Anda di halaman 1dari 4

SEL SURYA

Erni Yulianti (140310140042), Tina Widuri (140310140013)


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
Kamis, 2 Desember 2016

Asisten: Melany Putri Razita

Abstrak

Sel surya adalah suatu divais yang dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik melalui efek
fotovoltaik. Fotovoltaik adalah metode untuk menghasilkan energi listrik dengan mengkonversi radiasi cahaya
(energi cahaya matahari) menjadi lsitrik arus searah menggunakan bahan semikonduktor. Semakin jauh jarak sel
surya dari sumber cahaya maka intensitasnya semakin kecil. Selain itu, adanya penghalang menyebabkan
berkurangnya intensitas karena adanya absorbsi cahaya oleh penghalang itu sendiri. Semakin kecil intensitas maka
semakin kecil pula tegangan dan arusnya. Sebagai akibatnya, efesiensinya semakin kecil pula. Sebelum mencapai
Pmax, arus dan daya seharusnya semakin bertambah besar. Namun, perubahan daya maksimum akan semakin
menurun saat suhu semakin bertambah besar, hal ini karena tegangan maksimum berkurang terhadap kenaikan suhu.

Kata kunci: Sel Surya, efek fotovoltaik, semikonduktor, intensitas, daya, efesiensi

1. Pendahuluan (energi cahaya matahari) menjadi lsitrik arus searah


menggunakan bahan semikonduktor. Efek
Kebutuhan energi dunia terus meningkat fotovoltaik adalah penciptaan tegangan (arus listrik)
seiring dengan tingkat kemajuan peradaban umat pada bahan yang terpapar cahaya matahari.[1]
manusia. Pemanfaatan sumber energi konvensional Menurut penick dan louk : ketika ada satu atau
seperti batubara, bahan bakar minyak, gas alam dan lebih foton yang masuk kedalam sel surya yang
lain-lain di satu sisi memiliki biaya operasional terdiri dari lapisan semikonduktor, maka akan
murah, namun di sisi lainnya menghadapi kendala menghasilkan pembawa muatan bebas berupa
yang semakin besar. Oleh karena itu pengembangan elektron dan hole. Foton yang masuk berasal dari
sumber tenaga alternatif yang terbarukan dan bebas radiasi sinar matahari. Jika pembawa muatan dapat
polusi menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh mencapai daerah ruang muatan sebelum terjadi
umat manusia. Sumber-sumber tenaga terbarukan rekombinasi , maka akibat oleh medan listrik yang
tersebut seperti tenaga surya, tenaga angin, tenaga ada akan dipisahkan dan dapat bergerka menuju
air, tenaga gelombang air laut dan lain-lain kontraktor. Jika terdapat kawat penghubung antar
Matahari adalah sumber energi utama kontraktor, maka dapat menghasilkan arus.[1]
kehidupan karena dari seluruh aliran energi yang
tersedia di permukaan bumi kira-kira 99,9 persen 2.2 Sel surya
adalah berasal dari matahari. Matahari meradiasikan Sel surya adalah suatu divais yang dapat
energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik
dengan spektrum panjang gelombangnya meliputi melalui efek fotovoltaik. Divais ini dibuat dari bahan
bentangan antara 250 nm dan 2500 nm. Spektrum semikonduktor yaitu suatu zat padat yang memiliki
panjang gelombang yang cukup panjang tersebut nilai resistivitas lebih besar dari bahan konduktor
memungkinkan direalisasikan berbagai piranti- dan lebih kecil daripada bahan isolator. Celah
piranti yang bekerja pada panjang gelombang energinya juga tidak terlalu besar sehingga
tertentu. Salah satu piranti untuk mengubah tenaga memungkinkan terjadinya eksitasi elektron dari pita
surya langsung menjadi listrik disebut sel surya. valensi ke pita konduksi.[2]
Dalam praktikum ini kita mempelajari efek
fotovoltaik, menentukan karakteristik sel surya,
mengoptimisasi konversi energi surya menjadi
energi listrik.

