Anda di halaman 1dari 8

METODOLOGI PENELTIAN

PERTEMUAN 2
JENIS-JENIS PENELITIAN

OLEH

KELOMPOK 8
PUTU PUTRI LARASATI (1406305021)
NI KADEK METRI TRESNALYANI (1406305022)
GITA APSARI DEWI (1406305023)

S1 REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2016
KELOMPOK 8
Nama : Putu Putri Larasati (1406305021)
Ni Kadek Metri Tresnalyani (1406305023)
Gita Apsari Dewi (1406305023)

2.1 Penelitian Menurut Tujuan


Tujuan penelitian, seperti yang telah dibahas dimuka, meliputi: pengembangan teori
dan pemecahan masalah. Berdasarkan kedua tujuan tersebut, penelitian dapat diklasifikasikan
sebagai:
1. Penelitian Dasar
Penelitian dasar yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan teori. Tujuan
penelitian dasar adalah pengembangan dan evaluasi terhadap konsep-konsep teoretis.
Penelitian dasar selanjutnya dapat diklasifikasikan berdasarkan pendekatan yang
digunakan dalam pengembangan teori, yaitu:
Penelitian deduktif adalah tipe penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis
melalui validasi teori atau pengujian aplikasi teori pada keadaaan tertentu.Tipe
penelitian ini menggunakan hipotesis a priori (berdasarkan teori, bukan berdasarkan
fakta) sebagai pedoman atau arah untuk memilih, mengumpulkan dan menganalisis
data.
Penelitian induktif merupakan tipe penelitian yang mempunyai tujuan untuk
mengembangkan (generating) teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta (fact
finding). Tipe penelitian ini menekankan pada kebenaran dan realitas fakta untuk
menghindari adanya teori-teori atau opini-opini yang membingungkan. Glaser dan
Strauss mengemukakan tipe penelitian ini sebagai penelitian yang bertujuan untuk
menemukan teori dengan pengumpulan dan analisis data secara sistematis melalui
penelitian sosial (social research).
Penelitian-penelitian akademik yang dilakukan oleh mahasiswa (student research)
sebagai tugas akhir yang dilaporkan dalam bentuk skripsi, tesis dan disertai umumnya
merupakan tipe penelitian dasar.

2.2 Penelitian Menurut Metode


Penelitian menurut metode dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Penelitian survey
Penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang
dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga

1
ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar
variable. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan kecenderungan masyarakat dalam
memilih pemimpin nasional dan daerah.
2) Penelitian Ex post facto
Suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan
kemudian mengikutikebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat
menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.Contoh: penelitian untuk mengungkapakn
sebab-sebab terjadinya kebakaran gedung di suatu lembaga pemerintah.
3) Penelitian eksperimen
Suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable
yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Contoh: penelitian penerapan
metode kerja baru terhadap produktifitas kerja, penelitian pengaruh mobil
berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas di jalan.
4) Penelitian naturalistik
Sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk
meneliti pada kondisi obyek alamiah. Contoh: penelitian untuk mengungkapakn
makna upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk
menemukan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi.
5) Policy research (penelitian kebijaksanaan)
Suatu proses penelitian yang dilakukaan pada atau analisis terhadap masalah-masalah
sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat
keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian untuk
membuat undang-undang atau peraturan tertentu, penelitian untuk pengembangan
struktur organisasi.
6) Action research
Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien,
sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. .
Contoh: penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pelayanan
masyarakat, penelitian mencari metode mengajar yang baik.
7) Penelitian evaluasi
Penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan fenomena suatu kejadian, kegiatan dan
produk. Contoh: penelitian proses pelaksanaan suatu peraturan atau kebijakan,
penelitian keluarga berencana.
8) Penelitian sejarah

2
Penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang
berlangsung di masa lalu.Contoh: penelitian untuk mengetahui kapan berdirinya kota
tertentu yang dapat digunakan untuk menentukan hari ulang tahun.
9) Penelitan dan Pengembangan (R&D / Research and Development)
Menurut Borg and Gall (1988) penelitan dan pengembangan merupakan penelitan
yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk produk yang
digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. Contoh penelitian tentang
kemungkinan mengembang-kan produk A menjadi produk A plus.

2.3 Penelitian Menurut Tingkat Explanasinya


1. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable
mandiri, baik satu variable atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau
menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian yang
berusaha menjawab bagaimanakah profil presiden Indonesia, bagaimanakah etos kerja
dan prestasi kerja para karyawan di suatu departemen.
2. Penelitian Komparatif
Penelitian komparatif merupakan suatu penelitian yang bersifat membandingkan
sesuatu. Contoh: adakah perbedaan profil presiden Indonesia dari waktu ke waktu,
adakah perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan lulusan SMU.
3. Penelitian Asosiatif
Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua
variabel atau lebih. Contoh: apakah ada hubungan antara datangnya kupu-kupu
dengan tamu, atau adakah pengaruh insentif terhadap prestasi kerja pegawai.

