup IndoAgri", untuk
mengakuisisi saham mayoritas di PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra
Indonesia Tbk-BEJ: LSIP ("LSIP"), sebuah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Jakarta dan Surabaya.
SIMP, anak perusahaan IndoAgri, adalah untuk memperoleh dari Dana
Durango dan Ashmore Pertama total 500.095.000 saham LSIP dan 47 juta USD
Hutang Wajib Konversi yang dikeluarkan oleh LSIP, dikonversi menjadi agregat dari
269.343.500 saham LSIP ("MCN"), yang mewakili suatu agregat kepemilikan sekitar
56,4% dari total saham yang dikeluarkan dari LSIP, setelah konversi MCN seluruh
("Modal Diperbesar LSIP"). Pertimbangan agregat untuk akuisisi ini adalah sekitar
Rp 5,0 triliun, yang setara dengan Rp 6.500 per saham LSIP.
Selain itu, IndoAgri adalah untuk memperoleh dari Bapak Eddy Sariaatmadja
sejumlah 109.521.000 lembar saham LSIP, atau merupakan kepemilikan sekitar 8,0%
dari Modal Diperbesar LSIP untuk pertimbangan sekitar Rp, 711.900.000.000 yang
setara dengan Rp6, 500 per saham LSIP . Akuisisi ini akan puas dengan penjatahan
dan penerbitan 98.082.830 saham baru IndoAgri ("IndoAgri Saham Pertimbangan"),
dengan harga penerbitan sebesar S $ 1,2758 per Saham Pertimbangan IndoAgri, yang
mewakili 6,8% dari total saham yang dikeluarkan dari IndoAgri menyusul masalah
saham tersebut.Setelah penyelesaian akuisisi yang diusulkan dan konversi asumsi dari
MCN, IndoAgri Group akan menjadi pemegang saham pengendali LSIP dengan
sekitar 64,4% saham dari Modal Diperbesar LSIP. Berdasarkan aturan Pasar Modal
Indonesia dan Lembaga Keuangan Badan Pengawas (BAPEPAM) penawaran tender
atas sisa saham LSIP (sebesar sekitar 35,6% dari Modal Diperbesar LSIP) akan
dipicu. Penawaran tender akan dilaksanakan dengan harga Rp6, 900 per saham LSIP,
mewakili harga tertinggi dalam 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana
akuisisi (25 Mei 2007).Pertimbangan kas dari usulan akuisisi dan penawaran tender
sebesar Rp8.4 triliun akan dibiayai oleh sumber daya internal dan pinjaman bank.Lain
Anthoni Salim, Direktur Utama Indofood: "Kami sangat senang dengan usulan
akuisisi dan kita sekarang bergerak menuju swasembada kebutuhan kami untuk CPO.
Kami percaya kekuatan gabungan dari IndoAgri Group dan LSIP akan menghasilkan
kinerja yang berkelanjutan untuk kedua kelompok dan meningkatkan nilai pemegang
saham. Kami sangat menghargai dukungan terus diberikan oleh para pemegang
saham dan badan pengawas di berbagai negara yang telah membuat transaksi ini
mungkin ".
Semen Gresik Bakal Akuisisi 2 Perusahaan Semen Regional

