Anda di halaman 1dari 14

Hirarki Pembangkit PLTU Paiton Unit 7 & 8

1. Primary Technology

Primary Technology adalah suatu objek yang dikendalikan. Pada potongan

skema pembangkitan di bawah ini dapat dilihat bahwa objek yang dikendalikan

ialah generator. Pengendalian generator akan berpengaruh terhadap kualitas

tegangan output dan frekuensi output yang dihasilkan. Pada saat generator

dibebani maka kondisi keluaran tegangan dan frekuensi generator akan berubah

sehingga perlu dilakukan pengaturan/kontrol pada generator agar tegangan dan

frekuensi keluaran yang dihasilkan generator sesuai dengan keinginan atau dalam

kondisi stabil.
2. Field

Field adalah peralatan-peralatan yang ada di lapangan (yang berada di dekat /

bersentuhan langsung dengan objek pengendalian). Field secara umum dibagi

menjadi 2 yaitu sensor dan aktuator. Sensor yang berhubungan dengan generator

pembangkit adalah Current Transformer dan Potential Transformer. CT dan PT

dalam hal ini berfungsi sebagai sensing saat terjadi over excitation atau less

excitation. Pada kondisi tsb. maka hasil pengukuran CT dan PT akan dikirimkan

ke amplifier agar eksitasi diatur sesuai dengan kebutuhan. Aktuator pada sistem

ini adalah exciter. Exciter dalam hal ini berfungsi sebagai pengatur tegangan
output generator. Dengan menambahkan atau mengurangi arus eksitasi yang

berakibat terhadap nilai tegangan output generator.

3. Unit Control

Unit control pada hal ini berarti sebuah unit yang berfungsi sebagai suatu

control dalam system pembangkit. Pada bagian ini saya menggunakan AVR

(Automatic Voltage Regulator) sebagai salah satu unit control.

Masing-masing elemen/bagian mempunyai fungsi sebagai berikut :

Elemen pengindera (sensing)

berfungsi sebagai detector yang mendeteksi keadaan tegangan,arus dan

putaran dari generator. Bilamana ada kenaikan atau penurunan tegangan, maka

sensing akan mengkomando amplifier untuk mengatur tegangan.


Elemen pembanding.

Elemen ini berfungsi menerima besaran setelah terlebih dahulu besaran itu

diterima oleh elemen oleh elemen pengindera untuk membandingkan besaran

listrik pada saat keadaan normal dengan besaran arus kerja relay.

Elemen pengukur/penentu.

Elemen ini berfungsi untuk mengadakan perubahan secara cepet pada

besaran ukurnya dan akan segera memberikan isyarat untuk memperbesar atau

mengecil eksitasi pada excitor.

Sistem Eksitasi Generator Dengan Menggunakan AVR

Fungsi Sistem Eksitasi


Fungsi dari sistem eksitasi pada generator adalah untuk mengendalikan

output dari generator agar tetap stabil pada beban yang bervariasi. Biasanya

sebuah generator sinkron memiliki kumparan jangkar yang terletak pada stator

dengan hubungan bintang. Sedangkan kumparan medan terletak pada rotor

generator. Bila rotor berputar akan menimbulkan perpotongan antara kumparan

medan dengan stator winding sehingga menghasilkan Gaya Gerak Listrik (GGL).

AVR (Automatic Voltage Regulator)

AVR (automatic voltage regulator) adalah sebuah sistem kelistrikan yang

berfungsi untuk menjaga agar tegangan generator tetap konstan dengan kata lain

generator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu stabil tidak terpengaruh

pada perubahan beban yang selalu berubah-ubah,dikarenakan beban sangat

mempengaruhi tegangan output generator. Sistem AVR pada pembangkit sangat

penting peranannya, dikarenakan sebuah generator tidak akan menghasilkan

listrik jika didalamnya sistem tidak terdapat AVR.


Prinsip Kerja AVR
Prinsip kerja dari AVR adalah mengatur arus penguatan (excitacy)

padaexciter. Apabila tegangan output generator di bawah tegangan nominal

tegangan generator, maka AVR akan memperbesar arus penguatan (excitacy) pada

exciter. Dan juga sebaliknya apabila tegangan output generator melebihi tegangan

nominal generator maka AVR akan mengurangi arus penguatan (excitacy) pada

exciter. Dengan demikian apabila terjadi perubahan tegangan output generator

akan dapat distabilkan oleh AVR secara otomatis dikarenakan dilengkapi dengan

peralatan seperti alat yang digunakan untuk pembatasan penguat minimum

ataupun maximum yang bekerja secara otomatis.

Pengatur tegangan yang digunakan adalah AVR MX321, merupakan AVR

jenis thyristor, dimana daya masukan adalah sumber tiga fasa dari PMG yang

kemudian disearahkan oleh power rectifier yang terdiri dari penyearah thyristor

yang merupakan bagian dari AVR MX321. Disamping sebagai pengatur tegangan

rangkaian AVR juga dilengkapi alat pengontrol untuk menjamin keandalan dari

generator. AVR dihubungkan dengan belitan stator generator utama melalui

isolating transformer yang berfungsi mengontrol daya yang disuplai pada stator

eksiter dan sampai pada belitan rotor generator utama untuk menjaga tegangan

keluaran pada batas yang ditetapkan, jadi tugas utama AVR ini adalah :

a. Untuk mengatur keluaran tegangan generator

b. Untuk mengatur arus eksitasi

c. Untuk mengatur volt/Hert

Bagian-Bagian Automatic Voltage Regulator


a. Potensial Divider and Rectifier

Potensial Divider and Rectifier berfungsi menerima sinyal tegangan

ackeluaran generator utama sedangkanRectifier berfungsi mengubah

sinyaltegangan ac menjadi tegangan dc untukdikuatkan pada Amplifier.

