Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN DASAR II

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN APENDISITIS

Oleh

Kelompok Mahasiswa Pre-Klinik Keperawatan Kelompok E

Ega Silvia Roza 1311311090


Mery Sepriani 1311311092
Mutia Mahyuddin 1311311094
Gesti 1311311096
Muhammad Ridwan 1311312002
Suci Nilam Sari 1311312004
Tria Wulandari 1311312006
Putri Ramadhani 1311312008
Dahlia Lara Sikumalay 1311312012
Nency Aldani Putri 1311312014

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2017
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN APPENDISITIS

A. Pengkajian
1. Identitas Klien
Tanggal masuk RS: 3 Februari 2017
Nama : An. S
Alamat : Jl. Tempat Pancuran 7 Kalumbuk
T. Lahir : 23 Juni 2009
Usia : 8 Tahun
Nama Ayah / Ibu : Tn. R / Ny. M
Diagnosa Medis : Apendisitis
Agama : Islam
Suku Bangsa : Indonesia

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
Klien mengeluh sakit perut kanan bawah sejak satu minggu yang
lalu.Kemudia ngilu pada ulu hati awalnya dan berpindah pada
bagian perut kanan bawah. Klien demam semenjak 3 hari yang
lalu. Klien mengeluh mual dan muntah (+) frekuensi 2 kali
b. Riwayat kesehatan sekarang
Klien mengeluh nyeri pada bagian perut bekas operasi
appendiktomi. klien terpasang infus Rl klof 10, klien terpasang
NGT dan keteter urin, klien mengatakan tidak ada mual muntah.
c. Riwayat Kesehatan Dahulu
Kehamilan
klien lahir pada 23 juni 2009, kehamilan cukup bulan, ibu klien
mengatakan klien lahir dengan normal, dan ibu mengatakan
tidak pernah mengalami gangguan dalam kehamilan.
Persalinan dan Melahirkan
Ibu melahirkan An. S secara normal dengan dibantu bidan
Kelahiran
Berat badan An. S sewaktu lahir 3,1 kg, panjang badan 52 cm
dan dalam kondisi kesehatan yang baik.
Penyakit, Operasi atau cidera sebelumnya
An. S tidak pernah menderita penyakit serius sebelumnya, An.
S juga tidak pernah mengalami operasi sebelumnya, An. S
hanya pernah mengalami demam dan pilek dan tidak sampai
dirawat di RS.
Alergi
klien tidak mempunyai alergi tertentu terhadap makanan, obat,
dll.
Imunisasi
Status imunisasi An. S lengkap

3. Tinjauan sistem dan pemeriksaan fisik


a. Pemeriksaan pertumbuhan
Tinggi badan : 140 cm
Berat badan : 50 kg
b. Pemeriksaan tanda-tanda vital
Tekanan darah : 95/70 mmhg
Nadi : 140*/menit
Pernapasan : 28*/menit
Suhu : 36,5 C
c. Penampilan umum
Wajah klien pucat, klien sulit menelan, frekuensi makan 2 kali
sehari. Frekuensi minum 8 gelas/hari. Klien tampak lelah dan tidak
bersemangat. Kesadaran klien compos mentis, GCS 6 4 5 = 15.
Nafsu makan klien sudah mulai membaik, klien tidak demam, klien
belum mampu untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara
mandiri.

4. Pemeriksaan Keadaan Umum


a. Kepala
Bentuk : bulat, simetris
Rambut : warna hitam
Mata : konjungtiva anemis, sclera tidak ikterik, tidak ada
edema . Pada daerah palpebra pada kedua mata
Hidung : tidak ada sekret, tidak ada bau, tidak ada
perdarahan, hidung klien terasang NGT
Telinga : tidak ada secret, tidak ada bau, tidak ada
perdarahan
Mulut : tidak sianosis, mukosa bibir agak pucat
Lidah : tidak kotor, tidak hiperemi
b. Leher
Inspeksi : simetris, tidak tampak pembesaran KGB
leher
Palpasi : tidak teraba pembesaran KGB leher
Kaku kuduk : tidak ada
c. Dada
Bentuk dada simetris, tidak ada luka atau pembengkakan
RH : -/-
WH : -/-
d. Paru
Inspeksi : simetris
Palpasi : fremitus raba (+) normal
Perkusi : sonor
Auskultasi : RH (-), WH (-)
e. Abdomen
Nyeri pada perut bagian kanan bawah, terdapat luka insisi post
operasi appendiktomi, luka operasi masih belum kering.
Hepar : tidak teraba , tidak ada nyeri tekan
Limpa : tidak teraba, tidak ada nyeri tekan
Inspeksi : datar
Auskultasi : bising usus (-) normal
Perkusi : timpani disekuruh lapang abdomen
Palpasi : hepar dan lien tidak teraba, ada nyeri tekan
f. Ektremitas
Superior : akral hangat -/-, edema -/-, tangan dextra
terpasang infus RL 8J/K
Inferior : akral hangat -/-, edema -/-
g. Integumen
Turgot kulit baik, terdapat luka insisi post operasi appendiktomi,
diperban dan luka masih belum kering
5. Riwayat Sosial
a. Wali (yang mengasuh) : Ny.M
b. Hubungan dengan anggota keluarga: Ibu Kandung
c. Hubungan dengan teman sebaya : Baik, klien biasanya selalu aktif
bermain, senang bersosialisasi dengan teman sebayanya
d. Pembawaan secara umum : ceria
e. Lingkungan rumah : klien tinggal di lingkungan rumah yang tidak
terlalu padat
6. Kebutuhan Dasar
a. Makanan yang disukai / tidak di sukai : Secara umum klien
menyukai semua jenis makanan
Selera : Klien lebih suka makan makanan yang digoreng
dibandingkan makanan yang berkuah
b. Pola tidur : Klien tidak memiliki kebiasaan khusus sebelum tidur,
klien hanya membaca doa sebelum tidur
Jam tidur malam : klien tidur malam minimal 8 jam sehari dari jam
21.00 sampai jam 05.00 pagi
Jam tidur siang : Klien jarang tidur siang
c. Mandi : Klien mandi 2 kali sehari
d. Aktivitas bermain : klien senang bermain dengan temansebaya
setiap sore setelah pulang sekolah
e. Eliminasi : Saat ini klien terpasang kateter urine dan tidak ada
masalah dengan BAB/BAK
Frekuensi BAB/hari : klien biasanya BAB 2 kali sehari dan BAK
5-6 kali sehari.