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan


melakukan akuisisi dua perusahaan semen di tingkat regional akhir tahun ini.
Rencana ini dilakukan untuk mencapai visi menjadi produsen global di kawasan
regional.
Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto menjelaskan saat ini perusahaan
masih melakukan uji tuntas terkait rencana akuisisi tersebut. "Kami akan kabarkan
dua perusahaan semen itu di November nanti. Saat ini masih dalam tahap finalisasi.
Tapi intinya, nilai akuisisi dua perusahaan itu di bawah Rp 1 triliun," kata Dwi
selepas acara penandatanganan kerjasama kredit dengan Bank Mandiri di kantor
Semen Gresik, Kamis malam (2/8/2012).
Meski masih dalam tahap finalisasi, Dwi mengaku telah menyiapkan dana
untuk rencana akuisisi tersebut. Dana sekitar Rp 1 triliun tersebut akan diambil dari
kas internal perseroan. Saat ini, perseroan masih memiliki dana tunai (free cash)
sebesar Rp 4 triliun dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER)
masih sebesar 0,3 kali. "Artinya, kami masih memiliki peluang untuk mencari dana
eksternal. Kami akan membatasi debt to EBITDA sekitar 2 kali," tambahnya.
Sekadar catatan, Semen Gresik sebelumnya pernah berencana mengakuisisi
perusahaan semen di Vietnam. Perseroan menyiapkan dana sebesar 400 juta dollar
atas rencana tersebut. Di sisi lain, Semen Gresik juga berencana membangun pabrik
semen di Rembang (Jawa Tengah) dan di Indarung VI (Padang). Dana pembangunan
kedua pabrik ini sekitar Rp 3-4 triliun.
Pabrik Semen di Indarung VI diperkirkan mulai beroperasi akhir 2015 dengan
produksi sebanyak tiga juga ton per tahun. Sementara, pabrik semen di Rembang
mulai dibangun akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan dengan kapasitas
produksi tiga juga ton. "Dengan adanya kedua pabrik ini, maka diperkirakan pada
2015 akan ada tambahan enam juta ton," jelasnya
Philip Morris Indonesia Akuisisi HM Sampoerna

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Philip Morris Indonesia telah mengambil


alih 40 persen saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dengan harga persaham
Rp 10.600 pada Sabtu, 12 Maret 2005. "Pengambilanalihan saham akan diselesaikan
pada 18 Maret 2005," kata Niken Rachmad, Head of Corporate Communications PT
HM Sampoerna Tbk dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (14/3). Menurut Presiden
Direktur Philip Morris Indonesia, Alexander Reisch, dalam pengumuman tertulis
kepada Bursa Efek Jakarta hari ini, akuisisi dilakukan untuk investasi
strategis.Setelah proses akuisisi saham selesai, Philip Morris juga akan melakukan
penawaran tender untuk seluruh sisa saham dengan harga yang sama persahamnya.
"Penawaran tender tersebut diharapkan selesai dalam waktu lebih kurang 80 hari,"
kata Niken.

Philip Morris Indonesia adalah anak perusahaan yang seluruh sahamnya


secara tidak langsung dimiliki oleh Phillip Morris International Inc, sebuah
perusahaan rokok asal Amerika Serikat.Menurut Niken, Philip Morris juga telah
memberitahukan Direksi HM Sampoerna bahwa Phillip Morris akan melanjutkan
bisnis inti HM Sampoerna dan mengembangkan brand equity dari produk-produknya
yang telah ada. (fanny febiana - tnr)
PT Semen Gresik kaji akuisisi batubara di Riau

Rabu, 28 September 2011 18:07 WIB | 1252 Views

PT. Semen Gresik Tbk. (FOTO ANTARA/istimewa)