b. 3 Phase Rectifier

3 Phase Rectifier berfungsi memonitorarus keluaran generator utama,

yangmerupakan penyearah tiga fasa yangmengubah sinyal ac menjadi sinyal dc.

c. Amplifier

Amplifier berfungsi membandingkantegangan keluaran generator utama

dengantegangan referensi dan selisihnya (error)akan dikuatkan ke error detector

untukmemberikan sinyal control untuk powercontrol device. Ramp generator dan

leveldetector berfungsi mengontrol periodekonduksi dari power control device

untukmenjaga tegangan nominal.

d. Power Supply
Power supply berfungsi untuk menyediakan daya untuk rangkaian AVR.

e. Circuit Breaker

Circuit Breaker berfungsi memutusdaya pada AVR dan generator eksiter

jikaterjadi gangguan tegangan lebih ataugangguan eksitasi lebih.

f. Over Excitation Detector

Over Excitation Detector berfungsimemonitor tegangan eksitasi yang

disuplaipada eksiter. Tegangan eksitasi maksimumdibatasi atau disetting pada

level 70 Volt+/- 5%. Jika terjadi kenaikan teganganeksitasi melebihi nilai

settingan maka overexcitation detector memberikan sinyaluntuk membuka

excitation circuit breaker.

4. Group of Control

Pada gambar 1.4 dapat dijelaskan bahwa data dari field merupakan sinyal. Ada

sinyal berupa data digital ada pula data analog. Contoh data analog berupa

besaran-besaran yang diukur oleh alat ukur listrik. Seperti daya nyata MW,

tegangan, arus, frekuensi dll. Data analog tersebut harus di konvert terlebih dahulu

oleh alat yang bernama konverter.

Setelah melalui proses pengkonversian data, data lalu dikirim menuju Remote

Terminal Unit (RTU).


Hubungan antara RTU dengan Control Center

Dari gambar diatas dijelaskan bahwa RTU dapat menerima data yang pada

akhirnya diteruskan menunuju control center. Berikut ini adalah fungsi RTU

secara garis besar.

a. Mengumpulkan data Status / Alarm dan Pengukuran kemudian

mengirimkannya ke Control Center.

b. Meneruskan perintah Control Center.

Remote Terminal Unit

Dalam suatu GI, grup kontrol berupa master station. Master station ini

membawahi beberapa Remote Terminal Unit. Master station ini dapat melaukan
beberapa perintah / command diantaranya adalah telemetering, telecontrolling dan

telesignalling.

Komunikasi Control Centre dengan RTU :

Proses pengiriman data dari RTU menuju control center pasti melalui media

telekomunikasi. Seperti halnya Fiber Optic, Power Line Carrier, Radio. Dalam

sistem scada di PLN, media telekomunikasi yang digunakan adalah Power Line

Carrier dan fiber optic. Fiber optic memiliki keunggulan dibandingkan dengan

PLC yakni kecepatan transfer data.

Pada gambar diatas ada beberapa komponen pendukung diantaranya :

a) Modem
b) Komputer Front End
c) Komputer Slave
d) Komputer Master

5. Supervision
Supervisi dalam hal ini SCADA, merupakan suatu sistem yang bertugas untuk

mengendalikan dan memperoleh data secara real time. Setiap data yang diterima

akan diolah di master station. Dengandemikian, data langsung ditampilkan ke

layar monitor sehingga di kantor pembangkit dapat diketahui mengenai data

output generator serta sistem interkoneksi mereka dengan pembangkit

lainnya.Setiap data yang berupa besaran analog di database ditampilkan dalam

besaran desimal.

Komunikasi Data dari RTU ke Master Station

Master Station merupakan bagian dari sistem SCADA yang terdiri dari

kumpulan perangkat keras dan lunak yang ada di control centeryang bertanggung

jawab untuk melaksanakan telekontrol (telemetering, telesignal, dan remote


control) terhadap remote station.Perangkat master station terdiri dari 4 bagian

utama, yaitu main computer, front-end, off line computer, dan modem. Seluruh

perangkat master station ini terhubung dalam jaringan ethernet. Selain itu juga

terdapat peralatan tambahan guna mendukung fungsi-fungsi dari peralatan utama.

Peralatan tambahan tersebut meliputi uninterruptible power supply (UPS), power

supply, dan master clock

6. Manufacturing Execution

Pada pembangkit yang berfungsi sebagai manufacturing execution adalah

manager yang merupakan kepala pembangkit itu sendiri. Keputusan manager akan

berpengaruh terhadap keberlangsungan unit pembangkit itu sendiri. Berikut ini

adalah struktur organisasi PT IPMOMI PLTU PAITON :

STRUKTUR ORGANISASI UP PAITON


7. Enterprise
Enterprise berfungsi sebagai tampuk kekuasaan utama pada perusahaan. PT

PJB dipimpin oleh direktur utama serta terdapat empat direktur lainnya , (Direktur

Produksi, Direktur Pengembangan dan Niaga, Direktur Keuangan, dan Direktur

SDM dan Adsministrasi) yang membantu direktur utama dalam menjalan

tugasnya. Lihat bagan di bawah ini :

Gambar Struktur Organisasi PT. IPMOMI


Gary Elsworth

President Director

Rudy Smith

VP Compliance & Businnes Support

Mike Fedosiuk

Plant Manager

Bmbang Jiwantoro Suharso

Community & HR Finance&Corp.Services


Manager

Agus Salim Yoza Jamal Vacant

Maintenance Manager Engineering Manager Operation Technical


Manager

Neil Jackson Sat Iriantono

PurchasingContract HSE&Compliance Manager


Manager

Gemanus Adi Waluyo Edy Surahman

Production Manager Fuel&Ash Manager