Anda di halaman 1dari 9

Hernia Inguinalis Lateral Sinistra

Ireponibel

Disusun Oleh:
Kristali
11.2013.321

Penguji
Dr. dr.T.Henry, Sp.B

Kepaniteraan Ilmu Penyakit Bedah


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
RS. Mardi Rahayu, Kudus
Periode

1
KEPANITERAAN KLINIK
STATUS ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
RUMAH SAKIT: Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus

Nama : Kristali Tanda Tangan

NIM : 11-2013-321 .....


Dr. Pembimbing/ Penguji : dr. Henry, Sp.B

==================================================================
I. IDENTITAS PASIEN

Nama Pasien : Tn.K Alamat : Jepang Wetan, RT: 05, RW: 01


Jati, Kudus
Tanggal lahir : 23-09-1955 Jenis kelamin : Laki-laki
Status perkawinan : Kawin Suku bangsa : Jawa
Pekerjaan : Buruh Djarum Agama : Islam
Usia : 59 tahun Tanggal Masuk RS : 13 nopember 2014

II. ANAMNESIS
Diambil dari : Autoanamnesis Tanggal: 13 nopember 2014 Jam : 09.00 WIB

Keluhan utama: Benjolan pada lipat paha kiri sejak 1 bulan SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang :
Satu tahun SMRS OS pertama kali mengeluhkan timbulnya benjolan pada bagian
lipat paha kiri. Pada saat itu benjolan tersebut masih kecil dan bisa menghilang sendiri.
Benjolan tersebut biasanya muncul ketika OS buang air kecil dan ketika batuk, akan tetapi
benjolan tersebut muncul terutama ketika OS sedang batuk. OS menyangkal adanya nyeri
pada benjolan tersebut.
Satu bulan SMRS OS merasa bahwa benjolan tersebut mulai tidak bisa menghilang
sendiri. Benjolan tersebut tetap menonjol pada bagian lipat paha kiri, walaupun OS tidak
buang air kecil ataupun batuk. OS tidak langsung berobat karena benjolan tersebut tidak
nyeri, tidak besar, dan tidak menimbulkan masalah pada kegiatan sehari-hari OS. Akan tetapi,
semakin lama benjolan tersebut membesar. OS mengaku benjolan tersebut hanya
menimbulkan nyeri ringan. OS masih bisa buang air besar dengan normal.

Riwayat Keluarga
Diabetes Melitus (-), Hipertensi (-), kanker (-), alergi (-)

2
Riwayat Penyakit Dahuku :
a. Trauma dahulu : tidak ada
b. Sistem saraf : Stroke Non Hemoragik
c. Sistem Kardiovaskuler : tidak ada
d. Sistem gastrointestinal : tidak ada
e. Sistem urinarius : tidak ada
f. Sistem genitalis : tidak ada
g. Sistem musculoskeletal : tidak ada

ANAMNESIS SISTEM

Catat keluhan tambahan positif disamping judul-judul yang bersangkutan


Harap diisi: bila ya(+), bila tidak(-)
Kulit:
(-)bisul (-)rambut (-)keringat malam
(-)kuku (-)kuning/ikterus (-)sianosis
(-)turgor
Kepala:
(-)trauma (-)konjungtiva
(-)sakit kepala (-)nyeri pada sinus

Mata:
(-)merah (-)nyeri
(-)sekret (-)kuning/ikterus
(-)trauma (-)ketajaman penglihatan menurun

Telinga:
(-)nyeri (-)gangguan pendengaran
(-)sekret (-)tinitus

Hidung:
(-)rhinnorhea/rhinoragi (-)tersumbat
(-)nyeri (-)gangguan penciuman
(-)sekret (-)epiktasis
(-)trauma (-)benda asing

Mulut:
(-)bibir (-)lidah
(-)gusi (-)mukosa

Tenggorokan:
(-)nyeri tenggorokan (-)perubahan suara

Leher:
(-)benjolan (-)nyeri leher

Thorax (jantung dan paru-paru):


(-)sesak nafas (-)mengi
(-)batuk (-)batuk darah

3
(-)nyeri dada (-)berdebar-debar

Abdomen(lambung/usus):
(-) mual (-) muntah
(-) diare (-) konstipasi
(-) nyeri epigastrium (-) nyeri kolik
(-) tinja berdarah (-) tinja berwarna dempul
(+) benjolan

