Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 konsep etika khusus

Etika khusus merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan
yang khusus misalnya olah raga, bisnis, atau profesi tertentu. Dari sinilah nanti akan lahir
etika bisnis dan etika profesi (wartawan, dokter, hakim, pustakawan, dan lainnya). Kemudian
etika khusus ini dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial. Bagaimana mengambil
keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan, yang
didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Penerapannya dapat berupa
bagaimana mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus
yang dilakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Selain itu
penerapannya juga dapat berupa bagaimana menilai prilaku diri dan orang lain dalam bidang
kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan
manusia untuk bertindak etis.

Etika khusus dibagi menjadi dua bagian :

2.1.1 Etika Individu

Etika individual ini adalah etika yang berkaitan dengan kewajiban dan sikap manusia
terhadap dirinya sendiri, misalnya:
1) Memelihara kesehatan dan kesucian lahiriah dan batiniah.
2) Memelihara kerapian diri, kamar, tempat tingggal, dan lainnya.
3) Berlaku tenang
4) Meningkatkan ilmu pengetahuan.
5) Membina kedisiplinan , dan lainnya.

2.1.2 Etika sosial


Etika social adalah etika yang membahas tentang kewajiban, sikap, dan pola perilaku
manusia sebagai anggota masyarakat pada umumnya. Dalam hal ini menyangkut
hubungan manusia dengan manusia, baik secara individu maupun dalam kelembagaan
(organisasi, profesi, keluarga, negara, sikap kritis terhadap pandangan-pandangan dunia
dan ideologi-ideologi maupun tanggung jawab manusia terhadap lingkungan hidup
(Magnis-Suseno, dkk, 1981:8). Etika sosial yang hanya berlaku bagi kelompok profesi
tertentu disebut kode etika atau kode etik.
Sedikitnya, ada dua masalah yang timbul dalam etika sosial (Zubair, 1990:105).
Pertama, tujuan etika itu memberitahukan bagaimana kita dapat menolong manusia
dalam kebutuhannya yang riil dengan cara yang susila dapat dipertanggungjawabkan.
Guna mencapai tujuan ini, seorang etikus sosial tidak hanya harus tahu norma-norma
susila yang berlaku, melainkan ia harus tahu pula kebutuhan tersebut tadi, dan sebab-
sebab timbulnya kebutuhan itu. Masalah kedua, dalam etika sosial lebih mudah timbul
beragam pandangan dibandingkan etika individual. Norma-norma harus selalu
diterapkan pada keadaan yang konkret, setiap norma menjelmakan kewajiban.
Kewajiban yang paling umum itu melakukan kebaikan.
Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau
terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual
saat ini adalah sebagai berikut :
1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi

a. Contoh etika sosial

Bertegur sapa ketika berjumpa dengan sesama teman. Kita sebagai mahasiswa harus
mengikuti pembelajaran dengan sesuai aturan, menjalan kan ibadah sesuai agama yang di
anut, menghormati dosen dan staf kampus selain itu juga harus memelihara kerukunan
dan kedamaian . Mencintai sesama seperti melestarikan lingkungan, lalu menjaga
kebersihan, sarana dan prasarana, keamanan dan tidak merugikan orang lain. Dan yang
paling penting kita sebagai mahasiswa harus belajar dengan tekun, berdisiplin, bekerja
keras dan bersemangat. Lalu tidak melakukan tindakan kriminal seperti membawa
senjata tajam, memakai mengedarkan narkoba, mengancam, menganiaya dan bahkan
membunuh. Itulah etika yang harus di patuhi dan termasuk kedalam contoh etika sosial.

2.2 Etika terapan

Etika terapan adalah etika yang diterapkan pada profesi tertentu misalnya etika kebidanan
dan bioetik.

a. peranan penting etika terapan dalam dunia modern. Diantara lain adalah:
1. Adanya pluralisme moral

2. Timbulnya masalah-masalah etis baru

3. Munculnya kepedulian etis yang semakin universal

4. Datangnya hantaman gelombang modernisasi

5. Adanya tawaran berbagai ideologi

6. Sebuah tantangan bagi agamawan

b. Munculnya Etika Terapan

Etika terapan muncul dari kepedulian etis yang mendalam, hal ini dipicu oleh
berbagai faktor diantara lain:
1. Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan tehnologi.

2. Terciptanya semacam iklim moral yang mengundang minat baru untuk etika

Disamping itu, berbagai permasalah yang dihadapi dan kasus kasus baru yang
berkembang dikehidupan sosial manusia, juga membuat berkembangnya ilmu etika
terapan. Diantara lain
1. Munculnya perjuangan civil right.

