Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN

STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP EFEKTIVITAS


PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pendahuluan
Data atau informasi sangat diperlukan oleh pihak manajemen dalam upaya
untuk mengambil keputusan yang merupakan bagian yang sangat penting dalam
perusahaan. Sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya bagi pihak
pengambil keputusan merupakan hal terpenting untuk dapat menentukan dan
membuat keputusan-keputusan strategis terhadap langkah apa yang akan
ditempuh oleh perusahaan dalam mencapai tujuan. Perusahaan dapat melakukan
aktivitas operasionalnya dengan baik apabila orang-orang yang ada di dalamnya
saling berinteraksi atau bekerja sama dalam mewujudkan efektivitas sistem
informasi perusahaan. Untuk menciptakan kerjasama yang baik sangat diperlukan
komunikasi karena apabila efektivitas sistem informasi manajemen dapat terwujud
maka dengan sendirinya kerjasama yang baik dapat diciptakan. Sistem informasi
manajemen yang efektif juga dapat dipengaruhi oleh bentuk atau struktur
organisasi yang ada. Efektivitas saluran komunikasi secara tidak langsung akan
dipengaruhi oleh bentuk dan struktur sistem komando atau jalur penyampaian
informasi. Pengambilan keputusan yang tepat dan bijaksana adalah bagaimana
para pengambil keputusan secara cermat menetapkan kebijakan strategi yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan. Strategi ini adalah telaah kepada alternatif
pilihan peluang yang tersedia untuk membuat keputusan yang tepat dari hasil
informasi yang diperoleh oleh pengambil keputusan.

Sistem Informasi Manajemen


Menurut Murdick (1993 ), sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk
kegiatan atau suatu prosedur/bagian pengolahan yang mencari suatu tujuan atau
tujuan-tujuan bersama dengan mengoperasikan data atau barang pada waktu
tertentu untuk menghasilkan informasi atau energi atau barang. Penekanan
terhadap pengertian sistem ini adalah kepada prosedur pencarian dan pengolahan
untuk dioperasikan menjadi informasi untuk menghasilkan barang dan jasa sebagai
tujuan dari perusahaan. Menurut Starer dalam Moekijat(1993), suatu sistem dapat
dirumuskan sebagai setiap kumpulan bagian-bagian atau sub sistem yang
disatukan, yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian yang
dikemukakan oleh Starer ini juga kalau kita telaah pada dasarnya mengandung
pengertian yang sama terhadap apa yang telah diungkapklan oleh Murdick tentang
sistem. Untuk mengetahui pengertian informasi yang dalam hal ini penulis
mengutip pendapat ahli, yaitu menurut Davis (1992) mengatakan, data atau
informasi merupakan kelompok teratur, studi yang mewakili kuantitas tindakan,
benda dan sebagainya. Data berbentuk karakter yang dapat berupa alfabet, angka
maupun simbol-simbol khusus. Data merupakan kelomnpok teratur yang
representatif terhadap kuantitas tindakan, barang/benda dan sebagainya. Mewakili
kuantitas tindakan bisa juga dimaksudkan bahwa data tersebut merupakan hasil
laporan kerja yang disajikan dalam bentuk laporan dengan karakter kuantitas atau
banyaknya kegiatan ataupun tindakan yang dilakukan dalam perusahaan. Data atau
informasi juga dapat mewakili benda/ barang yang disajikan dalam bentuk laporan
(mewakili keadaan benda/jasa) Kita sering mendengar pengertian manajemen yaitu
secara garis besar manajemen adalah ilmu atau seni untuk mempengaruhi orang
lain agar mau bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen meliputi
Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC). Untuk lebih jelasnya berikut
ini akan dikutip pendapat ahli.
Menurut Murdick (1993), manajemen adalah terdiri dari proses atau kegiatan
yang menjelaskan apa yang dilakukan menggerakkan pada operasi organisasi
mereka, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memprakarsai dan
mengendalikan operasi. Kalau kita perhatikan kajian tentang manajemen maka
kajian tentang manajemen ini tidak bisa terlepas terhadap keterkaitannya dengan
kepemimpinan ataupun pimpinan/manager dalam perusahaan. Berikut ini akan kita
lihat keterkaitan antara kajian manajemen dengan kepemimpinan. Pimpinan
merupakan orang yang berusaha untuk mempengaruhi orang lain atau memberikan
pengarahan kepada orang-orang yang ada dalam perusahaan untuk mau
bekerjasama secara sukarela dalam usaha untuk mencapai tujuan. Adapun setelah
kita ketahui dari pengertian di atas, maka pemimpin adalah orang yang melakukan
kegiatan-kegiatan manajemen yaitu merencanakan, menggerakkan, mengorganisir,
dan mengawasi jalannya seluruh tindakan dalam perusahaan. Dari pengertian di
atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen adalah seperangkat
alat yang saling menunjang dalam penyampaian data/informasi yang dipergunakan
oleh pihak manajemen yang bertujuan untuk mempergunakan informasi/data
tersebut sebagai acuan dalam pengambilan keputusan untuk dilaksanakan oleh
orang lain dalam mencapai tujuan.