Rencana akuisisi tambang batubara juga merupakan strategi perseroan untuk


mengamankan kebutuhan energi di pabrik-pabrik semen perseroan yang tersebar di
Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
Jakarta (ANTARA News) - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengaku sedang
melakukan kajian terhadap akuisisi sebuah tambang batubara yang berlokasi di Provinsi
Riau.Direktur Pengembangan Usaha perseroan, Erizal Bakar usai Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu mengatakan, studi terhadap tambang masih
terus dilakukan.
"Di tambang ini diperkirakan memiliki cadangan terduga batubara sebanyak 16 juta
ton dengan kandungan kalori sebesar 4.800-5.500 cal. Kami ingin menjadi mayoritas di
tambang ini," ujarnya.Ia mengatakan, aksi korporasi itu sesuai dengan rencana jangka
menengah dan panjang perseroan untuk meningkatkan kapasitas terpasang produksi semen.Ia
menambahkan, rencana akuisisi tambang batubara juga merupakan strategi perseroan untuk
mengamankan kebutuhan energi di pabrik-pabrik semen perseroan yang tersebar di Sumatera,
Jawa, dan Sulawesi."Tambang di Riau untuk memenuhi batubara di pabrik Semen Padang,
diharapkan akan dapat diakuisisi pada semester pertama tahun depan," ujarnya.Selain itu, ia
mengemukakan, perseroan juga tengah menjajaki kerjasama operasi pertambangan batubara
di Kalimantan Selatan (Kalsel).Menurutnya, tambang di Kalsel itu terdapat cadangan
batubara sebanyak juta delapan ton dengan kandungan kalori 5.800-6.100."Tambang yang
ada di Kalsel hanya kerjasama produksi, porsinya belum diketahui. Nanti akan produksi satu
juta ton per tahun untuk kebutuhan pabrik Tonasa," katanya.Meski demikian, ia belum dapat
memberikan informasi lebih detil terkait biaya akuisisi dan kerjasama itu. Namun, secara
total, grup Semen Gresik butuh empat juta ton batubara per tahun. Semen Padang butuh satu
juta ton, Semen Gresik dua juta ton, dan Tonasa sebanyak satu juta ton.Sementara dalam
RUPS Luar Biasa, Semen Gresik tidak mencapai kuorum. Rapat yang mengagendakan
perubahan susunan direksi perseroan akan dilaksanakan kembali mengikuti prosedur yang
ada di dalam Anggaran Dasar SMGR."Nanti akan kami umumkan pemanggilan RUPS kedua
dengan agenda yang sama," ujar Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto menambahkan
UNTR Tuntaskan Akuisisi 3 Perusahaan Tambang Batubara

topsaham- PT United Trcator Tbk (UNTR) menyatakan anak usahanya PT


Pamapersada Nusantara telah menuntaskan akuisisi 20% saham PT Bukit Enim
Energi (BEE) pada tanggal 4 Juli 2011 lalu. Corporate Secretary UNTR, Sara K
Loebis dalam keterbukaan informasi BEI di Jakarta, Kamis (7/7),mengatakan degan
tuntasnya akuisisi tersebut, maka Pamapersada Nusantara telah menjadi pemilik sah
20% saham BEE."BEE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
pertambangan batu bara dengan kolasi pertambangan yang terletak di Kabupaten
Muara Enim,Sumsel.Sara juga menambahkan perseroan melalui Pamapersada saat ini
juga sedang melakukan tahap untuk menaikkan kepemilikan sahamnya pada PT
Asmin Bara Bonang (ABB) dan PT Asmin Bara Jaan (ABJ) menjadi 60%."Saat ini
perseroaan telah memiliki saham pada kedua perusahaan tersebut sebesar 30%,"
tukasnya.Selain itu lanjut Sara, Akuisis yang dilakukan pada saham BEE dan
kenaikan kepemilikan pada ABB dan ABJ tersebut bukan merupakan transaksi
material sebagaimana yang diatur dalam perturan Bapepam No. IX.E.2 tentang
transaksi usaha dan perubahan kegiatan usaha utama mengingat nilai dari akuisis
tersebut adalah di bawah batas nilai transaksi sebagaimana yang disebutkan dalam
peraturan tersebut.
RODA Akuisisi Tujuh Perusahaan Properti Senilai Rp512 Miliar

PT Royal Oak Development Tbk (RODA) berencana melakukan akuisisi


terhadap tujuh perusahaan yang bergerak di bidang properti senilai Rp512 miliar.
Rencana akuisisi ini diperkuat dengan ditandatangani beberapa perjanjian
pendahuluan jual beli . Tujuh perusahaan yang akan diakuisisi antara lain PT Multi
Pratama Gemilang, PT Tiara Sakti Mandiri, PT Fortuna Cahaya Cemerlang, PT
Bangun Megah Pratama, PT Simpruk Arteri Realty, PT Indo Prakasa, PT Lumbung
Mas Sejahtera.Direktur Utama PT Royal Oak Development Tbk, Subianto Satmaka
dalam paparan publik di Jakarta Jumat (17/6) mengatakan, rencana akuisisi tujuh
perusahaan ini dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham
pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2011.
Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi terhadap saham RODA
pada 3 Juni 2011. Suspensi ini dilakukan karena perseroan tidak memiliki pendapatan
usaha pada laporan keuangan Desember 2010.