2. Teori Dasar

2.1 Efek fotovoltaik


Fotovoltaik adalah metode untuk menghasilkan
energi listrik dengan mengkonversi radiasi cahaya
Bagian-bagian dari sel surya : daya sinar matahari yang mengenai sel surya
tersebut(Pin).[3]


= X100% ............................(4)

Keterangan :

Voc = tegangan terbuka (Volt)


Isc = arus hubung singkat (Ampere)
FF = fill faktor
Pmax = daya maksimum yang di hasilkan oleh
sel surya (Joule)
Pin = daya yang masuk ke sel surya (Joule)
= efisiensi dari sel surya(%)

3. Metode Percobaan
Gambar 1. Struktur sel surya beserta efek
Sebelum praktikum disusun alat percobaan
fotovoltaik
seeprti berikut.
2.3 Karakteristik kurva arus tegangan Sel Surya
Karakteristik I-V menggambarkan
bagaimana sel surya tersebut bekerja di bawah
pengaruh sinar matahari langsung. Kurva I-V
ditentukan oleh beberapa parameter diantaranya
adalah arus ketika tegangan sama dengan nol(arus
hubung singkat) , tegangan beban luar yang di
berikan sangat besar atau tegangan rangkaian
terbuka , tegangan yang memberikan daya
maksimum dan arus yang memberikan daya Gambar 4. Skema rangkaian alat percobaan
maksimum.[3]
Pada praktikum ini ada 3 prosedur yang
Pmax= Vmax X Imax .....................(1) dilakukan. Prosedur pertama yaitu, mengukur
intensitas cahaya sumber dengan memvariasikan
= Voc X Isc XFF ....................(2) jarak sumber ke sel surya serta variasi jenis
penghalang yang di gunakan, yaitu filter merah dan
FF adalah fill factor yang merupakan filter biru. Adapun variasi jarak dari sumber ke sel
parameter yang memperlihatkan seberapa kurva I-V surya , yaitu 50 cm, 60 cm, 70 cm, 80 cm, 90 cm, dan
mendekati bentuk ideal. FF ideal adalah jika : 100 cm. Pada prosedur kedua terdapat variasi nilai
hambatan yang bertujuan untuk mengetahui

FF = .......................................(3) karakteristik dari sel surya , yaitu dengan mengukur

tegangan terbuka dan arus hubung singkat. Adapun
variasi resistor untuk setiap jaraknya yaitu
(1,2,3,4,5).
Prosedur ketiga hampir sama dengan prosedur
yang kedua hanya saja pada prosedur yang ketiga ini
ditambahkan dengan variasi suhu, yaitu 300C dan
400C, dimana hal ini bertujuan untuk mennetukan
ketergantungan arus hubung singkat dan tegangan
terbuka terhadap temperatur.

4. Hasil dan Pembahasan


Setelah dilakukan percobaan, maka didapatkan
Gambar 2. Kurva Karakteristik Arus-Tegangan dan hasil sebagai berikut.
Daya-Tegangan pada Sel Surya

Efisiensi adalah persentasi perbandingan


daya yang dihasilkan oleh sel surya (Pmax) dengan
Tabel 1. Hasil pengukuran intensitas cahaya dengan Grafik 3. Hubungan arus terhadap tegangan dengan
variasi posisi detektor filter merah

Grafik 1. Hubungan intensitas cahaya terhadap


posisi detektor

Tabel 4. Hasil pengukuran tegangan terbuka dan


arus hubung singkat dengan filter biru

Tabel 2. Hasil pengukuran tegangan terbuka dan


arus hubung singkat tanpa filter Grafik 4. Hubungan arus terhadap tegangan dengan
filter biru