2. Adanya gerakan kuat yang menuntut persamaan hak antara pria dan wanita.

3. Terjadi juga revolusi mahasiswa di beberapa negara Barat

Bidang garapan dalam etika juga meliputi berbagai aspek. Secara garis besar etika terapan
Dua wilayah besar yang disoroti oleh etika terapan :

1. Wilayah profesi : Etika kedokteran, etika politik, etika bisnis, dan sebagainya,

2. Wilayah masalah : Penggunaan tenaga nuklir; pembuatan, pemilikan, dan penggunaan


senjata nuklir; pencemaran lingkungan hidup; diskriminasi dalam segala bentuk (ras,
agama, jenis kelamin, dll)

2.2.1 Bioetik
Bioetik adalah salah satu cabang dari etik normatif yang berhubungan dengan praktek
kedokteran atau penelitian dibidang biomedis. Contoh pertanyaan dalam bidang bioetik,
apakah seorang dokter berkewajiban secara moral untuk memberitahukan kepada
seorang yang berada dalam stadium terminal iya sedang sekarat ? , apakah aborsi dan
eunthanasia dapat dibenarkan secara moral ? ( Budi sampurna, Dkk, 2007. Bioetik dan
hukum kedokteran )
Dalam disiplin ilmu kedokteran, keperawatan dan kebidanan, pendekatan dominan
terhadap etika telah mengacu pada bioetik. Dua teori etika utama diandalkan dalam
bioetika adalah deontologi dan utilitarianisme. Baik deontologi dan utilintiarinisme
menerima keyakinan bahwa manusia alamiah adalah bebas dan dimotifikasi oleh
alasan. Termasuk didalamnya adalah otonomi kebebasan untuk membuat dan
bertanggung jawab atas keputusan dan pilihan moralnya sendiri. Diluar kepentingan
pribadi yang rasional, otonom agen moral secara bebas menyutujui batas sosial minimal
kebebasan seseorang untuk menjamin tingkat yang sama pada kebebasan orang lain.
Keadilan menurut bahwa kebebasan setiap individu dibatasi sejauh tidak melampaui
kebebasan orang lain ( harrison, karey, K. M. Fahy and F. Thomposon, 1998 : hal 3)
Pada dasarnya manusia memiliki empat kebutuhan dasar yaitu :
a. Kebutuhan fisiologis yang dipenuhi dengan makanan dan minuman,
b. Kebutuhan prikologis yang dipenuhi dengan rasa kepuasan, istirahat, santai dan lain-
lain.
c. Kebutuhan sosial yang dipenuhi dengan melalui keluarga, teman, dan komunitas
d. Kebutuhan kreatif dan spiritual yang dipenuhi dengan melalui pengetahuan,
kebenaran, cinta dll.

2.2.2 Meta Etika

Adalah cabang dari ilmu etika yang berusaha untuk memahami karakteristik hal yang
etis, sikap etis, penilaian dan pernyataan yang etis. Meta etika adalah jawaban dari beberapa
pertanyaan yaitu:

1. Pertanyaan apa itu kebaikan?

2. Apakah nilai moral dan etis objektif?

3. Apakah ada standar nilai yang universal terhadap hal yang baik dan buruk?

4. Bagaimana cara kita mempelajari moral dan etika itu?

Pertanyaan pertama menjelaskan apa yang dikatakan baik dan buruk,etis dan tidak etis
bermoral dan tidak bermoral. Pertanyaan pertama ini banyak dijelaskan melalui teori value
atau teori nilai. Sedangkan pertanyaan kedua menjelaskan etika terapan berdasarkan prinsip
apakah etik itu berdasarkan realita atau berdasarkan pendapat pribadi. Sedangkan pertanyaan
ke tiga menjelaskan universal atau tergantung dari apa yang diyakini oleh individu dan
kelompok.Pertanyaan terakir membahas bagaimana memetik pelajaran dari etika terapan
berdasarkan teori etika. Meta etika juga suatu jalan menuju konsepsi atas benar atau tidaknya
suatu tindakan atau peristiwa. Dalam meta-etika, tindakan atau peristiwa yang dibahas
dipelajari berdasarkan hal itu sendiri dan dampak yang dibuatnya.

a. Teori Meta Etika

Dua teori utama dalam etika terapan adalah teori cognitivistik dan non cognitivistik.

Menurut teori kognitivistik, kalimat moral mengungkap preposisi yang berupa baik dan
benar. Lawan dari kognitivistik adalah non cognitivistik yang berkeyakinana bahwa moral
buka merupakan sesuatu yang harus menentukan baik dan buruknya sesuatu.

Dibawah payung cognitivistik teori terdapat bagian teori yaitu:

1. Moral realism
teori ini berpendapat bahwasanya kalimat etis adalah berdasarkan nilai moral yang objektif
dan sifatnya universal. Teori ini terbagi lagi menjadi dua bagian naturalistik dan non
naturalistik. Teori moral yang naturalistik berpendapat bahwa ada sifat moral yang obyektif
dan bahwa sifat-sifat ini dapat direduksi atau berdiri dalam beberapa hubungan metafisik.
Kebanyakan naturalis etika berpendapat bahwa kita memiliki pengetahuan empiris kebenaran
moral. Naturalisme etis secara implisit diasumsikan oleh banyak ahli teori etika modern,
terutama utilitarian.