Saluran kemih/alat kelamin:


(-) disuria (-) hematuria (-) kolik
(-) hesistensi (-) nokturia (-) retensio urin
(-) kencing batu (-) urgensi (-) benjolan
(-) fimosis

Saraf dan otot:


(-) riwayat trauma (-) nyeri (-) bengkak

Ekstremitas:
(-) bengkak (-) deformitas
(-) luka (-) sianosis

III. STATUS GENERALIS


Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda-tanda vital :
TD : 140/90 mmHg N:80 x/menit
RR: 20 x/menit S: 36oC
Kulit : turgor kulit baik, tidak ikterik
Kepala : normocephali, distribusi rambut merata
Mata : konjungtiva anemis (-), sclera ikterik (-)
Telinga : normotia, tidak terdapat secret
Hidung : tidak ada septum deviasi, tidak ada sekret
Tenggorokan : tidak ada sekret, faring tidak hiperemis
Leher : kelenjar getah bening dan tiroid tidak membesar
Thoraks
Paru paru
Inspeksi : Kedua dada tampak simetris
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, fremitus suara simetris
Perkusi : Terdengar suara sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : Suara nafas normovesikuler, rhonki - / - , wheezing - / -

Jantung
Inspeksi : Iktus cordis tidak tampak

4
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan, iktus cordis teraba lemah angkat
Perkusi : Batas Atas : pada sela iga III garis parasternal kiri
Batas Kiri : pada sela iga V garis midklavikular kiri
Batas Kanan : pada sela iga IV, garis sternalis kanan
Auskultasi : BJ I II regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen :
Inspeksi : tampak benjolan pada regio inguinal sinistra
Palpasi :
Dinding perut : supel, nyeri tekan (-), Benjolan (+) pada regio inguinal
sinsistra
Hati : tidak teraba pembesaran
Limpa : tidak teraba pembesaran
Undulasi : (-) ; Shifting dullnes (-)
Ginjal : Ballotement (-), nyeri ketok CVA (-)
Kandung empedu : Murphy sign (-)
Perkusi : timpani, shifting dullnes (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal

Alat kelamin (atas indikasi)


- Penis tampak normal, sirkumsisi (+), smegma (-), hipospadia (-), striktur meatus
uretra eksterna (-), discharge (-)
- Skrotum tidak tampak benjolan, edema (-), nyeri (-),

Extremitas (lengan&tungkai)
Anggota gerak
Lengan Kanan Kiri
Otot
Tonus : normotonus normotonus
Massa : normal normal
Sendi : nyeri (-) nyeri (-)
Gerakan : aktif aktif
Kekuatan : +5 +5
Sensori : (+) (+)
Oedem : (-) (-)
Akral hangat : (+) (+)
Tungkai dan Kaki Kanan Kiri

5
Luka : tidak ada tidak ada
Varises : tidak ada tidak ada
Otot
Tonus : normotonus normotonus
Massa : normal normal
Sendi : nyeri (-) nyeri(-)
Gerakan : aktif aktif
Kekuatan : +5 +5
Sensori : N N
Oedem : (-) (-)
Luka : (-) (-)
Akral hangat : (+) (+)

IV. STATUS LOKALIS


Abdomen

Benjolan (+)
a. Konsistensi : Lunak
b. Nyeri tekan (-)
c. Tidak bisa dimasukkan kembali
Pemeriksaan Valsava:
a. Benjolan terlihat membesar dari lateral ke
medial
Bising Usus (+)

Pemeriksaan Khusus
Rectal Touche : tidak teraba benjolan, sfingter ani baik, polip (-)

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium (13 05 2014 ; jam 21.21)


Darah Rutin
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
Hemoglobin 12 (L) g/ dl 13.2 17.3
Leukosit 5,7 Ribu 3.8 10.6
Eosinofil 0 % 1-3