2.4 Penelitian Berdasarkan Jenis Data dan Analisisnya


Berdasarkan jenis data yang diteliti, penelitian dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Penelitian Opini
Penelitian opini (opini research) merupakan penelitian terhadap fakta berupa opini
atau pendapat orang (responden). Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki
pandangan, persepsi, atau penilaian responden terhadap diri responden atau kondisi
lingkungan dan perubahannya.
2. Penelitian Empiris
Penelitian Empiris (empiris research) merupakan penelitian terhadap fakta empiris
yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengalaman. Penelitian empiris umunnya
lebih menekankan pada penyelidikan aspek perilaku daripada opini. Studi kasus dan
lapangan serta penelitian eksperimen merupakan contoh tipe penelitian ini.
3. Penelitian Arsip

3
Penelitian arsip (Archival Research) merupakan penelitian terhadap fakta yang tertulis
(dokumen) atau berupa arsip data. Dokumen atau arsip yang diteliti berdasarkan
sumbernya dapat berasal dari data internal, yaitu dokumen, arsip, dan catatan orisini
yang diperoleh dari suatu organisasi atau berasal dari data eksternal, yaitu publikasi
data yang diperoleh melalui orang lain.

2.5 Macam-Macam Data Penelitian


A. Data Berdasarkan Sumbernya
Berdasarkan sumbernya, data penelitian dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu data
primer dan data sekunder.
1. Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara
langsung dari sumber datanya. Data primer disebut juga sebagai data asli atau data
baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus
mengumpulkannya secara langsung. Teknik yang dapat digunakan peneliti untuk
mengumpulkan data primer antara lain observasi, wawancara, diskusi terfokus (focus
grup discussion FGD)dan penyebaran kuesioner.
2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai
sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua). Data sekunder dapat diperoleh
dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan
lain-lain.

B. Data Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, data penelitian dapat dibedakan dalam dua jenis
yaitu data kualitatif (yang berbentuk kata-kata/kalimat) dan data kuantitatif (yang berbentuk
angka). Data kuantitatif dapat dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkannya yaitu data
diskrit dan data kontinum. Berdasarkan sifatnya, data kuantitatif terdiri atas data nominal,
data ordinal, data interval dan data rasio.

1. Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data
kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya
wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan
dalam catatan lapangan (transkrip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang
diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video.
2. Data Kuantitatif

4
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan
bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik
perhitungan matematika atau statistika. Berdasarkan proses atau cara untuk
mendapatkannya, data kuantitatif dapat dikelompokkan dalam dua bentuk yaitu
sebagai berikut:
Data diskrit adalah data dalam bentuk angka (bilangan) yang diperoleh dengan cara
membilang.
Data kontinum adalah data dalam bentuk angka/bilangan yang diperoleh berdasarkan
hasil pengukuran.
Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, data kuantitatif dapat
dikelompokan dalam empat jenis (tingkatan) yang memiliki sifat berbeda yaitu:
Data nominal atau sering disebut juga data kategori yaitu data yang diperoleh melalui
pengelompokkan obyek berdasarkan kategori tertentu.
Data ordinal adalah data yang berasal dari suatu objek atau kategori yang telah
disusun secara berjenjang menurut besarnya.
Data Interval adalah data hasil pengukuran yang dapat diurutkan atas dasar kriteria
tertentu serta menunjukan semua sifat yang dimiliki oleh data ordinal.
Ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat.
Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidam mempunyai nilai 0 (nol) mutlak.
Rasio adalah data yang jaraknya sama.

2.6 Penelitian dan Pengambilan Keputusan

Menurut Siagian (dalam Hasan, 2002:10) pengambilan keputusan adalah suatu


pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil
tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat. Atmosudirjo
(1982: 97) mengatakan, pengambilan keputusan selalu bersifat memilih diantara berbagai
alternatif untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan menurut James pengambilan
keputusan (dalam Hasan, 2002:10) adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu
tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari pengertian-pengertian pengambilan keputusan diatas maka dapat disimpulkan
bahwa pengambilan keputusan merupakan satu proses pemilihan alternatif terbaik dari
beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti sebagai suatu cara pemecahan
masalah.

Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan


Menurut Matlin (1998 dalam Kuntadi, 2004: 13), tahapan individu dalam pengambilan
keputusan melewati beberapa tahapan, antara lain:

5
1. Situasi atau kondisi
Dalam hal ini seseorang harus mempertimbangkan, berpikir, menaksir, memilih dan
memprediksi sesuatu (Matlin, 1998 dalam Kuntadi, 2004: 14). Pilihan atau alternatif yang
dihadapi oleh setiap orang seringkali berlainan, demikian pula dalam hal akibat, risiko
maupun keuntungan dari pilihan yang diambilnya. Hal seperti ini jelas sekali pada
gilirannya akan membuat situasi pengambilan keputusan antara individu yang satu dengan
individu yang lain akan berbeda. Matlin (1998 dalam Kuntadi, 2004: 14), pada penjelasan
berikutnya, juga menyatakan bahwa situasi pengambilan keputusan yang dihadapi
seseorang akan mempengaruhi keberhasilan suatu pengambilan keputusan.
2. Tindakan
Dalam hal ini individu mempertimbangkan, menganalisa, melakukan prediksi, dan
menjatuhkan pilihan terhadap alternatif yang ada. Dalam tahap ini reaksi individu yang
satu dengan yang lain berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Ada
beberapa individu dapat segera menentukan sikap terhadap pertimbangan yang telah
dilakukan, namun ada individu lain yang nampak mengalami kesulitan untuk menentukan
sikap mereka. Tahap ini dapat disebut sebagai tahap penentuan keberhasilan dari suatu
proses pengambilan keputusan (Matlin, 1998 dalam Kuntadi, 2004: 14).
Berdasarkan penjelasan singkat di atas diketahui bahwa proses pengambilan
keputusan itu diawali ketika seseorang berada dalam situasi pengambilan keputusan. Hal
yang lain adalah bahwa situasi pengambilan keputusan antar individu bisa berlainan,
karena pilihan atau alternatif yang dihadapi individu juga berlainan dan hal ini akan
mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Penanganan yang tepat terhadap situasi
pengambilan keputusan juga akan menentukan keberhasilan suatu proses pengambilan
keputusan. Situasi pengambilan keputusan terjadi atau muncul dalam diri seseorang ketika
ia diperhadapkan dengan permasalahan dan beberapa alternatif atau pilihan sebagai
jawaban dari permasalahannya. Selanjutnya, dari beberapa alternatif jawaban tersebut, ia
mulai mempertimbangkan, berpikir, menaksir, memprediksi dan menentukan pilihan.
Tahap menentukan pilihan terhadap alternatif yang ada merupakan tahap penting dalam
proses pengambilan keputusan.

Menurut Simon (dalam Hasan, 2002; 24) proses pengambilan keputusan terdiri atas
tiga fase keputusan, yaitu sebagai berikut.
1. Fase intelegensia
Merupakan fase penelusuran informasi untuk keadaan yang memungkinkan dalam
rangka pengambilan keputusan. Jadi merupakan pengamatan lingkungan dalam

6
pengambilan keputusan. Data dan informasi diperoleh, diproses dan diuji untuk mencari
bukti-bukti yang dapat diidentifikasi, baik yang pemasalahan pokok peluang untuk
memecahkannnya.
2. Fase desain
Merupakan fase pencarian/penemuan, pengembangan serta analisa kemungkinan
suatu tindakan. Jadi merupakan kegiatan perancangan dalam pengambilan keputusan, fase
ini terdiri atas sebagai berikut.
a. Identifikasi masalah, merupakan perbedaan antara situasi yang terjadi dengan situasi
yang ingin dicapai.
b. Formulasi masalah, merupakan langkah di mana masalah dipertajam sehingga kegiatan
desain dan pengembangan sesuai dengan permasalahan yang sebenarnya. Cara yang
dilakukan dalam formulasi permasalahan adalah sebagai berikut.
1) Menentukan batasan-batasan pemasalahan.
2) Menguji perubahan-perubahan yang dapat menyebabkan permasalahan dapat
dipecahkan.
3) Merinci masalah pokok kedalam sub-sub masalah.
3. Fase pemilihan
Merupakan fase seleksi alternatif atau tindakan yang dilakukan dari alternatif-
alternatif tersebut. Alternatif yang dipilih kemudian diputuskan dan dilaksanakan. Jadi
merupakan kegiatan memilih tindakan atau alternatif tertentu dari bermacam-macam
kemungkinan yang akan ditempuh.

DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung, 2007


Nur Indriatoro, Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis, Yogyakarta, 2013
http://amierkamboja88.wordpress.com/2010/04/27/jenis-penelitian-menurut-metodenya/
(diakses pada 12 September 2016)
http://csuryana.wordpress.com/2010/03/25/data-dan-jenis-data-penelitian/ (diakses pada 12
September 2016)
https://prezi.com/pdqjddzqjfar/metodologi-penelitian-akuntansi/ (diakses pada 12 September
2016)