Analisa Data

No. Analisa data etiologi Diagnosa


keperawatan
1. DS : Pembedahan operasi Nyeri akut
Kien mengeluh nyeri pada berhubungan dengan
lika pasca operasi Luka insisi age cedera fisik
appendiktomi
Klien mengeluh lemas dan Nyeri akut
lelah
DO :
Klien tampak meringis dan
memegang area luka bekas
operasi
Klien tampak pucat
Skala nyeri 7
2. DS : Pembedahan operasi Resiko infeksi
Klien mengeluh nyeri pada berhubungan dengan
luka post op appendeiktomi Luka insisi tindakan invasif
Luka insisi masih belum (insisi post op)
kering Luka masih basah
Klien terpasang NGT
Klien terpasang kateter Jalan masuk kuman

Resiko infeksi

B. Diagnosa
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik (luka post op
appendectomy)
2. Resiko infeksi b.d tindakan invasif (luka post op)

C. Rencana asuhan keperawatan

No NANDA NOC NIC


.

1. Nyeri akut Level nyeri Manajemen nyeri


berhubungan dengan
agen injuri fisik Indikator : Aktivitas :
(luka post op Merengek dan menangis : Lakukan pengkajian secara
appendectomy) tidak ada komprehensif terhadap nyeri
termasuk lokasi, karakteristik,
Ekspresi nyeri di wajah : durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
tidak ada nyeri, dan faktor pemicu
Agitasi : tidak ada Observasi reaksi nonverbal dari
Meringis : tidak ada ketidaknyamanan

Gunakan teknik komunikasi


terapeutik untuk mengetahui
Kontrol nyeri pengalaman nyeri pasien

Indikator : Bantu pasien dan keluarga untuk


mencari dan menemukan dukungan
Penggunaan analgesic yang
tepat Kurangi faktor presipitasi nyeri

Laporkan tanda nyeri pada Kontrol lingkungan yang dapat


tenaga kesehatan mempengaruhi nyeri seperti suhu
ruangan, pencahayaan dan
Menilai gejala dari nyeri
kebisingan
Gunakan catatan nyeri
Cek instruksi dokter tentang jenis
obat, dosis, dan frekuensi

Tingkat kenyamanan Cek riwayat alergi

Indikator :

Mengekspresikan kepuasan
dengan tingkatan mandiri Pemberian analgesic

Mengekspresikan kepuasan Aktivitas :


dengan kontrol nyeri
Menentukan lokasi , karakteristik,
mutu, dan intensitas nyeri sebelum
mengobati pasien

Periksa order/pesanan medis untuk


obat, dosis, dan frekuensi yang
ditentukan analgesik

Cek riwayat alergi obat

Tentukan analgesik yang cocok, rute


pemberian dan dosis optimal.

Monitor TTV sebelum dan sesudah


pemberian obat narkotik dengan
dosis pertama atau jika ada catatan
luar biasa.

Lakukan tindakan pengamanan pada


pasien dengan obat analgesik
narkotik

2. Resiko Infeksi Kontrol resiko Pengontrolan infeksi


berhubungan dengan
kerusakan jaringan Indikator : Aktivitas:

Mengembangkan strategi Ciptakan lingkungan ( alat-alat,


kontrol resiko efektif berbeden dan lainnya) yang nyaman
dan bersih terutama setelah
Melakukan strategi kontrol digunakan oleh pasien
resiko
Gunakan alat-alat yang baru dan
Ikut dalam memilih strategi berbeda setiap akan melakukan
kontrol resiko tindakan keperawatan ke pasien
Menghindari pembukaan Batasi jumlah pengunjung sesuai
untuk ancaman kesehatan kondisi pasien
Partisipasi dalam Ajari klien untuk mencuci tangan
penyaringan resiko sebagai gaya hidup sehat pribadi

Instruksikan klien untuk mencuci


tangan yang benar sesuai dengan
yang telah diajarkan

Instruksikan kepada pengunjung


untuk selalu mencuci tangan
sebelum dan sesudah memasuki
ruangan pasien

Gunakan sabun antimikroba untuk


proses cuci tangan

Cuci tangan sebelum dan sesudah


melakukan tindakan kepada pasien

Terapkan kewaspadaan universal

Gunakan selalu handscoon sebagai


salah satu ketentuan kewaspadaan
universal

Gunakan baju yang bersih atau


gown ketika menangani pasien
infeksi

Gunakan sarung tangan yang steril,


jika memungkinkan

Bersihkan kulit pasien dengan


pembersih antibakteri

D. Catatan Perkembangan
(Terlampir)