6
Basofil 0 % 0 -1
Neutrofil 60,9 % 50 70
Limfosit 29 % 25 40
Monosit 10,1 % 16
Luc% 0 % 14
MCV 82.6 Mikro m3 80 -100
MCH 27,8 Pg 26 34
MCHC 33,6 g/dl 32 36
Hematokrit 35,7 (L) % 40 52
Trombosit 219 Ribu 150 440
Eritrosit 4.32 (L) Juta 4,4 5.9
RDW 43,7 (H) % 11.5 14.5
PDW 10,8 fL 10 18
MPV 9,1 Mikro m3 6.8 10
LED 13/30 (H) Mm/jam 0 10
Waktu Perdarahan/BT 1.30 Menit 13
Waktu Pembekuan/CT 5.30 Menit 26
Kimia
Gula Darah Sewaktu 110 (H) mg/dl 75 110
Ureum 30,2 mg/dl 18 55
Creatinin Darah 1.40 mg/dl 0,9 1,3
SGOT 23,7 U/I 0-50
SGPT 22,0 U/I 0-50

Pemeriksaan USG
Hepar : Ukuran tak membesar, parenkim homogen, tak tampak nodul. Eksogenisitas
parenkim normal, tak tampak dilatasi duktus biliaris, v porta dan v hepatica
GB : Bentuk dan ukuran normal, tak tampak batu maupun sludge, polyp GB (3
mm)
Pankreas : Ukuran normal, parenkim homogen, tak tampak dilatasi duktus pankreatikus
Lien : Ukuran tidak membesar, tak tampak dilatasi v lienalis.
Kedua Ginjal : Bentuk dan ukuran normal, parenkim homogen, tak menipis, batas
kortikomeduler baik, tak tampak dilatasi PCS maupun batu
Vesica Urinaria: Dinding regular tak menebal, tak tampak batu
Prostat : Ukuran tak tampak membesar
Kesan:
Polyp GB (3 mm)
Tak tampak kelainan lainnya secara sono abdomen saat ini

VI. RINGKASAN
Subjektif
- Seorang laki-laki berumur 59 tahun datang ke UGD RSMR dengan keluhan adanya
benjolan pada regio inguinalis sinistra sudah ada sejak 1 tahun.
- Pada saat itu benjolan masih kecil dan dapat hilang sendiri.
- Benjolan keluar hanya pada saat buang air kecil dan batuk.

7
- Satu bulan SMRS OS merasa benjolan tersebut membesar dan sudah tidak dapat
hilang sendiri dan tidak dapat dimasukkan kembali.
- Satu hari SMRS OS datang ke UGD RSMR karena benjolan tersebut semakin
membesar.

Objektif
Abdomen

Benjolan (+)
d. Konsistensi : Lunak
e. Nyeri tekan (-)
f. Tidak bisa dimasukkan kembali
Pemeriksaan Valsava:
b. Benjolan terlihat membesar dari lateral ke
medial

Pemeriksaan Khusus
Rectal Touche : tidak teraba benjolan, sfingter ani baik, polip (-)

Laboratorium
Hemoglobin 12 g/dL (L)
Hematokrit 35.7% (L)
Eritrosit 4.32 juta (L)
RDW 43.7% (H)
LED 13/30 mm/jam (H)
GDS 110 mg/dl (H)

VII. DIAGNOSIS KERJA


Hernia Inguinalis Lateral Sinistra Ireponibel
Dasar Diagnosis: adanya benjolan pada lipat paha kiri berbentuk lonjong dengan
konsistensi lunak, tidak nyeri, dan tidak dapat direposisi kembali, serta bising usus (+).

VIII. DIAGNOSIS DIFFERENTIAL


Hernia Inguinalis Medial Sinistra Ireponibel

8
a. Dasar yang mendukung: benjolan pada region inguinal kiri, tidak nyeri, tidak bisa
direposisi kembali, BU (+)
b. Dasar yang tidak mendukung: benjolan berbentuk lonjong, test valsava benjolan
keluar dari lateral ke medial
Limfadenopati inguinal sinistra
a. Dasar yang medukung: benjolan pada region inguinal kiri
b. Dasar yang tidak mendukung: benjolan semakin membesar ketika berdiri dan
mengejan

IX. PENATALAKSANAAN
Operasi :
a. Repair Hernia inguinalis Terbuka: Herniorafi

Edukasi :
Tirah Baring
Menerangkan tindakan operasi dan komplikasi operasi kepada pasien
Puasa 6 jam sebelum operasi

Penatalaksanaan post operasi


Medikamentosa
Infus RL 20 tetes/menit
Ketorolac 3x30 mg IV
Ranitidin 2x1 amp

b. PROGNOSIS
Ad vitam : Ad bonam
Ad functionam : Ad bonam
Ad sanationam : Ad bonam