2. Moral anti realism


Bentuk lain dari anti realism dimana menurut teori ini, tidak ada yang betul dalam sebuah
kalimat moral, teori ini menyangkal adanya kebenaran moral. Subjektivisme etis merupakan
salah satu bentuk moral anti-realisme. Ini menyatakan bahwa pernyataan moral yang dibuat
benar atau salah dengan sikap dan / atau konvensi orang, baik yang dari setiap masyarakat,
masing-masing individu, atau beberapa individu tertentu.

non cognitivistik teori juga terbagi kepada beberapa unsur teori yaitu:

Emotivism:
Teori ini menjelaskan bahwa kalimat etis hanya merupakan eskpresi emosi.

2.3 individu dalam etiket

Dalam pergaulan hidup, etiket merupakan tata cara dan tata krama yang baik dalam
menggunakan bahasa maupun dalam tingkah laku. Etiket merupakan sekumpulan peraturan-
peraturan kesopanan yang tidak tertulis, namun sangat penting untuk diketahui oleh setiap
orang yang ingin mencapai sukses dalam perjuangan hidup yang penuh dengan persaingan.
Etiket juga merupakan aturan-aturan konvensional melalui tingkah laku individual dalam
masyarakat beradab, merupakan tatacara formal atau tata krama lahiriah untuk mengatur
relasi antarpribadi, sesuai dengan status social masing-masing individu. Etiket didukung oleh
berbagai macam nilai, antara lain;
1. nilai-nilai kepentingan umum
2. nilai-nilai kehjujuran, keterbukaan dan kebaikan
3. nilai-nilai kesejahteraan
4. nilai-nilai kesopanan, harga-menghargai
5. nilai diskresi (discretion: pertimbangan) penuh pikir, Mampu membedakan sesuatu
yang patut dirahasiakan dan boleh dikatakan atau tidak dirahasiakan.

Diatas dikatakan bahwa etiket merupakan kumpulan cara dan sifat perbuatan yang lebih
bersifat jasmaniah atau lahiriah saja. Etiket juga sering disebut tata krama, yakni kebiasaan
sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antarmanusia setempat. Tata
berarti adat, aturan, norma, peraturan. Sedangkan krama berarti sopan santun, kebiasaan
sopan santun atau tata sopan santun. Sedangkan etika menunjukkan seluruh sikap manusia
yang bersikap jasmaniah maupun yang bersikap rohaniah. Kesadaran manusia terhadap
kesadaran baik buruk disebut kesadaran etis atau kesadaran moral
.
a. Peranan etiket
Peranan etiket yaitu menjadi landasan dalam melakukan kegiatan yang tetap mengacu atau
melihat nilai-nilai dan norma-norma, sehingga tata aturan pergaulan yang disetujui oleh
masyarakat tertentu dan menjadi norma serta anutan dalam bertingkahlaku pada anggota
masyarakat tersebut
.
b. Contoh

Seorang bidan dalam melayani pasiennya harus bersikap sopan dan ramah, serta
menunjukkan muka yang manis. Jika hal ini tidak dipatuhi, maka bidan tersebut dianggap
telah melanggar etiket
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Etika khusus merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam
bidang kehidupan yang khusus misalnya olah raga, bisnis, atau profesi tertentu.
Dari sinilah nanti akan lahir etika bisnis dan etika profesi (wartawan, dokter,
hakim, pustakawan, dan lainnya). Kemudian etika khusus ini dibagi lagi menjadi
etika individual dan etika sosial. Bagaimana mengambil keputusan dan bertindak
dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan, yang didasari oleh
cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Penerapannya dapat berupa bagaimana
mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus
yang dilakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.

3.2 Saran
Diharapkan tenaga bidan memhami tentang apa itu etika kebidanan sehingga
dengan mudah menyerap dan membetuk nilai etika kebidanan. Sehingga
pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak mengecewakan dan tidak ada
pihak yang dirugikan. Demikian makalah yang kami buat, dengan adanya
kekurangan dalam makalah ini, kami mengharapkan dan siap menerima kritik dan
saran dari pembaca, demi terciptanya makalah yang lebih baik lagi di kemudian
hari.
DAFTAR PUSTAKA
Nurjasmi Emi, dkk. 2015. Etika kebidanan dan hukum kesehatan. Jakarta pusat : yayasan
pendidikan kesehatan perempuan

http://lintang-damar.blogspot.co.id/2011/10/etika-khusus.html

http://damaylisdiana.blogspot.co.id/2012/11/tugas-2-etika-profesi.html

http://damaylisdiana.blogspot.com/2012/11/tugas-2-etika-profesi.html

http://perdanaregian.blogspot.co.id/2015/08/etika-umum-dan-etika-khusus.html

http://adityaaryanto7.blogspot.co.id/2016/04/m-akalah-etika-etiket-estetika.html