Struktur Organisasi Organisasi terjadi apabila terdapat dua orang atau lebih bekerja
sama menjalankan pekerjaan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki bersama.
Kita lihat dalam suatu perusahaan, akan tampak beberapa orang atau kelompok
orang yang bekerjasama, setiap kelompok seakan-akan melakukan pekerjaannya
terpisah dari kelompok lain. Mereka bekerja sesuai dengan tugas dan pekerjaan
masing-masing. Misalnya, bagian pembukuan, produksi, personalia, dan pemasaran.
Dengan adanya pembagian tugas tersebut, satu sama lain tidak akan turut campur
atas pekerjaan masing-masing. Tetapi tetap menjalin hubungan kerja sama yang
baik di antara mereka dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan adanya pembagian
tugas yang disesuaikan dengan keahlian masingmasing karyawan untuk bekerja
sama dalam mencapai tujuan tersebut disebut juga dengan mengorganisir,
sedangkan wadahnya adalah organisasi. Dengan adanya pembagian tugas tersebut
maka wewenang dan tanggung jawab, akan terlihat jelas dalam organisasi tersebut.
Dapat digambarkan bentuk dari organsisasi (struktur organisasi) menurut
Tedjasutisna (1999), yakni:
a. Bentuk Vertikal Bentuk vertikal ini mirip dengan bentuk piramida hannya bagian
vertikal di buat dalam bentuk tegak lurus.
b. Bentuk Horizontal (Mendatar)
Bentuk horizontal yaitu bentuk organisasi yang menggambarkan perintah dan
tanggung jawab berasal dari kiri ke kanan. Struktur organisasi juga sangat
mempengaruhi prosedur dan efektivitas proses penyampaian komunikasi. Struktur
organisasi yang berlaku dalam setiap perusahaan akan membentuk proses
komunikasi yang berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan
lainnya.