Grafik 2. Hubungan arus terhadap tegangan


tanpa filter

Tabel 5. Hasil pengukuran tegangan terbuka dan


arus hubung singkat dengan T=300

Tabel 3. Hasil pengukuran tegangan terbuka dan


arus hubung singkat dengan filter merah
Grafik 5. Hubungan arus terhadap tegangan dengan
T=300
yang diteruskan ke sel surya lebih kecil ketika
Tabel 5. Hasil pengukuran tegangan terbuka dan diberikan penghalang sehingga energi yang
arus hubung singkat dengan T=400 diberikan pada sel surya lebih kecil pula. Semakin
kecil energi yang diberikan maka akan lebih sedikit
jumlah elektron yang bereksitasi dari pita valensi ke
pita konduksi atau bahkan tidak dapat bereksitasi
jika energi yang diberikan tersebut kurang dari
energi gap nya.
Berdasarkan pada percobaan ketiga, yaitu
adanya variasi suhu 300C dan 400C, efesiensi sel
surya pada saat T=300C lebih besar dibanding pada
Grafik 5. Hubungan arus terhadap tegangan dengan saat T=400C, dimana seharusnya jika belum sampai
T=400 pada Pmax maka semakin besar suhu maka tegangan
dan arus akan semakin besar sehingga nilai
efesiensinya pun akan semakin besar. Namun,
perubahan daya maksimum akan semakin menurun
saat suhu semakin bertambah besar, hal ini karena
tegangan maksimum berkurang terhadap kenaikan
suhu.

5. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini, yaitu :
1. Cahaya dari sumber cahaya dapat diubah
menjadi tegangan listrik melalui sel surya
yang komponen dasarnya yaitu bahan
semikonduktor, dimana hal ini disebut
Berdasarkan data dari hasil percobaan dengan efek fotovoltaik.
prosedur pertama yaitu, mengukur intensitas dengan 2. Semakin jauh jarak sel surya dari sumber
variasi posisi detektor, semakin jauh posisi detektor cahaya maka intensitasnya semakin kecil.
dari sumber cahaya maka intensitasinya semakin Selain itu, adanya penghalang
berkurang. Begitupun ketika diberikan penghalang menyebabkan berkurangnya intensitas
merah dan pengahalang biru, semakin jauh dari karena adanya absorbsi cahaya oleh
sumber cahaya maka intensitasnya semakin kecil. penghalang itu sendiri. Semakin kecil
Intensitas cahaya yang meggunakan penghalang intensitas maka semakin kecil pula
lebih kecil dibanding tanpa menggunakan tegangan dan arusnya. Sebagai akibatnya,
penghalang. Hal ini dapat terjadi karena penghalang efesiensinya semakin kecil pula.
tersebut megabsorbsi cahaya sehingga cahaya yang 3. Sebelum mencapai Pmax, arus dan daya
diteruskan ke sel surya intensitasnya lebih kecil. seharusnya semakin bertambah besar.
Intenstas untuk penghalang biru ataupun merah Namun, perubahan daya maksimum akan
besarnya hampir sama, misal pada saat r=(70 dan 80) semakin menurun saat suhu semakin
cm, intensitas biru dan merah sama, yaitu 0.07kLux. bertambah besar, hal ini karena tegangan
Hal ini menunjukkan bahwa apapun warna maksimum berkurang terhadap kenaikan
penghalangnya intensitasnya akan tetap sama. suhu
Pada percobaan kedua, dilakukan variasi
hambatan pada setiap variasi jarak. Berdasarkan
hasil yang diperoleh, semakin besar hambatan maka Daftar Acuan
tegangannya semakin besar pula sedangkan arusnya
semakin kecil. Hal ini sesuai dengan hukum ohm [1] Anneahira. 2013. Fotovoltaik: Energi Cahaya
yaitu, V=IR, dimana tegangan berbanding lurus Menjadi Energi Listrik.
dengan hambatan sedangkan arus berbanding http://www.anneahira.com/energi_cah
terbalik dengan hambatan. Selain itu, pada aya.html. ( Diakses pada 1 Desember
percobaan kedua ini dilakukan pula variasi jarak, 2016 pukul 10.30 WIB)
dimana semakin jauh sel surya dari sumber cahaya [2] Dipitra, Wibeng. 2008. BAB II Sel Surya. FT
maka tegangan dan arus semakin kecil sehingga UI Prinsip%20Kerja%20Sel%20Surya-
dayanya semakin kecil. Oleh karena itu, semakin UI.pdf (Diakses pada 1 Desemberi 2016
jauh sel surya dari sumber cahaya efesiensi sel surya pukul 11.17 WIB)
semakin kecil. Adapun penambahan variasi [3] Aditya, Lukman. 2009. BAB II eori Penunjang.
penghalang merah dan biru pada percobaan kedua FT UI Sel%20Surya%20Ch%202.pdf
ini berpengaruh pada intensitas cahaya yang (Diakses pada 1 Desemberi 2016 pukul
diteruskan ke sel surya, dimana intensitas cahaya 11.17 WIB)