Efektivitas Pengambilan Keputusan


Efektivitas adalah merupakan kemampuan untuk memilih tujuan dengan
memanfaatkan sarana dan prasarana yang tepat untuk mencapai tujuan. Seperti
yangdikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini : Menurut Handoko (1998),
efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan
yang tepat untuk menentukan tujuan yang telah ditentukan. Winardi (1992),
efektivitas adalah hasil yang dicapai seorang pekerja dibandingkan jumlah hasil
yang diperoleh seseorang pekerja dibandingkan dengan hasil produksi lain dalam
jangka waktu tertentu. Apabila kita analisa kutipan ini, maka efektivitas adalah
hasil yang diperoleh seseorang pekerja dan dibandingkan dengan hasil produksi lain
dengan diperbandingkan dengan waktu yang dipergunakan untuk menghasilkan
barang/jasa tersebut. Menurut Komaruddin (1994), efektivitas adalah suatu keadaan
yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau kegagalan kegiatan manajemen dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Efektivitas berdasarkan
pengertian menurut Komaruddin ini dititikberatkan kepada analisa tentang keadaan
yang menunjukkan keberhasilan atau kegagalan yang dilakukan oleh pihak
manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutynya Robert L.
Trewatha dan M. Gene Newport (Winardi, 1990) mengemukakan tentang makna
pengambilan keputusan, adalah proses memilih rangkaian/tindakan diantara dua
macam alternatif yang ada (atau lebih) guna mencapai pemecahan atas problema
tertentu. Dari defenisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengambilan
keputusan mencakup suatu evaluasi sebelum adanya tindakan memilih alternatif
yang akan diimplementasikan sebagai reaksi atas suatu problem tertentu. Sebuah
pengambilan keputusan dikatakan efektif jika keputusan yang diambil dilakukan
dengan benar dan dapat bermanfaat bagi pencapaian tujuan organisasi.
Peranan Sistem Informasi Manajemen dalam mendukung kegiatan operasional
perusahaan ataupun organisasi adalah sangat mutlak. Mutlaknya Sistem Informasi
Manajemen tersebut terlihat dari besarnya andil yang diberikan komunikasi dalam
memenuhi kebutuhan informasi dalam organisasi. Kenyataan menunjukkan bahwa
perusahaan modern saat ini mengikutsertakan kebutuhan informasi sebagai dasar
dalam mengembangkan perusahaan dimasa yang akan datang. Artinya peran serta
Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu keharusan. Begitu juga halnya
dengan struktur organisasi yang secara tidak langsung akan sangat mempengaruhi
proses komunikasi perusahaan. Efektivitas pengambilan keputusan dalam pekerjaan
adalah tergantung kepada bagaimana proses komunikasi dapat diterima oleh
responden dan seberapa umpan balik yang diinginkan oleh pimpinan dari informasi
yang diberikan. Apabila Sistem Informasi Manajemen yang diterapkan tidak baik
maka beberapa fungsi dalam organisasi juga tidak baik namun sebaliknya jika
komunikasi dilakukan dengan baik maka pengambilan keputusan akan dapat
dilaksanakan dengan baik pula. Prosedur dan sistem komando dalam perusahaan
harusnya menjadi perhatian perusahaan untuk lebih mengetahui peranan dari
sistem yang berlaku akan mempengaruhi efektivitas pengambilan keputusan.

Daftar Pustaka Arbie, Erwan. 1987. Sistem Informasi Manajemen. Bina Alumni
Indonesia. Jakarta. Davis, Gordon B. 1992. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta,
Pustaka Presindo. Hasibuan, Malayu S.P. 1989. Manajemen Dasar, Pengertian dan
Masalah. Haji Mas Agung. Jakarta. Kartini, Kartono. 1991. Pemimpin Dan
Kepemimpinan. Cetakan Keempat. CV. Radjawali. Jakarta. Kartonegoro.1995. Tahap-
Tahap Pengambilan Keputusa: Prinsip Sistem Informasi Manajemen. Binaman Press.
Yogyakarta. Komaruddin. 1994. Ensiklopedia Manajemen. Edisi Kedua. Cetakan
Pertama. Bina Aksara. Jakarta. Moekijat. 1993. Pengantar Sistem Informasi
Manajemen. Remaja Rosda Karya. Bandung. Murdick, Robert J. 1993. Sistem
Informasi Manajemen Modern. Erlangga. Jakarta. Putti, Joseph M. (1990)
Meningkatkan Efektivitas Kerja. Bandung : Tarsito. Simanjuntak, Payman J. 1993.
Peningkatan Ekonomi SDM. Tarsito. Bandung Handoko. T. Hani. 2000. Organisasi
Perusahaan, Teori, Struktur dan Perilaku. BPFE. Yogyakarta.